« 2007-04 | HomePage
| 2007-06 »
31 May 2007
surat
saya jadi ingin menulis surat.
tapi pada siapa ? kemana ? itu yang menjadi pertanyaan selanjutnya. entahlah. terserah. tukang cerita seperti saya ini sepertinya hanya bisa berkhayal saja. tapi namanya juga manusia, bukankah itu salah satu pekerjaannya. toh ini tidak melanggar hukum undang undang negara. konon katanya, ini adalah salah satu hal yang menentramkan hati dan jiwa. kata psikolog saya.
surat, sebuah definisi untuk menyampaikan suatu pesan. sejak dulu, surat sudah ada. ketika teknologi belum secanggih ini. surat ditulis dengan tinta dan selembar kain sutra lalu digulung dan dikirim dengan mengunakan merpati. terbang tinggi, mengelilingi bumi sampai tujuan yang dimaksudkan. dalam berbagai legenda, surat tidak saja digunakan untuk media menyampaikan pesan pada manusia, tapi juga pada jin dan setan setan sebagai perjanjian untuk memperoleh kesaktian dan sebagainya.
surat mengingatkan saya pada seseorang. seorang wanita yang dulu pernah singgah dihati. seorang wanita tanpa kata cinta. karena hubungan kami jarak jauh, hanya sebatas suka. maka tiap minggu sekali saya mengirim surat padanya. anehnya saya merasa seperti jatuh cinta. bukan padanya, tapi pada surat yang dia kirimkan. saya menceritakan apa yang saya alami, kejadian sehari hari, saya tulis dengan bahasa yang sedemikian indahnya, juga puisi. setelah itu saya kirimkan padanya. walau jaman sudah maju, tapi rasanya menulis surat lebih menyenangkan daripada berbicara lewat telpon. tapi hal itu tidak lama. cuma berlangsung enam bulan saja. kita berpisah. hanya karena perbedaan suku bangsa, mengingat dia seorang cina. orang tuanya tidak setuju jika anaknya berteman dengan pemuda seperti saya. kemudian saya bertemu seorang wanita yang sekarang menjadi istri saya. aurel tercinta.
jarang sekali saya menulis surat buat aurel. hanya sebatas saling tukar buku harian saja. saling bertukan cerita juga perasaan. itupun tidak berlangsung lama. setelah itu surat yang terakhir saya buat hanyalah surat undangan resepsi pernikahan kita. tidak ada surat lagi sampai sekarang.
baru kemaren saya merindukan menulis surat. sebab semua surat sudah saya buang, sudah saya bakar. seperti halnya menghapus semua kenangan manis yang pernah singgah walau sebentar. saya pernah punya keinginan untuk menulis surat pada bapak presiden republik indonesia tercinta. ingin saya sampaikan segala hal yang kurang berkenan. kritik juga saran. ingin saya menulis surat pada semua teman teman saya dulu. juga ingin saya menulis surat pada ibu. ingin menulis surat pada nenek yang sudah berada disurga. istri saya berkata.
"kamu ingat nenek ya mas ?" katanya
"tak terasa sudah hampir 1000 hari nenek meninggal, bukankah waktu itu kamu juga ada disampingnya ?"
"iyah, sebulan setelah pesta pernikahan kita."
"tapi kenapa tiba tiba kamu ingat nenek ?"
"semalam aku bermimpi bertemu nenek."
"bagaimana ceritanya ?"
"disuatu tempat yang bukan dunia, kenapa aku katakan bukan dunia, karena aku yakin sekali tidak ada tempat seindah itu didunia. aku yakin itu adalah surga. taman yang penuh bunga aneka rupa, kupu kupu yang berwarna, juga pohon dan rerumputan yang hujau berkilauan. juga sungai sungai yang mengalir perlahan dengan tetesan embun pagi yang menyejukkan. persis seperti gambaran Tuhan dalam setiap sabdanya. lalu aku juga mendengar kicau burung. ketika kulihat kesamping, puluhan burung burung itu terbang pelan mengikuti langkahku. mereka menghiburku dengan nyanyian nyanyian yang merdu, lagu yang mendayu dayu. setelah itu terlihat bidadari yang datang kearahku seperti menunjukkan arah kemana kakiku harus melangkah. lalu terlihat sebuah pondok bambu beratapkan jerami, berdiri nenek seolah olah sudah menanti kedatanganku. lalu akupun memeluknya, mencium tangannya. begitupula nenek, dia mengusap usap rambutku seperti waktu dulu. dan terlihat seorang laki laki seusia nenek. aku yakin itu pasti kakek. aku tidak ingat kakek. tapi kakek sangat mengenali raut mukaku. beliau hanya berkata: ternyata kau sudah besar. sambil memeluk dan mencium keningku. kami menangis bahagia. dan kami bercerita tentang ayah, ibu juga kamu istriku."
aurel berlalu, saya yakin hatinya pilu. saya pun meneruskan surat yang sudah saya tulis untuk nenek juga kakek disurga.
kakek, nenek, apa kabar ? semoga baik baik saja.
saya sudah ceritakan pertemuan kita pada aurel. pertemuan dalam mimpi yang terlihat nyata. dan dia sangat bahagia mendengarnya. pasti kakek tidak mengenal siapa aurel. jika kakek belum mengenalnya, saya mohon nenek mau bercerita soal aurel pada kakek.
kabar keluarga disolo baik baik saja nek, semenjak ibu terserang penyakit stroke tiga tahun silam, keadaannya semakin membaik saja. sudah bisa mengerjakan segala sesuatunya dengan sendiri. sudah bisa memasak. walau sebenarnya masakannya masih hambar. aurel sering berkata kalau masakan ibu kurang garam. tapi kita semua memahaminya. karena kata dokter, ibu tidak boleh lagi makan masakan yang bergaram.
kabar ayah juga baik baik saja. akhirnya yang saya takutkan terjadi juga nek. ayah terkena penyakit jantung. kata dokter sudah ada dua titik yang terkena. untung saja kondisi tubuh ayah bisa tahan. sebenarnya dokter menyarankan masuk rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. tapi ayah tidak mau dan memilih obat jalan. berat badan ayah sudah turun drastis. perutnya tidak lagi buncit. itu berkat obat penghancur lemak. ayah juga tidak lagi merokok. dan syukur batuknya sudah berkurang. kini kondisi ayah semakin membaik. asalkan tidak terlalu banyak pikiran dan tidak terlalu kecapaian. hanya satu penyakit ayah yang tidak bisa berhenti. yaitu ritual latihan keroncong bersama teman temannya tiap malam rabu kwiwon tidak bisa ditinggalkannya. tapi bagi saya. asalkan ayah bahagia, kami sekeluarga juga bahagia.
sekian dulu surat dari saya. hanya satu saya meminta doa dari kakek juga nenek, semoga kami berdua cepat dikaruniai seorang anak. sebab tak henti hentinya aurel berdoa hingga meneteskan airmata kenapa Tuhan belum mempercayai kami berdua untuk mengasuh seorang anak.
salam sujud selalu dari cucumu.
mata
kumasukkan dalam amplop dan kutempel perangko. pada bagian depan kutulis.
kepada
yth. kakek dan nenek
di surga
pada bagian belakang kutulis.
dari mata
di dunia
pak pos tertawa. dan geleng geleng kepala. katanya, surat itu tidak bisa dikirimkan. bagaimana bisa, pikirku. saya tidak mahu tahu, pokoknya surat itu harus sampai ditangan kakek dan nenek. saya pun pulang dengan hati kecewa. saya terus berfikir bagaimana caranya surat itu sampai kepada kakek dan nenek disurga.
