« melodrama mei 98 | HomePage | mimpi... »
03 May 2007
melodrama mei 98
akan saya ceritakan pengalaman saya dibulan mei 98 tahun lalu. benar benar sebuah neraka bagi kota saya tercinta. waktu itu saya hanyalah seorang siswa sekolah menengah negeri. waktu itu saya seorang anak yang tidak mengetahui dan mengerti apa yang sedang terjadi dinegeri ini. waktu itu pula saya adalah seorang anak yang beranjak remaja. sering bolos sekolah, bermain main dengan motor lalu kebut kebutan, lalu warnet pergi kedunia maya dan chating selama berjam jam. begitulah saya waktu itu.
bisa jadi saya adalah seorang anak yang sedang sakit jiwa. bayangkan saja. ditengah kerusuhan mei 98 tahun lalu, saya pergi untuk mencari warnet yang buka, karena ada janji bertemu dengan seorang wanita dunia maya yang ngakunya sekolah diaustralia. saya lupa siapa namanya. saya lupa alamat emailnya. saya pun tidak tahu bagaimana wajahnya. yang jelas dia adalah orang pertama yang menyapa saya diserver dalnet chanel bawel ketika itu. yang saya ingat hanya nickname'nya, c0k1e5. entah apa maksudnya saya pun tidak mengerti. apalah arti sebuah nama. kami berchating ria dengan gembira. saling menanyakan hal hal yang ngga penting. ngobrol selama berjam jam. dan setelah itu kita janjian bertemu lagi. terserah kapan waktunya. kadang saya yang menentukan, kadang dia. lalu diakhiri dengan ucapan mesra selamat tinggal dengan tulisan warna merah muda. bye.
5 mei 1998 adalah pertemuan kita yang terakhir. saya juga sudah lupa apa yang kita bicarakan waktu itu. yang jelas kita berjanji untuk bertemu lagi keesokan harinya jam 7 malam. sayapun mengiyakan saja perjanjian itu.
keesokan harinya saya menjalani aktifitas seperti biasanya. matahari pagi hari juga lembut menyinari bumi. langit yang cerah kebiruan serta awan yang hitam berarakan sisa mendung semalam perlahan memudar. hampir tak ada bedanya pagi itu dengan pagi pagi sebelumnya. bagai pagi yang murni seperti hosti. sungguh suatu kota yang tenang dan terberkati. tapi tiba tiba saja ada pengumuman. "anak anak, hari ini pulang pagi."
teman teman semua bersorak sarai kegirangan. saya hanya mengerutkan dahi dan bertanya dalam hati. ada apa ? perasaan saya waktu itu sangat aneh.
"ini pasti karena reformasi..." kata teman saya.
terus terang saya tidak mengerti tentang kata reformasi. anak sekolah diusia saya waktu itu tidak pernah melihat acara berita ditelevisi. seputar indonesia, buletin siang, dunia dalam berita atau sekilas info. bagaimana tidak, acara yang saya tonton hanyalah film kartun setiap minggu pagi. atau saya hanya bermain main playstation, game game terkenal seperti resident evil atau final fantasy. bodohnya saya waktu itu yang tidak mengerti situasi dalam negeri hingga tidak tahu arti kata reformasi.
"kamu ikut ngga membakar matahari ?" ajak teman saya.
saya semakin bingung dengan kalimat ajakan itu. entah saya yang bodoh atau teman saya yang dungu. bagaimana kita bisa membakar matahari, sedangkan matahari itu sudah terbakar sejak jutaan tahun silam.
"nanti kamu bisa ambil barang apa saja. kalau aku mau ambil jam tangan G-SHOCK. aku dah tahu tempatnya. nanti kalau dijual kan bisa mahal." sahut teman saya yang satunya.
nah, sekarang saya baru mengerti tentang kalimat membakar matahari itu. tapi gila, yang benar saja. ini ngga masuk akal. bagaimana bisa ? ini tindakan kriminal. kejahatan.
