« mata luka ? | HomePage | money »

09 July 2007

saya mau curhat

kamis lalu saya bertanya pada para pembaca sekalian. perihal apa yang paling membahagiakan jika hidup ini tidak sempurna dan cinta itu selalu menyakitkan. ajaib, benar benar ajaib. saya mendapatkan jawaban yang susah untuk dicerna dengan otak saya yang berIQ jongkok. ada yang membuat pernyataan balik "....punya seorang teman yang akan selalu berkata kepada kita bahwa hidup itu sempurna dan cinta itu menyejukkan." lalu ada yang menjawab "berada ditengah tengah keluarga." lalu ada yang menjawab "mendapatkan kepastian bahwa saya berhak masuk surga bersama org2 terkasih." sampai jawaban "melanglang buana,kalo bisa tamasya ke mars :D"

saya sering kali membuka blognya rime. dan saya selalu disuguhi dengan keindahan alam diberbagai tempat yang berbeda beda. suasana yang hijau. embun pada akar, pada dahan, pada ranting, dedaunan yang basah. juga semerbak wangi coklat tanah. begitulah mungkin suasana yang terlukiskan. lalu saya juga punya teman yang suka sekali naik gunung. saya bertanya, kenapa suka sekali naik gunung. katanya, ini prinsip hidup. dalam hidup, kita harus terus menaikinya. memperjuangkannya sampai titik puncak. sampai kamu kelelahan. setelah itu, kamu pasti akan puas menikmatinya.

jawaban yang tidak masuk akal itu saya cerna dalam dalam sebelum saya telan. jika kita kelelahan, bagaimana kita bisa menikmati hidup ? lalu saya bilang padanya, kalau saya menganut hukum bahwa roda selalu berputar sebagai prinsip hidup. jika bersakit sakit dahulu maka belum tentu kamu bisa bersenang senang. bisa jadi malah mati kemudian. kata saya. bagi saya, hidup itu selalu berputar. kadang sudah, kadang senang. kadang sehat, kadang sakit. kadang benci, kadang cinta. kadang diatas, kadang dibawah. "eh mas, kalau saya mau dibawah terus saja, enak kok." sambar teman saya dengan cepat dan kilat. "lha kalau kamu dibawah terus, kasian suami kamu, bisa mati terengah engah." jawab saya. yeeuuukkk...!!!

setelah berpusing ria dengan masalah hidup. "apa sih yang loe tau tentang hidup ta ?" kata teman saya waktu memberi komentar dalam salah satu postingan saya. ya, saya memang tidak tahu apa itu hidup. lha menjalaninya saja masih setengah setengah. setengah gila maksudnya. tapi sudahlah, jalani saja. begitulah jawaban yang sempurna menurut saya. akhirnya saya dihadapkan dengan masalah yang cukup rumit. sehari setelah itu saya terluka. dan saya menghadapinya dengan tertawa.

kamis malam ada telpon dari saudara ( adik kandung ayah / tante ) yang mengabarkan kalau rumah jatah bagiannya yang bertempat tepat disebelah rumah yang saya tempati ( satu halaman, satu tanah, satu pagar. ) akan dikontrakkan. sebenarnya jatah rumah itu adalah jatah untuk kedua adik kandung ayah. berhubung salah satunya sudah meninggal, status rumah itu jadi semakin tidak jelas. notaris bilang, setengah untuk tante saya dan setengah lagi dibagi untuk saudara yang lain. tapi kemauan tante saya kalau rumah itu bisa dikontrakkan, maka setengah untuknya dan setengah lagi sebagai uang darurat, siapa tahu ada bagian yang rusak maka bisa menggunakan dana tersebut. ayah marah, selama ini dia yang mengurus rumah tersebut. dicat temboknya jika mengelupas, diganti gentengnya jika bocor, juga saluran air, dan listrik jika ada masalah. terlebih lagi itu adalah rumah nenek yang dibangun ayah kemudian diwariskan kedua anaknya yang dulu belum punya bagian. maksud ayah, boleh saja dia menuntut hak atas rumah yang tidak pernah ditinggali itu. tapi, kenapa dia tidak melihat kondisi ayah yang sedang sakit sakitan karena jantungnya yang sudah lemah terkena. kenapa dia tidak melihat kondisi ibu yang baru saja sembuh dari penyakit stroke. apa tidak ingat dulu waktu dia nikah, semua biaya dari ayah. waktu dapat kerja, motor dibelikan. sekarang ? malah menuntut haknya yang katanya buat tambahan naik haji. ayah menangis. sekali itu saya melihat ayah menangis. terlebih lagi ibu tidak kuat menahan sedihnya. yang membuat saya luka adalah tangisan tersebut. saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaannya. "apa cukup uang 200 juta yah untuk harga rumah tersebut ?" kata saya. "lebih, harga tanah disini sampai 2 juta / meternya." jawabnya. "sabar saja, siapa tahu anakmu nanti ada rejeki, kita tutup rumah tersebut lalu jadikan satu dengan rumah ini. ngga usah ditanggapi dulu, ingat kesehatan."

