« ndoro togog | HomePage | blogger »
27 February 2007
ndoro togog
-- "katanya dulu gedung MPR-DPR RI penuh mahasiswa, mendobrak pagar, memenuhi halaman depan, tangga, teras, bahkan sampai atap. mereka mengibar ngibarkan sang saka merah putih, sebagian membawa spanduk bertuliskan REFORMASI, berteriak garang membakar langit." kata ponakanku bercerita tentang pelajaran sejarah yang kemarin ibu guru sampaikan disekolah.
-- "memang benar, dulu para pemuda berjuang. bahkan tidak hanya pemuda. mereka ingin mendapatkan apa yang mereka inginkan. kejujuran, hukum yang harus ditegakkan, serta menginginkan REFORMASI." kataku.
-- "apa yang mereka lakukan omm ?"
-- "apa saja, berteriak teriak didepan gedung MPR-DPR RI seperti yang kamu bilang tadi, membakar rumah, menjarah pertokoan, membobol mesin ATM, bahkan ada yang memperkosa." kataku.
-- "ahhh,..omm mengada ada, ibu guru tadi tidak menjelaskan bagian itu. omm bohong ya ?" katanya sambil mengerutkan dahi.
-- "tidak, buat apa omm bohong, memang itu yang terjadi di negeri ini pada waktu itu, bahkan kamu sendiri belum sempat melihat apa yang terjadi karena kamu masih kecil. begini ceritanya, selalu saja musibah melanda negeri ini. terjadinya kenaikan harga sembako dan naiknya harga BBM yang drastis membuat para warga masyarakat kalang kabut. krisis ekonomi yang sangat parah terjadi. katanya disebabkan karena hutang yang telah menumpuk dan banyak terjadinya praktek korupsi yang dilakukan para pejabat dinegeri ini. mereka yang mengaku para pemuda atau mahasiswa turun kejalan. berteriak teriak menginginkan keadilan. suasana sangat kacau, bahkan sering kali terjadi bentrok antara aparat dan pemuda hingga tak sedikit menelan korban luka luka dan beberapa ada yang meninggal. mungkin tidak terima karena ada rekan seperjuangan yang meninggal, solidaritas para pemuda makin menggila. penyampaian aspirasi bukan lagi membawa spanduk tapi membawa parang dan pedang, balok kayu dan batangan bambu, bahkan ada yang membuat bom rakitan dari botol kecap yang diisi dengan bensin. jika massa mulai beraksi, aparat melemparkan gas airmata. mereka bilang gas asu. lalu bentrokan terjadi. entah bagaimana hal ini bisa terjadi. ada yang bilang karena ulah provokator. ada yang bilang memang seharusnya ini terjadi. harus ada yang dikorbankan." kataku.
-- "jadi mereka ingin REFORMASI ya omm, seperti penurunan harga ?"
-- "ya,... seperti itulah contohnya."
-- "kalau harga sudah turun ?"
-- "ya menuntut yang lain, menyuruh para togog mengadakan sidang istimewa, lalu mengganti dengan yang lain. itulah jalan REFORMASI." kataku.
-- "mengganti togog dengan apa omm ?"
-- "ya dengan semar kalau bisa."
-- "apa hubungannya togog dengan semar omm ?"
-- "jadi kamu ngga tahu togog ya lee, togog itu saudara satu perut dengan semar. hampir mirip semar cuma mulutnya terlalu lebar karena rakus makan gunung hingga sobek sampai telinga. kamu tahu semar kan ? salah satu tokoh punakawan yang paling bijaksana, yang paling berpetuah dan sabar. nah, kalau togog itu kebalikan dari semar. togog itu suka menghamba yang selalu dijadikan budak dan penunjuk jalan para raksasa. karena yang namanya ndoro togog ini suka menghamba para raksasa yang lalim, maka sifatnya pun menjadi lalim. suka maling, suka bohong, dan tidak setia. ya pokoknya semacam itulah."
-- "memang sekarang sudah tidak ada togog ya omm ?"
-- "nah itu dia, celakanya kok ndoro togog ini makin banyak ya, hahaha..."
semua orang dalam rumah tertawa. kopi hangat buatan aurel tak terasa sudah dingin. sementara hujan diluar masih deras turun membasahi.
-- "kalau dipikir pikir pak RW disini juga togog lho lee." kata bapak. begitulah aku memanggil ayahnya aurel dengan sebutan pak.
-- "masak sih pak ? kok bisa ?" tanyaku penasaran.
-- "ya begitu itu, orangnya ngalor ngidul, omongane mencla mencle. karena disini jalannya sudah rusak, kemaren itu ada bantuan dari pemerintah berupa uang 9 juta. bukannya langsung dilaksanakan tapi malah duitnya dipakai dulu. warga kan ngamuk ngamuk. ada yang bilang RW ra teges, ngawur, dsb dsb... karena risih dia langsung menentukan keputusannya sendiri. nyewa pemborong untuk ngaspal jalan yang rusak itu. lebih ngawurnya lagi kok ya ndak ngadain kumpulan bareng buat membahas masalah itu ? belum lagi dulu waktu gempa. disini yang rumahnya ambruk gara gara gempa kan ada dua. pemerintah memberi uang santunan yang dititipkan oleh ketua RW berupa uang sebanyak 5 juta. kasusnya sama, duitnya dipakai dulu. apa ngga togog kalau begitu itu ? tapi ya akahirnya dibagikan juga. yang katanya uang 5 juta itu untuk rumah ambruk @ 1.5 juta sisanya untuk warga yang lain."
