« Sebuah Pengakuan | HomePage | siapa mata ? »

06 May 2006

Sebuah Pengakuan

kemaren sore itu Roi datang dengan muka kusut kekantorku dan tiba tiba bilang...

aku engga jadi nikah mata

APA !!!??? jawabku heran

pendeknya engga jadi aja

ya kenapa, gedung udah disewa, catering udah dipanjer dan undangan udah dikirim. itu semua mau diapain. Kamu gila ya kataku dalam kebingungan

fina udah engga perawan lagi katanya singkat

lohh kamu tau dari mana ? dia yang bilang ke kamu?

ya. setelah aku buktikan

maksud kamu ?

aku udah coba dia tadi malam di Novotel Ketika kami ML ternyata dia udah engga perawan lagi Katanya dengan sinis

oh...terus bagaimana reaksi dia ketika kamu mengetahui dia udah engga perawan

dia nangis ..sambil menjelaskan bahwa keperawannya hilang karena pacarnya terdaulu yang pergi meninggalkan dia, alasan klasik. Bisanya nangis biar kita kasihani

katanya kamu mencintai dia kan ??

tapi aku merasa dikianati oleh fina. aKu merasa terhina harga diriku mau ditaruh dimana bila dapatkan istri sudah pernah dipakai orang lain katanya melotot

lantas bagaimana dengan cinta apakah begitu mudahnya cinta itu larut hanya karena dia engga perawan tanyaku ? ingat tiga tahun kamu pacaran. ketertarikanmu dengan dia karena kepribadian, kecantikannya & keluarganya. apakah dengan kenyataan yang ada sekarang itu semua akan kamu lupakan begitu saja ?

aku kesal. Benci. aku merasa dibodohi. mengapa tidak dari awal dia berterus terang, kenapa baru sekarang ?

mata yakin fina adalah wanita yang tulus. bila dia mencintai seseorang maka dia berharap itu adalah lebuhan terakhir cintanya. Dia ingin berakhir dengan pelaminan. hingga begitu mudah dia menyerahkan sesuatu miliknya. dia tidak peduli dengan resiko. dia hanya melihat esok akan hidup bersama orang yang dia cintai. itulah dia. hingga kala kau meminta dia untuk menidurinya maka diapun tidak bisa menolak. walau kalian masih satu bulan lagi resmi sebagai suami istri

tapi mengapa aku harus mendapatkan sisanya ?

kau tidak mendapatkan sisanya. justru kau mendapatkan yang terbaik dari dia. dia yang matang dengan masa lalu yang menyakitkan, hingga dia dapat menghargai sesuatu yang kelak menjadi miliknya. dia akan berusaha apapun untuk menjadi istri yang baik untuk mu. Karena masalalunya, liatlah sikap dia selama pacaran betapa kau selalu membanggakan kepribadiannya. lembut, penyabar, setia. mungkin itulah cara dia untuk menutupi kekurangannya. cara dia untuk tidak berterus terang. mungkin, bagaimanapun ambil sisi positipnya. yang penting terimalah dia apa adanya

oh ya bagaimana kamu begitu yakin. Bukankah dia orang yang murahan ?

siapa bilang dia murahan. hanya orang yang murahan mengganggap dia murahan. ingat. dia memberikan sesuatu bukan karena uang. dia berikan karena sebuah janji, janji dari pria yang ingin menjadikannya istri. janji akan cinta sejati. lantas setelah dia memberi kemudian pria itu pergi dengan sejuta alasan. siapa yang murahan dia atau pria yang mudah mengabaikan commitment. tanyaku balik. dia terperanjat. Kulihat dia menatap mataku
Roi kembali aku meneruskan tahukah kamu begitu banyak wanita diperkosa oleh orang yang sangat dipercayainya. kenapa aku bilang pemerkosaan. memang tidak ada pemaksaan pisik. semuanya tampak atas suka sama suka . tapi sebetulnya yang ada adalah pemaksaan secara psikologis. pemaksaan melalui janji janji. bujuk rayu yang memabukkan. sehingga hati wanita yang lembutpun luluh. ketika dia luluh maka diapun tidak bisa membedakan akal sehat dengan emosional. semuanya baru disadarinya ketika pria itu pergi meninggalkannya. bagi pria ini hanyalah bagian dari permainan yang mudah dilupakan tapi bagi wanita itu akan menimbulkan luka yang tak terobati

ya tapi aku kan bukan tipe pria yang seperti itu. Aku tipe pria yang bertanggung jawab.Kenapa aku yang harus menanggung perbuatan orang lain Kembali dia membela diri.

