01 December 2009

bermoralkah saya ?

aidsc.jpg

saya baru teringat kalau ini adalah hari aids sedunia. ngga diblog, ngga di facebook, ngga di televisi atau media massa lainnya meneriakkan slogan slogan, pesan moral juga kampanye untuk memperingatinya. tentu saja tujuannya tidak lain tidaklah bukan untuk memperingatkan kepada kita supaya lebih waspada terhadap penyakit mematikan ini.

termasuk saya. pagi ini saya menuliskan status dalam facebook "WORLD AIDS DAY. moral is... don't forget your condom !" melihat hal itu teman saya langsung komentar "Moralnya cuma satu : Jangan coba2 seks di luar nikah gitu lo mat..."

"saya heran mas, apa sampeyan itu manusia bermoral, kok bisa bisanya menuliskan pesan moral ?" sahut teman saya ketika saya cerita soal ini.

ya, bermoralkah saya ? lantas saya kembali flashback waktu saya sekolah dulu. mengingat ingat kembali berapa nilai saya dalam mata pelajaran pendidikan moral pancasila. dan jelas ketika saya mengingat kembali soal tersebut, yang saya ingat bukanlah ilmu yang sudah saya dapatkan dalam mata pelajaran itu, tapi ibu guru muda cantik yang pernah saya anterkan pulang naik motor berbocengan berpegangan pada pinggang saya seperti seorang kekasih yang sedang kasmaran. itulah moral yang saya dapatkan. jatuh cinta dengan seorang guru pendidikan moral pancasila.

sudah. soal cinta monyet tersebut akan saya ceritakan lain waktu saja. sampeyan jangan berfikiran yang tidak tidak.

kembali lagi soal moral itu tadi. saya jadi berfikir, ketika saya atau orang orang berkata "jangan lupa menggunakan kondom." apakah itu artinya memperbolehkan seks bebas ? jika demikian bukan pesan moral lagi kita dapatkan tapi lebih tepatnya mengkampanyekan penggunaan kondom hingga akhirnya perusahaan kondom, distributor, dan penjual yang akan diuntungkan dalam hal ini.

"dari dulu otak sampeyan itu ngga berkembang mas, saya jadi maklum mengingat sampeyan itu bayi prematur yang lahir delapan bulan dimana ketika bayi lain mendapatkan gizi asi sementara sampeyan masih disetrum pakai listrik seperti pitik (ayam.)" komentar teman saya sambil geleng geleng kepala.

"jangan gila deh, maksudnya apa ?" tanya saya.

"mereka mengatakan "gunakan kondom." itu bukan berarti lantas menghalalkan seks bebas atau membebaskan seks. kita ngga usah mikir sejauh itu. kalau soal free seks itu bagaimana masing masing orangnya. budaya barat sama budaya timur saja sudah beda. mereka berkata "gunakan kondom." karena memang itu sebagai alat pengaman. safe sex. makna yang didapat bukanlah sesederhna itu. ibaratnya kalau kita menggunakan komdom saja bisa aman, bukankah lebih aman lagi kalau kita tidak melakukan seks sebelum waktunya. paham ?" jelas teman saya.

mengingat otak saya ini belum berkembang, jadi saya masih ngga paham apa yang dikatakan teman saya diatas. saya masih bingung. mungkin sampeyan sampeyan bisa jelaskan maksud dari teman saya itu apa ?

saya lebih memikirkan apa jadinya orang yang terkena penyakit tersebut. orang dengan hiv aids / ODHA. ironisnya, kita sering meneriakkan pesan pesan moral seperti diatas. pesan pesan moral untuk menghindari kita terkena hiv aids. tapi tidak banyak dari kita peduli akan hiv aids. bersikap seolah olah tidak ada penyakit tersebut hingga akhirnya menjadi manusia yang tidak bermoral. tapi, ketika kita melihat dan mengetahui orang sekitar kita terjangkit penyakit ini. banyak dari kita menghindarinya karena seolah olah merekalah sumber penyakit yang bisa menular. kita tidak pernah memberikan dukungan atau semangat pada mereka kalau sebenarnya umur mereka tinggal sebentar. kita tidak pernah mau peduli lagi pada mereka. dan kita tidak pernah mau tahu apa yang sedang mereka alami.

saya kembali berfikir lagi. apa yang terjadi pada saya jika saya yang menderita penyakit ini ? apa pernah terpikirkan kalau ini terjadi pada sampeyan sampeyan semuanya ?

cinta itu mahal harganya. bahkan tak cukup dengan nyawa untuk membayarnya. paling dalam hati kita cuma berkata "kasihan mereka..."

"kasihan kita."

ic_m.gif

11:49 Posted in Emosi | Permalink | Comments (22) | Email this

28 November 2009

drupadi

drupadi.jpg

para pandawa menghunus belati
mereka tak sudi
melihat drupadi
jatuh hati
padaku, laki laki yang sudah beristri

ic_m.gif

 

10:28 Posted in Puisi | Permalink | Comments (18) | Email this

1 2 3 4 5 6 7 8 Next