« buruk muka, cermin dibelah | HomePage | bayangkan... »
09 April 2007
Institut Penyiksaan Dalam Negeri
indosiar.com, Jakarta - Keprihatinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kasus kekerasan yang terjadi di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) disampaikan kepada wartawan seusai mengikuti doa dan Zikir nasional di Masjid Istiqlal Jakarta.
akan selalu kuingat bagaimana usaha orangtuaku hingga aku bisa menjadi seperti ini. kata ayah, biarlah sekarang ini ayah bersusah payah mencari nafkah asalkan kamu bisa sekolah. kata ibu, teruslah menuntut ilmu dan kejarlah cita citamu.
disini, dikampoeng ini. sekolah menjadi bahasa yang sangat asing. orang orang disini tidak mengenal yang namanya pendidikan. mereka hanya bekerja dan memikirkan bagaimana caranya bisa makan. mereka berdagang dan menggarap sawah serta ladang. maka ketika ayah menyuruhku untuk sekolah, banyak dari para tetangga kasak kusuk dibelakang. mau jadi apa nanti. seringkali kami dijadikan bahan obrolan diwarung dan pasar pasar. sekolah ? datang darimana pikiran tolol itu. sementara kita hanya disuruh duduk patuh diceramahi entah apa itu berguna atau tidak bagi hidupmu. sekolah hanya menjadikan kita tukang hapal dan tukang patuh. sekolah hanya menjadikan kita banci banci berdasi. sekolah membuat kita seperti sekumpulan anak yatim panti asuhan yang berpakaian sama. seragam. begitulah pemikiran warga desa dikampoengku.
sedari aku kecil, ayah dan ibu selalu mengajariku hal hal yang baru. mereka adalah guru bagiku. dengan sabar, ibu mengajariku mengeja kata. dengan sabar, ayah mengajariku menghitung angka. penuh cinta, penuh suka, juga tawa. ketika aku masuk sekolah pertama kali, ayah menepuk pundakku dengan bangga. "ini baru anak ayah." katanya. lalu ibu selalu membuatkan bekal makanan untuk istirahat siang. sekolah sungguh suatu hal yang menarik untuk seorang anak sepertiku yang haus akan ilmu. kegiatan ekskul atau karya wisata setiap akhir tahun merupakan suatu hal yang menyenangkan. aku tidak akan berhenti sekolah. sebab aku yakin, suatu saat nanti aku akan berguna bagi bangsa dan negara.
kali ini ayah menangis bahagia. aku kuliah disalah satu lembaga pendidikan tinggi kedinasan yang bermaksud untuk mempersiapkan kader pemerintahan yang siap tugas dan siap dikembangkan dalam rangka penyelenggaraan tugas pemerintahan dan tugas pembangunan, baik ditingkat daerah maupun ditingkat pusat secara berdaya guna dan berhasil guna. impianku kini diujung angan angan, akan jadi kenyataan.
sistem pendidikan disini menekankan kedisiplinan dan itu yang dibutuhkan oleh pemimpin didaerah yang bisa dijadikan teladan sebagai satu pengemban tugas pemerintahan. begitulah kata senior. kami disuruh taat dengan peraturan. dan kami harus siap menerima segala bentuk hukuman. keganjilan terjadi. hukuman hukuman yang tidak masuk akal terjadi disini. mendadak saja kami disuruh lari keliling lapangan, kami disuruh push-up, lalu secara tiba tiba perut kami dipukul, dada kami ditendang. sistem pendidikan apa yang sudah diterapkan disini ? hingga terjadi seperti ini. apakah ini sebuah balas dendam. atau memang para senior kami melakukan hanya untuk kesenangan.
hari itu, ajal menjemputku. aku datang terlambat waktu latihan drumband. tiba tiba saja beberapa senior menghampiriku. mereka menyeretku sedalam sebuah ruangan yang pengab. mereka menelanjangiku dan mengikatku.
"namamu siapa ?"
belum sempat kujawab, pukulan mendarat diwajahku.
"jawab !!! namamu siapa ?"
belum sempat berkata, sebuah tendangan datang keperutku.
setelah itu diseret tubuhku dan dibenamkan wajahku dalam bak mandi berkali kali. hingga aku tersedak karena air yang masuk lewat hidungku. matakupun memerah.
