« jalan lain | HomePage | dan saya bahagia »

14 December 2006

mata rhesya

rhesya menemukan sepasang mata dipinggir jalan. entahlah. akhir akhir ini banyak organ tubuh yang berserakan dipinggir jalan. kemaren ada yang menemukan bibir dipinggir jalan. sekarang giliran rhesya yang menemukannya.

sejak dulu memang rhesya mempunyai sebuah keinginan punya mata yang sangat indah. untuk mengganti mata yang katanya kurang indah itu. tapi sebenarnya rhesya sudah mempunyai mata yang sangat indah. ukurannya pun sudah pas. presisi. mata putih dengan bola mata hitam mengkilat seperti kaca. bening. bahkan dengan matanya yang sekarang itu rhesya seperti malaikat. bidadari. bahkan rhesya terlihat cantik. wajahnya terlihat sayu putih sinar matahari. rambutnya yang hitam terurai bahkan melengkapi kesempurnaan kecantikan seorang malaikat. tak heran jika puluhan laki laki menyukai rhesya. hanya dengan sekali tatap, rhesya mampu membuat laki laki jatuh cinta padanya. tatapan yang seolah olah menggambarkan kemurnian hati rhesya. tapi entah kenapa rhesya tidak menyukainya hal tersebut. katanya kalau mata rhesya itu tidak indah. hingga rhesya begitu bahagia ketika menemukan mata dipinggir jalan.

rhesya berpikir kalau mata yang dia temukan itu adalah sebuah pemberian Tuhan. dia juga mengira kalau mata itu adalah mata seorang malaikat yang jatuh dari langit. mata yang ditemukannya itu adalah sebuah mata yang sangat mempesona. dan banyak sekali keindahan dalam mata itu. bahkan keindahan mata rhesya sekarang kalah dibandingkan dengan mata yang dia temukan itu. siapa yang tega membuang mata seindah ini dipinggir jalan ? pikir rhesya, benar benar orang yang celaka.

melihat mata itu, rhesya seperti melihat sebuah dunia yang menyejukkan. pohon pohon akasia yang rindang, bunyi air yang mengalir disela sela bebatuan, harum bunga melati yang berserakan, bambu bambu hijau yang melengkung, rumput basah dilapangan, kupu kupu yang berhamburan diawan cerah bersama beberapa anak kecil yang berlarian mengejarnya, dan sesekali terlihat gerimis riwis riwis yang tiris. mata itu benar benar seperti mata malaikat.

tanpa pikir panjang lagi, rhesya membawa mata itu ke medical eye center. kata lain dari sebuah klinik mata. tak peduli berapapun biayanya, rhesya ingin segera mengganti matanya dengan mata yang dia temukan dipinggir jalan. tak peduli apapun resikonya rhesya ingin mempunyai mata indah itu. mata itu sudah membius rhesya. seakan akan rhesya sudah masuk kedalam dunia indah mata itu.

kini rhesya bangga dengan matanya yang baru. tak henti hentinya dia menatap cermin sambil memangdang keindahan matanya yang baru itu. wajahnya yang cantik kini menjadi semakin cantik. bibirnya yang merah kini menjadi semakin basah, rambutnya yang hitam terurai kini menjadi semakin mempesona, serta matanya yang bening seperti kaca kini menjadi pelangi warna warni. kini rhesya memang seperti malaikat. bidadari langit ketujuh. peri negeri neri. hanya tinggal sayap, maka dia akan sempurna. siapa tahu besok dia menemukan sayap malaikat tergeletak dipinggir jalan.

dengan percaya diri rhesya pergi keluar rumah. memperlihatkan mata malaikatnya itu. semua orang yang melihat hanya kasak kusuk saja dibelakang. ada yang bilang mereka pernah melihat mata itu waktu kerusuhan dibanyuwangi, ada juga yang melihat mata itu waktu kerusuhan semanggi, lalu ada yang bilang kalau mata itu adalah mata seorang bocah berusia lima tahun yang mati tercungkil karena terlalu indah hingga dijadikan rebutan. dibalik keindahan mata itu terlihat keburukan. kerindangan pohon akasia yang ditebang, bunyi air mengalir yang tercemar, harum melati dibatu nisan, bambu bambu yang membusuk, rumput basah yang terbakar karena lapisan ozon yang bocor, kupu kupu yang mulai musnah, anak anak diperempatan jalan, serta gerimis riwis riwis di langit semburat mayit.

"kau lihat mata wanita tadi ?"
"iya, aku melihatnya..."
"benar benar mata yang jujur..."
"persis mata Tuhan"

10:49 Posted in Narasi | Permalink | Comments (25) | Email this

Comments

kenapa mesti bidadari langit ke tujuh??
emang gak ada ya langit ke delapan, sembilan, ato sepuluh???
biar lebih tinggi getu...

