« 2006-12 | HomePage | 2007-02 »
27 January 2007
unggas
JAKARTA, KOMPAS - pemerintah provinsi DKI jakarta secara bertahab mulai memusnahkan unggas dikawasan pemukiman warga. akan tetapi wakil presiden jusuf kalla mengingatkan, pemusnahan unggas untuk menghindari meluasnya kasus flu burung tidak perlu dilakukan disemua daerah.
kompas, minggu 21 januari 2007
sungguh gagah. matanya yang tajam, cakar cakarnya yang mencengkeram kuat, bulu bulunya yang tebal, serta kelepak sayapnya yang keras menambah kejantanannya. aku hanya bisa bertanya tanya, darimana dia datang ? bagaimana bisa ada burung segagah itu. mungkinkah itu elang ? jelas bukan ? elang tidak seperti itu. aku sangat mengenal sekali bentuk dari burung itu. ingatanku kembali pada waktu sekolah dulu. sebuah lambang neraga yang dipajang diatas papan tulis. ya, persis seperti itu. tidak salah lagi. itu adalah burung garuda.
tapi bagaimana bisa ? seketika itu juga terdengar samar samar kabar kalau burung garuda hidup kembali. mereka menjelma dari gambar gambar dibuku pendidikan moral pancasila, dari poster poster atau dari patung patung selamat datang dibatas kota. dan memang benar. kulihat langit. melintas ratusan, bukan, tapi ribuan burung garuda yang terbang. mengelilingi indonesia.
melihat cara terbangnya seperti itu, kukira ini adalah sebuah hal yang sangat ganjil. mendengar bunyi suaranya yang memekakkan telinga, kukira pasti bakal terjadi suatu hal yang tidak diinginkan. burung garuda marah. mereka terbang sembari berteriak teriak. koakkk,... koakkk,... sepertinya mempunyai sebuah maksud tertentu. entah itu suatu isyarat atau mungkin sesuatu yang direncanakan. burung garuda itu hinggap dipohon pohon. mereka memakan buah. terkadang mereka memakan ulat atau sarang semut. para masyarakat mengira itu hal yang biasa. hingga membiarkannya begitu saja. suatu kebanggan dinegara indonesia mempunyai burung yang melegenda seperti garuda.
hari demi hari berjalan terus. tapi tingkah laku garuda bertambah kurang ajar. dia mempunyai kebiasaan baru. selain memakan buah, ulat atau sarang semut yang dipohon. burung garuda sekarang memakan pohon itu sepenuhnya. daunnya, rantingnya, bahkan akar akarnya sampai habis tak tersisa. sehabis memakan pohon lalu meninggalkannya begitu saja. terbang mencari pohon berikutnya. menjelajah pedalaman hujan sumatra, kalimantan, dan papua. menjarah hutan seperti penebang liar. memakannya. hingga mengakibatkan bencana alam. banjir dan tanah longsor. tidak ada penghijauan. tidak ada kesejukan kecuali udara segar yang keluar dari mesin elektronik bernama AC yang merusak ozon.
tak hanya itu, garuda makin merajalela. setelah bosan memangkas habis pohon pohon. mereka bergerombol memakan semua ternak. dari sapi, kambing, anjing, babi, dan hewan hewan lainnya. seperti macan, gajah, banteng, badak, hingga binatang melata seperti ular dan sebangsanya tak luput dari incaran garuda. masyarakat sudah diambang batas kesabaran. amarahnya sudah memuncak mau meledak. darahnya sudah diubun ubun.
"kita harus musnahkan burung garuda."
"ya,... dia itu virus. dia itu wabah."
"penyakit."
"kita tidak bisa berdiam diri seperti ini, apa kita mau menjadi rantai makanan berikutnya ?"
para masyarakat mulai bergerombol. mereka menjadi pemburu. membawa senapan burung, tulup, dan beberapa diantara mereka membawa ketapel. ada yang membawa racun. ada pula yang membawa tabung tidak tahu entah apa isinya. bersama mereka memburu burung garuda. mereka ingin memusnahkannya. mengejarnya sembunyi sembunyi lalu menunggu saat yang tepat dan diam diam menembaknya. lalu seseorang dengan pedang langsung melompat menikam lehernya hingga sobek. setelah itu ramai ramai dibakar seperti halnya ritual pensucian. mereka para pemburu garuda itu tidak pernah tidur, tidak pernah istirahat. banyak dari mereka yang mati dalam memburu garuda. banyak dari mereka kehilangan sanak saudara. tapi, perburuan garuda ini harus terus berlanjut. tak peduli sampai kapan tiba masanya.
memang sudah sepantasnya burung pembawa malapetaka itu dimusnahkan. seperti virus. bakteri. atau apalah namanya harus segera ditangangi sebelum merajalela. bagaimanapun juga, unggas tetaplah unggas.