"taruh saja suratnya dibawah bantal mas, lalu tidur, siapa tahu sampai ketujuan." kata istri saya.
saya pun menaruh surat dalam bantal. saya memeluk aurel malam itu. kami tertidur. dalam tidur, saya bermimpi lagi menuju tempat yang sama seperti mimpi saya sebelumnya. tempat dimana kakek dan nenek berada. terlihat dalam mimpi ada aurel yang menemani. saya berlari menggandeng tangan aurel. bersama kami menuju pondok bambu beratap daun jerami tempat dimana kakek dan nenek tinggal. tapi sesaat, cuma sekejap pagi sudah datang membangunkan. saya terbangun, kuambil surat dibawah bantal. aneh, amplopnya berbeda. dibagian depan tertulis.
kepada
ananda mata
di dunia
dan dibagian belakang tertulis.
dari kakek dan nenek
di surga
pagi yang lembut itu, aurel bersandar dibahuku. kudekap dia dengan erat. kami berdua membaca surat. semua sudah jelas. mereka baik baik saja disana.

16:00 Posted in Narasi | Permalink | Comments (33) | Email this
28 May 2007
rindu ibu
saya jadi ingin bertemu ibu. pasti kalian bertanya tanya, kenapa saya menuliskan kalimat tersebut. sudahlah, pertanyaan yang lebih penting, kenapa saya jadi ingin bertemu dengan ibu.
dikampoeng saya, ada seorang nenek yang membuat saya jadi teringat dengan sosok seorang ibu. sempat saya melihat ketika melintasi depan rumahnya. beliau sedang menjemur gendar. adalah nasi yang sudah dicampur dengan garam, dikepal padat lalu diiris tipis tipis dan dijemur dibawah terik matahari hingga kering. setelah itu digoreng dijadikan semacam kerupuk untuk lauk pauk. kami menyebutnya karak.
kami memanggilnya mbah marto kere. kata kata "kere" sebenarnya kata kata yang cukup kasar bagi kami orang jawa. tapi orang orang memanggil mbah marto dengan embel embel "kere" dikarena dia berjualan sate kere. adalah sate jerohan sapi yang terdiri dari ati, ampela, usus, dan babat. juga sebagai pelengkap ada tempe gembus. atau dengan katalain kumpulan dari ampas tahu yang biasanya digoreng dengan menggunakan gelepung gandum. saya kira ini tidak masalah, toh mbah marto tidak keberatan jika namanya ditambahin kata kere. mungkin biar menjadi sebuah ciri khas. pun coba lihat teman teman kita didunia blogger. sama saja bukan. selain menjadi cirikhas juga supaya gampang diingat.
"kamu kenal sama rina, ta ?" - "ohh, rina venus ?"
atau
"kamu tau bella ?" - "bella kanahaya kan ?"
entah penting atau tidak, tapi panggilan tersebut sudah menjadi sebuah keharusan dan ciri khas bagi tiap orang. farhan black claw, vera ciplok, yuni mentare, sisca feli, atau mungkin saya sendiri mata eternity atau mata malaikat.
cuma bedanya dikampoeng saya agak sedikit kuno. atau terkesan tempo dulu. seperti mbah joyo babi, karena bekerja dipemotongan babi. mbah kariyo jadah, karena berjualan ketan. mbah harto bumbu, karena berjualan beras dan segala bumbu dapur. slamet mbecak, karena bekeja sebagai pilot becak. mul piul karena bisa bermain biola. parto kero karena punya mata yang juling. atau kadang hanya memanggil rt'ne, rw'ne, carik'e atau lurah'e.
kocap kacarita, mbah marto mempunyai seorang anak laki laki. ya, hanya seorang. bisa dikatakan semata wayang. nanang namanya. setelah suaminya, pak marto meninggal. nanang menjadi tulang punggung keluarga. mencari obyekan sana sini. mungkin lantaran karena sepi karena capek dan butuh perhatian. ngebet kawin juga itu anak. usaha demi usaha, entah karena cinta atau karena paksa, dapat juga perawan desa. kawinlah mereka. sebagai orang tua mbah marto hanya bisa merestui. kalau anak sudah saling suka, ya apa boleh dikata. kehidupan mahligai perkawinan memang tidak semudah yang dibayangkan. dulu waktu pacaran bilangnya "sudah makan apa belum." sekarang sudah nikah bilangnya "mangan karepmu ra karepmu." begitulah contohnya. hingga akhirnya mbrojol dua anak, masalah tak kunjung hilang. sering nanang tidak betah karena istrinya yang sering uring uringan dan serba curigaan. biasanya masalah uang atau sambat karena hidup mereka serba tidak kecukupan. hingga akhirnya nanang malah lebih suka pergi mencari obyekan kerja sampai malam.
"kemana aja mas jam segini baru pulang ?"
"nyari tambahan..."
"halah,... alesan, bilang saja ngga betah dirumah, trus pergi sama cewek cewek cantik itu kan ? sudah bosan sama saya ya ? hayoo ngaku..."
"cewek cewek cantik mana to bune..? kalau ngga percaya tanya marimin, tadi saya pergi sama dia."
"laki laki ya sama saja. sudah kong kalikong. sekali tiga uang."
"ya sudah kalau ngga percaya, mau tidur, capek."
begitulah tiap nanang pulang nyari obyekan. istri dirumah selalu saja mencurigainya macam macam. begitu terdengar suara pintu terbuka langsung disemprotnya sama sang jendral perang dengan meriam atau peluru peluru tajam yang dimuntahkan senjata seperti jaman penjahan. entah ada saja masalah yang datang. entah salah paham. lantaran tak tahan, akhirnya palu perceraian diketukan didalam ruang sidang. setelah itu, hidup nanang malah ngga karuan. hingga sering sakit sakitan dan akhirnya meninggal karena banyak pikiran. sementara kedua anaknya, siapa lagi yang mau ngurus kalau bukan mbah marto kere, sang ibunda tercinta. karena istrinya juga sudah pergi entah kemana. ngga mau tahu. lelakon manusia macam apa ? batin saya.
diasuhnya cucu cucunya itu dengan penuh kasih dan sayang. yang laki laki umurnya empat tahun dan yang perempuan tiga tahun. anak anak yang malang. tidak tahu apa yang terjadi sama mereka. sementara mbah marto menusuk nusuk jerohan sapi dengan lidi, cucu cucunya itu hanya ngesot dihalaman rumah bermain main dengan tanah. mbah marto tidak banyak berkata kata sayang. juga tidak pernah mencium kening atau menceritakan dongeng sebelum tidur. rasa sayang itu hanya diperlihatkan dengan perbuatan. menyuapinya diwaktu makan, memandikannya, atau membersihkan pantatnya ketika selesai membuang hajat. ketika dagangannya siap diedarkan, mbah marto menitipkan cucunya itu ketetangga samping rumahnya, pak sri, untuk mengawasi.
ini yang menarik dimata saya dan yang membuat saya rindu dengan ibu. jika ingat cucu cucu mbah marto, saya jadi ingat diri saya sendiri. lebih penting lagi, ibu yang mulia benar adanya seorang ibu. ibu yang merawat, yang memperhatikan, dan menjaga. bukan ibu yang mengandung, melahirkan tapi setelah itu tidak tahu menahu. ibu sejati akan selalu sabar setia menunggu walau anaknya busuk seperti simaling kundang yang akhirnya dikutuk menjadi batu. bukan ibu yang sadis seperti iblis yang bengis, pembunuh our beloved pure snow white, penyiksa sibawang putih sayang juga labella cinderella.
ahhh, sakit rinduku pada ibu serasa sudah terobati.

