« 2007-12 | HomePage | 2008-02 »

17 January 2008

jangan gila donkkk

gimana ngga gila, saya sudah terlanjur gila. terlanjur menjadi orang gila. jika saya menulis "jangan gila donk" sepertinya kok saya sendiri melawan dan menentang apa yang terjadi didalam hati nurani.

awalnya saya sangat menikmati hidup ini. untuk apa hidup ini kalau tidak dinikmati padahal kita hanya mati sekali. begitulah kira kira. tapi akhir akhir ini saya malah merasa tidak bisa menikmati hidup. lihat saja misalnya, saya jarang sekali buka messenger, saya jarang sekali menulis dimedia blog ( walau ngga pernah EYD ) dan saya jarang sekali berkomentar ( walau ngga pernah nyambung ). padahal hal hal seperti itulah yang dulu menurut saya adalah menikmati hidup. beda dengan teman saya yang hampir setiap bulan terbang menemani pak bos mengelilingi bumi yang katanya itu bulat. itu yang namanya menikmati hidup. beda lagi dengan teman saya yang satunya yang hampir sering menggesek gesek visa atau masternya sampai lecet untuk membeli barang barang bermerk tanpa mempedulikan besok dia bisa bayar cicilan apa tidak. itu juga yang namanya menikmati hidup.

"mas ini gimana sih, kalau saya punya kartu ya berarti saya mampu donk, sekalipun itu statusnya utang. yang penting kan bisa bayar. dan pikiran saya ngga cenut cenut." katanya.

"sampeyan punya kartu ngga mas ?" tanyanya lagi.

"punya sih, kartu tanda penduduk." jawab saya. kemudian dia tertawa terbahak bahak sambil berkata "jangan gila donkkkk."

kembali lagi kemasalah gila. ya, kenapa saya gila ? karena saya sering diperkosa sampai malam. karena hal itu, saya dibilang gila kerja. karena saya dibilang gila kerja, istri saya jadi gila tiap hari uring uringan. karena istri saya gila, saya jadi gila.

"ohhh, jadi cuma masalah kerjaan ya mas ?" tanya teman saya suatu hari.

sebenarnya bukan hanya itu. lha wong hidup ini urusannya ngga hanya bekerja kok. cukup, untuk masalah kerja sampai disini saja. sebab kalau saya tulis nanti ngga bakalan ada endingnya.

lalu kegilaan apa lagi yang ada dalam hidup saya ini ? saya melihat teman teman saya juga sudah gila, bahkan ada yang gilanya sampai melebihi saya. ada yang gila karena patah hati, juga ada yang tergila gila karena cinta. saya sendiri sampai bingung, ( saya sudah paham, kalau saya berkata bingung sampeyan sampeyan juga mau bilang kalau saya juga gila karena kebingungan kan ? ) kok bisa jatuh cinta bikin gila ? bukankah jatuh cinta itu berjuta rasanya ? "iya, rasa gila juga ada mas." celetuk teman saya.

lalu saya tersadar, sehubungan saya hidup didunia yang gila, maka saya jadi gila. coba kalau dunia ini ngga gila, maka saya ngga bakal gila dibuatnya. "sampeyan ini aneh, gila gila sendiri kok dunia dibawa bawa." kata teman saya lagi.

ya begitulah saya, saya suka mengkambing hitamkan suatu masalah. jangan jangan karena ini, atau jangan jangan karena itu. tapi kalau saya berkata dunia ini gila, apa saya salah ? katanya berketuhanan yang maha esa. katanya kemanusiaan yang adil dan beradab, dan katanya lagi keadilan sosial bagi seluruh rakyat. mana buktinya ? ngga ada yang berketuhanan, ngga ada yang berperikemanusiaan, juga ngga ada yang adil dan beradab. "itu namanya bukan dunia yang gila tapi negara yang gila mas." sahut teman saya yang lain.

saya sudah bingung lagi. bingung kuadrat pangkat empat. kok bisa ? lha wong dalam keadaan waras saja bingungan apalagi dalam keadaan gila seperti ini. saya sudah bingung mau menyalahkan siapa lagi ?

mungkin ada baiknya kalau saya cek kesehatan. seperti ayah saya yang tiap bulan pergi kedokter jantung, atau seperti ibu saya yang tiap minggu terapi. ada baiknya saya juga seperti mereka. cek kesehatan jiwa saya. apakah saya ini punya penyakit jiwa atau tidak ? mungkin ngga hanya saya yang harus cek kesehatan jiwa, istri saya, teman teman saya, saudara saya, para pengusaha, para pejabat, juga semua warga negara. hingga rumah sakit jiwa penuh sesak. jadi biarlah dokter jiwa yang memutuskan apakah saya positif gila atau tidak. sebab kenapa ? karena saya ini sudah berfikiran kalau dibandingkan dengan orang gila dipinggiran jalan, ternyata kadar gilanya masih parah saya. saya mau sembuh.