08:20 Posted in Narasi | Permalink | Comments (27) | Email this
25 January 2007
surat cinta
konon katanya pujangga itu mati muda. setidaknya begitulah yang saya dengar. entah itu hanya mitos atau mungkin sudah menjadi sebuah kepercayaan. kebayakan pujangga tidak mau disebut sebagai pujangga. mereka hanya mau disebut sebagai penyair. penyair itu adalah penulis. cerpenis, prosais, esais, novelis atau mungkin lebih dikenal dengan puitis.
tapi lain dengan saya. ya, saya hanyalah tukang cerita. sudah berulang kali saya katakan, kalau saya tidak mau disebut sebagai penyair. apalagi disebut sebagai pujangga. tidak mungkin saya bisa mencapai tahap sampai setinggi itu. butuh sebuah proses yang sangat lama untuk memasukinya. saya tidak bisa membuat puisi. walaupun saya mengkategorikannya sebagai puisi, tapi saya lebih suka beranggapan kalau itu adalah rayuan. bisa jadi orang orang menganggapnya tulisan gombal. saya juga tidak bisa membuat cerpen. walaupun saya mengkategorikannya sebagai narasi, tapi saya lebih suka beranggapan kalau itu adalah imaginasi. katanya lagi, jika laki laki suka bikin puisi maka dia adalah banci. entah benar atau salah saya sendiri tidak mengetahuinya. kata ayah saya, menjadi penyair itu bukan suatu pekerjaan tetap. seperti halnya ustad yang berceramah sembari memberikan contoh contohnya. begitupula dengan penyair. mengandai andaikan sesuatu lalu menulisnya dengan kata kata yang indah, berupa majas, atau perupamaan sedemikian rupa.
sama dengan seorang teman saya. dilemarinya tersimpan ribuan buku para pujangga. didalam komputernya tersimpan arsip arsip kata mutiara. dan dimeja kerjanya banyak sekali kertas kertas berserakan yang isinya rayuan rayuan berupa kumpulan puisi, sajak, yang disusun sedemikian rupa indahnya hingga membacanya sampai memburaikan airmata bahagia.
"kamu mempunyai bakat menjadi pujangga, kenapa kamu tidak membikin cerpen atau mengirimkan puisi puisi ini keredaksi surat kabar."
"pertama, jangan sebut aku sebagai pujangga. karena mereka penuh dengan kepalsuan. lagipula aku tidak mau mengirimkan karya karyaku kekoran. kamu tahu kenapa ta ? mereka membacaya lalu membuangnya. dijual kiloan didaur ulang atau dijadikan sebagai bungkus kacang."
"lantas ? aku menyebutmu apa ? bukankah ini pekerjaanmu. ribuan puisi dan sajak yang kau tulis itu untuk apa ?"
"aku menjualnya. aku menjual surat cinta."
begitulah, rupanya dia bekerja sebagai penulis surat cinta. profesinya ini dijalaninya baru baru saja. dia membuka iklan dikoran. dia menjual jasa menulis surat cinta. prosesnya cukup mudah. setelah ada yang orang yang menghubunginya, lalu teman saya dan calon pembeli itu bertemu. sang pembeli menceritakan kronologis kisah cintanya atau bagaimana dia bisa jatuh cinta. tentang calonnya, ciri cirinya, kesukaannya, dan pribadinya. setelah itu teman saya memberikan harganya. tergantung tingkat kesulitan kreatifitas yang dibuat. lalu membayar dimuka sebagai uang panjer dan sisanya dibayar dibelakang jika sudah selesai. jika cinta ditolak maka garansi uang kembali.
