« yunus kejakarta | HomePage | tidak lagi menggigit »

27 June 2007

yunus kejakarta

seekor ikan paus raksasa terdampar dipantai marina ancol. semua pengunjung yang sedang menikmati liburan terperanjat kaget. bagaimana bisa ?

memang sebenarnya ikan paus itu salah alamat. lha ya salah alamat, wong disuruh Tuhan kembali keninawa kok malah nyasar kejakarta. adalah Yunus bin Matta semua cerita ini dimulai. ketika dia mendapatkan perintah untuk menyebarkan kebaikan pada kaum ninawa penyembah berhala, Yunus malah pergi meninggalkan kaum tersebut karena stres. bagaimana tidak, berbagai cara sudah dia lakukan, tapi bukan taubat yang didapat, malah hinaan, cacian, juga makian. Yunus juga sempat berkata, jika kalian masih menyembah berhala dan jauh dari perintahnya tapi mendekati larangannya, maka Tuhan akan mengirimkan musibah juga bencana. dan pergilah Yunus. tiba tiba awan tebal menghitam, petir menyambar nyambar, kilat berkilauan. hari itu terlihat langit selarit jerit, bagai bangkai usungan mayit. pokoknya suasana waktu itu mencekam deh. barulah kaum ninawa sadar, ancaman Yunus ternyata bukanlah gertak sambal belaka. tanda tanda cuaca yang mengerikan, merupakan pertanda yang nyata kalau Tuhan akan menurunkan azab yang akan menimpa mereka. mereka mencari Yunus untuk mendapatkan ajarannya. tapi terlambat, Yunus telah meninggalkan mereka. Yunus tidak tahu kalau ternyata mereka sudah bertaubat. penduduk ninawa bergegas keluar rumah, mereka mohon ampunan pada Tuhan supaya tidak menurunkan musibah juga bencana.

Yunus meninggalkan kaum ninawa dengan perasaan jengkel dan marah. capek dehh. biar tahu rasa mereka. pikirnya. Yunus mengira kaum berhala itu sudah musnah rata tanah. tapi sebenarnya tidak. Tuhan memberi ampunan pada mereka. maka, sampailah Yunus dipelabuhan. dia menaiki kapal. maunya pergi menenangkan diri. gila kan ? lha wong disuruh Tuhan untuk menyadarkan kaum berhala kok malah pergi. alasannya menenangkan diri. tapi ya Tuhan tertawa geli. siapa bermain api akan terbakar. siapa menabur angin akan menuai badai. dikirimnya angin ribut kelaut. hujan deras mengguyur. kapal yang ditumpangi Yunus terombang ambing. bahkan hampir tenggelam karena melebihi batas muatan. semua orang didalam kapal itu berlarian panik. juga berteriak teriak minta pertolongan. tapi apa yang dikerjakan Yunus. dia malah tidur tiduran. memang stres.

"dasar orang gila, kapal morat marit seperti ini malah tidur tiduran. kapal sepertinya kelebihan muatan. semua barang buang kelaut supaya kapal tidak tenggelam. kau bantu mereka, jangan tidur tiduran dan malas seperti ini. ayo gotong royong, mbok yao bersifat kemanusiaan yang adil dan berabab." kata nahkoda.

akhirnya semua barang yang ada dikapal itu dibuang. habis tak tersisa. tapi kapal sepertinya masih kelebihan muatan. melihat hal itu Yunus memutuskan untuk menceburkan kelaut. biarlah dia mati asalkan semua penumpang kapal selamat. baik hati bukan ?

"baiklah, biarlah saya yang mati. demi menyelamatkan kapal ini. saya rela menceburkan diri kelaut." kata Yunus.

"memang kamu berani ? jangan sok ateng deh. nanti tenggelam lho. dengar yah, walau kami ini pirates of the caribbean. tapi kami masih mempunyai undang undang dasar. begini saja, kita undi. yang kalah yang nyebur kelaut." kata nahkoda.

memang nasibnya lagi apes. Yunus pun kalah undian. lantas dia menceburkan diri kelaut. melihat hal itu, Tuhan merasa iba. dikirimnya ikan paus raksasa untuk menyelamatkan Yunus. ditelannya Yunus kedalam perut ikan. seketika itu juga Yunus berdoa mohon ampunan karena telah meninggalkan semua perintahnya. meninggalkan mission imposiblenya. lalu dengan tiba tiba ikan paus itu terdampar dipantai. ya itu tadi, pantai marina ancol.

