« blogger | HomePage | sejak kapan jatuh cinta dilarang ? »
02 March 2007
blogger
para blogger datang kekota kami. asap kabut putih yang merendah menandai kedatangan mereka. seperti rombongan karnaval yang berarakan pelan mengelilingi kota. seperti pelancong yang berjalan melihat lihat bangungan bersejarah tua terawat dimana setiap riwayat tergurat. anak anak menyambutnya dengan suka cita. mereka berteriak teriak kegirangan. bersorak gembira dan tak sabar ingin mendengarkan kisah apa yang akan diceritakan.
kisah kisah ajaib itu serupa dongeng yang melambungkan tinggi fantasi anak anak kota kami. entah sejak kapan rombongan para blogger itu ada. yang jelas jika mereka datang, bagikan malaikat yang menyampaikan sabda. konon katanya, merekalah rombongan tukang cerita pertama yang menemani adam ketika melakukan perjalanan dari surga menuju dunia. mereka hanya bercerita. bercerita tentang apa saja yang ingin mereka ceritakan. anak anak kota kami hanya duduk terdiam mendengarkan. kata per kata, kalimat per kalimat yang mereka ucapkan menjadi sebuah imagi yang keluar dari mimpi. hingga bisa terlihat seperti nyata adanya.
ada baiknya akan saya ceritakan dulu tentang anak anak dikota kami. mereka semua, anak anak itu sudah terkontaminasi dengan perkembangan teknologi, anak anak itu sudah melupakan adat istiadat, anak anak itu sudah melupakan unggah ungguh, tata krama, atau sopan santun. dikota ini biaya sekolah sangatlah mahal. istilah istilah pendidikan juga sudah mulai diganti. dari taman kanak kanak menjadi kindergarten, dari sekolah dasar menjadi elementry school, dan begitulah seterusnya. mahalnya pendidikan sekolah dikota kami menjadi gaya hidup kebanggaan para orang tua. semakin mahal tempat anak mereka sekolah semakin bangga mereka bercerita kepada tetangga. ada harga tentu saja ada barang. sistem pendidikan yang diajarkan juga semakin maju. pengenalan teknologi sedini mungkin atau penggunaan bahasa asing sehari hari sudah menjadi pokok kurikulum yang harus disampaikan.
mungkin karena majunya anak anak belajar hingga mereka menjadi hebat dan akhirnya mereka melupakan yang namanya sopan santun. anak anak lupa bagaimana status mereka yang sesungguhnya. tidak sedikit dari anak anak dikota kami melupakan adat istiadat itu. cara berbicara dengan orang yang lebih tua, cara mereka berterima kasih, dan hal hal yang lainya. mereka lebih bersikap individu. mereka tidak mau berteman dengan anak kampoeng yang mungkin IQ dan pengetahuannya dibawah mereka. hingga hanya menganggap mereka anak anak yang bodoh. mereka menganggap komputer lebih menarik daripada kelereng atau mengganggap play station lebih menarik daripada layang layang.
si eneng contohnya. dia salah satu anak yang seperti itu. umurnya kurang lebih 5 tahun. biaya sekolahnya 2 juta sebulan. dan saya yakin tempat eneng sekolah adalah tempat anak anak orang kaya sekolah. karena eneng salah satu anak orang kaya. sifatnya yang suka dimanja menjadi dampak buruk baginya. semua keinginannya terpenuhi. mainan yang mahal, pakaian yang bermerk, serta uang jajan yang lebih. bahkan eneng tidak pernah bisa menghormati orang yang lebih tua. misalnya dengan memanggil nama pembantunya langsung dengan panggilan nama. bahkan dengan berteriak. begitu juga kalau manggil kedua orangtuanya. "maaa,... mamaaaaa.... maaa,... mamaaaaa.... mama dimana tho,... ya oloh,... astofilohhaadim mamaaaa,... mama'i budeg." begitulah dengan nada yang tidak fasih.
anak anak seperti ini mau menjadi jaminan masa depan bangsa ? tapi setidaknya pendidikan mereka mahal.
