« ini gawat ! | HomePage | putus asa »
05 February 2007
ini gawat !
"bencana terus menerus melanda negara indonesia. terakhir kali banjir dikota jakarta menyebabkan banyak warga mengungsi, sambungan listrik putus, ribuan rumah terendam, serta beberapa dampak buruk lainnya. untuk itulah sebagai warga negara ini kita harus ikut berperan aktif didalamnya. mulai dari hal yang kecil misalnya menjaga kebersihan dilingkungan sekitar kita. atau bekerja bakti bersama menanam bibit pohon yang nantinya berguna sebagai wadah penyerapan air. nah coba anak anak, mengapa bencana alam seperti banjir bisa terjadi ?" seorang guru bertanya kepada murid muridnya.
banyak dari mereka yang tidak mengetahui bagaimana bencana alam seperti banjir bisa terjadi. dan kebanyakan dari mereka hanya bisa menjawab karena hujan turun tak henti henti maka banjir datang menerjang. hingga orang orang mengungsi menyelamatkan nyawanya atau ada yang bertahan dirumah karena harta bendanya takut dijarah. seorang murid berbisik bisik dengan teman sebangkunya. mungkin Tuhan sedang sedih, karena itu dia tak berhenti menangis. "Tuhan tidak bisa sedih, karena Tuhan sudah mati!"
suasana langsung terdiam. ketika anak berkata seperti itu. seakan akan waktu berhenti. bagaimana bisa bocah berusia 10 tahun itu mengatakan Tuhan sudah mati. negeri kami sebenarnya sebuah negeri yang aman dan tenteram. pemerataan pembangunan disegala bidang. teknologi mengalami kemajuan yang pesat. bahkan jarak semakin tidak ada artinya. sekalipun negeri kami dilanda krisis ekonomi, para penguasanya dilanda krisis moral dan warganya dilanda krisis tidak percaya, kami masih bisa bertahan hidup. bencana alam yang datang kami hadapi dengan penuh rasa syukur. masalah demi masalah yang belum selesai kami tunggu jawabannya dengan sabar. bahkan ketika harapan sudah musnah kami relakan. kami masih mencintai negeri ini. kami tidak bisa menyalahkan siapa siapa. sebab tidak ada yang menginginkan hal ini terjadi. tapi ketika anak berkata Tuhan telah mati. kami jadi sedih. bagaimana bisa ? seolah olah kami ini tidak mempunyai rasa syukur. tidak mau menerima cobaan hidup yang diberikan dan tidak mau sabar dalam menghadapinya.
bocah itu bernama anak. seorang anak yatim yang kini tinggal bersama ayahnya seorang pensiunan pegawai negeri yang kini telah sakit sakitan. hidup anak sangat keras. dikota besar seperti ini sepulang sekolah anak menjadi penyemir sepatu yang mangkal dihalte bus. sedang dihari minggu pagi biasanya anak menjual koran eceran. hasilnya sebagian buat makan sehari hari sebagian buat uang tambahan sekolah.
"tapi bu, Tuhan memang sudah mati kan ?" kalimat itu keluar lagi dari mulut anak. sekitika ibu guru anak marah. seolah olah dia gagal mendidik muridnya. tak henti hentinya ibu guru membentak bentak bocah berusia 10 tahun itu. disuruhnya anak berdiri didepan pintu kelas sampai pelajaran selesai. sejak saat itu anak menjadi bual bualan teman temannya. semua temannya menjauh. tapi lebih sering mengejeknya anak durhaka, anak murtad, anak kafir, anak gila, atau anak haram. anak hanya bisa menangis sambil berteriak kalau dia bukan anak durhaka, anak murtad, anak kafir, anak gila ataupun anak haram. merasa tidak terima anak memukul teman yang mengejeknya itu. kepalanya dibentur benturkan kelantai sampai berdarah sementara dia terus berkata kata bahwa dia bukan anak durhaka, anak murtad, anak kafir, anak gila ataupun anak haram.
orang tua korban merasa tidak terima. dia ingin menuntut sekolah karena tidak becus mendidik muridnya hingga terjadi hal yang memalukan seperti itu. sambil terisak menangis anak hanya bisa membela diri. "saya kesal pak, saya terus diejek. apa salah saya hingga mereka mengatakan saya anak durhaka, anak murtad, anak kafir, anak gila atau anak haram." lalu kepala sekolah berkata "siapa yang bilang kepadamu kalau Tuhan sudah mati ? siapa yang mengajarimu kata kata seperti itu ?" kemudian anak mengusap air matanya, "tapi Tuhan memang sudah mati, seperti emak, sudah mati..." sementara guru guru yang lain hanya bisa menggeleng gelengkankan kepala sambil mengelus dada.
Tuhan sudah mati. kalimat itu sudah menyebar kepenghujung negeri kami. semua orang tua melarang putra putrinya bergaul dengan anak. karena anak dianggap mengalami gangguan jiwa. bagaimana bisa manusia mengatakan Tuhan telah mati. terlebih lagi kata kata itu keluar dari seorang bocah berusia 10 tahun. kami sendiri tak habis pikir. beberapa warga masyarakat menyarankan bocah itu dibawa kerumah sakit jiwa untuk penanganan lebih lanjut. dan beberapa ada yang menyarankan untuk dibawa kedukun karena dianggap sudah kemasukan setan.
semuanya terdiam, kemudian anak berdiri dari tempat duduknya sembari berkata "kata bapak, emak sudah beristirahat dengan tenang, tinggal bersama Tuhan disurga,...surga itu kan tempatnya orang mati pak ?" sambil menahan tangis teringat ibunya yang meninggal beberapa tahun yang lalu karena tersengat aliran listrik waktu banjir datang menenggelamkan rumah mereka.