begitulah, saya jadi teringat soal hidup, kadang diatas kadang dibawah. tapi kebanyakan orang bakal lupa kalau sudah diatas pasti tidak ingat waktu dia ada dibawah. katanya guru, digugu lan ditiru. katanya sudah menjadi kepala sekolah. katanya sudah beragama. rajin ibadah, sholat lima waktu dan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. tapi menciptakan rasa keharmonisan dan keselarasan dalam hidup kekeluargaan saja tidak bisa. entahlah. mungkin saya harus berusaha memberikan dukungan pada ayah untuk masalah ini. sedangkan saya sendiri sebagai anak tak lepas dari masalah yang ada. bagaimanapun juga masalah dalam keluarga saya juga masalah saya. dan masalah saya adalah masalah para pembaca sekalian... hahahaha... yang jelas saya memang mendapatkan cobaan yg cukup dahsyat dalam menjadi manusia bukan cobaan yg cukup dahsyat dalam menjadi seorang blogger. :)

10:10 Posted in Curhat | Permalink | Comments (47) | Email this

Comments

Z*kosong*Z

Posted by: Black_Claw | 09 July 2007

Ya ampun Ta... jadi ini masalahnya? pantesan kamu kemaren ampe luka.
Sedih ya Ta, kalo baca curhatan nya. Kalo boleh usul (aku jg pernah pny mslh berat yg mirip ky gini, malahan lebih ribet, kusut banget deh!)
1. sabar & sholat, udah gitu
2. sedekah (ini beneran solusi terbaik lho, aduh pasti susah dipercaya banget kalo sedekah bisa jadi solusi. tp percayalah...)
3. ikhlas, soalnya harta (tanah, uang, rumah dll) sebenernya ga ada sodara n temen nya, dia sendirian. Jd untuk urusan harta, sodara tiba2 jd ga kenal, teman bisa jadi musuh. ikhlas in aja, insya Allah ada ganti nya yg lebih dari itu...
*banyak omong lu Nov...!*

Posted by: novee | 09 July 2007

sabar ta, ini namanya cobaan. tawakal aja.. ntar juga ditunjukkin jalan keluar ato cara penyelesaian masalahnya sama Tuhan.

cheer up dude! ^^v

Posted by: Kana | 09 July 2007

iw..kalo dah menyangkut mslh waris kok keknya jd serem ya? sodara bisa jadi musuh, kaka adek bs jd berantem..serem deh...sering org yang sudah berada di'atas' lupa pd waktu dia berada di 'bawah'. Kdg ga bersyukur dan sll menuntud lebih dan lebih.
Sabar itu sptnya kata yang paling cocok untuk situasi yang mas hadapi ya...Tp berusaha juga sptnya harus di lakukan loh. mempertahankan apa yang menjadi hak milik itu kan syah2 saja ya..
So. ..semangat mas....semua masalah pasti akan ada penyelesaiannya.
^_^

