« dimana anak kambing saya ? | HomePage | ndu rindu,... »

23 May 2007

dimana anak kambing saya ?

minggu lalu, saya berkunjung kerumah Kanjeng Rasul Muhammad SAW dengan membawa sekeranjang permen, beraneka warna, bermacam rasa. sebenarnya tujuan saya hanyalah ingin menanyakan dimana alamat Yang Maha Kuasa Kanjeng Pangeran Gusti Allah SWT. tapi Kanjeng Rasul hanya menjawab dengan senyuman yang sangat meneduhkan. seolah olah, senyuman itu adalah sebuah jawaban.

tapi tak apalah, bagi saya, dapat bertemu dengan Kanjeng Rasul saja, sudah sangat bahagia. saya sangat senang sudah diberikan kesempatan yang sangat langka ini. mengingat beliau sangatlah sibuk menyebarkan kebaikan. berkunjung dari desa satu kedesa lain, dari kota satu kekota lain, dari tempat satu ketempat lain, melewati gurun, stepa, sabana, hingga hutan rimba belantara, menyebrangi sungai dan lautan, mendaki bukit dan lembah juga pegunungan. tujuannya hanyalah satu, mengajak umat manusia untuk menjalankan perintahNYA dan menjauhi laranganNYA.

sekeranjang permen pemberian dari saya itu diterima dengan senang hati. sebenarnya beliau sangat bingung. dan mungkin bertanya tanya benda apa yang ada didalam balik bungkisan warna warni yang kecil menarik itu. mengingat beliau belum pernah merasakan manisnya permen.

"apa ini ?" tanya beliau sopan.

saya pun menjawab kalau bingkisan kecil kecil itu adalah manisan. dikota kami menyebutnya permen. saya menyuruh beliau untuk merasakannya. diambilnya satu, dibuka, dan dirasa.

"emmm,... manis, rasanya seperti jeruk."

"ohh,.. pasti Kanjeng Rasul membuka rasa jeruk. kalau dikota kami menyebutnya orange. rasanya manis sedikit asam seperti buah jeruk. nah, kalau yang berbungkus merah itu rasa buah strowberry, kalau yang hijau berasa buah mangga, kalau yang kuning berasa buah durian, semuanya manis. tapi ada juga yang berasa nikmat seperti kopi dan coklat. ada juga yang menyegarkan seperti daun mint." kata saya menjelaskan.

"kalau disini hanya mengenal manisan yang terbuat dari buah kurma." kata beliau menjelaskan.

"sayang sekali Kanjeng Rasul, dikota kami tidak membuat permen berasa buah kurma, karena buah kurma susah sekali didapatkan. mengingat iklim dan cuaca yang mungkin berbeda." jelas saya.

memang hidup ini seperti permen. beraneka macam rupa, beraneka macam rasa. ahh, permen. saya jadi teringat seorang tukang cerita yang berkisah tentang permen yang katanya bantalan mungil warna warni para peri. saya tak akan pernah lupa kisah itu. saat kehidupan ini masih ranum, para peri selalu beterbangan riang memetik biji biji buah yang lembut selengket getah yang bergelantungan dipepohonan entah apa namanya. sejenis karet, cemara atau akasia. sepanjang hari yang riang, ketika peri peri mungil itu memetiki biji biji buah yang manis, hutan yang berkilauan menjadi penuh merdu nyanyian. bunga bunga menebarkan keharuman, kupu kupu menari terbang kesana kemari, juga rumput yang bergoyang mengikuti irama nada alunan. sedang pada malam hari, saat peri peri mungil itu kelelahan, mereka berbaring tiduran pada dahan, pada ranting, pada daun. dan biji biji yang lembut itu mereka gunakan sebagai bantal. selalu saja ada tokoh jahat dalam sebuah cerita. disaat peri peri itu terlelap dalam mimpi, seorang nenek sihir mengambili bantal bantal itu dengan teramat hati hati. kemudian mengumpulkannya dalam keranjang. selanjutnya sinenek sihir pergi meninggalkan hutan, lalu menuju sekolah, taman, atau tempat bermain anak anak dan menjual bantalan kecil kecil itu. karena berasa manis, tidak sedikit anak anak itu rakus dan ketagihan merasakannya. hingga uang saku mereka habis, hingga gigi mereka hitam hitam keropos menjijikkan.