"bagaimana ? ini hukumannya kalau kamu terlambat datang."
berkali kali hantaman mendarat diwajah. berkali kali tendangan membuat dadaku terasa retak kesakitan. mataku memejam. bahkan ketika mereka menyuruhku menjilati kotoran disepatu, aku hanya bisa pasrah. kurasakan lidahku menebal. gatal.
"kenapa terlambat ?"
"ke,..si..anga..nnn, kak..kkk.." jawabku terbata bata.
"bukan suatu alasan !!!"
dilecut punggungku dengan ikat pinggang.
"kenapa terlambat ?"
dijejal mulutku dengan bangkai tikus.
"kenapa terlambat ?"
dicabut kuku tanganku dengan tang.
"kenapa terlambat ?"
disulut kemaluanku dengan rokok.
tiba tiba aku teringat sebuah cerita yang kukira hanyalah kisah.
tahun 1994, madya praja gatot dari kontingen jatim meninggal ketika menjalani latihan dasar militer dan dadanya retak.
tahun 1995, alvian dari Lampung, meninggal dibarak tanpa sebab.
tahun 1997, fahrudin dari jateng, meninggal dibarak tanpa sebab.
tahun 1999, edi meninggal dengan dalih sedang belajar sepeda motor dilingkungan kampus.
tahun 2000, purwanto meninggal dengan dada retak.
tahun 2000, obed dari irian jaya, meninggal dengan dada retak.
tahun 2000, heru rahman dari jawa barat, meninggal akibat tindak kekerasan. kasusnya sempat menjadi bahan berita. hingga dilimpahkan dipengdilan.
tahun 2000, utari meninggal karena aborsi dan mayatnya ditemukan dicimahi.
tahun 2003, wahyu hidayat yang juga ramai diberitakan meninggal karena tindak kekerasan. kasusnya dilimpahkan ke pengadilan.
tahun 2005, irsan ibo meninggal karena dugaan narkoba.
setelah itu. kututup mataku. kuingat kisah kisahku dulu waktu bersama ayah dan ibu.
13:31 Posted in Narasi | Permalink | Comments (65) | Email this
Comments
kepanjangan IPDN-nya kek pernah denger...
terinspirasi dari news[dot]com ya ta? =9
well, gimana pejabatnya ga pada nakal n bisanya main pukul?
lha wong di sekolahnya ada mata kuliah memukuli junior ato orang2 rendahan koq!
ato jangan2 sebetulnya institut itu juga menyalurkan petinju2?
kikikik... chris john dapet saingan dunkz!
Posted by: Kana | 09 April 2007
yahh bukan cerita baru ta....rda heran aja, knp setelah bgt banyak korban tuh sekolah masih mentereng kokoh berdiri dan para orangtua masih saja ada yang getol menyuruh anak2nya sekolah d sana ya???sedemikian gemerlapnyakah sebutan pegawai negeri bagi mereka???
Posted by: mei | 09 April 2007
gak usah sekolah
turu wae neng ngomah..
Posted by: tatari | 09 April 2007
@Kana
kemaren lihat bentar news.com'nya
emang biadab itu..
@mei
bener mei... harusnya emang dibubarkan saja.
@tatari
huuh... jadi males nih sekolah... udah biaya mahal buntutnya mati. hahaha
Posted by: mata | 09 April 2007
how u could wrote like that????
sumpah, saia jatuh cinta sama cara kamu nulis!!
banget banget banget!
Posted by: suep | 09 April 2007
aksi blogger berdemo membubarkan IPDN
ayo prens...kita demo membubarkan IPDN, caranya kirimkan photo-photo
demonstrasi dengan topik pembubaran IPDN, kirim dan lihat hasilnya di
http://demo.kukuhtw.com/ipdn/
Posted by: Kukuh TW | 09 April 2007
mengerikan...
eh, mau demo rame-rame ya!
ikoooot....
boleh gebuk nggak? membalaskan dendam, maksudnya =)
Posted by: RhoMayda | 10 April 2007
@sueb
ehh tapi sebelumnya mata mau nanya. kamu tuh ternyata cwek yah ??? abis namanya sueb, tak kiraian cowok. hehehe
@Kukuh TW
walah walah... sampai bikin sub domain segala :)
@rho
demo yang damai aja rho... mentang mentang mantan preman trus main gebuk. hahaha
Posted by: mata | 10 April 2007
hahahahahhaaaaaaaaaaaaaaa....
tau aja saya mantan preman.
walopun lulusan moehi, saya ngga tawuran kok (cuma jadi cheerleader di pinggiran) hehehe... hush.
kalau milih cara damai, saya ajak ustad saya saja. biar dia do'a-do'a. mau nggak, dido'ain dia? hahahahaaaa....