-- "kalau gitu sama saja pak." kata mas slamet kakak aurel. "mereka yang rumahnya ambruk karena gempa dikasih santunan dana 4 juta per KK. lha otomatis yang ngga terkena gempa pada iri. pasalnya itu duit 4 juga tidak untuk membangun rumah. tapi malah dibelikan sepeda mini, kambing, tv, bahkan ada yang buat kredit motor."
-- "wahh... sampai kredit motor mas ?" kataku
-- "lha iya, wong tahap kedua bantuan dana akan diberikan sebanyak 11 juta per KK. tapi kemarin itu ada yang iri trus menghubungi pihak yang membagikan dana itu. nah terus dicek apa uang 4 juta itu sudah untuk membangun rumah yang rusak apa belum. mendengar mau ada inspeksi tetangga tetangga yang kedapatan duit itu bingung. ada yang ke toko besi beli gembok kunci tapi minta nota kosongan, trus diisi sendiri notanya, semen 20 sak. ada yang ngisi cat tembok 10 liter. wes,.. neko neko."
-- "lha nek kaya gitu togognya siapa ?" sela aurel yang dari tadi cuma ikut mendengarkan saja.
-- "lha mbuh,...yang jelas mereka yang tidak mendapatkan dana bantuan pasti iri. ada yang laporan seperti tadi. ada yang maki maki menyumpah serapahi." tambah mas slamet.
-- "nyumpah gimana mas ?"
-- "ya nyumpah. awas, besok nek ada gempa lagi ngga mungkin tak tolongin, ben modar."
-- "apa orang hidup itu ya betah kalau lihat bangkai ?" kata bapak.
-- "lha ya, namanya juga ndoro togog ya kayak gitu pak." kataku.
15:15 Posted in Cerita | Permalink | Comments (16) | Email this
Comments
ooo baru tau aku namanya ndoro togog itu ada..hihi, wah kalau ngomongin dia mah buanyak banget d negara ini..halah khok negara, sekitar kita aja buanyakkknya minta ampun...
semoga2 kita ini harus mawas diri ta, jangan sampai jadi another ndoro togog
Posted by: mei | 27 February 2007
susah ya,
takutnya penyakitnya togog tuh menular cepet banget seperti penyakit flu burung, penyakit kebanjiran, penyakit mawut, penyakit klelep, penyakit mlarat, penyakit ra dhong, dan penyakit2 lainnya yang orang bilang gara2 yang duduk di kursi atasan sana kurang becus.
tapi semoga togog ngga beranak pinak, lha repot nanti njelasinnya ke anak cucu kita. wong togog satu dari pewayangan saja sudah nyusahin kok
Posted by: RhoMayda | 28 February 2007
entah ya...
tantangan untuk menjadi seperti semar tentu lebih berat mata...
menjadi seperti togog itu katanya si seperti "kodrat" manusia yang penuh dengan hawa nafsu dan ketidakpuasan... keinginan berkuasa agar bisa memiliki berbagai barang dan akhirnya individu untuk di-bodoh-i.....
Posted by: ancilla | 28 February 2007
tapi gak semua mahasiswa kayak gitu ta...walopun memang terkadang ada yang berubah menjadi togog ketika sudah berkuasa. aku sudah bukan mahasiswa lagi, jadi sudah tidak idealis lagi..
susah memang!
Posted by: MnX | 28 February 2007
wah Mata ingat jg tokoh pewayangan.... lah ak malah baru tau sodaranya semar tuh togog:D
ceritanay idup banget ta... :)
Posted by: Kristin | 28 February 2007
wah wah thx jadi taw togog ^_^
there's a lot of togog...dimana-mana ta...ga kehitungg..
gimana cara ngebasmi na?(Kek hama ajah dibasmi) hihihih tapi kek na dah susyahhh coz dah mengakar dari dalam diri...
mataa ga pernah visit blog kuh hikz hkzz
Posted by: ranny | 28 February 2007
aku tak turu maneh yo Mat, dadi ngelu2 moco polahe togog....
Posted by: Tiwi | 01 March 2007
Ya, Togog itu adiknya Semar ato dewa Ismaya. Konon mereka berdua pernah menggagalkan tapa Arjuna sehingga jadilah gunung Arjuno. Halah malah cerita..Maaf
Posted by: de | 01 March 2007
hehehe...jadi ngakak baca 'gas asu' :D
Posted by: venus | 01 March 2007
kalo 'perempuan' yg na ceritain itu togog juga gak? kan dy rakus ma kerjaan!! =))
Posted by: Kana | 01 March 2007
waduh ta, apa ponakanmu gak pusing diceritain ttg togog ya?! :D
tinggal milih apa kita mau jadi togo juga?
tapi begitulah realita negeri kita. aku juga br tau ttg togog, walau waktu kecil dulu juga suka baca2 cerita wayang...
Posted by: meiy | 01 March 2007
pengen ngadem disini sejenak..
tapi abis baca postingane kok malah tambah mumet..
lain kali gak usah bahas ndoro togog Ta..
bahas angelina jolie aja ato bahas gimana menjadi charming seperti dian sastro..
secara yg berkunjung kesini cewek semua
hehehehe..
Posted by: yg baekhatidantidaksombong | 01 March 2007
ndoro togog itu apaan sih? bahasa jawa?
Posted by: devishanty | 01 March 2007
@dev
kan dah dijelasin... hayoo ngga dibaca yah :(
Posted by: mata | 01 March 2007
berarti togog harus diracuni biar mati ...dan bibit semar harus dipupuk biar tumbuh sehat dong :D
Posted by: meli | 02 March 2007
sayang...virus ndoro togog lebih cespleng nyebarnya
Posted by: kenny | 04 March 2007
Post a comment