"ya sudah kalau tidak mau ikut. kita kita mau berangkat sendiri."
ahhh, peduli amat dengan apa yang mau mereka lakukan. yang jelas saya tidak ikut ikutan. yang saya pikirkan cuma bertemu dengan c0k1e5, wanita kenalan saya didunia maya saat itu. saya tidak sabar menunggu nanti malam untuk bertemu. saya mulai berfikir tentang obrolan kita nanti.
sepulang sekolah. saya langsung kerumah. keganjilan saya kembali datang ketika hari itu suasana jalanan sangat sepi. bis kota, angkota, atau mobil roda empat tidak ada yang lewat sama sekali. kecuali sepeda motor yang terlihat beberapa kali. terlihat semua pertokoan tutup. lalu orang orang mulai mencorat coret tembok, pintu dan pagar rumah mereka dengan tulisan "pribumi asli." dan sekali lagi saya tidak mengerti dengan arti kalimat ini. selang beberapa jam setelah itu. terdengar kabar kalau matahari terbakar. sayapun melihat keluar. asap hitam disebelah timur terlihat pekat mengkilat. senja sore hari ketika mentari menelan bumi, beberapa orang mulai berteriak teriak "reformasi...reformasi..." benjalan berarakan melintasi depan rumah kami. akhirnya, dengan sepeda motor saya berangkat untuk menepati janji, bertemu dengan c0k1e5. saya tidak peduli apapun yang terjadi. walau waktu itu ayah dan ibu melarang saya untuk pergi. tapi saya tetap berangkat kewarnet tempat langganan saya seperti biasanya. melewati ban ban bekas yang terbakar ditengah jalan. melewati tong tong kosong yang menghitam. ternyata rasa suka sudah membutakan saya. warnet langganan saya tutup. lalu saya melaju motor saya lebih jauh lagi. mencari warnet yang lain. jam sudah menunjukkan pukul 7 lebih sekian. saya kebingungan. tiba juga saya ditempat tujuan. malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. entah apa yang harus aku lakukan. seorang diri digelap malam hari dalam susana yang mencekam. yang saya pikirkan hanya pulang kerumah, mencari kedamaian.
perlahan saya melaju pelan. suasana sudah rusuh. beberapa orang sempat melihat saya, sepertinya mau menjarah sepeda motor saya. tapi karena kulit saya terlihat coklat gelap, mereka membiarkan saya lewat. lalu saya melihat sekumpulan orang mendobrak pagar rumah bertingkat. sempat saya berhenti dan melihat orang orang itu. terlihat orang dalam rumah berteriak teriak ketakutan. tapi terlambat. mereka sudah kesurupan. ini hanya masalah kesenjangan. tentang warna kulit dan bentuk mata yang berbeda. yang laki laki diseret keluar dipukuli, yang perempuan diperkosa secara bergiliran. terlihat beberapa orang lagi masuk pertokoan. mereka menjarah barang dagangan, entah itu baju, celana atau sepatu. setelah puas dengan semua itu, mereka membakarnya sampai habis tak tersisa. dan terlihat seseorang menjebol mesin ATM dengan palu dan linggis, menguras seluruh uang yang ada didalamnya. entah setan mana yang sudah merasuki pikiran para manusia itu. mereka menjadi liar. mereka menjadi buas. mereka berhamburan menyerbu kota bagai serigala. mereka berpesta, mereka menari, mereka bernyanyi, padamu negeri, harta nyawa kami. begitulah kota kami dibulan mei. rumah rumah terkuci, lampu lampu merkuri redup mati. hanya bara api yang sangat terasa dalam hati. tidak ada lagi angkringan dipinggir jalan, tidak ada lagi penjual bakso teng teng, bakmi goreng duk duk duk, martabak telor tok tok tok, sate te sateee atau bakpao pao pao dimalam hari. yang ada hanyalah sisa sisa bangkai mobil, pecarahan kaca kaca yang resah, runtuhan tembok, serakan kerikil kerikil tajam, aspal yang memanas, serta isak tangisan yang menyayat.
