« 2006-09 | HomePage | 2006-11 »

27 October 2006

lebaran kemarin...

apa kabar semuanya ? semoga tambah baik baik saja. lebaran bagaimana ? sibuk ? capek ? yang pasti senang. karena kita bertemu dengan saudara. kakak, adek, om, tante, embah. dan yang pasti ibu dan bapak.

disini juga demikian. cuman bedanya berhubung nenek sudah meninggal. dan banyak saudara yang jauh jadinya cuman lebaran lewat telp. tapi lebaran kali ini sangat romantis. banyak hal hal baru yang mata alami.

hari kamis kemarin kurang lebih 50 KK ( kepala keluarga ) dari pihak aurel kumpul bersama. bertemu dalam suatu wadah yang bernama halal bihalal keluarga. jadi istilah anak dari anaknya anak paman yang adiknya sepupu dari eyang kakung saya berlalu disini. entah mata sendiri tidak hapal. karena mata baru 2 kali ikut halal bihalal tersebut. kalau dihapalkan satu persatu mungkin tidak akan ada habisnya. tapi walaupun tidak mengenal satu dengan yang lainnya, suasana terasa sangat hangat dan akrap. seolah olah kenal lama.

karena disini kita hidup berkeluarga. bertetangga. berteman. maka betapa pentingnya bersilaturahmi. mungkin ngga hanya satu tahun sekali setiap lebaran. ada baiknya sesering mungkin.

hal lain :

 


namanya ALVIAN BAYU. panggilannya bayu. anak dari kakaknya aurel yang pertama. tuh anak lucunya minta ampun. dirumah itu kalau ngga ada bayu rasanya sepi. umurnya baru 2,5 tahun. masih mimik tetek. tapi sukanya ngomong sendiri ngga karuan. mungkin itu yang bisa bikin ketawa. misalnya :

begitu tahu mata dan aurel dateng dia langsung tahu. trus keluar nyapa. "ommm...tante..." trus salaman trus cium tangan. ngga hanya itu. hal hal menarik lainnya banyak. ketika lagi santai mata nyanyi nyanyi lagunya ratu "lelaki buaya darat..." tiba tiba saja dia bilang "buset...atu tertipu lagi...woowooowooo..."

tapi paling suka jika diajakin ke timezone. yang namanya main mandi bola ngga mau keluar. maunya didalam bak terus. dibohongin juga ngga bisa. "bayu...sudah ya. pulang dulu yah..." dia diem saja. trus mata bilang lagi "kalau gitu omm, tante, ayah ama ibu mau pulang. dek bayu ditinggal yah ?" dia bilang "ya udah cana...!!!" akhirnya ya dipaksa. trus nangis. kalau sudah nangis diemnya beli baju. akhirnya beli baju. disitu ada SPG counter baju anak. iseng iseng mata tanya. "mbak'nya cantik ngga dek ?" dia jawab "ndak cantik..." tapi begitu ada mbak SPG yang satunya dia tiba tiba bilang "alo cewek..." ini anak playboynya turun siapa ???

kalau cerita tentang bayu ngga ada habisnya. ada saja tingkah itu anak. tapi ya gimana lagi. namanya juga anak anak. mungkin ramai kali ya kalau sudah punya anak. sampai sampai bayu pernah bilang ke aurel "tante...bikin adek kapan ???" hahahaha

begitulah. lebaran kemarin meriah. banyak kue banyak makan. yang pasti ngga sabar buat nungguin lebaran yang akan datang. mata harap masih diberikan kesempatan untuk bertemu lebaran tahun depan. bisa kumpul kumpul lagi. bisa makan lagi.

ya sudah segitu saja.

09:43 Posted in Cerita | Permalink | Comments (17) | Email this

21 October 2006

selamat hari raya idul fitri

ramadhan sudah kita jalani. penuh cobaan dan godaan. tidak ada gerimis atau hujan. aku hanya bertanya. sudahkah berhasil melewatinya. sudahkah menjadi lebih baik lagi karenanya. dan apakah ibadahku diterima disisinya.

kelak nanti kalau aku mati. pasti akan aku ketahui. dimana tempatku berada. surga atau neraka ? yang pasti aku belum siap untuk mati. lagipula jalan untuk mati itu sangat sulit. maksudnya, ajal itu seperti serbuk gergaji dan nyawa kita adalah kapas yang membalutnya. ketika ajal dicabut malaikat maut, dapat kita bayangkan betapa kapas itu tercabik capik karenanya.