08:25 Posted in Cerita | Permalink | Comments (41) | Email this
26 May 2007
ndu rindu,...
kenapa kau sungguh dungu
singgah dihatiku ragu juga malu malu mau
kalau cinta ya cinta saja
kenapa segala status dibawa bawa

15:10 Posted in Puisi | Permalink | Comments (20) | Email this
23 May 2007
dimana anak kambing saya ?
minggu lalu, saya berkunjung kerumah Kanjeng Rasul Muhammad SAW dengan membawa sekeranjang permen, beraneka warna, bermacam rasa. sebenarnya tujuan saya hanyalah ingin menanyakan dimana alamat Yang Maha Kuasa Kanjeng Pangeran Gusti Allah SWT. tapi Kanjeng Rasul hanya menjawab dengan senyuman yang sangat meneduhkan. seolah olah, senyuman itu adalah sebuah jawaban.
tapi tak apalah, bagi saya, dapat bertemu dengan Kanjeng Rasul saja, sudah sangat bahagia. saya sangat senang sudah diberikan kesempatan yang sangat langka ini. mengingat beliau sangatlah sibuk menyebarkan kebaikan. berkunjung dari desa satu kedesa lain, dari kota satu kekota lain, dari tempat satu ketempat lain, melewati gurun, stepa, sabana, hingga hutan rimba belantara, menyebrangi sungai dan lautan, mendaki bukit dan lembah juga pegunungan. tujuannya hanyalah satu, mengajak umat manusia untuk menjalankan perintahNYA dan menjauhi laranganNYA.
sekeranjang permen pemberian dari saya itu diterima dengan senang hati. sebenarnya beliau sangat bingung. dan mungkin bertanya tanya benda apa yang ada didalam balik bungkisan warna warni yang kecil menarik itu. mengingat beliau belum pernah merasakan manisnya permen.
"apa ini ?" tanya beliau sopan.
saya pun menjawab kalau bingkisan kecil kecil itu adalah manisan. dikota kami menyebutnya permen. saya menyuruh beliau untuk merasakannya. diambilnya satu, dibuka, dan dirasa.
"emmm,... manis, rasanya seperti jeruk."
"ohh,.. pasti Kanjeng Rasul membuka rasa jeruk. kalau dikota kami menyebutnya orange. rasanya manis sedikit asam seperti buah jeruk. nah, kalau yang berbungkus merah itu rasa buah strowberry, kalau yang hijau berasa buah mangga, kalau yang kuning berasa buah durian, semuanya manis. tapi ada juga yang berasa nikmat seperti kopi dan coklat. ada juga yang menyegarkan seperti daun mint." kata saya menjelaskan.
"kalau disini hanya mengenal manisan yang terbuat dari buah kurma." kata beliau menjelaskan.
"sayang sekali Kanjeng Rasul, dikota kami tidak membuat permen berasa buah kurma, karena buah kurma susah sekali didapatkan. mengingat iklim dan cuaca yang mungkin berbeda." jelas saya.
memang hidup ini seperti permen. beraneka macam rupa, beraneka macam rasa. ahh, permen. saya jadi teringat seorang tukang cerita yang berkisah tentang permen yang katanya bantalan mungil warna warni para peri. saya tak akan pernah lupa kisah itu. saat kehidupan ini masih ranum, para peri selalu beterbangan riang memetik biji biji buah yang lembut selengket getah yang bergelantungan dipepohonan entah apa namanya. sejenis karet, cemara atau akasia. sepanjang hari yang riang, ketika peri peri mungil itu memetiki biji biji buah yang manis, hutan yang berkilauan menjadi penuh merdu nyanyian. bunga bunga menebarkan keharuman, kupu kupu menari terbang kesana kemari, juga rumput yang bergoyang mengikuti irama nada alunan. sedang pada malam hari, saat peri peri mungil itu kelelahan, mereka berbaring tiduran pada dahan, pada ranting, pada daun. dan biji biji yang lembut itu mereka gunakan sebagai bantal. selalu saja ada tokoh jahat dalam sebuah cerita. disaat peri peri itu terlelap dalam mimpi, seorang nenek sihir mengambili bantal bantal itu dengan teramat hati hati. kemudian mengumpulkannya dalam keranjang. selanjutnya sinenek sihir pergi meninggalkan hutan, lalu menuju sekolah, taman, atau tempat bermain anak anak dan menjual bantalan kecil kecil itu. karena berasa manis, tidak sedikit anak anak itu rakus dan ketagihan merasakannya. hingga uang saku mereka habis, hingga gigi mereka hitam hitam keropos menjijikkan.
aduh maaf, lagi lagi saya ngelantur. berbicara ngawur dengan dongeng dongeng yang sudah berusia uzur.
kami berjalan menuju oase. menikmati panas sejuknya udara gurun, melihat onta yang merumput, juga pohon palem yang menunduk sejuk. "assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh ya rasulullah." sapa para khalifah dan kemudian didekat oase tersebut kami melakukan shalat zhuhur berjama'ah. "ahh, mimpi apa saya semalam ?" sungguh indah.
setelah itu kami sempat berbicara menghabiskan waktu sambil menikmati sekeranjang permen. relaxa permen wangi, nano nano rame rasanya, blaster blang blang blang blang, juga hexos pelega tenggorokan. kami berbicara tentang apa saja. bagaimana hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam sekitarnya atau manusia dengan sang pencipta. kami juga berbicara tentang musibah atau bencana yang melanda dan bagaimana cara menghadapinya. kami berbicara tentang politik, kami berbicara tentang pekerjaan, kami berbicara tentang cinta, kami berbicara apa saja. semua masalah yang saya punya tertumpah sudah. juga semua rasa sakit dihati yang terobati.
begitulah hari itu, saya pun undur diri. saya mengucapkan terima kasih karena nasehat nasehat yang beliau berikan. sebab saya tidak tahu lagi, kepada siapa saya ceritakan tetang semua masalah yang saya punya. sebelum saya pulang, beliau memberikan saya sepasang anak kambing. jantan dan betina. saya tidak berani menolaknya. sebab jika menolak pemberian orang lain itu tidak baik. beliau juga mengucapkan terima kasih pada saya dan tak lupa berpesan hati hati dijalan setelah mengucapkan salam.
istri saya sempat kaget ketika saya pulang kerumah sambil membawa sepasang anak kambing. dapat dari mana ? pikirnya. saya pun menceritakan kalau kedua kambing itu adalah pemberian Kanjeng Rasul Muhammad SAW.
