« 2008-04 | HomePage
| 2008-09 »
31 August 2008
1429 H
bersihkan diri
luruskan hati
untuk jalani bulan yang penuh hikmah
saya ucapkan,
selamat menunaikan ibadah puasa

15:40 Posted in Note | Permalink | Comments (18) | Email this
28 August 2008
nenek
suatu hari nenek pernah bercerita tentang dirinya dimasa lalu. dia menceritakan bagaimana dia jatuh cinta. saya pikir itu tidak lazim sebagaimana orang jaman dulu. bagaimana tidak ? sering kali saya mendengar kalau orang jaman dulu selalu saja dijodohkan. tanpa mengenal cinta. tanpa surat suratan. tanpa pacaran. langsung ke penghulu. sedangkan nenekku, entah bagaimana, tapi dia merasakan itu semua.
nenek mengatakan pertama kali dia melihatnya saat hujan turun. kala itu dia sedang beristirahat diteras depan rumah. rumah nenek dulu tergolong mewah. nenek bukan seorang bagsawan ataupun darah biru. dia hanya seorang pedagang yang cukup sukses dikampung. berdagang apa saja. beras, gula, teh, kopi, mbako, sampai kayu bakar. nenek punya radio yang waktu itu orang lain belum ada yang punya. bahkan ketika mendengarkan pidato presiden soekarno, rumah nenek didatangi ratusan orang. diteras rumah nenek inilah dia melihat almarhum kakek. orang yang sangat gagah dimatanya. orang yang sangat tampan dengan kelelahan diwajahnya. mungkin karena habis bekerja.
nenek juga menceritakan saat itu dia seolah olah telah menjelma seperti sosok pangeran yang entah datang dari kota mana. sungguh, saat itu nenek terpesona. telah jatuh hati padanya.
beberapa hari setelah kejadian itu, nenek bertemu lagi dengannya. nenek menemukannya ketika dia duduk didepan pos ronda kampung. saat itu dia sendiri. nenek mengaku sangat terkejut pada pertemuannya itu, sebab dia tersenyum dan menatap nenek. nenek tidak bisa menyembunyikan rasa gugupnya. apalagi ketika dia mendekat kearah nenek. tubuh nenek seperti dialiri sesuatu. nenek gemetar. nenek berkata, itulah cinta. datang dan pergi sesuka hati. tapi walaupun kakek sudah pergi. nenek masih tetap mencintainya.
bahkan nenek juga pernah bercerita tentang kakek apa yang terjadi ketika saya masih berumur satu setengah tahun. kata nenek saya sedang sakit, beberapa hari tidak bisa kencing. ayah dan ibu bingung. akhirnya kakek mengangkatku dan memangkunya. dia berkata, “mbok ya pipis to le, nanti tak kasih uang seribu” begitu katanya. akhirnya saya bisa kencing. saya mengencingi jarik kakek. saat itu semua orang rumah tertawa. beberapa hari setelah itu kakek meninggal.
tiga tahun yang lalu. bulan ramadhan 2005. nenek meninggal. dia meninggal karena penyakit tua. tidak jelas berapa usia nenek meninggal. karena dia lahir dihari setelah budi utomo didirikan. jadi dalam berita lelayu, saya menulisnya kurang lebih 95 tahun. hari hari terakhir sebelum nenek meninggal, saya selalu menemaninya. saya membelikannya bubur untuk sarapan dipagi hari, memberikannya obat dengan pisang dan segelas teh hangat, juga saya membuatkannya susu dimalam hari. tak lupa saya memijat kakinya seperti halnya nenek memijat kaki saya dulu ketika saya mengeluh capek.
saya ingat betul, waktu itu saya baru saja menikah dengan aurel dibulan agustus. bahkan saya juga ingat keinginan nenek terakhir dalam hidupnya adalah melihat saya menikah. sementara nenek sudah terbaring lelah tak berdaya diranjang. saya hanya bisa meminta doa restunya untuk memulai hidup saya yang baru. sementara aurel juga teringat bagaimana nenek menyayanginya seperti menyayangi cucunya sendiri. membelai rambutnya yang seakan akan meminta padanya untuk selalu setia dan menjaga cinta yang ada dalam hidupnya.