sebagai contohnya seorang laki laki yang menyuruh teman saya untuk membikinkan surat cinta untuk istrinya. sebut saja laki laki itu WN. seorang eksekutif muda yang berhasil. tapi hubungan rumah tangganya retak dikarenakan dia ketahuan selingkuh oleh istrinya. sekretarisnya, teman bisnisnya, atau bahkan remaja 20 tahuan sering menjadi korban WN. alhasil istrinya mencak mencak kesurupan seperti orang kesetanan. dan minta cerai segera mungkin. WN stres. hidupnya kacau. pekerjaan atau perusahaannya diambang kehancuran. akhirnya dia meminta teman saya untuk membikinkan surat cinta untuk istrinya. sungguh ajaib, ketika istrinya membaca surat cinta itu, keadaan berubah 180 derajat. seolah tidak terjadi apa apa. dan mereka memulainya lagi seperti sepasang pengantin baru. hidup dengan bahagia.
lain lagi dengan seorang janda muda tanpa anak. sebut saja namanya VR. dia seorang janda yang kaya raya. umurnya sudah memasuki kepala tiga. tujuh tahun yang lalu suaminya meninggal. dia tidak mau menikah lagi. katanya masih trauma dengan apa yang dialaminya. sampai suatu hari dia berkenalan dengan seorang pemuda berusia 20 tahun. seorang mahasiswa. VR sangat menyukainya. tapi susah sekali untuk mengungkapkan isi hatinya. takut nanti cintanya ditolak. maka dia menemui teman saya dan menyuruhnya membuat surat cinta. alhasil VR menyerahkan surat cinta itu, dan akhirnya dia berhasil. mereka berdua pacaran. dan katanya bulan depan dikabarkan menikah.
sudah sering teman saya menyelamatkan hubungan seseorang dengan surat cinta bikinannya. membuat orang itu bahagia. penghasilan yang didapatkan teman saya juga bisa dibilang lebih dari cukup. bayangkan saja, untuk selembar surat cinta, teman saya memberi harga jutaan rupiah. jika memuaskan, tak tanggung tanggung bonus yang didapatkan. konon pembeli seperti WN memberi bonus sebuah mobil sedan. atau pembeli seperti VR memberinya bonus sebuah rumah. "sungguh kebahagiaan itu mahal harganya." kata mereka sambil mengucapkan terima kasih.
suatu hari. teman saya membuat sebuah kontes menulis surat cinta. hadiahnya adalah selembar surat cinta dari dirinya yang ditujukan pada seseorang yang diinginkan sipemenang. para peserta sangat antusias. mereka datang dari segala penjuru. mendaftar dan mengambil no urut. lalu mereka semua duduk dikursi yang sudah disiapkan. menyiapkan alat tulis. lalu membaca aturan aturannya. terakhir melihat tema, yang isinya adalah surat cinta buat negara kesatuan republik indonesia. semuanya terdiam, mata melotot tajam, otak mendadak seperti mau meledak. kebingungan. kalimat apa yang mesti dijabarkan ? puisi apa yang mesti diuraikan ? tangan mereka kaku sepertinya tidak bisa digerakkan. timbul sebuah pertanyaan. benarkah kami mencintai tanah air ini ? satu persatu peserta menghela nafas panjang. meletakkan pena. berdiri dan meninggalkan tempat duduknya. dan teman saya hanya tersenyum dan berkata dalam hati. "mungkin saatnya aku membuat surat cinta untuk indonesia."
"apa kamu penah membuat surat cinta, ta ?
"sudah lama aku tidak membuat surat cinta."
"kapan terakhir kali kamu membuatnya ?"
"kukira menjelang akad nikah."
"apa isinya ?"
"hanya tanggal akad nikah, minggu 21 agustus 2005, jam 10.00 WIB dan menuliskan doa dengan memohon rahmat dari Allah SWT untuk menyelenggarakan resepsi pernikahan yang dilaksanakan pada hari sabtu, 17 september 2005 jam 19.00 diwisma kawuryan solo. itu surat cintaku yang terakhir."
