« dan saya bahagia | HomePage | apa ini postingan ? »

16 December 2006

dan saya bahagia

kelepak suara sayap jibril terdengar. masuk kekamar rhesya dan membawanya terbang tinggi kelangit menembus awan diantara larit cahaya bulan yang temeram, melalui gugusan rasi bintang, meniti kabut malam hari, hingga sampai ketujuan sebuah negeri eternity. dari pintu gerbang sudah banyak ribuan peri yang menyambut kedatangan rhesya. peri peri bersayap kecil, mungil. membawa keranjang berpita warna warni penuh remahan bunga beraneka rupa.

inilah eternity. negeri para dewa dewi. angin bau kesturi aroma mimosa. beberapa bunga berserakan, membuat tanah sedikit perak merah keemasan. rhesya begitu sangat bahagia, ketika jibril datang membawanya kenegeri ini. inilah tempat selama ini yang dia dambakan dan dia idam idamkan. bebas, seperti surga. lepas, seperi nirwana. hanya hamparan padang rumput yang berhembus serta daun daun yang berjatuhan disungai. bernyanyi bersama malaikat yang memetik harpa. terbang bersama para peri peri kecil. melompat dari satu bunga kebunga yang lain. bahkan dia juga bisa bermanja dengan kupu kupu dan lebah madu.

tidak seperti dirumah yang sesak. yang tersedak dengan masalah yang itu itu saja. rumah tidak lagi indah. sejak pernikahannya tahun lalu. selalu saja muncul berbagai masalah. masalah demi masalah. satu masalah yang belum selesai hingga muncul masalah yang lain. dari hal hal yang kecil sampai pada masalah prinsip dan berbeda pendapat yang akhirnya menyebabkan sebuah pertengkaran. entahlah. rumah tangga mungkin memang seperti ular tangga yang gampang naik dan turun begitu saja. setidaknya sedang berjalan ditempat, mungkin ini yang sedang rhesya alami. kesalahan demi kesalahan, kurang tanggung jawabnya suami, keputusan yang sepihak, serta sikap dan kelakuan yang tidak berubah. dirumah, memang kekurangan cinta. kurangnya keharmonisan, membuat rhesya selalu berdoa. semoga dia bisa meninggalkan semua ini. pergi kesebuah negeri yang abadi.

hingga pada akhirnya jibril datang menjemputnya. hingga rhesya tidak pernah bersedih. dia hanya merasakan sebuah kebahagiaan. selalu saja ada hal hal yang baru dinegeri ini. bahkan sekarang ini rhesya telah bermain main dengan mimpi. dia melihat kubangan mimpi. seperti halnya melihat tv. dalam kubangan mimpi itu, rhesya bisa ikut masuk dan menjadi tokoh utamanya. seorang anak kecil yang bermain main dipantai, membuat rhesya ingin menjadi putri duyung yang mengajaknya berenang. seorang wanita yang berdiri sedih menangis dijembatan, membuat rhesya ingin menjadi lengkung pelangi disela sela pilar cahaya matahari untuk menghiburnya. dan seorang laki laki tampan yang bersandar dipohon sakura menulis sebuah cerita, membuat rhesya ingin menjadi kupu kupu terbang mengitarinya. hinggap dipena. menanam harapan dan impian.

kini kamar itu sunyi. rumah itu sepi. sang suami hanya termangu duduk dikursi sendiri. hidupnya kini tak berarti. hanya sekerat roti yang sudah berjamur, sebotol susu yang telah rusak serta beberapa kaleng pepsi yang kadaluarsa. hidupnya berantakan. bersama dingin malam yang atis, terkadang duduk diteras depan rumah memandangi getih bulan sabit. berharap jibril datang membawa rhesya pulang. sungguh usia tua yang celaka. tak ada yang peduli lagi dengan rumah itu. kecuali semak belukar tempat anak anak bermain petak umpet. ayunan dan beberapa pohon yang lapuk. serta teras rumah yang kini menjadi sarang kelinci yang matanya menyimpan senja. bahkan anak anak kecil itu sering bercerita tetang rumah itu, tentang laki laki tua renta, atau tentang malaikat yang jatuh cinta pada rhesya lalu menculiknya dan mengajaknya terbang mengembara. hidup bahagia.

selamanya.