kurang lebih sebulan kemudian setelah resepsi pernikahan, nenek meninggal. membawa semua isi kenangan rumah ini. membawa kenangan anak dan cucunya. juga membawa kenangan cinta kakek. saya pikir nenek meninggal dengan bahagia. betapa bahagianya orang bisa meninggal seperti itu. meninggal karena cinta. sampai akhir menutup mata.
semoga bahagia nek. salam hangat selalu. dan terima kasih sudah mengajarkan segala sesuatu tentang cinta dan kasih sayang.
nb : diambil dan diedit kembali dari postingan yang pernah hilang beberapa tahun silam

14:00 Posted in Curhat | Permalink | Comments (30) | Email this
26 August 2008
mau ?

ehmmm...
bagaimana kalau kita awali
segala sesuatuNya
dengan ciuman dipipi
mau ? 

14:20 Posted in Note | Permalink | Comments (33) | Email this
22 August 2008
susila
kata seorang budayawan, dulu waktu jaman pemerintahan pak harto. ekonomi menjadi hal yang utama dalam negara ini. semua orang ribut membicarakan kemana arah dan larinya. semua orang ribut berlomba lomba mencari harta dan ribut meminta jatah bagian. sekarang, jaman pemerintahan pak susilo. kesusilaan menjadi topik yang hangat dan tak pernah bosan untuk membahasnya. dari soal majalah porno, pencekalan penyanyi dangdut yang beraksi dengan goyang seksi, sampai perilaku menyimpang sesama jenis hingga dikabarkan heboh sitersangka melakukan tindakan mutilasi.
maka, untuk soal susilia ini saya akan membahasnya dipostingan kali ini. sesuai dengan apa yang ada dalam pemikiran saya yang kata seorang teman memang asusila adanya. "juangkrik..." umpat saya singkat.
"saya heran sama sampeyan mas, hari gini kok masih sempat sempatnya berfikiran mesum ?" komentar teman saya.
nah, mari kita untuk tidak berfikir mesum. dulu, sewaktu saya masih imut imut, saya benar benar tidak mengerti apa arti dari kata asusila itu sendiri. yang memang banyak orang bilang berkonotasi negatif. termasuk saya waktu itu. nah, sekarang arti dari kata kata itu kok saya rasa bisa merembet kemana mana.
maksud saya merembet kemana mana begini. kata asusila itu bisa berarti pelanggaran seksual, penodaan sosial, juga bisa berarti kejahatan moral yang dilakukan manusia. "opoooooo..." sahut teman saya lagi.
"sebentar mas, interupsi. kok tumben tumbenan sampeyan kali ini bicara soal susila, memang sekarang lagi sentimen sama siapa lagi ?" tanya teman saya lagi.
nah, itu bukan maksud saya lagi. sungguh saya tidak sedang sentimen dengan seseorang (apalagi yang punya nama susila) saya hanya merasa kok sekarang ini kita banyak kesandung dengan masalah susila dinegeri ini.
"masalah yang mana lagi ? sampeyan ini jangan cari cari sesasi. soal masalah susila kan sudah tidak asing lagi bagi kita semua. soal pelanggaran norma, pengkhianatan sosial itu semua balik kediri kita masing masing, kembali kemoral manusianya. kuat godaan iman atau tidak. kalau tidak ya bisa saja tersandung masalah susila itu. entah itu berupa penyalahgunaan narkoba, korupsi, pencurian, pembunuhan, kejahatan dalam rumah tangga, pornoaksi dan pornografi atau pelecehan seksual. juga kemungkinan penyimpangan: perselingkuhan, narkoba dan sebangsanya. dan yang kena pun ngga pandang bulu mas. bisa artis, politisi, pendidik, ulama, atau blogger seperti sampeyan." komentar teman saya.
