« 2007-07 | HomePage | 2007-09 »

29 August 2007

kenapa menabung ?

dulu saya pernah katakan kalau saya ini anti credit card. alasannya sepele. karena saya tidak mau utang saya nambah. terlebih lagi, mau ditaruh dimana muka saya kalau ada yang bilang "ih malu maluin deh Jej, makan siang aja ngutang." kan ?

tapi saya punya yang namanya debit card. ibarat pulsa namanya prabayar. atau bayar dulu baru makai. beda sama teman saya yang sukanya makai dulu baru bayar. "lha kan memang enaknya begitu mas, misal 300rb/jam kalau setengah jam dah selesai, ya harus kembalian." katanya. "otak loe kembalian, orang maksudnya pulsa pasca bayar, kok sampai kembalian." jawab saya.

karena saya sangat menyukai debit card, ( yang mungkin orang lain lebih ngenal dengan sebutan kartu ATM ) maka jangan heran kalau kartu ATM saya lecet lecet. kenapa ? ya karena terlalu sering saya keluar masukkan. ( tolong untuk kata lecet dan kata keluar masuk jangan dihubung hubungkan, walau saya sudah paham tentang apa yang anda pikirkan akan sama dengan apa yang saya pikirkan. ) kedalam mesin ATM maksudnya. hingga sering teman saya membodoh bodohkan saya. misalnya tadi pagi saya setor uang dibank bersama seorang teman karena teman saya itu juga kebetulan mau buka rekening baru. lalu setelah acara makan siang selesai, saya dengan teman saya yang sama mampir ke ATM untuk mengambil uang. "sampeyan itu bagaimana sih mas, tadi kan baru saja setor kok sekarang sudah diambil lagi ?" katanya. kemudian saya hanya cengar cengir saja.

celakanya, istri saya yang akhirnya selalu memaki maki saya. dibilang saya orangnya boros lah, tidak bisa ngatur duit lah, tidak bisa beginilah, begitulah, dan sebagainya yang kalau sudah marah ngga ada yang ngalahin. karena memang dia orangnya maunya menang sendiri, pendapatnya sendiri yang paling benar, keras kepala, apalagi masalah keuangan. saya selidiki waktu tidur tengkurep ternyata memang benar. lha unyeng unyengnya tiga. tapi ya ngga apa apa, toh dia kalau marah ada benarnya juga. berarti masih cinta sama saya. setelah saya pikir pikir apa saya ini termasuk ikatan suami yang takut istri ?

kembali kemasalah ATM itu tadi, sebab kalau ngomongin istri saya bakal ngga ada habisnya. mungkin lain waktu akan saya ceritakan siapa dia yang sebenar benarnya.

jadi inilah saya lagi, seorang yang boros dan mungkin tidak bisa menghargai uang. tapi saya sangat mencintai uang. kecintaan saya pada uang terlihat ketika saya lebih suka membeli barang ini barang itu daripada menghemat uang. atau saya lebih suka makan ini makan itu daripada menimbun uang. begitulah, sebab saya mikir, untuk apa uang ditimbun timbun toh nantinya dipergunakan lagi. untuk apa uang disimpan toh juga saya ngga bakal membawanya waktu mati. "lha kalau begitu Jej yang goblok, kenapa mesti nyimpan uang dibank ? kenapa ndak dibawah kasur saja ?" kata teman saya. "lha memang kasur bisa biat transfer uang dengan cepat, bisa buat bayar pajak ini juga pajak itu." jawab saya.

itulah sebabnya saya punya rekening dibank. bukan lantaran saya sangat suka menabung tapi karena saya sangat malas. malas untuk antri pajak listrik, malas untuk antri pajak telpon, dan dengan mesin ATM, hal tersebut saya lakukan hanya beberapa menit saja tanpa menunggu berjam jam. jadi begitulah kenapa kartu ATM saya lecet lecet.