12:46 Posted in Narasi | Permalink | Comments (31) | Email this
24 January 2007
HIK
beberapa meter dari rumah saya ada HIK. orang menyebutnya hidangan istimewa kota. ada pula yang menyebutnya angkringan. atau kalau didefinisikan dengan kata adalah itu sebuah tempat warung makan sederhana yang terbuat dari gerobak berukuran 2 x 1 meter. yang menjual berbagai macam makanan. ada tahu goreng, tahu bacem, tahu isi, tempe goreng, tempe bacem, kerupuk rambak, sate ayam, sate sapi, sate kerang, sate kikil, telur puyuh, bakwan, roti semir, dan beberapa makanan ringan lainnya. selain itu juga menjual berbagai macam minuman. ada es teh, es jeruk, es coffemix, teh hangat, wedang jeruk, wedang jahe, dan susu. lalu ada nasi bungkus. ada nasi oseng ada nasi goreng ada pula nasi kucing yang isinya sambal trasi dan cuilan ikan bandeng. tak lupa menjual rokok eceran. djarum super atau dji sam su.
cukup sederhana memang, murah dan enak. herannya, bagaimana mungkin nasi bungkus hanya seharga 500 rupiah, atau bakwan yang seharga 250 rupiah, atau sate ayam yang seharga 750 rupiah. dikota ini satuan uang 50 rupiah masih berlaku, karena kami sangat mengerti bagaimana susahnya mencari uang. mungkin bagi masyarakat modern hal ini terlihat aneh. mereka yang biasanya makan direstoran atau fastfood dengan harga pembulatan dan dikenakan pajak akan terasa ganjil jika makan ditempat seperti ini. tapi bagi kami, HIK adalah tempat dimana kita bisa bercanda. melepaskan segala penat masalah yang ada dipikiran. kumpul bersama dengan tetangga. dan merasakan kebahagiaan.
ya, kukira memang itu fungsi dari HIK yang sebenarnya. setelah kita memesan minuman, lalu kita memilih makanan untuk dibakar dan dijadikan lauk pauk. kita bisa saling bercengkrama. membicarakan apa saja. negara yang dilanda bencana, penyakit yang beraneka macam rupa, atau bahkan membicarakan seseorang. entah bagaimana ceritanya jika sudah nongkrong diHIK waktu berlalu begitu saja. hingga kita memesan minum untuk yang kedua kalinya. lalu mulai menyalakan sebatang rokok dan membicarakan hal hal yang baru.
anak anak muda dikota kami juga sudah mulai mengenal HIK. mereka menjadikan HIK sebagai tempat nongkrong. saya kira ini memang hal yang wajar. untuk anak anak seusia mereka membutuhkan waktu untuk melepaskan pikiran dari jam pelajaran sekolah yang memusingkan kepala. mereka pergi keHIK lalu menggelar tikar ditrotoar. duduk ongkang ongkangan diwaktu malam. bersama pacar atau teman segerombolan. dan saya kira ini juga lebih baik daripada pergi kekafe, pesan sebotol chevas, turun, lalu flriting flriting ngga jelas. akhirnya nyoba ngisep ganja, nelen sabu dan diakhiri dengan sex bebas.
HIK tidak mengenal batas usia. dari golongan rendah sampai golongan tinggi bisa diterima disini. dari pengamen, tukang becak, tukang bakso, pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, kepala keluarga, pak rt, pak rw, pak camat, pak lurah, bupati, menteri atau presiden sekalipun boleh mampir keHIK.
dan saya kira alangkah indahnya jika hal itu terjadi. mereka semua berkumpul. berbicara. lalu saling memberi masukan. tentang masalah, keluhan, atau hal yang mengganjal. kami tidak memerlukan sebuah gedung yang megah dengan kursi kursinya yang mewah. kami juga tidak memerlukan agenda dan jadwal untuk membahas masalah masalah. kami hanya perlu HIK dengan makanan dan minuman ala kadarnya. duduk dilincak kayu kalimantan yang melapuk. saya kira, kami adalah wakil rakyat sejati. ditemani makanan hangat dan segelas minuman. sesekali sebatang rokok yang menyala.
09:25 Posted in Cerita | Permalink | Comments (23) | Email this
19 January 2007
katanya,
adam itu adalah manusia paling bahagia
hidup sunyi sendiri disurga dengan suka cita
penuh bunga anera rupa
lalu, untuk apa wanita tercipta ?
sabdamu, "supaya pria tidak kesepian."
nyatanya, masih banyak yang
tidak punya cinta
kurang rasa percaya
kawin cerai begitu saja
ahh,...Tuhan memang ada ada saja
saya dan 2 kelamin x 3 miliar manusia
bingung dengan makna dan artinya
09:20 Posted in Puisi | Permalink | Comments (26) | Email this
17 January 2007
soalnya,
aku masih tidak paham dengan wanita yang katanya seperti cuaca susah ditebak apa maunya
jadi, jika kutanya
apakah kamu masih setia menemaniku ?