ya itu dia maksud saya, saya merasa kok tidak pernah ada habisnya masalah masalah itu datang kedalam negeri kita yang katanya sudah merdeka ini. dan sepertinya tidak akan pernah ada penyelesaiannya. semua masalah tersebut ngambang ditengah tengah. lalu setelah itu timbul masalah baru yang seakan akan bertujuan untuk melupakan masalah lama. sampeyan sampeyan pasti sudah tahu kalau sebentar lagi mau pemilu. bahkan sekarang sudah mulai kampanye. dari pencalonan walikota yang pesertanya artis dengan iming iming janji sekolah dan nikah gratis, sampai partai partai baru yang bermunculan untuk berusaha mendapatkan dukungan hati masyarakat Indonesia. tapi kenapa rasanya pemerintahan kabinet Indonesia bersatu yang masa tugasnya mau habis belum tuntas tas menyelesaikan tugasnya.
"gimana bisa tuntas tas kalau warganya seperti sampeyan yang doyannya cuma duduk ongkang ongkang depan laptop. sampeyan kan masih inget dulu pak susilo bilang apa ? "BERSAMA KITA BISA" tho ? apa kita sudah bisa untuk bersama ?" komentar teman saya lagi.
"belum..." jawab saya singkat.
"nah, jadi kenapa sampeyan dipusingkan dengan masalah ini ?" tanya teman saya lagi.
lalu saya kembali teringat iklan salah satu partai politik di televisi baru baru ini. dengan lantang beliau berkata "TIDAK !!!"

09:00 Posted in Cerita | Permalink | Comments (24) | Email this
17 August 2008
pilih mana, merdeka atau mati ?
"saya heran mas dengan sampeyan, geblek kok ya kebangetan. kalau disuruh milih ya pasti saya milih merdeka." sahut teman saya.
"kenapa kok pilih merdeka." tanya saya balik.
"ini, ini,... susah kalau ngomong sama sampeyan. hari gini juga siapa yang mau mati, dijajah, diperkosa, dianiaya, ya mendingan saya merdeka. saya jadi tambah heran mas, kok ya mau maunya orang pada baca tulisan jej yang punya pimikiran cekak." jawab teman saya.
"iya mas, mendingan merdeka saja. bisa merdeka jajah orang, merdeka korupsi, merdeka mutilasi, merdeka monopoli, merdeka memperkosa, merdeka protes, merdeka asal bicara, merdeka nipu, merdeka selingkuh, merdeka apa saja deh pokoknya bebas merdeka. ya ngga nek,..???" jawab teman saya satunya lagi.
jadi, kata teman saya, kita ini sudah merdeka. dan ketika saya berpendapat kalau kita ini belum merdeka, maka teman saya mengatakan saya ini geblek. kenapa saya dikatakan demikian, ya karena saya tidak bisa melihat arti merdeka yang sesungguhnya. jadi jika saya menganggap kalau kita ini melakukan korupsi, mutilasi, monopoli, memperkosa, protes, asal bicara, nipu, selingkuh dll, lalu saya katakan belum merdeka. maka justru sebaliknya. kita sudah merdeka melakukan itu semua.
saya jadi semakin bingung dengan kata merdeka itu sendiri. sampai sejauh mana kita mengartikannya. apa benar demikian kalau kita merdeka berarti kita bebas dalam segala hal. jika merdeka diartikan demikian, sesuai pendapat teman saya itu tadi berarti tidak ada bedanya kita dengan menjajah. menjajah bangsa, menjajah orang lain, juga menjajah diri sendiri.
lalu terbesit pertanyaan dalam benak saya. lantas, bagaimana saya bisa merasakan merdeka yang sesungguhnya ?