"ini pertanda baik mas, pertanda baik, hidup kita akan semakin baik lagi, saya yakin itu." kata istri saya.
lalu saya menyuruhnya untuk memelihara anak kambing tersebut, memberinya makan rumput dan menaruhnya dihalaman depan rumah. rencananya jika nanti sudah besar akan saya jadikan persembahan dihari raya kurban. membagikannya ke fakir miskin dan tetangga disekitar kampoeng saya.
nasib sial selalu saja datang, kedua anak kambing tersebut hilang. entah lari dari halaman atau dicuri orang. rasa kecewa saya tak henti hentinya. saya menyesal. saya ceroboh. bagaimana ini ? jika yang hilang anak kambing biasa, saya pasti akan merelakannya. tapi anak kambing ini adalah pemberian. sangat istimewa. saya pusing, kepala saya pening, mendadak dunia terbalik. ingin saya laporkan kepada polisi. tapi itu mustahil terjadi. pertama, karena tidak mungkin polisi mencari sepasang anak kambing yang hilang. kedua, mereka pasti tidak percaya kalau anak kambing itu adalah pemberian Kanjeng Rasul Muhammad SAW. ketiga, karena birokrasi yang sangat rumit. saya ingat ketika saya pernah kehilangan sepeda motor. sayapun melaporkan hal itu kekantor polisi. saya diitrogasi petugas jaga selama berjam jam, layaknya saya seorang kriminal. saya juga disuruh membayar beberapa uang rokok dan uang fotocopy. segala puji bagi Allah SWT, akhirnya sepeda motor saya waktu itu ketemu. setelah cek, saya tidak bisa membawa pulang begitu saja. sebab sepeda motor itu akan dijadikan barang bukti kepolisian. saya bisa membawa pulang, tapi dengan syarat membayar uang lelah sebesar satu juta. itupun statusnya peminjaman barang bukti. batin saya, barang bukti apa ? ini sepeda motor saya, kenapa harus pinjam barang bukti ? itulah kenapa saya tidak mau berurusan dengan aparat kepolisian. terlebih lagi karena masalah anak kambing yang hilang.
hari itu saya menangis sejadi jadinya. saya lupa kapan terakhir kali saya menangis. air mata saya berleleran membasasi hidung hingga pipi. istri saya setia mengusap setiap tetes curahan air mata. sepertinya memang dia mengerti dengan benar apa yang sedang saya rasakan. tentang kekecewaan. tetang kehilangan. tentang kesedihan.
tapi saya tidak boleh berlarut larut sedih seperti ini. saya pun juga tidak menghendaki hal ini terjadi. tidak ada gunanya menyesali dan menyalahkan diri sendiri. ini baru anak kambing. saya bayangkan bagaimana para korban lumpur panas yang kehilangan tempat tinggal mereka. saya bayangkan kesedihan yang mereka rasakan. mereka kehilangan pekerjaan, mereka tidur ditempat penampungan, dan mereka melakukan aksi protes mogok makan. anak anak terlantar pendidikannya. juga kesehatan mereka yang memburuk. airmata mereka nanar. seolah memang tidak ada harapan. ahh, hidup bukan lagi soal permen yang mempunyai beraneka macam rasa. hidup hanya soal perjuangan. bagaimana memperolehnya dan bagaimana cara mempertahankannya. saya rasa ini yang paling jamak.

11:56 Posted in Narasi | Permalink | Comments (35) | Email this
21 May 2007
dua kelamin bagi midin
saya tak habis pikir bagaimana bisa dengan begitu nekatnya melakukan hal bodoh seperti itu. mungkin benar, dijaman sekarang ini sudah sangat susah mencari yang namanya pekerjaan. begitulah yang dialami midin. pemuda kampoeng sebelah yang selalu kalah dalam kancah perjuangan mencari nasi dan nafkah. tak ada cara lain, katanya. hanya ini satu satunya jalan.
tubuhnya yang tinggi semampai juga dagunya yang lancip menjadi modal utama. dicukur bulu kakinya, diusap usapkan bedak, pada muka, pada leher hingga dada supaya terlihat putih kuning langsat. dioleskan lipstik merah cabe merata pada bibirnya supaya terkesan mempesona. dikenakan wig panjang pinjaman warna hitam karatan. pokoknya hari itu midin harus tampil seperti layaknya wanita. harus bisa menarik perhatian. dipakainya beha hitam yang sudah diganjal dengan gabus, koran, entah apa. juga kebaya transparan motif renda renda bunga peninggalan ibunya. tak lupa dieratkan cawatnya supaya burungnya tidak menonjol keluar dan setelah itu dipakainya jarik lurik motif batik dengan lipatan wiru rapi dikiri yang dikencangkan dengan setagen melilit dipinggang. lalu diambil emas imitasi 10 gram'an dan dikalungkan kelehernya, beberapa cincin batu akik disematkan kejari jarinya, dan yang terakhir disemprotan minyak wangi keleher supaya sedap merangsang.
ahh, peduli setan dengan muka. ide gila menjadi pengamen wanita memang nekat. tapi apa boleh buat. mencari duit itu sangat susah. yang gampang ya seperti ini. cepat dan mudah didapat. hari itu midin mulai melenggang keluar rumah. dibawanya blek kosong wadah permen dan icik icik dari tutup botol yang sudah diratakan lalu disatukan dengan paku dan kayu. maklum saja, orang seperti midin tidak bisa bermain alat musik, gitar ataupun cak cuk. dilambai lambaikan crang cring crang cring, menuju pintu rumah satu kepintu yang lain. dari pagar gerbang satu kegerbang yang lain. dari toko satu ketoko yang lain. lumayan juga, recehan seratus atau limaratus sering dia dapatkan. jika beruntung bisa lembaran seribu atau lima ribu. tapi saya yakin, itu semua karena mereka merasa prihatin dan kasihan pada midin. tapi bisa juga merasa jijik tak tertahan, lantaran coreng moreng dandanannya seperti raksasa bertaring. maka sering kali midin malah dikejar anjing.
midin bukan wadam bukan waria. bukan orang gila juga bukan sakit jiwa. midin hanyalah seorang pria yang menjadi pengamen wanita. memang sudah resikonya seperti ini. anak anak bertepuk tangan mengikutinya. semua orang hanya geleng geleng kepala melihatnya. para sopir angkot yang mangkal disudut perempatan jalan sering menggodanya. disuruh goyang ngebor atau patah patah. lagi lagi karena uang, midin tak malu melakukannya. midin lari tunggang langgang, lantaran gayanya menjurus kepornoaksi, dilemparnya sandal japit oleh simbok penjual rokok yang marah karena tak tahan kaumnya diperolok. nafasnya ngos ngosan. didepan emperan toko yang yang tutup, dihitungnya lembaran kumal yang dijejalkan dari dalam kutang. sementara tukang bakso lewat mengejeknya. "diganjal apa cah ayu susumu itu ?" "tempe sama tahu." sahut pilot becak. tapi tak dihiraukan, perhatiannya hanya pada uang recehan yang sedang dihitungnya. lumayan, bisa untuk makan, katanya.
sedih rasanya jika midin harus mengingat nasibnya. pikirannya kemana mana. apalagi ketika dia sedang berkaca. malu rasanya. ini terpaksa. jika saja negara memperhatikan pengangguran seperti saya, pikirnya. mungkin hal ini tidak akan terjadi. ahhh, jangan kau salahkan negara. itu tidak menyelesaikan masalah. tapi, kenapa harus menjadi pengamen wanita. bersusah susah mendempul muka yang tebalnya seperti kulit badak. bersusah payah memakai kebaya, jarik dan beha. seperti halnya para wanita wanita itu, kenapa harus menjadi PSK. seperti halnya para lansia itu, kenapa harus ngemis meminta minta. ya, karena tidak ada jalan lain. tidak ada lagi. tidak. miris rasanya jika melihat kondisi seperti ini. apa masih ada gunanya hidup ini. mungkin lebih baik mati. berharap dijalan disambar truk tangki. atau bunuh diri ditabrak kereta api. ahhh, tidak seharusnya berfikiran seperti itu. ini usaha. ini rejeki yang halal. berkah dan pemberian Tuhan. setidaknya tidak korupsi seperti para politisi. setidaknya tidak putus asa merampok atau mencuri. apa yang terjadi kita harus bangkit. lihatlah para korban bencana yang sudah tenggelam tidak punya rumah, harta, dan benda. mereka terus memperjuangkan haknya. lihatlah para warga yang tanahnya terkena sengketa. mereka juga terus memperjuangkan haknya.
benar juga, bukankah ini hari kebangkitan. lalu midin kembali berjalan melenggang dengan semangat empat lima. dilambai lambaikan crang cring crang cring, menuju pintu rumah satu kepintu yang lain. dari pagar gerbang satu kegerbang yang lain. dari toko satu ketoko yang lain.
