« maaf, kamu salah alamat | HomePage | saya sedang jablai »
07 December 2006
maaf, kamu salah alamat
KEPARAT roy kemarin malam mengirimi mata sebuah sms. dia berkata kalau dia minta maaf tentang perbuatannya selama ini. dia minta maaf dan dia telah menyesal karena telah murusak segala sesuatunya. dia ingin merubah sikapnya dan ingin sekali berbaikan kembali dengan fina kekasihnya yang dulu hampir dia nikahi lalu dia campakkan gara gara sudah tidak perawan lagi. gila. malam malam ada yang salah alamat.
sekilas ingat roy, mata hanya bisa tersenyum sinis ketika membaca sms itu. entah apa yang ada didalam otaknya kini. kemaluannya yang sudah tidak laku lagi, atau salah minum obat. terlebih lagi diakhir sms dia berkata. karena fina adalah wanita yang benar benar bisa membuat dia merasakan cinta yang sesungguhnya. mata membayangkan ketika roy menulis sms itu. wajah roy yang penuh jerawat tiba tiba bersinar. terang. seakan akan seperti seorang penyair yang memperoleh sebuah pencerahan tentang sebuah ide untuk menulis puisi puisi cinta. apa yang diketahui soal cinta oleh seorang penderita raja singa macam roy. hingga keparat itu sepertinya mempunyai sebuah kesadaran diri dan ingin menghapus semua kesalahannya dengan satu kata maaf.
setelah ini apa lagi ? mengajak fina kembali mengenang masa masa indah waktu pacaran dulu, mengajaknya menikah, punya anak, hidup berdua dan bahagia, sampai ajal menjemput nyawa ? begitukah ? dengan minta maaf apa sudah jaminan luka lama bakal terlupakan dan memulainya lagi dengan sebuah cerita baru ? masa lalu itu bukan serampangan kawan. masa lalu itu adalah kenangan.
roy adalah teman mata sekolah waktu kecil. pertama kali melihat roy, anaknya terkesan pendiam. mungkin karena dia suka menyendiri dan jarang bergaul dengan teman teman yang lain. saat itu kita sering bertemu ketika berangkat sekolah. mungkin hal ini yang membuat kami meresa dekat dan menjadi teman akrap. lama kelamaan akhirnya kita bersahabat. bahkan dimana ada mata disitu ada roy. pernah pada suatu hari roy berkelahi dengan beberapa anak yang lebih dewasa. masalahnya sepele, hanya karena seseorang mengejeknya anak jadah. dia mengambil batu bata merah dan menghantamkannya kekepala anak anak itu. hingga berdarah. sosok roy memang pemberani. tapi entah kenapa mata melihat roy malah seperti seorang pengecut. mungkin karena dibalik wajahnya yang beringas dia mempunyai berbagai macam masalah. dan dia melarikan diri dari masalah itu.
dengar dengar kabar. roy adalah seorang anak adopsi. tapi ada yang bilang roy lahir lewat bantuan dukun. dikarenakan ayah dan ibu roy waktu itu susah sekali untuk punya anak. bahkan ketika periksa kandungan, dokter mengakatan kalau ayah dan ibu roy adalah pasangan yang tidak subur. lalu terdengar kasak kusuk tetangga kalau mereka pergi kedukun agar bisa punya anak. entah apa yang dilakukan dukun itu ? tiba tiba selang beberapa hari kemudian ibu roy mengandung. ada yang bilang itu kandungan demit, kandungan setan, kandungan iblis, atau kandungan jin. mereka mengatakan roy anak haram, anak setan, anak demit, anak iblis atau anak jin. bahkan ada beberapa orang yang mengatakan kalau roy adalah anak jadah. dimana ibu roy tidur dengan laki laki lain hingga hamil.