00:05 Posted in Narasi | Permalink | Comments (18) | Email this

Comments

yup.. saya yg pertama kalo begitu! :)
eh mat... nama rhesya terinspirasi dr mana?

oya.. lum tdr nih mat? lembur ya? tumben posting pagi2 gini?

Posted by: mr.cappuccino | 16 December 2006

Yahhh...Rhesya lagi, Rhesya lagii....
Kenapa ya mata suka banget nulis nama Rhesya ? ;)
tuh ditanya sama Mr. Cappuccino, dapet inspirasi nama Rhesya dari mana?? Hihihihi (Mr. Cappucino, mo kukasi tau ga dia dapet inspirasi nama itu dari mana?? Huahahahahaha ;p )

Posted by: Reth | 16 December 2006

dapat mana rhesya darimana ?

eemmm....

"dari mata turun kehati"

Posted by: mata | 16 December 2006

ya ollooooohhhh...
pujangga bener !!!
gak ngira ada orang solo bisa nulis ginian..
*paan siii*

Posted by: tatari | 16 December 2006

gila! belajar nulis seindah ini, dimana? sirik banget deh gw, ta

Posted by: venus | 16 December 2006

Wah mata...mata... kamu emang pakar ya dalam menulis indah... Btw menurut kamu menilus indah itu musti pake perasaan gak sih ta?

Posted by: Si fulan | 16 December 2006

KEREN !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Posted by: Si Fulan | 16 December 2006

cerita yg betul cerita nih (??)

Posted by: kenny | 16 December 2006

tuh kan Ta... komen-komen diatas membuktikan kalo' kamu bukan cuma sekedar bisa nulis... tapi bisa nulis plus plus *halah*...

ayo dong Ta, ajarin aku *wink wink*

Posted by: v1rzh4 | 17 December 2006

waduhh... tulisannya bagus... huehue

Posted by: nia | 17 December 2006

aku suka nih cerita-cerita tentang rhesya. terusin ya mat.

Posted by: fitri | 17 December 2006

eh banyak diksi yang bagus di postingan mu ini. terinspirasi dari manakah?

Posted by: rinnie | 17 December 2006

@virzha & venus
akan mata kasih tahu bagaimana caranya. kamu buka saja link dibawah ini

http://mata.blogspirit.com/archive/2006/06/22/sstttt-jangan-bilang-siapa-siapa.html

tapi jangan bilang siapa siapa yah ???

@rinnie
terinspirasi dari mana ? ya dari rhesya donk...:)

Posted by: mata | 17 December 2006

hihihiiii... top!
pengalaman pribadi nih pasti ^^

Posted by: RhoMayda | 17 December 2006

brarti Reshya sudah tidak di dunia lage tuh *itu pengertianku* hehehe...
kamu ini pinter bikin sastra yah :)

Posted by: sherly | 17 December 2006

reshya lagi neee.... hmm... dipersiapkan untuk yg akan lahir kelak kah? =p
wehehe... mata mulai mbalesi komen di blog!! gitu dunkz ta.. kan jadi ketauan tanggapan mata thd komen kek gemana... =p

Posted by: Kana | 18 December 2006

"waduh..
berarti postingan mata ngga pernah dibaca kan panjang panjang... "

dibaca donk, kalo punya mata.... :p
btw, MIMOSA itu apaan sih Mat?
dan si Rhesya ini sapah? mata klo punya anak ntar, pengen dikasi nama Rhesya yah?

Posted by: tyka82 | 18 December 2006

wah... ceritanya keren....
sukkaaaa... deh...
bakal sering mampir kesini ahh....
:P

Posted by: gita | 18 December 2006

Post a comment