20:00 Posted in Cerita | Permalink | Comments (36) | Email this

27 August 2007

jadi penjilat

"sok penting !!!" kata teman saya sambil membuang muka.

usut punya usut ternyata dia baru saja melihat blog saya yang masih terbuka. setelah beberapa saat kemudian saya tersadar kalau kata katanya itu dikarenakan adanya kolom aktivitas. apa yang sedang saya lakukan. apa yang sedang saya kerjakan. saya tinggal sms dari hp dan langsung terupdate. ini yang namanya micro-blogging.

saya sadar kalau saya ini bukanlah orang penting. bahkan saya juga ikhlas berkata kalau saya ini bukanlah siapa siapa. "nah, kalau sudah tau, kenapa mesti beritahukan kepada semua orang, tentang apa yang Jej lakukan. tambah ngga penting lagi kan ?" kata seorang teman yang saya tanggapi dengan telinga sebelah. biar saja saya menjadi orang yang sok penting. siapa tahu dengan begitu nanti cita cita saya menjadi orang sukses bakal tercapai.

"kalau mau sukses, bukan dengan main seleb seleb'an seperti ini, tapi sampeyan harus pinter menjilat." begitu kata teman saya yang lain.

saya yang sedang mengunyah roti bolu tiba tiba tesedak karena teori tersebut susah untuk saya telan. bagaimana caranya hanya dengan menjilat bisa membuat orang sukses. kalaupun bisa, saya pasti akan melakukannya. jangan tanya mengapa, lha kalau cuma urusan jilat menjilat saya ini ahlinya. apalagi kalau menjilat yang basah basah. ice cream maksudnya.

lalu dia bercerita soal temannya yang pintar sekali dalam urusan jilat menjilat. dia selalu kelihatan sibuk dan aktif dalam bekerja kalau ada sibos. dia juga selalu mencari muka didepan sibos. atau apapun akan dia lakukan untuk sibos. bahkan dia rela menjadi mata mata sibos. melaporkan segala kegiatan para pegawai yang lain. intinya orang tersebut harus bisa berkepribadian ganda. didepan sibos dia menyanjung, dan didepan teman kerjanya bersifat seperti tidak tahu apa apa. terlebih lagi kalau sudah berhasil menjadi penjilat, maka segala fasilitas akan mengalir bagai air. dapat jatah libur sesuka hati, gaji yang mungkin lebih. dan yang jelas akan menjadi orang yang peting.

"menurut Ik cocok banget deh, lihat saja postingan kemaren, kan serba complicated, serba ndak jelas, jadi cocok donk untuk orang berkepribadian ganda macem Jej." kata teman saya lagi yang memang sebenarnya sangat suka menghina saya. "kan Jej memang sudah terhina." lanjutnya sambil tertawa terbahak bahak.

lalu saya katakan. "TIDAK !!!" serumit rumitnya saya dan sesenang senangnya saya dalam urusan jilat menjilat, kalau sudah menjilat yang satu ini, saya rasa bukan diri saya. saya lebih suka diperkosa seharian penuh. disuruh ini disuruh itu yang bukan kerjaan saya tapi endingnya ada uang lembur daripada disuruh menjilat. saya lebih suka pekerjaan itu saya lakukan dengan suka hati daripada serba yes sir, yes mam, yang membuat saya seperti menjadi anjing yang patuh pada tuannya. dan yang pasti saya lebih suka apa adanya, jalankan kewajiban saya dan memperoleh hak yang semestinya.

lalu sebuah pesan singkat dari teman muncul di tagboard kemaren sore. "ta mata apa kabar? postingnya makin heboh euy...hehehehhehe... ga cuma seleb ajah yg bisa dikritik n digosipin. mata juga bisa!hwheheheheheheheh...."

ternyata untuk menjadi orang penting itu tidak harus menjadi penjilat ya jeung ? "iya,...penting untuk dicaci dan dimaki." sambar teman saya ngga mau ketinggalan.