"merdeka itu ada dalam diri kita sendiri mas, bukan orang lain yang memerdekakan kita. anggap saja selama sampeyan hidup sudah merdeka. nerimo, legowo, lalu menganggap kalau hidup ini yang memerdekakan ya Yang Maha Kuasa. kalau sampeyan sudah bisa merasakan begitu ya pasti sampeyan akan merasakan merdeka yang sebenarnya dalam hidup. katanya.
kemudian dia melanjutkan celatunya. "misalnya gini mas, kalau situ melihat teman kerja yang gajinya lebih tinggi dari sampeyan padahal lama kerjanya lama sampeyan. nah, teman sampeyan itu pasti merdeka kan ? merdeka njengkelin, juga merdeka bikin sampeyan iri. dan dengan suksesnya pula sampeyan berhasil dibikin merdeka mau dijengkelin sama merdeka mau dibikin iri. ya itu urusan sampeyan, mungkin harus kerja keras lagi sambil jilat menjilat sesuai dengan keahlian yang sampeyan punya."
mulutnya masih membunyikan nasehat. "jadi menurut saya, ya kita ini memang merdeka mas, sekarang terserah sempeyan mau menggunakan cara merdeka itu seperti apa ? dan ngga ada bedanya dengan Yang Maha Kuasa yang sudah memberi sampeyan nyawa untuk hidup. terserah pada sampeyan tho ? mau dibagaimanakan. merdeka berbuat baik atau sebaliknya. nah, kalau sampeyan ngga berani merdeka ya mati saja. beres. urusan selesai. assalammualaikum."
lalu terbesit lagi dalam benak saya yang kata teman saya tadi cekak adanya. lantas selama ini kita mengartikan kemerdekaan bangsa Indonesia itu seperti apa ?
"sampeyan ini gimana sih mas, wong ya temanya bangsa Indonesia ya kita memperingati hari lahirnya bangsa Indonesia, memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang bebas dari penjajah, juga mengenang jasa para pahlawan yang mati dimedan perang demi tanah air yang kita tempati selama ini. jangan disangkut pautkan antara kalimat kemerdekaan bangsa Indonesia dengan kata merdeka. ya pasti maknanya jauh berbeda." sahut teman saya lagi.
"wes ah, saya capek diskusi sama sampeyan. wong umur negara Indonesia saja lupa kok bahas masalah soal kemerdekaan bangsa. lagi pula rajin banget nulis nulis seperti ini. palingan sing komentar mung teriak teriak MERDEKA !!!, ya tho ?" sindir teman saya.

17:34 Posted in Cerita | Permalink | Comments (23) | Email this
14 August 2008
nasionalisme
maaf
saya benar benar lupa
tahun ini
ulang tahun Indonesia yang ke berapa ?

08:05 Posted in Puisi | Permalink | Comments (42) | Email this
09 August 2008
penipu ???
saya benar benar dibuat menggelengkan kepala ketika membaca postingan ndoro kakung soal penipuan blogger yang membuat ndasnya pecah. sebenarnya itu adalah kiriman email yang disampaikan oleh julia van de carpentier (yang mungkin masih ada hubungan darah sama pemain bola van basten atau van der sar) kepada ndoro yang dianggapnya sebagai tetuanya para blogger republik indonesia. yang jelas mbakyu julia ini menyampaikan perihal uneg unegnya kalau dikalangan sedulur sedulur blogger itu banyak yang nipu. ada yang mata duitan lantas ngajakin bisnis ikan hias sampai bisnis pom bensin. ada juga yang jadi mata keranjang yang hobbynya merayu ibu ibu muda.
terus terang saja saya pernah kenal dengan salah satu tersangkanya yang dulu juga sering mondar mandir disini. saya sendiri juga tidak pernah berprasangka buruk terhadapnya. lha wong orangnya ramah dan baik. dan saya pun dulu sering sekali mampir ketempatnya yang sekarang saya klik ternyata blognya sudah dihapus.
lantas sama ndoro, email yang bersifat pribadi dan isinya penuh dengan nama nama tersangka bersama kejelekannya itu diumbar sak uwenak udelnya sendiri kedalam blognya. entah ada politik apa saya sendiri tidak tahu. kok masalah ini bisa sampai bikin ribut melebihi masalah penipuan yang dilakukan bupati, walikota, gubernur, mantan Kapolri, hakim, jaksa, mantan menteri, dirjen, direktur bank BUMN, anggota DPR dan DPRD dll yang sekarang pada meringkuk dalam bui karena menipu negara jutaan hingga milyaran rupiah. saya lagi lagi heran.