jika begitu pertanyaannya adalah apakah ada kematian yang tidak sakit ? secara umum, hidup diawali dan diakhiri dengan kesakitan. ketika kita lahir, ibu kita niscaya melalui proses sakit yang luar biasa. bahkan tak terhitung jumlah nyawa ibu yang melayang karena melahirkan. mungkin itu alasannya mengapa surga ada ditelapak kaki ibu. begitu pula disaat kita dijemput ajal, kesakitan kembali datang. pengecualian tentang kematian tidak sakit tentunya tidak dialami oleh sembarang orang. pengecualian ini khusus bagi nyawa yang dekat dengan penciptanya. salah satu ciri nyawa yang dekat dengan penciptanya itu adalah nyawa orang yang menerima hidup dengan ikhlas. nyawa yang menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya. nyawa itu dinamakan dengan napas yang tenang.

dulu katanya malaikat maut tidak akan mampu mendekati napas yang tenang itu. jangankan mencabutnya dari jasad, mendekati saja tidak mampu. dicabut dari ubun ubun, ubun ubun berkata: “tidak ada pintu di sini!” bahkan dari hidung, mulut, anus, lubang kemaluan, dan pori pori kulit. malaikat maut kewalahan. ia mengadu pada Tuhan: “ya, Tuhan. sungguh tangguh nyawa hambamu satu ini. aku tak mampu mencabut nyawanya sementara ajalnya sudah tiba. Tuhan, apa yang mesti aku lakukan ?” mendengar pengaduan itu, Tuhan berfirman “ia adalah kekasihku. satu satunya jalan memisahkan nyawa itu dari badannya hanya dengan menuliskan namaKu, lalu memperlihatkan kepadanya. melihat namaKu, nyawa itu akan keluar sendiri dari jasadnya.” maka malaikat maut menulis nama nama Tuhan di telapak tangannya dan meperlihatkan pada nyawa itu.

sudahlah. tidak perlu berfikir sejauh itu. melalui ramadhan yang telah selesai ini semoga kita menjadi orang yang lebih baik. jika memang kita merasa diri kita lebih baik, maka anggap saja kita berhasil menjalankan ibadah kita.

jika sudah berusaha menjalankan semua perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. maka dalam menghadapi hal apapun kita pasti akan siap. termasuk menghadapi kematian.

inilah kunci dari semua itu. satu dari duabelas bulan yang kita jalani ini semoga bisa membuat kita lebih berarti. walau ramadhan kita kali ini berakhir. walaupun tidak ada sahur. walaupun tidak ada buka. walaupun tidak ada tawareh bersama. walaupun pintu surga tidak lagi terbuka dengan lebar. semoga kita masih diberikan keimanan dan ketaqwaan dalam segala galanya.

besok pagi aku akan melihat sisa bulan
bertemu pagi, matahari, dan awan awan
menyambut suci
menyambut fitri

akhir kata
mata mengucapkan
selamat hari raya idul fitri
1 syawal 1427 H
mohon maaf lahir dan batin


update
semoga mata tidak gila karena wordpress. mata berjanji tidak akan pergi dari sini.

12:55 Posted in Cerita | Permalink | Comments (9) | Email this

11 October 2006

Rumah Baru

mata pindah rumah. untuk selanjutnya bisa diakses ke

http://mblog.co.nr

Terima Kasih


MAAF BELUM JADI PINDAH
MASIH BINGUNG DENGAN KOFIGURASI WORDPRESS
MASIH MEMPELAJARINYA
MASIH NGUTAK UTIK
MASIH STRESS

UNTUK SETERUSNYA DISINI SAJA DULU
SAMBIL MENYELAM MINUM AIR
AHHHHH
WORDPRESS GILA !!! BIKIN MUMET

15:35 Posted in Note | Permalink | Comments (14) | Email this

09 October 2006

apa kabar ?

aku sudah lama tak mendengar kabarmu. padahal kau pandang bulan yang sama dengan yang kupandang. kau lihat matahari yang sama seperti yang kulihat. pada jalan yang kususuri pun masih terpeta jejak langkahmu ketika kau menapakinya. tapi angin tak pernah menghantarkan percikan dirimu ke pelukanku. mungkin hanya sesekali kau muncul dalam semu jeratan mimpiku. dan aku tak pernah tahu apakah aku pernah terbang mengunjungi kabut mimpimu.

aku pernah berkata, jangan sesekali menyingkat kata dkk. karena sahabat bisa pergi sekuka hati. tanpa alasan yang pasti. tanpa berita. hanya ucapan terima kasih dan secarik puisi yang kau buat. kau menghilang.

apa yang sedang kau lakukan sekarang ? sungguh, aku benar benar tak tahu. aku kehilangan jejak langkahmu sejak kau letakkan kaca pemisah buram yang tak mungkin bisa kulihat. bahkan memandang dari balik kaca untuk mengintip bayang dirimu pun aku tak bisa. kabut pedih yang melingkupi terlalu tebal. hanya gegap nyeri berdenyut yang kudapat.

siapakah sekarang yang merajut tetesan waktu bersamamu ? untaian masa kita terburai sudah. hanya tertinggal serpihan serpihan jiwa yang terserak. terbelenggu dalam hening yang menyiksa. rindukan kamu.