15:25 Posted in Cerita | Permalink | Comments (45) | Email this

22 August 2007

status

sejenak kita lupakan masalah soal komentar itu.

hari ini saya membaca sebuah status salah seorang teman yang berbunyi `jadilah kamu yang sesungguh sungguhnya kamu.` belum sempat saya mencerna kalimat tersebut lalu ada lagi status yang berbunyi `..i just want u to know who i am...`

entahlah, mungkin itu kebiasaan saya membaca status orang. apakah dia itu masih perawan, sudah taken, atau menjanda hal serupa ketika saya membongkar friendster. terpampang dengan jelas status status tersebut. bahkan ada yang berstatus it's complicated. lalu saya bertanya tanya dalam hati. bagaimana bisa rumit ? mbok ya kalau single bilang single, punya pacar bilang punya pacar atau kawin bilang kawin. kok ya ada yang setengah setengah gitu.

suatu hari teman saya berkata soal dirinya yang sangat susah untuk mencari pasangan hidup. "kalau mencari pasangan hidup itu susah, mbok yao mencari pasangan mati saja." kata saya.

soal pasangan hidup itu, katanya dia tidak percaya diri. wajahnya yang pas pas'an juga karena kurang bergaul sebab kesibukannya dikantor karena banyaknya pekerjaan. lihatlah saya. saya termasuk kedalam orang yang seperti itu. wajah pas pas'an dan kerja ngga kenal waktu. tapi buktinya saya bisa mencari pasangan hidup. saya bisa menikah. memberikan nafkah. baik lahir maupun batin.

saya sering ditanya kenapa saya ini menikah muda. lalu saya ditanya bagaimana rasanya. nah kalau soal kenapa ? saya menganggap ini memang sudah suratan dari Tuhan kepada saya untuk menikah diusia muda. ini jodoh saya. jadi kenapa harus dipusingkan dengan pertanyaan kenapa ? menikah ya menikahlah. ***tsaahh*** nah kalau soal bagaimana rasanya, tergantung rasa yang mana dulu. bagian atas atau bagian bawah ? depan atau belakang ? hahaha

kembali kemasalah status Y!messenger diatas. selama saya menjadi manusia, saya sadar siapa saya. apa yang saya lakukan dan apa yang saya kerjakan. dan selama menjadi manusia pula saya bersungguh sungguh menjadi diri saya. cuma ya harap maklum saja. kadang saya suka plin plan, suka ngalor ngidul. kadang suka begini, kadang begitu. tadi malam suka diatas, nanti malam suka dibawah. weekend jadi malaikat, senin pagi jadi setan. ya begitulah jika kamu ingin tahu siapa saya.

"nah itu yang namanya it's complicated, mas." sahut teman saya.

"kalau itu Ik sudah paham, soalnya Jej kan orangnya memang setengah setengah. sehat ngga, sakit juga ngga. waras ngga, gila juga ngga. hidup ngga, mati juga ngga." sambar teman saya yang mulutnya seperti sampah. PUASSS !!!

12:13 Posted in Cerita | Permalink | Comments (53) | Email this

18 August 2007

sudahkah anda membaca postingan saya hari ini ?

saya belum sudah !

begitulah kira kira komentar yang bakalan masuk pada postingan saya kali ini, karena mungkin hanya membaca judulnya saja.

waktu kemaren saya ditegur lagi secara keras. setelah tulisan saya yang tidak EYD atau tulisan saya yang kurang menggigit. kali ini saya ditegur karena komentar saya yang ngga pernah nyambung dengan tulisan. lha bagaimana mau nyambung, wong saya ndak paham dengan postingan yang ditulisnya. bukannya berkomentar malah saya bertanya lagi. lha pikir saya, daripada tidak berkomentar, nanti dikira sombong. wong saya juga pernah ditegur sebelum sebelumnya. "kamu tuh kira kira donk ta, wong saya selalu komentar panjang lebar dipostingan kamu, kok kamu ngga pernah komentar diblogku. ngga adil ahhh." ya begitulah. jadi, kalau saya ngga paham isi postingan itu ya saya komentar apa adanya. atau malah bertanya lagi apa maksudnya. endingnya saya dimaki maki. "makanya baca donk ta, baca !!!"

bodohnya saya. "sudah dari dulu Jej itu goblok, ta. ingat jaman sekolah ndak ? bahasa sastra saja dapat lima. kok ya baru sadar sekarang." cela teman saya.