"itu ranah pembicaraannya beda lagi. kalau dengan politik ya nggak bakal ketemu. lagi pula tidak bisa disamakan antara media massa dengan blog. kalo blog? ini media lain lagi. lebih personal sifatnya. dan rame kan marai ada sing rame. kalau ngga bocor kan ngga bakalan rame. wong email orang kok disebar. soal bener ndaknya ada yg menipu,...halah, dunia ini penuh resiko kok" kata seorang teman
"loh jeung, lha tapi kan ya masih menganut paham suka suka, wong ya blognya dia. ya terserah dia mau postingan kayak gimana." sahut saya.
"lah itu jawaban orang yang asal njeplak ngga pake mikir. namanya email kan surat pribadi. lagipula sipengirim email nggak nuntut untuk disebarin. dia cuma mikir, enaknya itu yg jadi suspect diapain ? dan mestinya harapan yang ngirim email ya seperti teguran pribadi. bukan dibuka wadine ngono. ora etis babar blaaaaas. kesannya merasa jumawa. merasa sok bijaksana. saya jadi makin ngga simpati. cuma sebal sama orang yang senang mempermalukan orang lain" kata teman saya lagi ngga mau kalah.
lewat kalimat ini sebenarnya saya sudah tertusuk. bagaimana tidak, wong kerjaan saya diblog juga isinya ngerasani orang lain. cerita ngalor ngidul ngga karuan perihal si a sama si b. maka tidak heran jika suatu hari ada yang mengatakan kalau mulut saya seperti tempat sampah. buanyak kotorannya. dan tidak ada bedanya dengan ndoro yang dikatakan penyebar isu itu. dan mungkin tujuannya dia posting mungkin memperingatkan kita supaya lebih hati hati terhadap seseorang yang baru kita kenal. terlebih lagi kenal didalam dunia maya yang semuanya serba ngga jelas ini. iya tho ?
wes, sekarang gimana ki sanak menyingkapinya. mungkin ada baiknya jika semuanya kembali kepada diri kita sendiri, mengoreksi diri sendiri, klarifikasi dahulu, ngaca, apa iya tho ? apa bener tho ? tapi lha ya namanya paham suka suka itu tadi. apa mau dikata. lagipula kalau kita sudah tahu aib orang lain (entah itu benar apa tidak ? wong saya sendiri juga tidak tahu ) lantas kita mau apa ? coba ? rak yo ki sanak cuma bisa mengelus dada tho ?
wes, segitu saja. selamat berakhir pekan ki sanak. berfikir jernih saja. ingat kata katanya tukul, "muka sudah kotor kok pikiran ikut ikutan kotor"

20:25 Posted in Cerita | Permalink | Comments (41) | Email this
07 August 2008
perfeksionis
sebenarnya sudah lama saya sadar kalau rambut saya ini sudah putih alias ubanan. dan saya selalu membiarkannya begitu saja apa adanya. sampai akhirnya ketika seorang teman berkata "ternyata jej dah tua ya ?" saya langsung berkaca dan melihat rambut saya yang semakin buanyak warna putihnya itu.
karena dibilang tua, saya berusaha untuk menjadi muda lagi. lha gimana ? wong ya namanya manusia itu kan ingin berpenampilan sempurna. maka, suatu hari saya membeli cat rambut yang entah apa itu merknya. lalu saya buka, saya baca aturan mainnya dan saya usap usapkan kerambut saya yang putih karena uban. hingga rata seperti bule berwarna coklat kepirangan. ide gila itu saya lakukan tanpa konfirmasi terlebih dahulu dengan mbok wedok. hingga akhirnya ketika dia tahu kalau saya berubah menjadi bule, langsung disemprot habis dengan bunyi bunyian tanpa henti. sampai sampai dia berkata kalau saya ini layak mempunyai predikat LKMD. "londo kok mung ndase" kata mbok wedok dengan sinis.
kejadian itu sudah lama berlalu. membuat saya kapok untuk tidak mengulanginya lagi. "sampeyan juga ngga nyebut sih mas, orang juga sudah tua kok macem macem pake acara ngecat rambut segala." komentar teman saya waktu itu. hingga sampai sekarang saya biarkan saja rambut saya seperti ini. putih, ubanan, terlihat tua.
