« surat | HomePage | 25 tahun usiaku »

31 May 2007

surat

saya jadi ingin menulis surat.

tapi pada siapa ? kemana ? itu yang menjadi pertanyaan selanjutnya. entahlah. terserah. tukang cerita seperti saya ini sepertinya hanya bisa berkhayal saja. tapi namanya juga manusia, bukankah itu salah satu pekerjaannya. toh ini tidak melanggar hukum undang undang negara. konon katanya, ini adalah salah satu hal yang menentramkan hati dan jiwa. kata psikolog saya.

surat, sebuah definisi untuk menyampaikan suatu pesan. sejak dulu, surat sudah ada. ketika teknologi belum secanggih ini. surat ditulis dengan tinta dan selembar kain sutra lalu digulung dan dikirim dengan mengunakan merpati. terbang tinggi, mengelilingi bumi sampai tujuan yang dimaksudkan. dalam berbagai legenda, surat tidak saja digunakan untuk media menyampaikan pesan pada manusia, tapi juga pada jin dan setan setan sebagai perjanjian untuk memperoleh kesaktian dan sebagainya.

surat mengingatkan saya pada seseorang. seorang wanita yang dulu pernah singgah dihati. seorang wanita tanpa kata cinta. karena hubungan kami jarak jauh, hanya sebatas suka. maka tiap minggu sekali saya mengirim surat padanya. anehnya saya merasa seperti jatuh cinta. bukan padanya, tapi pada surat yang dia kirimkan. saya menceritakan apa yang saya alami, kejadian sehari hari, saya tulis dengan bahasa yang sedemikian indahnya, juga puisi. setelah itu saya kirimkan padanya. walau jaman sudah maju, tapi rasanya menulis surat lebih menyenangkan daripada berbicara lewat telpon. tapi hal itu tidak lama. cuma berlangsung enam bulan saja. kita berpisah. hanya karena perbedaan suku bangsa, mengingat dia seorang cina. orang tuanya tidak setuju jika anaknya berteman dengan pemuda seperti saya. kemudian saya bertemu seorang wanita yang sekarang menjadi istri saya. aurel tercinta.

jarang sekali saya menulis surat buat aurel. hanya sebatas saling tukar buku harian saja. saling bertukan cerita juga perasaan. itupun tidak berlangsung lama. setelah itu surat yang terakhir saya buat hanyalah surat undangan resepsi pernikahan kita. tidak ada surat lagi sampai sekarang.

baru kemaren saya merindukan menulis surat. sebab semua surat sudah saya buang, sudah saya bakar. seperti halnya menghapus semua kenangan manis yang pernah singgah walau sebentar. saya pernah punya keinginan untuk menulis surat pada bapak presiden republik indonesia tercinta. ingin saya sampaikan segala hal yang kurang berkenan. kritik juga saran. ingin saya menulis surat pada semua teman teman saya dulu. juga ingin saya menulis surat pada ibu. ingin menulis surat pada nenek yang sudah berada disurga. istri saya berkata.

"kamu ingat nenek ya mas ?" katanya
"tak terasa sudah hampir 1000 hari nenek meninggal, bukankah waktu itu kamu juga ada disampingnya ?"
"iyah, sebulan setelah pesta pernikahan kita."
"tapi kenapa tiba tiba kamu ingat nenek ?"
"semalam aku bermimpi bertemu nenek."
"bagaimana ceritanya ?"
"disuatu tempat yang bukan dunia, kenapa aku katakan bukan dunia, karena aku yakin sekali tidak ada tempat seindah itu didunia. aku yakin itu adalah surga. taman yang penuh bunga aneka rupa, kupu kupu yang berwarna, juga pohon dan rerumputan yang hujau berkilauan. juga sungai sungai yang mengalir perlahan dengan tetesan embun pagi yang menyejukkan. persis seperti gambaran Tuhan dalam setiap sabdanya. lalu aku juga mendengar kicau burung. ketika kulihat kesamping, puluhan burung burung itu terbang pelan mengikuti langkahku. mereka menghiburku dengan nyanyian nyanyian yang merdu, lagu yang mendayu dayu. setelah itu terlihat bidadari yang datang kearahku seperti menunjukkan arah kemana kakiku harus melangkah. lalu terlihat sebuah pondok bambu beratapkan jerami, berdiri nenek seolah olah sudah menanti kedatanganku. lalu akupun memeluknya, mencium tangannya. begitupula nenek, dia mengusap usap rambutku seperti waktu dulu. dan terlihat seorang laki laki seusia nenek. aku yakin itu pasti kakek. aku tidak ingat kakek. tapi kakek sangat mengenali raut mukaku. beliau hanya berkata: ternyata kau sudah besar. sambil memeluk dan mencium keningku. kami menangis bahagia. dan kami bercerita tentang ayah, ibu juga kamu istriku."

