« doa hari raya | HomePage | no comment !!! »
26 September 2007
yang benar itu apa sudah yang paling benar ?
puasa ngga puasa, suasana disini sepertinya sama saja. kalau sudah membicarakan orang merembetnya kemana mana. saya yang niatnya ingin menegur para jeung jeung itu kok malah kena dampratnya. "dijaga lho jeung omonganya, bukannya Jej lagi puasa." kata saya. "lha sampeyan kalau punya telinga juga ikut mendengarkan, mbokya ditutup." jawabnya. alhasil kita malah beradu mulut, apakah mulut dia ataukan telinga saya yang salah. ( sebenarnya saya juga bingung dengan istilah ini. masak mulut kok diadu. memangnya tinju ? maklum saja. mengingat IQ saya yang jongkok ya jadinya saya kurang paham dengan istilah istilah seperti itu. )
sering kali saya diceramahi, perihal saya sering mengatakan kalau saya ini bodoh. saya ini ngga mampu. atau saya ini berIQ jongkok. saya dikatakan kurang berterima kasih juga dikatakan tidak menghargai karunia yang Tuhan beri. bahkan saya dikatakan menghina ciptaanNya. padahal saya ini ngomong apa adanya. bukan bermaksud untuk menyindir atau bukan bermaksud untuk mengeluh. tapi saya berusaha untuk jujur. saya menghormati Tuhan karena sudah menciptakan saya seperti ini. kondisi saya yang jongkok ini, bukankah sebuah pemberian dariNya ?
kita lupakan dulu masalah mulut. kembali lagi kejudul yang diatas. saya mau serius sedikit. yang benar itu apa sudah yang paling benar ?
bebarapa hari yang lalu saya membaca sebuah postingan dari seorang teman. ceritanya dia kena tegur oleh seseorang karena dia memelihara anjing dikamar kostnya. lalu dengan beralasan dia berkata yang intinya kenapa memelihara sebuah anjing saja dianggapnya haram, apa dia ngga ngaca kalau dia kerjanya minum minum, dugem, main main cewek. lagipula sholat saja ngga pernah kok bisa bisa dengan sepelenya mengharamkan soal anjing. jujur saja dalam hal ini saya bingung ( mengingat IQ saya jongkok seperti diatas ) ini yang benar yang mana, yang salah siapa ?
berbicara soal anjing, saya jadi ingat ayah saya. hal itu dikarenakan ayah saya pernah memelihara anjing. beberapa tahun yang lalu ayah saya dikasih seekor anjing sama seorang tetangga. ngga tanggung tanggung. anjing tersebut adalah anjing gembala jerman. ada sertifikatnya. ada kartu kesehatannya. juga ada silsilah keturunannya. alhasil ayah saya membuatkan kandang sebesar 4 x 4 meter dibelakang rumah paling ujung. ayah saya juga memberikan makan yang teratur. daging sapi cah, tulang iga, dan susu. juga tablet kesehatan sehari tiga kali. saya hitung hitung untuk biaya sianjing mungkin sekitar Rp. 50.000 sehari. saya sempat berfikir. apa sekarang ini saya punya saudara angkat. pasalnya sebegitu sayangnya ayah saya dengan anjing tersebut. sampai sampai memberikan fasilitas ekstra melebihi fasilitas yang dia berikan pada anaknya.
saya pernah bertanya, kenapa harus memelihara anjing. saya tanya demikian karena saya memang tidak suka dengan anjing. agama yang saya anut juga mengharamkan anjing. najis. lalu dia menjawab, ini karena dia menyanyangi binatang. salah satunya ya anjing itu. apalagi anjing gembala jerman yang sah. pernah anjingnya itu ditawar seseorang dengan harga 4,5 juta tapi ayah saya tidak memberikannya. lha wong ini barang pemberian kok dijual. lagi lagi katanya.