***
nb : judul diambil dari cerpen karya arswendo atmowiloto yang dimuat pada harian kompas, 20 mei 1972.

08:27 Posted in Narasi | Permalink | Comments (27) | Email this
16 May 2007
benar benar anak setan !!!

waktu makan siang bersama dengan teman, ada seorang anak kecil yang terus menerus meludah sembarangan. melihat hal tersebut teman saya berkata. "dasar anak setan."
mendengar anaknya dikatakan setan. bapaknya ngga terima. "saya bapaknya, kamu anggap apa saya ? jika kamu katakan anak saya anak setan.??"
sempat saya terdiam, dan semua teman teman saya juga diam. sementara sibapak anak tersebut masih bicara ngga karuan. "apa bapak tidak pernah mengajarkan sopan santun ?" kata teman saya.
tapi anak kecil itu malah meludahi teman saya tadi. melihat hal tersebut, saya ngga tahan lagi. mengingat saya sedang kelaparan, mengingat laporan laporan yang berserakan dimeja belum saya kerjakan. mengingat rapat yang tidak ada kata sepakat. mengingat keributan kecil dengan istri tadi pagi. saya emosi. tensi, tekanan darah meninggi. lalu saya hampiri. "jika kamu terus menerus meludahi orang seperti itu, maka saya akan menghajar bapakmu dan menginjak injak alat kelaminnya sampai dia tidak bisa membuat anak seperti kamu lagi."
mendengar nada bicara saya seperti itu, akhirnya sibapak minta maaf dan berkata. "sabar mas, anak anak memang begitu. wajar saja jika mereka nakal. maaf, sudah mengganggu makan siang kalian." lalu pergi meninggalkan kami dengan nafsu makan yang sudah hilang tertelan.

13:10 Posted in Cerita | Permalink | Comments (27) | Email this
14 May 2007
naik podium
sistem keamanan diperketat, para aparat berjaga jaga, metal detector dipasang disetiap pintu masuk, kamera pemantau dipasang disetiap sudut, beberapa anjing pelacak, tim medis, ambulan, pemadam kebakaran hingga pasukan anti teroris siap siaga. indonesia punya gawe. gemuruh riuh sorak sorai penonton memenuhi tribun sirkuit sentul. mereka datang untuk menyaksikan ajang balapan paling spektakuler dinegara ini. sungguh suatu kehormatan bagi bangsa indonesia menjadi tempat berlangsungnya MOTO GP. terlihat para suporter berteriak teriak mengibarkan bendera memberikan dukungan. terlihat sponsor sponsor memenuhi dinding disetiap pojok tikungan. juga terlihat bapak presiden negara indonesia beserta wakil presiden turut hadir memeriahkan.
terlihat para pembalap mulai memasuki arena. ditemani gadis gadis payung yang cantik, seksi, dan menggoda. hari ini jagonya tetap mata valentino dari team FIAT YAMAHA yang menempati pole position urutan pertama. ditempat kedua terisi oleh rekan seteamnya rho texas tornado. sedang posisi ketiga oleh pembalap honda kana pedrosa. posisi keempat ada mei capirossi dari ducati dan posisi kelima ada rekan seteamnya venus stoner yang lagi naik daun karena sudah tiga kali naik podium. sementara mbilung melandri ada diposisi enam. dan sang juara dunia ndoro hayden yang sekarang bernomor punggung satu itu mencelat keposisi sepuluh. karena nomor tujuh, delapan dan sembilan ditempati oleh eva tamada, meli nakano, dan sky elias. tapi walaupun begitu posisi dari sang juara dunia masih mendingan jika dibandingkan dengan kenny roberts dan dezz hopkins yang entah kenapa akhir akhir ini kedua pembalap itu peformanya menurun.
terlihat savety mobil mengelilingi sirkuit sentul. warm up dilakukan. tanda balapan akan segera dimulai. cuaca terlihat cerah berawan. tidak ada panas, juga tidak hujan. para pembalap melaju motornya mengelilingi sirkuit. satu putaran pemanasan akhirnya selesai. para pembalap menempati posisinya masing masing. deru suara mesin, debar jantung, dan hening suasana juga semua mata terlihat kearah start arena. lampu merah masih terdiam dan beberapa detik kemudian lampu hijau menyala. semua memacu motornya. melesat cepat seperti kilat. ya ampun... baru tikungan pertama sky elias sudah terjatuh. entah karena bannya yang selip atau karena sudut kemiringan. jatuhnya sky elias berakibat beberapa pembalap lain juga ikut terjatuh. sementara posisi pertama ditempati mei capirossi, posisi kedua oleh vanus stoner dan posisi ketiga oleh mata valentino yang dibayangi kana pedrosa, rho texas tornado, eva tamada, dan meli nakano. sementara mbilung melandri yang semula start diposisi enam turun keposisi delapan. dibawahnya ada dezz hopskin dan kenny roberts yang menggeser juara dunia ndoro hayden.
entah kenapa ditahun 2007 ini ndoro hayden prestasinya semakin terpuruk saja. walau sebenarnya ditahun 2006 banyak dari penggemar MOTO GP tidak mengakui dia sebagai juara dunia. karena hanya bermain mengumpulkan nilai dan asal finish. jika dibandingkan dengan kana pedrosa yang waktu itu adalah tahun pertamanya naik level dari 250 CC ke MOTO GP, sangatlah jauh. hanya berbeda senior dan junior saja. ini yang mengakibatkan terjadinya kesenjangan antara pembalap pertama dan kedua. mengingat waktu itu dibalapan terakhir kana pedrosa memberikan kode supaya ndoro hayden bisa menyalipnya dan bisa menjadi juara dunia MOTO GP tahun 2006. seperti penuturan kana pedrosa waktu itu, yang katanya karena pihak honda menyuruhnya untuk mengalah dan target tahun 2006 adalah honda menjadi juara dunia. maka bagi mata valentino yang sudah menjadi tujuh kali juara dunia 125 CC, 250 CC, dan MOTO GP, justru pembalap pembalap baru seperti kana pedrosa yang sangat membahayakan, jika dibandingkan dengan mbilung melandri, mei capirossi, atau ndoro hayden. terlebih lagi ditahun 2007 ini venus stoner menjadi rival yang paling berat bagi the doctor. apalagi karena kepindahannya keducati. begitulah balapan, seperti kata pepatah, roda terus berputar kadang diatas kadang dibawah.
putaran demi putaran terlewati. tikungan demi tikungan dilalui. tiga pembalap terdepan sekarang dipegang oleh mata valentino, kana pedrosa dan rho texas tornado. sementara venus stoner sudah terjatuh dilap sebelumnya karena terlalu bernafsu hingga tidak bisa lagi mengendalikan kecepatan motornya. tak heran jika venus stoner seperti itu, karena memang dia adalah termasuk 10 besar rider yang sering jatuh. mengingat julukannya standing stoner. sedang mei capirossi terlempar diposisi empat setelah rho texas tornado membuktikan kehandalannya. bendera finish berkibar kibar. para pendukung the doctor berteriak teriak. no 46 kembali berjaya. posisi kedua ditempati kana pedrosa yang memang peformanya lebih handal daripada pembalap pertamanya yang entah finish nomor berapa. sedang posisi ketiga ditempati oleh rekan seteam mata valentino, the texas tornado. kali ini kedua rider FIAT YAMAHA naik podium. pesta kemenangan dirayakan. bapak presiden indonesia menyerahkan medali dan piala.
dering hp berbunyi, membangunkan saya dari mimpi. ternyata sang istri.
