« no comment !!! | HomePage | pengecap »
02 October 2007
renungan hari ini
"apa Jej ngga sadar kalau hidup ini cuma sebentar. entah hari ini, entah besok, atau lusa kita ngga tahu kapan kita akan pulang." nasehat teman saya suatu hari.
saya juga heran. lha pasalnya teman saya yang selalu menghina dan menyindir saya setiap saat, kok tiba tiba berbicara religius seperti itu. setelah itu dia melanjutkan kata katanya. "makanya, selama hidup didunia ini, banyak banyak melayani, banyak banyak memberi, banyak banyak beramal. kirimin kita kita parsel lebaran misalnya." oalahhhh, lha wong mau minta parsel saja kok ngomongnya sampai hongkong.
saya jadi teringat ketika saya mendengarkan kultum sehabis sholat taraweh. pesan yang disampaikan penceramah banyak sekali yang mengena diri saya. bahkan tidak sedikit hal hal tersebut saya lalai menjalankannya. seperti yang dikatakan teman saya diatas yang menyuruh saya untuk banyak banyak beramal. saya akui, selama saya menjadi manusia, kok rasa rasanya hidup saya ini selalu saja menerima. jarang sekali memberi. tangan saya selalu dibawah. jadi, postingan dengan judul `sosial atau soksial` dan `lupa melayani` yang pernah saya buat beberapa waktu yang lalu belum sepenuhnya 100% saya lakukan. "10% saja juga belum." sahut teman saya.
suatu hari. ada seorang teman bercerita kalau dirinya berbuat amal dengan membagi bagikan nasi bungkus kepada para pengemis. salah seorang pengemis menolak bungkusan tersebut. lalu dia berkata kalau jatahnya itu dikasihkan kepengemis lain saja yang lebih membutuhkan, karena dia tidak lapar. lalu temannya teman saya itu bercerita pada temannya dan temannya itu bercerita kepada saya tentang pengemis itu yang hidupnya serba membutuhkan tapi masih mau peduli terhadap orang lain. lagi lagi saya kesetrum, teman saya juga kesetrum, temannya teman saya yang beramal itu juga kesetrum. wes pokoknya seperti `pe-er` berantai, sambung menyambung menjadi satu. sekarang giliran saya yang bercerita. ( maaf, saya tidak bermaksud untuk menyetrum anda. )
hidup ini cuma sebentar. cuma numpang lewat. sesaat. cepat. begitulah katanya. lalu pertanyaan berikutnya, apa yang sudah kita lakukan semasa kita ini hidup ? jujur saja, saya selalu takut jika berbicara jalan pulang. jalan pulang disini adalah jalan pulang menghadap sang pencipta. pertanyaan selanjutnya, pulang kemana ? surga atau neraka ?
sering kali saya menghadiri acara duka cita tersebut. saya melihat banyak sekali pelayat yang meneteskan air matanya. mengenang masa masa indah yang pernah dilalui bersama. seperti halnya waktu nenek saya meninggal dunia. peringatan tujuh hari sampai seperti jumat kemaren waktu dua tahun sepeninggalnya terus diperingati. lantunan doa dialunkan. taburan bunga beraneka macam warna dan rupa mengharumkannya. tak lupa acara makan makan yang meriah, membuat kita yakin kalau nenek dalam tidurnya yang panjang pasti tesenyum senang. bahkan tak lupa sebagai cucunya saya juga pernah menceritakan hal hal tentang nenek pada teman teman. saya menulisnya diblog, mengenangnya, membuatkan nenek sebait puisi, lalu membacanya berulang ulang.
lalu saya bayangkan jika hal itu terjadi pada diri saya. jujur saja saya takut membayangkan hal ini terjadi. tapi, manusia seperti saya ini apalah arti dimataNya. jika Dia bilang jadi maka terjadilah. ayah dan ibu menangis, saudara saudara saya meneteskan sembab air mata, entah berapa pelayat yang datang memberikan ucapan bela sugkawa. bunga bunga bertaburan, juga teman teman yang mengenang saya lewat tulisan seperti halnya saya menulis tentang nenek saya tercinta, dengan puisi, dan membicarakannya berulang ulang. tak lupa peringatan sampai seribu hari dengan lantunan doa yang indah.
lalu saya mulai mengharap lagi. mengingat saya ini manusia yang tidak sempurna dan serba kekurangan. semoga saja Tuhan juga menyediakan segala fasilitas yang indah, memperlakukan saya sedemikian rupa, dan memberikan saya service yang memuaskan layaknya dunia mengenang saya. kalau tidak ? "siap siap disiksa lagi deh Jej." sahut teman saya sambil tertawa.

