« 4 sehat 5 sempurna | HomePage | gengsi ? »

25 July 2007

sahabat itu...

hari itu saya menjadi seorang pendengar budiman ketika teman saya sedang mengeluarkan keluh kesahnya. sambil menyeruput teh poci diwarung dan duduk duduk ditrotoar yang berlokasi ditengah kota, yang membuat hati terasa nyaman setelah diperkosa seharian. keluhnya.

"hehh ? diperkosa ? otaknya dah ngga beres kali ya ? kok ya mau maunya merkosa Jej ?" kata saya. "coba bayangkan mas. setiap hari saya selalu ngalor ngudul gara gara ngurusin kerjaan yang bukan kerjaan saya. sementara kerjaan saya sendiri belum beres. belum lagi "yang maha kuasa" ( sibos ditempat dia kerja maksudnya ) menyuruh saya ini itu. memangnya saya jongos apa ?" jawabnya.

"lha kamu aja yang geblek. ngapain mau disuruh suruh kalau bukan kerjaan situ." kata saya. "lho. ini bentuk loyalitas dalam bekerja mas. biar lebih bisa dipercaya dll dll." jawabnya lagi ngga mau kalah. "loyalitas apaan kalau gaji sama aja." kata saya lagi ngga mau kalah. "kalau gaji saya sama saja, mana mungkin Ik bisa traktir situ seperti sekarang ini." jawabnya lagi juga ngga mau kalah. "berarti Jej seneng diperkosa donk ?" kata saya sambil tertawa terbahak bahak.

obrolan kami malam itu sampai merembet kemana mana. dari anaknya sibos sampai simpenan sibos yang tidak perlu saya ceritakan secara mendetail disini. ( bisa gulung tikar blog saya. ckckck... ) sampai akhirnya pada teori percaya dan tidak percaya.

"kenapa ya mas,... kalau yang namanya keluarga itu beda banget ama sahabat. lha buktinya saya meminjam uang pada keluarga, entah itu kakak atau saudara saya yang lain susyehnya minta ampun." katanya sambil melahap roti bakar.

"beda dengan yang namanya sahabat, padahal tuh ya, mereka itu kan bukan siapa siapa kita. hanya seorang yang mampir dalam hidup kita. entah itu lama atau sebentar. tapi kesannya ngga karuan. kita bisa leluasa pinjem duit, bisa berbagi cerita, ya, ngga malu malu gitu lah. coba kalau sama keluarga sendiri. banyak mindernya." lanjutnya lagi sambil menyeruput teh poci rasa melati yang dia pesan.

"ehmm ehmmm,... ngerti kok." sahut saya sambil menikmati pisang bakar keju yang empuk.

"kadang tuh orang lain kayak saudara, trus saudara tuh malah kayak orang lain. misalkan saja saya malah merasa nyaman cerita sama situ daripada cerita sama ibu. intinya kok sahabat itu lebih bisa dipercaya daripada keluarga sendiri. merasa lebih nyaman gitu." katanya lagi.

mata saya jadi terbuka ketika dia berkata seperti itu. saya lalu berfikir dalam hati. ( sebenarnya saya juga bingung, lha berfikir kok dalam hati bukannya dalam otak ? ) apakah saya ini sahabat yang baik ? jujur saja sampai sekarang saya tidak tahu sahabat itu seperti apa ? yang saya tahu sahabat itu ibarat kotak P3K. tempat pertolongan pertama pada kecelakaan. ketika saya tidak punya duit atau ketika saya butuh pendengar karena masalah masalah yang ada. meminta saran dan pendapat. tapi tak lupa ketika saya sedang senang juga harus berbagi bersamanya. begitulah sahabat bagi saya. tapi, begitu mereka yang memerlukan kotak P3K itu, apakah selama ini saya sudah siap sedia ? dan bodohnya saya karena selama ini tidak pernah menyadarinya.