M: kenapa hon ?
A: lagi apa kamu ?
M: barusan bermimpi jadi pembalap MOTO GP. gimana kalau aku berhenti kerja trus daftar jadi pembalap aja.
A: oalahhh mas mas, mbok ya nyebut... muka sudah kayak komeng, ngacir kaya mandra mau jadi pembalap
M: biarin, yang penting bisa naik podium.
A: wajahmu itu. sudah, jangan mikir yang ngga ngga. nanti kalau pulang kerja angkatin jemuran trus bajunya disetelika. itu baru yang namanya naik podium !!!

10:28 Posted in Narasi | Permalink | Comments (27) | Email this
11 May 2007
pesta ulang tahun untuk rho

bagaikan embun yang turun berluruhan. bagaikan kabut yang datang bergelombang. indah, membuat hari ini penuh serasa kesejukan. basah basah air yang berhamburan pada jalan, pada tanah, pada daun, pada ranting, pada bunga berkilatan seperti biasan cahaya pelangi yang terselip pada ingatan. dan pesta ulang tahun dirayakan.
sungguh senang, rho membanyangkan. usianya kini sudah 21 tahun. penuh tanggung jawab dan tuntutan kedewasaan bagi seorang wanita. adakah yang lebih menyenangkan daripada pesta ulang tahun ? pikirnya. kukira memang tidak ada. disaat hari ulang tahun. ucapan selamat berdatangan, hadiah hadiah berhamburan, serta permohonan doa semoga panjang umur dan bahagia tak terlupakan. sungguh seperti bunga yang bermekaran.
hari ini saya juga ambil bagian dalam cerita. sebab saya menerima undangan pesta. beda, bukan seperti undangan layaknya undangan. tapi tiba tiba saja dari langit terlihat merpati putih terbang dan secara perlahan berhenti tapi masih mengepakan sayapnya secara pelan tepat didepan jendela kamar saya. terlihat dikakinya ada segulung kertas. dan segera saya ambil, lalu setelah itu merpati terbang lagi, menghilang menembus awan, langit, hingga cakrawala. tertulis "UNTUK MATA : MENGHARAP KEDATANGANNYA DIHARI YANG BAHAGIA INI BESOK PADA TANGGAL 11 MEI 2007 - SALAM RHOMAYDA ALFA AIMAH. sayapun datang. sungguh suatu pesta ulang tahun yang paling meriah. bayangkan saja. rho terlihat cantik. dengan baju terusan warna putih motif renda bunga melati. rambutnya yang biasanya diikat kini hitam panjang terurai. bibirnya terlihat merah samar samar berleleran. lentik bulu matanya bagaikan teduh yang memayungi ketika hujan turun membasahi kornea. sungguh seperti perasaan orang beriman yang penuh kedamaian. hingga tak bosan bosannya saya melihat sebuah mahakarya keindahan insan ciptaan Tuhan.
rumah itu dihias. cantik sedemikian rupa. saya seperti memasuki sebuah taman dalam mimpi. bagaikan kisah kisah ajaib seperti dongeng yang membumbungkan fantasi. terlihat rumbai rumbai pita kertas durslah, terlihat balon balon melayang mengambang, diluar langit seperti memberkahi dengan aneka rupa warna pelangi. musik musik membahana. petikan gitar dan kecapi juga genderang tabur rebana, melengkapi suasana. tamu undangan berdatangan, rho menyambutnya dengan senyum yang sungguh menawan. semua teman tumpah dalam pesta dalam doa. terlihat kedua orang tua dan saudara haru menangis dalam bahagia. tapi mereka segera mengusap airmata dan kembali tertawa ketika badut badut lucu berlarian dan terjatuh bergulingan. terlihat bidadari bersayap melambai lambaikan tongkat seperti mengabulkan permintaan. terlihat kurcaci lucu menari nari. terlihat mungil peri peri menikmati pesta duduk bersandarkan bantalan permen warna warni. terlihat kupu kupu terbang beriringan kesana kemari.
disana terlihat kue coklat bertingkat dengan duapuluh satu lilin yang menyala diatasnya. ahh, coklat. pekat dan padat. berasa nikmat juga melekat. hidangan makan malam istimewa para malaikat. semua tamu undangan berdiri melihat rho memandang kue coklat bertingkat didepannya. dengan menganggukkan kepala, kedua orangtuanya memberikan isyarat. "tiup lilinnya nak, tiup lilinnya dan mintalah keinginan." seperti rumput berliukan digerakkan angin, berdesauan, bagai resah gundah tak tertahan. api api kecil diatas lilin yang bergoyang, perlahan padam. rho tertunduk khusuk, matanya terpejam, tangannya rapat menggenggam. begitulah, bagaikan anak kecil yang berharap santa datang ditengah malam turun dari cerobong asap membawa sekarung aneka macam mainan.
ini hanya perayaan atas syukur dan anugerah yang diberikan Tuhan pada manusia tentang nyawa yang semakin berkurang. pesta terus berjalan, melewati waktu yang terus melenggang. para tamu undangan tersadar ketika melihat rho telah tumbuh menjadi wanita dewasa seranum buah murbai. tawanya renyah berderai, langkahnya lenggang semampai. membuat semua pemuda berebut ingin berdansa dengannya. membuat semua ingin bernyanyi menari bersamanya. sungguh sebuah pesta yang sangat sempurna.
akhirnya saya hanya bisa mengucapkan selamat ulang tahun untuk rhomayda alfa aimah yang ke 21. panjang umur dan bahagia.

