« sejak kapan jatuh cinta dilarang ? | HomePage | benar benar gila »
07 March 2007
sejak kapan jatuh cinta dilarang ?
saya kira ini adalah musibah yang sangat luar biasa. bukan karena musibah yang sering terjadi ditengah pemerintahan bapak sudonyowo, juga bukan masalah burung yang baru saja terbakar. tapi ini masalah lain.
kalau bukan narasi, tidak mungkin bang haji jatuh cinta lagi. tapi alangkah terjejutnya saya ketika mendengarkan kalau kisah ini menjadi semakin ruwet. masalahnya para warga masyarakat sudah mulai membicarakan. dipasar, dijalan, diwarung, atau dimana saja dan sering kali menimbulkan debat kusir yang berkepanjangan. beginilah ceritanya.
"aku kok kesepian ya met, semenjak istriku pergi, apa apa selalu saja kukerjakan dengan sendiri. ya masak, ya nyuci atau urusan rumah yang lainnya. sementara anak anakku sudah dewasa dan mereka sudah berkeluarga, hingga jarang sekali berkunjung kerumah. kamu ada kenalan ngga met, ya,.. paling tidak bisa menerima aku apa adanya, tak usah cantik yang penting baik hati." kata bang haji sambil tertawa.
"wah... kalau itu saya ada ji, kebetulan orangnya cantik, wes pokoknya nanti tak mintain fotonya."
"ahhh,...tapi mana mau dia sama aku yang jelek gini, sudah tua lagi."
adalah slamet, seorang tukang becak langganan bang haji. yang selalu mengantar bang haji kemana saja dia pergi. kepada slamet lah bang haji selalu berkeluh kesah, karena mungkin bang haji memandang slamet adalah orang yang sabar, dapat dipercaya dan menjadi pendengar yang baik. setelah musibah yang menimpa dirinya, slamet hidup dengan menarik becak. anak dan cucu slamet semata wayang bekerja menjadi juru mudi jasa angkutan. anaknya untung yang menjadi juru mudi kapal, dan cucunya bejo yang menjadi juru mudi pesawat. mungkin karena slamet menginginkan hidup ini supaya beruntung jadi anak dan cucunya diberi nama untung dan bejo. dan mungkin karena nama itulah supaya kelak mereka sekeluarga tidak terkena musibah. tapi bagaimanapun juga, yang namanya musibah itu tidak ada hubungannya dengan nama. kalau sing maha kuasa bilang terjadi ya pasti terjadi. anaknya untung meninggal karena kapal yang dikemudikannya tenggelam, sedang cucunya bejo yang baru saja menjadi pilot juga dikabarkan tewas karena pesawat yang dikemudikannya menghilang dari radar yang sampai sekarang jasadnya belum ditemukan. hidup slamet kini sudah tidak bisa bergantung kepada anak dan cucunya lagi. kini slamet hanya bisa menarik becak. melanjutkan cita cita anak cucunya menjadi juru mudi jasa angkutan. maka, jika kamu berkunjung dikota saya, sempatkan kepasar kecamatan, dipangkalan becak pasti ada yang bernama slamet yang hapal seluruh jalanan kota saya.
singkat cerita akhirnya slamet bertemu dengan jeng elga. langganan baru becak slamet yang setiap pagi mengantarnya pergi kepasar. dari sinilah keruwetan cerita dimulai.
"selalu saja jeng elga kepasar naik becak saya, apa suami enggan mengantar ?" tanya slamet basa basi.
"saya ini janda kang, mana ada yang mau dengan saya. seandainya saya punya kesempatan untuk nikah lagi, mungkin enak ya kang kalau punya suami haji. orangnya pasti sabar dan saya bisa belajar agama lebih dalam."
mendengar hal ini slamet ingat percakapan dengan bang haji beberapa waktu yang lalu.
"loh loh... jeng elga ini kan cantik, pasti ada yang mau, saya punya kenalan haji lho jeng, tapi dia itu duda." kata slamet.
"siapa kang ?"
"haji oma."
"kang slamet ini sudah kelewatan, mana mau haji oma mau sama saya, dia itu kaya raya, terkenal, sedangkan saya ini apa ?"
"siapa tahu jeng, kalau jodoh kenapa tidak ?"
"sudah ahh kang, awas lho... jangan bilang siapa siapa, nanti saya malu kang."
tapi siapa sangka, semula yang awalnya malu malu akhirnya menjadi mau mau. ini dikarenakan slamet bilang ke bang haji kalau ada janda yang mau kenalan. mendengar hal itu kontan saja jiwa muda bang haji tumbuh lagi. apa salahnya kalau seorang duda nikah dengan janda. akhirnya bang haji dengan jeng elga bertemu. bagaikan laron ketemu lampu neon. entah rayuan gombal entah elusan iblis, kok ya ternyata mereka berdua bisa klop. dan saling menyatakan cinta. seolah olah seperti sepasang anak muda jatuh cinta yang dilanda kasmaran. mereka akhirnya cocok. semua warga masyarakat melihat hal tersebut. seperti saya ceritakan diawal paragraf kalau banyak dari mereka yang mempermasalahkannya. dan dari sinilah cerita menjadi semakin ruwet.
