« tower | HomePage | pesta ulang tahun untuk rho »
10 May 2007
pesta
Harga minyak mentah dunia terus menunjukkan tren kenaikan. Nilainya telah menyentuh hingga level US$83 per barel, bahkan telah diprediksi berbagai pelaku perminyakan harga minyak mentah dunia akan mencapai level US$95 per barel di akhir tahun.
Kenaikan tersebut juga berpengaruh terhadap harga BBM dalam negeri. Pemerintah berencana menaikkan bahan bakar minyak (BBM) industri per Oktober 2007 mendatang. “Telah diumumkan akan ada kenaikan BBM industri (untuk Oktober). Berapa kenaikannya masih dihitung,” kata Dirut Pertamina Ari Hernanto Soemarno setelah dengar pendapat dengan komisi VII DPR, Selasa (25/9).
-www.wirausaha.com- Sep 26, 2007
pusat kota gempar, pasalnya ada sebuah berita yang mengatakan kalau disana akan diadakan pesta rakyat besar besaran. entah bagaimana mula kabar itu tercipta, yang jelas semua warga menyambut hal itu dengan gembira. bagaimana tidak, semuanya boleh datang, tak terkecuali, gratis. ada hiburan, ada makanan, ada hadiahnya pula.
kabar gembira itu melesat bagaikan angin kilat yang merasuk kesemua penjuru sudut sudut desa yang paling dalam. dipasar, dipangkalan becak, warung warung, hingga terminal. para pedagang, pilot becak, simbok simbok, bahkan supir bus membicarakannya.
"ini rejeki. ternyata Tuhan masih ingat sama orang orang miskin seperti kita. kita harus datang, ini kesempatan kita menikmati acara pesta itu." kata simbok pemilik warung soto.
"bener itu mbok, kapan lagi bisa mangan enak ngombe legi ?" sahut parjo yang sedang ongkang ongkangan sambil menghembuskan asap rokok yang keluar dari sela sela gigi ompongnya.
"memangnya beneran ada pesta besar besaran dikota ya mbok ? sampeyan tahu hal ini dari mana ?" tanya mak ijah.
"saya tahunya dari seorang sopir angkot yang tiap hari biasa makan disini. katanya hari ini memang ada pesta besar besaran dipusat kota. ya itu artinya dialun alun kota. makanya mak, sampeyan cepet saja datang kesana, kapan lagi bisa makan makan gratis, ada hiburannya dapat hadiah pula." jawab simbok.
tergesa gesa mak ijah beranjak dari warung simbok. pulang menuju rumah. mengabari berita besar itu pada anak anaknya. juga kepada tetangga desanya. bagi mak ijah ini sebuah rejeki yang luar biasa. sebab hal hal seperti itu hanya bisa dia saksikan dalam layar televisi yang terpasang dipos ronda dekat rumahnya.
setelah berdandan. mengenakan kebaya, jarik lurik, dan selendang. tak lupa mak ijah mengoleskan gincu merah yang tebal dibibirnya. supaya kelihatan lebih menarik lagi. pikirnya. kemudian mengajak kedua anaknya, bejo dan untung.
"kita mau diajakin kemana sih mak, bejo masih mau main layangan ini." jawabnya.
"tidak ada layangan untuk hari ini. ayo cepat ikut. pokoknya kalian berdua harus ikut emak kepusat kota. kamu juga untung. ayo !" bentak mak ijah.
"tapi, makk..." rengek mereka berdua...
"kalian itu ya, mau emak ajak pesta kok ngga mau, disana nanti kalian bisa makan sepuasnya. makan makanan yang enak enak. bernyanyi sama penyanyi dangdut, goyang bersama. dapat hadiah banyak karena ada orang baik yang bagi bagi duit. bisa buat beli layangan sama baju baru kan ?" jawab mak ijah.
wajah keduanya langsung ceria. merona senang. melonjak kegirangan. kapan lagi bisa dapat baju baru. sudah lama sekali kedua anak itu tidak pernah merasakan nikmatnya punya baju baru. kalau tidak baju yang sama yang mereka pakai ya baju bekas ala kadarnya sumbangan dari pengelola zakat. kapan lagi mereka bisa makan enak, mengingat setiap harinya hanya tahu sama tempe. syukur syukur ayam goreng kalau ada tetangga yang mengadakan hajatan. kapan lagi mereka bisa bernyanyi dan bergoyang mengingat tiap hari hiburan mereka hanya bermain layang layang.
mak ijah lalu menggandeng kedua tangan anaknya itu. menuju perempatan jalan. menghadang angkutan kota. sinar matahari sangat meyengat. rias wajah mak ijah luntur dibuatnya. berkali kali tangan mak ijah mengusap dahi dan leher yang basah oleh lekat keringat. kedua selendangnya dijadikannya penutup kepala kedua anaknya. melindunginya dari matahari yang panas.
dengan sabar mak ijah menanti angkutan lewat. nafasnya terengah engah naik turun. tenggorokannya terasa kering. sesekali dia mengusap kening kedua anaknya. sementara anak anaknya terus melihat jalan raya yang entah ada dimana letak ujungnya.
