« legenda kutu kupret | HomePage | pesta »
08 May 2007
legenda kutu kupret
untung saja dinegara ini masih ada orang yang mau tertawa jika dihina. jika tidak, mungkin kesuksesan tidak mungkin bisa datang begitu saja dalam diri tukul arwana. ya, ketika melihat acara empat mata, saya seperti melihat kebodohan kita sebagai manusia. tapi bagaimanapun juga, fenomena tetap saja fenomena. hal ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. perlu sebuah kristalisasi kringat yang panjang. perlu perjuangan sampai titik darah penghabisan. hingga bisa menjadi cover boy seperti sekarang ini. katanya.
saya masih ingat acara empat mata pertama kali. dulu belum sempat sukses seperti ini. pembahasannya pun masih menjurus pada hal hal 17 tahun keatas. sering kali bintang tamunya para wanita seksi, sering kali penyanyi dangdut yang waktu itu disuruh menunjukkan ciri khas goyangannya masing masing. goyang patah patah, goyang gergaji, goyang kayang, atau entah goyang apalagi. empat mata waktu itu hanya sebuah talkshow biasa. host bertanya dan bintang tamu menjawab. dan setelah penonton, pemirsa, atau bintang tamu tertawa jika dihina. maka acara ini melesat mendudukin rating yang tinggi. ini yang dimaksudkan dengan fenomena tersebut. jarang sekali ada acara talkshow seperti ini. bagi saya, ini yang namanya dagelan kere', atau guyonan ra'teges yang merupakan ciri khas dari para pelawak pelawak jawa. lihat saja contohnya seperti polo, gogon, timbul, basuki, marwoto, kirun, topan/lesus, atau anggota srimulat yang lainnya. tidak ada bedanya dengan seorang tukul arwana yang mempunyai ciri khas yang sama.
kita melihat ketika tora sudiro melempar kacang kearah tukul, lalu dengan tiba tiba tukul meniru gaya seperti anjing dengan lidah terjulur dan sesekali dengan kaki terangkat nungging. kita juga melihat ketika tukul sering kali mengajak bintang tamu masuk kedalam lalu setelah keluar sambil membetulkan celananya. terlebih sering kita melihat tukul mengatai para penonton dengan ciri ciri khasnya, "wong ndeso." "katrok." "tak sobek sobek mulutmu." atau "betulin dulu celanamu... wajah kelihatan kota kok pikiran ndeso." saya bayangkan orang orang pelosok desa jika melihat acara ini, apa tidak sakit hati. tapi sering juga ketika tukul terhina atau menghina dirinya sendiri tentang bibirnya yang makin molor, atau sering kali dia berkata "lha saya ini keturunan nying nying." lalu saya bayangkan apa bapak ibunya tidak marah ketika dikatakan punya anak nying nying. tak sempat dia memikirkan hal tersebut lalu dia berkata "puas puas!!!"
ya, saya puas. !!! para pemirsa dan penonton pun juga puas. jam tanyang ditambah. seminggu 5 kali penanyangan dalam durasi 1,5 jam. honor tukulpun bertambah. iklan iklan datang dan antri bergiliran. rumah makan ikan bakar dibukanya, rumah orang tua dibangunnya hingga megah, rekaman album juga tak ketinggalan. ini aji mumpung. ini yang namanya keberuntungan. rejeki itu datang dengan sendirinya. tapi, tanpa usaha manusia tidak mungkin bisa meraihnya. manfaatkan masa mudamu sebelum masa tuamu datang, manfaatkan masa sehatmu sebelum masa sakitmu datang, dan manfaatkan masa... iyaaa... untuk itu, iyaaa... iyaaa... iyaaa... iyaaa... iyaaa...
iya ini yang saya maksudkan. inilah cermin diri kita. potret kehidupan manusia yang sesungguhnya. apa adanya, sok tahu, keminter, ngakunya cover boy, ngakunya ini, ngakunya itu. sungguh benar benar seseorang yang polos. ciri khas wong ndeso. ini adalah icon. tukul adalah simbol dari penindasan. simbol dari bencana dan musibah. inilah fenomena kita yang kasar, norak, narsis, mesum juga munafik. bukankah ini penampakan kita sebagai manusia yang sesungguhnya. bukankah ini masyarakat kita yang sebenarnya.
sekalipun ngakunya peragawan, model, ataupun cover boy, yang namanya kutu kupret itu tetap saja kutu kupret. PUAS !!!???

10:04 Posted in Opini | Permalink | Comments (33) | Email this

Comments
kira2 sampai kapan acara itubakalan b'tahan y?
tv show di Indonesia kan jarang bgt ad yg b'tahan lama, nggak kayak Oprah Winfrey show yg bs tetep exist sampei skrg
Posted by: ordinary girl | 08 May 2007
orang2 yang suka tukul show itu kebanyakan adalah orang2 jawa di kota yang seharian penat dengan kerjaan.
tukul show sendiri d kemas lebih modrrn d banding lawakan dengan gaya yang sama seperti srimulat contohnya. dan memang karena gayanya yang masih nge'trend'
semoga tetap awet, ndak seperti srimulat yang mulai kembang kempis d TVRI
Posted by: mei | 08 May 2007
@ordinary girl
bisa jadi bertahan lama jika menunya bisa dimodifikasi dan ngga hanya itu itu saja.