suatu hari teman saya berkata kalau menjadi seorang blogger itu harus bisa membaca dan menulis. intinya kedua hal tersebut merupakan suatu keharusan. lalu saya berfikir, berarti saya tidak pantas disebut sebagai blogger, lha wong menulis saja tidak menggunakan EYD ditambah membaca postingan tidak pernah paham apa maksudnya. lalu hal itu saya sampaikan pada teman saya satunya lagi. "ya tentunya harus bisa berkomentar juga donk, ta." begitulah katanya. lalu sekarang saya berfikir lagi, apalagi berkomentar, lha ndak pernah nyambung sama sekali. sempurna sudah penderitaan selama satu tahun ketika saya terjun dalam media seleb seleb'an ini.

menulislah sesuka hati. begitulah katanya teman saya yang satunya lagi ketika dia tahu kalau saya tidak menggunakan EYD. saya berani taruhan ketika dia membaca postingan ini pasti dia akan berkata, 'membacalah sesuka hati.' ya, saya rasa itu jamak. lebih jamak lagi dia akan berkata 'berkomentarlah sesuka hati.' ya ngga bu guru ?

kalau dilihat lihat. buanyak sekali komentar komentar dalam postingan saya ini yang melenceng dari isi postingan. tapi saya tidak pernah mempersoalkannya. saya malah membalas komentar itu sesuai dengan apa yang dia sampaikan. sehingga malah terjadi komunikasi yang baik. saya juga tidak mempermasalahkan apakah postingan saya dibaca atau tidak. toh saya juga tidak mendapatkan hadiah dan ini juga bukan suatu perlombaan seperti tujuh belasan kemaren.

ya sudah... saya ndak mau berpanjang lebar, takutnya postingan saya nda dibaca. atau memang malah ngga dibaca ???

tapi tak jadi soal. dengan begini saya jadi tahu kalau ternyata saya ini begini. saya juga minta maaf jika komentar dalam postingan saudara saudara sekalian tidak berkenan, tidak sesuai dengan isi postingan atau tidak sesuai dengan yang diharapkan. peace ya jeung...

11:00 Posted in Cerita | Permalink | Comments (49) | Email this

14 August 2007

detik detik

sebelumnya saya akan berkata
hiduplah indonesia raya...

nah, kalau dipikir pikir lebih dalam lagi. benar juga omongan teman saya. kok rasanya saya ini sok berjiwa nasionalis. sok berjiwa patriotisme. sok berjiwa pahlawan. padalal ? apa coba yang sudah saya lakukan bagi bangsa ini ? ngga ada satupun yang saya lakukan pada bangsa indonesia tercinta ini. saya ini sudah numpang hidup disini, sudah numpang lahir disini, titip nyawa ditanah ini. oalah mbokne,...mbokne...lha kok masih nuntut ingin ini ingin itu. coba bayangkan lagi saudara, waktu jamannya pemilihan presiden tahun kemaren. saya ini golput. saya tidak memilih siapa siapa ? karena dari semua calon memang menurut saya tidak ada yang cocok. sudah ngga ikutan milih presiden, sekarang sok sok'an ikut ikutan marah. bela belain yang lemah. soal jatah korban gempa yang kurang, soal nasib rakyat porong yang terkena lumpur, soal gaji buruh yang mepet, soal anggota DPR yang dapat fasilitas lebih, soal ini dan soal itu.

"lha itu sampeyan namanya ndak tau diri mas,... kalau sampean dulu ikut nyoblos milih presiden berarti sampeyan punya hak untuk nuntut ini nuntut itu. wong sampeyan adem ayem saja. kok ikut ikutan sok jadi pahlawan kesiangan, menegakkan keadilan membela kebenaran. eee lhadalah lae,...lae" kata teman saya bagai semar sedang memberi petuah.

"loh...kok Jej jadi marah marah gitu ? saya kan cuma menyampaikan aspirasi sebagai warga negara." jawab saya sedikit sewot.

"sabar... kok jadi debat kusir kaya gini ?" kata teman saya satunya lagi yang berusaha menenangkan masalah.

