« bagimu kekasihmu, bagiku kekasihku | HomePage | akibat kebanyakan ngeblog »
01 September 2006
bagimu kekasihmu, bagiku kekasihku
temanku, roy
aku bangga pada kecerdasanmu
kejujuranmu
tentang kebiadabanmu
tentang kepura puraanmu
dan aku terheran heran denganmu
sungguh ?
dulu
kau bisa bangga berucap
tentang suci tentang putih
tentang baik tentang buruk
tentang Sang Maha Penyayang
Sang Maha Agung
Sang Maha Esa
tentang Tuhan
tentang Cinta
tentang wanita
tentang Fina
dan sekarang begitu aku tahu yang sesungguhnya
alasan tentang keperawanan hanyalah kedokmu semata
alibimu
kemarin dengan bangganya kau mengaku punya kekasih gelap
seseorang selain kekasihmu yang semula kau banggakan
kau tidak lebih hanyalah seorang penghianat
aku terkejut
temanku, roy
bicara tentang cinta
tentang kesucian
tentang agama
baik atau buruk
memang mudah
kau betul betul hebat, so damn good !!!
akan tetapi
bagiku, apalah arti ini semua
semua teorimu
semua definisimu
semua isi hati dan otakmu
hanyalah sebuah sampah yang ada dibatok kepalamu
jika ternyata kamu hanya ingin mencari sebuah arti kepuasan
nafsu
birahi
bagaikan anjing dimusim kawin
ya memang kasar puisi ini tapi penghianatan lebih kasar !!!
bagaimana tidak,
dia yang setiap hari selalu menunggumu
selalu mengharapkan akan kedatanganmu
setelah kau campakkan
setelah kau nistakan
setelah kau membuatnya nangis darah dan nanah
setelah kau batalkan pernikahan itu
setelah kau mengetahuinya bahwa dia tidak lagi perawan
kau tinggalkan begitu saja
dan kau menjalin hubungan dengan seorang perempuan lain
yang kuanggap tidak lebih dari pada kuntilanak di trotoar
kenapa bisa begitu, roy ?
apa bagimu permainan perasaan semacam itu bukan suatu pengkhianatan?
jika dalam menjalin komitmen saja kau tidak becus
apa jadinya kalau nanti kau menikah dengan kekasih barumu itu ?
coba ceritakan hal yang sesungguhnya pada kekasihmu itu !
seperti dengan bangga kau ceritakan padaku
bahwasannya kau memiliki kekasih gelap
temanku, roy
apa jadinya jika kekasihmu yang sekarang mencampakkanmu
meninggalkamu
dengan sebuah alasan yang tidak logis
seperti halnya kamu meninggalkan fina
temanku, roy
kau pasti menilaiku terlalu berlebihan, terlalu naif, terlalu sok, ataupun terlalu pujangga
mata sang pujangga
yang hanya bisa bermain dengan kata kata
katakan itu sekali lagi roy, maka akan kukepruk kepalamu dengan keyboard hingga otakmu berceceran
dan kupungut satu persatu
kucuci hingga bersih
dari kotoran tentang cinta yang kau nilai tidak bermutu
temanku, roy
jika kita berjumpa lagi
jangan lagi bicara soal cinta, soal wanita, soal kebenaran dan soal Tuhan
karena bagitu itu semua omong kosongmu belaka
coba kau renungi baik baik
nama Adam dan Hawa
dulu manusia diciptakan hanya Adam dan Hawa
tidak ada laki laki atau perempuan lain
Adam tidak pernah mencintai perempuan atau binatang selain Hawa,
Hawa tidak pernah mencintai pria atau hewan selain Adam
lalu
masihkah kau akan membela dirimu bahwa perbuatanmu itu sah sah saja
hingga kamu seenaknya sendiri keluar masuk hati orang lain
datang tampak muka pulang tampak punggung
begitu?
memangnya kau ini sudah sempurna
berkacalah dulu di comberan got depan rumahku
betapa busuknya rupamu itu
temanku, roy
ini bukanlah sebuah pengakuan
tapi ini pembenaran atas semua kesalahanmu
kalau kamu masih belum sadar juga
maka saat ini, detik ini juga
aku pun akan jujur padamu
omong kosong akan semua itu
tentang cinta, Tuhan, kesucian, wanita, alasan alasanmu, dan lain sebagainya
dan buang semua bunga bangkaimu itu ke tong sampah. teman !
semoga kamu bahagia
di dunia ataupun di neraka
08:35 Posted in Curhat | Permalink | Comments (19) | Email this

Comments
wah...Kana yg pertama isi komen..;))
Mata..Kana juga suka sebel sama orang yg mata deskripsi-in di atas. itu namanyah orang yg munafik. memang,ih, sebaiknya sebagai seorang perempuan harus dapat menjaga keperawanannya sebelum malam pertamanya dengan suaminya yg sah. tapi seandainya terjadi hal2 yg tidak diinginkan dan menyebabkan hilangnyah keperawanan itu tanpa dapat dihindarkan (baca:kondisi yg betul2 tidak dapat diduga,mis. perkosaan)?
lagipula (maaf ya mata) laki2 jaman sekarang tuh kebanyakan munafik dalam hal keperawanan. dia bilang tidak mau menikah dengan perempuan selain yg masih perawan ting2, tetapi apakah dia bisa menjamin 100% bahkan beribu2% bahwa dia juga masih perjaka ting2.
apakah mata perjaka ting2 ketika nikah sama aurel? yang bener....;) ;))
Posted by: Kana | 01 September 2006
*tendang-tedang Kana* hih..aturan kan gw duluan yang komen..sebel!