Posted by: RhoMayda | 10 April 2007
ngga tawuran tapi keroyokan yah... hahahaha
btw siapa nama ustad kamu itu ? kok ya nyeleneh banget. mata masih bisa berdoa sendiri rho. memangnya dah koma apa, kok minta didoa'in segala.
Posted by: mata | 10 April 2007
maksudnya situasinya, didoain biar damai :p
hmm... ustadku ngga terkenal, terkenal sih di kampungku. beliaunya ngga poligami. tapi mungkin bener kata mata, ustadku dan ustad satunya sama-sama bisa bikin mual umat. hhh... ustad jaman sekarang....
Posted by: RhoMayda | 10 April 2007
@rho
damai dimata, damai dihati ya rho ? ***kok jadi inget judul postingan.***
sudah, kita doakan saja para anak bangsa yang mati tersiksa itu rho. biar damai. mengheningkan cipta, mulai ! ***trus lagunya mengheningkan cipta gimana itu yah...? lupa ?*** hahahah
Posted by: mata | 10 April 2007
ini kali ke empat aku komen ttg hal ini...*sebelnya minta ampun*
pantesnya emang di tutup aja skul kaya gini, untuk apa? untuk mencetak pegawe negeri yg tidak hanya korup tapi juga kejam dan tidak berperikemanusiaan..???
cukuuup...!!!
Posted by: meiy | 10 April 2007
kalo berita di koran hari ini..."kegiatan di ipdn dibekukan"
ngga boleh terima mhs baru selama setaun...
yg kayak gini ni emang bikin speechless banged ya, ta..:((
Posted by: lita | 10 April 2007
aku ko nggak bisa posting di tagboard ya ta? tanda postnya ilang :D
Posted by: meiy | 10 April 2007
memang memprihatikan, di suatu sekolah dimana murid2 di didik utk menjd seorg pemimpin malah mempunyai jiwa anarki & arogan.
jgn2 kematian adalah jadwal secara periodik, nyatanya hampir setiap 2 tahun sekali pasti ada korban..
klo memang begitu, siapa korban selanjutnya ya?
Posted by: bunga | 10 April 2007
ih, gw jg sebel tuh ama IPDN, emang senior ithu siapa seenaknya mukul2 orang, kalo gw sekolah disana, gw mendiangan keluar...enak aja, bokap gw aja gak pernah tampar gw apalagi sampe pukul....
kalo mnrt gw lebih baik sekolah yg spt gt lebih baik dibubarkan aja...gw rasa dosen ama rektor mereka nganggap ithu hal yang biasa, wah gak bisa tuh...manusia kok dipukul spt binatang??
wong edan!!! heheheh
Posted by: Anna | 10 April 2007
hm, sejarah selalu berulang, mungkin dnegan tempat dan tokoh yang berbeda. begitu kata orang2. saya jika yang berulag justru hal2 yang menyakitkan. balas dendam berkepanjangan.
Posted by: dewi | 10 April 2007
hiiyyyy...kampus horor !! wisudawan/watinya 'lulus' dkt titel alm/almh...
Mata, this is my opinion (biar elit dikit kedengarannya :P) : Pelaku dan korban adalah HASIL atau EFFECT dr ketidakjelasan sistem, ketidakbecusan para pembuat keputusan, ketidakstabilan mental para petinggi....AARRGGGHHH... (berubah jadi HULUK ?!? )
Posted by: Milda | 10 April 2007
knp mslhnya nampak komplek u/diselesain ya?
klo kata gau siy simple: bubarin aj trus usut sampei abis scr transparan g ditutup2in
Posted by: ordinary girl | 10 April 2007
huwaaaa.. ini dia nih topik yg suka bikin saya mencak2 sendiri depan tipi.. *sabar Ke'.. sabarrr.. heuheuheu..* btw, yg aku masih penasaran tuh yg kasus Utari yang aborsi itu lho.. cukup "beda" soalnya di bandingkan kasus2 IPDN yglain?
