« 2007-02 | HomePage | 2007-04 »

31 March 2007

menulis

ada sebuah komentar dalam blog saya ini yang mengatakan kalau dia ingin bekerjasama dengan saya untuk membikin buku kumpulan puisi. katanya dia seorang anak smu yang gemar sekali membuat puisi. saya kira dia itu salah alamat. lha gimana tidak, saya ini kan bukan pujangga yang pinter bikin puisi. eee,... lha kok diminta joinan untuk bikin karya sastra yang menurut saya bahasanya susah dipahami oleh kaum manusia. saya terkejut. kenapa kok ya ngga coba coba dikirimkan kepenerbit saja, pikir saya.

setelah itu ada lagi pertanyaan dari teman saya. dan mungkin pertanyaan ini sudah berkali kali singgah kedalam otak saya. "memangnya kamu punya otak, ta ?" sindir teman saya. dia bertanya perihal bagaimana sih ta, supaya blog kita sering dikunjungi dan bagaimana sih untuk membikin sebuah tulisan yang menarik. berhubung pikiran saya sedang kacau balau. banyak pikiran. mikir banyak utang, bayar cicilan, sama mikir aurel yang tiap hari kerjanya minta pergi belanja terus. belum lagi mata saya cenut cenut karena terlalu banyak kerja bikin laporan. hingga kabur kalau baca tulisan. akhirnya jawaban saya juga ngawur. kira kira begini.

supaya blog kita sering dikunjungi dan tulisan kita juga dibaca. sebenarnya ada tiga langkah yang harus kamu lakukan :

satu. kamu sebagai seorang blogger atau pengguna fasilitas dunia maya harus mempunyai nickname. atau id yang sangat menarik. misalnya menggunakan id ndoro kakung, ndobos, venus, atau teman saya yang gila menggunakan id black_claw ( walau sebenarnya saya masih bertanya tanya, kenapa kok tidak menggunakan chicken_claw kan lebih afdol ). dengan demikian pasti akan membuat rasa penasaran orang yang melihat. siapa sih ??? tapi diantara mereka, juga banyak yang menggunakan nama aslinya. terserah saja. asalkan enak dilihat dan disapa.

dua. pemilihan judul postingan yang harus menarik. misalkan saja "JANDA TUA DIPERKOSA, 300 JUTA LEYAP" atau "NDORO KAKUNG POLIGAMI" atau "SEMALAM DIKELUHARAN" atau apapun juga yang judul itu mengundang perhatian pembaca. hingga tulisan itu memberikan daya pikat. tapi jangan lupa, isi postingan juga harus nyambung dengan judul. kalau judul sudah menarik tapi isinya ngga menarik ya sama saja.

tiga. yang pasti adalah isi kandungan dari tulisan itu sendiri. tulislah apa adanya. konsepnya harus jelas. dan jangan lupa tujuannya. tulisan itu seperti halnya sulap. pertama pledge, kedua turn, dan ketiga prestige. itulah sisi magisnya. asalkan nyambung, gaya tulisan itu bebas. boleh bernarasi dengan segala imaginasi dan perumpamaannya yang indah. boleh bloko suto apa adanya. juga boleh bersurealis sadis yang mengiris iris. yang penting ya harus jelas.

contohlah pada seniman ndoro black yang kemaren menulis tentang keindahan dimalam hari. pantulan sinar rembulannya dalam genangan air yang berkilauan. jalanan remang remang yang terlihat rapi. tapi begitu pagi datang menyapa. lihat. itu kantong plastik, itu bungkus roti, itu botol aqua, itu kondom. kemana keindahan malam itu. ya alloh... semuanya ternyata ilusi. begitulah pesan kandungan tulisannya. kalau menjaga kebersihan itu tidak semudah ucapan dalam mulut. pun menjalankannya juga susah.

tapi kata teman saya yang satu lagi.

"ngga perlu tiga hal seperti itu ta, yang pasti kamu sering blogwalking, ngga perlu baca postingan tapi sering comment ( ngga nyambung juga ngga apa apa ), tinggalin pesen di shoutbox dan bilang -ehhh aku dah update lho, mampir dan jangan lupa komennya ya ?- beres deh."

gitu aja kok repot.

08:35 Posted in Cerita | Permalink | Comments (27) | Email this

29 March 2007

berkaca

menunggu adalah salah satu hal yang paling saya benci. menunggu aurel potong rambut disalon, menunggu aurel diteras kantor tempat dia bekerja, atau menunggu aurel memilih baju dan mencobanya dikamar pas. tapi yang menyebalkan adalah menunggu aurel dandan dan berlama lama didepan kaca sambil memilih milih baju mana yang akan dikenakan. saya sempat mengambil kesimpulan, apakah semua wanita seperti itu ? tapi semoga saja aurel bukan termasuk dalam cerita dongeng anak anak yang menceritakan tentang sang ibu tiri snow white yang kita kenal sebagai putri salju yang selalu berkaca seraya bertanya, "mirror... mirror... on the wall, who’s the prettiest of all ?". kendati pada akhirnya ketika cermin berkata jujur bahwa putri salju adalah yang tercantik, nasibnya pun berakhir menjadi serpihan kaca. mungkin dari legenda itu juga pepatah ‘buruk muka cermin dibelah’ berasal. mengingat IQ saya yang jongkok, saya tetap saja bingung dengan peribahasa itu. "IQ loe kan ngga hanya jongkok ta, tapi tengkurep." sela teman saya.

saya bukan seorang yang suka memandangi wajah didepan kaca. entah mengapa kalau saya berkaca seolah olah terlihat semua keburukan atau sifat jelek yang pernah saya lakukan. "bukankah muka loe dah ancur ta ?" sela teman saya lagi.

mungkin juga saya tidak perlu takut untuk berkaca. sebab tidak ada yang harus saya takuti. orang bilang dengan berkaca kita bisa instropeksi diri. memang manusia itu tidak ada yang sempurna. selalu saja banyak kekurangan. ya kurang perhatian, ya kurang duit, ya kurang ajar. termasuk saya. ya banyak ndobos, ya banyak nggedabrus, bahkan banyak misuh misuh. apalagi kalau email sedang terkena spam. wess,... bahasa kewannya kadang keluar semua. dari rintintin sampai bajing loncat ada semua.

itulah pertanyaan yang masih ada dikepala saya. seseorang suami yang berkata kalau menjadi istri itu harus setia dan patuh, padahal dia sendiri sering main gila dengan wanita lain. seorang ibu yang memberi nasehat pada anaknya kalau bertutur kata itu harus sopan, padahal dia sendiri sering misuh misuh. atau saya sendiri misalnya yang sok tahu bercerita ini itu, padahal sebenarnya tidak tahu menahu. berbagai contoh ada dalam kehidupan kita sehari hari. mungkin dimulai dari diri saya sendiri untuk banyak berkaca.