mudah mudahan 1+1 jawabanmu masih 2
09:15 Posted in Puisi | Permalink | Comments (25) | Email this
15 January 2007
ada apa dengan adam ?
ketika mendengar suaminya, adam. dikabarkan hilang. lenyap tanpa sinyal. dan tak tahu dimana keberadaannya. hawa, istrinya berteriak kesetanan seperti orang kesurupan. menangis histeris tak mengerti apa yang mesti diperbuat. para keluarga, saudara dan tetangga hanya bisa menghibur dan menenangkan hati hawa sembari berkata semuanya pasti akan baik baik saja. kita hanya bisa berdoa selebihnya terserah Tuhan yang menentukan.
sejak saat itu hawa hanya bisa berdiam mengurung diri. bersama dengan kesedihan yang dia ratapi. sesekali dia mengingat masa masa indah waktu dulu. konon katanya adam sangat kesepian hingga setiap malam dia berdoa kepada Tuhan supaya menghadirkan hawa disisinya. ditepian dunia, digigir matahari senja akhirnya mereka bertemu. saling menyapa, bertegur sapa dan mencinta.
"apakah kamu mencintaiku ?" dengan mata memejam adam bertanya.
"aku mencintaimu."
"sungguh sungguh mencintaiku ?"
"kukira memang begitu, sungguh sungguh mencintaimu." lantas hawa menyandarkan kepalanya kebahu adam. burai tangisnya menetes. bersama senja yang kian padam dan malam yang memekat bersinar terang dalam kerlip bintang. hawa bahagia. dia menemukan cintanya.
"kamu tak akan meninggalkanku ?" tanya hawa, resah.
"tentu, aku tidak akan meninggalkanmu."
wajahnya berbinar memancarkan sinar. "nikahi aku !" aku ingin bahagia bersamamu. menjadi seorang istri yang baik, mendidik anak anak kita kelak, lalu punya rumah sederhana dengan segala pernak pernik warna kehidupan yang hangat. begitulah, akhirnya mereka menikah. bersama doa dan ucapan semoga menjadi keluarga bahagia.
berita tentang hilangnya adam sudah merambah kepenjuru pelosok kota. setiap pagi yang hangat para masyarakat hangat membicarakannya. bagaimana bisa adam lenyap begitu saja. seperti matahari tertelan senja. kemudian ketika mereka duduk duduk diwarung kopi, beberapa dari mereka mulai menceritakan tentang mimpinya. seolah olah mereka mengkait kaitkan dengan peristiwa hilangnya adam. seseorang mengatakan, beberapa hari yang lalu sebelum adam hilang, dia bermimpi melihat bulu bulu putih berjatuhan dari langit. entah bulu apa itu, seperti bulu angsa tapi sepertinya bukan. lalu setelah itu jatuh menyentuh tanah dan musnah. seseorang lagi mengatakan tentang mimpinya yang melihat beribu ribu kupu kupu terbang mengelilingi adam dan tiba tiba lembut sayapnya yang indah lepas berjatuhan. yang lain mengatakan bahwa ia melihat adam dan hawa berjalan bergandengan ditaman seperti surga yang penuh bunga. "dan kau tahu...," seseorang berkata, "adam menyapaku dipagi itu. menanyakan bagaimana kabarku. dan kujawab, kalau aku baik baik saja."
mimpi mimpi bermekaran. seolah olah mimpi mimpi itu menjadi obat penghilang duka. mimpi mimpi itu menjadi kisah kisah ajaib. kisah kisah yang mereka yakini tentang jawaban bagaimana adam bisa hilang. sudah dua minggu lebih hawa menanti jawaban itu. keluarga yang resah. para masyarakat yang gundah.
lalu terdengar dimedia kalau adam ditemukan. tapi jasadnya sudah tidak bisa dikenali lagi. seorang nelayan yang sedang menjaring ikan mengaku melihat adam terbang kebingunang melintas diatasnya. lalu beberapa hari setelah itu bagian bagian tubuh adam ditemukan. berserakan. heran, bagaimana ceritanya adam bisa menjadi seperti itu. tangan dan kakinya entah kemana. kepalanya juga entah kemana. bahkan tubuhnya juga belum bisa dipastikan ada dimana. hanya sepasang mata yang ditemukan terdampar dibibir pantai. hawa sangat mengenal sepasang mata itu. bening seperti kaca penuh kenangan. ada cerita. ada cinta.
ramalan cuaca mengatakan. langit seperti mayit. morat marit.