sampe sakarang saya masih penasaran, sampe [katanya] aborsi gitu, hamilnya knapa? diperkosa senior??? kalo iya, wah wah.. berarti senior IPDN itu mmg kejam banged banged kasih "bentuk penyiksaan" spt itu kpd adiknya. ato krn mmg faktor mau sama mau ya? berarti kan asramanya ga aman jg sampe bisa jebol.. ato karena apa..? sampai skarang saya masih penasaran..
ada yg punya info yg lebih akurat ttg kasus ini??
Posted by: Nieke si SaTpaM,, | 10 April 2007
Kalo kayak gini, IPDN jadi Institut Penganiayaan Dalam Negri dunk. Kayak extrakurikuler di sekolah dulu, kayaknya penganiayaan tuh dah jadi budaya balas dendam deh. Dijamin, adek kelas yang dah pernah dianiaya bakalan ngebales ketika dia jadi senior. Kalo kayak gini kapan rampungnya ?
Posted by: 'N | 10 April 2007
@meiy
urusannya bakalan panjang deh meiy. soalnya ini instansi pemerintahan. ckckckck
tagboard baik baik saja kok. mungkin lagi down kali ya servernya sana.
@lita
dibekukan ? kita lihat saja tahun depan bagaimana.
ngga hanya speechless lho, tapi ngegemesin juga :)
@bunga
mungkin itu yang namanya "cara belajar siswa aktif." jadwal kematian sudah direncanakan.
Posted by: mata | 10 April 2007
@Anna
huuh. emang wong edan semua. setan. $&&@(#%@#%!
@dewi
kalau sejarah seperti ini, jangan deh berulang. :( sedih...
@Milda
emang jeng, kampusnya horror. lha nanti kalau lulus jadi demit ama pocong.
Posted by: mata | 10 April 2007
@ordinary girl
setuju. bubarkan !!!
@Nieke si SaTpaM,,
sabar sabar, nanti kesurupan lho. :)
soal utari itu nanti coba mata carikan infonya. sepertinya dugaannya begitu. diperkosa. tapi ya ngga tahu juga kabarnya.
@'N
utamanya si pemukulan, penendangan dan kawan kawan lainnya. mang dari dulu sistemnya dah ngga bener mungkin.
Posted by: mata | 10 April 2007
astagfiruloh.. ngeri bangeeeeeeet sihhhh..
kenapa bisa bertahan ampe bertaun2 gitu sih nggak dibubarin dari dulu sih huks huks
Posted by: devishanty | 10 April 2007
@devishanty
tanya kenapa ? lha pemerintah ngga sempet ngurusin hal hal sepele macem kek pendidikan gitu. jadi ya gitulah.
Posted by: mata | 10 April 2007
yang kasusnya dilimpahkan ke pengadilan gimana nasib selanjutnya ta? kelibas sama berita gossip yang lebih rame ya? sampai ada berita kematian lagi, dilimpahkan ke pengadilan lagi trus hilang lagi beritanya... trus? tunggu satu lagi berita kematian??
Posted by: dewi amel | 10 April 2007
@dewi amel
nah itu dia. memang hidup ini serba ngga jelas. semua serba ngga jelas.
Posted by: mata | 10 April 2007
dulu.. pas lewat ke STPDN (lebih ngeh STPDN siy).
aq : Ma, STPDN tu apa?
Mama : Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri.
aq : bagus ya Ma sekolahnya.
eh, koq seragamnya beda Ma? kaya ABRI.
gagah-gagah lagi.
Mama : iya, yang sekolah di situ disebut Praja. dan nanti
lulusnya kerja di pemerintahan.
aq : wah.. keren ya Ma. tar iyank mau ah sekolah di situ.
temen-temenku ada beberapa yang sekolah di sana. yang aq tau *dulu* klo sekolah itu emang disiplin bgt. tapi ga nyangka klo "disiplin" nya seperti itu.
(bersyukur aq ga sekolah di sana).
Posted by: iyank | 10 April 2007
Ini sekolah mau nyari siswa ato nyari korban sih....kalo udah horor gitu ya jangan ada yang daftar sana.