"sabar sabar,... aku nek nesu pasti teringat tanah airku." jawab saya dengan emosi tinggi. tapi malah tawa riuh serempak meredakan suasana waktu itu. kemudian obrolan hangat kembali tercipta.

lalu ceritanya beberapa hari yang lalu terdengar desas desus dikota solo kalau akan diadakan sweeping software dan instalasi komputer. semua tempat dari kost kost'an, perkantoran, warnet, hingga counter hp mungkin akan terkena dampaknya. lalu teman saya mapkos ( masyarakat pengguna komputer surakarta ) mengajak teman teman lain untuk melakukan aksi demo menolak sweeping software dan instalasi komputer ke DPRD surakarta pada tanggal 15 agustus 2007.

"ya sudah sepantaskan sampeyan sampeyan itu tertip hukum mas. kalau saya yang punya microsoft, saya juga ndak bakal rela kalau OS saya dibajak dan digunakan saenak udelnya sendiri dengan gratis." kata teman saya lagi yang mulai cari perkara.

saya sudah mulai diam. terserah dia mau bilang apa. saya cuma mencoba berfikir positif. kita pasti tahu yang namanya windows itu sudah memasyarakat. nah jika kita disuruh membelinya, semisal harga windows XP kurang lebih Rp 2.750.000, lalu belum lagi microsoft office yang harganya kurang lebih Rp 4.000.000 dan norton antivirus kurang lebih seharga Rp 375.000, dan belum termasuk harga komputer yang katakanlah Rp. 4.500.000, apakah wajar jika kita mengeluarkan uang sebanyak Rp 11.625.000,- harga tersebut belum lagi kalau kita ada program tambahan seperti corel, adobe photoshop, atau yang lainnya.

saya mendengar kabar kalau ada warnet yang sudah membeli ijin untuk menggunakan software tersebut tapi masih saja kena dampaknya. para aparat langsung mendatangi dan mengambil beberapa komputer untuk dijadikan barang bukti. ternyata indonesia memang benar benar IGOS. bukan go open source tapi go stupid.

setelah kabar bajak membajak itu. lucunya saya yang sok berjiwa nasionalis ini disuruh pidato pada waktu malam tirakatan untuk mewakili para pemuda kampoeng. mendengar hal tersebut teman saya semakin semangat untuk berkomentar. komentar yang menghina maksudnya. "hahaha,.. tau apa sampeyan soal jaman kemerdekaan ? lha wong tiap hari hobbynya nonton spongebob sama patrick, kok mau pidato dimalam tirakatan." begitulah katanya sambil tertawa ngakak.

lagi lagi saya capek menanggapi mulutnya yang seperti sampah itu. tapi saya memang sedang kebingungan. apa yang mesti saya sampaikan. soalnya saya tidak melihat langsung bagaimana para pahlawan itu mati matian membela bangsanya hingga titik darah penghabisan. saya hanya mendengar cerita dari nenek soal sumpah pemuda, saya hanya mendengar dari ayah soal indonesia merdeka, dan saya hanya mendengar dari ibu soal pemberontakan G30S/PKI. saya tidak pernah melihat bung karno pidato, saya tidak pernah melihat jendral soedirman berperang, saya juga tidak pernah melihat ahmad yani diculik dan dibunuh. saya tidak pernah melihat sejarah para pahlawan tersebut secara langsung. sebagai generasi baru, saya hanya menuai hasilnya saja. saya hanya bisa menceritakan kekuasaan orde baru, saya hanya bisa menceritakan perjuangan rakyat untuk melakukan reformasi. dengan pemerkosaan, dengan penjarahan juga dengan pembakaran. saya hanya bisa menceritakan para pahlawan sekarang ini yang bukan lagi berjuang membela tanah air tercinta tapi berjuang demi kesejahteraan hidupnya. apakah itu yang harus saya sampaikan. lihat ! saya sudah sok nasionalis lagi.

sudahlah, sepertinya detik detik ini terlalu dini untuk saya bicarakan.

merdeka !!!

