« nenek | HomePage | 1429 H »

28 August 2008

nenek

suatu hari nenek pernah bercerita tentang dirinya dimasa lalu. dia menceritakan bagaimana dia jatuh cinta. saya pikir itu tidak lazim sebagaimana orang jaman dulu. bagaimana tidak ? sering kali saya mendengar kalau orang jaman dulu selalu saja dijodohkan. tanpa mengenal cinta. tanpa surat suratan. tanpa pacaran. langsung ke penghulu. sedangkan nenekku, entah bagaimana, tapi dia merasakan itu semua.

nenek mengatakan pertama kali dia melihatnya saat hujan turun. kala itu dia sedang beristirahat diteras depan rumah. rumah nenek dulu tergolong mewah. nenek bukan seorang bagsawan ataupun darah biru. dia hanya seorang pedagang yang cukup sukses dikampung. berdagang apa saja. beras, gula, teh, kopi, mbako, sampai kayu bakar. nenek punya radio yang waktu itu orang lain belum ada yang punya. bahkan ketika mendengarkan pidato presiden soekarno, rumah nenek didatangi ratusan orang. diteras rumah nenek inilah dia melihat almarhum kakek. orang yang sangat gagah dimatanya. orang yang sangat tampan dengan kelelahan diwajahnya. mungkin karena habis bekerja.

nenek juga menceritakan saat itu dia seolah olah telah menjelma seperti sosok pangeran yang entah datang dari kota mana. sungguh, saat itu nenek terpesona. telah jatuh hati padanya.

beberapa hari setelah kejadian itu, nenek bertemu lagi dengannya. nenek menemukannya ketika dia duduk didepan pos ronda kampung. saat itu dia sendiri. nenek mengaku sangat terkejut pada pertemuannya itu, sebab dia tersenyum dan menatap nenek. nenek tidak bisa menyembunyikan rasa gugupnya. apalagi ketika dia mendekat kearah nenek. tubuh nenek seperti dialiri sesuatu. nenek gemetar. nenek berkata, itulah cinta. datang dan pergi sesuka hati. tapi walaupun kakek sudah pergi. nenek masih tetap mencintainya.

bahkan nenek juga pernah bercerita tentang kakek apa yang terjadi ketika saya masih berumur satu setengah tahun. kata nenek saya sedang sakit, beberapa hari tidak bisa kencing. ayah dan ibu bingung. akhirnya kakek mengangkatku dan memangkunya. dia berkata, “mbok ya pipis to le, nanti tak kasih uang seribu” begitu katanya. akhirnya saya bisa kencing. saya mengencingi jarik kakek. saat itu semua orang rumah tertawa. beberapa hari setelah itu kakek meninggal.

tiga tahun yang lalu. bulan ramadhan 2005. nenek meninggal. dia meninggal karena penyakit tua. tidak jelas berapa usia nenek meninggal. karena dia lahir dihari setelah budi utomo didirikan. jadi dalam berita lelayu, saya menulisnya kurang lebih 95 tahun. hari hari terakhir sebelum nenek meninggal, saya selalu menemaninya. saya membelikannya bubur untuk sarapan dipagi hari, memberikannya obat dengan pisang dan segelas teh hangat, juga saya membuatkannya susu dimalam hari. tak lupa saya memijat kakinya seperti halnya nenek memijat kaki saya dulu ketika saya mengeluh capek.

saya ingat betul, waktu itu saya baru saja menikah dengan aurel dibulan agustus. bahkan saya juga ingat keinginan nenek terakhir dalam hidupnya adalah melihat saya menikah. sementara nenek sudah terbaring lelah tak berdaya diranjang. saya hanya bisa meminta doa restunya untuk memulai hidup saya yang baru. sementara aurel juga teringat bagaimana nenek menyayanginya seperti menyayangi cucunya sendiri. membelai rambutnya yang seakan akan meminta padanya untuk selalu setia dan menjaga cinta yang ada dalam hidupnya.