Posted by: Tiwi | 10 April 2007
@iyank
sekarang sekolah dimana iyank ?
@Tiwi
hahahaha... iya wii.. bener juga. pada nyari korban kali yah. pada daftar sana, soalnya tawarannya menggiurkan. setelah lulus bisa kerja dipemerintahan. dan itu mempermudah akses KKN. kecil kecil nyobyek maksudnya...
Posted by: mata | 10 April 2007
hihihi..
sekarang sih dah lulus, dah tuwir jg. itu obrolan wkt masih smp (apa sd ya, lupa). jaman fir'aun maen kelereng. :P
Posted by: iyank | 11 April 2007
@iyank
ohhh dah lulus... sudah menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa yah ?? :p tak kirain masih sekolah atau kuliah. btw kamu blogger juga kan ? kok ngga ada linknya ?
Posted by: mata | 11 April 2007
wah hebat bgt nulisnya.......!!! jadi nangis neh...............
aku sekarang kls 3 sma. tdnya pengen ke ipdn lho..........@#$5 tp eh pas musimnya mw pendaftaran, kok ada something's wrong????/ pusing neh kudu gimana ??/// mana udah latihan fisik lg. pokoknya uda mantep.
junior : "selamat pagi kak"
senior : "pagi juga dek......"
#$56#: "eh udah..udah jangan berteman!"(devil_nya senior)
tp emangtuh yang namanya kekerasaaaaaan kudu g ada. eh mw tanya neh......klo kekerasan yang aku lihat d tv itu cuma ma praja putranya aza, trus klo ma praja putrinya gmn ???
Posted by: kaka | 11 April 2007
haduh.. malah jd ngobrol begieu (tp gpp, rame).
cita-cita sih pengen jd orang yg berguna bagi nusa dan bangsa. so, masih berusaha. (skg mah blom ada apa-apanya).
skg kerja (sambil kul). lulus dr stm dah 3 th lalu, tp baru kul skg (alhamdulillah ada kesempatan). masih awam di dunia per-blog-an, jd masih bingung mo diisi apa. cuma remeh temeh ga penting. :">
Posted by: iyank | 11 April 2007
SAYA MARAH!!!
Posted by: venus | 11 April 2007
kampus edan !
kesel, marah, kecewa and angry jadina
Posted by: lavender | 11 April 2007
setujuh sampe bikin anak orang mati itu udah bukan suatu instansi yang bagus.
setahuku kek di mapala memang ada acara perploncoan fisik hanya saja ada batasan-batasan kesepakatan berdasar kesehatan dan kemampuan fisik en kejiwaan seseorang dan itu keknya ga ada di instansi ituh.
Posted by: crushdew | 11 April 2007
duh.. kejadian spt itu berulang terus ya dari tahun ke tahun..
kasian banget yah, masuknya udah susah, bayarnya mahal sampai berpuluh2 juta, eh ujung2nya pulang 'nama' doang..
kalo pun ada yg pulang dengan 'selamat' itu pun 'hati'nya udah dicopot di sana makanya kalo jadi pejabat suka bertindak semaunya :)
Posted by: w@hyu | 11 April 2007
@kaka
untuk remaja putrinya ya mungkin sama saja. tapi ngga terlalu diekspos. mungkin. tapi ya entah.
@iyank
ohhh jadi sekarang kerja sambi kuliah ? bagus tuh... :) pengen sih kerja sambil kuliah, keknya enak. tapi susah bagi waktunya :(
@venus
SAYA JUGA MARAH !!!
Posted by: mata | 11 April 2007
@lavender
kampusnya sih ngga edan, sistem pendidikannya yang edan.
@mapala
bener, mapala aja juga ngga sampai sadis kek gitu. tapi kan, mapala itu konsepnya pecinta alam. jadi sah sah saja kalau ada peloncoan.
@w@hyu
seperti kata Milda. gelarnya alm/almh. menyedihkan
Posted by: mata | 11 April 2007
eyke yang coment terakhir yah :D hihi dapet apa niyh???
so sad...coz yang menjadi korban lagi adalah PRaja asal SULUT dan he's so talented..pintar dan merupakan utusan propinsi..
smoga ga ada lagi korban..
amienn..
Posted by: ranny | 12 April 2007
Anak dalam cerita ini tolol.