nah, yang membedakan antara ayah saya dan teman saya itu adalah ayah saya tidak pernah menganggap dirinya itu islam. dia tidak sholat, tidak puasa, tidak pernah kemasjid. dia tidak beragama. pernah suatu hari ada seorang tetangga mengajaknya pergi kegereja, dia juga menolaknya. mungkin agama bagi dia hanyalah simbol atau status, saya sendiri tidak mengerti apa jalan pikirannya itu. hal ini yang membuat saya sedih. sampai setua ini ayah saya belum punya keyakinan. saya selalu berkeinginan. alangkah indahnya jika ayah saya masuk islam. sadar atas semua kekhilafannya. saya sendiri tidak mengerti kenapa hal ini bisa terjadi. "sebagai manusia, saya mengakui adanya Tuhan. dan sebagai manusia hanya dengan membedakan yang benar dan yang salah. itu sudah cukup." katanya suatu hari. maka dari itu. seperti memelihara anjing ya bagi dia sah sah saja. toh itu menyayangi binatang. bukankah anjing juga ciptaan Tuhan. bukankah agama agama itu juga menyuruh kita menyayangi makhluk makhluk ciptaanNya. katanya lagi.
lalu dia juga berkata, kalau orang mengaku punya agama, padahal dia tidak beribadah, tidak pernah kemasjid atau kegereja, dan selalu berbuat salah padahal tahu kalau itu perbuatan salah. bagaimana ? masih mendingan saya yang tahu yang benar dan yang salah ataukah mendingan dia yang mempuanyai agama.
saya hanya terdiam mendengar hal tersebut. saya merasa tertusuk. bukan berarti saya meragukan keyakinan yang saya anut dan saya percayai. rasanya sebagai orang yang beragama saya juga sering sekali melakukan perbuatan perbuatan yang salah itu. membicarakan orang waktu berpuasa seperti halnya teman saya diatas, subuh selalu terlambat bangun, datang dimasjid paling akhir, sholat dishaf paling belakang, mimbar ceramah tidak pernah mendengarkan, lalu pulang tanpa beban. tapi, jika disuruh meminta minta, saya jagonya. ya Tuhan, berikanlah saya kemudahan dalam menjalankan hidup ini, berikanlah saya kesehatan, keluarga saya, teman teman, juga saudara. jadikanlah saya orang yang tabah, jadikanlah saya orang yang setia, terhadapmu, terhadap agamamu dan kitapmu. pada keluargaku dan istriku. berikanlah saya keturunan, rejeki yang melimpah, dan keselamatan. tak lupa ampunilah segala dosa dosaku, dosa dosa orang tuaku, ibuku, juga ayahku yang belum sekalipun menyembahmu.
ya, saya hanya bisa berdoa. mendoakan orang tua saya, ayah saya, ibu saya, mendoakan keluarga saya, istri saya, juga saudara saudara saya. saya hanya bisa meminta. bukankan saya ini manusia yang serba kurang ?

11:25 Posted in Curhat | Permalink | Comments (46) | Email this
Comments
minta gpp kok...emang manusia pada dasarnya ga punya apa-apa..tapi jangan lupa bersyukur juga :)
Posted by: rani! | 26 September 2007
kalau di agamaku nomor satu itu bersyukur, nomor dua bersyukur dan nomor tiga bersyukur..atas semua yang sudah di berikan, baik buruk maupun baik =)
Posted by: mei | 26 September 2007
Hmmm... berat nih postingan mata... kalo menurutku sih... agama adalah dasar dari semua tindakan kita di dunia yang akan kita petik di akhirat nanti.
Posted by: bakhrian | 26 September 2007
anjing, babi.... binatang yg haram katanya, kalau dipikir2 apa salah mereka ya sampai belum lahirpun sudah di cap haram?
:)
Posted by: april | 26 September 2007
@rani!
lha kalau sudah minta trus dikasih trus lupa bersyukur ya itu baru kebangetan namanya :)
@mei
bersyukur dan bersyukur ya mei...
@bakhrian
berapa kilo kang beratnya...
agama itu keyakinan kang. seperti yang kamu bilang. nanti kalau kita mati ya harus kita tanggung jawabkan semua perbuatan dan amalan kita semasa hidup.
Posted by: mata | 26 September 2007
Semoga Yang Maha Esa memberikan hidayah untuk sang ayah... dan memberikan petunjuk pada sang Mata... =)
Posted by: Sal | 26 September 2007
iya, ngga ada yg bisa dilakukan selain mendoakannya, mata, smg beliau mendapatkan hidayah sebelum Allah memanggilnya..
maap kl ngga berkenan secara IQ saya juga jongkok..:D
Posted by: lita | 26 September 2007
@april
kalau dipikir juga begitu. wong binatang itu juga ngga ada yang salah. tapi memang sudah dikodratkan begitu kali yah. hanya Dia yang tahu...