15:55 Posted in Opini | Permalink | Comments (14) | Email this

27 March 2007

persamaan

saya benar benar dibikin ketawa sengakak ngakaknya. ketika teman saya yang gila menulis opini kalau film HARRY POTTER itu sama dengan anime NARUTO. bagaimana bisa ? beliau, yang namanya ndoro black itu sudah melakukan riset yang sedalam dalamnya untuk meneliti hal ini. celakanya, kok ya saya setuju ya dengan opini tersebut.

katanya, baik HARRY POTTER atau NARUTO sama sama mengangkat cerita dunia sihir. baik dalam HARRY POTTER atau NARUTO sama sama menggunakan mantra. dan jika menggunakan sihir, pasti mantranya akan diucapkan. cuma bedanya dalam NARUTO istilah dunia sihir dinamakan genjutsu.

katanya, baik HARRY POTTER atau NARUTO sama sama mempunyai tiga tokoh utama. dalam HARRY POTTER ada harry, ron, dan hermiony ( 2 cowok dan 1 cewek ). sedang di NARUTO ada naruto, sasuke, dan sakura ( 2 cowok dan 1 cewek ).

katanya, baik HARRY POTTER atau NARUTO sama sama mempunyai mungsuh yang tangguh beraliran ular. dalam HARRY POTTER ada voldermort yang dulu seorang sliterin. sedang dalam NARUTO ada orochimaru yang mempunyai jutsu ular.

katanya, baik HARRY POTTER atau NARUTO sama sama mempunyai tanda lahir. kalau harry ada di jidat sedang naruto ada di perut. tanda tersebut sama sama mempunyai kekuatan. kalau harry mempunyai kekuatannya voldemort sedang naruto punya kekuatan kyubi.

katanya, baik HARRY POTTER atau NARUTO sama sama mempunyai kacamata. kalau harry mengenakan kacamata sungguhan. kalau naruto mengenakan kacamata pilot.

katanya, di HARRY POTTER ada sekolah sihir. sedang di NARUTO ada sekolah ninja. latar belakang sekolah ini sama. walau gedenya sebandara soekarno hatta ( katanya ) tapi tetep saja tersembunyi dan tidak bisa ditemukan.

katanya, di HARRY POTTER ada orang bermata satu yaitu mad moody eye. sedangkan di NARUTO punya kakashi. jika kakashi berkemampuan sharingan, kalau mad moody eye lebih cenderung ke byakugan. itu dikarenakan mad moody eye bisa melihat tembus pandang.

tapi pertanyaanku black, pertanyaanku.

jika loe sebut HARRY POTTER sama dengan NARUTO, lalu gimana dengan buku harian nayla yang sama dengan ichi rittoru no namida. bagaimana dengan siapa takut jatuh cinta yang sama dengan meteor garden yang sama dengan lagi hana yori dango. bagaimana dengan ekskul yang sama dengan bang bang your dead. dan bagaimana dengan olivia yang sama dengan she's the man. bukankah itu lebih dari sekedar persamaan ??? hahahaha...

08:20 Posted in Opini | Permalink | Comments (23) | Email this

22 March 2007

venus kepada mars

(Kuala Lumpur) The Tourism Minsiter Tunku Adnan lashed out today (Mar 8, 2007) that all bloggers on the Internet are liars, out of which 80% are unemployed women.

“All bloggers are liars, they cheat people using all kinds of methods. From my understanding, out of 10,000 unemployed bloggers, 8,000 are women.”


sebenarnya ini adalah kejadian yang tidak disangka sangka. sebuah perkenalan memang seharusnya terjadi begitu saja dan tanpa direncanakan. tanpa diduga. sekalipun tidak terjadi didunia nyata. adalah dunia maya dimana mereka bertemu. dunia yang tak kasat mata. dunia yang hanya terbatas dengan layar kaca. dimana ruang menjadi semakin sempit, juga menjadi semakin menghimpit dan terjepit. inilah keisengan seorang laki laki. dengan menggunakan id mars, dia masuk kesebuah room chat yang bertema perjaka cari perawan. memang dasar lagi harinya. datang juga seorang perempuan dengan menggunakan id venus. dan inilah kisahnya.

M : masih perawan yang neng ?
V : memangnya kalau sudah ngga perawan kenapa mas ?
M : ohh ya ndak apa apa, saya cuman mau kenalan saja kok.
V : ngga mesum kan ?
M : ya ngga donk, saya ini kan manusia baik baik.
V : asl donk mas !
M : 25 m yogya dan saya ini masih perjaka. u ?
V : aku 20 f jakarta.
M : namanya siapa ?
V : duhh sepertinya panggil venus saja deh. kalau kamu ?
M : ya panggil saja mars. biar lebih klop :p
V : cari yang perawan ya mas ?
M : sebenarnya ngga juga sih, saya hanya kebelet.
V : kebelet kawin ?
M : bukan kawin, tapi nikah.
V : bedanya ?
M : kalau kawin itu gampang, yang susah itu nikah.
V : ihhh,.. mas porno pasti orangnya jelek deh...
M : lho kok tahu kalau saya jelek... dapat bocoran dari mana ?
V : biasanya kalau orang pinter ngomong pasti orangnya jelek :p
M : hahahaha,... saya ngga hanya jelek, tapi juga nakutin.
V : kayak setan donk.
M : hahaha iya kali.
V : btw aku off dulu ya mas. ada perlu soalnya.
M : ohh iya, kalau kamu kangen, kirim email aja ke mars@gmail.com
V : siapa juga yang kangen. mas aja kirim ke venus@yahoo.com
M : ok deh. hati hati yah.
V : ok, bye.
M : bye.

FROM : venus (venus@yahoo.com), SUBJECT : masih cari perawan ?, TO : mars (mars@gmail.com).
hallo mas, apa kabar ? masih inget kan ? kapan nih bisa chat lagi. kangen nih. padalal mas kan jelek, tapi kok ngangenin yah. sekarang dimana mas ?

begitulah awal pertemuan mereka. venus yang belum pernah melihat batang hidung mars. dan mars yang belum pernah melihat wajah venus. belum juga ada kesepakatan untuk kopi darat. bagaimana bisa untuk bertemu muka, satu di yogya satu lagi di jakarta. tapi kebetulan sekali, begitu menerima email dari venus, mars akan berangkat ke jakarta karena ada urusan kantor.