aurel berlalu, saya yakin hatinya pilu. saya pun meneruskan surat yang sudah saya tulis untuk nenek juga kakek disurga.

kakek, nenek, apa kabar ? semoga baik baik saja.

saya sudah ceritakan pertemuan kita pada aurel. pertemuan dalam mimpi yang terlihat nyata. dan dia sangat bahagia mendengarnya. pasti kakek tidak mengenal siapa aurel. jika kakek belum mengenalnya, saya mohon nenek mau bercerita soal aurel pada kakek.

kabar keluarga disolo baik baik saja nek, semenjak ibu terserang penyakit stroke tiga tahun silam, keadaannya semakin membaik saja. sudah bisa mengerjakan segala sesuatunya dengan sendiri. sudah bisa memasak. walau sebenarnya masakannya masih hambar. aurel sering berkata kalau masakan ibu kurang garam. tapi kita semua memahaminya. karena kata dokter, ibu tidak boleh lagi makan masakan yang bergaram.

kabar ayah juga baik baik saja. akhirnya yang saya takutkan terjadi juga nek. ayah terkena penyakit jantung. kata dokter sudah ada dua titik yang terkena. untung saja kondisi tubuh ayah bisa tahan. sebenarnya dokter menyarankan masuk rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. tapi ayah tidak mau dan memilih obat jalan. berat badan ayah sudah turun drastis. perutnya tidak lagi buncit. itu berkat obat penghancur lemak. ayah juga tidak lagi merokok. dan syukur batuknya sudah berkurang. kini kondisi ayah semakin membaik. asalkan tidak terlalu banyak pikiran dan tidak terlalu kecapaian. hanya satu penyakit ayah yang tidak bisa berhenti. yaitu ritual latihan keroncong bersama teman temannya tiap malam rabu kwiwon tidak bisa ditinggalkannya. tapi bagi saya. asalkan ayah bahagia, kami sekeluarga juga bahagia.

sekian dulu surat dari saya. hanya satu saya meminta doa dari kakek juga nenek, semoga kami berdua cepat dikaruniai seorang anak. sebab tak henti hentinya aurel berdoa hingga meneteskan airmata kenapa Tuhan belum mempercayai kami berdua untuk mengasuh seorang anak.

salam sujud selalu dari cucumu.
mata


kumasukkan dalam amplop dan kutempel perangko. pada bagian depan kutulis.

kepada
yth. kakek dan nenek
di surga


pada bagian belakang kutulis.

dari mata
di dunia


pak pos tertawa. dan geleng geleng kepala. katanya, surat itu tidak bisa dikirimkan. bagaimana bisa, pikirku. saya tidak mahu tahu, pokoknya surat itu harus sampai ditangan kakek dan nenek. saya pun pulang dengan hati kecewa. saya terus berfikir bagaimana caranya surat itu sampai kepada kakek dan nenek disurga.

"taruh saja suratnya dibawah bantal mas, lalu tidur, siapa tahu sampai ketujuan." kata istri saya.

saya pun menaruh surat dalam bantal. saya memeluk aurel malam itu. kami tertidur. dalam tidur, saya bermimpi lagi menuju tempat yang sama seperti mimpi saya sebelumnya. tempat dimana kakek dan nenek berada. terlihat dalam mimpi ada aurel yang menemani. saya berlari menggandeng tangan aurel. bersama kami menuju pondok bambu beratap daun jerami tempat dimana kakek dan nenek tinggal. tapi sesaat, cuma sekejap pagi sudah datang membangunkan. saya terbangun, kuambil surat dibawah bantal. aneh, amplopnya berbeda. dibagian depan tertulis.

kepada
ananda mata
di dunia


dan dibagian belakang tertulis.

dari kakek dan nenek
di surga


pagi yang lembut itu, aurel bersandar dibahuku. kudekap dia dengan erat. kami berdua membaca surat. semua sudah jelas. mereka baik baik saja disana.

16:00 Posted in Narasi | Permalink | Comments (33) | Email this

Comments

hiks... jadi inget sama Umi n Bapak (kakek n nenek Na)
kalo Na cobain cara yang sama, bakalan dibales ga ya ta? xP
*ngayal mode=on*

Posted by: Kana | 31 May 2007

ajaib dong ya..,kenapa gak coba kirim lewat dhl lebih cepet dan aman :P

Posted by: meli | 31 May 2007

Aku mau kok kamu kirimin surat..