*) ps : walau bencana musibah bukan lagu, tapi yakinlah badai pasti berlalu.
15:05 Posted in Narasi | Permalink | Comments (21) | Email this
Comments
kapan ya tepatnya, smua akan berlalu itu? huks.
Posted by: devishanty | 05 February 2007
Mengapa negeri yang aman tentram ini berubah menjadi negeri penuh bencana??
*Ya.. mungkin saja Tuhan menangis..*
Posted by: Rara | 05 February 2007
tuhan sudah mati? wow...bagus nih kalimatnya. cukup mewakili keluguan si bocah, sekaligus terasa pahit ya? duh!
Posted by: venus | 05 February 2007
bukan salah si anak kl sampe dia ngomong "Tuhan sudah mati " karna si bpk makek perumpamaan kl Emaknya ada di sisi Tuhan yg kemudian mbikin Anak mikir kl Tuhan sudah mati....
tapi aku percaya... Tuhan itu ada dan slalu merhatiin kita umatnya... dan Ia ga pernah tidur walo sesaat.... semua bencana yg datang untuk menguji kita umatnya *kok jadi sok ceramah gini ya???* kaburrr
Posted by: Kristin | 05 February 2007
memang gawat !!
mungkin pendidikan yang sudah mati, mat...
Posted by: lita | 06 February 2007
Tuhan lagi kecewa nak...kecewa akibat para pendahulumu, pemimpinmu yg lebih mementingkan ego mereka drpd ego anak2 seusiamu...
Posted by: kenny | 06 February 2007
dari ceritamu,
aku akan mendidik anakku dengan baik*semoga aku mampu* dan aku akan benar2 berkata sejujurnya terhadapnya...
semoga badai ini memang cepat berlalu...
Posted by: mei | 06 February 2007
ta, rumahku ikut kebanjiran..walopun cuma semata kaki yang masuk rumah, tapi 3 hari gak bisa kemana2 T_T
badai sih sudah berlalu, tapi masih menyisakan banjir...
Posted by: korban banjir | 06 February 2007
banjir di mana2 engga cuman di Indo...inilah bukti kalo lapisan ozon emang udah bolong2...
mudah2an tabah bagi yang kena bencana banjir, ikut prihatin...
Posted by: Tiwi | 06 February 2007
badaipasti berlalu ta, tapi banjir pasti berulang lagi...tradisi ini semakin intens tahun ke tahun...
sedih? tangispun tak guna lagi kurasa!
yg perlu adalah bangun dari mimpi
jangan mengharapkan pemimpin atau wakil rakyat yg MEMANG tak bisa diharapkan...
Posted by: meiy | 06 February 2007
Mata, aku setuju! Seberat apapun badai itu, cepat atau lambat badai itu pasti berlalu, yang kita perlukan hanyalah kesabaran untuk menunggu badai itu reda.
Posted by: rinnie | 06 February 2007
ya banjir akan kering .
Posted by: meli | 06 February 2007
seperti Tuhan, kadang-kadang
surealisme itu... gaib
surealisme itu tinggi
seperti banjir, kadang-kadang
Posted by: RhoMayda | 06 February 2007
semoga jakarta diberi ketbahan & kesabaran menghadapinya...
Posted by: mr.cappuccino | 07 February 2007
Dah surut kan...... tinggal apa lagi yack yang menyusul? *siap2 sabar n tabah.
Posted by: n | 07 February 2007
hm, tuhan sudah mati? tuhan tidak bisa mati? siapa yang mengerti?
Posted by: dewi | 07 February 2007
enggak Ta...
enggak gawat kok..
seperti kata kamu "walau bencana musibah bukan lagu, tapi yakinlah badai pasti berlalu."
jadi yaaaa...getu deh @#$%!
Posted by: tatari | 07 February 2007
wekekeke.... na juga ampe deg2an... baca anak itu bilang "Tuhan sudah mati" oalaaaah.... *wayah!*
mudah2an badai akan segera berlalu ya ta!
*sedang.pusing.com
Posted by: Kana | 07 February 2007
Saya juga sedang berusaha untuk yakin....
Posted by: de | 08 February 2007
halo mataaa...yakinlah apa yang dkatakan rudiii...oh salah ya? yaitu td Mat, ykinlah badai pasti berlalu. dan badai pasti berlalu sekarang ada filmnya loo....yg main Winky Wiryawan.
Posted by: tyka82 | 09 February 2007
Indonesia bukan kena musibah melulu. Sebelum bilang "ketimpa" "kena", perlulah lihat ke cermin. Gimana bencana tidak datang, seperti diundang, kalau masyarakatnya secara keseluruhan tidak ada kesadaran akan lingkungan. Yang berpendidikan tidak peduli, yang tidak berpendidikan, tidak tahu apa yang musti dilakukan. Di negara2 lain, masyarakat kecilnya diajari untuk cinta lingkungan, apa yang diambil dari bumi, harus dipulangkan kembali.
Keseimbangan harus dijaga, kebersihan harus terjadi, paling utama, kesadaran bahwa bumi Indonesia bukanlah hanya untuk diexploitasi oleh manusia yang berdiri di atasnya, tapi juga harus dirawat.
Selama kesadaran tidak ada, jangan katakan bahwa Tuhan menangis atau Tuhan sudah mati, melainkan manusia ciptaannya tidak pernah tahu terima kasih.
Posted by: kisah | 10 February 2007
Post a comment