« 2006-10 | HomePage | 2006-12 »

30 November 2006

berbahasa indonesialah yang baik dan benar

begitulah pesan ibu guru waktu aku sekolah
kelak, jika kamu jatuh cinta
bisa membuat puisi, sajak atau prosa

setelah dewasa
aku baru sadar, tak perlu itu semua untuk nyatakan cinta
sebab kalimat kalimat sederhana
yang dulu ibu guru ajarkan kini didepan mata

ini ibu budi
budi minum susu
ini susu ibu

07:50 Posted in Puisi | Permalink | Comments (24) | Email this

28 November 2006

negeri neri

yang saya tidak mengerti mengapa negeri itu bernama neri ? ya, saya mencoba memahami tentang nama negeri itu, tapi hasilnya malah semakin tidak mengerti. pikiran saya kesana kemari. jika saya mendengar nama negeri neri pikiran saya kembali kemasa kecil dulu. saya sering membaca majalah bobo. disitu ada banyak cerita anak anak. bobo dan kawan kawan, bona dan rong rong, lalu ada sebuah kisah yang tokohnya bernama nirmala.

tapi saya masih kurang mengerti tentang istilah neri. yang saya mengerti itu cuman mimpi dan imaginasi. negeri mimpi, negeri imaginasi tapi kalau negeri neri. entahlah. kamus otak kosa kata bahasa indonesia saya yang kurang lengkap.

tapi entahlah, yang pasti disitu tempat tinggal seorang peri. ahh...ini dia. mungkin dia salah menulisnya. bukan negeri neri tapi negeri peri. mungkinkah ? tapi saya rasa itu juga tidak mungkin. sebab dalam keyboard huruf N dengan huruf P itu letaknya agak jauh.

tapi saya yakin kalau negeri neri adalah negeri yang sangat indah. andaikata ada tiket kereta api untuk menuju sana. pasti saya akan membelinya. saya membayangkan negeri itu seperti halnya dongeng anak anak sebelum tidur. ada sambutan tarian ketika kami memasuki negeri tersebut. ada berbagai macam atraksi dan keajaiban. seperti karnaval. ada hobbit yang bermain bola api dengan telanjang kaki, ada centaurus yang memperagakan pertunjukan memanah apel. ada peramal yang akan meramal nasibmu dengan kartu tarot. ada pinokio boneka kayu, cenderela sepatu kaca, ada pertunjukan sandiwara seorang putri yang diselamatkan pangeran berkuda putih yang diculik sekumpulan orc dan gollum. kemudian terlihat tujuh kurcaci menari nari diatas tali, lalu...ya ampun...itu harry potter. dia memakai seragam hogwarts dengan syal merah kuning, tersenyum melambaikan tangan. semua orang bersorak histeris. dan karnaval terus berjalan. para badut. putri duyung berkalung mutiara air mata. astaga, saya bahkan melihat peterpan sedang terbang dengan sepatu ajaibnya. dan saya melihat beberapa hewan seperti unicorn, aragog, burung phoenix yang lahir kembali dari abu tubuhnya, dan beberapa ekor pixie mungil. lalu dibarisan terakhir ada dementor yang dikawal dua buah troll gunung.

setelah barisan karnaval selesai. terlihat beberapa penjual cendera mata. mereka menjual beberapa pernak pernik barang. ada sapu terbang thunderbolt dan numbus series. ada tongklat sihir. ada ramuan poligus. ada kacang segala rasa. ada bola quidict. ada buku harian tom marvolo riddle. ada pedang king arthur, ada ring of power yang ditempa dark lord sauran, ada pula lampu wasiat aladin. semua itu ada dinegeri neri. negeri peri.

saya melihat orang orang yang sangat ramah. penduduk yang suka bekerja keras dan peduli sesama. saya melihat ada keajaiban dinegeri neri. saya melihat sebuah cerita kehidupan lain dinegeri ini. semua penduduknya hidup dengan damai, dengan kasih, dan dengan cinta. saya melihat mimpi dinegeri ini.