kurang lebih sebulan kemudian setelah resepsi pernikahan, nenek meninggal. membawa semua isi kenangan rumah ini. membawa kenangan anak dan cucunya. juga membawa kenangan cinta kakek. saya pikir nenek meninggal dengan bahagia. betapa bahagianya orang bisa meninggal seperti itu. meninggal karena cinta. sampai akhir menutup mata.

semoga bahagia nek. salam hangat selalu. dan terima kasih sudah mengajarkan segala sesuatu tentang cinta dan kasih sayang.

nb : diambil dan diedit kembali dari postingan yang pernah hilang beberapa tahun silam

14:00 Posted in Curhat | Permalink | Comments (30) | Email this

Comments

...tubuh nenek seperti dialiri sesuatu...

entah jaman apapun, cinta itu indah yah...:)

Posted by: AlDïe | 28 August 2008

aku terharu bacanya ta, sampe berkaca2, *dasar cengeng yah*

indahnya cinta sejati...

Posted by: meiy | 28 August 2008

cinta itu nikmat? cinta nenek, cinta mata ke nenek :)
anyway nice story

Posted by: iway | 28 August 2008

@AlDïe
apa dijaman sekarang juga masih ada cinta yang seperti itu ? "
"btw kok saya jadi tanya begitu yah ?? hahahaa"

@meiy
masak sih meiy sampe berkaca kaca ??

@iway
saya cuma kangen kang.

Posted by: mata | 28 August 2008

duh..
baca ini sampe mbrebes mili..
inget mbah uti..

Posted by: anina | 28 August 2008

duh..
baca ini sampe mbrebes mili..
inget mbah uti..

Posted by: anina | 28 August 2008

uda susah cari sih cinta yang kayak gt, tapi tetap aja cinta itu indah...

meskipun sering disakiti setiap orang masi membutuhkan yang namanya cinta...

*ooaaalaahhh.. le.. le.. kowe jek tole kok keminter masalah cinta2an...*

Posted by: AlDïe | 28 August 2008

I am confused ..you are inconsistent
point A : nenek meninggal karena penyakit tua
point B : nenek meninggal karena cinta

question : apakah penyakit tua = cinta ????

gak penting yah pertanyaannya..huehhehehe
anyhow..it's nice writing dear

Posted by: tatari | 29 August 2008

@anina
mbrebes apa tegal ???
hahaha

@Aldie
betul,
ahh, wong saya juga tidak tau apa apa soal cinta,...

@tatari
bukan gue yang inconsistent, tapi nenek gue ( yah ikut ikutan ngomong loe gue ) penyakitnya karena cinta atau karena tua. eh, kalau ada penyakit tua berarti ada penyakit muda donk ?

pertanyaannya penting kok, ini harus ditelaah lebih dalem lagi. situ kan dah komen.

Posted by: mata | 29 August 2008

Turut berduka cita, Mata....

Nenek kan selau dihati orang2 tercintanya, termasuk Mata & Aurel.... :)

Posted by: Iko | 29 August 2008

terharu sangat ^_^

Posted by: Tony | 29 August 2008

nenek sekarang engkau bahagia di alam baka, tinggal cucumu yang masih hidup ini yang harus menggangkat derajatmu di sisiNya dengan doanya yang tulus..met jalan neneknya Mata

Posted by: ipam | 29 August 2008

Cinta...
masi eksis dihari gini? Susah rasanya...


Btw,
brarti mata bisa pipisnya pertama kali karena denger kemrincing duit seribu yak? Jangan² gedeannya bisa pipis kalo ditebar²in duit seratus ribuan noh, Hehehehehe

Posted by: Reth | 29 August 2008

wait..wait..
yang nulis cerita ini kamu atau nenek kamu sih??
jangan nyalahin orang lain laaahhh
kasihan..udah meninggal kok masih aja dituduh inconsistent
huehehehehhe

Posted by: tatari | 29 August 2008

nenek sudah nyaman di sana.
(* ta apa kabar?