"memang siapa mak orang baik yang mengundang kita pesta itu ?" tanya untung.
"tak perlu kamu pikir siapa orang baik itu. yang pasti kita kenyang, yang pasti kita terhibur, dan yang pasti kita dapat hadiah." jawab mak ijah.
lalu dengan suara renyahnya bejo berkata. "mak mak,lihat ada angkot." sambil menunjuk nunjuk.
spontan mak ijah melambaikan tangan menghadang angkot tersebut. tapi sayang, keadaan angkot sudah penuh sesak melebihi kapasitas. raut wajah mak ijah kecewa. selang beberapa waktu, angkutan umum terlihat lagi. mak ijah tersenyum sambil melambai lambaikan tangannya. tapi, angkutan itu lagi lagi melaju dengan cepat. terlihat penuh sesak karena memang sudah tidak ada tempat. bahkan ada yang bergelantungan dipinggir pintu. mak ijah lagi lagi kecewa. sebab tidak biasanya angkutan menuju pusat kota penuh sesak seperti itu.
hati mak ijah mulai resah. untunglah Tuhan maha pemurah. dengan tiba tiba sebuah angkutan umum berhenti didepannya. dengan riang mak ijah melangkah masuk. duduk berhimpit himpitan. memangku kedua anaknya. karena memang keadaan angkot sudah penuh seperti angkutan angkutan sebelumnya.
"mau kemana mak ?" tanya seorang bapak bapak.
"kepusat kota pak." jawab mak ijah singkat.
"menghadiri pesta yah ?" jawab penumpang yang lain.
ternyata didalam angkot tersebut sama sama satu tujuan. yaitu kealun alun pusat kota tempat pesta rakyat besar besaran diadakan. mak ijah tidak menyangka kalau kabar itu memang cepat tersebar. hingga keujung balik gunung, sampai kepantai pinggir pesisir. wajah wajah, senyum senyum terlihat dimuka muka mereka yang akan menghadirinya. entah mimpi apa mereka selamam.
sesampai dialun alun pusat kota, terlihat orang orang sudah berkumpul disana. begitu banyak. mak ijah menggandeng tangan kedua anaknya. mendekat masuk disela sela kerumunan orang. membayangkan menu makanan apa yang akan disajikan. membayangkan hiburan apa yang akan diperlihatkan, juga membayangkan hadiah apa yang akan diberikan.
diterik matahari yang menyengat itu mak ijah mulai kebingungan. pasalnya yang terlihat hanya kerumunan orang orang. tidak ada panggung hiburan yang terpasang, juga tidak ada makanan yang diberikan. hanya hamparan tanah lapang yang tandus sembab sembab lumus humus.
"kurang ajar !!! siapa yang menyebarkan omong kosong ini ? benar benar tega. terkutuk !!!" kata salah satu pengunjung.
mak ijah lemas, kepalanya serasa terpukul dengan palu bertalu talu. sementara kedua anaknya terus bertanya. "mana hadiahnya mak ?" "mana makannya mak ?"
malam itu, diwarung soto milik simbok, mamat tertawa girang. terpingkal pingkal bukan kepalang sampai perutnya sakit. bersama sopir angkot yang lain mereka tertawa merayakan kemenangan. "mbok, djarum supernya sebungkus, sekalian tambah kopinya." kata mamat sambil menjejalkan pisang goreng kemulutnya.
"nah begini ini yang namanya kerja sama mbok, kita kita untung, hutang kita ke sampeyan kan lunas terbayar." sahut parmin.
"semua ini kan karena idenya simamat, kalau dia ngga punya ide seperti itu ya mana bisa." jawab simbok sambil cengingisan.
"otakmu itu memang encer mat, kok ya bisa bisanya bikin desas desus ada pesta besar besaran dipusat kota." sanjung warno. dan pujian pujian pada mamat terus beraliran keluar dari mulut mulut sopir angkot yang sedang ngopi disitu.