dulu misalnya, teman saya pernah mengeluh kalau cowoknya sering begini sering begitu. bahkan setelah mereka pacaran lamaaaa sekali, dengan teganya sicowok mendua. lalu apa yang saya katakan. "cowok begitu ditinggal saja. ngga ada gunanya." saya berkata seperti itu hanya pakai logika dan tanpa peduli tentang apa yang sedang teman saya rasakan dalam hati. kenangan indah waktu pacaran, kata kata mesra waktu makan malam bersama, atau pergi belanja, juga waktu memilih baju berdua. sahabat yang baikkah saya ?

sahabat saya juga datang dan pergi begitu saja. ada yang datang tampak muka pergi tampak punggung, tapi parahnya ada juga datang tampak muka pergi tidak tampak punggungnya. entah itu karena saya yang salah atau karena apa. jika kita mengenal awal awalnya dengan baik, apa salahnya kita pisah juga dengan baik baik. katanya sahabat itu tidak pernah mati, dan katanya lagi juga didunia ini ngga ada yang abadi, semua pasti pergi. tapi setahu saya, kenangan masih tetap tersimpan dalam dihati. kan...

10:57 Posted in Cerita | Permalink | Comments (42) | Email this

Comments

mata ga tau ya kalo ternyata hati itu ada di otak? ada pelajarannya loh... jadi salah tuh lagu "dari mata turun ke hati", harusnya "dari mata naik ke hati" --> *ga penting mode on*

ngomong2 masalah sahabat, gua juga emang lebih deket sama sahabat loh dibanding sama keluarga sendiri. ga tau kenapa. sampe2 di kelurga tuh gua sampai saat ini masih dianggap pendiam (padahal mah aslinya @#$%^&*). mungkin karena mereka ga terlalu tau banyak tentang gua. beda sama sahabat.

yup, kenangan pasti akan tetap tersimpan dalam di hati.. makanya, tuliskanlah kenangan2 manis di hati, jangan yang buruk ^^

*TUMBEN PERTAMAX*

Posted by: rime | 25 July 2007

thanks for being an eyes and hands for me dear...muachhh

Posted by: secret admirer | 25 July 2007

Klo gitu boleh dong kapan2 gw ngutang sama lo..!!

Posted by: dimas | 25 July 2007

@rime
mash bingung dengan teori mata naik kehati. lha mana bisa me ? kalau hati naik kemata baru bisa... ckckkck
ya sekali kali nulis kenangan buruk ya ngga apa apa tho... kan buat belajar juga.... :)

@secret admirer
walahhh... romantis nian dirimu....

@dimas
boleh boleh.... asal cocok aja ama bunganya... hahahaha

Posted by: mata | 25 July 2007

Sahabat?... hmmm aku ga mau gegabah Ta untuk menentukan seorang itu sahabat atau bukan... yang seringnya sih kita ngaku dia sahabat... ga tahunya dia ga begitu... jadinya ya ga adilkan??
Mending temen aja kali ya.... (aku ngomong sahabat apa pacar ya??/ hahahah)

Posted by: bakhrian | 25 July 2007

kalo yang datang tak tampak muka dan tak tampak punggung ngeri juga yah ta...hyyy bisa bisa sahabatan sama hantu

Posted by: unai | 25 July 2007

lg ga mut komentar Ta... malah lebih mut perhatiin ngobrol mu yg sambil makan pisang bakar keju yg sepertinya enak itu... hihiiii *ngiler.com* baca nya... sluuurp!

Ta, ada yg lebih serem lho... datang tak tampak muka, pergi punggung nya bolong...

Maap Ta... lagi ga mut. tp pingin kemari...

Posted by: novee | 25 July 2007

lg ga mut komentar Ta... malah lebih mut perhatiin ngobrol mu yg sambil makan pisang bakar keju yg sepertinya enak itu... hihiiii *ngiler.com* baca nya... sluuurp!