21:00 Posted in Cerita | Permalink | Comments (25) | Email this
Comments
hahahah, siapa tahu dpt kiriman parsel dari hongkong makanya ngomongnya jg lwt hongkong.
itu kog buntutnya tetep aja menerima dan berharap yah, trus jadinya kapan mo memberi?? :D
Posted by: kenny | 02 October 2007
topik tentang kematian selalu mengganggu buat saya.
argghhhh...mataaaa....
Posted by: venus | 02 October 2007
tenang ta...
apakah kau sewaktu di rahim ibu pernah tahu seperti gimana rasanya terdampar di planet ini? tidak bukan? dan ternyata seperti yang kita alami saat ini, ada sedih, senang. dan kita baik-baik saja. :) kalau kita berbuat baik.
mungkin hidup disana juga seperti itu... kalau kau sekarang suka berbuat baik, kau akan nyaman disana
nah.. kau perlu banyak memberi dan menolong orang yang membutuhkan.
aku sekarang lagi membutuhkan templlate blog yang "adem". kalau kau bisa memberikannya..
INSYAALLAH kau akan nyaman disana... kekekkekekekkekekke
pisss
Posted by: kw | 02 October 2007
Rasanya seperti "kesetrum" sewaktu membaca tentang kematian. Hiiiiii...
Posted by: Vie | 03 October 2007
blognya bagus yaaa...salam kenal:)
Posted by: gies | 03 October 2007
*baca postingannya jd merinding*
Posted by: gies | 03 October 2007
@kenny
hueehehhehe
tapi kan saya bukan orang hongkong ken. ? hah ? hahaha
lha itu. penyakit saya lom sadar juga. kapan memberi yah...???
@venus
ya supaya sampeyan itu juga sadar mbok. eling sama sing nggawe urip. banyak berbuat amal. HAHAHAAHA
@kw
saya tidak tahu menahu kang soal saya dirahim dan akhirnya terdampar diplanet ini. yang saya tahu kalau ayah dan ibu mencetak saya dengan sengaja. :)
semoga saja saya bisa berbuat baik. walau sebenarnya saya juga sadar diri kalau saya ini masih banyak kurangnya. terlebih lagi ngga bisa bikin template yang adem buat kamu kang. kalau banner ya mungkin saja bisa. hahahah
Posted by: mata | 03 October 2007
menurut saya postingan mas ini awal yang sangat bagus untuk satu kesadaran menuju esok yang lebih baik dan lebih baik lagi, sekarang kita bisa ngomong tentang kontemplasi siapa tau besok kita menjalani hari kita dengan perbuatan-perbuatan yang hari ini cuman bisa kita omongkan :D
Posted by: iway | 03 October 2007
@Vie
merinding merinding gimana gitu ya Vie rasanya ? :p
@gies
salam kenal juga gies. makasih ya dah mampir
wah... yang ini juga ikut ikutan Vie, pakai acara merinding.
@iway
lha masalahnya sudah sering saya menulis tentang kesadaran diri seperti postingan kali ini. tapi kok sayanya saja yang merasa berjalan ditempat. bisanya cuma ngomong dan nasehati orang :( tapi ya semoga saja deh kang hari ini besok dan seterusnya bisa berubah. walau secara perlahan lahan.