@Sal
amin amin...
makasih Sal
@lita
semoga saja jeung... bantuin doa yah.
halahhh... masalah IQ dibahas lain waktu saja deh :p
Posted by: mata | 26 September 2007
Memang Dia tempat meminta kan, jgn bosan2 untuk meminta.
Smoga orang tua mata dibukakan pintu hidayah amiin.
@ si nami ta..nami :D
Posted by: ken-ken | 26 September 2007
sama dengan april yang masih bingung kenapa anjing dan babi sebelum dilahirkanpun sudah dicap sebagai barang haram, saya juga mikir kalau manusia kan nggak bisa memilih dilahirkan sebagai anak ustad, anak pendeta, anak tukang minum dan dugem, atau anak seorang yang atheis. Tuhan sudah "memilihkan" melalui siapa kita musti dilahirkan, kalau kita yang jadi "tukang cap" bahwa ini yang benar dan itu yang salah, berarti meragukan Tuhan kita dong.
saya juga sama, Mas, hanya bisa berdoa dan meminta.
Posted by: isnuansa | 26 September 2007
postinganmu berat skaliy mata... as usual :)
berkali-kali bikin gw berkata dalam hati "iya ya" ... as usual...
& as usual juga: bingung komennya XD
mata says: ya ga usah komen napeh!
hmm. terus sekarang gimana anjing jerman itu? sampai sekarang masih dipelihara atau ... ?
trus... ttg mata ngingatin jeng2 yang ngegosip itu, yasudah.. yang penting dah diingatkan :D sabar yah... xD tapi if i were u... mendingan lain x cuekin aja :P
Posted by: Nisa | 26 September 2007
katanya, allah swt itu gak pernah tidur kang. suatu saat kalau emang diijinkan hidayah itu, insya allah, nyampe juga ke sang ayah. wallahu alam bi 'shawab.
Posted by: danu | 26 September 2007
@ken-ken
makasih ken. sebagai anak ya bisanya saya cuma mendoakan saja. itu usaha saya yang paling maksimal.
oh iya,.. namanya nami yah :p
@isnuansa
"kalau kita yang jadi "tukang cap" bahwa ini yang benar dan itu yang salah, berarti meragukan Tuhan kita dong."
saya bingung jeung dengan kalimat tersebut. mungkin maksudnya manusia itu tidak berterima kasih karena telah diberikan akal dan pikiran untuk membedakan mana yang benar dan yang salah. begitukah ?
@Nisa
aduh nis... masak sih berat... berapa kilo ? ckckck
oh ya saya lupa ngasih tahu. sekarang anjingnya dah meninggal nis. kira kira 2 tahun yang lalu. trus kandang anjing itu juga dah dibongkar. sekarang dijadikan gudang.
soal menggosip dengan jeung jeung sih ya memang suasana dikantor memang seperti itu. mau digimanakan lagi. ngga dimasukin hati sih. santai kok :)
Posted by: mata | 26 September 2007
ta...,
gw ngerasa dalem juga ngebaca ini. gw juga ga ngerti banyak ttg agama.
But, tp mengenai islam, bagiku adalah DIN yang Haq... konsep dimana kita bs beribadah dengan Haq didalamnya...
dan sebenarnya islam bukan hanya untuk sepihak, tp untuk dunia, segala aspek, tak terkecuali...
tp memang, untuk bs ngejalani islam secara kaffah, ga bisa individual... :)
hmmm, ngemeng apa nih gw??? jadi binun ndiri... :P
btw, tentang bapak...
^_^, sometimes kita memang ga bs ngejudge apakah salah atau nggak..., tp mungkin biarakan dulu beliau "beribadah" dengan konsep yg diyakininya... ^_^ klo memang mata ngerasa islam itu adalah lebih baik, tunjukkin aja melalui keteladanan bagaimana beribadah di lingkup islam, atau apa lah kebihannya...
mungkin gt aja, gud lak... (btw, dg cara yg baik tentunya, seperti rasulullah menunjukkan pada pihak luar mengenai santunnya islam :)
hmmm, berat ya ta?
tapi , gw yakin lu bisa...