FROM : mars (mars@gmail.com), SUBJECT : cari kamu saja ?, TO : venus (venus@yahoo.com).
maaf, akhir akhir ini saya sibuk. benar kan kata saya. walau wajah saya jelek tapi bisa ngangenin. bagaimana kalau kita ketemuan saja. lusa saya akan berangkat kejakarta karena urusan kantor. begitu saya sampai, akan saya hubungi.

akhirnya mereka bertemu. kesan yang venus dapatkan kepada mars sungguh seorang laki laki dewasa. walau sebenarnya dibalik kedewasaannya itu tersimpan sebuah kepedihan yang sangat luar biasa. ayahnya yang baru saja meninggal. lalu dia mendapat tanggungan menjadi kepala rumah tangga. dia juga bercerita bahwa belum lama ini ibunya sakit sakitan. juga berbagai macam masalah. entah itu masalah keuangan atau masalah pekerjaan. tapi semua itu dijalaninya dengan sabar.

bukan karena terlihat laki laki yang rapuh atau iba. tapi, kejujuran dan apa adanya itu yang membuat venus jatuh cinta dengan mars. begitu juga dengan mars. karena ada yang memberikan perhatian padanya. ada yang mendengarkan seluruh keluh kesah masalahnya. dan memberikan semangat untuk hidup. tapi bukan cinta namanya kalau tidak ada rintangan dan halangan. orang tua venus mulai resah. bagaimana tidak gundah kalau melihat anak gadisnya menjalin hubungan dengan orang yang tidak jelas. mendengar orang tuanya tidak sepihak. venus marah marah. mendengar cerita itu, mars hanya menghela nafas panjang. apalah arti laki laki seperti saya. pikirnya.

bagaikan pepatah lama. datang tampak muka, pulang tampak punggung. begitulah mars. pergi meninggalkan venus tanpa jejak. menghilang begitu saja. venus patah hati. susah tidur. tidak mau makan. selalu saja memikirkan mars. pagi, siang, atau malam. mencoba menelponnya, tapi sepertinya tidak aktif.

FROM : venus (venus@yahoo.com), SUBJECT : kangen, TO : mars (mars@gmail.com).
aku tidak tahu lagi harus berbuat apa mas. sepertinya aku sudah gila. gila karena tidak ada mas. pergi begitu saja. aku kangen mas. pengen ketemuan lagi. tolong bales secepatnya email ini.

venus terus menunggu kabar dari mars. tapi emailnya tak juga dibalas. berkali kali sudah dihubungi ke nomor HPnya, tapi tidak pernah aktif. venus tetap sabar, katanya orang sabar disayang Tuhan. sesekali berdoa menanam harap. sambil membayangkan bagaimana wajah mars saat mereka dulu bertemu. sesekali juga membaca arsip email email lama. seharian, venus duduk didepan komputer. menunggu email balasan dari mars. keluar masuk dalam room chat satu ke satunya lagi. siapa tahu bertemu dengan id mars. siapa tahu bertemu dengan laki laki itu.

***

perkenalkan. namaku venus. aku seorang perempuan. kini aku sudah menikah dengan mars. seorang laki laki yang dulu aku ingini. aku bukan pengangguran. pekerjaanku seorang ibu rumah tangga. mengurus rumah. menyiapkan sarapan pagi kalau suami kerja. memasak untuk makan malam. dan segala urusan dalam rumah lainnya.

perkenalkan. namaku venus. aku seorang blogger. aku bukan pengangguran. diwaktu luang, pekerjaanku menjadi tukang cerita. bercerita tentang diriku. tentang kehidupan rumah tanggaku dan semua teman temanku. diwaktu luang, pekerjaanku membaca kurang lebih 100 updatean. untuk mengetahui cerita mereka. pengalaman mereka. lalu mengutarakan pendapat, berkomentar, berbagi dan memberi masukan. jika sempat, kalian mampir saja keblogku. dengan hangat pasti ku sambut kedatanganmu. BUZZ!!!*

*pesan dari tukang cerita : sayangilah blogger, karena mereka juga manusia. sama seperti kita.

11:30 Posted in Narasi | Permalink | Comments (23) | Email this

20 March 2007

patung



"apa itu omm..."

"itu pandawa, yang ditengah yudistira, trus bima, yang pegang panah arjuna, lalu itu nakula sama sadewa."

"kok ngga capek ya omm berdiri terus..."

"lha mbuh lee,... wong yo wes petang tahun ngadeg nang kono."

08:46 Posted in Cerita | Permalink | Comments (20) | Email this

15 March 2007

surat untuk ibu

dear ibu...

pernah pada suatu ketika aku berdebat dengan temanku tentang masalah mati. temanku berkata kalau mati itu Tuhan yang mengaturnya. sedangkan aku berpendapat sebaliknya. mungkin karena sifat manusia hingga bisa menentukan apa untuk dirinya sendiri. begitupula dengan mati. manusia bisa menentukan mati.

"jangan main main kamu !!!" kata temanku
"main main bagaimana ? kita hidup juga karena manusia, matipun manusia juga bisa menentukan." kataku
"tapi semuanya karena Tuhan yang menentukan."
"apa buktinya ?"
"kau..." temanku memanas.
"kenapa ? kamu tidak percaya ?" kataku

lalu aku mengambil silet yang biasanya aku buat untuk meraut pensil.

"kamu tahu silet ini ?" kataku
"ya,... lalu kenapa ?" tanyanya
"jika silet ini kusayatkan ke urat nadi tanganku bagaimana ?"
"tentu saja kamu mati kehabisan darah, tapi kamu tidak mungkin melakukan hal itu, kamu tidak akan berani." kata temanku.
"bagaimana kamu bisa yakin kalau aku tidak berani. bisa saja aku melakukannya padamu. sebab yang mati itu bukan aku tapi kamu." kataku.
"baik, buktikan kalau kamu berani." tantangnya

lalu kupegang tangan temanku lalu kuambil silet itu untuk menyayat urat nadinya. tapi, dia sudah berontak ketakutan.

"kenapa ? kamu takut mati ?" kataku
"kamu gila, tentu saja aku takut mati." katanya
"kalau kamu percaya mati ada ditangan Tuhan dan bukan ditanganku kenapa kamu mesti takut. belum tentu setelah aku sayat urat nadimu kamu akan mati. bisa jadi kamu dilarikan kerumah sakit dan selamat. tapi, bisa juga kamu mati sebelum sampai rumah sakit. hahahaha...." kataku sambil tertawa.
"kamu gila, sudah main main dengan Tuhan."
"aku tidak main main dengan Tuhan. sekarang kamu tahu kan. lalu yang menentukan mati itu Tuhan atau manusia ?" tanyaku.
"ya, Tuhan... ampunilah sesat temanku ini, Tuhan...,"

temanku menatap langit sambil menengadahkan kedua telapak tangan didepan wajahnya. aku tertawa melihatnya. tertawa dan terus tertawa mentertawai kelemahan dan ketololannya sebagai manusia.