sebenarnya paling malas kalau berbicara soal penampilan. saya ini tipe laki laki yang apa adanya. senin sampai kamis memakai seragam kantor. hari jumat memakai baju batik dan sabtu memakai baju bebas. selebihnya kalau dirumah hanya kaosan oblong. parahnya kaos yang saya pakai juga yang itu itu saja. hingga kadang mbok wedok sampai bosan melihatnya. "lha mbok disiapkan bajunya kalau saya habis selesai mandi." pinta saya suatu hari. maksudnya supaya saya tidak memakai pakaian yang itu itu saja. tapi ya itu, cuma mencibirkan bibirnya. begitulah jawaban yang saya dapat walau akhirnya dia juga yang memilihkan pakaian yang harus saya pakai . baju yang ini juga celana yang itu.
tidak hanya dalam masalah penampilan diri, bahkan penampilan rumah pun dimata mbok wedok juga harus sempurna. serba sempurna. tata letak kursi dan meja yang tepat, nyapu dan ngepel lantai setiap hari, nyuci baju dua hari sekali, nguras bak mandi setiap empat hari sekali, ganti sprei tempat tidur dan ganti handuk mandi setiap seminggu sekali juga nggosok baju setiap tiga hari sekali. hal tersebut harus dilakukan dengan tepat waktu dan sesuai dengan jadwal yang ada diotaknya. efeknya, jika dia lupa melakukan itu semua, dia bakal uring uringan karena ada yang ngga sempurna. nah jika sudah begitu saya yang jadi korban pisuh pisuhannya. "kok kayak pembokat sih nek..." komentar teman saya singkat. lah, saya juga heran. katanya sih kurang pas saja kalau hal hal tersebut tidak dilakukan dengan sendirinya.
dalam urusan kebersihan rumah, dia memang dikenal sebagai sosok yang perfeksionis. semua yang dibersihkannya selalu berakhir licin mengkilap. seperti proklamasi, dalam tempo yang sesingkat singkatnya, dia bisa mengubah tumpukan piring kotor menjadi berkilau. merapikan baju hingga klimis mis mis. bahkan ketika membersihkan lantai, sampai sampai dia rela jongkok dan tiarap seperti serdadu perang yang pantang menyerah merogoh kotoran yang bersembunyi dibalik kolong kursi dan meja. gimana ?
itu baru mengatur rumah, kalau sudah mengatur yang namanya duit. wes, saya sampai dibuat geleng geleng kepala. sebenarnya saya ini juga bukan tipe laki laki yang doyan bawa duit. masalahnya simbok wedok tahu kalau ada buanyak duit didompet takut kalau saya buat jajan yang aneh aneh. makanya, begitu saya terima amplop akhir bulan, wes semuanya tak serahin sama beliau. disitulah saya dibikin pusing. pusing bukan karena saya tidak pegang duit, melainkan pusing melihat dia nyonji duit segini buat ini duit segitu buat itu. lalu dibikin laporan pakai buku pengeluaran pemasukan. "hon ini uang kamu pegang buat beli bensin." katanya singkat sambil urek urek dikolom keterangan buku laporan. uang bensinnya hohon. bahkan kalau dia membawa uang didompetnya, pasti ada kertas kecil yang dia gunakan untuk mencatat pengeluaran uang tersebut. setelah itu dipindahkannya catatan dikertas yang ditaruhnya didompet itu kebuku laporan. begitulah kelakuan mbok wedok yang paling pintar kalau disuruh masak bandeng presto sama botok.
tapi toh memang semua itu ada baiknya juga. mendapatkan wanita seperti dia memang langka. aneh tapi nyata. namanya juga cinta. keadaan apapun baik kekurangan atau kelebihan pasti akan diterima apa adanya. "tapi kan bikin gila juga" kata teman saya suatu hari.