21:00 Posted in Narasi | Permalink | Comments (18) | Email this
10 May 2007
tower
tadi malam saya menghadiri rapat rt yang mendadak. biasanya rapat ini dilaksanakan pada tanggal 12, bisa maju sehari atau mundur sehari. tapi karena dikampoeng kami kedatangan tamu dari luar, dan ini merupakan hal yang sangat penting, maka warga kampoeng pun segera dikumpulkan.
masalahnya ditanah milik mbah marto juarin akan didirikan tower penguat sinyal setinggi 40 meter oleh pihak esia. orang yang mendapatkan rejeki nomplok itu adalah anak dari mbah marto yang mewarisi tanah tersebut. mengingat dia sudah tidak bertempat tinggal disitu. berhubung tower tersebut akan berdiri ditengah tengah kampoeng kami, maka keputusan tidak bisa diambil secara sepihak. ibarat pepatah datang ya harus tampak muka. bermaksud untuk meminta izin dari warga kampoeng, termasuk saya. setuju ataukah tidak tentang pendirian tower tersebut.
malam itu pihak esia langsung mengadakan presentasi. memang orang kalau ada maunya, bicaranya sangat meyakinkan. dari mulai alasan kenapa memilih tempat tersebut sampai konstribusi yang akan diberikan warga. pihak esia juga menerangkan kalau dikampoeng kami adalah titik koordinat yang tepat untuk pendirian tower tersebut. warga tidak perlu khawatir atau terjadi efek samping karena tower. tidak perlu takut kalau tower ambruk, karena sebelum tower dibangun, pihak dari kontraktor yang ditunjuk akan mengadakan riset berulang ulang mengenai kelembaban tanah, kedalaman yang seharusnya, pondasi, posisi penempatan yang pas juga bahan yang akan digunakan sudah memenuhi standart internasional, besi yang digunakan, lapisisan anti karat, atau yang lainnya. pihak esia juga menerangkan tentang amannya tower tersebut. adanya penangkal petir dan juga tidak adanya efek radiasi gelombang yang dipancarkan. pihak esia juga menerangkan jika tower ini bisa berdiri dikampoeng kami, maka mereka akan memberikan konstribusi berupa uang 20 juta untuk dibagikan pada warga kampoeng atau disimpan sebagai kas untuk keperluan kampoeng atau terserah kesepakatan warga mau dibagaimanakan uang tersebut. tak lupa pihak esia juga memberikan jaminan asuransi kesehatan atau kecelakaan yang diakibatkan oleh tower tersebut.
pertanyaan mulai berdatangan.
"begini pak, sejauh pengetahuan awam yang saya miliki. apakah pernah terjadi kecelakaan yang diakibatkan oleh tower tersebut." kata pak warjono.
"saya mau bertanya, berapa lama kontrak sewa pendirian tower tersebut ? mengingat saya ini juga orang yang awam, apa tidak sebaiknya kita semua tidak tergesa gesa memutuskan hal ini. karena apa ? kita butuh suatu pertimbangan yang kuat, janganlah kita menyesal nanti kemudian. kita harus tahu bagaimana efeknya untuk kita semua, bagaimana perasaan kita, siap atau tidak menghadapinya. kita tahu sendiri, ada angin kita was was, ada gempa kita ketakutan, terlebih lagi ada tower setinggi itu. jadi sekali lagi, kita harus mempertimbangkannya dulu." lanjut pak yanto.
pak slameto akhirnya juga angkat bicara. "saya kok kurang percaya soal tidak adanya radiasi, mengingat kita melihat televisi atau bekerja didepan komputer saja efeknya sudah ngga baik buat mata, menggunakan hp bisa mengakibatkan kangker otak, atau menaruh hp di saku bisa mandul. ( grrrr...semua orang tertawa ) lho ini benar, orang awam seperti saya tahunya ya dari berita radio. terlebih lagi tower setinggi itu yang menggunakan parabola gedenya sak tampah tampah. gimana itu...?"
pertanyaan pertanyaan itu akhirnya dijawab sama pihak esia. seperti biasa, jawabannya juga seputar yang itu itu saja. mereka malah berbicara soal jenis bahan, keamanan pondasi, garansi hidup selama 10 tahun kontrak tower tersebut berdiri.
"yo bener mas, kalau sampeyan bicara ada garansi hidup kita sudah kalah, nek ada orang mati karena tower tersebut gimana ? walau sudah digaransi tetep saja mati ya mati." sahut mas kisut.
"terlebih lagi purna jual bangunan rumah dikampoeng ini juga merosot lho mas, kalau ada yang jual tanah misalnya, sudah deal dengan harganya. karena melihat ada tower bisa jadi harganya turun, malah bisa ngga jadi terjual. ya tho...?" kata ase.
"ooo...lha dasar makelar..." sahut yang lain
"saya hanya menambahkan, tepatnya memberikan tambahan komentar. saya ini seorang dokter jantung, rumah saya tepat diseberang tanah mbah marto juarin tempat akan didirikan tower tersebut. selama ini saya sudah banyak sekali menerima pasien pasien karena dampak dari tower tersebut. mereka semua mengalami gangguan psikis yang parah hingga mengakibatkan kematian. efek tersebut datang secara berjangka dalam waktu yang lama. nah, sebagai warga kampoeng, apakah kita siap menghadapi hal tersebut selama jangka waktu 10 tahun tower tersebut berdiri ? seperti kata pak yanto tadi. kita jangan tergesa gesa memutuskan karena iming iming konstribusi uang. jujur saja, sebagai seorang dokter saya memilih kesehatan daripada uang yang menggiurkan." kata bu dokter.
pak warjono kembali bicara. "mendengar pernyataan bu dokter tadi, memang benar. kita harus memikirkan terlebih dahulu. kita tidak mau tho setiap hari deg'deg'an gara gara tower tersebut ? saya percaya, lha ini soalnya yang ngomong dokter jantung. saya ini sudah tua. cuma pengen tenang."
"lha yo wes tua pak, gawean'ne mung deg'deg'an thok." sahut pak sri
akhirnya hari itu pak tavip selalu ketua rt memutuskan kalau keputusan setuju tidaknya tower tersebut berdiri akan ditunda dulu. warga akan membahasnya ulang dan melalui ketua rt keputusan akan disampaikan ke pihak esia.
"piye pak miyardi ? rumahmu kan dekat dengan tower, sebelahan dengan tanahnya mbah marto juarin." tanya saya.
"kalau saya santai mas, kaya gini ini namanya ketiban rejeki. yo ndak masalah. mesti dapet bagian lebih." jawabnya.
saya cuman geleng geleng kepala...

09:40 Posted in Cerita | Permalink | Comments (23) | Email this
pesta
Harga minyak mentah dunia terus menunjukkan tren kenaikan. Nilainya telah menyentuh hingga level US$83 per barel, bahkan telah diprediksi berbagai pelaku perminyakan harga minyak mentah dunia akan mencapai level US$95 per barel di akhir tahun.
Kenaikan tersebut juga berpengaruh terhadap harga BBM dalam negeri. Pemerintah berencana menaikkan bahan bakar minyak (BBM) industri per Oktober 2007 mendatang. “Telah diumumkan akan ada kenaikan BBM industri (untuk Oktober). Berapa kenaikannya masih dihitung,” kata Dirut Pertamina Ari Hernanto Soemarno setelah dengar pendapat dengan komisi VII DPR, Selasa (25/9).
-www.wirausaha.com- Sep 26, 2007
pusat kota gempar, pasalnya ada sebuah berita yang mengatakan kalau disana akan diadakan pesta rakyat besar besaran. entah bagaimana mula kabar itu tercipta, yang jelas semua warga menyambut hal itu dengan gembira. bagaimana tidak, semuanya boleh datang, tak terkecuali, gratis. ada hiburan, ada makanan, ada hadiahnya pula.
kabar gembira itu melesat bagaikan angin kilat yang merasuk kesemua penjuru sudut sudut desa yang paling dalam. dipasar, dipangkalan becak, warung warung, hingga terminal. para pedagang, pilot becak, simbok simbok, bahkan supir bus membicarakannya.
"ini rejeki. ternyata Tuhan masih ingat sama orang orang miskin seperti kita. kita harus datang, ini kesempatan kita menikmati acara pesta itu." kata simbok pemilik warung soto.
"bener itu mbok, kapan lagi bisa mangan enak ngombe legi ?" sahut parjo yang sedang ongkang ongkangan sambil menghembuskan asap rokok yang keluar dari sela sela gigi ompongnya.