kini aku termakan omonganku. ibu menentukan matiku. beberapa hari yang lalu setelah aku dan saudaraku disuruh minum susu. aku sendiri tidak mengerti kenapa ini terjadi. entah kutukan entah karma. sebenarnya aku dan saudaraku sangat mencintai ibu. tapi mungkin ibu yang tidak mencintai kami. itu terbukti kalau ibu membunuh kami. lalu setelah itu ibu bunuh diri. sekali lagi aku tidak mengerti. ibu adalah sosok yang sangat mulia bagi kami. waktu kami kecil dia berikan asi. lalu dia belikan sepeda roda tiga. lalu menceritakan dongeng sebelum tidur. tentang peri peri kecil yang cantik. tentang anak yang berhidung panjang karena suka berbohong atau tentang kurcaci dan serigala yang jahat. semakin aku berfikir tentang mengapa semua ini terjadi, ingatanku kembali pada masa sebelum aku dalam kandungan. benih cinta yang tertanam dalam rahim ibu menjadi aku. ibu memberiku buah buahan yang segar. lalu memberiku vitamin dan protein untuk kesehatanku. tidak lupa ibu menyuruhku mendengarkan musik musik klasik supaya perkembangan otakku sempurna. setelah dewasa, ibu merawatku penuh kasih sayang, diantarnya aku pergi sekolah. diberinya aku bekal untuk makan siang.
sungguh aku merindukan hal hal seperti itu. aku rindu ibu memanjakanku, aku rindu ibu memarahiku, aku rindu ibu menyuruhku cuci kaki sebelum tidur, aku rindu pergi belanja bersama ibu, aku rindu bertanya soal cerita matematika lalu ibu menerangkannya dengan perumpamaan anak ayam. aku rindu bermain halma bersama ibu, aku rindu ibu melarangku bermain terlalu sore, aku rindu masakan ibu, aku rindu ibu.

setelah aku mati. aku tidak bisa melakukan apa apa lagi. aku tidak bisa bermain bersama teman, tidak bisa sekolah, tidak bisa merasakan jatuh cinta, juga tidak pernah bisa merasakan dicintai, tidak pernah merasakan bekerja, tidak pernah merasakan mencari nafkah, tidak pernah merasakan menikah, tidak pernah merasakan punya anak, menyekolahkannya, memberinya kasih sayang, dan mencintainya.

begitulah suratku bu,...begitulah keluhku.
walau aku tidak mengerti kenapa kamu membunuhku, tapi aku bisa bahagia mati bersamamu. ya, aku bisa bahagia mati bersama ibu. ku kira memang ini sudah sepantasnya. aku lahir bersama ibu maka suatu kehormatan mati bersama ibu.

yang mencintaimu.
anakmu,

11:05 Posted in Narasi | Permalink | Comments (25) | Email this

13 March 2007

burung nuri cantik sekali

dulu, disepanjang jalan aspal pinggiran kota saya, terlihat hening dan sunyi. itu dikarenakan disebelah kanan dan kiri jalan tersebut hanya terdapat jajaran pohon pohon besar tua yang rindang, terdapat sungai sungai kecil untuk pengairan, terdapat hamparan luas tanah yang membentang panjang bersama hijau padi yang mulai tumbuh kuning kecoklatan. beberapa pak tani yang ditemani orang orangan sawah. walaupun kota, tapi tetap saja para pendatang menyebutnya dengan nama desa. itu dikarenakan jauh dari pemukiman penduduk yang padat.

sekarang, disepanjang jalan aspal pinggiran kota saya, tidak lagi terlihat hening dan sunyi. karena perumahan perumahan kini sudah berjajar. tidak ada lagi sawah, tidak ada lagi sungai kecil untuk pengairan, tidak ada lagi pohon yang rindang, apalagi pak tani dan orang orangan sawah. kasusnya sama saja dengan ibu kota. nama nama desa seperti poncol, tanah tinggi, tanah sereal, roxi, jelambar atau matraman kini telah berganti menjadi bintaro, pondok indah, cinere permai, lippo city hingga apartemen yang menjulang tinggi. dikota saya pun juga demikian. nama nama seperti gedangan, grogol, jetis atau gentan kini berubah menjadi grogol indah, songgolangit, solobaru, otawa hingga yang lainnya.

mereka tidak lagi menggunakan alamat RT / RW. tapi, mereka lebih sering menggunakan alamat nama nama jalan. setiap perumahan selalu menggunakan nama jalan yang segaram. ada yang menggunakan nama pewayangan, ada yang menggunakan nama buah buahan, adapula yang menggunakan nama bunga. tapi salah satu dari perumahan itu menggunakan nama burung. sebenarnya saya enggan menceritakannya. dikarenakan setiap saya bercerita masalah burung, tidak sedikit dari pembaca berkonotasi jorok dan selalu disangkutpautkan dengan burung yang itu itu saja. tapi saya yakin ini akan menjadi cerita yang sangat menarik.

diperumahan yang menggunakan nama burung itu adalah sebuah perumahan yang sederhana. mereka semua hidup dengan rasa syukur. begitulah warga yang ada dijalan nuri. kebanyakan rumah hanya menggunakan usuk kayu kalimantan dan atap asbes gelombang. jalanan diperumahan itu hanya bisa dilewati satu mobil searah saja. beberapa ada polisi tidur dan didepan gapura masuk tertulis "jalan pelan pelan banyak anak anak !!!" hingga kalau membaca tulisan itu para penjual es dung dung, bakmi goreng duk duk sreng sreng, sate te sate, atau wedang ronde teng teng teng berjalan pelan pelan mendorong gerobaknya.

dikarenakan ada pepatah roda selalu berputar. maka kehidupanpun juga kadang berubah. salah seorang warga juga mendadak bisa kaya. usahanya sukses dan anaknya bisa sekolah sampai tamat S2. dan sekarang kerja disalah satu perusahaan asing yang bermukim diibu kota. setiap bulan si anak selalu mengirimi uang untuk orang tuanya. si anak juga membangunkan rumah. mengganti usuk kayu kalimantan dengan gelondongan kayu jati, meningkat rumah menjadi 2 lantai, mengganti semua genteng dan talang air, membuat taman kecil dihalaman depan dengan kolam ikan dan tembok batu cadas yang dihiasi tanaman bonsai yang mahal, mengganti perabotan ruang tamu, meja kursi dengan motif ukiran jepara, lampu kristal yang terang berkilauan, membeli home teather untuk ruang keluarga, kamar tidur yang empuk dengan hiasan lukisan lukisan kaca transparan. dan terakhir membeli mobil merk terbaru.

rumah menjadi seperti istana. sibapak jadi betah dirumah. kerjanya makan tidur dan berusaha menikmati hidup. membaca koran, nonton TV, serta memberi makan ikan. tidak pernah lagi mengikuti rapat RT atau ronda malam. istrinya pun juga demikian. pergi belanja dan kesalon. tidak pernah kumpul dengan ibu ibu PKK atau arisan. mereka melupakan hidup bermasyarakat dan bertetangga. mereka menjadi gunjingan warga. sampai akhirnya si anak harus pergi bekerja keluar negeri. maka, kedua orang tuanya pun diajak. rumah yang baru saja dibangun dengan mewah itu ditinggalkan. akhirnya mereka ingin menjualnya. tapi anehnya tidak ada yang mau membelinya. padahal harganya sudah diturunkan dari harga pasaran. rumah itu kini kosong. berhari hari hingga berbulan bulan rumah tersebut masih kosong. mungkin karena letaknya diperumahan jadi tidak laku. tapi orang bilang karena nama jalannya yang dianggap sial. dari sinilah masalah dimulai. dan dari sinilah bagaimana ceritanya kami menggunakan nama jalan nuri.