begitupula disini. eternity. saya melihat itu semua. dunia maya yang saya sebut sebagai ilusi ini telah membuka mata saya. layaknya negeri neri. disini juga banyak karnaval. banyak tamu undangan berdatangan. ada yang mengaku matahari. ada yang mengaku bulan. ada yang mengaku bintang. ada yang mengaku angin. ada yang mengaku senja. ada yang mengaku pelangi. ada yang mengaku peri. ada yang mengaku putri. ada yang mengaku abu abu. ada yang mengaku merah jambu. ada yang mengaku bunga. ada yang mengaku kupu kupu. bahkan saya sendiri mengaku malaikat. indah bukan ?

inilah fantasi yang saya maksudkan. penuh warna warni. ya, saya sudah hidup dinegeri seperti ini bertahun tahun lamanya hingga lupa dari negeri mana sebenarnya saya berasal. dunia nyata yang saya sebut sebagai dunia gila. tapi sudahlah. saya sudah cukup bahagia dengan semua ini. sudah cukup bahagia menjadi bagian dari negeri ilusi ini. negeri neri atau apalah sebutannya. aku tak peduli.

***

*) judul negeri neri diambil dari nama sebuah blog yang telah hiatus. makasih -fm- buat inspirasinya.

07:40 Posted in Narasi | Permalink | Comments (17) | Email this

27 November 2006

bidadari tervonis mati

bagaimana aku harus mengenang wanita itu yang matinya dihakimi massa bersimbah darah dan nanah penuh dosa. yang diharamkan manusia karena punya penyakit mematikan.

***

kehidupan wanita itu sungguh sangat menyenangkan, penuh canda tawa dan suasana yang sangat intim. terlebih ketika dia menunggu kedatangan jabang bayi yang ada didalam rahimnya untuk lahir didunia ini. tempat dimana Tuhan kita membuang Adam. wanita itu menunggu dengan perasaan cemas dan mendebarkan. orang tuanya memperlakukan dia seperti seorang putri, sebab dialah yang akan memberikan seorang cucu untuk melestarikan keturunan keluarganya.

dia selalu dilayani, setiap sore, semua keluarga duduk di teras rumah, mendengarkan musik mozart, agar kelak bayi yang ada dalam kandungannya menjadi anak yang pandai. lalu sang ayah mengupaskan buah buahan untuknya. dan sang ibu memijit mijit kakinya. sementara sang suami mengelus elus perutnya.

bahkan diadakan acara syukuran, rumah menjadi benar benar ramai. wanita itu dirias sangat cantik, dengan gaun yang mewah dan sandal jinjit yang tinggi. para tetangga dekat diundang, juga seorang ulama untuk berdakwah. semua undangan duduk dengan tenang, sesekali menyeruput minuman dan menyantap kue kue yang telah dihidangkan. tak lama kemudian terdengar suara orang mengaji yang sangat indah. semua orang yang ada dengan serentak diam, menghentikan percakapan mereka. setelah pembacaan itu selesai, sang ayah memberi sambutan pada segenap tamu, mengucapkan terima kasih karena telah menyempatkan waktu mereka untuk datang dalam acara yang membahagiakan ini.

begitulah indahnya suasana waktu itu. sampai pada suatu hari setelah melakukan cek kehamilan tiba tiba dokter berkata. "Ibu terkena HIV/AIDS." tapi belum sempat wanita itu bicara, dokter itu berkata lagi "anak Ibu juga terkena HIV/AIDS."

"bagaimana bisa saya terkena HIV/AIDS ? saya ini adalah istri dari seorang suami yang setia. saya tidak pernah malakukan hubungan sex selain dengan suami. saya..." wanita itu tak kuasa melanjutkan kata katanya. kemudian menangis.

