12 January 2010
collapse
coba kalian berikan saya sejuta alasan untuk tidak meninggalkan dunia maya.

09:53 Posted in Note | Permalink | Comments (21) | Email this
30 December 2009
januariku, selamat tahun baru lagi ya

kita flashback sebentar tentang harapan saya ditahun yang lalu. dulu saya pernah berharap ditahun baru nanti semoga saya menjadi pribadi yang baru. tapi dalam kenyataannya saya masih begini begini saja. saya juga berharap ditahun baru nanti semoga saya sudah diberikan keturunan. walau segala cara sudah saya coba, segala posisi sudah saya praktekkan, juga lampu sudah saya nyalakan biar terlihat jelas, nyatanya juga belum membuahkan hasil. saya juga berharap sabar dalam menghadapi cobaan hidup. tapi nyatanya hati tidak bisa diajak kompromi. saya berharap negeri ini makmur, tapi nyatanya masih banyak orang yang susah.
pun, tengok saja harapan harapan yang sama dan masih terpampang jelas dalam blog saya tercinta ini. mengingat tidak tahu kapan saya mati, saya mau panjang umur. mengingat tidak tahu kapan saya kaya, saya mau sukses. mengingat saya ini berwajah pasaran, saya mau cakep. mengingat saya bukan lelaki mesra, saya mau romantis. mengingat IQ saya jongkok, saya mau pinter. mengingat istri saya cuma satu, saya mau setia. mengingat saya ini laki laki, saya mau tanggung jawab. mengingat saya ini bilang malaikat, jangan sampai saya menjadi setan. juga mengingat saya ini manusia yang ngga normal, saya pengen menjadi normal. dan perlu digaris bawahi juga kalau semua itu bukanlah harapan yang baru. semuanya harapan itu masih sama. jadi, dengan otak yang pas pas'an ini saya masih saja bertanya apa maknanya tahun baru itu ? apa coba gunanya saya bergembira menyambut tahun baru, lha wong keadaan saya sama sekali tak ada yang baru.
bertambah tua. mungkin itu artinya. "mentang mentang sampeyan sudah buanyak uban ya mas." sindir teman saya suatu hari.
nah, ini juga salah satu ketidak normalan saya menjadi manusia. mengingat saya ini baru berumur seperempat abad lebih sedikit, entah bagaimana ceritanya rambut saya sudah dipenuhi buanyak uban. mungkin itu yang membuat diri saya terlihat tua. padahal saya sendiri merasa imut imut. tak pernah terbesit dalam perasaan kalau saya ini sudah tua.
"sampeyan itu memang pantas kalau menjadi orang tua mas, lihat saja kalau ngomong pasti urut seperti ustad. penuh contoh, baik buruknya, juga nasehat." kata teman saya lagi.
tambah bingung lagi saya dikatakan seperti itu. bagaimana bisa manusia seperti saya dikatakan pantas menjadi orang tua ? punya anak saja belum pernah, umur masih kepala dua, kelakuan seperti anak tk. terlebih lagi bagaimana bisa saya dikatakan seperti ustad yang selalu menyampaikan kebenaran agama ? bagaimana bisa saya dikatakan pemberi nasehat yang baik ? seperti motivator ? memangnya saya terlihat seperti itu ?
"teman sampeyan itu apa ngga mikir kalau mengatakan sampeyan seperti motivator. ngomong saja masih belum lancar kok dibilang seperti motivator. jadi orang itu ngga usah sok tua, sebab nanti sudah dituakan, ngga usah jadi penasehat, nanti juga dimintai pendapat. yang penting bagaimana cara kita menjalaninya. itu. dan sampeyan ngga perlu banyak omong, salah salah sampeyan bisa dikira ndobos. ingat kata temannya yang pernah sampeyan ceritakan kemaren dulu itu, kalau ngomong bijak sama...apa dia bilang waktu itu ?" "nge'bullshit." "iya itu, bedanya kan tipis. salah salah malah jadi fitnah. ya tho ?" kata teman saya.
dan teman saya itu masih memberikan nasehatnya. "coba sampeyan pikir, ini kalau sampeyan masih bisa diajak mikir lho mas. umur situ kan masih muda. masih...apa kata sampeyan tadi ?" "imut imut." "iya itu, masih buanyak kesempatan untuk belajar mengerti bagaimana hidup itu, belajar bagaimana cinta itu, juga belajar bagaimana menjadi manusia. menghargai diri sendiri juga menghargai orang lain. rak sampeyan masih menjadi manusia tho ? nah, itulah makna tahun yang baru."