siapa bilang kamu bukan tipe pria seperti itu. ingat berapa pelacur yang sudah kamu tiduri. mereka semua telah kamu perkosa. kamu perkosa mereka secara psikologis melalui uang dan uang...

kok kamu bilang begitu. pelacur adalah komoditi yang semuanya ada bandrolnya. tapi fina mau ditiduri karena cintanya kepada mantan pacarnya. katanya lagi

itulah letak perbedaan antara kamu dengan fina. kamu mengganggap sex itu sebuah kesenangan. sementara fina menganggap sex itu sesuatu yang tulus . sex sebagai lambang pengorbanan dan pengabdian cintanya. dia lebih manusiawi dibanding kamu.

cukup mata !!! kamu dah keterlaluan. kok kamu malah bela dia. seharusnya kamu hibur aku agar aku dapat melupakannya.

mata tidak membela dia. tapi mata ingin kamu tidak berlari ketempat kosong. apapun yang terjadi mata tidak ingin kamu sama dengan pria yang sudah lebih dulu merenggut kegadisan fina. dia pergi begitu saja. pria itu sangat tidak bermoral. apa yang dilakukan pria itu adalah kejahatan yang benar benar jahat.

terserah kamu katanya merengut. aku hanya ingin gadis perawan dimalam pertamaku.

kenapa sich kamu begitu menomor satukan perawan untuk seorang wanita . mata rasa kamu sudah terjebak dalam mitos terbelakang. mitos yang menempatkan wanita sebagai cinderamata. mitos tentang wanita sebagai pemuas nafsu. mitos tentang wanita sebagai lambang keperkasaan dan kemenangan. itu semua salah. Seharusnya persepsi yang benar tentang wanita adalah seseorang dapat menjadikan kita begitu berharga didalam hidupnya. kita butuh wanita yang mau berkorban untuk kita. nah itu semua tidak ada hubungannya dengan selaput perawan. tapi berhubungan dengan cinta

ok..lah , aku tetap tidak bisa menerima. terimakasih udah menemani ku. demikian dia mengakhiri percakapan.

ingat kau telah berlaku zolim dengan fina. dia telah memberi tapi kau tidak peduli. bertobatlah. sebelum sesal yang kau dapat. Kataku. diapun berlalu.

mata cuman berfikir...??/ kenapa ?? apa aku sudah salah ? aku tidak menjadi pendengar yang baik tapi malah menghakimi temanku sendiri :( pls pls pls HELP me !!!

update : judul yang semula sebuah keperawanan lagi lagi mengundang conspirasi,...maka di censor trus mata ganti

11:10 Posted in Curhat | Permalink | Comments (12) | Email this

Comments

Wah, kasihan amat sih temen cowokmu itu Ta. Masa yang dia tahu kawin itu cuma buat begituan, dan selembar keperawanan itu jadi penentunya. Perkawinan itu lengkap, dengan cinta dan pengertian, juga niat baik sebagai penentunya. Duhhh, udah nggak usah dipikirin deh Ta. Justru si Fina ini harus berbahagia karena nggak dapet lelaki berpikiran sesempit si cowok ini. Fina bisa mendapatkan lelaki lain yang bisa menghormati kedudukan dia sebagai perempuan yang pernah memberikan keperawanannya kepada laki-laki lain. Tanpa prasangka apapun.

Itulah enggak adilnya sebagian lelaki. Mereka udah melakukan hubungan seks berkali-kali pun sebelum menikah, maunya perempuan yang masih perawan. Ironis ya Ta ya? :D

Apalah artinya selembar virginitas kalau ketika menikah akhirnya malah enggak bahagia dan bercerai pula?

Wahh... kok jadi ceramah ya saya? Hehe. Btw, makasih ya masih mau mampir ke 'rumah'ku. Meskipun udah tahu lemotnya ampun-ampunan tuh komputer.

Salam!

Posted by: Fitri Mohan | 07 May 2006

berarti cowok itu belum sampe taraf CINTA .. hehehe khan Cinta itu tanpa syarat katanya ...

saya cowok, tapi nggak peduli sama yg namanya keperawanan - terlepas saya masih perjaka ato tidak .. :)

Posted by: johan | 07 May 2006

perlu dikasihani si roi....kasian kok pemikirannya sempit. laen kali kalo mau pacaran yg serius, tanyak dulu ; masih perawan gak ??? weeekkkk

Posted by: Dian | 07 May 2006

kok meyedihkan sekali yah, cowo yang punya pemikiran seperti itu. apalagi pake "pembuktian" segala. what the hell? klo ternyat dia sendiri sering tidur dengan pekerja2 sex. hm..klo jadi fina seh, itu justru bagus klo sampe ga jadi merid. he didn't deserve to have her. drpd merid tapi ga ikhlas nerima, dan akan trus2an akan diungkit2 setelahnya..