11:14 Posted in Narasi | Permalink | Comments (21) | Email this
11 January 2007
rt 2 rw 5
saya ngga sadar kalau sebenarnya saya ini sudah menjadi seorang kepala keluarga. undangan perkawinan, undangan rapat rt, dan ajakan tetangga saya untuk mengikuti ronda disetiap malam rabu dan malam sabtu. ketua rt saya bernama pak tapip riyadi. dia sudah menjabat menjadi ketua rt kurang lebih empat tahun. menjadi ketua rt tentu saja sangat membanggakan. selain menjadi panutan para warga, dia tentu saja menjadi terkenal dikampoeng. dia sangat hapal dengan semua warga. dari gang satu sampai gang tiga. mungkin kurang lebih lima puluhan KK. bahkan dia juga hapal bagaimana sifat sifat per orang yang berbeda beda. umurnya masih tergolong muda. sekitar kurang lebih empat puluh tahunan. kakaknya seorang guru. namanya ibu sri lestari. dulu waktu saya masih TK, dia mengajarkan saya menggambar dan menulis. kadang jika saya nakal, tak segan bu lestari langsung melaporkan ke ibu saya. pernah suatu kali saya meminta roti dari seorang teman. karena tidak diberikan lantas saya memukulinya. kemudian ibu lestari marah marah dan menghukum saya.
ditempat saya tinggal dulu, ada sebuah kebun kosong yang terletak digang dua. setiap sore jam tiga saya kesana bersama teman teman. manjat pohon, main kelereng, petak umpet atau pergi bersama kesawah kampoeng sebelah mencari kodok. sesekali menghadang truk pengangkut tebu lalu berlarian mengejar, memanjat dan mencabutnya. sekarang kebun itu masih kosong. tapi anak anak sudah tidak ada lagi. mereka sibuk bermain internet atau bermain playstation. hanya rumput, ilalang dan benalu yang tumbuh memenuhi kebun itu.
lalu ada seorang warga bernama pak slameto. dia teman baik ayah saya. pensiunan ABRI. umurnya mungkin sudah tujuh puluhan tahun. sebenarnya orangnya baik, tapi karena tidak banyak bicara, jadi waktu kenal pertama kali mungkin kesannya sombong. dua tahun lalu dia masih menjabat ketua rw 05. yang sekarang sudah dilengser sama mas nanung warga rt 03. tapi memang karena faktor usia dan sudah lelah hingga kedudukannya digantikan. pak slameto sering mampir kerumah saya. kadang dia sering ngobrol dengan ayah selama berjam jam. ngerasani si a si b. entahlah mungkin itulah sifat orang jawa. jika sudah jagongan, rasanya kok sampai lupa waktu.
lain lagi dengan pak wardjono. dia tetangganya pak slameto. rumahnya sebelahan. tapi penyakitan. kalau batuk lama sekali, ngga henti henti. ada yang bilang karena radang paru parunya. ada yang bilang tenggorokannya pecah. pokoknya nggilani. serasa mau ngeluarin dahak. riak. mungkin kalau sudah tertumpah ditanah yang keluar malah lintah atau binatang bintang melata. wah, susah sekali untuk menjabarkannya. bahkan darso, pedagang es keliling yang sering mondar mandir nyetorin es dikantin sekolah, kalau lewat didepan rumah pak wardjono pasti bilang "ben modiarrr." ya, saya jadi ingat waktu kecil bersama teman teman sepermainan sering menggoda darso. lantaran dia belum sunat, lantas kita sering menyorakinya berulang ulang. "darso tetak'i,...darso tetak'i." lalu kami pun dikejar kejar sampai berlarian keliling kampoeng. sebenarnya darso orangnya waras, tapi karena dia sudah tidak punya apa apa, sering tidak mandi, bahkan sampai sekarang dia juga belum sunat, maka dia dianggap wong edan. tapi walau begitu dia masih sehat, masih sholat jamaah dimasjid, dan masih berjualan es keliling.