Posted by: novie-pinky | 09 July 2007

gua masih menganut paham yang tidak masuk akal itu, Ta..

setelah bersusah-susah, selanjutnya adalah bersenang-senang.

at least, kata 'bersenang-senang' sudah tercatat dalam waiting list.. tinggal ditunggu.. sampai besok, sampai tahun depan,, atau sampai waktu di mana kita udah terlanjur dikubur. yang penting kita punya tujuan ke arah sana.

jika kita kelelahan, bagaimana kita bisa menikmati hidup?

kalo kita ga lelah, kita ga akan istirahat. dan kalo kita ga ngerasain yang namanya istirahat, mana kita tahu bahwa dunia itu indah..? bahwa setelah kaki ini bersusah-susah, masih ada kesempatan untuk istirahat.. untuk relaksasi.

gua sependapat sama temen lu itu, dakilah gunung, dan kamu akan mengerti tentang arti kehidupan :)

Posted by: rime | 09 July 2007

Pasti berat ya Ta... (ya iya lah... goblok banget sih aku ni...)
Aku cuma bisa bilang... bahwa apapun itu bentuknya... segala yang datang ke kita... itu pasti yang TERBAIK dari ALLAH... PASTI... yakinlah....

Sing sabar ya Nduk... GOD does not sleep... HE knows the best for you and your family...

Posted by: bakhrian | 09 July 2007

@Black_Claw
???

@novee
benernya ngga mau mempermasalahkan nov itu rumah mau diapain. tapi caranya yang salah. salah waktu salah timing aja. jadi ya begitulah. lagipula ngga hanya masalah ini kok. sudah berkali kali masalah dia ribut ama ayah.

@Kana
;;) sabar na sabar. orang sabar disayang gentong. hahahaha

Posted by: mata | 09 July 2007

that's life. setiap hari kita belajar menghandle masalah demi masalah. again and again and again.

Posted by: venus | 09 July 2007

sabar yah, hidup itu magh emang kayak gitu. masalah itu pasti ada, cuma semuanya tergantung kita. tergantung gimana kita menghadapi hidup ini. jadi jalanin aja seperti air... maju terus kedepan.

Posted by: pink | 09 July 2007

@novie-pinky
mang kalau masalah warisan sepertinya ngga bakalan bisa selesai vie.
tapi manusia sabar kan juga ada batasnya vie ? tapi ya berusaha tetep sabar aja deh :)

@rime
maaf me, nama kamu saya bawa bawa :p ngga apa apa yah. jadi menurut kamu kalau lelah itulah yang dinamakan menikmati hidup yah. tidur, makan, dan istirahat. emmm.. boleh jugaa...

@bakhrian
ya ya ya...
only God knows why ?

Posted by: mata | 09 July 2007

sori Ta, ngelurusin dikit... sabar itu ga ada batas nya. dari lahir kalo perlu ampe liang lahat, tetep harus sabarrrr... ga enak emang kedengeran nya, tp itulah yg namanya sabar. kalo ada batesnya, berarti bukan sabar. *sok_tau.com*
sebenernya aku balik lg mo nambahin sedikit...
ada saat dimana kita ga sanggup hadapin cobaan (namanya msh manusia biasa, bukan spiderman *ga lucu*) pake aja ILMU BUNGKUS... waktu sendirian, sholat tengah malam, jgn gengsi untuk nangis kalo perlu merengek, bungkus smua masalah dan serahkan pdNya. Slesai. Kalo kamu yakin 100% tanpa ragu sedikitpun, liat sendiri deh tangan2 Allah bekerja begitu sempurnanya untuk menyelesaikan semua masalah tanpa masalah... hiks-hiks... kisah_nyata.com
*sana novee! jangan balik sini lagi ah... ikut campur aja*