08:33 Posted in Cerita | Permalink | Comments (39) | Email this

13 August 2007

funtwo rock !!!

terus terang saya sedang tergila gila dengan funtwo. dan ternyata setelah saya bongkar bongkar google dan akhirnya nyasar ke wiki diketahui kalau nama aslinya jeong-hyun lim. gitaris korea yang memainkan canon in d major dari johann pachelbel tapi dibikin versi rock yang sebenarnya sudah di arrangement oleh jerry chang, seorang gitaris dan composer dari taiwan. ini flash videonya dari youtube yang sudah dilihat lebih dari 25 juta orang.



08:00 Posted in Note | Permalink | Comments (15) | Email this

10 August 2007

sosial atau soksial ?

saya mau sedikit serius !!!

sering kali saya mendapatkan email, offline message, atau pesan difriendster yang isinya pemberitahuan tentang seseorang yang membutuhkan bantuan ini, penyakit itu atau hal hal sejenisnya yang intinya minta bantuan kepada kita dan akhirnya disuruh untuk menyebarkan berita sedih tersebut kepada yang lainnya.

begitupula dalam media blog. saya sering kali melihat postingan teman teman yang membicarakan tentang sekolah ini yang membutuhkan dana atau pembangunan masjid itu yang menyedihkan. hingga masih banyak lagi tulisan tulisan serupa yang intinya mengajak kita untuk ikut mengulurkan tangan kita untuk memberikan sumbangan. sungguh mulia.

sebenarnya saya merasa tertusuk ketika membaca postingan postingan itu. pasalnya, saya tidak pernah berperan aktif dalam kehidupan sosial seperti itu. mengunjungi panti asuhan, juga memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan. yang saya lakukan hanya berdoa setiap saya habis melakukan kegiatan sholat lima waktu. wajar saja manusia yang pasrah seperti saya hanya bisa berdoa dan mendoakan. sebab siapa tahu orang lain mendoakan saya. bayangkan saja jika seseorang mendoakan `semoga mata kaya raya, sehat jasmani dan rohani, cepat diberikan keturunan, menjadi seorang yang berguna, anak yang patuh, suami yang setia, selama hayat masih dikandung badan.` indah bukan ?

saya merasa tertusuk karena saya memang belum pernah berkunjung ketempat tempat seperti itu. terlebih lagi saya harus dihadapkan dengan tulisan tulisan seperti itu. untuk membacanya saja saya merasa tidak pantas apalagi menuliskan dan menyebarkannya. bantuan yang saya berikan hanya melalui kotak amal. saya tidak pernah bertemu langsung dengan orang orang seperti dalam acara jalinan kasih. saya juga belum pernah pergi kepanti asuhan, tempat dimana anak anak hidup tidak mengenal orang tua. atau malah sengaja dibuang ayah ibunya ketempat sampah hanya karena hubungan cinta yang terlarang yang tidak bisa mereka pertanggungjawabkan.

ingin rasanya saya mengunjungi tempat tempat yang penuh dengan luka batin tersebut. saya bayangkan betapa sedihnya mereka. ingin rasanya saya bisa bermain bersama anak anak tersebut, bisa memeluknya, bisa bercerita, bercanda dan tertawa. menyanyi dan menari. hingga membuat kesedihan mereka sedikit terobati. tapi lagi lagi saya hanya bisa membayangkan tentang mereka, saya hanya bisa membaca berita berita tentang mereka, dan saya menjadikannya sebagai bahan tulisan karena saya kehabisan cerita.

maka beginilah saya jadinya. punya kehidupan spiritual yang tersendat sendat. saya merasa hidup saya belum sempurna. saya hanya merasa menjadi makhluk yang soksial. hanya sering berkata dan berpesan tentang menyebarkan kebaikan. menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. lucunya, nanti ketika suatu saat saya ditanya malaikat. "mata mata, apa yang kamu lakukan sewaktu hidup didunia ?" maka saya menjawab "memberitahukan kepada semua orang untuk berbagi kasih, berbagi suka maupun duka, dan tak lupa menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya wahai malaikat." ahh, sepertinya kok saya merasa sedang bermain tebak tebakan.

08:06 Posted in Cerita | Permalink | Comments (30) | Email this

06 August 2007

menjadi setan

sabtu kemaren saya sempat menyapa teman yang mengatasnamakan dirinya sebagai setan. sebenarnya saya juga heran, kenapa manusia secantik dia ( sebab dia wanita, tidak mungkin saya katakan tampan ) disebut setan. sayapun menanyakan pada dirinya tentang hal tersebut.