@mei
kalau bukan orang jawa yang lihat pasti akan bertanya tanya dan ngga paham apa arti dari kata kata ndeso, katrok, atau bahasa jawa yang lainnya.
tapi salut juga ama dia. bisa mengangkat bahasa jawa supaya lebih dikenal lagi diseluruh nusantara. :) bukan begitu ?
Posted by: mata | 08 May 2007
Lihat saja iklan tv smua penuh wajahnya si kutu kupret ini. Inilah endonesah Ta...mana yang sedang naik daun akan meroket setinggi2nya. Episode 4 mata yang diperpanjang dan tayang setiap hari pasti akan membosankan, apalagi tukul selalu mengucapkan kata/magic words yang itu itu saja; sobek2, kembali ke ...ah eneg saya Ta
Posted by: unai | 08 May 2007
@unai
mata tahu komentar kamu ini kearah mana yun. :)
tapi memang begitulah adanya. suka ngga suka kita akan dihadapkan dengan wajah kutu kupret itu. ini fenomena yang mata katakan beda tersebut. televisi sudah dicemari dengan budaya ganteng, kaya, glamor dll. sedang disini lain lewat fenomena tukul maka kita disuguhkan dengan budaya ndesonya itu. yang ntah sadar apa ngga dia sepet berkaca apa tidak kalau buruk muka cermin dibelah.
Posted by: mata | 08 May 2007
Na dulu males banget kalo harus nonton 4 mata. kenapa? karena apa yang dibicarakan topiknya melulu topik 17 tahun ke atas yang mengarah ke esek2. aku gerah ndengerinnya kalo tiap malem. kalo sekali2 siy, gpp kali yawh =9
tapi ta, sejak sebelum 4 mata ada. waktu Na SMA, ada temen Na yang ngefans berat ma tukul. dy copycat gaya tepuk tangannya tukul sama itu.. gaya tukul ngelap muka =9
Posted by: Kana | 08 May 2007
penting yah ngomongin tukul ???
*cuman nanya, kalo emang penting ya lanjutin aja*
Posted by: tatari | 08 May 2007
@Kana
mang bener na, dulu pembahasannya vulgar banget. kalau sekarang.... tetep... hahahaha
masak sampai seekstrim gitu na,? jangan jangan temen kamu itu juga makan tulang. hahaahah
@tatari
dari pada ngomongin kamu. lha nanti ada yang cemburu gimana ? kamu mau dicemburuin orang seblogger... hahahaah ***narcisnya kek tukul*** ( kumat ) hahahaha
Posted by: mata | 08 May 2007
kalo sayah mah nonton tukul pas lembur di ktr. apa iya tukul ini wajah endonesiyah saat ini mas?
Posted by: danu | 08 May 2007
uhm.. ta, diriku lom pernah nonton yang namanya empat mata ini *toenk* waktu itu sempat kirain tayangnya di rcti, ternyata eh ternyata di trans tujuh yah? maaf, disini ga ada channel yang dimaksud.. keknya sayah lebih katrok n ndeso daripada tukul deuh klo gini..
Posted by: eva | 08 May 2007
uhm.. ta, diriku lom pernah nonton yang namanya empat mata ini *toenk* waktu itu sempat kirain tayangnya di rcti, ternyata eh ternyata di trans tujuh yah? maaf, disini ga ada channel yang dimaksud.. keknya sayah lebih katrok n ndeso daripada tukul deuh klo gini..
Posted by: eva | 08 May 2007
eh tp omong² soal tukul tuh aq malah nge-fans ma tim kreatifnya deh, pinter banget bikin lawakan gitu...
huehehe
Posted by: sky | 08 May 2007
Tapi salahnya Tuku dia terlalu mengeksploitasi ketenarannya. Terlalu diforsis. Masa ampe 5 kali seminggu, padahal masyarakat Indonesia cepet bosan.
Posted by: guebukanmonyet | 09 May 2007
@danu
kalau wajah paling indonesia menurut saya cuma si kipli. huahahaha
@eva
ngga ada chanel trans 7 va ? masak sih... bener bener pelosok yah berarti. tapi ngga apa apa. acara ini ngga gitu pentingt kok :p
@sky
tim kreatifnya tukul siapa emangnya ? ngefans gimana ?
@guebukanmonyet
karena diekploitasi 5 minggu itu juga karena permintaan pemirsa lho. jadi ya bukan salah si tukul. hahahaha... namanya juga lagi booming.
btw kalau kamu bukan monyet trus apa ? hahahahah ***canda***
Posted by: mata | 09 May 2007
posting yang katro' dan ndeso.
(jangan marah lho hiihhhihiih)
Posted by: dodi | 09 May 2007
iya iya, taa...puwasss..*sambil nyruput kopi*
Posted by: venus | 09 May 2007
@dodi
sama kek komen kamu. katrok dan ndeso...
hahahaha
@venus
gut gut
Posted by: mata | 09 May 2007
yang penting ada masukan la.