hanya purnama yang terlihat mengambang ditengah kota membuat hati terasa nyaman. ingin rasanya memanggil ibu untuk mengambilkan lilin sebagai cahaya supaya malam tak lagi gelap mencekam. seperti halnya mereka yang teraniaya dan tersiksa, ingin rasanya mengambil tangga dan menaikinya secara perlahan sampai kebulan. memetik kecapi, memintal benang cinta, dengan air mata. seketika itu juga saya teringat dengan c0k1e5. dia pernah berkata "mata, aku ini seorang cina." dalam diam saya berharap semoga dia sekeluarga baik baik saja.

15:22 Posted in Cerita | Permalink | Comments (32) | Email this
Comments
speachless.....hiks....
di luar hujan, di sini baca cerita hujan juga..hiks
Posted by: mei | 03 May 2007
tanggal berapa itu ya ta???
eniwei... laen kali ingetin Na buat ga baca blognya mata sore2 gini ya ta... soale mata Na sepet baca postingan panjang =9
*no hard feeling bro!
Posted by: Kana | 03 May 2007
semoga teman mata itu sehat walafiat. hilang harta boleh. tp jangan hilang nyawa dan keluarga.
Posted by: ndutiii | 03 May 2007
Mata..mata,
Reth ini seorang cina.
Gpp ya Mata?
*apaan coba*
Posted by: Reth | 03 May 2007
Ah, jangan sampai terulang lagi.... jangan .... jangan..... fely juga seorang cina. takuuuut
Posted by: fely | 03 May 2007
@mei
kok cerita hujan. cerita hujan ada lagi lho mei. hehehe
@Kana
itu tanggal 5 mei malam hari... baca donk... kan ada... :(
soalnya kalau ngga panjang ngga nikmat. sekalian yang nulis ya yang panjang aja.
@ndutiii
yap... bener...
@Reth
ya ngga apa apa donk reth... mata suka kok punya temen kek kamu. :p
@fely
huuh.. jangan... !!
semoga semua kasus di mei 98 itu bisa terusut dengan tuntas.
Posted by: mata | 04 May 2007
sudahlah ta,jadikanlah sejarah .....aku sudah perlahan2 "melupakan"nya . :)
aku juga cina .
Posted by: meli | 04 May 2007
@meli
kamu bisa melupakannya mel ?
mata aja ngga bisa melupakannya. ini bukan the beatles "yesterday all my trouble seem so far away"
buat apa ada hukum kalau ada masalah hanya dilupakan gitu aja. buat apa ada undang undang.
Posted by: mata | 04 May 2007
ah... seorang cina...
mau nangis rasanya...
saya juga seorang cina.
nenek saya cina yang kawin dengan pribumi.
setengah keluarga saya cina.
setengahnya lagi tak bisa berbahasa indonesia.
setengahnya lagi masih di cina.
setngahnya lagi harus menggantung sejadah di depan rumah lengkap dengan tulisan 'pribumi aseli"
waktu itu saya masih sd. saya ga tau apa-apa.
yang pasti bank bca sudah hangus terbakar.
reformasi emang ga pernah bener.
tujuannya pun tak jelas.
hasilnya juga ga tau.
agenda nya cuma menurunkan satu orang.
setelah orang itu turun, entah bangsa ini mau dibawa ke mana.
Posted by: suep | 04 May 2007
cina itu ada di benua asia
tetangganya malaysia ama kamboja
coba liat peta....*sodorin peta plus cewek buat mata*
Posted by: jolie | 04 May 2007
ah,, gua juga suka heran... kenapa sih orang ribut banget ngurusin perbedaan warna kulit. kita hitam, mereka putih.. so what gitu loh...
gua juga pernah dapet cerita yang sama dari temen2 Solo.
ih,, serem ya...