"penularan HIV/AIDS itu bukan saja lewat hubungan sex, tapi juga bisa lewat transfusi darah. bahkan virus HIV juga bisa melalui air liur, air mata dan air seni. yang harus Ibu lakukan hanya sabar. ini adalah sebuah cobaan dari Tuhan." kata dokter.

wanita itu menyampaikan berita tersebut kepada keluarga. kepada suami. kepada ayah dan ibunya. mereka semua pucat pasi. suasana rumah tidak lagi romantis. bahkan mereka menjadi semakin menjauh. suaminya minta cerai seketika sedang orang tuanya mengusirnya dari rumah. dari sinilah aku bertanya dalam hati, manusiakah manusia ?

dengan air mata dan hati yang terluka. dia pergi dari rumah. bersama seorang bayi yang masih bernafas dalam rahim yang sudah divonis mati sebelum lahir. ditemani hujan bulan desember yang deras menusuk seperti jarum. wanita itu terkapar diteras sebuah masjid.

orang orang kampoeng berdatangan. mereka melihat wanita itu. wajahnya yang ayu putih seperti mayit. bibirnya merah darah merekah yang pecah pecah. matanya yang sayu dengan air mata yang kering. membuat semua orang yang melihat terasa kasihan, iba dan ingin menyentuhnya.

"jangan kalian sentuh dia !!!" teriak salah seorang yang mengenal wanita itu. belum sempat orang orang kampoeng itu bertanya kenapa, dia melanjutkan kata katanya lagi. "kalian mau tertular penyakit AIDS ? dia itu haram." lanjutnya.

wanita itu tidak bisa berkata apa apa. dia hanya bisa melihat orang orang yang mengelilinginya. dia hanya menangis. perutnya yang membesar kini mengecil. seakan akan bayi yang ada dirahimnya ikut merasakan apa yang dirasakan ibunya. "jauhkan dia dari masjid !!!" teriak salah seorang warga. tapi semua warga hanya diam tidak mau menganggat tubuhnya yang rapuh. mereka tidak mau menyentuh wanita itu. mereka takut tertular penyakit itu. wanita itu seperti wanita haram. "berdiri kamu, AYO !!! pergi dari tempat suci ini !!! CEPAT !!!" teriak warga yang lain. "ya, pergi kamu ! untuk apa kamu disini ?!" tambah warga yang lain.

lalu wanita itu merangkak keluar masjid. perlahan dia berdiri dengan tertatih. berjalan dengan kakinya yang lunglai. berjalan tak tentu arah seperti orang gila penyakitan. jika haus dia minum air sumur, jika lapar, dia makan buah srikaya yang jatuh dari pohon yang ada kuburan. tidur diatas batu nisan. berselimutkan dingin malam. orang orang pada menjauh jika berpapasan dengannya. karena takut tertular.

dan ketika bayi yang dikandung hasil dari buah cintanya dengan malaikat itu lahir. wanita itu semakin nista. warga marah. atau mungkin lebih tepatnya takut karena ditempat tersebut sudah ada dua buah penyakit menular. kesabaran sudah habis. tidak ada toleransi lagi. wanita dan bayinya itu harus dicincang, harus dirajah, dan dihujam. para warga masyarakat mengambil parang, klewang, dan pedang. mereka beramai ramai mendatangi wanita itu dikuburan.

lalu...

semua terdiam. waktu seperti berhenti seketika. wanita itu sudah tiada. dia tertidur sambil memeluk erat bayi yang baru saja dilahirkan. berselimutkan darah ditubuhnya dan airmata di wajahnya. parang, klewang dan pedang yang mereka bawa dijatuhkan. "apa yang sudah kita lakukan ?" lalu seekor kupu kupu terbang mengelilingi wanita itu. sekejap cuma sesaat, lalu terbang menuju awan. mengajaknya pergi menuju surga.