08:58 Posted in Cerita | Permalink | Comments (38) | Email this
04 August 2008
saya kembali
ya, saya akan kembali ke dunia blog untuk mengusir sepi saya. ternyata obat yang mujarap dari sakit yang saya alami selama ini adalah menulis. untuk itu saya akan kembali menulis. semoga sampeyan sampeyan semuanya ngga akan bosan dengan kelanjutan cerita hidup saya yang ngga karuan ini. semoga.
lama sudah saya tidak membuka blog tercinta ini. dan betapa terkejutnya saya, banyak yang menanyakan kapan saya kembali menulis seperti sedia kala. dan banyak pula yang menanyakan kabar tentang diri saya. banyak juga pengunjung baru yang tidak saya kenal. baik itu meninggalkan sapaan di shoutbox atau meninggalkan komentar yang ngga karuan jelasnya. ada yang misuh misuh dipostingan selingkuh dan ada juga yang mengatai tulisan saya seperti sampah.
saya heran, bagaimana bisa tulisan dengan judul selingkuh itu bisa menjadi ajang pelampiasan. terlebih lagi ada yang misuh misuh karena istrinya diselingkuhin seorang camat. "wah wah wah...jaman sekarang masih ada camat selingkuh ya bo ?" sela teman saya. lha jangankan camat, wong anggota DPR saja ada kok. itu juga katanya.
keheranan saya bertambah lagi waktu saya melihat ada seseorang yang mengatakan kalau semua ini hanyalah sampah. intinya saya dianjurkan untuk banyak banyak menimba ilmu dulu sebelum terjun dalam dunia tulis menulis seperti ini. heran saya kok ketinggalan cerita banget, sampai sampai tidak pernah tahu siapa saya. yang IQnya jongkok, yang tidak berEYD dan berbahasa inggris yang seperti tukul arwana. ya saya ketawa, mas mas saya ngga tersinggung kok kalau saya dibilang seperti itu. lha wong saya memang orangnya begitu. hahaha...
nah, sebagai postingan pembuka. saya bingung mau bercerita apa. saya kira sampeyan semua juga sudah paham tentang diri saya kalau sampeyan membaca postingan postingan saya sebelumnya. tentang saya yang sakit jiwa, tentang saya yang diperkosa juga tentang saya yang memperkosa. ya, saya kira begitulah saya selama ini. dan mungkin ketika saya ditanya bagaimana kabarnya ? dan jawabannya masih sama saja. saya masih gila, saya masih diperkosa dan saya masih memperkosa.
suatu hari saya bertanya pada teman saya, bagaimana jika saya kembali menulis ? bagaimana jika saya kembali tebar pesona bermain seleb seleb'an seperti dulu. "ya ampun mas, masih ngga kapok kapoknya juga. lagipula sampeyan itu mau cerita apa ? wong aib ya sudah kebuka semua kok masih saja hobby menjelekkan diri sendiri. mbok ya sadar kalau diri sampeyan itu sudah jelek." begitulah komentar teman saya dan yang pasti sampeyan sampeyan juga sudah bisa menebak tho, tentang komentar yang akan diucapkan oleh teman saya yang mulutnya seperti ember itu.
nah jika sudah begitu lalu saya akan bercerita apa, lha wong tidak ada perubahan atau kemajuan dalam diri ketika saya menghilang selama ini. jangankan kemajuan, kemunduran malah bisa jadi...
"mas, kalau mau cerita itu sing menarik gitu loh. mbok ya inget, hidup sudah susah, harga bensin naik, gaji ngga nambah nambah. belum lagi kita dihebohkan sama kasus mutilasi yang pembunuhnya ganteng tapi kemayu. lha kok sampeyan malah bercerita soal diri sendiri yang ngga maju maju." sahutnya lagi.
sekarang sampeyan tahu tho, kalau saya ya masih begini begini saja. lha mbok gantian saya yang dikasih tahu, ada perkembangan apa dalam dunia blog ? sungguh, saya ingin tahu. saya kangen. ada kabar apa ? ada gosip apa ? ayo ditunggu komentarnya biar saya cepat terkenal. hahaha...

16:12 Posted in Cerita | Permalink | Comments (31) | Email this