Posted by: meli | 09 May 2007
waktu temen2ku bilang 'ndeso', 'katrok', aq cuma masang tampang heran. ndeso?? katrok?? apaan tuh?
aq nonton acara 4 mata setelah jam tayangnya ditambah *itu jg karena temenku ngasi tau*. ooh, ini toh 4 mata teh.. hmm..
host dan guestnya saling menghina. tingkat ekstrim klo kata aq. klo ga gitu, ga kan lucu ya?
..lucu..
Posted by: iyank | 09 May 2007
wah. kalo aku sih ga mikir ampe sejauh ini. huhu. cuman ga ngerasa lucu aja. tapi ga sentimen pribadi sama tukul sih. malah kasian aja sekarang dia sukses tapi banyak yg ngehina2 gitu dan nganggep dia sukses karbitan, padahal diakan dah lama juga ya..
Posted by: devishanty | 09 May 2007
@meli
bener mel :)
@iyank
itulah sesuatu yang baru dalam dunia kita. ternyata budaya saling menghina itu adalah budaya baru. :)
@devishanty
kalau ngga dihina, ntar dia ngga sukses lagi dev... gimana donk...? hahaha...
pertama kali tukul terkenal itu kalau menurut mata gara gara video clipnya joshua yang `air` kira kira tahun 1997-1998.
Posted by: mata | 09 May 2007
ya, gua juga sudah mulai bosan dengan si kutu kupret ini.
tapi, di balik aji mumpung yang sedang dia raup sekarang, dia telah berhasil membuat kita berkaca: bahwa hidup tidak selalu sesuai dengan yang diinginkan.
ada yang punya obat pembasmi kutu??
Posted by: rime | 09 May 2007
@rime
maksudnya dengan `hidup tidak selalu sesuai dengan yang diinginkan ?`
hahaha... kalau obat pembasmi kutu ya bedak tabur. namanya rodes kalau ngga salah. :))
---
sekedar informasi kalau tadi mata lihat KPI sudah mulai mempersoalkan masalah tukul fenomena ini. katanya melanggar aturan aturan yang sudah ditetapkan. misalkan soal cium pipi dan menjurus ke vulgaran masalah wanita. ntah gimana selanjutnya.
Posted by: mata | 09 May 2007
walahh si mataaaa ternyata pans na tukulll hihihihihih nonton 4 mata nyegerin dah hahahaha lucu...nasib orang yahh siapa yang taw... God work with his own way ^_^
mataaa soaall ituu tuhhhhh...hjihihihhihihihih ga usah dehh....jadii maluwwwww
Posted by: ranny | 09 May 2007
terus terang, daku baru nonton empat mata sekali thok thill, itu juga di youtube (memalukan!!!) ^_^'v
aku suka banget, bukan bintang tamunya, tapi yang nonton dan gimana acara itu dibawakan. ngga tau, nyenengke ngonolah. kelihatan natural :)
Posted by: RhoMayda | 10 May 2007
oh iya, katrok itu apa to?
Posted by: RhoMayda lagi | 10 May 2007
@ranny
mata bukan fans`nya tukul kok ran. mata hanya pemirsa dan penilai saja. hahaha ***kek dewan juri***
soal yang mana sih ??? ckckck ***pura pura ngga tahu***
@rho
tonton deh rho. terus kasih penilaian. menurut kamu sebagai seorang sastrawati gimana itu acara. hahaha
mata sendiri juga ngga tahu arti katrok. mungkin semacam ndeso atau apa. soalnya 24 tahun hidup dijawa. baru denger ini ada bahasa jawa `katrok`
Posted by: mata | 10 May 2007
btw "katrok" dan "Ndeso" apaan seh mas .. huehehehe salut buat tukul yg lagi aji mumpung ( kapan lagi yah ngaa )
Posted by: budhie | 10 May 2007
@budhi
ndeso itu ya orang desa. kampungan.
Posted by: mata | 10 May 2007
biar ndeso, katro tp memang sementara ini bagus buat jiwa orang2 indonesia, ngilangin stress getu, pokoknya puasss deh.
Posted by: kenny | 10 May 2007
`hidup tidak selalu sesuai dengan yang diinginkan`
maksudnya kita harus berlapang dada nerima kenyataan hidup.. misalnya kenyataan bahwa kita dihina2 sama orang lain.
mana ada sih orang yang seneng diejek2 dan dihina2. gua dulu waktu jaman masih ingusan, pasti marah kalo diledek2. dan pada kenyataannya ga ada manusia yg ga pernah diejek.
tapi kalo sekarang sih sebodo amat kalo ada orang yang ngejek2 gua. jadiin aja lelucon.
seperti yang dilakukan tukul.
terbukti, dapat membuat hidup menjadi lebih membahagiakan untuk dijalani.
Posted by: rime | 10 May 2007
jadi kesimpulannya? kutu kupret itu apa ta? masih belum puas.
lariiii...............:))
Posted by: meiy | 11 May 2007
saya juga kutukupret, tapi bukan tukul hahaha
Posted by: kutukupret | 05 September 2009
Post a comment