***

bagaimana aku harus mengenang wanita itu yang matinya dihakimi massa bersimbah darah dan nanah penuh dosa. yang diharamkan manusia karena punya penyakit mematikan.

yang jelas tidak perlu menunggu tanggal 1 desember untuk menceritakan kisah ini. karena hal ini bukanlah suatu perayaan seperti sebuah moment yang berharga. you are not alone !

15:32 Posted in Narasi | Permalink | Comments (14) | Email this

24 November 2006

aku [masih] laki laki

aku yang bukan sebenarnya aku. yang mengatas namakan aku adalah manusia yang membenci makhluk hidup yang bernama laki laki. kenapa ?

aku TIDAK PERCAYA laki laki. sangat sulit aku mempercayai laki laki. mereka itu tukang bohong, tukang selingkuh, tukang cari alasan, tukang mempermainkan perasaan perempuan, buaya darat, serigala berbulu domba, atau apa saja lah terserah.

***

aku yang sebenarnya aku adalah seorang laki laki. aku memang pernah berbohong tapi aku bukan tukang bohong, pernah beralasan tapi bukan tukang cari alasan, mempermainkan perempuan ? tidak juga, karena aku tidak pernah main main dengan perempuan. buaya darat ? apa lagi. dan serigala berbulu domba ? entahlah, aku tidak mengerti peribahasa ini.

tidak mungkin aku mengatakan aku membenci laki laki, tidak mungkin aku membenci diriku sendiri sedangkan aku sendiri adalah laki laki. lalu siapa aku yang bukan sebenarnya aku. salah satu mungkin salah dua mungkin salah tiga mungkin salah sepuluh atau mungkin salah seribu lawan jenisku.

tunggu, jangan salah paham dulu. mengapa aku tulis hal ini. mungkin banyak diantara mereka yang tidak menyukai makhluk yang namanya laki laki. karena pengalaman buruk tentang laki laki atau tentang suatu hal atau masalah yang membuat mereka membenci laki laki. mereka yang pernah menjadi korban kebohongan laki laki. yang pernah dikecewakan laki laki. atau apalah namanya yang disini status laki laki sebagai terdakwa. yang membuat mereka trauma dengan laki laki. tidak mau berhubungan dengan laki laki. menikah dengan laki laki dan mengharamkan laki laki. terkondisikan seperti itu.

jika dirasionalkan pikiran otak kita tentang hal ini pasti jawabannya semua itu tergantung orangnya. ngga laki laki ngga perempuan sama saja. memang seperti itu. sebenarnya hal ini tercipta karena kurangnya rasa mempercayai. kejujuran. dan sikap yang saling memahami. tapi, jika manusianya sudah susah untuk masuk kedalam sistem itu. yang dikarena suatu hal atau alasan tertentu. EGO. atau apapun itu maka hanya waktu yang bisa merubahnya. logikanya adam itu tercipta bukan untuk memperkosa hawa. karena sewaktu adam itu ngidam. dia minta kepada Tuhan untuk menciptakan hawa sebagai pendampingnya.

bukankah sebagai manusia, kita diharuskan bagaimana menempatkan diri kita sebagai laki laki dan bagaimana menempatkan diri kita sebagai perempuan. semua sudah ada tugasnya. hak dan kewajibannya. laki laki tidak mungkin bisa melakukan yang dilakukan perempuan. begitupun sebaliknya. perempuan tidak bisa melakukan apa yang laki laki lakukan. tapi entahlah. aku tidak bisa menulis tentang laki laki. yang pasti aku bukanlah si tumang yang mengambilkan tenun yang dijatuhkan oleh seorang bidadari malas. aku sama seperti kamu. seorang manusia yang punya perasaan.

ps : untuk seorang perempuan yang suka mandi hujan.

09:42 Posted in Narasi | Permalink | Comments (22) | Email this

23 November 2006

KAU,

memang masterpiece !!!