Posted by: mata | 03 October 2007
hmmm tulisan rigan tapi dalem Ta...mengenang kematian itu baik, membuat kita termotivasi utnuk berbuat kebaikan
Posted by: unai | 03 October 2007
ta, kalau cuman ngomong aja, akeh tunggale . hua hua hua... tekad, niat, spirit lalu lakukan... kali itu lebih penting ta
Posted by: kw | 03 October 2007
hhmmmmmmmmm....
jadi teringat tamu di kantor beberapa waktu lalu meramalkan usiaku yang tak panjang.
Posted by: crushdew | 03 October 2007
@unai
mengenang kematian itu suatu keikhlasan yun... :)
@kw
siapa saja kang tunggale... ngga hanya saya berarti. hahaha. tapi sungguh kang. saya sedang berusaha keras ini. pelan pelan tapi pasti aja deh. lakukan yang terbaik.
@crushdew
wah... ampuh banget temenmu itu dew
bisa ngeramal...
Posted by: mata | 03 October 2007
aku belum siaaaaaap Halah selalu saja begitu jawabannya kalo ditanya ttg mati. trus siapnya kapan???
Posted by: de | 03 October 2007
mata ih.....nakut2in aja... :(
Posted by: yati | 03 October 2007
oalah mata, jangan mati duluuu
hiduplah seribu taon lagi hehehe
aku sebut2 mata tu di blog ;)
Posted by: meiy | 03 October 2007
kalo ditanya siap apa tidak menghadap padaNya...
aku hanya akan berharap... bahwa kapanpun aku dipanggilNya, sekarang, besok, lusa... aku ingin meninggal dalam ridhaNya.
ISYAALLAH...AMIN
Posted by: bakhrian | 03 October 2007
saya jadi kesetrum juga nih bacanya..
Insya Alloh kalo udah nyampe giliran kita, entah kapan...kita bisa siap ya..
Posted by: nila maulizar | 03 October 2007
@de
pasrah aja de, pasrah... :)
@yati
saya ngga bermaksud nakut nakutin kok jeung
@meiy
seperti chairil aja meiy... hahahah
Posted by: mata | 03 October 2007
kematian itu bukan sesuatu yg hrus ditakuti tp dihadapi mata
Posted by: aprikot | 03 October 2007
@bakhrian
ahhh kang... dalem banget... dalemmm...
@nila maulizar
semoga saja ya jeung,.. kita nanti bisa siap menghadapinya
@aprikot
ya sebagai manusia saja yang punya rasa takut. wajar kan kalau takut mati
Posted by: mata | 03 October 2007
Sebenarnya makna puasa di bulan Ramadhan kan juga untuk saling berbagi. Tapi berbagi itu bukan sebatas materi saja lho.
Cuma saya juga sering melihat kenyataan yang ada berbeda dengan orang berbicara.........jadi kayaknya : "omong doang".
Sebetulnya ada cerita nyata yang ingin saya tuangkan di blog, tapi saya masih pikir2 dulu. Intinya : orang selalu bilang bahwa sesama muslim itu bersaudara, tapi kenyataannya lain dan itu saya temui disebuah rumah seorang yang ilmu agamanya sudah tinggi.
Posted by: GusKoko | 03 October 2007
harapan saya kalau mati, fasilitas yang indah juga tersedia buat saya. sama2 mendoakanlah bung :)
Posted by: RhoMayda | 04 October 2007
uhmm.. sayah percaya karma baik ta.. hal baik, terjadi pada orang baik.. tapi yah itu lho ta, definisi 'baik' itu lebih sering absurd nya daripada jelas nya..
ya sudahlah, semoga tenang di sana..
*halaaah*
akhirnya...... komen dari hape ke blog nya mata susah euyh... huhuhuhuhu...
Posted by: eva | 04 October 2007
@GusKoko
tuangkan saja kang...
saya pengen tahu. siapa tahu ada pelajaran yang bisa saya ambil...
@rho
hahahaha... itu sih saya juga mau rho...
@eva
ya memang begitu kan
yang baik pasti dapat kebaikan, begitupun sebaliknya.
tenang disana gimana ? hahahah
loh... kamu komen dari HP toh ini ??? tapi akhirnya bisa juga kan ?
Posted by: mata | 05 October 2007