Posted by: tatari | 14 December 2006

set dah... mata dipungut...
tapi na dulu waktu kecil pernah nemu jari telunjuk di jalan ta. sumpah! deg2an setengah mampus! tapi kata Ayah sih, itu bukan telunjuk beneran.. tapi sumpah mirip aseli!! mpe mimpi buruk dikejar monster telunjuk! =))

Posted by: Kana | 14 December 2006

narasi yang bagus mat... 'mat' opo 'ta' to manggilnya?
kalo manggil mat takutnya dikira manggil kang mamat...
kalo manggil ta takutnya dikira manggil tatari...
susah deh... :p

Posted by: bebek | 14 December 2006

jadi kesimpulannya bole ngambil mata d jalan ya?
huehehehe...kidding deng :D
asik bacanya ta...gut gut...

Posted by: iteung | 14 December 2006

Intinya "Mata ku ada di Mata Mu" Ta you're genius...
Aku gak tau mesti kasih comment apa ....It's too beautiful ...
Waktu kamu bilang " sudah ku utara kan bagimana kecantikan mu itu " sebenernya kamu nyadar gak sich kalo justru apa yang kamu utarakan dan bagaimana cara kamu mengutarakan nya itu lah, yang bisa membuat sesuatu jadi nampak begitu cantik... and ta you got her.......

Posted by: Fulan | 14 December 2006

gara2 mata, jadinya bisa nyanyi You're Beautiful-nya James Blunt...

you're beautiful...you're beautiful...it's true, hehehe...

Posted by: MnX | 14 December 2006

waduh...kalah cepet deh mungutnya

Posted by: kenny | 14 December 2006

itu memang mata yang jujur, karena mata tak pernah berbohong. tapi bisakan ia membuat yang lainnya menjadi jujur???

Posted by: aris | 14 December 2006

Wah, mata!!!
What happen ya, what happen....???
Wiiiihhhhh.......
Mata dan Rhesya,
Rhesya dan mata....
........
.............
.....................
................................
..............................................

tau deh ;)

Posted by: Reth | 14 December 2006

buku ga bisa dinilai dari sampulnya kan ?

Posted by: vendy | 14 December 2006

huhuhuh..., that's why u can't judge a book by its cover...

btw, gua memutuskan untuk nggak jadi pergi

Posted by: ordinary girl | 14 December 2006

Ta... Kamu memang jagoan!!!

Posted by: v1rzh4 | 15 December 2006

selain mata dan bibir, ada apa lagi ya ta yang bisa di punggut di jalan?

Tapi postingnya bagus banged ta..

Posted by: rinnie | 15 December 2006

kmu emang paling bisa deh, salut

Posted by: uli | 15 December 2006

pasti mata tuh orangnya suka ma yg berbau puitis..romatis..en semua yg gratisss hehe...

tapi q suka km selalu "memasukkan" sisi kemanusiaan en nature

Posted by: ciwul | 15 December 2006

iyah, kadang kenyataan memang serupa keindahan, bisa juga serupa kesedihan dan hal - hal lain yang menyakitkan..

Posted by: dewi | 15 December 2006

wow, bagus banget, mat...buaaaguuusss banget. sumpah, ga bo'ong..

Posted by: venus | 15 December 2006

four thumbs for Mata.... *heik...2 lagi pinjem jempol temen Ta*

Posted by: za | 15 December 2006

taaaaaaaaa...
suer atas nama pasar klewer yang komen itu bukan aku
kalo yg komen aku, aku kasih nama angelinajolie bukan c*****
he..he..he..
kalo ada kritikan, celaan dan hinaan sabar aja Ta, orang sabar disayang Tuhan
(maaf Tuhan, nama Anda saya bawa-bawa demi kebaikan Mata)
*apaan siiiiii*

Posted by: tatari | 15 December 2006

ujung mata sejatinya hati. dan hati yang bertuhan menyalakan terang.

Posted by: fitri | 15 December 2006

medheni postingan iki...

hehehe...

Posted by: tyka82 | 15 December 2006

cariin mata buatku Ta, udah mulai rabun nih! *pengin ngetes mata lagi di optik*.

postingan yg bagus Ta, suweeerrr...

Posted by: Tiwi | 15 December 2006

nice post..
tadinya kirain bakal kata the eye gitu, abis pake mata itu dia bisa liat hantu.. hehe

Posted by: devishanty | 15 December 2006

kaga ngarti makna dari akhir cerita, tp koq yah bisa2nya nemu sepasang mata di pinggir jalan n kaga histeris. aneh aja gitu hehehe

Posted by: sherly | 15 December 2006

nice

Posted by: Eagle Eye | 12 April 2008

Post a comment

 

eternity™ design by mata 2006 | engine by blogspirit | User Online