bodohkah aku jika masih saja mengalamatkan rindu padamu ? mungkin saat tak ada lagi detik yang kau lewatkan untuk mengingatku. mungkin saat tak ada lagi sisa diriku yang terpatri dalam hidupmu. mungkin cabikan kenangan tentangku telah terburai. bahkan mungkin hanya sekedar namaku pun kau lupakan.

hanya hening yang kau tawarkan padaku. tanpa imbalan apapun. kau lontarkan hening ketika kupersembahkan rinduku. hening yang terus meraja. hening yang lahir dari hening. rinduku terbentur hening. tapi aku masih tetap merindumu. kurengkuh hening ketika kumerindumu.

sudahlah. tak peduli aku berteriak sekuat tenaga kau tak akan mendengarku. kau lebih memilih hening untuk menggantikan jerit hatiku. hening yang menulikan. hening yang hanya hantarkan cakap rindu. semoga kau baik baik saja di seberang hening yang memisahkan kita.

sudahlah. buat apa aku berkata panjang lebar. ini hanyalah ungkapan yang aku rasakan selama ini karena aku sudah mengenalmu. walaupun kamu sudah tidak akan mampir dan membaca tulisanku lagi. tapi namamu tak akan kuhapus. tak akan kuhapus dalam ingatanku. karena kamu memilih untuk mengakhirinya, pergi dan mungkin tak akan kembali lagi. sudah cukup kukatakan dengan indah akan ini semua. aku tidak mau berkata kata indah seperti ini lagi. karena aku tidak mau sahabat yang lain pergi seperti kamu. terima kasih karena sudah mau menjadi salah satu dari malaikatku. terima kasih.

kamu.

-------------


kapan kau akan datang ke rumahku
membawa sebatang palu
untuk memecahkan kangen yang membatu

12:35 Posted in Note | Permalink | Comments (23) | Email this

07 October 2006

Doa

bagaimanakah kami mesti mengenang perempuan tua itu, yang telapak kakinya bengkak karena lapar dan sekujur tubuhnya berdarah nanah karena kusta. apakah ia penjual doa ataukah peminta minta ? apakah ia malaikat ataukah manusia ?

bagaimanakah kami mesti mengenang perempuan tua itu ? dengan uang, harta ataukah zakat ?

"semoga Allah memberikan keselamatan dan kebahagiaan. Juga memberikan banyak rejeki dan kesehatan." katanya sambil menengadahkan tangan dan berlalu, pergi, hilang entah kemana.

09:58 Posted in Narasi | Permalink | Comments (10) | Email this

06 October 2006

jika aku terlalu mencintaimu

begitu aku menjadi tersangka cinta
dalam masalah perasaan
maka lewat pengadilan hati
hakim asmara memutuskan
aku dijatuhi hukuman kemesraan
dalam penjara kasih sayang
seumur hidup !!!

11:25 Posted in Puisi | Permalink | Comments (18) | Email this

05 October 2006

Rp.

namaku rupiah. jika ditulis hanya disingkat Rp. orang orang menyebutnya "ra payu". orang orang menyebutnya uang. orang orang menyebutnya harga. orang orang menyebutnya sebagai alat tukar.

orang orang juga bilang aku ini munafik. aku ini kejam. aku ini tidak berperasaan. aku ini pembohong. bahkan ada yang bilang aku ini tidak manusiawi.

padahal aku tidak merasa munafik. aku tidak merasa kejam. aku berperasaan. aku tidak berbohong. dan aku merasa sangat manusiawi. hanya saja mereka tidak tahu.

aku hanya bisa bersabar ketika mereka mengatakan aku ini munafik. aku ini kejam. aku ini tidak berperasaan. aku ini pembohong. bahkan ada yang bilang aku ini tidak manusiawi.

akan aku ceritakan yang sebenarnya. siapa yang munafik. siapa yang kejam. siapa yang tidak berperasaan. siapa yang pembohong. dan siapa yang tidak manusiawi.

orang orang itu sering memperlakukanku semena mena. bagaimana tidak ? coba banyangkan ! menjadi uang dinegara ini serba salah. ada yang bilang, mencari rupiah sangatlah susah. mereka harus bekerja keras. yang pemulung mencari disampah sampah. yang pengemis mencari dalam biskota. yang cacat hanya bisa duduk diperempatan lampu merah. yang hilang akal mencari uang dengan merampok, mencopet, dan mencuri. bahkan dari mereka tidak segan untuk membunuh. yang paling parah dan membuatku kecewa jika ada orang pintar, terdidik, terpelajar dan terpandang mencari diriku dengan korupsi.