Kiranya jadi PNS kudu lewat wisuda?
dogol.
Memangnya ujian ga bisa pake SMA?
Be'OL.
Dikiranya naik golongan ntar ga bisa?
Bau Jengkol.
Dapet s1 jadi IIIa abis PNS no way dikiranya?
Otak Tongkol.
Dibayarin negara toh nanti sekolahnya?
K*tiiit*OL.
Pantaslah engkau mati wahai pendosa, yang menganggap kami hina, karena kami hanya lulus sekelah menengah atas saja, sehinggia engkau perlu gila, mati-matian masuk sekolah tinggi negara, agar engkau keluar langsung merasakan golongan dua atau tiga, sebagai lurah atau kepala desa, tanpa merasakan pahitnya hidup sebagai Honda, dengan gaji dibawah sejuta.
By Black_Claw, yang cuman tamatan SMA.
Posted by: Black_Claw | 13 April 2007
@Black_Claw
urusan jadi PNS mo lulusan apa aje kagak masalah black. nyang penting tuh intinya kenapa harus pake jalur kekerasan seperti ntu. muke gileee...
Posted by: mata | 13 April 2007
Urusan penting tauk!
Kami, undergrounder Informatika, rata-rata ga bagus nilai akademisnya, kehilangan kesempatan untuk ikut serta berbakti untuk bangsa dan negara, karena diambil seenaknya, oleh mereka yang punya izajah diatas SMA.
By Black_Claw, yang lagi-lagi cuman tamatan SMA.
Posted by: Black_Claw | 13 April 2007
@Black_Claw yang terhormat
kalau masalah berbakti kepada nusa dan bangsa menurut mata ngga harus menjadi PNS lho jeung... lha gimana tukang sampah yang ngebersihin depan jalan rumah aja juga sudah berbakti pada nusa dan bangsa untuk memelihara kebersihan. apalagi yang lulusan undergrounder informatika seperti anda yang belajar dari tutorial paman yahoo dan pakdhe google. itu noproblem. soal mereka yang mendapatkan kesempatan lebih untuk meneruskan sekolah diatas sma untuk berbakti pada nusa dan bangsa kan cuma masalah usaha saja. lha disini kenapa usaha itu tersia siakan dikarenakan ketidak becusan sistem pendidikan yang seenak udelnya sendiri. terus maksud anda dengan kehilangan kesempata itu yang bagaimana ?
By mata, tamatan D3 yang sudah kawin tapi lom punya anak.
Posted by: mata | 13 April 2007
Kesempatan untuk melindungi anggaran pengeluaran belanja alat-alat elektronika yang harganya dikatrol oleh pengusaha anjing yang bersifat ROY SURYO!
Anda pernah denger laptop pentium3 senilai 15 juta?
Pentium 4 1.5 seharga 5 juta?
Sound card 4 channel seharga 200ribu?
Pentium 3 yang ditempeli stiker intel core duo?
Kunjungilah DISKOP DAN PKM KABUPATEN DOMPU NTB dan kantor daerah lain.
Posted by: Black_Claw | 13 April 2007
@Black_Clack yang tampan
hahahahahaha,... kok saya jadi gemes dan pengen mencupit pipi sampeyan.
gini saja. mbok ya mata dibuatkan tutorial mengenai hal ini. siapa tahu jadi lebih menohok gitu. dah lama kan ngga bikin tutorial. judulnya terserah tapi jangan bawa bawa nama kanjeng raden mas tumenggung roy suryo. wakata. ?
Posted by: mata | 13 April 2007
Oh iya. lupaa...:
By Black_Claw, yang lagi-lagi cuman tamatan SMA, belum kawin dan belum punya anak, serta tidak menggunakan TELKOMNET INSTAN.
Posted by: Black_Claw | 13 April 2007
TUTORIAL APAH???
Sampe sekarang saya belum berhasil mecegah pembelian barang2 tersebut...
Kenapa????
"KAMU ITU TAMATAN SMA. NGERTI APA SIH?"
By Black_Claw, yang lagi-lagi cuman tamatan SMA, belum kawin dan belum punya anak, PPNS, serta tidak menggunakan TELKOMNET INSTAN.