Posted by: novee | 09 July 2007

sori Ta, ngelurusin dikit... sabar itu ga ada batas nya. dari lahir kalo perlu ampe liang lahat, tetep harus sabarrrr... ga enak emang kedengeran nya, tp itulah yg namanya sabar. kalo ada batesnya, berarti bukan sabar. *sok_tau.com*
sebenernya aku balik lg mo nambahin sedikit...
ada saat dimana kita ga sanggup hadapin cobaan (namanya msh manusia biasa, bukan spiderman *ga lucu*) pake aja ILMU BUNGKUS... waktu sendirian, sholat tengah malam, jgn gengsi untuk nangis kalo perlu merengek, bungkus smua masalah dan serahkan pdNya. Slesai. Kalo kamu yakin 100% tanpa ragu sedikitpun, liat sendiri deh tangan2 Allah bekerja begitu sempurnanya untuk menyelesaikan semua masalah tanpa masalah... hiks-hiks... kisah_nyata.com
*sana novee! jangan balik sini lagi ah... ikut campur aja*

Posted by: novee | 09 July 2007

sori Ta, ngelurusin dikit... sabar itu ga ada batas nya. dari lahir kalo perlu ampe liang lahat, tetep harus sabarrrr... ga enak emang kedengeran nya, tp itulah yg namanya sabar. kalo ada batesnya, berarti bukan sabar. *sok_tau.com*
sebenernya aku balik lg mo nambahin sedikit...
ada saat dimana kita ga sanggup hadapin cobaan (namanya msh manusia biasa, bukan spiderman *ga lucu*) pake aja ILMU BUNGKUS... waktu sendirian, sholat tengah malam, jgn gengsi untuk nangis kalo perlu merengek, bungkus smua masalah dan serahkan pdNya. Slesai. Kalo kamu yakin 100% tanpa ragu sedikitpun, liat sendiri deh tangan2 Allah bekerja begitu sempurnanya untuk menyelesaikan semua masalah tanpa masalah... hiks-hiks... kisah_nyata.com
*sana novee! jangan balik sini lagi ah... ikut campur aja*

Posted by: novee | 09 July 2007

Yang sabar yah Ta....cuman bisa bilang itu :(

Posted by: unai | 09 July 2007

ga tau mesti ngmg apa yg pasti sabar ya om.. yg mesti diingat walo gimanapun tali persaudaraan tetep harus kuat.
mg diberi jalan keluar yg terbaik buat semuanya.

Posted by: Mama Rafi | 09 July 2007

balik lagi...
maap, bukan maksud ku posting 3x, tp jaringan net ku emang mota-mate (payah lu) jd ini sama skali di luar kesengajaan.
skali lagi maap.com

Posted by: novee | 09 July 2007

@venus
intinya ?

@pink
duhh dik pink mampir sini lagi. iyah,... makasih ya,.. jalanin aja :)

@novee
semuanya, dari lubuk hati yang paling dalem sekalipun juga sudah berpasrah diri nyerahin semua ama yang diatas nov. itulah salah satu alasan napa gue pengen jadi malaikat. biar bisa sabar, ngga punya rasa, ngga punya asa. ehhh malah Tuhan mengutuk saya menjadi manusia yang selalu dituntut untuk sabar. saya pasrah kok. ngga hanya sama istri saja saya bisa pasrah, tapi juga sama Tuhan. selanjutnya, dengan pasrah dengan doa saya tunggu jawabannya. secepat mungkin.

Posted by: mata | 09 July 2007

@unai
makasih ya yun. bikin tutorial aja ahhh... :p

@Mama Rafi
saya sih juga mikirnya gitu, asal tapi persaudaraan masih tetep tersambung terus... begitu kan bun ?

@novee
santai aja lagi vie. mo comment terus terusan juga ngga apa apa kok :p makasih yah..

Posted by: mata | 09 July 2007

idup tu ga usah banyak dipikirin.. dijalanin aja..

Posted by: devishanty | 09 July 2007

intinya, banyak2lah bersabar. as simple as that.

Posted by: venus | 09 July 2007

lapor : saya sudah baca curhatnya komandan !!

Posted by: tatari | 09 July 2007

semoga ayah ibunya cepat sehat ya...

masalah duit emang ga kenal sodara....
so, hati2 deh...
semoga masalahnya cepat selesai deh...