menjadi uang dinegeri ini membuatku sedih. ketika aku berkaca, aku malu dengan diriku sendiri. bahkan ketika orang orang memanggilku dengan sebutan uang korupsi. uang rampokan. uang curian. uang haram. seolah olah aku ini tidak ada harganya. rendahan.

bagaimanapun aku masih bisa bersyukur. ketika dari mereka menyisihkan rejekinya untuk orang lain yang membutuhkan. aku masih bisa bersyukur ketika orang orang mendapatkanku secara halal. tidak banyak dari mereka melakukan itu.

jadi ? siapa yang munafik. siapa yang kejam. siapa yang tidak berperasaan. siapa yang pembohong. dan siapa yang tidak manusiawi.

namaku rupiah. jika ditulis hanya disingkat Rp. orang orang menyebutnya "ra payu". orang orang menyebutnya uang. orang orang menyebutnya harga. orang orang menyebutnya sebagai alat tukar.

08:10 Posted in Narasi | Permalink | Comments (15) | Email this

04 October 2006

akibat kebanyakan ngeblog : 2

postingan sebelumnya...

tapi sayangnya, sepasang bola mata suaminya itu tidak mau lagi berada di tempatnya semula. begitu bola mata itu dimasukkan ke dalam kelopak mata, tiba tiba bola mata itu meloncat keluar dan langsung menempel lagi di layar monitor. dan anehnya, suami aurel justru tersenyum simpul.

"kenapa kamu tersenyum ketika bola matamu meloncat keluar dan kembali menempel di layar monitor ?" tanya aurel keheranan.

"tak usah heran, tadi aku sudah berkali kali mencoba mengambil bola mataku dan kembali kumasukkan ke tempatnya semula, tapi selalu gagal. bola mataku seolah olah sudah telanjur jatuh cinta kepada monitor itu."

"kita kedokter say ! aku harus segera mengantarkan kamu dan monitor itu ke rumah sakit. biar dokter specialis mata yang menanganinya," kata aurel dengan panik. ia tidak ingin punya suami buta.

"terserah kamu sajalah, aku sudah pasrah." segera diangkatnya monitor itu, dan dibimbing suaminya pergi menuju rumah sakit. "mudah mudahan dokter di rumah sakit mampu mengatasi kejadian aneh yang menimpamu," kata aurel mengharap cemas sambil melarikan mobilnya menuju rumah sakit.

dan setibanya dirumah sakit, aurel heran. dia melihat banyak istri yang juga membawa monitor serta suami dengan kelopak mata yang kosong.

"rupanya bukan hanya kamu yang perlu ditangani dokter," bisik aurel di dekat telinga suaminya.

"benarkah ?" tanya suaminya sambil tersenyum.

"ya. kita harus sabar antri. hari ini dokter spesialis mata di rumah sakit ini pasti sangat sibuk menangani pasiennya."

"apakah kamu juga melihat tetangga kita atau suami yang bernasib seperti aku ?"

"ya. mungkin semua suami di negeri ini mengalami nasib seperti kamu."

"kasihan dokter spesialis mata."

"justru dokter spesialis mata gembira, banyak pasien berarti banyak uang"

"tapi kalau pasiennya terlalu banyak, pasti akan sangat merepotkan."

"efek monitor benar-benar hebat, sebenarnya apa sih yang kamu lakukan di depan monitor selain bekerja ?"
tanya istrinya keheranan.

"emm emmm,...itu...hanya menulis dan membaca saja kok."

tiba tiba dari dalam rumah sakit itu muncul barisan dokter spesialis mata. lalu seorang di antara mereka bicara dengan pengeras suara.

perhatian perhatian. kepada semua pasien yang ingin mengembalikan bola matanya ke tempatnya semula, sebaiknya pulang ke rumah masing masing. bola mata kalian akan kembali normal, jika monitor di rumah sudah dihancurkan. terima kasih.

aurel dan suaminya lalu bergegas pulang. setibanya di rumah, aurel langsung menempelkan sepasang bola mata suaminya ke tempatnya semula, lalu segera mengambil lonjoran kayu lalu memukul monitor itu hingga rusak dan dibuang di tempat sampah di pojok halaman belakang rumah.

09:25 Posted in Narasi | Permalink | Comments (15) | Email this

03 October 2006

nb : 5

jangan kau tatap aku seperti itu
karena dimatamu banyak cinta
apalagi tersenyum terlalu manis
hatiku sedang sakit gula

12:51 Posted in Puisi | Permalink | Comments (13) | Email this

02 October 2006

harga pas

cintaku harganya sudah pas
tidak boleh ditawar
10 gr gold ring
uang 5 juta
dan seperangkat alat sholat

tidak ada discount
tidak ada kredit
tidak ada kembalian
tidak ada tukar tambah

ps : barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan !

11:07 Posted in Puisi | Permalink | Comments (15) | Email this

All the posts

 

eternity™ design by mata 2006 | engine by blogspirit | User Online