HINGGA akhirnya rombongan para blogger itu datang kekota ini. mereka berjumlah puluhan, mungkin ratusan. mereka berjalan menyebar. memasuki jalan jalan kota, mengitari sudut sudut kota. melewati jembatan dan dermaga, masjid dan gereja, serta gang gang yang kesepian. begitu bertemu anak kecil, langsung mereka bercerita. menceritakan kisah kisah ajaib. tentang cinta mereka, sahabat mereka, tempat tinggal mereka, atau tentang apa saja. para blogger bercerita dengan ciri khasnya masing masing. hingga membuat anak anak itu tercengang, terdiam, dan membisu.
dewi misalnya, yang suka berkisah dengan kata kata indahnya. tentang cinta, tentang selepas hujan tengah malam, sebelum sulur cahaya mekar. tentang pantai yang putih dan teluk yang jernih. tentang percik percik air yang berloncatan seperti anak belalang bertubuh terang. tentang orang orang yang takjub menyaksikan senja hingga jantung berdebar, hingga mulut bergetar bagai mengunyah acar. tentang keheningan yang tak hanya terasa begitu dekat tapi juga pekat. tentang anak anak yang rambutnya bergeraian dan bulu matanya yang lentik seakan memayungi sepasang mata bening agar tidak terkena debu debu dosa. tentang ini. tentang itu. yang membuat anak anak pikirannya melayang jauh teduh entah kemana.
ndoro misalnya, yang suka berkisah tentang dunia yang semakin tua dan hampir musnah. karena dunia yang terus menerus dilanda musibah. karena kita para manusia yang suka mementingkan diri sendiri. fluburung mengganas, banjir melanda, tsunami mendera, lumpur petaka, air bersih yang langka, anak anak terserang demam berdarah, folio, dan busung lapar karena tidak ada yang bisa dimakan. tanah, air dan udara rusak parah karena tercemar limbah. hingga membuat anak anak itu merasa penting menjaga bumi pertiwi ini. memeliharanya sampai nanti.
yati misalnya, yang suka berkisah tentang perjuangan. berkisah tentang para pahlawan. berkisah tentang negeri yang terus menerus dilanda kerusuhan. para pemuda unjuk rasa, karena pemimpinnya yang tidak benar, rakyat kelaparan dan sengsara, harga bensin melonjak tinggi sementara sembako semakin susah dibeli, pengangguran yang tak bisa diatasi, dan pikiran kita hanya disihir dengan rencana para politisi. bagaikan kenalpot motor yang meraung raung, begitulah kampanye umbar janji. kita harus terus bergerak ! kata kata itu yang menyadarkan anak anak kota kami dan menumbuhkan jiwa patriotisme yang tinggi.
tiwi misalnya yang menceritakan keluarganya, kenny yang menceritakan anak anaknya, vera yang membacakan puisi, rho yang menceritakan kuliahnya, kana yang menceritakan teman temannya, reth yang menceritakan pekerjaannya, tari yang merindukan kampoeng halaman dan beribu ribu kisah cerita para blogger itu menyebar. memberikan contoh contoh yang baik buak anak anak kota kami. anak anak yang dulunya bersikap sombong dan congkak kini menjadi lebih baik. dan lebih baik lagi. anak anak yang dulu kesepian kini bisa tertawa renyah karena bahagia bersama kisah cerita yang singgah ditelinga mereka.
setelah selesai bercerita. para blogger pergi. kembali melanjutkan perjalanan. singgah kekota lain. melintasi lembah dan gunung. menyebrangi sungai dan laut. berjalan menembus kabut. mereka tidak lagi berkumpul diresto siap saji atau berkaraoke bernyanyi dan menari. para blogger sekarang lebih suka pergi berbagi cerita. ke yogyakarta bersama anak anak korban gempa, ke pinggiran kota jakarta besama para korban banjir, ke kota yang dilanda petaka, atau lebih sering ke panti asuhan tempat anak anak terlantar yang katanya dipelihara oleh negara. mereka menceritakan kisah kisah ajaib pembangkit semangat hidup. dongeng sebelum tidur. tertawa bersama. bahagia.