09:13 Posted in Special Moment | Permalink | Comments (21) | Email this
15 December 2009
kisah cinta kala sma

sebelum saya menceritakan kejadian yang mungkin bisa dikatakan kalau ini adalah sebuah kejadian yang ngga normal. maka perlu diketahui bahwa saya ini memang manusia yang ngga normal. jadi sampeyan sampeyan tak perlu lagi bertanya apakah saya ini normal atau tidak ? dan saya akan memberitahu juga kenapa saya bisa dikatakan manusia tidak normal, sebelum sampeyan sampeyan bertanya pada saya perihal ketidak normalan itu tadi.
umumnya manusia itu lahir dalam usia kandungan sembilan bulan. tapi saya tidak, diusia kandungan delapan bulan, saya sudah lahir kedunia ini. ketika bayi lain mendapatkan pelukan hangat seorang ibu, saya tidak mendapatkannya. dan hal itu tidak terjadi pada saya. karena kehangatan yang saya peroleh melalui aliran listrik dalam sebuah tabung inkubator atau apapun entah itu namanya. hal itulah awal mulanya kenapa saya menjadi manusia yang ngga normal. itu yang pertama.
lantas timbul suatu sugesti yang pasti dalam diri saya kalau saya ini manusia yang serba kurang. kurang pandai, kurang pintar, kurang sehat, kurang berkembang. hingga dalam kehidupan sosial pun saya dikatakan kurang gaul, kurang tata krama, kurang moral, dan teman saya pun dengan bangga mengatakan "kurang ajar." itu yang kedua.
sebenarnya masih ada yang ketiga, keempat, kelima dan kesekian banyaknya kenapa saya ini dikatakan manusia yang ngga normal. tapi salah satu ketidak normalan itu akan saya ceritakan secara jelas dalam postingan kali ini. dan benar, ketika saya mengatakan hal tersebut teman saya langsung berkata "sampeyan itu benar benar kelewat ngga normal mas."
padahal saya cuma mengatakan kalau saya ini pernah menjalin sebuah hubungan dengan seorang yang lebih tua 12 tahun daripada saya. setidaknya saya masih normal karena seseorang itu adalah wanita. dan teman saya yang berkata kalau saya itu kelewat ngga normal, dikarenakan seorang wanita yang saya cintai itu adalah guru saya sendiri. indahnya, cinta saya itu sepertinya terbalas. dan dari sinilah kisah cinta saya kala sma bermula.
namanya ariani. tinggi dan berat badannya ideal. rambutnya, hitam lurus sebahu. kulitnya, kuning langsat. cantik ? tentu saja. sexy ? entahlah, yang jelas terlihat feminim. bagi saya, dia adalah figur keindahan seorang wanita dewasa. entah, mungkin dipikiran saya waktu itu dia bisa meberitahu saya apa itu cinta.
ketika pertama kali berjumpa, terasa ada aura yang membuat saya terpana melihatnya. seolah olah didalam kelas itu cuma ada saya dan dia. lantas dia memperkenalkan diri. dan memberitahukan kalau dia adalah guru baru yang akan mengajarkan pendidikan moral pancasila. dalam seminggu, dua kali dia mengajar. menjelaskan hukum hukum, soal negara, juga tata krama yang ada disekitar kita. tapi bagi saya, yang ada hanya cinta. saya tidak pernah mencatat, tidak pernah menyimak, tidak pernah mengerjakan tugas yang dia berikan. saya hanya melihat wajahnya yang mungkin sekarang sudah samar samar kabur dalam ingatan. saya hanya menulis namanya dimeja, dibuku, atau ditembok sebagai pelampiasan perasaan. mungkin, jika otak saya ini bisa dikeluarkan, saya pasti akan menulis namanya dengan indah. sungguh saya sedang tergila gila padanya. makan tak enak, tidur pula tak nyenyak. saya bingung. coba, sampeyan semuanya pasti membayangkan, bagaimana seorang remaja 16 tahun sedang kasmaran ? apa yang harus saya lakukan ? tak tahu juga kepada siapa saya akan bertanya. jangankan bicara dengannya untuk ungkapkan rasa sayang, pada rumput yang bergoyangpun saya malu untuk mengatakannya. ya, saya hanya bisa memendam perasaan.
