« Wong Edan | HomePage | aarrhhhh... »

17 September 2006

Wong Edan

sebenarnya ini bukan dongeng. ini fakta. ini realita kehidupan. cerita dari cerita yang terus menerus ngga ada endingnya. cerita yang ngga pernah ada habisnya. bahkan kamu mungkin akan bosan untuk mendengarkan cerita ini. ceritanya teman saya yang gila. sakit jiwa. orang memanggilnya wong edan.

+ jika sudah tahu kalau aku bakalan bosan, kenapa kamu ceritakan ?
= mata hanya menulis, kalau kamu mau baca ya baca saja. kalau kamu ngga mau baca ya sudah. gampang kan ?
+ jadi ceritanya kamu punya teman edan.
= ya, mata punya teman edan. wong edan.
+ bagaimana ciri cirinya ?
= seperti manusia normal. punya 2 kaki 2 tangan 2 mata 2 telinga, tapi...
+ tapi ?
= dia edan. sifatnya edan. suka berteriak dengan sendirinya, suka berlari lari telanjang sambil menunjukkan kelaminnya, dan seperti binatang.
+ seperti binatang ?
= mungkin, karena kelakuannya seperti binatang. makan dengan lidah menjilat seperti anjing. tidur di penampungan sampah seperti lintah.
+ memang dia terlahir edan.
= tidak.
+ lalu apa yang menyebabkan dia edan ?
= cinta.
+ kenapa bisa ?
= dia pernah dikecewakan wanita. pacaran selama 10 tahun, lalu begitu mau menikah dia dikhianati. wanita yang dicintainya selingkuh.
+ lantas dia edan ?
= begitulah.
+ apa lagi yang bikin dia edan ?
= harta.
+ bagaimana bisa ?
= sehabis gagal dengan urusan cinta, dia selalu mabuk mabukan, judi, main wanita, sering kali juga menggunakan narkoba. sampai hartanya habis terkuras.
+ benar benar wong edan.
= dia juga memperkosa adik kandungnya sendiri.
+ anjinggg,...
= parahnya habis diperkosa lalu dibunuhnya adiknya
+ setan,...sudah jangan teruskan !!!
= dia juga...
+ DIAM !!!
= ...terus mengulangi perbuatan bejatnya itu. terus dan terus...
+ iblis loe ta...!!!

dia beranjak dari kursi, menjauhi layar monitor lalu pergi kebelakang dan membayangkan wong edan. sesekali dia mual muntah muntah dan berfikir bagaimana bisa ada orang seperti itu ?

= kenapa kamu marah ?
+ fakta katamu ?
= iya. ini memang fakta
+ aku melihatnya ini imaginasi tulisanmu yang edan
= loh, bukannya ini jaman edan. manusia manusia seperti wong edan ini sudah banyak di jaman seperti ini.
+ sama saja. imaginasi kamu seperti ini yang membuat kamu edan. kamu ngga ada bedanya dengan wong edan
= bisa jadi...
+ dasar edan
= lantas kenapa kamu membaca cerita ini ? tidakkah kamu sadar, kalau ini sebuah gambaran akan kenyataan hidup. dari awal mata sudah katakan, ini cerita yang membosankan. kalau kamu mau baca ya baca saja. kalau tidak mau ya sudah. bukankah kamu selalu membaca tulisan mata ?
+ setan !!!
= jawab donk, iya atau tidak ?

terdiam sesaat, lalu dia terus menerus untuk mencoba memahami apa yang ada dibalik ini semua. wong edan. siapa dia ? kenapa mata bisa menulis dan menceritakan kebusukan manusia seperti itu. bukankan manusia itu makhluk yang mulia.

= kenapa kamu terdiam ? sudahlah, bagaimanapun juga tidak baik membicarakan orang mati.
+ tunggu dulu. maksudmu wong edan sudah mati ?
= iya, mati !
+ bagaimana dia mati ?
= kenapa ? kamu ingin tahu ? tadi kamu menyuruh mata diam, sekarang kamu ingin tahu bagaimana wong edan mati.

terdiam lama...

+ ya...aku hanya penasaran bagaimana dia bisa mati.
= penasaran ?
+ tolong ceritakan, bagaimana dia mati ?
= dia mati dibunuh.
+ apa ? mati dibunuh ?
= iya.
+ bagaimana bisa ? siapa yang membunuh ?
= dirinya sendiri.
+ bunuh diri ?
= iya, tak tahan dia edan lalu dia bunuh diri.
+ menurutku itu bukan alasan, kegilaan bukan suatu persentase yang besar untuk melakukan tindakan konyol seperti bunuh diri.
= bisa jadi alasan lain.
+ apa itu ?
= mungkin kehidupan masa lalunya yang kelam.
+ seperti apa ?
= wong edan itu anak buangan, lahir dari ibu yang tak suci dan ayah yang tak mengenal cinta.
+ orang tuanya ?
= iya, ibunya gerwani. lalu ayahnya seorang penulis.
+ lalu apa yang terjadi ?
= ibunya mati karena menjadi korban pemerintahan waktu mengadakan pembersihan sisa sisa PKI. dipenjara, diperlakukan seperti binatang, di perkosa secara bergiliran lalu dibunuh. sedang ayahnya di jebloskan ke penjara karena menulis. sampai sekarang nasibnya tidak jelas. ada yang bilang sudah mati.
+ lalu wong edan ?
= kenapa ? kamu mulai bersimpati ?
+ tidak. aku hanya penasaran saja !
= dia hidup sendiri, berusaha untuk melupakan masa lalunya. mencintai wanita yang ada dihatinya. tapi khianat dan sesat telah menjadikannya edan.
+ lantas dia bunuh diri ?
= ya, bunuh diri karena tak kuasa menanggung semua beban