08:12 Posted in Cerita | Permalink | Comments (24) | Email this

01 January 2008

januariku, selamat tahun baru ya

sebelumnya saya mohon maaf kalau saya ini jarang atau hampir tidak pernah singgah dan berkunjung ketempat teman teman sekalian. banyak yang mengira kalau saya ini sudah kembali keperadaban dunia maya yang konon sangat harmonis. tapi sayang seribu sayang kalau saya ini masih berada diperadaban dunia nyata yang menurut saya memang jauh diluar kata beradab atau bisa dikatakan tidak beradap sama sekali.

tahun baru. ya, saya hampir lupa kata kata itu. hampir lupa saya ini dikarenakan mungkin saya hampir tidak ingat lagi dengan yang namanya tahun baru. ketidak ingatan saya terhadap tahun baru itu mungkin dikarenakan harapan harapan saya ditahun lama belum terpenuhi dan terkabulkan sama sekali. itulah kenapa saya hampir lupa kalau tahun baru akan segera datang lagi.

tentu saja siapa yang tidak mau keinginannya ditahun baru segera terwujud. siapa yang tidak mau diberi kesempatan kedua untuk meminta kepada Tuhan.

lalu kembali saya buka agenda tahun lalu. saya mau sukses, tapi ternyata pekerjaan saya tidak pernah memenuhi target. saya mau punya anak, ternyata target saya masih meleset. entah karena lampu saya matikan atau saya yang kurang pintar saja hingga luput dari sasaran. saya mau menabung, tapi atm sering saya gesek hingga lecet lecet. saya juga mau sabar dalam menghadapi semua keinginan saya yang belum terkabulkan itu. tapi kata teman saya "orang sabar pantatnya lebar." akhirnya saya tidak jadi sabar. jadinya malah tidak ingat dan hampir lupa dengan acara tahun baru yang sudah pasti meriah.

lihat saja, saya masih berharap negeri ini bisa mapan, nyaman, tentram dan bersahaja. ternyata sampai sekarang masih belum berubah. itu bukan harapan baru. saya juga berharap bencana bencana yang terjadi dapat teratasi. ternyata sampai sekarang masih jalan ditempat. itu pun juga bukan harapan baru.

alhasil saya malah sakit hati. seperti teman saya yang punya hobby sakit hati karena cintanya sering kandas ditengah jalan lantas bertanya kepada saya apa yang harus dilakukan, katanya sih mencari second opinion. saya juga heran, heran saya kenapa cari second opinion kok sampai orang ketiga, keempat hingga kelima. bahkan mungkin sampai orang sekantor. ya, seperti itulah. saya sakit hati karena ditahun yang baru ini harapan harapan ditahun dulu belum sempat dikabulkan. sementara itu saya sudah menambahkan harapan baru lagi. kalau dipikir dipikir lagi saya ini serakah juga. tapi saya yakin, sampeyan sampeyan juga begitu tho ? syukur syukur keinginan tersebut bisa langsung dikabulkan sama Tuhan.

mengingat tidak tahu kapan saya mati, saya mau panjang umur. mengingat tidak tahu kapan saya kaya, saya mau sukses. mengingat IQ saya jongkok, saya mau pinter. mengingat istri saya cuma satu, saya mau setia. mengingat saya ini laki laki, saya mau tanggung jawab. mengingat saya sering diperkosa dan rasanya tidak menyenangkan, jangan sampai saya memperkosa. dan mengingat saya ini malaikat, jangan sampai saya menjadi setan.

saya masih pengen ini pengen itu. mumpung ini tahun baru, saya pengen renovasi rumah, saya pengen mobil, saya pengen hp yang colok colok, saya pengen notebook yang bisa buat hotsepotan, saya pengen blog saya jadi dotcom dan ramai pengunjung, saya ingin sempat menulis lagi seperti sekarang ini dan tak lupa saya ingin nerbitin buku. semua itu harapan yang baru.

jadi,...

1. kenapa saya menulis ini ? karena saya sudah ingat kalau tahun baru sudah datang lagi. coba saya tidak ingat, pasti saya tidak menulis tulisan ini.

2. saya masih menagih permohonan permohonan saya pada Tuhan. baik itu permohonan yang dulu dulu atau permohonan yang sudah saya revisi. terkabul atau tidaknya itu urusan belakangan. yang terpenting saya sudah menyampaikan apa yang ada dihati saya. keinginan saya sebagai hamba ciptaannya yang sukanya hanya meminta.

3. mari kita rayakan tahun baru ini, selagi kita masih bisa merayakannya. sebab tahun baru bukanlah setiap hari, tapi tiga ratus enam puluh lima hari sekali. sambutlah dengan meriah, bersama keluarga, saudara dan teman yang anda cintai dan anda kasihi.

4. utang saya beberapa bulan yang lalu dengan rho perihal battle post sudah lunas, postingan tentang tahun baru sudah saya tuliskan.

5. seperti judul diatas. dengan bergulirnya angka tujuh ke angka delapan, saya ucapkan selamat tahun baru 2008 untuk semuanya. semoga harapan, impian, dan keinginan menjadi nyata. amin.

00:00 Posted in special moment | Permalink | Comments (25) | Email this

 

eternity™ design by mata 2006 | engine by blogspirit | User Online