Posted by: tari | 09 July 2007

Yang sabar Ta.
Allah gak akan pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan hambanya.
Itu kata guru ngaji saya dulu.
Dan sampai sekarang saya percaya itu.
Ngomong-ngomong Ta, itu saudara kamu brengsek banget ya?

Posted by: ahmad simanjuntak | 09 July 2007

Yang sabar Ta.
Allah gak akan pernah memberi cobaan melebihi batas kemampuan hambanya.
Itu kata guru ngaji saya dulu.
Dan sampai sekarang saya masih percaya itu.
Ngomong-ngomong Ta, itu saudara kamu brengsek banget ya?

Posted by: ahmad simanjuntak | 09 July 2007

Yang tabah Ta.
Allah gak pernah memberi cobaan melebihi batas kemampuan hambanya.
Itu kata guru ngaji saya dulu.
Dan sampai sekarang saya percaya itu.
Ngomong-ngomong Ta, itu saudara kamu brengsek banget ya?

Posted by: ahmad simanjuntak | 09 July 2007

yg sabar....smoga sodara2 mata dibukakan pintu hatinya.

Posted by: ken-ken | 09 July 2007

Yang sabar Ta.
Allah gak pernah memberi cobaan melebihi batas kemampuan hambanya.
Itu kata guru ngaji saya dulu.
Dan sampai sekarang saya percaya itu.

Posted by: ahmad simanjuntak | 09 July 2007

*speechless*

moga semua nya cepat berlalu dan sesuai harapan yah ta..
teteup istiqomah ;)

met hari senin ta...

Posted by: eva | 09 July 2007

harta...hanya atribut dunia. Bukan teman setia yg mendampingi sampai kubur nanti..aku yakin, apapun yg memang udah jadi hak kita pasti akan kembali pada kita...It's only about time, Ta...

Posted by: Milda | 09 July 2007

turut prihatin nih... mana saya udah lama ga mampir ke eternity.. jd feeling guilty.. yg penting sabar dan tawakkal ya ta. semua masalah pasti ada jalan keluarnya. sipp

Posted by: mr.cappuccino | 10 July 2007

pagi mata..
nggak tau mesti comment bagaimana.. takut salah ah..
karena pemersepsian orang terhadap masalah kan subyektif banget..
jadi cuman bisa pesan: jus wortel satu! hihihihi..

saya sudah setahun ini juga menghadapi masalah yg kayaknya nggak ada ujungnya. awalnya oleh dokter sempat dikasi obat anti depressant (what??!) or ketemu psikolog (heh, gw ketemu gw maksudnya..?!) tapi akhirnya saya nemuin sendiri metode supaya semua ketegangan release n nggak destruktif. masalahnya sih tetep ada tapi perspektif saya dalam menerimanya berbeda..

Posted by: andini | 10 July 2007

pagi mata..
nggak tau mesti comment bagaimana.. takut salah ah..
karena pemersepsian orang terhadap masalah kan subyektif banget..
jadi cuman bisa pesan: jus wortel satu! hihihihi..

saya sudah setahun ini juga menghadapi masalah yg kayaknya nggak ada ujungnya. awalnya oleh dokter sempat dikasi obat anti depressant (what??!) or ketemu psikolog (heh, gw ketemu gw maksudnya..?!) tapi akhirnya saya nemuin sendiri metode supaya semua ketegangan release n nggak destruktif. masalahnya sih tetep ada tapi perspektif saya dalam menerimanya berbeda..

Posted by: andini | 10 July 2007

@devishanty
jalanin saja. let it flow... huahahaha

@venus
ya ya ya. makasih.

@tatari
dan lapor. saya juga sudah menerima nama pacar anda. gut gut gut

Posted by: mata | 10 July 2007

@tari
makasih ya tari... makasih...
kemaren bokap baru periksa ulang ke dokter jantung. katanya sih membaik.