Posted by: kw | 29 August 2008

jadi inget semua yang telah pergi apalagi kalo mo Ramadhan gini *hiks*
btw mata dalam bahasa hungaria itu artinya temen ta? :D

Posted by: tuteh | 29 August 2008

Hmm.. menurut gue, postingan ini romantis bangeeetttt..... Semoga nenek juga berbahagia di sana ya, bertemu lagi sama kakek yang sangat dicintainya ^_^

Btw, thx ya, komennya diblogku.. Joker? HUEHEHEHE... yups, bisa jadi. Kalo di novel Misteri Solitaire karya Jostein Gaarder, Joker adalah sosok yang cerdas dan selalu ingin tahu isi dunia loh.. HEHEHEHE...

Posted by: vidya | 29 August 2008

@Iko
selalu ko, selalu dihati anak dan cucunya :)

@Tony
:)
btw salam kenal dulu...

@ipam
selalu, setiap waktu, saya berdoa untuknya. semoga segala amal dan ibadahnya dapat diterima dan mendapatkan tempat yang terbaik disisiNya

Posted by: mata | 29 August 2008

@Reth
ngga lah... kalau gede gini saya kalau pipis maunya ditatur... HAHAHAHA

@tatari
oo iya ya, yang nulis cerita siapa yah ???

@kw
kabar baik kang. situ gimana ? baik juga kan ? sudah kembali dari hiatus kan ?

Posted by: mata | 29 August 2008

akh orang2 yang kita sayangi datang dan pergi..namun kenangan mereka tetap ada di hati..

Posted by: amma | 29 August 2008

@tuteh
bahasa hungaria mata artinya temen ? masak sih ??

@vidya
ahh... betapa indahnya jika hal itu bisa terjadi... ngga bisa bayangin deh :)
sejak lihat dark knight saya jadi suka banget sama joker. surealisnya kebngetan.

@amma
hu uh...

Posted by: mata | 29 August 2008

jd teringat almahumah nenek saya juga ....

betapa indahnya ketika di umur2 yg segitu, msh di kelilingin ma orang2 yang disayanginya .... :D
tidak bnyak lho orang yg sdh tua bs berada di sekitar anak2 ma cucunya ...

Posted by: afwan auliyar | 30 August 2008

hemm.. cintaaa..
takkan lekang oleh waktu ...
sungguh indahh...

bukan gitu pak mata,,, ^____^

Posted by: perempuan | 30 August 2008

semoga nenek bertemu dengan kakek disana... ah... kenangan memang indah ya... jadi kangen mbahku juga...

Posted by: dee | 30 August 2008

@afwan auliyar
iya juga... jarang yah orang seumuran segitu bisa teringat masa masa indah dengan orang terdekat yang dikasihinya. beliau memang special

@perempuan
iya
memang begitu :)

@dee
besok kan mau lebaran, pasti ketemu donk...

Posted by: mata | 30 August 2008

romantis :)

Posted by: rani! | 31 August 2008

ihhh deket banget ya sama neneknya....asik kayaknya,soalnya saya gak pernah kenal nenek saya (meninggal dari saya masih kecil)....

Posted by: novi | 02 September 2008

hope i can be like ur grandma...feel the luv until the end of my time...nice story

Posted by: arli_ny | 02 September 2008

@rani!
iya kah ?

@novi
berarti saya masih termasuk beruntung yah, bisa ngenal nenek sampai segitunya. sayangnya saya ngga ngenal kakek :(

@arli_ny
amin...

Posted by: mata | 02 September 2008

jadi kangen nenekku.. hiks
tapi nenek jauh
sekarang kalo nyium bau minyak tawon, bawaannya jadi kangen nenek..

huuuaaaa.....

anyway. this is the most beautiful post I've ever read.

Posted by: ade | 10 September 2008

Post a comment