"tauk ya Ta, sadar kali kalo kelakuanku emang kayak setan. aku nyadar kalo aku tuh bukan orang baik, aku tau banget kalo kelakuanku tuh sama sekali tidak bisa dikategorikan dalam kelakuan anak baik. lagian lagi aku kalo ngomong suka nyablak en ( mungkin ) bikin sakit ati orang laen. maklum Ta, aku ga bisa basa basi, kalo ngomong ya straight to the point, apa adanya ga ditutup2i. kalo aku ga suka, ya aku bakalan langsung bilang ga suka. skali bilang benci ya bakalan selamanya benci. makanya banyak bgt temen2ku dulu ( mantan temen2ku ) pada bilang kalo aku tuh ga jaoh beda sama setan yg sifatnya mo ngancurin manusia. gituh."

lewat jawaban itulah saya jadi bertanya dalam hati, apakah saya ini juga setan ? lha masalahnya semua sifat sifat setan itu melekat dalam diri saya. iri hati, egois, hingga kurang sabar dalam menghadapi sesuatu. mengingat karena orang sabar itu disayang Tuhan, jadi saya disayang setan. begitulah kira kira.

sampai saya teringat ketika saya berhasil dengan sukses dalam menjalani hidup, kadang saya lupa siapa yang memberikan nikmat tersebut. apakah itu nikmat dari Tuhan atau nikmat dari setan. karena sering sekali saya merasa kagum, bangga dan puas pada diri saya sendiri ketika sedang diatas. maksudnya diatas disini yaitu telah mampu menguasai yang di bawah, bukan seperti tadi malam, saat saya sedang berada diatas ranjang. diatas kasur, bantal, dan guling maksudnya.

nah, hal hal seperti disebut diatas yang mungkin membuat diri saya menjadi setan. "dan memang dasarnya muka Jej juga seperti setan, mas." sahut teman saya pada suatu hari. walau sebenarnya teman saya itu tidak pernah tahu apa mukanya setan mirip sama saya. "saya tahu kok mas, muka setan kan menyeramkan, lha sama seperti sampeyan tho." kata teman saya lagi.

kalau memang soal wajah yang menyeramkan saya memang mengakuinya. bisa jadi itu syarat utama untuk menjadi setan. tapi teman saya waktu itu yang menyebut dirinya setan, sepertinya memang jauh dari kata menyeramkan. mana ada setan berkulit putih mulus, rambut lurus sebahu dengan warna sedikit kecoklatan, berwajah cantik tanpa jerawat juga tanpa kerutan, tinggi berat badan ideal, rias wajah yang lembut, pakaian dalam sapuan warna pastel yang indah, mengenakan jam tangan cartier ( baca kar ti e bukan kartir.) dan tak lupa aroma wangi givenchy ( baca ghi fang syi. ) setidaknya itu gambaran saya tentang dia sebagai seorang wanita jakarta.

lalu sebagai manusia yang suka melarikan diri, saya malah merasa takut untuk mengakui saya ini setan. tidak seperti teman saya yang cantik itu, dengan lantang dia berani menyebutkan terang terangan kalau dirinya itu setan. saya malah melarikan diri, menyembunyikan, dan tidak mengakui kalau diri saya ini menang setan. terpampang dengan jelas kalau saya menyebut diri ini sebagai malaikat. walau saya juga sadar secara tidak langsung saya telah membohongi diri saya sendiri.

08:53 Posted in Cerita | Permalink | Comments (41) | Email this

02 August 2007

kata terakhir ?

"tamat !"



nb : jangan sekali kali bilang tamat, the end, sudah mati, selamat tinggal, sampai jumpa, saya akan pergi, untuk selamanya, selama lamanya. jika kamu masih menampakkan muka, merangkai kata, menjadi cerita, untuk dituliskan, dalam lembaran maya.

08:55 Posted in Note | Permalink | Comments (44) | Email this

All the posts

 

eternity™ design by mata 2006 | engine by blogspirit | User Online