lain darso, lain dengan kartono. seorang pemuda yang waras tapi stres. dia orangnya grapyak. mudah akrap dengan semua orang. tingkahnya yang lucu tapi wagu. kadang membuat tertawa. pernah pada suatu hari dia lewat depan rumah saya sambil ngos ngosan. kelihatannya seperti habis berlarian. saya bertanya kenapa dia ngos ngosan ngga karuan seperti itu. "kui lho mas, helly'i asu..., mosok aku dioyak oyak." saya pun terheran heran. "sek sek... helly sopo ?" sambil megap megap dia jawab "itu lho...helly anjinge pak agus." sebenarnya saya tertawa tapi kok njengkelke. ""lha helly kui nyet asu kok mbok pisui asu ? kudune mbok lok'e wedus opo kadal.ha...ha...ha..." begitulah kartono. setiap dia bikin ulah pasti yang ngga ngga.
lalu setiap malam rabu kliwon. ditempat saya selalu ada kroncongan. pak gesang atau bu waldjinah kadang datang memeriahkannya. setidaknya kalau mereka tidak datang, tetangga kampoeng yang datang. pak slameto dan pak wardjono ngga pernah absen. walau punya penyakit batuk, kadang pak wardjono ikut menyanyi. lagu kroncong tempo dulu dia masih hapal. maklum saja, dia pernah mengalami jaman penjajahan. saya bersama aurel hanya laden wedang, singkong rebus, dan jenang sambal goreng sebagai makanan penutup.
begitulah cerita singkat dikampoeng yang saya ingat. kehidupan dalam bertetangga ternyata sangat menyenangkan. benar benar indah. saya berharap keharmonisan ini bisa terjalin selamanya. damailah rt, damailah rw, damailah indonesia.
15:20 Posted in Cerita | Permalink | Comments (27) | Email this
09 January 2007
bunga
tiba tiba saja aku menjelma menjadi bunga. entah bagaimana ceritanya. mungkin sudah waktunya. atau mungkin memang sudah sepantasnya. mungkin juga kutukan. aku sangat menyukai bunga. dihalaman belakang rumah aku tanam beberapa bunga. seperti mawar atau melati yang aku sirami setiap pagi. bahkan aku membayangkan, alangkah indahnya menjadi bunga. bebas dan lepas dari segala beban. menebarkan harum wanginya lewat hembusan. bunga begitu sangat mempesona. lebih indah dari pelangi, kataku. warnanya bermacam aneka rupa. apalagi jika terkena bias sinar matahari. kemilau cahaya bunga sungguh sangat sempurna. rasanya ingin kupetik setangkai bunga itu. kutaruh dalam vas sebagai pengharum ruangan.
tapi itu tidak mungkin. aku tidak mau memetik bunga demi sebuah kesenangan. aku paling tidak suka dengan pemetik bunga. menyakiti bunga. mengambil paksa seperti pemerkosa. mereka hanya mengambil bunga untuk dinikmati keindahanya atau dimasukkan kedalam sebuah tabung kaca dan menjualnya. mereka bukan manusia pecinta bunga. mereka bukan manusia yang mengerti akan sebuah keindahan. mereka pembunuh. dan jika mereka membeli bunga dengan harga ratusan ribu. mereka hanya pamer kekayaan. mereka mengatas namakan cinta dengan seikat bunga. mereka membeli cinta. "maukah kamu mencintaiku sampai nanti maut memisahkan kita." sungguh, benar benar manusia yang celaka.
aku percaya, bunga yang membuat dunia ini indah. dan jika banyak bunga yang musnah menghilang karena dijarah para manusia, mau jadi apa dunia ? sungguh suatu tempat tanpa rupa. seperti neraka.
suatu malam disebuah taman kota, bersama purnama yang mengapung dalam genangan sisa sisa hujan yang turun menghujam. sesekali memudar karena getaran. terlihat diujung taman lampu lampu yang sedikit redup mati menyala menambah suasana romantis yang atis. sungguh malam itu adalah suatu malam yang kusyu'. terlihat beberapa kupu kupu menghampiriku. terbang kesana kemari dengan sayapnya yang warna warni.
yang warna jingga dengan goresan tipis perak melintang bernama rhesya, yang warna nila terbang tak tentu arah bernama sisca, yang warna hijau dengan larit larit warna biru langit bernama tari, yang bersayap besar warna ungu bernama wahyu, yang legam bergaris garis hitam terbang dengan pernuh keraguan bernama aris, yang kuning langsat semilau mentari bernama windri, yang warna kelabu tanah kecoklatan bernama vera, yang putih polos seperti peri bernama fitri, yang merah transparan bernama kenny, dan semakin banyak lagi.