singkat cerita, ada seorang teman bernama fina. pertama kali roy melihat fina dia jatuh cinta. fina adalah teman mata waktu smu kelas satu. kita sekelas. fina adalah teman yang baik. enak diajak ngobrol. nyambung. bahkan ketika mata punya masalah dia selalu memberikan solusi yang belum pernah mata pikirkan sebelumnya. anaknya dewasa. bahkan ada beberapa orang yang bilang kalau kita pacaran. bahkan ketika perpisahan karena mata memutuskan untuk sekolah smu dibandung. kita masih sempat calling. menanyakan kabar. berbicara berjam jam ditelp. dan bercerita tentang masalah masing masing. menceritakan kisah cintanya, keluarganya dan teman temannya sekarang. dan tidak pernah terbesit dalam pikiran kita untuk pacaran. hanya sebatas teman.
begitu balik kekota solo. kita bertemu. melepas kangen. secara tidak sengaja kita bertemu roy. akhirnya fina dan roy berkenalan. mereka menjadi semakin dekat. sebagai teman ya hanya bisa berfikiran positif saja. mungkin mereka bisa menjadi pasangan yang ideal. toh jika mereka sudah saling cinta apa salahnya. mereka juga sudah dewasa. waktu terus berjalan. kehidupan cinta mereka semakin dekat. romantis. bahkan terkadang mata iri hati dengan mereka berdua. cemburu. bagaimana bisa ? cinta memang misteri. hingga akhirnya mereka putuskan untuk menikah dan hidup bersama selamanya. tapi hal itu gagal, dikarenakan fina sudah tidak perawan lagi, maka sampai disini saja. begitulah kata roy.
hal ini yang membuat mata naik pitam. hanya masalah prinsip yang berbeda persahabatan pecah. mata memeras otak. dan sampai akhirnya roy meminta maaf. entahlah. hp membisu. tidak ada sms reply. mata sudah lepas tangan untuk masalah ini. lepas tangan sejak roy bilang jangan pernah ikut campur lagi tentang masalah ini. hanya dalam hati mata berkata. semoga semua baik baik saja.
*) postingan terkait : Sebuah Pengakuan, bagimu kekasihmu, bagiku kekasihku, telp.
16:19 Posted in Curhat | Permalink | Comments (12) | Email this

Comments
maafkan dia mata...
Posted by: kenny | 07 December 2006
*nyambung komen pertama*
tapi mungkin maaafnya jangan cuma cuma
Posted by: chocoluv | 07 December 2006
iya ta, maafin aja. dy kan pasti punya alasan berbuat seperti itu. memang sih keterlaluan sikapnya... tai Tuhan aja memaafkan hambaNya kan? :)
Posted by: Kana | 07 December 2006
saya pernah sms orang begini:
"aku sudah nyoba maafkan,
tulus enggaknya, biar Tuhan saja yg ukur.
baguslah kalau kamu tahu aku marah."
:) yang penting, yang terpenting baik-baik saja.
Posted by: RhoMayda | 07 December 2006
Memaafkan itu lebi indah lho 'Ta ^^
Posted by: Reth | 07 December 2006
salam buat roy ta...
bilangin ama dy,,,keperawanan hilang itu adalah suatu keindahan juga bukan?
Posted by: bebex | 08 December 2006
Roy minta maaf,.... paling tidak dia sudah menyadari kekeliruannya selama ini.
Tinggal Fina nya mau maafin engga?
*theklek kecemplung kalen, tinimbang golek luwih becik balen*....
Posted by: Tiwi | 08 December 2006
si finanya sendiri gimana?
Posted by: fitri | 08 December 2006
maap2 an :P kan blom lebaran huahahaha :P
Posted by: deenda | 08 December 2006
gak bisa comment, sudah baca juga postingan terkait...
terlalu emosi, terlalu sedih...
aku hanya bisa mendoakan yang terbaik buat fina, dan juga buat roy..orang bisa salah mata, kadang kesalahan itu perlu untuk kita bisa melihat ternyata apa yang kita punya itu sangat berharga..
hmm begitulah kira-kira...
Posted by: mei | 08 December 2006
*minjemin Mata, panah beracun*
nih.....aku pinjemin buat nembak si Roy. racunnya ngisi sendiri yak! air liur kecoak ama darah kadal. wakakakaka....
Posted by: tyka82 | 08 December 2006
halah, keperawanan. hare gene. emang kalo masih perawan trus ke sononya dia pasti jadi istri yang oke?
si roy itu, gak banget yak :D
Posted by: venus | 09 December 2006
Post a comment