Posted by: rime | 04 May 2007
sampe skarang juga masih ada aja yg kaya gitu.. hmmph nyesek..
Posted by: devishanty | 04 May 2007
luka lama ya ta, moga tak pernah terulang lagi. manusia sering lupa Tuhan yg menciptakan perbedaan utk saling menyayangi...
jd remember my first love, cicak alias cina cakep :)
Posted by: meiy | 04 May 2007
Lha ya katanya negara ini Pancasila...mana itu praktek dari sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab......pada engga baca ya...
Posted by: Tiwi | 04 May 2007
@sueb
kok jadi bener bener melodramatis gitu yah...?
itu dimana jeng ? kota kamu itu ?
tapi memang benar
agendanya cuma satu
nuruinin satu orang
ngga pernah diadili
harta bendanya ngga bisa kembali
sekarang malah ngga peduli
pada ribut sendiri sendiri
mau jadi apa bangsa ini ?
@jolie
siapa...?? yang nanya maksudnya ??? hahahaha
anak TK juga paham kalau cina ada diasia... hahaha
@rime
tanya ken- napa ?
bukankan karena perbedaan kita bisa tahu dan semakin lengkap saling mengisi.
Posted by: mata | 04 May 2007
@devishanty
harusnya dilaporkan itu...
@meiy
luka lama yang ngga pernah bisa sembuh. dan mungkin ngga ada obatnya.
wah cinta pertama ? cerita donk meiy... ckckckck
@Tiwi
lha katanya negara ini juga ketuhanan yang maha esa...? mana ? pada buta kali ya matanya.
Posted by: mata | 04 May 2007
aaaaahhh...mata! mengingatkan hari2 penuh kegelapan. Semoga dia masih baik2 aja ya ta...
Posted by: yati | 04 May 2007
saya gak peduli ada yg nanya apa enggak
saya kan juga gak nyuruh situ ngomentarin komentar saya, emang penting yah??
hahahahha
*PUUUUAAAASSSSSSSSSS*
Posted by: angelina jolie | 04 May 2007
@yati
kalau ngga diingatkan ntar pada lupa jeng... trus gimana donk ??? :)
@angelina jolie
hahahahaah../.. nek marah tambah cakep lho kmu... ckckckck
penting banget donk ngomenin balik, ini kan debat terbuka. bisa masukan bisa celaan... hahhaha
*TAK SOBEK SOBEK BAJUMU* hahahahaa
Posted by: mata | 04 May 2007
iyah.. pas itu aku baru Es De, dipulangin pagi..
trus pas lewat di depan sami luwes yg baru dibakar sempet dicegat ma orang² yg matanya merah² *mabuk gitu...*
aneh banget kan.. pemabuk kayak gitu sok omong gede mo ngereformasi...
untung pas itu aq ga diapa-apain deh...
Posted by: sky | 04 May 2007
@sky
ternyata kamu juga ingat yah peristiwa itu yah. secara waktu itu kamu kan masih 8 tahun. :) ckckckckck
ya namanya saja situasi lagi rusuh. moment itu dimanfaatkan sama orang orang yang kurang bertanggung jawab.
Posted by: mata | 05 May 2007
seinget gw pada hari itu gw ma temen2 gw sempet ke citraland depan kampus. pas jam 16;30 temen gw donnie nyuruh kita2 pada pulang karena katanya bakal ada sweeping. Besokkannya dapet kabar klo temen gw si donnie itu kena tembak di selangkangannya. Alhamdullillah skarang dia bae2 aja
Posted by: tata | 06 May 2007
mataaa! mataku hampir berurai membacanya :(
aku juga pernah ngebaca wacana2 lain soal tragedi ini..
dan semuanya memang bener2 menyayat hati..
duh, saya baru nyadar neyh udah bulan Mei..