"ah sudahlah, yang penting hutang hutang kita lunas, kantong kita tebal. besok kita pikirkan cara lain. bukankah stok BBM negara kita akan habis ? harga bensin bisa naik. bagaimana bisa dapat duit ?" jawab mamat.
lalu semuanya tertawa terbahak bahak... pesta pesta...
08:24 Posted in Narasi | Permalink | Comments (46) | Email this

Comments
haha idenya jenial. tapi masak orang sekampung tak ada yang konfirmasi sama sekali. atau semua supir sudah bersekongkol?
:)
Posted by: kw | 04 October 2007
gpp minyak naek hihihi tambah kaya brati kita hayahhhh :P
Posted by: deenda | 04 October 2007
hehehehehe pinter juga si mamat.
Posted by: meli | 04 October 2007
@kw
ahh cuma narasi ini...
anggap saja semua sudah diatur :p
@deenda
kaya apaan dee
miskin iya..
@meli
lha IQnya aja berdiri kok. hahaha
Posted by: mata | 04 October 2007
lumayan hihihihi, ngetawain diri sendiri :D
Posted by: iway | 04 October 2007
Ck Ck Ck tega bener si mamat ngorbanin "orang kecil".
tapi kadang kita emang butuh mengorbanin orang lain utk mencapai tujuan kita . .
hmm hidup emang butuh pengorbanan ,halah. . . *coment gak nyambung
Posted by: Rika | 04 October 2007
postinganya bikin gue senyum2 sndiri. Quite fun!
Posted by: senny d'ordinary | 04 October 2007
@iway
ngetawain siapa kang ??? hahaha
@Rika
loh, kamu ngga ingat yang sudah duduk diatas sana apa. demi mencapai tujuan ya apa saja bisa dikorbankan. dan apa tidak ingat kalau kebanyakan korban itu rakyat kecil semua. salah satu gambaran saja sebenarnya. walau tidak menyalahkan istilah kalau hidup itu memang banyak pengorbanan. haha
salam kenal juga
btw tahu ini blog darimana ?
@senny d'ordinary
manis donk... :p
Posted by: mata | 04 October 2007
mantaaabbb banget ceritanya! tapi realistis !
orang "sepinter" mamat udah banyak banget keliaran di negara kita tercinta...
Posted by: nila maulizar | 04 October 2007
hehehhee... hebat bener si mamat tuh...
Posted by: mitra w | 04 October 2007
ga kepikiran untuk nulis buku mas?
*eh serius loh :D*
Posted by: Ai | 04 October 2007
jangan dipraktekin ya, mat....mata maksudnya, bukan mamat
Posted by: dian | 05 October 2007
@nila maulizar
iya jeung,..
saking banyaknya bingung ngedatanya. :))
@mitra w
kreatif ya
@Ai
kpikiran sih... tapi ndak ada waktu... :(
Posted by: mata | 05 October 2007
huh si mamat
Posted by: de | 05 October 2007
gini nih tipikalnya orang indonesia, gampang kemakan isu :p
Posted by: ndutyke | 05 October 2007
@dian
ngga donk... saya kan orang baik baik...
@de
kenapa de ? mo kenalan ?
@ndutyke
masak sih bu ? survey dari mana lagi tuh ? kalau kemakan iklan saya percaya. ahhaa
Posted by: mata | 05 October 2007
hahaha... kasian donk Mak Ijah...
Mas mata, di blog Sal ada undian berhadiah ... kesana yoookk.. xP
Posted by: sal | 05 October 2007
kapan pestanya Kak :p
Posted by: Za | 05 October 2007
mat mat..a pinter amat bikin ceritanya :) jd kepengaruh klo cerita ini beneran :D
Posted by: phie2t | 05 October 2007
@sal
harusnya mak ijah juga senang malah... wong pada bayar utang :p
@Za
habis lebaran kayaknya. hahahaha
@phie2t
wah lha datang saja. habis lebaran besok. di hardrock cafe. hahaha...
Posted by: mata | 05 October 2007
Si Mamat gak ada lucu-lucu nya..Mempermainkan orang! Untung warga di sana baek-baek (apa pengarang nya aja yang terlalu baik??) , kalo gw jd pengarangnya, akhir cerita di gebukin deh si Mamat karena kejahatannya..