"Yunus, berhubung kaum ninawa sudah sadar. maka misimu selanjutnya dijakarta saja. disini masih banyak orang yang menjauhi perintahku dan mendekati laranganku." sabda Tuhan padanya.

dimuntahkan Yunus keluar dari perut ikan paus tersebut. para pengunjung dipantai marina seketika kaget. bagaimana bisa ada seseorang yang keluar dari mulut ikan paus. mereka ada yang mengabadikan kejadian tersebut dengan kamera ponsel juga dengan handycam. mereka mendekati bibir pantai. mereka hanya tercengang. tapi Yunus kebingungan. dimana ini ? apakah surga ? ya ampun, pantai benar benar jernih kebiruan. burung burung terbang merendah bersahutan. juga pasir yang lembut berwarna coklat keputihan. sementara orang orang masih mencoba berfikir siapa dirinya. Yunus masih saja mempertanyakan. apakah ini surga ? apakah aku sudah mati ? tidak ! kalau aku mati aku tidak mungkin ada disini untuk menjalankan mission imposible. Yunus terus berjalan. Yunus terus menurus tidak percaya apakah ini dunia. heran dia melihat jetcoster, juga heran dia melihat tornado. heran dia melihat jet sky, kano, juga wind surfing. heran melihat para wanita cantik dan seksi sedang berjemur dipantai mengenakan bikini. heran melihat semua kenikmatan dunia ini.

sementara disisi lain terlihat banyak anak anak pengasong menjual dagangannya. entah itu rokok, bungkus permen, atau es platik. tak hanya ditempat wisata itu. diperempatan jalan, dipasar pasar, juga disekolah, bahkan tempat ibadah. terlihat mereka menjajakan dagangannya. Yunus juga melihat perumahan perumahan kumuh tempat orang orang miskin itu hidup. sang ibu mencuci dan memasak dengan air yang sama. sementara anak anak mereka bermain main tanah yang sudah tercampur dengan endapan air limbah. terlihat kesedihan dan kegetiran hidup yang mereka rasakan sehari hari. sang ayah memeras keringat untuk ditampung kedalam panci panci rongsokan, botol botol plastik bekas, juga sobekan kertas koran kiloan. para perempuan tua yang hanya bisa meratapi apa yang terjadi pada hidupnya nanti. juga bau got mampet dan bangkai celurut mengapung di lorong lorong muram perkampoengan itu melengkapi sudah penderitaan mereka. sempurna.

inikah jakarta ? batin Yunus. ternyata lebih parah dari ninawa. bisakah aku menyadarkan mereka ? para penguasa, koruptor, cukong, juga konglomerat penuh kolusi. semua majikan yang menyengsarakan rakyat, para buruh juga karyawan dengan gaji dibawah rata rata. para preman jalanan yang suka menindas, merampas dan membunuh korbannya. para pelajar dan mahasiswa yang suka tawuran. para tante tante girang dan om om senang yang suka dengan daun muda. juga para ustad yang sok alim menyebarkan agama padahal hanya bertujuan untuk mencari nafkah juga demi ketenaran dunia. para suami yang suka menyiksa istri, para istri yang suka menyiksa anak, juga para anak yang terkutuk seperti sangkuriang dan malinkundang. para panglima dan komandan yang suka semena mena dalam memberi perintah, menembak rakyat jelata dengan dalih mempertahankan tanahnya, tanah air indonesia tercinta. peluru peluru asu. hingga para aparat yang suka terima suap. dan orang orang semacamnya. inikah yang harus aku sadarkan. please dong ahh...

bagaimanapun juga ini perintah Tuhan. mau tidak mau Yunus harus menjalankannya. bedirilah Yunus diatas puncak monas. menyerukan sabda, menyuruh manusia menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Yunus sadar, ini bukanlah suatu pekerjaan yang gampang. ini bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. beserulah Yunus pada kaum pendosa itu. dengan kata kata yang lantang. berteriak keras. meninju awan. dan apa yang terjadi ? ajaib. sungguh ajaib. mereka semua sadar. mereka mengakui dosa dosa mereka dan berbaliklah mereka kearah pemahaman, penghayatan dan pengamalan pancasila. dengan seketika mereka semua bertaubat seperti kaum ninawa. Yunus makin dibuat kebingungan. apakah ini hanya sandiwara mereka supaya azab dari Tuhan tidak datang ? entahlah.