08:15 Posted in Note | Permalink | Comments (18) | Email this

22 November 2006

ketika aurel ngidam

aku benar benar bingung, ketika istriku aurel tiba tiba memintaku untuk memotong tangan wakil rakyat. aku merasa tidak mungkin mampu memenuhi permintaannya itu. ini sebuah hal yang mustahil. namun, dengan alasan ngidam, aurel tetap memintanya. "jabang bayi yang kukandung ini yang punya keinginan itu, mas. jika keinginannya itu tidak kamu penuhi, apa kamu tidak khawatir kalau kelak dia menjadi anak idiot." kata aurel.

"aku tidak peduli. aku tidak sanggup memenuhi permintaanmu yang aneh itu !" tegasku.
"pokoknya kamu harus memenuhi permintaan itu, mas. terserah kamu, tangan siapa yang akan kamu potong. yang penting tangan itu adalah tangan wakil rakyat Indonesia !" bantah aurel.

dadaku terasa sesak. otakku nyut nyutan. aku mengerti watak istriku. jika minta sesuatu pasti harus segera dipenuhi. jika tidak terpenuhi bisa bisa ngambek dan marah marah. lagi pula tidur sendirian disofa itu tidak enak. aku bingung mengapa aurel tiba tiba meminta sesuatu yang sangat sulit untuk dipenuhi ? kalau aku nekat memenuhi permintaan itu, risikonya pasti mendekam di dalam penjara selama bertahun tahun dengan tuduhan melakukan percobaan pembunuhan.

seminggu sudah aku bingung, karena belum juga mampu memenuhi permintaan aurel. sementara itu, sudah beberapa hari aurel ngambek. dan akan terus ngambek sampai permintaannya itu dipenuhi. jika sedang bingung aku tidak bisa berkonsentrasi dalam bekerja. suka salah dalam membikin sebuah laporan. kenapa marah bos. dll dll.
"memangnya kamu sedang bingung ya ta ?" tanya temanku
"aku memang sedang bingung. kepalaku bahkan sangat pusing." jawabku dengan lesu.
"memangnya ada masalah apa ? sedang ribut dengan istri ?"
aku mengangguk lesu.
"kamu sih terlalu romantis. terlalu cengeng. tidak seperti aku. kalau aku sedang ribut dengan istri, aku akan segera mencari kompensasi. cari cewek cantik, lalu kubawa ke hotel."
"itu kan kamu..." kataku.
"bagi suami, tak usah bingung bingung mengurus istri. kalau istri ngambek, biarkan saja. dunia ini masih luas. masih banyak cewek cantik di mana mana, yang bisa diajak bercinta." katanya.
"wasyu...otakmu itu memang isinya cewek saja. aku bingung, karena istriku sedang ngidam dan minta sesuatu yang sangat aneh, dan sangat sulit kupenuhi." kataku.
"memangnya istrimu minta apa ?"
"dia meminta aku untuk memotong tangan wakil rakyat."
"hah ? gila, untuk apa tangan itu ?" tanyanya keheranan.
"entahlah namanya juga orang ngidam."
"kalau begitu turuti saja permintaan istrimu itu."
"apa kamu juga ingin aku meringkuk di dalam penjara ?"
"ya itu memang risikonya. apa boleh buat ?!"
"aku tidak mau meringkuk di dalam penjara. kalau aku nekat memotong tangan wakil rakyat, maka aku pasti akan terkenal sebagai orang gila. lagipula bagaimana caranya ?"
"itu gampang. kamu pergi saja kegedung MPR. lalu kamu tunggu ditoilet, trus kamu incar mereka." katanya
"begitu ya..."