banyak orang mendengar anak anak kecil yang main dihalaman rumah kosong itu. karena saksi mata mengatakan kalau dia pernah melihat ada anak kecil keluar masuk memanjat pagar rumah tersebut. dan setelah dicek tidak ada siapa siapa. hal ini menjadi heboh. para warga membicarakan dalam rapat RT karena masalah ini sudah membuat warga resah. lalu salah seorang warga mengusulkan untuk mendatangkan orang pinter. palu diketuk dan akhirnya orang pinter didatangkan untuk mengusir anak anak jin yang tinggal dirumah kosong itu. usut punya usut ini karena masalah nama jalan. orang pinter itu mengusulkan kalau nama jalan diganti saja. sebab nama jalan kakak tua itu berarti burung kematian. orang jawa bilang manuk ceguk. setiap bunyi pasti ada yang mau meninggal. akhirnya kami ganti dengan jalan gagak. bukannya anak anak jin itu hilang, tapi malah jin semakin banyak. ada yang tertawa cekikikan dipohon. adapula yang menangis nangis disudut jalan. dan akhirnya kami datangkan orang pinter itu lagi.

"jalan gagak ? itu lebih sial lagi" katanya. gagak itu adalah burung yang suka nangkring dikuburan. bunyinya yang koak koak mengundang seluruh warga kuburan. jin dari ibunya ibu, bapaknya bapak, embahnya embah, semuanya datang kejalan ini. apalagi ada rumah kosong. mereka langsung menempatinya. sering kali juga mereka mengganggu warga hingga dibuat ketakutan. akhirnya orang pintar itu menyarankan memberi nama jalan itu jalan garuda. tanpa pikir panjang lagi seluruh warga setuju. burung garuda itu burung yang sangat gagah dan perkasa. pasti jin jin itu takut kalau jalan ini diberi nama jalan garuda.

kami dengan segera mengganti jalan gagak menjadi jalan garuda. celakanya bukannya jin jin itu takut tapi kok malah semakin menjadi. mereka menjadi bertambah. mereka menjadi mengerikan. ada jin yang kulitnya terbakar, ada jin tanpa mata, adapula jin tanpa kepala. mereka tidak hanya menakutkan tapi sangat menjijikkan. orang pintar kami datangkan lagi. minta pertanggung jawaban. bagaimana bisa kok masalahnya jadi semakin runyam. akhirnya orang pintar itu melakukan dialog. setelah diusut usut. ternyata jin jin itu berasal dari arwah arwah penasaran yang tidak tenang karena korban dari bencana. ada jin korban tsunami, ada jin korban gempa, ada jin korban lumpur panas, ada jin korban banjir, adapula jin korban kecelakaan. baik itu kecelakaan kapal tenggelam, pesawat hilang, kereta api terpeleset, kapal terbakar dan terakhir pesawat meledak karena gagal mendarat.

sementara warga masih ada yang dicekam rasa takut, beberapa dari warga kembali memikirkan apa nama jalan yang tepat untuk mengganti nama jalan garuda. lalu ketua RT mengusulkan bagaimana kalau jalan nuri saja. bukankah burung nuri itu indah dan cantik. semua sepakat. akhirnya nama jalan diganti dengan jalan nuri. dan benar. jin jin yang menyeramkan itu sudah bosan dan akhirnya meninggalkan rumah kosong itu. warga tidak lagi merasa ketakutan. karena rumah kosong itu sekarang sudah ditempati dengan penghuni baru. mereka semua ramah. yang laki laki sering datang rapat RT dan ronda malam. sedang yang perempuan ikut arisan bersama ibu ibu PKK lainnya. hidup dijalan nuri kini damai. dan saya yakin, tidak sedikit dari kita menginginkan kehidupan seperti ini. seperti halnya saya yang merindukan jalan nuri. para penjual es dung dung, bakmi goreng duk duk sreng sreng, sate te sate, atau wedang ronde teng teng teng berjalan pelan pelan mendorong gerobaknya.

10:03 Posted in Narasi | Permalink | Comments (16) | Email this

09 March 2007

benar benar gila

terserah kalian boleh percaya boleh tidak kalau saya ini pernah punya penyakit gila. tapi anehnya ketika saya menganggap diri saya ini gila. dokter gila saya malah mengakatan kalau saya ini tidak gila. lalu saya ambil kesimpulan, bagaimana bisa seorang dokter gila menganalisa pasiennya yang gila. entah siapa yang gila. tapi beginilah awal ceritanya.

sesudah menikah, kira kira pertengahan 2005 silam. tiba tiba penyakit itu datang. saya menjadi takut. tapi takut yang ini lain. biasanya kalau orang takut itu pasti ada sebabnya. misalnya kalau ada orang mencuri uang, pasti takut bagaimana kalau nanti ketahuan. atau misalnya seorang pelajar yang menghadapi ujian, pasti takut bagaimana kalau nilainya jelek. sedangkan saya, rasa takut yang datang pada saya itu secara tiba tiba. takut yang ngga normal. saya sadar kalau saya ini takut tapi saya tidak mengerti apa yang menyebabkan saya ini merasa takut. saya menangis, saya menjerit jerit. bahkan saking takutnya, keringat dingin keluar dari tubuh saya. lalu badan saya menjadi panas dan saya menjadi takut tidur. dan hal itu terjadi setiap hari selama kurang lebih setengah tahun. selama setengah tahun itu saya tersiksa. istri saya menangis terus setiap saya teriak teriak seperti orang kemasukan setan. bahkan ibu dan bapak saya bingung dibuatnya.

hari itu saya disuruh ibu untuk mengambil resep obat diapotik. karena hari kerja jadi saya sekalian berangkat kerja. setelah mengambil resep itu saya menuju kantor. entah ada angin sentan atau angin iblis, tiba tiba badan saya menjadi gemetar. perjalanan masih saya lanjutkan. tapi badan saya semakin gemetar kedinginan. begitu saya melihat ada hotel, langsung saya masuk hotel, pesan kamar dan tiduran disitu. petugas bertanya apa saya baik baik saja. saya jawab, tidak. lalu saya suruh untuk membikinkan teh hangat. setelah itu saya suruh salah seorang karyawan hotel untuk mengantar saya pulang. sampai dirumah saya ketakutan. entah apa yang saya takutkan saya sendiri juga tidak tahu. selama seminggu kondisi saya selalu begitu setiap harinya. saya tidak mau makan kalau tidak ditemani aurel. bahkan kemana kaki saya melangkah, istri saya harus selalu ada disamping saya.