aduh maaf, lagi lagi saya ngelantur. berbicara ngawur dengan dongeng dongeng yang sudah berusia uzur.

kami berjalan menuju oase. menikmati panas sejuknya udara gurun, melihat onta yang merumput, juga pohon palem yang menunduk sejuk. "assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh ya rasulullah." sapa para khalifah dan kemudian didekat oase tersebut kami melakukan shalat zhuhur berjama'ah. "ahh, mimpi apa saya semalam ?" sungguh indah.

setelah itu kami sempat berbicara menghabiskan waktu sambil menikmati sekeranjang permen. relaxa permen wangi, nano nano rame rasanya, blaster blang blang blang blang, juga hexos pelega tenggorokan. kami berbicara tentang apa saja. bagaimana hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam sekitarnya atau manusia dengan sang pencipta. kami juga berbicara tentang musibah atau bencana yang melanda dan bagaimana cara menghadapinya. kami berbicara tentang politik, kami berbicara tentang pekerjaan, kami berbicara tentang cinta, kami berbicara apa saja. semua masalah yang saya punya tertumpah sudah. juga semua rasa sakit dihati yang terobati.

begitulah hari itu, saya pun undur diri. saya mengucapkan terima kasih karena nasehat nasehat yang beliau berikan. sebab saya tidak tahu lagi, kepada siapa saya ceritakan tetang semua masalah yang saya punya. sebelum saya pulang, beliau memberikan saya sepasang anak kambing. jantan dan betina. saya tidak berani menolaknya. sebab jika menolak pemberian orang lain itu tidak baik. beliau juga mengucapkan terima kasih pada saya dan tak lupa berpesan hati hati dijalan setelah mengucapkan salam.

istri saya sempat kaget ketika saya pulang kerumah sambil membawa sepasang anak kambing. dapat dari mana ? pikirnya. saya pun menceritakan kalau kedua kambing itu adalah pemberian Kanjeng Rasul Muhammad SAW.

"ini pertanda baik mas, pertanda baik, hidup kita akan semakin baik lagi, saya yakin itu." kata istri saya.

lalu saya menyuruhnya untuk memelihara anak kambing tersebut, memberinya makan rumput dan menaruhnya dihalaman depan rumah. rencananya jika nanti sudah besar akan saya jadikan persembahan dihari raya kurban. membagikannya ke fakir miskin dan tetangga disekitar kampoeng saya.

nasib sial selalu saja datang, kedua anak kambing tersebut hilang. entah lari dari halaman atau dicuri orang. rasa kecewa saya tak henti hentinya. saya menyesal. saya ceroboh. bagaimana ini ? jika yang hilang anak kambing biasa, saya pasti akan merelakannya. tapi anak kambing ini adalah pemberian. sangat istimewa. saya pusing, kepala saya pening, mendadak dunia terbalik. ingin saya laporkan kepada polisi. tapi itu mustahil terjadi. pertama, karena tidak mungkin polisi mencari sepasang anak kambing yang hilang. kedua, mereka pasti tidak percaya kalau anak kambing itu adalah pemberian Kanjeng Rasul Muhammad SAW. ketiga, karena birokrasi yang sangat rumit. saya ingat ketika saya pernah kehilangan sepeda motor. sayapun melaporkan hal itu kekantor polisi. saya diitrogasi petugas jaga selama berjam jam, layaknya saya seorang kriminal. saya juga disuruh membayar beberapa uang rokok dan uang fotocopy. segala puji bagi Allah SWT, akhirnya sepeda motor saya waktu itu ketemu. setelah cek, saya tidak bisa membawa pulang begitu saja. sebab sepeda motor itu akan dijadikan barang bukti kepolisian. saya bisa membawa pulang, tapi dengan syarat membayar uang lelah sebesar satu juta. itupun statusnya peminjaman barang bukti. batin saya, barang bukti apa ? ini sepeda motor saya, kenapa harus pinjam barang bukti ? itulah kenapa saya tidak mau berurusan dengan aparat kepolisian. terlebih lagi karena masalah anak kambing yang hilang.

hari itu saya menangis sejadi jadinya. saya lupa kapan terakhir kali saya menangis. air mata saya berleleran membasasi hidung hingga pipi. istri saya setia mengusap setiap tetes curahan air mata. sepertinya memang dia mengerti dengan benar apa yang sedang saya rasakan. tentang kekecewaan. tetang kehilangan. tentang kesedihan.