Ta, ada yg lebih serem lho... datang tak tampak muka, pergi punggung nya bolong...

Maap Ta... lagi ga mut. tp pingin kemari...

Posted by: novee | 25 July 2007

seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi saudara dalam kesukaran (ams 17:17)

hohohoo....

Posted by: zerlin | 25 July 2007

ta, kamu mau gak jadi sahabat saya?

*pinjam duit dong :)

Posted by: kw | 25 July 2007

betapa indahnya persahabatan...

sontrek hari ini : Sheila no 7

Posted by: aLe | 25 July 2007

Sahabat...
Belakangan ini kata itu terasa asing bagi saya

Posted by: ahmad simanjuntak | 25 July 2007

Sahabat...
Belakangan ini kata itu terasa asing bagi saya

Posted by: ahmad simanjuntak | 25 July 2007

Kadang kotak P3K itu gak selamanya lengkap isinya. Pas dibutuhkan, pasti ada yg. kurang.

Itu titik2 5, mikir donk... masa nyerah! Lagian biar bikin penasaran! Huahahahahaha...

Posted by: Vie | 25 July 2007

sahabatku juga datang dan pergi silih berganti :(

Posted by: meli | 26 July 2007

dulu aku lebih mementingkan sahabat drpd keluarga atau pacar. sekarang ogah

Posted by: dian | 26 July 2007

sahabatku tetap setia dari masa ke masa, susah senang walau sekarang bermil-mil jaraknya :)

Posted by: fa | 26 July 2007

Sahabat...ah, sebuah kata yg sekarang sangat asing buat aku Ta. Memang betul apa yg dibilang sama Bakhrian, sakit rasanya Ta disaat qta sudah menganggap seseorang itu sudah menjadi sahabat qta eh nyatanya bagi dia bukan, how lifes could be so pathetic.
I'm skeptic rite now with what meaning of sahabat is..

Bukannya aku ga punya sahabat, trully i have one. Sahabat yg menaruh kasih setiap waktu, seperti yg Zerlin bilang, tapi untuk orang2 baru...orang2 yg belum lama ini aku nobatkan dengan gelar sebagai sahabatku, saudara dalam berbagi suka dan duka, nyatanya menyakitkan...

Betapa sakitnya hati melihat dia pergi dan menjauh, well tapi inilah hidup...
Teman datang dan pergi, hanya sahabat sajalah yg selalu tersimpan dihati.

Semoga seseorang itu yg sekarang pergi dari hidupku, dari hatiku...kan selalu terkenang di hati.

*halaahh...komen koq ngalah2in postingan panjang benerrr*

Posted by: Reth | 26 July 2007

maksud gua gini ta.. berdasarkan hasil penelitian (biologi banget lah pokonya) pusat pengatur perasaan (sedih, senang, marah, dll) itu ternyata ada di otak.

dengan kata lain, kalau kita harus menunjuk satu tempat di tubuh kita tempat hati kita 'parkir', maka di otaklah tempatnya.. bukan di jantung... apalagi di liver (hati yang sebenarnya)

begitu ta...

Posted by: rime | 26 July 2007

keluarga dan sahabat, sama pentingnya kali, taaaa....peran mereka dalam hidup kita kadang emang beda, tapi aku percaya, keluarga sama berharganya seperti sahabat. gitujuga sebaliknya.