11:10 Posted in Narasi | Permalink | Comments (21) | Email this
Comments
SOLO the spirit of Java !!
Posted by: tatari | 02 March 2007
hampir di berbagai tempat atau daerah sedang dilanda musibah.
Posted by: dezz | 02 March 2007
kamuflase dari sesuatu???mungkin...nobody knows
Posted by: mei | 02 March 2007
blogger yang nyeritain kuliahnya ini celelekan, ngga pernah ngumpul2, ngga pernah onlen, ngga pernah berkunjung ke tempat bencana, ngga pernah nari-nyanyi :(
Posted by: RhoMayda | 02 March 2007
ehmm.. ngeblog ituhw, sejenis pil penenang bagi saya.. hehehehe.. *tuink*
Posted by: eva | 02 March 2007
Seandainya... para blogger benar2 bisa meluangkan waktunya bersama anak anak korban gempa, ke pinggiran kota jakarta besama para korban banjir, ke kota yang dilanda petaka, atau ke panti asuhan tempat anak anak terlantar..
Ya, berat memang untuk memulai, hanya beberapa gelintir saja yg benar2 peduli..
Posted by: Rara | 03 March 2007
Ya itulah kegunaan blogging...
tempatku melepas penat dan lelahnya rasa kerja, membanting tulang, membuang keringat dan mengelap ingus (???)
blog is one of my release, my katarsis, my alter ego, en my my yg laen daahh...
Tumben nama seorang Reth tersebut dan tertulis di dalam sajak Mata ;)
Posted by: Reth | 03 March 2007
kok aku gak ikut para blogger itu ?? *meneketehe....*
Posted by: Milda | 03 March 2007
sayang belum semua orang belum tersentuh oleh internet. boro2 internet, listrik aja blm semua pelosok desa di indonesia. huhu. loh ko jadi ngomongin itu ya?
Posted by: devishanty | 03 March 2007
kisahmu menyentuh ta....sekaligus menyindir dengan telak. mmm...seharusnya, saat berbuat, bloger juga ga usah keliatan kali ya...agar tak perlu ada pamrih.
Posted by: yati | 03 March 2007
mata. dikau kalau membuat perumpaan lucu.. tp keren deh and pas bgt....xixixxixi...nge blog itu semacam sarana buat meyalurkan energi kreatif kita sekaligus menumpahkan uneg2 secara gratis dan bebas...:p
btw...keep posting
it's great..
^_^
Posted by: novie | 04 March 2007
btw ini postingan ketiga hari ini yang gua baca yang di judulnya ada embel2 kata 'blogger'-nya..
kata 'blogger' lagi in ya? bukannya udah dari dulu? :p
Posted by: rime | 04 March 2007
wah, namaku dibawa-bawa Mata hehehe.....jangan2 ada nama Tiwi yang lain hik hik...
Posted by: Tiwi | 04 March 2007
disini gi kena asap putih bener mata.....
Posted by: kenny | 04 March 2007
namaku ngga ada. ngga jadi komen wes. *ngambek.mode*
Posted by: de | 05 March 2007
aku juga gak disebut2. jothakan!! hahaha...
Posted by: venus | 05 March 2007
huhuhu, tulisan yang ndindir bangettt... pujian yang sekligus jadi beban.. klo gini, mana tega hiatus? :P
Posted by: dewi | 05 March 2007
saya cuma berusaha menyenangkan orang lain lewat blog. sesuatu yang tidak bisa dilakukan di dunia nyata
Posted by: aris | 05 March 2007
iiihhh..blognya jadi aneh..
jadi susah kalo namu..
ngetuk pintunya ampe gempor
SBnya sentimen deh *tak sobek-sobek*
Posted by: angelina jolie | 05 March 2007
how lovely...
Posted by: fitri mohan | 06 March 2007
i always love the way u nyindir mata hehehe
Posted by: meiy | 06 March 2007
Post a comment