kemudian aku pulang. aurel lagi lagi bertanya. "bagaimana, mas ? sudah kamu penuhi permintaanku ?" "besok. ya, besok pasti aku akan pulang dengan membawa potongan tangan wakil rakyat." jawabku dengan suara tegas.
aurel cemberut. "awas ! Kalau besok kamu tidak membawa potongan tangan wakil rakyat itu, kembalikan saja kerumah orang tuaku !"
"apa katamu ?!"
aku mendesah panjang. dadaku terasa sesak. aku tahu, aurel bersikap keras kepala. kalau sudah mengancam akan pulang ke rumah orang tuanya, pasti ancaman itu akan dilaksanakan kalau permintaannya tidak dipenuhi.
"kalau aku sudah pulang, jangan sekali sekali kamu membujukku untuk kembali kerumah ini, mas. ingat itu !" tegas aurel.
"baiklah. besok aku pasti akan memotong tangan wakil rakyat, sesuai dengan permintaanmu. tapi kamu jangan menyesal, kalau aku kemudian tidak akan pernah pulang kerumah ini, karena aku pasti langsung ditahan oleh polisi." tegasku.

siang itu aku kegedung MPR. menunggu ditoilet. lalu salah seorang wakil rakyat datang. tanpa basa basi lagi aku langsung menyekapnya dan memotong tangannya.
"pelakunya pasti antek PKI !"
"siapa pun pelakunya, pantas dikutuk !"
"pasti itu perbuatan teroris !"
"wong asu !"

begitulah mereka bilang. sementara itu, aku sudah tiba di rumah. dan aurel menyambutnya dengan senyuman manis dan kecupan mesra.
"kamu benar benar suami yang baik, mas."
aku tersenyum lega. potongan tangan wakil rakyat yang masih basah merah darah itu aku serahkan ke aurel.

kasus ini menjadi besar. saluran TV dipenuhi berita tentang seorang wakil rakyat yang terpotong tangannya. "menurut saya, kasus pemotongan tangan wakil rakyat itu merupakan tindakan protes dan peringatan keras, agar semua tangan tangan wakil rakyat digunakan untuk hal yang benar. tidak digunakan untuk hal yang salah. merampas hak yang bukan haknya atau bertindak korupsi. tetapi siapa pun pelakunya, memang layak dikutuk, karena kasus itu merupakan kebiadaban yang amat sangat mengerikan di negara ini. bagaimana menurut anda ?" kata pembawa acara.

"saya khawatir, kalau tindakan teror terhadap elite politik sudah menjadi pola baru untuk memprotes perilaku mereka yang memang layak diprotes. saya kira, pemotongan tangan wakil rakyat itu sengaja dilakukan dengan tujuan supaya wakil rakyat lainnya tidak lagi suka mengambil keuntungan dirinya sebagai wakil rakyat. menyalahgunakan kedudukannya sebagai wakil rakyat untuk berbuat yang tidak seharusnya." tutur seorang pengamat politik.

aku tersentak kaget, ketika aurel tiba tiba membangunkan tidurku. ternyata semua ini cuma mimpi. kunyalakan TV, kulihat ada berita tentang janji janji kesepakatan antara kedua kepala negara yang berbicara tentang pemberantasan korupsi, tentang kemajuan tekhnologi, dan segala tetek bengek yang basa basi. pikirku sekali lagi itu juga pasti mimpi. lagipula bagaimana aurel bisa ngidam sedangkan hari ini saja dia datang bulan. :(

07:35 Posted in Narasi | Permalink | Comments (26) | Email this

21 November 2006

selembut awan

cinta selembut awan
masih tersimpan dihati
pesonamu menawan
ku dilanda sepi...

*) maaf, bukan maksud meniru lagu “selembut awan”-nya Katon Bagaskara, tapi memang ini yang sedang ku rasakan.

