« pilih mana, merdeka atau mati ? | HomePage | susila »

17 August 2008

pilih mana, merdeka atau mati ?

"saya heran mas dengan sampeyan, geblek kok ya kebangetan. kalau disuruh milih ya pasti saya milih merdeka." sahut teman saya.

"kenapa kok pilih merdeka." tanya saya balik.

"ini, ini,... susah kalau ngomong sama sampeyan. hari gini juga siapa yang mau mati, dijajah, diperkosa, dianiaya, ya mendingan saya merdeka. saya jadi tambah heran mas, kok ya mau maunya orang pada baca tulisan jej yang punya pimikiran cekak." jawab teman saya.

"iya mas, mendingan merdeka saja. bisa merdeka jajah orang, merdeka korupsi, merdeka mutilasi, merdeka monopoli, merdeka memperkosa, merdeka protes, merdeka asal bicara, merdeka nipu, merdeka selingkuh, merdeka apa saja deh pokoknya bebas merdeka. ya ngga nek,..???" jawab teman saya satunya lagi.

jadi, kata teman saya, kita ini sudah merdeka. dan ketika saya berpendapat kalau kita ini belum merdeka, maka teman saya mengatakan saya ini geblek. kenapa saya dikatakan demikian, ya karena saya tidak bisa melihat arti merdeka yang sesungguhnya. jadi jika saya menganggap kalau kita ini melakukan korupsi, mutilasi, monopoli, memperkosa, protes, asal bicara, nipu, selingkuh dll, lalu saya katakan belum merdeka. maka justru sebaliknya. kita sudah merdeka melakukan itu semua.

saya jadi semakin bingung dengan kata merdeka itu sendiri. sampai sejauh mana kita mengartikannya. apa benar demikian kalau kita merdeka berarti kita bebas dalam segala hal. jika merdeka diartikan demikian, sesuai pendapat teman saya itu tadi berarti tidak ada bedanya kita dengan menjajah. menjajah bangsa, menjajah orang lain, juga menjajah diri sendiri.

lalu terbesit pertanyaan dalam benak saya. lantas, bagaimana saya bisa merasakan merdeka yang sesungguhnya ?

"merdeka itu ada dalam diri kita sendiri mas, bukan orang lain yang memerdekakan kita. anggap saja selama sampeyan hidup sudah merdeka. nerimo, legowo, lalu menganggap kalau hidup ini yang memerdekakan ya Yang Maha Kuasa. kalau sampeyan sudah bisa merasakan begitu ya pasti sampeyan akan merasakan merdeka yang sebenarnya dalam hidup. katanya.

kemudian dia melanjutkan celatunya. "misalnya gini mas, kalau situ melihat teman kerja yang gajinya lebih tinggi dari sampeyan padahal lama kerjanya lama sampeyan. nah, teman sampeyan itu pasti merdeka kan ? merdeka njengkelin, juga merdeka bikin sampeyan iri. dan dengan suksesnya pula sampeyan berhasil dibikin merdeka mau dijengkelin sama merdeka mau dibikin iri. ya itu urusan sampeyan, mungkin harus kerja keras lagi sambil jilat menjilat sesuai dengan keahlian yang sampeyan punya."

mulutnya masih membunyikan nasehat. "jadi menurut saya, ya kita ini memang merdeka mas, sekarang terserah sempeyan mau menggunakan cara merdeka itu seperti apa ? dan ngga ada bedanya dengan Yang Maha Kuasa yang sudah memberi sampeyan nyawa untuk hidup. terserah pada sampeyan tho ? mau dibagaimanakan. merdeka berbuat baik atau sebaliknya. nah, kalau sampeyan ngga berani merdeka ya mati saja. beres. urusan selesai. assalammualaikum."

lalu terbesit lagi dalam benak saya yang kata teman saya tadi cekak adanya. lantas selama ini kita mengartikan kemerdekaan bangsa Indonesia itu seperti apa ?

"sampeyan ini gimana sih mas, wong ya temanya bangsa Indonesia ya kita memperingati hari lahirnya bangsa Indonesia, memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang bebas dari penjajah, juga mengenang jasa para pahlawan yang mati dimedan perang demi tanah air yang kita tempati selama ini. jangan disangkut pautkan antara kalimat kemerdekaan bangsa Indonesia dengan kata merdeka. ya pasti maknanya jauh berbeda." sahut teman saya lagi.

"wes ah, saya capek diskusi sama sampeyan. wong umur negara Indonesia saja lupa kok bahas masalah soal kemerdekaan bangsa. lagi pula rajin banget nulis nulis seperti ini. palingan sing komentar mung teriak teriak MERDEKA !!!, ya tho ?" sindir teman saya.

17:34 Posted in Cerita | Permalink | Comments (23) | Email this

Comments

horeeeeeeeeeeeeeeeeee merdeka!