saya tidak bisa begini terus. saya sadar saya masih normal. bisa membedakan baik dan benar. diajak ngomong juga nyambung. tapi kenapa seperti ini. saya cek kesehatan. dan kondisi badan saya sehat. saya datangi dokter jantung. dokter jantung bilang ngga apa apa. saya datangi dokter saraf. dokter saraf bilang ngga apa apa. lalu saya disidang keluarga saya. ditanya. apa kamu punya masalah ? apa kamu punya utang ? kalau punya masalah bilang saja, pasti semua keluarga siap membantu. kalau punya utang bilang saja, nanti tak lunasi semua. begitulah keluarga saya bilang. tapi saya mau bilang apa. saya ini ngga punya masalah. sehabis nikah saya bahagia. apalagi punya utang ? utang pada siapa ? untuk hidup selama satu bulan saja sudah cukup, kenapa harus punya utang. tapi kenapa saya ketakutan. saya mulai berfikir apa saya sudah mulai gila ? lalu saya datangi dokter gila. dokter yang mengurus orang orang gila. semua pasien yang ada disitu gila. ada yang membawa boneka. ada yang bernyanyi nyanyi. ada yang tertawa tawa. dan saya menangis nangis ketakutan. tapi saya masih waras. saya ditanya ini itu. soal pekerjaan. soal rumah tangga. soal hidup saya. dan saya menjawab semua pertanyaan itu dengan jawaban yang semstinya. saya sudah salah alamat. begitulah kata dokter saya. lalu saya dikasih resep obat penenang. yang katanya kalau saya merasa ketakutan saya disuruh minum. ya sudah, saya ikuti saja sarannya. bahkan saya pernah discan otak. saya curiga dan semakin menjadi ketakutan, apa saya ini punya penyakit ayan. dokter juga mengatakan saya baik baik saja dan saya tidak terkena ayan.

usaha demi usaha saya lakukan. dari dokter sampai orang pinter. dari obat obatan sampai jamu jamuan. tapi saya terus minum obat penenang itu. saya minum setiap hari. lalu saya mencoba untuk mengurangi minum obat itu supaya tidak ketergantungan. sambil saya lepaskan segala beban pikiran. dan akhirnya sedikit demi sedikit saya bisa mengendalikannya. dan akhirnya saya tidak pernah minum obat itu lagi. saya sembuh. lalu beberapa waktu setelah itu saya tanya dokter. katanya saya punya penyakit psikis. atau dengan kata lain penyakit kejiwaan. atau bahasa kasarnya penyakit gila.

jadi, jika kalian masih waras, jangan sekali kali memfonis diri kalian gila. sumpah. menjadi orang gila itu sangat menyakitkan. karena saya pernah merasakannya.

15:27 Posted in Cerita | Permalink | Comments (20) | Email this

07 March 2007

sejak kapan jatuh cinta dilarang ?

saya kira ini adalah musibah yang sangat luar biasa. bukan karena musibah yang sering terjadi ditengah pemerintahan bapak sudonyowo, juga bukan masalah burung yang baru saja terbakar. tapi ini masalah lain.

kalau bukan narasi, tidak mungkin bang haji jatuh cinta lagi. tapi alangkah terjejutnya saya ketika mendengarkan kalau kisah ini menjadi semakin ruwet. masalahnya para warga masyarakat sudah mulai membicarakan. dipasar, dijalan, diwarung, atau dimana saja dan sering kali menimbulkan debat kusir yang berkepanjangan. beginilah ceritanya.

"aku kok kesepian ya met, semenjak istriku pergi, apa apa selalu saja kukerjakan dengan sendiri. ya masak, ya nyuci atau urusan rumah yang lainnya. sementara anak anakku sudah dewasa dan mereka sudah berkeluarga, hingga jarang sekali berkunjung kerumah. kamu ada kenalan ngga met, ya,.. paling tidak bisa menerima aku apa adanya, tak usah cantik yang penting baik hati." kata bang haji sambil tertawa.

"wah... kalau itu saya ada ji, kebetulan orangnya cantik, wes pokoknya nanti tak mintain fotonya."

"ahhh,...tapi mana mau dia sama aku yang jelek gini, sudah tua lagi."

adalah slamet, seorang tukang becak langganan bang haji. yang selalu mengantar bang haji kemana saja dia pergi. kepada slamet lah bang haji selalu berkeluh kesah, karena mungkin bang haji memandang slamet adalah orang yang sabar, dapat dipercaya dan menjadi pendengar yang baik. setelah musibah yang menimpa dirinya, slamet hidup dengan menarik becak. anak dan cucu slamet semata wayang bekerja menjadi juru mudi jasa angkutan. anaknya untung yang menjadi juru mudi kapal, dan cucunya bejo yang menjadi juru mudi pesawat. mungkin karena slamet menginginkan hidup ini supaya beruntung jadi anak dan cucunya diberi nama untung dan bejo. dan mungkin karena nama itulah supaya kelak mereka sekeluarga tidak terkena musibah. tapi bagaimanapun juga, yang namanya musibah itu tidak ada hubungannya dengan nama. kalau sing maha kuasa bilang terjadi ya pasti terjadi. anaknya untung meninggal karena kapal yang dikemudikannya tenggelam, sedang cucunya bejo yang baru saja menjadi pilot juga dikabarkan tewas karena pesawat yang dikemudikannya menghilang dari radar yang sampai sekarang jasadnya belum ditemukan. hidup slamet kini sudah tidak bisa bergantung kepada anak dan cucunya lagi. kini slamet hanya bisa menarik becak. melanjutkan cita cita anak cucunya menjadi juru mudi jasa angkutan. maka, jika kamu berkunjung dikota saya, sempatkan kepasar kecamatan, dipangkalan becak pasti ada yang bernama slamet yang hapal seluruh jalanan kota saya.

singkat cerita akhirnya slamet bertemu dengan jeng elga. langganan baru becak slamet yang setiap pagi mengantarnya pergi kepasar. dari sinilah keruwetan cerita dimulai.

"selalu saja jeng elga kepasar naik becak saya, apa suami enggan mengantar ?" tanya slamet basa basi.

"saya ini janda kang, mana ada yang mau dengan saya. seandainya saya punya kesempatan untuk nikah lagi, mungkin enak ya kang kalau punya suami haji. orangnya pasti sabar dan saya bisa belajar agama lebih dalam."

mendengar hal ini slamet ingat percakapan dengan bang haji beberapa waktu yang lalu.

"loh loh... jeng elga ini kan cantik, pasti ada yang mau, saya punya kenalan haji lho jeng, tapi dia itu duda." kata slamet.

"siapa kang ?"

"haji oma."

"kang slamet ini sudah kelewatan, mana mau haji oma mau sama saya, dia itu kaya raya, terkenal, sedangkan saya ini apa ?"

"siapa tahu jeng, kalau jodoh kenapa tidak ?"