07:45 Posted in Note | Permalink | Comments (16) | Email this

20 November 2006

mata dimata mata orang

ternyata ada orang yang mengatakan kalau mata adalah seorang pujangga. ada lagi yang mengatakan kalau mata adalah seorang penyair. ada lagi yang mengatakan kalau mata adalah seorang cerpenis. ada lagi yang mengatakan kalau mata adalah seorang tukang cerita. ada lagi yang mengatakan kalau mata adalah seorang yang romantis.

padahal mata tidak merasa menjadi pujangga. tidak merasa menjadi penyair. tidak merasa menjadi cerpenis. tidak merasa menjadi tukang cerita. apalagi merasa menjadi orang yang romantis.

lebih tepatnya mata katakan TIDAK PERNAH KEPIKIRAN MENJADI ITU SEMUA

TAKUTnya ini semua akan menjadi salah presepsi. seperti halnya Djenar yang mengatakan kalau sebagian orang menganggapnya munafik. sebagian lagi menganggapnya pembual. sebagian lagi menganggapnya sok gagah. sebagian lagi menganggapnya sakit jiwa. sebagian lagi menganggapnya murahan.

padahal dia tidak pernah merasa munafik. tidak pernah merasa membual. tidak pernah merasa sok gagah. tidak pernah merasa sakit jiwa. tidak pernah merasa murahan.

dan apa yang dia rasa toh tidak membuat mereka berhenti berpikir kalau dia munafik. berhenti berpikir kalau dia pembual. berhenti berpikir kalau dia sok gagah. berhenti berpikir kalau dia sakit jiwa. berhenti berpikir kalau dia murahan.

sementara dia sudah berusaha mati matian menjelaskan kalau dia tidak munafik. kalau dia tidak membual. kalau dia tidak sok gagah. kalau dia tidak sakit jiwa. kalau dia tidak murahan.

tapi penjelasan dia malah semakin membuat mereka yakin kalau dia munafik. yakin kalau dia pembual. yakin kalau dia sok gagah. yakin kalau dia sakit jiwa. yakin kalau dia murahan.

dan yang jelas mata juga tidak merasa seperti yang diterangkan diatas. dan tidak ingin menjadi seperti itu.

lalu mata katakan kepada semua orang kalau mata hanyalah laki laki biasa. suami dari seorang istri. anak dari seorang ayah. dan mata katakan kepada semua orang kalau mata hanyalah orang yang apa adanya. mata cukup punya banyak teman disini. sering setiap hari bertegur sapa lewat messenger hingga lupa dengan kerjaan. mengucapkan selamat pagi, bertanya sudah makan siang apa belum, dan berpesan kalau pulang hati hati dijalan.

kepada teman teman, mata berkeluh kesah dan kepada teman teman, mata menumpahkan segenap perasaan. lewat media blog ataupun lewat chat. lewat cerita, narasi, puisi, opini, ataupun catatan catatan kecil yang bagi mata itulah ganjalan dalam hati.

jadi,...

jika kamu mengatakan kalau mata adalah seorang pujangga. kalau mata adalah seorang penyair. kalau mata adalah seorang cerpenis. kalau mata adalah seorang tukang cerita. dan mengatakan kalau mata adalah seorang yang romantis. itu SALAH !

sebab mata tidak ingin ini semua menjadi salah kaprah, menjadi salah presepsi dan menjadi salah paham.

10:24 Posted in Cerita | Permalink | Comments (20) | Email this

18 November 2006

V for Vagina

ditelingamu, pernah kubisikkan kalimat "percayalah, aku akan selalu mencintaimu." kemudian kutidurkan tubuhmu dengan kasih sayang, juga kutiduri tubuhmu penuh kasih sayang.

begitulah caraku membuat anak.

"itu terlalu bertele tele ta, lihat aku. anakku sudah tiga, mereka semua terpaut satu tahun kini istriku telah mengandung dua bulan. aku tidak pernah bilang "percayalah, aku akan selalu mencintaimu." tapi aku bisa dan selalu jadi. padahal lampu selalu mati. lucu kan ? bagaimana bisa kita membuat anak dengan lampu mati ? nyatanya aku bisa." begitulah kata temenku.