Posted by: mitra w | 26 September 2007
gak pernah kita bisa tau Ta, mana yang benar dan sungguh2 benar selain Allah. Yangpenting kita berjalan dgn membuka mata batin kita, mana yang terasa baik untuk kita jalankan, sambil terus mendekat pada Allah sesuai keyakinan kita
Posted by: endang | 27 September 2007
ta..kata pak ustad yg org yg dengerin gosip org lain itu lebih besar lo dosanya darpada yg crita, so mending kalo ada yg lg rumpi gt sebisa mgkn jauhin ajah soalnya kalo dibilangin ga bakalan mempan secara ibu2 gitulohhh (kyk gue bukan ajah :D)
kalo soal anjing, aku jujur nurut agamaku ajalah kalo dibilang haram ya dijauhin aja jgn dipiara or deket2 ntar digigitloh hehe.. tp ya trsh pendapat msg2 aja toh ga ada UU yg ngelarang piara anjing krn bkn termasuk hewan langka yg dilindungi,ga tau kalo piara mata dilarang ga ya? :p
Posted by: Mama Rafi | 27 September 2007
@mitra w
makasih mit atas masukannya. berasa bermanfaat nih :)
definisi beribadah bagi dia saja saya juga tidak mengerti sampai sejauh mana. apakah hanya sebatas percaya pada Tuhan dan membedakan antara baik dan benar atau yang lainnya. saya dan keluarga berusaha untuk memperlihatkan bagaimana islam itu. tapi ya cuma sejauh itu. saya tidak bisa memaksakan kehendaknya untuk supaya begini atau begitu. biarlah selebihnya Tuhan yang ngatur. saya rasa begitu langkahnya.
@endang
memang begitu jeung. hanya DIA yang maha benar, maha mengetahui dan maha segalanya. apalah kita ini. yang bisa kita lakukan hanya yakin padaNya saja kan ?
@Mama Rafi
wah iya tho... waduh... gimana ini. kalau begitu saya mau tutup telinga saja :((
soal anjing sekarang syukur dah ngga ada lagi jeung. sepertinya ayah saya juga sudah kapok memelihara anjing. munkin dia menghormati yang lain. sekarang dia lebih suka melihara burung :)
Posted by: mata | 27 September 2007
jika dibandingkan dengan orang2 yang mengatasnamakan agama untuk berbuat merusak-mengancam-menganiaya, menurutku justru ayah mata lah yang lebih beragama.
soal mana yang benar dan mana yang paling benar, itu semua hanya bisa dijawab sama yang di Atas. bahkan kebenaran di agama tertentu saja bisa jadi bukan kebenaran buat agama lainnya. coba lihat, antar agama saja punya versi kebenarannya sendiri-sendiri. versi dimana sejarah sendiri sudah menunjukkannya ke kita: berulangkali terjadi peperangan, bencana hati dan jiwa, menjerumuskan kehidupan, menghilangkan suatu kaum dengan paksa.
kebenaran, akan menjadi indah saat prosesnya melibatkan toleransi, kasih sayang, diskusi, dan dialektika dengan hati lapang nan bijak.
tapi, lagi-lagi: selalu ada langit di atas langit. kita tidak pernah tahu mana yang sejati sampai kita menghembuskan nafas terakhir. maka, mari serahkan pada yang di Atas, sesuai kepercayaan masing-masing, bahkan yang tak punya agama sekalipun seperti ayah mata. beliau punya sistem belief-nya sendiri. beliau punya "yang di Atas" sendiri. mari berusaha terus mencari kebenaran tanpa menjadi katak dalam tempurung. mari terus menuju the Higher Self dengan membuka mata hati dan mata jiwa.
NB: Dooooooh, jadi panjang geneeee aku nulisnyaaaaa! :D
Mat, makasih sekali lagi ya buat adjusting Negeri Nerinya.