Kirain aku doang yang pernah nemuin orang kayak begini, ternyata mata juga pernah nemuin yah? Intinya, don't judge book by the cover... Ini orang udah termasuk kategori: Munafik tingkat tinggi! Karena menggunakan agama sebagai tameng kebusukannya!
Gimana kalo orang ini kita jitak sama-sama? Mata pake keyboard, aku pake gagang sapu, kalo Kana mau pake apa? hihihi
Posted by: MnX | 01 September 2006
itu kalimat terakhirmu susah dimenegerti deh mat
Posted by: iin | 01 September 2006
*tarik napas*
sebagai cewe aku ga terima *barusan baca postingan sebelumnya* kenapa selalu cewe di-jugde macem2? padahal cowo juga punya masa lalu... semua orang punya masa lalu...
ya udah mata, berdoalah buat temanmu... semoga dia sadar... tapi sebagai cewe benernya aku lebih pengin liat dia gantian ngerasain sakit :(
Posted by: chocoluv | 01 September 2006
wah wah... postingnya menarik sekali...
bikin aku ikut marah sama temenmu si Roy itu! >.<
Bener2 deh... binatang!!!
Huhuh...
jadi ikut kasar.
met weekend ya!
Posted by: sherly | 01 September 2006
Kejam banget si Roy..!!!!
Membatalkan pernikahan dengan alasan spt itu.
Smg Fina tabah, msh byk pria baik di luar sana...bersyukurlah tidak menikah dengan orang semacam itu.
Posted by: sisca | 01 September 2006
setuju ama Sisca, untung Fina gak jadi merit sama cowok yang munafik.
kalo mau ngepruk Roy bilang2 yach, aku masih punya ulekan kayu.
Posted by: miniez | 01 September 2006
yah, beginilah dunia ta.
takkan pernah bebas dari org macem begitu.
gw setuju kalo si org itu kita jitakin rame". piye?
Posted by: noel | 01 September 2006
roy, mbok sesekali mampir ke blognya mata. baca tuh tulisannya. kamu tuh dhong nggak to?
kalo tulisannya udah dibaca, baca komennya. liat gimana cara orang lain ngliat kamu. jangan sibuk ngliatin diri sendiri dengan niat supaya tetap terlihat cakep dan suci di depan orang lain. kadang justru itu yang bikin orang lain muak (buset, jadi kepingin muntah).
kalo sudah baca komennya... mikir! apa kamu betul-betul cakep dan suci, ato malah memuakkan?
roy, aku ngga kenal kamu. tapi aku tau apa artinya orang memuakkan. mereka semua menjijikkan. ih, nggilani. kamu pernah ketemu orang memuakkan? pernah bercermin?
Posted by: Rho Mayda | 02 September 2006
apa rasanya ya kalo jadi roy dan dia baca isi blog ini dan comments kita2...
ke laut aja deh ato masuk lubang trus jgn muncul2 lagi.
sorry.. gue tadinya ga bermaksud menghujat roy lagi.. kyknya udh cukup hujatan2 yg ditulis sama org2 disini.. heehehe
cuman mo bilang, kalo cowo yg gentleman itu harus bisa merespect hati seorang wanita yg katanya di"cinta"inya.
Posted by: elsa | 02 September 2006
weitssss...another true story, Ta?
hmm untung si Fina gak jadi sama dia (Roy)
sinih sinih aku jitakin tuh si Roy
Posted by: unai | 02 September 2006
konco-mu iku ancen bangs#t Mat..
njaluk di kebi#i....
Posted by: tyka82 | 02 September 2006
o0o.... ini toh biang keladi yang kemaren bikin mata bete?
uhhhh... sini tak bantu jitak-jitakin juga sambil tarik-tarik rambutnya....
Posted by: ester | 02 September 2006
wahh mata postingan km nih menarik bgt..
kata"na cukup tegas bwt seorg cowok yg brengsek kya dy *sorry*
smoga aja suatu saat dy dapet balesannya..
Posted by: ShOFa | 02 September 2006
sejauh mana sih qt boleh menghakimi seseorang?
dan apa sih sebenarnya penghakiman?
apa ketika aq bilang ke mata "iblis" ituadalah penghakiman?
aq ga kenal roy....tapi aq memandangnya sinis ketika dia ga jadi nikah dgn fina hy karena "virginitas", apakah itu juga penghakiman?
dan sekarang aq baca sekali lagi posting mata tentang roy...
dan kenapa aq berpikir semuanya (comments) menghakimi...
dan apakah roy ada disini untuk dihakimi?
^hayah^
Posted by: crushdew | 02 September 2006
lelaki tak bertanggung jawab!!sok suci!!!bajingan!!keparat!!!
Posted by: meli | 02 September 2006
uhmm....keperawanan....keperjakaan
hiks....keperjakaanku hilang oleh "tanganku sendiri"....
dasar cowok BANG#at.......makanya dari dulu gw ga suka ma COWOK....
but jauh lebih BANG#at cowok yang ngambil keperjakaan Fina....!!!
GA ADA tanggungjawab githu,
tapiy...cowoq itu bukan Mata khan???
(kabur......)
Posted by: eRween | 03 September 2006
terang bulan terang di kali
buaya sedang mandi di kali
jangan percaya mulut lelaki
berani sumpah takut mati
(auuk ahhh gelep tuh puisi)
ckckckckck duh gue sih udah biasa liat manusia bejat ginian
kalo gak ada di dunia ini, bukan jaman edan lagi nih
wah harmoko dunk....palagi di indo...yg gak munafik, bukan ACI lagi hhe
Posted by: Christina | 07 September 2006
ta bilangin Fina buat sabar ya...
masih banyak koq yg lebih baik dari dia :)
Posted by: w@hyu | 09 September 2006
The comments are closed.