(he..he..Sinetron Hidayah sekaleeeeeeeeeeeeee)
Posted by: RMY | 05 October 2007
lucu ta..hehe, buat obat ngantuk siang hari nih...hoaaahhhemmm...ayo crito maneh ta =)
Posted by: mei | 05 October 2007
waaa jail nih
:D
Posted by: RhoMayda | 05 October 2007
@RMY
hahahaha
pengarangnya juga error nih soalnya. jadi ya endingnya dibikin seneng aja. hahahaha
@mei
moh... kok crito terus. ra ono bayarane we.. hahah
@rho
jail itu apa ? hahaha
Posted by: mata | 05 October 2007
ato jahil?
mungkin asal katanya 'jahil'
dari bahasa arab, ngga tau artinya... 'tidak berilmu ya? tidak tahu, kali'
tapi maknanya lama2 berubah. jadi... kayak 'iseng' ato 'nakal' gitu ya?
aaaaaaaaaah mata, kenapa nanyanya yang susah-susah siiih
Posted by: RhoMayda | 05 October 2007
mau lebaran pesta diskon...suruh si mamat ikutan pestanya...
btw kapan mu dibukuin ni mas mata cerpen2 ma narasinya?
Posted by: novie-pinky | 05 October 2007
si mamat pantes nya jadi pejabat, pinter manipulasi sih :D
Posted by: ken-ken | 05 October 2007
moga lamaranku gawe diperusahaan minyak jebol .... amin2 ..
Posted by: icha | 05 October 2007
sungguh teganya... teganya... teganya...
*lagu dangdut mode : on*
kesian yah, rakyat kecil yg nipuin bukan hanya "org atas" aja...
sesama rakyat kecil pun jg saling menipu! :(
tragis sekali...
Posted by: Juminten | 06 October 2007
he..he..pinter bikin ceritanya. memeang begitulah potret kebanyakan masy kita. memelas..
Posted by: laras | 06 October 2007
pinter bikin ceritanya. memang begitulah potret kebanyakan masy kita. memelas..
Posted by: laras | 06 October 2007
@rho
hahaha saya tahunya jahil, bukan jail. kirain itu bahasa inggris yang artinya penjara ( kalau ngga salah ) hahaha
@novie-pinky
wahhhh pesta diskon dimana nov ??? nyampai berapa persen... ???
@ken-ken
2008 pasti nyalonin diri. lihat aja :))
Posted by: mata | 06 October 2007
@ichaa
amin... eh jebol apanya nih ? hahaha
@Juminten
namanya juga usaha jum. hahaha
baru sadar yah, apapun dilakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan
@laras
ahh jeung laras. akhirnya nyampai sini juga. salam kenal dulu... :p
potret kehidupan masy yang kasihan dan memelas yah :(
Posted by: mata | 06 October 2007
:(
Posted by: fitri mohan | 06 October 2007
adu mata.. tragis bener itu endingnya..
Posted by: gita | 06 October 2007
menyedihkan negera kita ini Ta. menyedihkan
Posted by: noel | 06 October 2007
@fitri mohan
:((
@gita
kok tragis ? bukannya mnggembirakan itu ? eheh
@noel
sedjak dulu kali kalau menyedihkan..
Posted by: mata | 07 October 2007
Inikah yang dinamakan tipu muslihat? Atau ada istilah kerennya?
Posted by: Vie | 07 October 2007
Hahahaha..... Mata banget deh sih tulisan ini. Bahasannya sepele tapi nyentil banget!
Posted by: fely | 07 October 2007
ehmmmmmm........
saya kok yah ga diundang ama mamat yah?
*halah*
Posted by: eva | 07 October 2007
harga barang semua naik, tapi untung di kami loh Mat...nilai rupiah pas anjlok!
Posted by: Tiwi | 07 October 2007
kasihan si mak udah capek2 belain cari angkot namun ternyata hanya omong kosong belaka kabar pesta..:(
Posted by: andi bagus | 08 October 2007
@vie
istilah lainnya ya tipu menipu
@fely
nanti kalau bahasannya rumit rumit malah pada bingung lagi fel :p
@eva
untung ngga diundang, kalau diundang ya bisa kapusan va :))
Posted by: mata | 08 October 2007
dunia makin mengerikan....
Posted by: endang | 08 October 2007
salam buat makkkkk ijahhhh..
Posted by: istantina | 08 October 2007
@Tiwi
puas puasin belanja deh wi... haahahah
@andi bagus
namanya juga usaha.. :p
@endang
drakula kali...
Posted by: mata | 08 October 2007
Post a comment