Me likey. :D
Posted by: fitri mohan | 27 September 2007
mending jongkok Ta, daripada IQ tiarap hehe..gak nyambung yaaa
Posted by: unai | 27 September 2007
@danu
bener itu kang. hanya Dia yang maha tahu...
semoga saja ya kang hal itu bisa terjadi :)
@fitri mohan
bener itu fit. saya juga mikir demikian. kok ya masih banyak sekali orang yang pikirannya sempit. misalkan saja para teroris yang mengaku beragama malah bunuh diri ngeledakin diri dan membunuh orang orang yang katanya berdosa. padahal bukankah dalam ajaran agama dikatakan kalau membunuh itu dosa. itu salah !
seperti yang kamu katakan diatas. ayah saya mungkin punya kepercayaan tersendiri. bagaimana dia menjadi manusia, berada dalam lingkungannya dan pemikiran yang lainnya yang masih tidak saya mengerti. satu hal yang saya yakin dan pasti tahu tentang dia. kalau dia orang yang baik dan melindungi keluarganya.
soal negeri nerinya ya sama sama ya fit. sekarang dah resmi diangkat jadi putri lagi nih... trus gimana. pertanyaan saya masih belum dijawab. negeri neri itu maksudnya apa ?
@unai
mending tiarap daripada ngga punya IQ. hahahaha
Posted by: mata | 27 September 2007
semoga semua doanya dikabulkan Allah, amin
Posted by: linda | 27 September 2007
Waahh..
jleebbb...jleebbb...banget nih
Posted by: Reth | 27 September 2007
waduh berat-berat postingnya...
benar dan salah hanya terpisah segaris tipis seperti waras dan gila, bener kata mba fitri, kita baru tahu yg sejati setelah nyawa terpisah.
entahlah ta, aku sendiri belum mendapatkan kesan ramadhan kali ini, semuanya wajar dan serasa aman2 saja, padahal amankan harsnya diwaspadai...
Posted by: crushdew | 27 September 2007
@linda
amin...
@Reth
jleeb jleeb apaan reth ? ;))
@crushdew
jadi sebelum nyawa terpisah ada baiknya sadar diri soal hal itu betulll ? :p
ya ada baiknya juga mumpung ketemu ramadhan ya banyak amal perbanyak pahala. gitu aja. ada baiknya lagi kalau setiap hari kelakuan kita seperti bulan ramadhan ini :)
Posted by: mata | 27 September 2007
Karakter orang sangat beragam, termasuk dalam menyikapi "masukan" juga sebaliknya. Maksud hati untuk meluruskan malah dianggap meremehkan. Penyampaian masukan ke orang lain 'N yakin mas mata sudah tahu ilmunya.... bagaimana menyampaikannya dengan tepat sesuai dengan karakter, sifat, dan usia mereka. Yahh.. kalopun dengan cara yang menurut kita adalah sudah yang terbaik.. tapi mereka tetap bersikeras.. ya sudahlah.. setidaknya kita sebagai sesama muslim sudah menunaikan kewajiban untuk saling mengingatkan dalam hal kebaikan . Itu lebih baik daripada berdiam diri.
Ttg Pandang orang thd agama kita....
Sebesar apapun usaha kita untuk merubah anggapan seseorang apalagi "hidayah" tentang Islam jika Tuhan tidak "berkehendak" adalah hal yang muskil kita dapat merubah keyakinan seseorang. Sekalipun orang terdekat dan yang kita sayangi. Hanya doa dan ikhtiar yang bisa kita lakukan, semoga Allah memberikan hidayah kepada Ayah mas mata...
Memberikan "presentasi" kpd orang lain akan lebih afdhal jika dibarengi dengan keteladanan ketimbang hanya disampaikan secara teoritis. Dengan begitu objek dapat menerima secara utuh kebenaran yang kita sampaikan...
Good Luck yah mas...