terus membaca, sesekali masih bertanya, bagaimana bisa ? bagaimana ada cerita semacam ini di kehidupan nyata ? tapi nyatanya memang ada.

+ kamu kenal dimana ?
= siapa ? wong edan ?
+ ya, kamu kenal dimana ?
= karena dia dulu sebelum edan pernah menjadi penulis
+ penulis ?
= ya, penulis. kadang membuat puisi, narasi, atau imaginasi untuk mengusir kesepiannya.
+ benarkah ?
= ya, dia juga mengajari mata menggambar. melukis wajah orang. dan nikmatnya hidup didunia maya.
+ tunggu, kamu dah mulai berkhayal ta.
= tidak. mata tidak berkhayal. tidak pula berimaginasi
+ ok ok...terus dia mengajarimu apa lagi
= mengajari mata mengenal cinta, kasih sayang, dan wanita. serta tidak lupa dia juga memberikan tips tips supaya tidak terjerumus kelembah nista.
+ maksud kamu ?
= hidup wong edan seperti itu menjadikan contoh untuk kita semua. bagaimana kita seharusnya. dengan cara berfikir positif dan bagaimana kita membuat hidup ini indah dan bermanfaat.
+ edan !!!

Your post has been correctly saved.

reply from cerpen "WONG ASU" karya
djenar maesa ayu

08:28 Posted in Narasi | Permalink | Comments (11) | Email this

Comments

edan :P edan keren banget :P
mmm,,, mata juga penggemar djenar maesa ayu?

Posted by: chocoluv | 17 September 2006

anjrit.. brarti wong edan itu elu gituh ta ??
atau mungkin "bayangan" wong edan itu udah melekat ke elu ? secara elu bilang ,

"mengajari mata mengenal cinta, kasih sayang, dan wanita. serta tidak lupa dia juga memberikan tips tips supaya tidak terjerumus kelembah nista."

pernah mengajari elu mengenal cin.. tai?.ta, cinta ta ?? cinta ?? elu belajar cinta dari orang edan ta ??

bedes lu ta ! brarti elu juga edan kali yah ? blajar cinta dari orang edan.. xixixixixiix.. tapi tenang ta.. gwe jg dulu pernah belajar cinta dari orang edan jg kok.dan hasilnya..

gwe juga edan !

hahahaha..

Posted by: yudhi.pras | 17 September 2006

emang ada yang bukan wong edan? ;D

Posted by: mbakDos | 17 September 2006

Mataaaa...benar2 wong edan !!!

Kok ngaku edan2 sendiri hihihihi

Posted by: sisca | 18 September 2006

@chocoluv

penggemar ? ya memang penggemar dengan keedanannya. itu sebuah balasan buat dia yang telah membuat cerpen dengan judul "WONG ASU"

Posted by: mata | 18 September 2006

kana juga penggemar beratnyah djenar, ta! suka banget deh! bahkan banyak pemikiran gw yang terinspirasi dari tulisan2 dia.

mata emang edan! tulisannya juga edan! dasar wong edan! ;))

mata... gw boring banget.... tapi harus te2p jaga konsen biar bisa beresin naskah2 gw!!! huwaaa.... *tereak2 gak jelas mode on*

Posted by: kana | 18 September 2006

baca ini, saya jadi merasa waras ^^

Posted by: Rho Mayda | 19 September 2006

kok hari Senen aku mampir kemari, ni tulisan blom ada? tyka bingung *ngikutin gayanya mata klo ngomong* apa kemaren tyka salah liyat?

kayaknya kecapekan, makanya salah liyat *ucek2 mata -> mata saya sendiri loh!*

seneng ama tulisane djenar ya?
kalo saya skrg lg ngebiasain baca Reader's Digest yg boso enggres, ama baca majalah khusus guru boso enggres.

tuntutan pekerjaan :)
by the way, aku smakin curigeisyen kalo kamu dl lulusan sastra. nulisnya yahud amat :p

*sok muji, minta ditraktir makan di kantin*

Posted by: tyka82 | 19 September 2006

asal yang baca blogmu gak makin edan aja Ta.

Posted by: Tiwi | 19 September 2006

Mataaaaaaaaa gilakkk tuh tulisan maenin emosi gw banget...tapi gw mikir...apa wong edan itu elo hahahaha tapi at least wong edan itu bikin hidup tambahh hidup.....

Posted by: TaTa | 19 September 2006

edan edan edan asal jangan salah aja yah jadi Aiden kakkaka

Posted by: Christina | 26 September 2006

The comments are closed.