"bagaimana ini Tuhan, kenapa mereka langsung bertaubat ? kenapa kok tidak mencaci makiku terlebih dahulu ? apakah mereka berpura pura. ahh Tuhan, kenapa aku harus menjalankan misi ini. kenapa engkau tidak langsung mengeksekusi mereka saja ? mereka ini orang orang bisnis yang canggih. jika kelak kau ampuni mereka, apa ada jaminan supaya mereka tidak berbuat jahat lagi. maaf sebelumnya wahai Tuhan Yang Maha Pengasih. engkau terlalu memanjakan mereka dengan kasih. bukankah ini kurang disiplin. bagaimana kelak dunia jadinya kalau seperti ini. jika berbuat salah langsung menyesal. terus nanti berbuat salah lagi. maka begini sajalah Tuhan. akhiri semua sandiwara ini." kata yunus.

"Yunus, utusanku. kau ini sok tahu ya ? tugasmu hanyalah menyampaikan kebaikan saja. tugasmu hanya menyebarkan perintahku dan memberitahukan laranganku. aku ini memang maha pengasih dan penyayang. sekarang aku tanya kamu. kamu mau aku jadi maha pengasih dan penyayang atau maha kejam ?" jawab Tuhan.

"ya sudahlah Tuhan, memang kalau berdebat denganmu tak akan pernah menang. saya menurut saja."

"nah begitu kan manis, dan kamu harus bangga bisa menyadarkan mereka. kamu benar benar cerdas pangkat sebelas." kata Tuhan.

"maaf Tuhan, yang benar pangkat tujuh belas. dibagi delapan. dikurangi seribu sembilanratus empatpuluh lima."

Tuhan pun heran dan geleng geleng kepala. kok ya ada utusannya yang gaul seperti itu.

misi Yunus menyadarkan para pendosa ibukota pun akhirnya sukses. kini jakarta menjadi kota orang beriman. kini jakarta menjadi kota panutan. tidak ada lagi penguasa yang semena mena, tidak ada lagi cukong atau koruptor. tidak ada lagi majikan yang menyengsarakan buruh, karyawan dengan gaji dibawah rata rata, tidak ada lagi tawuran, tingkat kriminalitas yang menurun drastis. juga para aparat dan petugas berwajib yang benar benar berwajib.

hari itu, hingar bingar jakarta merayakan kemenangan. hari jadinya. pesta kembang api berhamburan membelah langit. meledak ledak. kemenangan atas segala hal. seperti bayi yang suci atau seperti seorang yang sudah melakukan pengakuan atas segala dosa dosanya. jakarta bahagia jakarta bahagia. ibu kota indonesia. aman, jaya, sejahtera.

12:00 Posted in Narasi | Permalink | Comments (43) | Email this

Comments

xixixixi..wiw cerita mas mata lucu..tp itu mah masih jauh kali...hihih..Jkt masih tetep jadi kota dengan seribu kemaksiatan tuh walau kemaren abis ngerayain ultahnya yg ke sekian ratus..tambah uzur tapi penghuninya tambah seru seru ulahnya...xixixi...

Posted by: novie-pinky | 27 June 2007

ah, ini mimpi malem kapan ta? kok bisa sih nginget mimpinya sampe detil gini? hahaha...

kalo gw sih, barusan abis memaki2 seperti biasa. bikin lega!

Posted by: yati | 27 June 2007

@novie-pinky
ssstttt vie
siapa tahu mimpi ini menjadi nyata. :p
ikut berdoa yah... hahahaha
lama ngga nginjak jakarta lagi nih. kangen.... orangnya jadi gimana vie ?

@yati
bukan mimpi jeng.
lha kalau kamu bergerak. mata berbaris aja dah... ahhahaha
yukkk...

Posted by: mata | 27 June 2007

amin amin.... cuman kapan ta itu akan terjadi? masihkah kita bisa menikmati?

Posted by: kw | 28 June 2007

@kw
wes pokoknya disindir dulu...
entah kapan itu terjadi, entah kapan bisa dinikmati. tanyalah pada rumput yang bergoyang. huahaahahahah

Posted by: mata | 28 June 2007

kalo mimpinya baik gn semoga bs menjadi kenyataan.. amin...

Posted by: Mama Rafi | 28 June 2007

ta, yg ada kalo org bdiri di atas monas, menyerukan kebaikan, suaranya ga kedengeran di bawah. paling juga disangkain orgil mau bunuh diri

Posted by: suep | 28 June 2007

selamat datang di jkt! halah, komen macam apa ini??? hehehehe

Posted by: venus | 28 June 2007

Ide ceritanya bagus juga, ngambil point of view from bible stories.

Yaahh begitulah Jakarta, yang katanya kota modern en metropolitan, tapi nyatanya...