@ahmad simanjuntak
thanks kang
menurut teori sih memang seperti itu. tapi kenyataannya tinggal manusianya tabah njalani apa ngga ?
brengsek2 gitu tetep soudara. komen loe ampe dobel 3 gitu. semangat banget. hehehe

@ken-ken
makasih ya ken :)

@eva
evaaaaa.. makasih yah
temenin lembur lagi donk.... :(

Posted by: mata | 10 July 2007

@milda
memang seperti itu jeng
uang juga ngga bakal dibawa mati. pihak keluarga saya tidak mempermasalahkan mau diapain rumah itu. toh memang itu hak dia. tapi mbok ya lhat kondisi yang ada. lihat waktu yang tepat. saya cuma tidak mau nyokap bokap kebanyakan pikiran hingga penyakitnya kambuh lagi :(

@mr.cappuccino
hallo mr,... lama nih. kemana aja ? sibuk pacarankah ? ckckck
makasih ya mr :)

@andini
hahaha santai saja kali an :)
kalau urusan dokter gila sepertinya ngga perlu deh. karena sudah banyak yang bilang mata gila :)) hahaha

Posted by: mata | 10 July 2007

Cuma bisa bilang..
yang sabar ya Ta..
Tuhan ga bakal kasi anakNya cobaan lebi dari yg bisa anakNya hadapi, jadi...be strong

Posted by: Reth | 10 July 2007

Sory Ta, komennya kebanyakan. Koneksi di tempat saya agak lelet nih.

Posted by: ahmad simanjuntak | 10 July 2007

@Reth
huuh.
makasih ya reth. :)

@ahmad simanjuntak
ya ya... ngga apa aa kok. santai aja kang :)
maklum. lha ini juga blog gratisan jadi kadang juga servernya sana ngga stabil kali yee

Posted by: mata | 10 July 2007

Hihihi... Lucu liat comment2 kembar di blognya Mata! :P
*kenapa ga dihapus aja, Ta?*

Ehmmm... btw...
Semoga cepat diberi pencerahan oleh Allah ya, Ta! :)
Never give, up!
Toh dunia emang diciptakan utk orang2 yg mau berjuang di dlm hidupnya, kan? ;)

Posted by: Nilla | 10 July 2007

ya...hidup itu kek roda yg berputar,ta...
sabarrrrr ya.

Posted by: meli | 11 July 2007

Cobaan itu ya bagian dari hidup....dilakoni ya nda, pokoke sembahyange ojo lali.

Posted by: Tiwi | 11 July 2007

@Nilla
males banget, harus buka cpanelnya blogspirit.
btw makasih ya, tetep semangat kok. teteppp lembur :p

@meli
bola kaleee berputar :p ehh menggilinding yah... ahaha

@Tiwi
iya itu paling mentoknya wi.. jalani ajaaaaa

Posted by: mata | 11 July 2007

urusan warisan selalu bikin ribut ya ta??
aku ngerti perasaan bapakmu ta, sama dengan yang di hadapi nenekku. Makan hati katanya, kalau nenekku sih berencana untuk tetap membayar uang sisa rumah bagiannya, uangnya tentu dari kita-kita, cucu2nya. Walaupun nenekku yang merawat orantuanya sendirian selama bertahun-tahun, mengurus rumah itu, membereskan semua hal yang ada..tapi rumah itu tetap rumah warisan, hak setiap anak. Dan nenekku daripada sakit hati lebih memilih untuk membayar semua sodaranya sebanyak 11 orang. Biar tenang katanya...

Posted by: mei | 11 July 2007

mo curhat pribadi..gimana caranya?

Posted by: DD | 20 July 2007

@mei
ngga ada selesainya kalee kalau ribut soal warisan mei :(

@DD
email aja atau YM

Posted by: mata | 20 July 2007

seandainya semua orang bersikap rela (ada tdk ya, apalagi nyangkut harta tanah dan segalanya),, seandainya

Posted by: fa | 26 July 2007

wah????????// solo kena banjir.

Posted by: ERI GANTENG | 01 January 2008

Post a comment

 

eternity™ design by mata 2006 | engine by blogspirit | User Online