Posted by: Black_Claw | 13 April 2007
@Black_Claw
tutorial bagaimana bisa penyiksaan di IPDN berhubungan dengan anggaran pengeluaran belanja negara ?
busyettt dah black... kalau ini urusannya ampe KKN ntu bisa dibikin cerita sendiri. nyante aja. lagi disusun.
trus kalau urusannya ama kanjeng raden mas tumenggung roy suryo yang bisa ngebuktiin foto asli sukma ayu ama foto palsu nia ramadani ama kematiannya mbak alda. itu juga ada ceritanya sendiri.
***sembah sembah***
Posted by: mata | 13 April 2007
duh ...kog ngeri gitu sih, kebangeten banget
Posted by: kenny | 13 April 2007
@kenny
baru denger ya ken ?
maka itu anak bangsa kita pada sekolah keluar negeri :) hahahaha
Posted by: mata | 14 April 2007
wah BLACK_CLAW HEBOH BANGET EUY.................
Posted by: kaka | 14 April 2007
@MATA ; Tutorial itu menerangkan bagaimana melakukan sesuatu BOS! yang ente bilang itu bukan tutorial tapi artikel T_T
Posted by: Black_Claw | 14 April 2007
@kaka
hush... itu sesepuh tau... hahahah
@Black_Claw
lha iya... makanya, terangin black... mo tutorial mo artikel terserah dah...
Posted by: mata | 14 April 2007
@black_claw
zzzzz cari sensasi cuyy ?... zzzzzzz...
@mata
biarin wae lah,..hihihihi
anyway ta,tulisan lo dari hari ke hari ga berubah.bahkan terus bikin gue "merinding" ngebacanya.Salut !! :)
Posted by: yudhipras | 14 April 2007
@yudhipras
kalo dibiarin ntar semakin menjadi...
tapi ngga horror kan...ckckckck :p
Posted by: mata | 15 April 2007
Bikin artikel basi.. mendingan ipdn=idgmail.. ngapain saya harus bikin yang kayak gituan bos.. dah banyak dibahas, ga seni lagi... ga ada lucunya... jadi bukan saya banget.. hahahahaa!
Posted by: Black_Claw | 15 April 2007
@Mata
Biasa lah,pencarian jati diri.Biarkan saja.Toh nantii cuman 2 hal yang dia dapatkan.Ditolak komunitas,Atau jadi gila.wahahahahha.Tapi kalau saya pribadi,mending masukin aja ke spam.Beres.hahahah zero tolerant for lamers.
Posted by: yudhipras | 15 April 2007
@Black_Claw
ampe bingung black. id-gmail ntu komunitas apaan ?
@yudhipras
bukan masukin ke spam tapi ke sampah. hahaha
Posted by: mata | 16 April 2007
ipdn_yang tadinya niat sekolah malah jadi tukang pukul...
Posted by: icha | 11 September 2007
emank....
anak2 IPDN....
ga ad santun.... akhlak.... sopan....
minus semua......
emank mereka apa yang ngelahirin anak2 yang masuk ke IPDN...
mereka sama dengan mereka yang teraniaya....
sama2 mahluk TUHAN.....
berdiri aja mereka belon tentu mampu...
masuk sana juga dibiyai ortu mereka...
trus apa maksud mereka dengan main hakim sendiri...
benar banar TIDAK BERMORAL BANGETZZ.....
kali mereka keturunan SETAN yeee....
coz' kelakuan nya ja membuktikan gitu....
Posted by: NN | 19 November 2007
Tidak semua orang mengerti IPDN
Ortu dengan latar ekonomi yang tidak banyak, tentu menginginkan buah hatinya bersekolah
karena sekolah tidak murah
buah hati mereka yg masuk IPDN, demi menuntut ilmu...
dibiayai negara, tanpa pajak, lulus pasti jadi PNS, tentu si anak tidak mau keluar begitu saja ketika menjalani pendidikan
namun, tubuh ini bukan "karung tinju", kawan...
biarlah pulang ke kampung halaman untuk membantu ayah bertani, bukan?
masa penjajahan sudah lewat..
beradu dengan OTAK lebih dibuthkan menjelang pasar bebas..
ayo, kawan, asah otak kita bersama..
kita adalah milikNya dan akan kembai kepadaNya juga..
peace!
-cinta damai-
Posted by: deenee | 16 May 2008