"memangnya beneran ada pesta besar besaran dikota ya mbok ? sampeyan tahu hal ini dari mana ?" tanya mak ijah.
"saya tahunya dari seorang sopir angkot yang tiap hari biasa makan disini. katanya hari ini memang ada pesta besar besaran dipusat kota. ya itu artinya dialun alun kota. makanya mak, sampeyan cepet saja datang kesana, kapan lagi bisa makan makan gratis, ada hiburannya dapat hadiah pula." jawab simbok.
tergesa gesa mak ijah beranjak dari warung simbok. pulang menuju rumah. mengabari berita besar itu pada anak anaknya. juga kepada tetangga desanya. bagi mak ijah ini sebuah rejeki yang luar biasa. sebab hal hal seperti itu hanya bisa dia saksikan dalam layar televisi yang terpasang dipos ronda dekat rumahnya.
setelah berdandan. mengenakan kebaya, jarik lurik, dan selendang. tak lupa mak ijah mengoleskan gincu merah yang tebal dibibirnya. supaya kelihatan lebih menarik lagi. pikirnya. kemudian mengajak kedua anaknya, bejo dan untung.
"kita mau diajakin kemana sih mak, bejo masih mau main layangan ini." jawabnya.
"tidak ada layangan untuk hari ini. ayo cepat ikut. pokoknya kalian berdua harus ikut emak kepusat kota. kamu juga untung. ayo !" bentak mak ijah.
"tapi, makk..." rengek mereka berdua...
"kalian itu ya, mau emak ajak pesta kok ngga mau, disana nanti kalian bisa makan sepuasnya. makan makanan yang enak enak. bernyanyi sama penyanyi dangdut, goyang bersama. dapat hadiah banyak karena ada orang baik yang bagi bagi duit. bisa buat beli layangan sama baju baru kan ?" jawab mak ijah.
wajah keduanya langsung ceria. merona senang. melonjak kegirangan. kapan lagi bisa dapat baju baru. sudah lama sekali kedua anak itu tidak pernah merasakan nikmatnya punya baju baru. kalau tidak baju yang sama yang mereka pakai ya baju bekas ala kadarnya sumbangan dari pengelola zakat. kapan lagi mereka bisa makan enak, mengingat setiap harinya hanya tahu sama tempe. syukur syukur ayam goreng kalau ada tetangga yang mengadakan hajatan. kapan lagi mereka bisa bernyanyi dan bergoyang mengingat tiap hari hiburan mereka hanya bermain layang layang.
mak ijah lalu menggandeng kedua tangan anaknya itu. menuju perempatan jalan. menghadang angkutan kota. sinar matahari sangat meyengat. rias wajah mak ijah luntur dibuatnya. berkali kali tangan mak ijah mengusap dahi dan leher yang basah oleh lekat keringat. kedua selendangnya dijadikannya penutup kepala kedua anaknya. melindunginya dari matahari yang panas.
dengan sabar mak ijah menanti angkutan lewat. nafasnya terengah engah naik turun. tenggorokannya terasa kering. sesekali dia mengusap kening kedua anaknya. sementara anak anaknya terus melihat jalan raya yang entah ada dimana letak ujungnya.
"memang siapa mak orang baik yang mengundang kita pesta itu ?" tanya untung.
"tak perlu kamu pikir siapa orang baik itu. yang pasti kita kenyang, yang pasti kita terhibur, dan yang pasti kita dapat hadiah." jawab mak ijah.
lalu dengan suara renyahnya bejo berkata. "mak mak,lihat ada angkot." sambil menunjuk nunjuk.
spontan mak ijah melambaikan tangan menghadang angkot tersebut. tapi sayang, keadaan angkot sudah penuh sesak melebihi kapasitas. raut wajah mak ijah kecewa. selang beberapa waktu, angkutan umum terlihat lagi. mak ijah tersenyum sambil melambai lambaikan tangannya. tapi, angkutan itu lagi lagi melaju dengan cepat. terlihat penuh sesak karena memang sudah tidak ada tempat. bahkan ada yang bergelantungan dipinggir pintu. mak ijah lagi lagi kecewa. sebab tidak biasanya angkutan menuju pusat kota penuh sesak seperti itu.
hati mak ijah mulai resah. untunglah Tuhan maha pemurah. dengan tiba tiba sebuah angkutan umum berhenti didepannya. dengan riang mak ijah melangkah masuk. duduk berhimpit himpitan. memangku kedua anaknya. karena memang keadaan angkot sudah penuh seperti angkutan angkutan sebelumnya.
"mau kemana mak ?" tanya seorang bapak bapak.
"kepusat kota pak." jawab mak ijah singkat.
"menghadiri pesta yah ?" jawab penumpang yang lain.
ternyata didalam angkot tersebut sama sama satu tujuan. yaitu kealun alun pusat kota tempat pesta rakyat besar besaran diadakan. mak ijah tidak menyangka kalau kabar itu memang cepat tersebar. hingga keujung balik gunung, sampai kepantai pinggir pesisir. wajah wajah, senyum senyum terlihat dimuka muka mereka yang akan menghadirinya. entah mimpi apa mereka selamam.
sesampai dialun alun pusat kota, terlihat orang orang sudah berkumpul disana. begitu banyak. mak ijah menggandeng tangan kedua anaknya. mendekat masuk disela sela kerumunan orang. membayangkan menu makanan apa yang akan disajikan. membayangkan hiburan apa yang akan diperlihatkan, juga membayangkan hadiah apa yang akan diberikan.
diterik matahari yang menyengat itu mak ijah mulai kebingungan. pasalnya yang terlihat hanya kerumunan orang orang. tidak ada panggung hiburan yang terpasang, juga tidak ada makanan yang diberikan. hanya hamparan tanah lapang yang tandus sembab sembab lumus humus.
"kurang ajar !!! siapa yang menyebarkan omong kosong ini ? benar benar tega. terkutuk !!!" kata salah satu pengunjung.
mak ijah lemas, kepalanya serasa terpukul dengan palu bertalu talu. sementara kedua anaknya terus bertanya. "mana hadiahnya mak ?" "mana makannya mak ?"
malam itu, diwarung soto milik simbok, mamat tertawa girang. terpingkal pingkal bukan kepalang sampai perutnya sakit. bersama sopir angkot yang lain mereka tertawa merayakan kemenangan. "mbok, djarum supernya sebungkus, sekalian tambah kopinya." kata mamat sambil menjejalkan pisang goreng kemulutnya.
"nah begini ini yang namanya kerja sama mbok, kita kita untung, hutang kita ke sampeyan kan lunas terbayar." sahut parmin.
"semua ini kan karena idenya simamat, kalau dia ngga punya ide seperti itu ya mana bisa." jawab simbok sambil cengingisan.
"otakmu itu memang encer mat, kok ya bisa bisanya bikin desas desus ada pesta besar besaran dipusat kota." sanjung warno. dan pujian pujian pada mamat terus beraliran keluar dari mulut mulut sopir angkot yang sedang ngopi disitu.
"ah sudahlah, yang penting hutang hutang kita lunas, kantong kita tebal. besok kita pikirkan cara lain. bukankah stok BBM negara kita akan habis ? harga bensin bisa naik. bagaimana bisa dapat duit ?" jawab mamat.
lalu semuanya tertawa terbahak bahak... pesta pesta...
08:24 Posted in Narasi | Permalink | Comments (46) | Email this