tapi saya tidak boleh berlarut larut sedih seperti ini. saya pun juga tidak menghendaki hal ini terjadi. tidak ada gunanya menyesali dan menyalahkan diri sendiri. ini baru anak kambing. saya bayangkan bagaimana para korban lumpur panas yang kehilangan tempat tinggal mereka. saya bayangkan kesedihan yang mereka rasakan. mereka kehilangan pekerjaan, mereka tidur ditempat penampungan, dan mereka melakukan aksi protes mogok makan. anak anak terlantar pendidikannya. juga kesehatan mereka yang memburuk. airmata mereka nanar. seolah memang tidak ada harapan. ahh, hidup bukan lagi soal permen yang mempunyai beraneka macam rasa. hidup hanya soal perjuangan. bagaimana memperolehnya dan bagaimana cara mempertahankannya. saya rasa ini yang paling jamak.

11:56 Posted in Narasi | Permalink | Comments (35) | Email this

Comments

Nah baru ini postingan yg tak kumengerti dan kupahami dari seorang Mata *apaan sih*

Tapi aku cuma tau kalo "hidup hanya soal perjuangan. bagaimana memperolehnya dan bagaimana cara mempertahankannya"

setubuh Ta!

Posted by: Reth | 23 May 2007

@Reth
hanya yang beriman saja reth yang tahu maksudnya. hahahaha... ***canda kok*** yah kalau ngga ngerti artinya ya dibaca kesimpulan terakhirnya itu saja. itu sudah arti dari seluruh postingan. :)

Posted by: mata | 23 May 2007

life is just like a basket of chocolate. if u wanna know how it taste, taste it! =)

Posted by: suep | 23 May 2007

@sueb
masih lezat permen ahhh...
ada isitilah permen coklat tapi ngga ada istilah coklat permen kan ? hahahahha

Posted by: mata | 23 May 2007

Ini serius, maen2, ATAU JENGLOT?

Posted by: Black_Claw | 23 May 2007

anak kambing tuan ada di pohon waru :D

Posted by: meli | 24 May 2007

mungkin jaman dulu hidup lebih simpel ya, permen cuma rasa kurma. jaman sekarang sudah nano-nano. banyakan kecutnya. tapi Tuhan kan setia, ada sejak dulu sampai sekarang, cuma mungkin susah ditemui empat mata (halah). lha masalahnya... ya permen2 ini yg kita punya sekarang. mbok masamnya kayak apa, ya itu yang kita punya :(

Posted by: RhoMayda | 24 May 2007

tau apa kau nak tentang hidup...

*aku juga gak tau sih..hehehehe*

Posted by: tatari | 24 May 2007

akhirnya belum ketemu juga alamatNYA?
hidup? konon cuman mampir ngombe* (ciu sampai teler) :)

Posted by: kw | 24 May 2007

freewgweg

Posted by: tes | 24 May 2007

@Black_Claw
apa sih yang ngga seni buat saya black... ***ngikuti jejak sampeyan thohh*** hahaha

@meli
disini ngga ada pohon waru mel... trus ceritanya gimana, anak kambing bisa sampai pohon waru...? hahaha

@rho
maka itu saya tanyakan ke beliau. ahhh keterlaluan ngga sih rho... coba kalau kamu ke perpus mbok dicarikan rho... konon katanya perpus dikampus kamu komplit... :)

Posted by: mata | 24 May 2007

@tatari
kalau kamu mo bilang E=MCkuadrat. itu baru mata ngga tahu menahu. pusing...

@kw
mendem kodok iki.
hidup itu ya nongkrong di monas atau dimana gitu trus keliling jakarta naek sepeda bmx. itu baru hidup. enjoy aja,...

@tes
testis apa ? sembarangan aja.

Posted by: mata | 24 May 2007

berat sangat makna postinganmu kali ini ta!

mikir dulu yah :p

Posted by: meiy | 24 May 2007

moga komunitas air mata guru bisa memperjuangkan nasib guru jujur yg ditindas ya ta

Posted by: meiy | 24 May 2007

kalo kamu yang cerita Ta..ughhh gada matinya deh, apa aja bisa jadi cerita

Posted by: unai | 24 May 2007

kalo kamu yang cerita Ta..ughhh gada matinya deh, apa aja bisa jadi cerita

Posted by: unai | 24 May 2007

aduh ta... gak ngerti.. :(

Posted by: nia | 24 May 2007

setuju Mat...hidup ini emang ttg perjuangan.