Posted by: 'N | 27 September 2007
mari kita saling mendoakan :D
Posted by: venus | 28 September 2007
Gk suka gw ma anjing...secara dia pernah gigit pantat gw hahahaha
Posted by: tata | 28 September 2007
oooo jadi kamu sodaraan ama anjing toh....*ngangguk2x
anjing kayaknya gak haram deh (kecuali kalo dimakan), cuma air liurnya yg najis. dan melihara anjing kalo tidak didalam rumah,tapi dibuatkan kandang diluar rumah, malaikat masih singgah kok. juga kalo anjingnya untuk berburu atau untuk menuntun orang buta, gak apa2x
kok gue jadi membahas anjing sih
Posted by: dian | 28 September 2007
kebenaran manusia itu sangat relatip ta. susah mendefiniskannya... pengen tahu, tanyalah pada hatimu. :)
Posted by: kw | 28 September 2007
@'N
dalam kenyataan saya ini orangnya ngga bisa ngomong. makanya saya lebih suka menulis daripada bicara. apalagi menasehati atau memberi saran kepada orang tua. harus ekstra hati hati dan nunggu waktu yang tepat. tapi ya saya akan terus berusaha sebaik mungkin untuk beliau. bagaimanapun toh dia itu orang tua saya.
makasih ya dek :)
@venus
yuk,..
@tata
kurang ajar itu anjing. bisa milih tempat gigit gitu ta, hahaha
Posted by: mata | 28 September 2007
wadoh, ta.... jadi kesentil nih sini.... hehehehehe
Posted by: fely | 28 September 2007
Hmm.. pertanyaan2 seperti ini yang sering berkelebat di benakku yang cetek ini mas. Coba deh.. (tapi aku ngomong ini dengan sudut pandang Islam yaa..)
1. Apakah orang2 yang meninggal sebelum Nabi Muhammad itu semua dicap kafir?
2. Gemana kalo suku2 terpencil gitu yang sama sekali ga tahu ttg konsep agama?
Hemm.. kagak ngerti.. ah.. ngerti gak ngerti yang penting kumpul. Met buka puasaa!!! (Lah baru jam 4 sore, gemana kalo kita ngabuburit sambil ngopi2. Setuju??!!) hehe..
Posted by: titiw | 28 September 2007
@dian
anjingnya kali yang kagak mau sodaraan sama saya jeung. hahahaa
tapi ada juga lho katanya anjing anjing yang masuk surga itu. mungkin contohnya ya anjing penuntun orang buta tersebut.
@kw
hati ngga bisa bicara kang. cuma merasakan saja. halahhh tambah mumet...
@fely
kesentil ya fel ? ckckck
Posted by: mata | 28 September 2007
Ta, cemburu nggak sama anjing gembala Jermannya?
Posted by: Fa | 28 September 2007
wah, kalo ngomongin agama berat karena menyangkut keyakinan pribadi. masalah anjing yg haram kan bukan berarti tdk boleh dipelihara atau disayangi. Sabar ya ta, bapak mertuaku juga sama spt bapakmu. Tidak punya keyakinan.
ada penjelasan sedikit ttg Anjing disini kalo' mau dilihat
http://www.youtube.com/watch?v=RzTcJnDvkyo
Posted by: fa | 28 September 2007
uhmmm...
postingannya 'dalem'! aku sampe speechless! :P
segala aturan itu pasti ada kok Mas, dlm Al-Qur'an!
*bagi kita para muslimin dan muslimah*
tentang kenapa-kenapa nya... semuanya ada!
tinggal gimana kemauan kita utk mencari tau, menyelami Al-Qur'an!
Toh sumber Hukum Islam itu ada banyak...
jd pasti ada jawabannya! ;)
karena Islam itu (yg aku yakini), adalah agama yg hakiki.
yg hanya mengenal hitam dan putih!
*cieeee... kok jd sok bijak gene aku ngomongnya!*
yah, itu sih yg aku tau loh, ya...
maaph kalo terkesan sok tau! :(
Posted by: Juminten | 28 September 2007
wahaaaa..
sepertinya aku tauuuu...
aku tau siapa diyaaaaa..
aku tauuuuuu...
mas mata, jeung s*eb dibawa2...
*haduh, segitu senengnya si Nieke,, -_-!*
btw, postingannya dalem dan cukup menyentil..
karena oh karena saya juga bukan seorg muslimah yg rajin shalat..