Posted by: christina | 17 August 2008

merdeka.. atau mati.. merdeka deh.. merdeka bener2 merdeka. yang jeles merdeka dari para koruptor dulu deh

Posted by: meme | 17 August 2008

"palingan sing komentar mung teriak teriak MERDEKA !!!, ya tho ?" sindir teman saya."

Posted by: nez | 18 August 2008

MERDEKA ta....
paling ga dari proklamasi udah ketahuan..
kalo di kehidupan? mbuh..... heheheh

Posted by: bakhrian | 18 August 2008

@christina
horeeeeeeee...

@meme
merdeka dari para koruptor ? gimana tuh caranya ?

@nez
lha ya tho ??? hahaha

Posted by: mata | 18 August 2008

merdeka ki opo je mat? haihai nongol disini lagih ah

Posted by: crushdew | 18 August 2008

saya sih merdeka-merdeka aja, merdeka menentukan kemana arah hidup saya :D

Posted by: iway | 19 August 2008

@bakhrian
weh i
mbuh piye maksud'e ? hahaha

@crushdew
saya juga bingung merdeka itu apa ?

@iway
tul...
saya juga mau demekian kang. bebas nentuin arah hidup saya :)

Posted by: mata | 19 August 2008

MEREKAAAAAAAAA.....atau saya !!!

^^

Posted by: tatari | 19 August 2008

MERDEKA!
(menggenapi nubuat sang teman)

Bener kok... :P



Btw,
mo numpang komen yg rada 'daleman' dikit *alah*
Kalo menurut saya ya, qta ini belom merdeka lho mas Mata, lah bener toh kata sampeyan itu wektu tanggalan merah yg kita kudunya istirahat dirumah menikmati hari libur toh kenyataannya masi banyak juga yg kudu ngantor, kayak sampeyan juga toh, kerja romusha, dijajah...
belon, bangsa indonesa (sengaja....) belon merdeka mas, soalnya kalo bangsa indonesa sudah merdeka kudunya kemiskinan yg merajalela itu lenyap, seluruh masyarakat dipelosok negri ndak buta hurup dan devisa negara yg nikmati kita sendiri, bukan orang laen.
Bener ndak

Posted by: Reth | 19 August 2008

lah, merdeka yang sejatinya itu yang bagaimana toh mas? apa iya merdeka itu benar2 ada? lah malah nanya jee...

Posted by: danu | 19 August 2008

no comment ah!

gue siy pilih mati aja...

Posted by: senny | 19 August 2008

@tatari
apaan siii..??

@Reth
ternyata kita senasib dan sepenanggungan reth,... ditempat kamu kerjanya juga seperti jaman penjajahan tho ? ckckck
tapi setidaknya kita ada keinginan untuk menuju ke taraf hidup yang lebih baik lagi kan ? terus berusaha saja :p

@danu
walah,... wes mas, pokoknya ngunu. hahaha merdeka. saya sudah pusing...

Posted by: mata | 19 August 2008

kok pilihannya bukan deal or no deal sih?

ha..ha..ha..

Posted by: AlDïe | 20 August 2008

Bener tuh kata temenmu...ULTAH RI aja gak mudeng kok so nasionalis...wakakakkaak...aku pilih ATAU aja lah...heheheh

Posted by: Heny | 20 August 2008

@senny
wah... surealis banget komennya... hahaha

@AlDie
loe kate kuis ?

@Heny
wah, saya kesetrum lagi...
kenapa ngga ada yang membela saya :(

Posted by: mata | 20 August 2008

ato jangan² yang namanya merdeka itu adalah MATI, pak MATA :D...

mampirrrr pakk... ;)

Posted by: perempuan | 20 August 2008

Ahhh...saya tidak keberatan diperkosa Pak...
asal yg memerkosa saya Luna Maya :mrgreen:

*kabur*

Posted by: Panda™ | 21 August 2008

saya pilih merdeka aja deh. toh sampai saat ini saya bebas menentukan pilihan saya sendiri dalam menjalani hidup :)

Posted by: dee | 21 August 2008

saya pilih merdeka aja deh. toh sampai saat ini saya bebas menentukan pilihan saya sendiri dalam menjalani hidup :)

Posted by: dee | 21 August 2008

@perempuan
lha bisa jadi demikian adanya jeung...

@Panda™
we lah... sampeyan kie ternyata laki laki tho
saya ngga mau diperkosa sama luna maya, kalau sandra dewi baru mau. hahahaha

@dee
nah, gitu... baru bener

Posted by: mata | 21 August 2008

Semua pilihan pasti mengandung konsekuensi, sodara-sodara.Kenerdekaan sejati akan kita raih ketika kita berpulang ke tangan Allah. (Wedew, sok bijak iki....) * sambil usek-usek dagu yang ga ada jenggote*

Posted by: fely | 21 August 2008

kl merdeka nya ngga bertanggungjawab, mendingan mati aja lah, mas mata...:D

Posted by: lita | 21 August 2008

Post a comment