Posted by: Reth | 28 June 2007

cerita Yunus bin Matta seru juga nih..
jakarta masih butuh bertahun2 (atau puluhan tahun?!) untuk bisa berubah seperti yg digambarkan di dalam cerita..
tapi kita gak boleh pesimis.. tetap optimis suatu waktu Jakarta bisa lebih baik dari sekarang :)

btw sayang ya calon gubernur agustus besok gak ada yg namanya Yunus. coba ada pasti aku milih dia :D

Posted by: w@hyu | 28 June 2007

gak usah mikirin jakarta temanku sayang..
mikirin solo the spirit of java aja
xixixixixi

Posted by: tatari | 28 June 2007

@Mama Rafi
semoga saja menjadi kenyataan secepatnya.. :)

@sueb
hahaha
itu kan cuman kiasan. hayahhhh

@venus
kapan gue kejakartee ??

Posted by: mata | 28 June 2007

@Reth
hampir sama ya reth certanya...
tapi ya salah kaprah juga kalau mengkambing hitamkan kota jakarta. bukankah itu manusia.

@wahyu
meragukan bro. mungkin saja semakin tahun malah menjadi semakin parah. tapi ya semoga saja tidak demikian. tetep semangat.
trus gimana kampanye gubernurnya ?

@tatari
kalau kita ngga mikirin ? siapa lagi yang mau mikir ? hahaahah

Posted by: mata | 28 June 2007

great suspense tulisan ini ta!

apa coba...;)

tapi waktu nulis kamu di republik mimpi ya?

Posted by: meiy | 28 June 2007

jakarte oh jakarte..kota yang tak pernah tidur..

Posted by: andi bagus | 28 June 2007

@meiy
hahahaha
republik mimpi dah disomasi jadi kerajaan mimpi. hahahaha ***ehh ngga jadi yah ?***
saya hanya ingin hidup tenang saja bu guru... adakah harapan demikian ini ?

@andi bagus
emang kota bisa tidur ? orang orangnya kaleeee

Posted by: mata | 28 June 2007

ikan pausnya blum meyem, huehhee...

Posted by: tjahaju | 28 June 2007

kampanye gubernur?! menurut jadwal sih seharusnya belum mulai. tapi, udah pada nyuri start tuh bapak2 calon gubernur itu..

tapi biarin ajalah, dari situ kan bisa keliatan juga mana kira2 yg lebih cocok jadi gubernur :)

Posted by: w@hyu | 28 June 2007

a nice story ;)
*sampe capek bacanya.. ekekeke*

wah...
ternyata ini cerita fiksi..
gak mungkin Jakarta dah bersih dari koruptor dll.. ekekeke..

Posted by: Nisa | 29 June 2007

hai mata salam kenal juga, makasih ya dah mampir :)

Posted by: linda | 29 June 2007

@tjahaju
mangnya bobok yah di, ikan pausnya :p

@wahyu
kabarnya gila gilaan dana kampanyenya. melebihi calon presiden :)) hahahaha
ya kita lihat saja hasil akhirnya. semuanya kan tergantung sama hasil akhir bro.

@Nisa
pokoknya kalau mampir sini. harus siap siap capek bun. hahahaha

@linda
salam kenal juga. makasih dah mampir :)

Posted by: mata | 29 June 2007

salamin Ta, buat yunus....*_^

Posted by: za | 29 June 2007

berarti yunus=pinokio? :P

Posted by: meli | 29 June 2007

suka endingnya..
aku td baca sambil berdebar hahaha

Posted by: iin | 29 June 2007

@za
ya ya
nanti tak salamin

@meli
apa hubungannya apa pinokio mel ?

@iin
kek baca cerita horor aja in kckckck

Posted by: mata | 29 June 2007

mana Yunus?

kok belum juga datang?

Posted by: rime | 29 June 2007

trus pausnya kemana ? dimasak n dijual di restoran bandar jakarta ancol itu ?

Posted by: andrias ekoyuono | 29 June 2007

@rime
dah balik lag ke ninawa me... hahahaa

@andrias ekoyuono
wahh iya. ending pausnya gimana yah...? mungkin dah dijadikan sate kali ama pedagang ancol :p

Posted by: mata | 29 June 2007

apa kaum ninawa ituh???
terinspirasi dari namaku kah??
qiqiqii

Posted by: anina | 29 June 2007

Jakarta.....yang menarikku datang ke sana cuman ke Hard Rock Cafe!