entah ada angin apa tiba tiba dia duduk disamping saya waktu itu. lantas dia bertanya pada saya, apakah saya punya seorang kakak ? saya jawab tidak. lalu saya tanya kenapa, dia hanya diam saja dengan wajah yang penuh tanda tanya. sementara semua teman saya sedang mengerjakan tugas yang dia berikan, kami terus bicara berdua. mengalir begitu saja. sesekali bercanda dengan tawa. banyak dari teman saya berkata "hati hati lho bu, dia itu kadal." ada juga yang berkata "serigala berbulu domba." dan lain sebagainya. tapi sejak itu, kedekatan kami semakin menjadi.
ya, dia tidak keberatan jika saya ajak makan berdua dikantin sekolah ketika istirahat. dia juga tak keberatan jika saya antarkan pulang berboncengan dangan tangannya yang melingkar memegang pinggang. dia juga tak keberatan kalau saya bermain dirumahnya setiap malam minggu lantas pergi mengelilingi kota kami, beberapa kali nonton film (salah satunya titanic.) juga makan diangkringan pinggir jalan sambil menikmati remang cahaya malam.
lantas ketika saya bertanya kemana arah hubungan kita ? dia tidak bisa menjawabnya. ketika saya mulai memberanikan diri untuk menyatakan cinta, dia juga tidak bisa menjawabnya. air matanya keluar dan saya hanya bisa bertanya kenapa ? tidak apa apa, jawabnya. hanya logika saya yang bicara waktu itu. perbedaan usia, status, dan entah apa lagi yang mungkin menghalangi cinta ini. dia hanya berkata kalau saya boleh mencintainya dan saya boleh menganggapnya seorang kekasih hati. asalkan saya bahagia, kenapa tidak ? tapi ketika saya bertanya bagaimana dengan perasaanya ? dia hanya berkata terserah mau kamu apa.
bebulan bulan hubungan ngga normal ini berjalan. banyak orang berkata kalau kami ini tidak waras. tapi begitulah cinta, seolah dunia milik kita berdua. janji janji indah berhamburan. kata kata manis berserakan. jika kau jadi bulan, aku jadi bintangnya. jika kau jadi bunga, aku jadi kumbangnya. semua seperti lagu cinta. semua terserah padamu aku begini adanya. hingga jangan ada dusta diantara kita. sungguh gila, dan saya pun tak tahu, mau dibawa kemana hubungan ini. saya pun juga tak tahu bagaimana cara mengakhiri kisah cinta ini. dia juga pernah mengatakan, biar waktu yang memisahkan kita. lantas saya bertanya, kenapa tidak maut yang memisahkan kita ? dia tertawa.
waktu memang memisahkan kita. saya lupa bagaimana mulanya cinta kita terpisah. yang jelas saya meninggalkannya begitu saja. saya disuruh orang tua untuk melanjutkan sekolah diluar kota. saya menyesal. saya tidak mengucapkan selamat tinggal padanya. entah apa yang ada dipikiran saya waktu itu. saya ini bukan laki laki. saya berusaha menghubungi dia, tapi tidak bisa. saya kirim surat padanya, tapi tak ada balasannya. mungkin, dia terlanjur benci. dan mungkin menganggap saya remaja yang baru saja mengenal apa itu cinta. tanpa berusaha untuk menjaganya. tanpa ada upaya untuk memilikinya.
bahkan sampai sekarang saya tidak pernah lagi mendengar kabarnya. saya hanya bisa berkata 'mungkin'. mungkin dia sudah menemukan cinta sejati. mungkin dia mendapatkan seorang laki laki yang bertanggung jawab. mungkin dia sudah menikah, menjadi seorang istri dan seorang ibu bagi anaknya yang lucu lucu. dan sudah menemukan kebahagian yang sejati. menyesal ? entahlah. jika saya katakan menyesal, rasanya tidak pantas dan tidak adil bagi aurel karena sudah menemani saya hampir 10 tahun lamanya. dan jika saya katakan saya tidak menyesal, rasanya saya ini benar benar lelaki pengecut yang meninggalkan cintanya dan tidak pernah mau untuk berjuang mendapatkannya.
*paintings & airbrushing images by natan planet renders

11:47 Posted in Cerita | Permalink | Comments (38) | Email this