Posted by: dewi | 08 May 2006

sosok Roi yang mata kenal memang seorang yang keras kepala. mata dah berteman sejak SMP dan sekarang masih berteman. sering berbeda pendapat tapi ngga separah kemaren itu...

setelah kejadian itu, dia ngga ngga pernah contact mata lagi. entah kenapa ? mata berkali kali hubungi dia tapi tak pernah diangkat...

mata coba hubungi fina, alhasil dia cuman bisa menangis dan ngga mengatakan apa apa. tak tau lah mesti gimana ??

Posted by: mata | 08 May 2006

eehh..sumpaaahh.. Si Roi itu egois bgt gak siiyyhh?? Udah ML sebelum nikah, eehh....si cewek malah dicampakin krn gak virgin. Padahal apa yg dia lakuin kan sama aja ngambil virginitas cewek (kalo ceweknya masi virgin). Duh...cowok...cowok.... aneh... dan egois!!.

Btw..salam kenaaallll (^0^)

Posted by: ~dhia~ | 08 May 2006

*wink-wink*....sinis mode on...

keperawanan itu diliat darimana sih? dari sobeknya selaput dara-kah?
jadi enak dong para cewe nakal (maap gag bermaksud mendiskreditkan suatu kelompok) karena sekarang udah ada yang namanya rekonstruksi vagina...

gw secara pribadi bukan penganut penis envy, namun ketika pria bisa membuktikan keperjakaannya, bolehlah dia jugde keperawanan wanita...

semuanya adalah darimana kita melihat?
aku manusia dan aku melihat melalui kemanusiaanku

sebuah perkawinan sudah sangat sarat dengan kepelikan (katanya siii) kenapa juga untuk memulainya harus dibiaskan dengan kata keperawanan...apakah kebahagian sebuah perkawinan hanya tergantung pada perawan atau enggak?

*RIO adalah seorang yang MUNAFIK*

Posted by: crushdew | 08 May 2006

aaaakkkkhhhhhhh...... keki bngt bacanya!!!!!!!!!

egois bngt sich tu orng!! dia aja dah srng ml gapapa ( malahan ama pelacur ) tapi cewenya hrs virgin!! apaan tuh!!!

proteslah kalo emang u ( si cowo red. ) msh perjaka asli!! soek suci!! apaan tuh!!! >_<

egois!!!!!!!!!!!!!!!! >___

Posted by: L!l4 | 08 May 2006

*takjub baca komennya L!l4*
hmm... setujuu!!!

heran, kok ada orang mementingkan 'kondisi fisik' segitunya sampe 'kondisi hati' ngga diperhatiin lagi. lah niat awalnya buat nikah itu apa sebenernya, roi? yg mau dinikahi itu 'apa'nya? alasannya kenapa?
mau cari 'love'nya ato 'virginity'nya?

*masih heran, ngga habis pikir*

Posted by: Rho Mayda | 08 May 2006

Upsss....masih ada ternyata cowo picik seperti teman mata itu....
Jaman sekarang gitu loh.....
Dia sendiri aja dah gak Perjaka...masa nuntut cewenya perawan sih...
Tolong bilang sama teman mata....jangan menuntut sesuatu yang dia sendiri tak bisa memenuhinya.
Jangan egois...mentang2 cowo gak punya bekas...
lagipula, cinta gak bisa dihargai dengan keperawanan saja...

Sorry yah mata.....tapi melihat betapa egoisnya temen kamu, membuat aku sebagai wanita menjadi marah....

Posted by: Angel | 09 May 2006

"aku hanya ingin gadis perawan di malam pertamaku"

napa selalu keperawanan cewe yang jadi ukuran? Emang tuh cowo masi perawan apa? **ups perjaka maksutna**

Ngaca dong ah!!
Grgrrrr.........

Posted by: lavender | 09 May 2006

aku ga perlu kasih komen apa-apa lagi nih...soalnya udah terwakilkan oleh teman-teman semuanya.

Posted by: ciplok | 24 May 2006

The comments are closed.