bentar lagi bakalan memperingati Targedi berdarah 12 Mei yg menimpa senior2 dikampus saya..
siap2 "ditahan" senior deh di kampus.. hehe :D
Posted by: Nieke,, | 06 May 2007
berurai aer mata mapsudnya.. :D
Posted by: Nieke,, | 06 May 2007
@tata
ada yang kena tembak juga ta,..? peluru nyasar yah,..
tapi syukur juga kalau dia baik baik saja. :)
@Nieke,,
kamu kul ditrisakti ya ke...?
trus tiap bulan mei ada acara apa untuk mengenang para pahlawan itu ?
Posted by: mata | 06 May 2007
Mata, gw jg mahasiswa Trisakti (sodaranya Nieke gitu lowh... ;P) Biasanya pagi2 ada upacara yg diikuti anak2 ORMAWA (yg ga ORMAWA jg boleh datang, kok!) Hadir jg keluarga korban di sana... Pokoknya mengharukan bgt, deh! :'(
Trus, biasanya kalo sore sampe malam ada aksi teatrikalnya di kampus. Nah, itulah saatnya gw n temen2 teater beraksi! Hehehe... (mudah2an ga sampe mlm bgt pulangnya...) Tp biar malam, biasanya selalu ada yg nonton aksi teatrikal ini, loh!
Posted by: Nilla | 06 May 2007
@Nilla
ternyata banyak yah yang kuliah ditrisakti.
ORMAWA itu apa ? semacem organisasi gitu atau ?
ehmm emm...
jadi begitu yah... yang pasti untuk mendoakan dan mengenang arwah para pahlawan yang berjuang untuk bangsa ini kan ?
Posted by: mata | 07 May 2007
i'm no racist, mata. dan aku selalu mensyukuri itu. betapa jahat manusia kalo sudah dibutakan seperti yg terjadi taun 98 itu ya, ta?
Posted by: venus | 08 May 2007
makanya, enak cari duit sebanyak2nya kirim k luar negeri dah.. terjamin.. aman.. bayar pajak kaga rugi.. bodo amat ma nasionalisme.. kl kerusuhan lagi jg jadi korban..
Posted by: michael | 23 September 2007
Aku punya banyak temen di kampus yg chinese-indo. Aku muslim, dan beberapa temen baikku chinese-indo. Makanya suka heran ma org2 yg ribut2 masalah rasis. Semua punya kekurangan&kelebihan. Aku ga mau bilang "lupain aja masalah mei 98" takut banyak yg tersinggung, tapi aku (berusaha untuk) yakin kalo kejadian kayak gitu ga bakal keulang lagi. Kemaren tuh bener2 jadi pelajaran buat kita semua. Waktu tu aku SD tapi dah yg mempertanyakan kenapa sih riot konyol kayak gini bisa terjadi. *sigh*
Oya, gpp ya aku sebutnya chinese-indo. Mengacu african-american.
Salam :)
Dee
Posted by: Dika | 04 October 2007
@venus
pantas untuk ngga punya mata
@michael
lha ngapain situ hidup diindonesia kalau ngga peduli nasionalisme. :))
@Dika
entah kapan mulai selisih paham ini. mungkin dikarenakan faktor kesenjangan sosial dll
saya juga punya banyak sekali teman yang berbeda ras. sebut saja mereka chinise toh mereka juga baik baik saja sama saya. tidak pernah mempermasalahkan saya ini siapa. coklat atau kuning langsat. maka itu yang saya sesalkan. mengapa harus berpikiran sempit tentang mendefinisikan siapa diri kita. ditanah mana kita tinggal dan entah seribu alasan apa lagi yang dibuat. capek...
terima kasih ya dah mau komentar diblog saya
salam kenal juga :)
Posted by: mata | 04 October 2007
Tragedi tu tepat'a tnggal brp, ta?
Posted by: Ijonk fernandez | 17 August 2009
Post a comment