"sudah ahh kang, awas lho... jangan bilang siapa siapa, nanti saya malu kang."

tapi siapa sangka, semula yang awalnya malu malu akhirnya menjadi mau mau. ini dikarenakan slamet bilang ke bang haji kalau ada janda yang mau kenalan. mendengar hal itu kontan saja jiwa muda bang haji tumbuh lagi. apa salahnya kalau seorang duda nikah dengan janda. akhirnya bang haji dengan jeng elga bertemu. bagaikan laron ketemu lampu neon. entah rayuan gombal entah elusan iblis, kok ya ternyata mereka berdua bisa klop. dan saling menyatakan cinta. seolah olah seperti sepasang anak muda jatuh cinta yang dilanda kasmaran. mereka akhirnya cocok. semua warga masyarakat melihat hal tersebut. seperti saya ceritakan diawal paragraf kalau banyak dari mereka yang mempermasalahkannya. dan dari sinilah cerita menjadi semakin ruwet.

ketika siang itu slamet dihadang gerombolan warga kampung, slamet dipukuli, lalu becaknya dirusak. kalau saja slamet tidak berhasil melarikan diri, pasti slamet sudah alamat. slamet sendiri tidak mengerti kenapa dia dipukuli hingga wajahnya memar memar biru. tidak mengerti kenapa becak yang merupakan sumber nafkah penghasilannya dirusak. tidak mengerti kenapa warga masyarakat mengatainya najis, kafir, anjing,... benar benar biadab. slamet terus berfikir apa dosanya hingga warga berbuat seperti itu. apa salah jika menolong orang. menjodohkan orang. slamet melihat bang haji adalah orang yang kesepian. hari harinya dihabiskan dengan sendirian. maka sering kali bang haji bilang kepada slamet, berkeluh kesah untuk masalah yang satu ini.

"apa dikira kalau haji itu sudah sempurna, aku ini kan juga laki laki tho met, pengen hidup bahagia, ada yang menemani, ada yang ngurus, ada yang memperhatikan. tapi ya kamu jangan bilang siapa siapa met, nanti aku dikira ngga tabah....?" jelas bang haji pada suatu ketika.

lalu slamet berfikir lagi kalau mengingat percakapan dengan bang haji. apa salahnya kalau aku membantu beliau. toh hidup sebagai manusia itu harus saling bantu membantu. kita mati saja juga ada yang bantu nguburin kenapa pada waktu hidup kita tidak membantu orang. lagi lagi slamet ingat perkataan bang haji.

"bagaimana bisa bang haji minta tolong kepada slamet, apa kita kita ini sudah dianggap tidak waras, kalau soal jodoh, kita bisa carikan yang lebih baik daripada janda genit itu."

"itu akal akalannya slamet saja yang cari muka didepan bang haji, supaya dapat nama."

"memang kafir..."

"ini pasti ada udang dibalik batu, pasti ada dalangnya, kalau ngga ustad palsu yang suka niru niru gaya ustad di TV pasti kelompok pengajian kampoeng sebelah yang kalau dzikir jingkrak jingkrak. betul tidak,...? "

"betullll..."

"sudah, dikebiri saja si slamet itu, memang harus dikasih pelajaran."

cerita yang ruwet ini saya persingkat saja. akhirnya bang haji melamar jeng elga. anak anak bang haji kaget setengah mati mendengar hal ini.

"kawin ? dengan elga ? janda genit itu pak ? bapak tahu tidak siapa dia ? bapak tahu tidak dia itu anak siapa ? entah kata kata apa yang pantas buat dia. yang jelas dia itu bekas sundal. pendosa. penggoda laki laki. paling mau nikah sama bapak karena harta. yang saya herankan, bagaimana bisa bapak kenalan dengan elga ? aku sebagai anak bapak, malu. mau ditaruh dimana mukaku ini pak. pokoknya batalkan pak. kalau bapak mau cari istri lagi. saya bisa carikan istri yang baik buat bapak, yang nantinya bisa menjadi figur ibu buat saya."

jangankan bang haji, slamet saja tidak tahu menahu soal jeng elga yang katanya bekas sundal. yang slamet tahu kalau jeng elga adalah sosok perempuan yang baik dan sopan. sumpah demi allah berani disamber gelegek kalau slamet tidak pernah punya niat untuk menjerumuskan bang haji. dan sekarang slamet tahu sebab musababnya kenapa dia dipukuli dan becaknya dirusak. hingga orang mengatainya kafir. ingin rasanya slamet memaki maki jeng elga. kenapa dia tidak mau berkata terus terang kalau dia itu bekas sundal. ingin rasanya menampar wajah perempuan itu. tapi tiba tiba saja niatnya itu diurungkan. tidak tega melihat elga dengan wajahnya sayu layu karena air mata tangis.

"apakah kalau pelacur tidak boleh menikah ? apakah kalau pelacur tidak boleh bertobat ? saya sudah tobat kang, ingin rasanya saya menata hidup saya yang berantakan mulai dari awal. mungkin menikah dengan bang haji salah satu jalannya. siapa tahu dia bisa membimbing saya, banyak mengajarkan saya soal agama dan kebaikan. apa itu salah ? tapi mungkin bekas pendosa seperti saya tidak boleh diberi kesempatan lagi. jika begini ceritanya apa gunanya saya hidup. lebih baik mati saja kang..." kata jeng elga sambil terisak.

tapi bagaimanapun juga cinta. buta. walaupun beribu aral rintangan menghadang, tak peduli pasti diterjang. bang haji kawin lagi. gara gara itulah pamornya berkurang. warga masyarakat engan mendengarkan ceramahnya. enggan datang kepengajiannya. bahkan enggan mengenalnya lagi. saya kira ini adalah masalah yang sangat luar biasa. sejak kapan jatuh cinta dilarang ? begitulah keruwetan cerita ini terjadi.

10:55 Posted in Narasi | Permalink | Comments (20) | Email this

02 March 2007

blogger

para blogger datang kekota kami. asap kabut putih yang merendah menandai kedatangan mereka. seperti rombongan karnaval yang berarakan pelan mengelilingi kota. seperti pelancong yang berjalan melihat lihat bangungan bersejarah tua terawat dimana setiap riwayat tergurat. anak anak menyambutnya dengan suka cita. mereka berteriak teriak kegirangan. bersorak gembira dan tak sabar ingin mendengarkan kisah apa yang akan diceritakan.

kisah kisah ajaib itu serupa dongeng yang melambungkan tinggi fantasi anak anak kota kami. entah sejak kapan rombongan para blogger itu ada. yang jelas jika mereka datang, bagikan malaikat yang menyampaikan sabda. konon katanya, merekalah rombongan tukang cerita pertama yang menemani adam ketika melakukan perjalanan dari surga menuju dunia. mereka hanya bercerita. bercerita tentang apa saja yang ingin mereka ceritakan. anak anak kota kami hanya duduk terdiam mendengarkan. kata per kata, kalimat per kalimat yang mereka ucapkan menjadi sebuah imagi yang keluar dari mimpi. hingga bisa terlihat seperti nyata adanya.