Posted by: venus | 26 July 2007

"dan katanya lagi juga didunia ini ngga ada yang abadi, semua pasti pergi. tapi setahu saya, kenangan masih tetap tersimpan dalam dihati. kan..."

mmm
setau saya juga begitu ^^

Posted by: bebex | 26 July 2007

mas, dulu seorang psikolog pernah cerita ke aku, katanya memang ada saat2nya di mana kita merasa kalo sahabatlah yg lebih mengerti kita dibanding keluarga, ada kalanya sahabat yg lebih gampang untuk dimintai tolong dibanding dengan keluarga..

soalnya *dari kebanyakan kasus*, sahabat lebih segan dari kita daripada keluarga ke kita. contoh, soal minjem2 duit, sahabat pasti punya perasaan segan ato gak enak kalo gak bisa meminjamkan duit. sdgkn keluarga perlu berfikir beberapa kali utk meminjamkan karena mungkin slama ini ada kejadian sehari2 yg membuat keluarga ragu sama kita..

intinya *dari kebanyakan kasus*, hubungan dgn keluarga yg cenderung lebih dekat membuat adanya jarak antara segan, malu, kasihan, dan semacam itu mule gak ada. barulah datang kehadiran sahabat yg *mungkin saja* bisa memberikan "tanggapan berbeda"..

sepertinya sih..


*wiii, panjang juga komen jeung Nieke,, dibaca gak nih? xP*

Posted by: Nona Nieke,, | 26 July 2007

wah mata paragraf terakhirna nyentuh bgt :(
huhu tp emang bner saya juga lebih nyaman cerita apapun sm sahabat :)

Posted by: ShOFa | 26 July 2007

@bakhrian
bener itu kang. lebih hati hati milih sahabat. bisa jadi lawan yah. tapi ya kalau diawali dengan rasa tulus pasti nanti juga baik juga.
lha sahabat ama temen beda yah ? mang kamu dah punya pacar kang ? hahahaha

@unai
wah iya...
dunia lain berarti itu

@novee
pengen yah.. ? eunak lho nov... beneran ini. murah lagi. ckckckck

Posted by: mata | 26 July 2007

@zerlin
iya kah ?

@kw
berapa kang ? hah ? seribu ? tak kasih wes... hahahaha

@aLe
Sheila on 7 itu siapa yah ? hahahahahah

@ahmad simanjuntak
saya juga lagi kehilangan kata kata itu kang. sama. :(

Posted by: mata | 26 July 2007

@Vie
masuk akal Vie.. masuk akal...
kadang mang ngga komplit yah. lha namanya juga manusia pasti ngga ada yang sempurna kali yah... emm emmm.. gut gut...

ogah ahhh.. masih dibahas lagi yang titik2 lima... saya kan lom cukup umur vie... ckckckckckck

@meli
makanya mel.. jangan suka menyingkat dkk... ahahahahaha

@dian
pasti gara gara dikecewain ya ?

Posted by: mata | 26 July 2007

@fa
wahhh senengnya kalau bisa mempertahankan persahabatan sampai begitu lamaaa...
pasti disana juga nambah lagi ya fa sahabatnya ?

@Reth
walah reth... postinganku masih ngalahin komenmu kok... ckckckck
jadi gimana intinya reth...?
sekarang sangat susah mempercayai seseorang. atau menjadikan seseorang itu sebagai sahabat kamu yah ?

@rime
walahh.. gabungan psikologi ama biologi donk me... ckckckck

Posted by: mata | 26 July 2007

@venus
didunia ini apa sih yang ngga berharga ?

@bebex
sama donk.. tos...

@Nona Nieke,,
dibaca donk... komen disini dibaca semua
yup setuju.
dan mungkin karena sahari sahari kita sering ketemu teman, sering ngobrol atau bercanda. mengakibatkan hal itu menjadi deket.

@ShOFa
ya memang begitu kan shof.
pasti kamu mikirnya juga gitu. :)

Posted by: mata | 26 July 2007

hahaha.. temenmu itu ya.... kok istilahnya "perkosa" sih... kan mikirnya jadi negatip duluan... xixixixi XD...

anyway... aku juga suka ngerasa gitu... :)
sobat lebih dket dari sodara... haha...
tapi aku sih sama keluarga (ayah+ibu dan kakak2 kandung) lebih dekat lagi.. :)