Posted by: Milda | 31 May 2007

@Kana
coba aja na... siapa tahu berhasil lho.. :p
loh,.. manggil kakek nenek kok umi bapak...? ngga salah na ?

@meli
dhl ? mahal mel... :p hahaha emang ada tujuan ke surga ?

@Milda
kirim surat ke siapa jeng ? ke kamu ?

Posted by: mata | 01 June 2007

dulu waktu baru pindah ke sumatra saya juga suka surat2an ama tmen2 di tangerang.
tapi, berhubng ga tau maw crita aah, saya menghentikan surat-menyurat ituh.
sekarang saya nyesel...
soalnya saya kok jadi kayak nyia2in tmen2 yg masih terus kirimin saya surat...
so...
meliendya (temn yg terakhir masih keukeuh nyuratin saya)...
maap yah...
hiks.... andai saya tau no tlp kamu ato nyimpen alamat rmh kmu.
saya suratin kamu lagi deh...

Posted by: suep | 01 June 2007

dulu aku suka surat2an ma bokap.. secara dulu aku tinggal di cirebon n bokap kerja pindah2, kadang di surabaya, batam, jakarta.. :D

Posted by: nia | 01 June 2007

ituh pake perangko apa ya mas??
yang berapa ribuan??
bli dikantor pos mana??
saya jg pingin surat²an ma kakek saya...
hehehe

*bego mode: ON*
padahal emang bego beneran

Posted by: sky | 02 June 2007

@sueb
nyesel ya kalau temen dah hilang jejak gitu aja :(
sekarang kabar meliendya gimana jeng ?

@nia
kalau waktu sekolah dibandung dulu seringnya malah telp. jarang kirim surat :p

@sky
perangkonya ya biasa, mungkin kurang kali ya perangkonya :p dikantorpos pusat solo. tau ngga ? hahaha

Posted by: mata | 02 June 2007

jadi kangen ni ma kakek nenek gue. dulu gue jg sering krm surat buat mereka..skrg mah males, mending tlp aja ;p

Posted by: dee | 02 June 2007

sekarang jamannya e-mail, chat dan skype ;)
ngga terlalu asik, kurang nggreget.
lebih enak kirim surat sendiri, tulisan tangan.
lebih pribadi.
duluuu banget, jamannya gajah mada masih kerja di majapahit, surat yang datang ke sebuah kerajaan dari kerajaan lain disamakan dengan kedatangan raja dari kerajaan itu. jadi ya diadakan upacara-upacara penyambutan surat, pesta-pesta, dll, meriah. bahkan waktu surat itu dibacakan, ada juga ritual-ritualnya dan semua orang datang mendengarkan.

surat, adalah wakil pribadi pengirimnya. romantis kan?

Posted by: RhoMayda | 04 June 2007

@dee
coba aja diulang lagi nulis suratnya. pasti banyak kesannya deh...

@rho
chat skype apanya rho... orang juga kamu ngga pernah online. huakakakaka...
gimana kalau surat suratan aja...? mau ndak ? balik lagi kejaman kerajaan... sekalian pengen tahu juga tulisan kamu kayak dokter atau kayak sekretaris... hahaha
lebih romantis kan ?

Posted by: mata | 04 June 2007

:) romantisnya :)

Posted by: dewi amel | 04 June 2007

jadi inget jaman ikutan IYS dulu. surat2an ama temen baru dr seluruh penjuru dunia. my pen pal was a singaporean...

Posted by: ndutyke | 04 June 2007

komen sudah di dahului dewi amel..tak akan aku bisa merebutmu hun(hiks)

Posted by: lara | 04 June 2007

nyokap aku masih suka didatengin kakek nenek dalem mimpi.. hii

Posted by: devishanty | 04 June 2007

:) romantisnya :)

Posted by: dewi amel | 04 June 2007

engga ta... engga salah... emang gitu koq manggilnya xP
aneh yupz??? biarin deh... mereka juga ngakuinnya gitu koq ke Kana xP

Posted by: Kana | 04 June 2007

@dewi amel
huahh ? romantis ? ckckckck

@ndutyke
IYS tuh mana bu guru ?? hahaha... maklum, taunya cuma solo :p
sekarang masih hubungan ma temen kamu itu ?

Posted by: mata | 04 June 2007

@devishanty
horor banget dev... ngga ada hal lain yang bisa dikerjain apa ?