*owh Imam.. where are u..? -_-!*
tapi tapiii...
soal yg benar itu apa memang benar..
ummbbb.. depends on u..
we are not kids anymore..
just try to looking something by two side.. 3 side, 4 side, pokonya selama masih ada sisi lagi, cermati aja..
tp kalo soal agama mah.. kalo menurut kepercayaan yg saya anut, meragukan agama itu dosa!
jd, coba cari pembenaran saja..
itu sih simplenya.. klo complexnya mah.. silahkan dipikirkan sendiri.. hohoooo.. xD
soal ayahnya mas mata..
saya no comment..
smua org berhak menentukan sendiri apa yg ingin dijalaninya..
yg terpenting kan cuma gimana cara mempertanggung jawabkannya saja, tho..? ;)
Posted by: Nona Nieke,, | 29 September 2007
@titiw
wah jangan tanya saya deh jeung. saya ini masih awam dalam urusan agama. nanti kalau saya kasih jawaban trus salah, bisa kena batunya sendiri. masalah yang sensitif soalnya :p
@Fa
lha iya, mengingat uang saku saya dulu cuma 20.000 dia sudah 50.000 per hari jee...
@fa
trus gimana kamunya fa ? cara supaya mengarahkan bokap menuju keyakinan ? susah kan ?
bentar fa. youtubenya lagi dibuka nih. makasih ya
Posted by: mata | 29 September 2007
mata emang anak yg baik.
org-nya dah ga bisa kepake jd pake wp ajah deh yg gampang :)
Posted by: gita | 29 September 2007
@Juminten
wah lha iya..
segalanya sudah tersurat dan tersirat dalam Al Quran. tinggal kita baca. kalau sudah kita baca ya kita amalkan. kadang mengamalkannya itu yang susah. tapi ya berusaha mengamalkan saja.
@Nona Nieke,,
hahahaah
tau aja kamu dek. mengingat kamu yang komen pertama di postingan dia yah :p
ya memang benar sih, semuanya kembali kedalam diri kita masing masing. mana yang benar dan mana yang salah. satu lagi. ayah saya bukan meragukan agama. dia menganggap semua agama itu benar. jadi entah bagaimana pula itu artinya dia hanya tahu mana yang benar dan yang salah. dia juga menghormati agama yang saya anut atau orang lain anut.
@gita
wah...semoga saja deh g. saya selalu menjadi anak yang baik. :)
jadi sekarang di WP aja yah. ok deh. URL di bloglines tak ganti kalau gitu :)
Posted by: mata | 29 September 2007
hooo...
susah juga ya... secara manusia makin tua makin susah dibilangin. apalagi kalo yang mbilangin jauh lebih muda.
jadi merenung2 apa saya sudah berlaku layaknya orang beragama apa tidak...
Posted by: mandhut | 30 September 2007
waduh kalo soal bener2an manusia tu ga ada yg bener 100%. hanya sang Khalik aja yang Maha Benar.
Soal 'segawon' setahu vie mah yang haram itu kena air liurnya bukan anjingnya. Islam mengharamkan sesuatu itu sebenernya lebih ke arah kesehatan kynya. kaya air liur anjing knp diharamkan. Mungkin krn air liur anjing banyak kumannya kali yahh..
^_^
Posted by: novie-pinky | 30 September 2007
enaknya adu mulut sama aurel kali ta... walah puasa ya ;)
Posted by: meiy | 02 October 2007
orang Islam boleh ko melihara anjing Ta, aku dulu punya, asal gak kena jilatan/najis lainnya.
agama adalah soal pilihan ya Ta, kepada Tuhan kita tak apa menjadi hina, krn kita hamba toh, peminta2 padaNYA
Posted by: meiy | 02 October 2007
@mandhut
bukan susah dibilangin man, istilahnya apa yah... ahhh bingung juga. sebagai anak kan ya wajibnya mengingatkan saja. saya juga ngga bisa maksa terlebih lagi marah marah sama dia. takut kualat. hahaha
@novie-pinky
manusia memang ndak ada yang sempurna vie. :p
lha memang mengandung kuman. banyak uget ugetnya, hahahaha
@meiy
lagi ngga enak meiy adu mulut sama dia. wong lagi sariawan. :p
tapi ada juga larangan ngga boleh lho. katanya malaikat ndak bisa masuk atau apalah gitu.
ya memang agama itu pilihan. bagimu agamamu bagiku ya agamaku. soal keyakinan saja sebenarnya :)
Posted by: mata | 02 October 2007
ckckck...bingung mo ngomong apa...hehehe
Posted by: MnX | 20 October 2007