Posted by: Tiwi | 30 June 2007

waw, critanya imajinatif banged ya mas.. ;)

btw, slamat ultah tuk Jakarta..!
smOga segalanya makin lebih baik..
amiennn :)

Posted by: Nona Nieke,, | 30 June 2007

@anina
kaumnya Yunus yang dulu menyembh berhala.

@Tiwi
jakarta ? yang diingat ya ancol :p

@Nona Nieke,,
semogha segalanya makin baik dan tambah baik terus. amin

Posted by: mata | 30 June 2007

Ceritanya bagus....

Kapan2 main keliling Jakarta, jangan hanya Ancol aja....


Pengalaman pertama ke Ancol malam2..main sama teman2, ada mobil2 yang bergoyang... hehehehe... sensor

Posted by: Iko | 30 June 2007

mata..,
aku rada syerem ni bacanya.. memangna boleh ya.. kisah-kisah nabi jadi diplesetin.. wlpun untuk tujuan positif: menginspirasi orang..hikz..
pernah baca paulo coelho yang ngg.. bentar.. *mikir*.. ttg rasul juga tapi jadinya bukan cerita rasul.. aduh siapa ya.. kalo ga salah ttg nabi ilyas (elias).. nah cerita paulo coelho itu kurang lebih sama ceritanya dg yunus ke jakarta ini. sedikit ada kisah nabi nya.
eh, sharing aja ya..

Posted by: andini | 30 June 2007

mata..,
aku rada syerem ni bacanya.. memangna boleh ya.. kisah-kisah nabi jadi diplesetin.. wlpun untuk tujuan positif: menginspirasi orang..hikz..
pernah baca paulo coelho yang ngg.. bentar.. *mikir*.. ttg rasul juga tapi jadinya bukan cerita rasul.. aduh siapa ya.. kalo ga salah ttg nabi ilyas (elias).. nah cerita paulo coelho itu kurang lebih sama ceritanya dg yunus ke jakarta ini. sedikit ada kisah nabi nya.
eh, sharing aja ya..

Posted by: andini | 30 June 2007

@Iko
haha iko
apa itu mobil goyang goyang. ada hantunya yah ? ada simanis jembatan ancol ? cerita donk

@andini
tergantung kamu lihatnya dari sisi mana. dan tergantung niat kita bikin cerita tersebut. bagi mata sih tidak ada maksud apa apa. maksud untuk mencela atau maksud jelek. jadi ya begitulah. beberapa postingan mata ada yang mengambil nama nabi. misalnya postingan "anak kambing saya" yang melibatkan Muhammad SAW. karena waktu menulis cerita tersebut ya mata ingin bertemu dengannya. jadi diawal kalimat tertulis

"minggu lalu, saya berkunjung kerumah Kanjeng Rasul Muhammad SAW dengan membawa sekeranjang permen, beraneka warna, bermacam rasa. sebenarnya tujuan saya hanyalah ingin menanyakan dimana alamat Yang Maha Kuasa Kanjeng Pangeran Gusti Allah SWT."

begitulah kira kira. tapi jika memang hal tersebut kurang berkenan ya mendingan tidak usah dibaca. mohon maaf ya an :)

Posted by: mata | 30 June 2007

ninawa itu apa sih? huhu

Posted by: devishanty | 01 July 2007

Oalah... kirain awalnya ini cerita beneran! :P
Ayo Ta, datang ke Jakarta!
Lihat sendiri skrg orang2nya gimana.
Gw sendiri sih masih asyik2 aja tinggal di sini.
Yah, selama belum ada yg ngerugiin gw, gw jd warga yg baik aja dah! Hehehe... :D

Posted by: Juminten | 01 July 2007

kapan tulisanmu ini bisa jd kenyataan ya mata?

Posted by: ndutyke | 01 July 2007

Selamat Ulang Tahun Jakarta...
Cahaya Mata....
ceritanya bagus sekali ^_^

Posted by: tari | 01 July 2007

@devishanty
ada di paman wiki kok dev. nama kota.

@Juminten
pasti banyak pendatangnya yah.
soal jadi warga yang baik itu adalah suatu keharusan. :)

@ndutyke
entahlah bu. wong saya juga sukanya cuma mengkhayal. :p

@tari
salam kenal tari. makasih ya sudah mampir :)

Posted by: mata | 02 July 2007

panjang amat... marathon deh bacanya

Posted by: unai | 03 July 2007

sumpe, koq kaga ngerti... eh malahan jd ngantuk nih...
zzzZZZ zzzZZZ zzzZZZ
*blo'on.com*

Posted by: novee | 04 July 2007

Post a comment