@dewi amel
diulang lagi...
ntar kepalaku makin gede lho... hahaha

@Kana
pasti ada alesannya itu na, tapi ya ngga apa apa sii kalau sudah kebiasaan. lihat aja orang barat sana, manggil nyokap bokapnya langsung nama

Posted by: mata | 04 June 2007

ah mata ceritamu selalu menawan
pengen nyurati uwoku ah, jadi inget masa2 kecil beliau ngajarin aku menggambar, hiks...hiks...

kalo datuk (kakek) aku ga pernah kenal

Posted by: meiy | 04 June 2007

ah, ceritamu membuatku teringat adik tercinta.
semoga mereka yang sudah lebih dulu pergi, bahagia di sana.. :) *hiks*

Posted by: gadisbintang | 04 June 2007

duh mataaa postingan na touch banget dah hikz hikz coz beberapa hari lalu juga gi bahas mimpi ma ayank :)
nulis surat..why not..besok rencana maw kirim sesuatu ma ayank skalian surat kecil ^_^
aku suka nulis suratt....
mimpi mata bagus banget....mata kangen banget yah ma kakek n nenek?

Posted by: ranny | 04 June 2007

entah kenapa kadang aku pikir ada kalanya aku lebih lihai menulis surat dibandingkan berbicara langsung..

btw, aku juga pernah tuh kepikiran mau buat surat untuk almh.nenekku di sana..

cuman ga kaya' mas Mata,
punyaku ga dibales :)

Posted by: Nona Nieke,, | 04 June 2007

laen kali klo kirim surat lagi nitip salam buat kakek nenek di surga ya.

suratku blm kamu terima yah?? :P

Posted by: kenny | 04 June 2007

entah kenapa kadang aku pikir ada kalanya aku lebih lihai menulis surat dibandingkan berbicara langsung..

btw, aku juga pernah tuh kepikiran mau buat surat untuk almh.nenekku di sana..

cuman ga kaya' mas Mata,
punyaku ga dibales :)

Posted by: Nona Nieke,, | 04 June 2007

.....aku disuratin to Mat....

Posted by: Tiwi | 04 June 2007

@meiy
sama meiy. soal kakek, mata juga ngga pernah ngenal sama sekali. tahunya ya cuma nenek. palingan nenek dulu yang sering cerita soal kakek

@gadisbintang
aduh... bikin sedih ya...
semoga mereka yang pergi bahagia yah bin... amin...

@ranny
ahhh... cuma narasi kok ran. gara gara kangen aja bisa nulis kek gitu. boleh boleh saja kan ? :)
kangen bangettt nih...

Posted by: mata | 05 June 2007

@Nona Nieke,,
lebih mudah nulis daripada ngomong kan ? samalah kek mata :) ahhh, ke, itu kan cuma narasi. cerita imaginasi aja. cuma karena kangen ama mereka.

@kenny
hayahh ken, surat yang mana ? ckkckck... memang kamu kirim ke mata ?
ok deh, besok kalau kirim lagi ntar mata kasih tahu :p

@Tiwi
lha alamatmu mana ?? ntar takutnya nyasar...
jadi pengen nyuratin noni... :p

Posted by: mata | 05 June 2007

aq jg lebih suka kirim surat. ngomong lewat tulisan. lebih gimanaaa gitu..

skalipun tulisanku jelek, tp aq ngerasa dengan tulisan tangan, perasaan yang dituangkan lebih terasa.

:)

Posted by: iyank | 05 June 2007

saya suka surat menyurat,karena tulisan dan gambar2 yang tersirat berbeda dgn email atau sms,lebih kaya. dulu sy surat menyurat dgn seorang teman dari Jepang,ketika itu kita masih berumur 16an. dan saya sangat menyukai suratnya yang selalu penuh dengan karikatur Jepang. saya juga sering menulis surat dan memasukkannya kedalam botol kosong dikirim lewat laut, entah ikan hiu atau lumba-lumba yg baca :)

Posted by: fa | 25 June 2007

@iyank
lebih enak ngomong lewat tulisan kan ?
bukan tulisannya yang jelek yang dinilai tapi isinya yank.. :)

@fa
wah hebat fa
umur 16 mata ngapain yah ? emmmm chating kaliiii,... hahaha
masak sampai dikasih kebotol. beneran hiu atau paus yang baca ntar... hahah

Posted by: mata | 26 June 2007

iya ta,gara2 lagu 'massage in the bottle' nya the police,, jadi suka kirim massage, mgk yg dapet bapak2 nelayan yg lagi nunggu jaringnya

Posted by: fa | 26 June 2007

btw, mas....kalo boleh tau udah berapa lama meritna?soalnya aku juga udah cukup lama menanti baby loh....:)

Posted by: ari | 28 December 2007

Post a comment