Posted by: Nisa | 26 July 2007

ehmm.. sayah setubuh siyh ta..
sahabat itu kotak p3k.. errr, entah apakah sayah juga menjadi kotak p3k bagi mereka.. tapi.... at least, i know, i'm trying my best for it...

jadih...
yah jadih begituh..
hehehehehhe :D

Posted by: eva | 26 July 2007

soalnya, kalo sama keluarga cenderung ada tekanan untuk jadi seseorang yang bisa dibanggakan dan diandalkan. kalo ma sahabat kan enggak. ancur ya ancur aja, ngapain malu, wong sama2 ancur.

hehehehehe...

menurut saya sih begituuu,,,,,

mataaaa postingannya baguuusss :P

Posted by: mandhut | 26 July 2007

@Nisa
abis istilahnya apa nisa ? hehehehe
bagus yah... deket ama temen juga,.. deket ama sodara dan keluarga juga...

@eva
bener va...
berusaha jadi yang terbaik buat mereka aja. kan ?

@mandhut
yup...
seperti itulah man...
lebih leluasanya sama temen... ancur atau ngga ancur ngapain malu. :p tapi banyak ancurnya deh keknya ;))

Posted by: mata | 27 July 2007

wah enak nya rek minum teh..cangkrukan euy.

Posted by: andi bagus | 27 July 2007

sahabat buat aku tempat utah2 an, hahahahhah

Posted by: kenny | 27 July 2007

@andi bagus
bikin hidup lebih hidup

@kenny
kek kaskus donk ken... walahhhh

Posted by: mata | 27 July 2007

Datang tampak muka pergi tampak punggung?
kayak ngundang jalangkung aja, nih? Datang tak dijemput pulang tak diantar? Wehehehehehe.........

Sahabat memang gitu,
Seseorang yang telah teruji oleh waktu
Ada di saat senang dan susah
Kreditor disaat butuh duit
Sopir disaat lagi butuh dianter-anter
Psikolog gratisan disaat butuh temen curhat
Pokoknya multifungsi, deh

Posted by: fely | 29 July 2007

yah, sahabat dan keluarga punya peran masing-masing :)

Posted by: ancilla | 30 July 2007

ya? ada apa ta manggil kana?
*oh bukan yah? kirain.. hehehe... abis ada "kan..." gitu diakhir postingan*

sahabat itu tempat segala curhatan2 kana. dan entah kenapa, memang lebih nyaman cerita sama sahabat ketimbang sama kluarga. tapi, ada juga sih, hal2 yang sebaiknya sahabat ga tau dan justru keluarga lah yang jadi tempat cerita. yah, so so lah... *ga jelas*

Posted by: Kana | 31 July 2007

mungkin krn persaudaraan letaknya di hati, jadi sahabat bisa lebih dekat dari saudara, kalo dg suadara bersahabat akan lbh dekat lagi, dari darah dan hati hehehe

bagiku keduanya sama berarti, kalau sdr sombong ya biar aja jauh

Posted by: meiy | 31 July 2007

Ta, pinjem dikit dunk hehehhehee :D buat jalan-jalan :D

Posted by: christina | 01 August 2007

@fely
iyah...
lha persis seperti mukanya fel... muka saya maksudnya... kek jalangkung.. hahahaha
dan emang fungsi sahabat itu multifungsi. all in one.. :p

@ancilla
betul mentul mentull... tergantung penempatannya... hahahaha

@Kana
hehehe
saya sahabat kamu kan na ??

@meiy
wahhh romantis banget meiy commentmu itu...

@christina
berapa ? hehehhe....

Posted by: mata | 01 August 2007

aku bukan sahabat yang baik ya ta? lha wong ngunjungin blog kamu aja nunggu kesempatan ke warnet dulu.... dan maleeesss banget buat jalan ke warnet...hjiks..hiks...maafkan dirikuuuuhhhh.... T_T

Posted by: mnx | 08 August 2007

Post a comment

 

eternity™ design by mata 2006 | engine by blogspirit | User Online