mereka berhamburan menyerbu kearahku. berakena ragam jenis dan rupa. bermacam nama mereka punya. inilah dunia yang paling syahdu. betapa indahnya menjadi bunga. sungguh bahagia. dikelilingi ribuan kupu kupu yang memahkotaiku. bila melihat mereka bicara dan tertawa, sirna sudah segala pilu. hingga aku menginginkan waktu ini membeku. seolah olah mereka menemukan sebuah surga baru yang penuh dengan madu. sungguh, dengan ini aku hanya bisa mencintaimu. hanya itu.
12:28 Posted in Narasi | Permalink | Comments (22) | Email this
08 January 2007
berdua saja

15:07 Posted in Note | Permalink | Comments (22) | Email this
06 January 2007
tamasya
waktu aku sekolah dulu. setiap liburan akhir cawu. bersama teman dan guru guru, selalu saja mengadakan tamasya. keliling kota. melihat pemandangan desa. pergi kepantai melihat senja. lalu sesekali melihat bangkai bangkai peninggalan sejarah yang tertelan oleh jaman yang hampir terlupakan.
kini segalanya berubah. hal hal seperti itu sudah tidak ada lagi. bersatu dengan alam atau apalah namanya. kini tamasya kita beda. temanya sudah mengacu kepada kemanusiaan. yang katanya kita harus prihatin pada negeri ini yang telah bertubi tubi didera bencana. kita juga harus peduli kepada sesama. bukankah kita manusia adalah sama sebagai makhluk ciptaan Tuhan.
tujuan pertama kita diaceh. kota ujung. bisa disebut sebagai serambi mekah. yang beberapa tahun lalu disapu gelombang tsunami. tujuan kedua yogyakarta. salah satu kota batik. atau kota pelajar. tepatnya didaerah bantul yang terkena gempa. tujuan ketiga porong yang tak kalah menariknya. sebuah daerah yang terendam lumpur panas yang sampai sekarang tidak pernah tahu bagaimana penyelesaiannya.
kami datang ketempat tempat itu. tak lupa kami membawa segala sesuatunya. layaknya orang tamasya. kami membawa bekal makanan supaya tidak kelaparan diperjalanan. kami membawa kamera untuk mengabadikan atau merekam segala penderitaan mereka. kami juga membawa bingkisan berupa ucapan turut berduka cita atas apa yang telah mereka lalui. kehilangan teman. kehilangan keluarga. atau kehilangan tempat tinggal. lalu mereka semua mengucapkan terima kasih. mereka semua menyambutnya dengan suka cita. melonjak lonjak bahagia. tertawa tawa. mereka mengajak kami keliling melihat lihat. menceritakan kisah sedih mereka. lalu kami hanya terdiam dan seolah berpura pura menjadi psikolog gratisan. sesekali mereka mengajak kita berfoto foto. mereka bergaya, berpelukan mesra, dan tersenyum dibalik puing puing rumah yang berserakan.
tamasya yang sungguh menyenangkan. bahkan ini sudah menjadi sebuah kewajiban kita. apalagi pas hari itu juga ketika bencana datang melanda, banyak orang pergi tamasya. lebih tekesan manusiawi. datang melihat sebuah kehancuran. mayat mayat yang mati tenggelam, mati tertindih bangunan, atau melepuh terbakar lumpur yang menyembur. ketika bencana datang. kita melihat tangisan. kita melihat kesedihan. mungkin terlalu sering dan bosan kita melihat kesenangan. sekali lagi perlu digaris bawahi kata kata melihat.
jadi jika kalian ingin bertamasya. jangan keliling kota. jangan melihat pemandangan desa. jangan pergi kepantai melihat senja, atau melihat bangkai bangkai peninggalan sejarah yang tertelan oleh jaman yang hampir terlupakan. lupakan tempat tempat indah itu. ikutlah bersama kami. melihat kepedihan. melihat airmata.
nb : oh ya, besok kita akan bertamasya menyebrangi laut. mendaki gunung. acaranya mencari jelak pesawat yang hilang. ada hadiah jika kita berhasil menemukan. mau ikutan ?
09:50 Posted in Cerita | Permalink | Comments (26) | Email this