ketika siang itu slamet dihadang gerombolan warga kampung, slamet dipukuli, lalu becaknya dirusak. kalau saja slamet tidak berhasil melarikan diri, pasti slamet sudah alamat. slamet sendiri tidak mengerti kenapa dia dipukuli hingga wajahnya memar memar biru. tidak mengerti kenapa becak yang merupakan sumber nafkah penghasilannya dirusak. tidak mengerti kenapa warga masyarakat mengatainya najis, kafir, anjing,... benar benar biadab. slamet terus berfikir apa dosanya hingga warga berbuat seperti itu. apa salah jika menolong orang. menjodohkan orang. slamet melihat bang haji adalah orang yang kesepian. hari harinya dihabiskan dengan sendirian. maka sering kali bang haji bilang kepada slamet, berkeluh kesah untuk masalah yang satu ini.
"apa dikira kalau haji itu sudah sempurna, aku ini kan juga laki laki tho met, pengen hidup bahagia, ada yang menemani, ada yang ngurus, ada yang memperhatikan. tapi ya kamu jangan bilang siapa siapa met, nanti aku dikira ngga tabah....?" jelas bang haji pada suatu ketika.
lalu slamet berfikir lagi kalau mengingat percakapan dengan bang haji. apa salahnya kalau aku membantu beliau. toh hidup sebagai manusia itu harus saling bantu membantu. kita mati saja juga ada yang bantu nguburin kenapa pada waktu hidup kita tidak membantu orang. lagi lagi slamet ingat perkataan bang haji.
"bagaimana bisa bang haji minta tolong kepada slamet, apa kita kita ini sudah dianggap tidak waras, kalau soal jodoh, kita bisa carikan yang lebih baik daripada janda genit itu."
"itu akal akalannya slamet saja yang cari muka didepan bang haji, supaya dapat nama."
"memang kafir..."
"ini pasti ada udang dibalik batu, pasti ada dalangnya, kalau ngga ustad palsu yang suka niru niru gaya ustad di TV pasti kelompok pengajian kampoeng sebelah yang kalau dzikir jingkrak jingkrak. betul tidak,...? "
"betullll..."
"sudah, dikebiri saja si slamet itu, memang harus dikasih pelajaran."
cerita yang ruwet ini saya persingkat saja. akhirnya bang haji melamar jeng elga. anak anak bang haji kaget setengah mati mendengar hal ini.
"kawin ? dengan elga ? janda genit itu pak ? bapak tahu tidak siapa dia ? bapak tahu tidak dia itu anak siapa ? entah kata kata apa yang pantas buat dia. yang jelas dia itu bekas sundal. pendosa. penggoda laki laki. paling mau nikah sama bapak karena harta. yang saya herankan, bagaimana bisa bapak kenalan dengan elga ? aku sebagai anak bapak, malu. mau ditaruh dimana mukaku ini pak. pokoknya batalkan pak. kalau bapak mau cari istri lagi. saya bisa carikan istri yang baik buat bapak, yang nantinya bisa menjadi figur ibu buat saya."
jangankan bang haji, slamet saja tidak tahu menahu soal jeng elga yang katanya bekas sundal. yang slamet tahu kalau jeng elga adalah sosok perempuan yang baik dan sopan. sumpah demi allah berani disamber gelegek kalau slamet tidak pernah punya niat untuk menjerumuskan bang haji. dan sekarang slamet tahu sebab musababnya kenapa dia dipukuli dan becaknya dirusak. hingga orang mengatainya kafir. ingin rasanya slamet memaki maki jeng elga. kenapa dia tidak mau berkata terus terang kalau dia itu bekas sundal. ingin rasanya menampar wajah perempuan itu. tapi tiba tiba saja niatnya itu diurungkan. tidak tega melihat elga dengan wajahnya sayu layu karena air mata tangis.
"apakah kalau pelacur tidak boleh menikah ? apakah kalau pelacur tidak boleh bertobat ? saya sudah tobat kang, ingin rasanya saya menata hidup saya yang berantakan mulai dari awal. mungkin menikah dengan bang haji salah satu jalannya. siapa tahu dia bisa membimbing saya, banyak mengajarkan saya soal agama dan kebaikan. apa itu salah ? tapi mungkin bekas pendosa seperti saya tidak boleh diberi kesempatan lagi. jika begini ceritanya apa gunanya saya hidup. lebih baik mati saja kang..." kata jeng elga sambil terisak.
tapi bagaimanapun juga cinta. buta. walaupun beribu aral rintangan menghadang, tak peduli pasti diterjang. bang haji kawin lagi. gara gara itulah pamornya berkurang. warga masyarakat engan mendengarkan ceramahnya. enggan datang kepengajiannya. bahkan enggan mengenalnya lagi. saya kira ini adalah masalah yang sangat luar biasa. sejak kapan jatuh cinta dilarang ? begitulah keruwetan cerita ini terjadi.