"memangnya marmut ?" kataku dalam hati

semua orang terus berkata, berusalah ta ! berusaha ! kamu sudah mencapai sebuah titik klimaks dalam hidup ini. lihat aku ta. lihat ! seorang laki laki bujang lapuk. yang belum pernah merasakan hati dan rasa penuh bunga. sementara aku menggunakan tangan, kamu sudah merasakan manisnya dalam bercinta.

aku adalah orang yang percaya Tuhan. segala kehidupan itu ada ditangan Tuhan. mulai dari lahir, jodoh, dan mati. semuanya sudah diatur. jadi jika aku belum punya anak. aku hanya percaya mungkin Tuhan punya rencana lain dalam hal ini. entah kapan, yang jelas manusia itu hanya bisa berusaha.

tapi untunglah semua pihak keluarga tidak mempermasalahkan kapan aku punya anak. mereka selalu menghargai soal ini. karena hal ini hanya kita yang menjalani. aku sering kali melihat berita di tv tentang perceraian hanya karena si wanita tidak bisa punya keturunan atau si pria yang mengidap impotensi. hal konyol saja jika alat kelamin mereka yang dijadikan alasan untuk cerai.

katanyanya sih hati dan pikiran manusia punya kehidupan sendiri. sedang kelamin mereka juga punya kehidupan sendiri. logika dari mana orang berteori seperti itu ?

ok berlanjut...

aku pernah mendengar sebuah kisah. tentang seorang wanita yang tetap menjaga kesuciannya. dia sudah menikah tapi masih tetap virgin. bagaimana bisa ? jika kamu tidak mau kehilangan kevirginan kamu kenapa kamu mau menikah ? bagaimana bisa kamu melakukannya. bagaimana dengan suami kamu ? menerimakah ?

aku tanya dia. "ya ta, untungnya dia menerima hal tersebut." ok kalau begitu aku tanya hal yang lebih private. "how ? bagaimana caranya ?" then she said "come on ta. ngga harus lewat G SPOT kan ? banyak jalan menuju roma." lalu aku tanya, "kamu puas ?" dan dia bilang "tapi aku ngga suka swalayan ta, it's too nasty." ok cukup dengan cerita sex kali ini.

"why you merry ?" tanyaku. "karena waktu itu aku sudah cukup umur, dan kita sudah terlalu lama pacaran. lagi pula orang tuaku tidak mau melihat kita terlalu lama berpacaran, for that reason aku menikahinya." jawabnya.

dalam hati aku berkata. jika kamu sudah menikah kenapa kamu tidak menyerahkan harta yang sudah kamu jaga selama ini. bukankah itu sebuah kebanggaan bisa menyerahkannya kepada seorang yang dicintainya. apa ini masalah EGO ? akan aku kasih tahu apa itu EGO.

EGO itu sebuah hal yang sangat rumit. seperti manusia. dia suka membuat aturan yang ngawur. aturan aturan yang suka diputar balikkan. "look but dont touch, touch but dont teste, teste dont swallow." heh... begitu manusia sudah terjebak didalamnya, apa yang EGO lakukan ? dia tertawa terbahak bahak. dia itu sinis. dia itu sadis. menanamnya dalam hati. TIDAK !!! ironinya EGO sudah tercipta sejak manusia pertama kali ada. dan ini sudah mendarah daging kecucu cucunya. keturunannya. dan tidak bisa disalahkan.

jika kamu bertanya siapa yang sedang kita bicarakan ? aku jawab ini rahasia. dan kamu tak akan pernah tahu siapa yang sedang aku bicarakan. bukan istriku, bukan juga kamu. tapi seseorang yang tidak boleh disebut namanya. ini rahasia.

sekian
happy weekend

13:45 Posted in Curhat | Permalink | Comments (17) | Email this

17 November 2006

kalau kamu tak percaya

permisi
aku mau bunuh diri
minum racun atau bensin
biar nanti masuk TV

-makpet, listrik mati-

13:50 Posted in Puisi | Permalink | Comments (13) | Email this

All the posts

 

eternity™ design by mata 2006 | engine by blogspirit | User Online