Posted by: ndutyke | 24 May 2007

Berjuang terus mumpung masih hidup!
btw, mo ngajak macan2an maksude.....???;)

Posted by: Tiwi | 24 May 2007

jaman nabi muhamad udah ada relaxa?? huhuuhh

Posted by: devishanty | 24 May 2007

@meiy
kalau ngga gini ngga bakalan ada yang baca meiy... haahaha
malah makin ngga dibaca yah...? :P

huuh... pokoknya dukung airmat guru... kesian itu.... masak sampai dipecat ama diancam segala... :(

@unai
besok besok yuni yang cerita aja deh... :) ayo ayo....

@nia
hahhahahaha... apa perlu dikasih kesimpulan ?

Posted by: mata | 24 May 2007

@ndutyke
huuh... wes pokok'e setuju wae lah...

@Tiwi
ya begitulah kira kira....

hahahaha...soal macn dibahas...? ya maksud'te pengen main macan macanan ma noni... guling guling dll... keknya seru... mo ikutan wi...??? hahahaha

@devishanty
hahahahaa...
makanya aku bawain oleh oleh... :)

Posted by: mata | 24 May 2007

kana juga maw dunkz permennyah.. lumayan buat penghilang stress saat mberesin transkrip yang numpuk... xP

***stress ta.. blom bisa updet.. nanti aja yak!***

Posted by: Kana | 24 May 2007

emang hidup itu warna warni n rasanya macem2 ^^

Posted by: nez | 24 May 2007

@Kana
mana ada permen penghilang rasa stress.. adanya juga permen penghilang rasa kantuk kali...
keknya kana beneran stress deh... duhh... gawat gawat...

@nez
pelangi donk warna warni... hihihihihi

Posted by: mata | 24 May 2007

wew ini maksudnya apaan yah..??

||now loading.............||

aduh apaan sih..??

||now loading...........||

aaah ga mudeng...
btw pingin nih nyicipin permen rasa kurma,
huehehe

Posted by: sky | 24 May 2007

@sky
pakai pentium berapa sih kok lemot gitu.... pake nowloading segala... hahahaha

Posted by: mata | 25 May 2007

jadi ingat nasgor kambing yg di kebon sirih...uenak'ee poll..!

aku tetap semangat walopun hidup penuh perjuangan ! Beruntunglah Ta, bisa berkeluh kesah pada Kanjeng Rasul..*menerawang...jauhhh...*

Posted by: Milda | 25 May 2007

bener banged mas..


memang udah seharusnya kita melihat ke bawah..
kalau selalu melihat ke atas terus pasti ga ada tempat di hati buat bersukur..

mudah2an saya ga salah memaknai postingan ini..
hehe :D

Posted by: Nona Nieke,, | 26 May 2007

@Milda
makanan aja selalu inget... hahaha jadi lapar juga nih... :p

siapa sih yang ngga mau berkeluh kesah dengan beliau. kamu pasti juga mau kan ?

@Nona Nieke,,
ibaratnya orang jalan aja ke.
kalau jalan ya jangan sering lihat bawah ntar nabrak, juga jangan sering lihat kedepan ntar kesandung batu... gitu kan ???

Posted by: mata | 26 May 2007

huhuhu,, masih tetep mata yang dulu yang bernarasi indah salut ama tulisan2nya hehehe keep give the world a motivation brur :)

Posted by: AryapunK | 26 May 2007

agree :)

Posted by: ancilla | 26 May 2007

@Aryapunk
kemana aja bro... lam bnget ngga kelihatan ? dah punya anak apa ? hahhhahahha.... gimana kbar ?

@ancilla
sep deh... :P

Posted by: mata | 26 May 2007

hidup emang nano-nano, perlu perjuangan untuk mendapatkan(meski mendapatkan permen :D )

mata ini emang kata2 nya selalu terselubung, pasti klo tidur suka selimutan ya hehehehe :P

Posted by: kenny | 26 May 2007

@kenny
hahaha... pasti trio kwek kwek juga seperti itu ya ken. selalu berusaha untuk mendapatkan permen. :p

iya tentu selimutan donk. orang juga ada yang nemenin. anget lagi... gimana ngga selimutan... :p hahaha

Posted by: mata | 26 May 2007

Post a comment