10:55 Posted in Narasi | Permalink | Comments (20) | Email this
Comments
jatuh cinta itu khan indah...ndak boleh ada yang larang!!!karena itu sama saja dengan mengebiri perasaan yang sedang kembang kempisnya...apa jadinya hidup tanpa kembang kempis cinta???
lha yo dadi mayat hidup noo
Posted by: mei | 07 March 2007
ealaaahh..ternyata si kakak penggemar bang haji
cinta itu emang buta
begitu melek putus deh
Posted by: angelina jolie | 07 March 2007
kata mama, jatuh cinta itu bisa bikin batu bata jadi rasa coklat, trus garem rasa manis, kqkqkq..
cinta oh cinta, deritanya tiada akhir... *pat kay banget, hahaha*
Posted by: MnX | 07 March 2007
jatuh cinta ga ada yang bisa larang..no one...jatuh cinta itu berjuta rasaannyaa...dan benarlah kata Agnes Monica "CInta Tak Ada Logika" hheheh
Posted by: ranny | 07 March 2007
Jatuh cinta mang ga ada salah n ga ada yang bisa ngelarang na...no one...bener dah kata Agnes Monica "CINTA TAK ADA LOGIKA" hahahhahah
Posted by: ranny | 07 March 2007
jatuh cinta endak bisa dilarang, yang dilarang itu harusnya perbuatan mukulin orang sembarangan!
Posted by: Tiwi | 07 March 2007
Dunia ini tak kan ada tanpa cinta. Jadi bagaimana bisa hidup tanpa jatuh cinta.
Posted by: 'N | 08 March 2007
kok nama saya dibawa2?
Posted by: elga | 08 March 2007
di mana-mana begitulah cinta...
deritanya tiada akhir...
- Ti Pat Kai -
Posted by: rime | 08 March 2007
tragedi :(
moga bang haji dan jeng elga live happily ever after aja dah :) kek shrek n fiona :P
Posted by: meli | 08 March 2007
jatuh cinta itu anugerah & gak mungkin bs dipungkiri oleh hati yg bersangkutan, tp itu bukan berarti tidak bisa dikendalikan. mungkin klo kita jatuh cinta pd org yg salah sebaiknya hrs segera sadar diri dan memupusnya supaya bkn nafsu yg muncul.
aku kabar baik.. :)
Posted by: Bunga | 08 March 2007
thanks, oke banget narasinya tentang bang haji dan neng elga. cinta itu anugrah, tak ada yang salah dengan jatuh cinta, yang kurang tepat mungkin waktunya. salam kenal
Posted by: awi | 08 March 2007
meskipun ceritanya ruwet tapi aku asik-asik aja tuh bacanya..:D masih tetep kagum sama daya imajinasinya mata..
btw, kita emang anak-anak ya, mat...
Posted by: lita | 08 March 2007
jaid inget bukunya Dickens Great Expectation; katanya "Love is commonly reputed blind' :D
Posted by: meiy | 08 March 2007
ngga dhonglah, apa yang terjadi kalo jatuh cinta dilarang. eh, emang bisa ya? ^_^' (paan sih nih)
eniwei, jangan dilarang, bikin peraturan aja: pasang tarif. tiap-tiap pekerja (pekerja apapun) tarifnya lain-lain.
(memprihatinkan ya negara kita ini)
T_T
Posted by: RhoMayda | 08 March 2007
prasaan lom ada UU yg nglarang jatoh cinta dueh ;))
orang kok ya ada² aja.... msh suka diskriminasi... status dan kedudukan msh suka beda²in martabat org :( *bingung sendiri*
Posted by: Kristin | 08 March 2007
hmm, mungkin keadaan yang selalu membuat orang menyalahkan orang laen yang sedang jatuh cinta..
padahal rasa terlalu subjektif untuk dikaitkan dengan norma.. huhu..
klo angin ga bisa membaca
maka cinta pun ga bisa menghitung
-hayaaaahh, jadul deuh-
Posted by: eva | 08 March 2007
ceritanya komplit banget. mulai dari burung yg kebakar, burung satunya lagi ntah beneran 'terjun' ke laut atau enggak, kapal yg tenggelam, sampai gosipnya Bang Haji. Ah, mata... tulisan lo dari dulu emang top bro.. eh, emang si elga itu bekas s*nd*l ya?! tau dari mana bro?! *ups, koq ikut2an ngegosip sih* ;)
sejak kapan cinta dilarang?! sejak pak sudonyowo mimpin pemerintahan kali yah?! :D
Posted by: w@hyu | 08 March 2007
sundel bolong?? apa sundel jepit?? ^_^ hahahahahhaha
Posted by: dewi amel | 09 March 2007
sejak cinta dikotak-kotakkan oleh pengertian yang tercipta dari sempitnya otak. sejak cinta diobral kemana mana untuk tujuan apa saja.. sejak cinta ada standardnya.
Posted by: dewi | 09 March 2007
Post a comment