ada baiknya akan saya ceritakan dulu tentang anak anak dikota kami. mereka semua, anak anak itu sudah terkontaminasi dengan perkembangan teknologi, anak anak itu sudah melupakan adat istiadat, anak anak itu sudah melupakan unggah ungguh, tata krama, atau sopan santun. dikota ini biaya sekolah sangatlah mahal. istilah istilah pendidikan juga sudah mulai diganti. dari taman kanak kanak menjadi kindergarten, dari sekolah dasar menjadi elementry school, dan begitulah seterusnya. mahalnya pendidikan sekolah dikota kami menjadi gaya hidup kebanggaan para orang tua. semakin mahal tempat anak mereka sekolah semakin bangga mereka bercerita kepada tetangga. ada harga tentu saja ada barang. sistem pendidikan yang diajarkan juga semakin maju. pengenalan teknologi sedini mungkin atau penggunaan bahasa asing sehari hari sudah menjadi pokok kurikulum yang harus disampaikan.

mungkin karena majunya anak anak belajar hingga mereka menjadi hebat dan akhirnya mereka melupakan yang namanya sopan santun. anak anak lupa bagaimana status mereka yang sesungguhnya. tidak sedikit dari anak anak dikota kami melupakan adat istiadat itu. cara berbicara dengan orang yang lebih tua, cara mereka berterima kasih, dan hal hal yang lainya. mereka lebih bersikap individu. mereka tidak mau berteman dengan anak kampoeng yang mungkin IQ dan pengetahuannya dibawah mereka. hingga hanya menganggap mereka anak anak yang bodoh. mereka menganggap komputer lebih menarik daripada kelereng atau mengganggap play station lebih menarik daripada layang layang.

si eneng contohnya. dia salah satu anak yang seperti itu. umurnya kurang lebih 5 tahun. biaya sekolahnya 2 juta sebulan. dan saya yakin tempat eneng sekolah adalah tempat anak anak orang kaya sekolah. karena eneng salah satu anak orang kaya. sifatnya yang suka dimanja menjadi dampak buruk baginya. semua keinginannya terpenuhi. mainan yang mahal, pakaian yang bermerk, serta uang jajan yang lebih. bahkan eneng tidak pernah bisa menghormati orang yang lebih tua. misalnya dengan memanggil nama pembantunya langsung dengan panggilan nama. bahkan dengan berteriak. begitu juga kalau manggil kedua orangtuanya. "maaa,... mamaaaaa.... maaa,... mamaaaaa.... mama dimana tho,... ya oloh,... astofilohhaadim mamaaaa,... mama'i budeg." begitulah dengan nada yang tidak fasih.

anak anak seperti ini mau menjadi jaminan masa depan bangsa ? tapi setidaknya pendidikan mereka mahal.

HINGGA akhirnya rombongan para blogger itu datang kekota ini. mereka berjumlah puluhan, mungkin ratusan. mereka berjalan menyebar. memasuki jalan jalan kota, mengitari sudut sudut kota. melewati jembatan dan dermaga, masjid dan gereja, serta gang gang yang kesepian. begitu bertemu anak kecil, langsung mereka bercerita. menceritakan kisah kisah ajaib. tentang cinta mereka, sahabat mereka, tempat tinggal mereka, atau tentang apa saja. para blogger bercerita dengan ciri khasnya masing masing. hingga membuat anak anak itu tercengang, terdiam, dan membisu.

dewi misalnya, yang suka berkisah dengan kata kata indahnya. tentang cinta, tentang selepas hujan tengah malam, sebelum sulur cahaya mekar. tentang pantai yang putih dan teluk yang jernih. tentang percik percik air yang berloncatan seperti anak belalang bertubuh terang. tentang orang orang yang takjub menyaksikan senja hingga jantung berdebar, hingga mulut bergetar bagai mengunyah acar. tentang keheningan yang tak hanya terasa begitu dekat tapi juga pekat. tentang anak anak yang rambutnya bergeraian dan bulu matanya yang lentik seakan memayungi sepasang mata bening agar tidak terkena debu debu dosa. tentang ini. tentang itu. yang membuat anak anak pikirannya melayang jauh teduh entah kemana.

ndoro misalnya, yang suka berkisah tentang dunia yang semakin tua dan hampir musnah. karena dunia yang terus menerus dilanda musibah. karena kita para manusia yang suka mementingkan diri sendiri. fluburung mengganas, banjir melanda, tsunami mendera, lumpur petaka, air bersih yang langka, anak anak terserang demam berdarah, folio, dan busung lapar karena tidak ada yang bisa dimakan. tanah, air dan udara rusak parah karena tercemar limbah. hingga membuat anak anak itu merasa penting menjaga bumi pertiwi ini. memeliharanya sampai nanti.

yati misalnya, yang suka berkisah tentang perjuangan. berkisah tentang para pahlawan. berkisah tentang negeri yang terus menerus dilanda kerusuhan. para pemuda unjuk rasa, karena pemimpinnya yang tidak benar, rakyat kelaparan dan sengsara, harga bensin melonjak tinggi sementara sembako semakin susah dibeli, pengangguran yang tak bisa diatasi, dan pikiran kita hanya disihir dengan rencana para politisi. bagaikan kenalpot motor yang meraung raung, begitulah kampanye umbar janji. kita harus terus bergerak ! kata kata itu yang menyadarkan anak anak kota kami dan menumbuhkan jiwa patriotisme yang tinggi.

tiwi misalnya yang menceritakan keluarganya, kenny yang menceritakan anak anaknya, vera yang membacakan puisi, rho yang menceritakan kuliahnya, kana yang menceritakan teman temannya, reth yang menceritakan pekerjaannya, tari yang merindukan kampoeng halaman dan beribu ribu kisah cerita para blogger itu menyebar. memberikan contoh contoh yang baik buak anak anak kota kami. anak anak yang dulunya bersikap sombong dan congkak kini menjadi lebih baik. dan lebih baik lagi. anak anak yang dulu kesepian kini bisa tertawa renyah karena bahagia bersama kisah cerita yang singgah ditelinga mereka.

setelah selesai bercerita. para blogger pergi. kembali melanjutkan perjalanan. singgah kekota lain. melintasi lembah dan gunung. menyebrangi sungai dan laut. berjalan menembus kabut. mereka tidak lagi berkumpul diresto siap saji atau berkaraoke bernyanyi dan menari. para blogger sekarang lebih suka pergi berbagi cerita. ke yogyakarta bersama anak anak korban gempa, ke pinggiran kota jakarta besama para korban banjir, ke kota yang dilanda petaka, atau lebih sering ke panti asuhan tempat anak anak terlantar yang katanya dipelihara oleh negara. mereka menceritakan kisah kisah ajaib pembangkit semangat hidup. dongeng sebelum tidur. tertawa bersama. bahagia.

11:10 Posted in Narasi | Permalink | Comments (21) | Email this

All the posts

 

eternity™ design by mata 2006 | engine by blogspirit | User Online