« pahala | HomePage | peribahasa mengatakan »
24 September 2008
pahala
biasanya saya tidak pernah memikirkan soal urusan pahala. bagaimana tidak ? wong kehidupan saya sehari hari cuma memikirkan urusan kerja dan kerja. sampai rumah pun saya langsung memikirkan urusan rumah. begitulah saya setiap harinya. lucunya, ketika saya melakukan ibadah, ketika saya sedang beramal, ketika saya sedang berpuasa, dan akhirnya memaafkan seseorang. saya tidak pernah sadar kalau semua itu saya lakukan mendapatkan pahala. bahkan sampai hal hal yang terkecil sekalipun. membuat orang tertawa, tersenyum, membahagian orang lain, berterima kasih, juga mencintai. tidak pernah saya berfikir kalau hal hal tersebut membuat saya mendapatkan pahala.
lantas saya bertanya pada teman saya. "apa kita hidup didunia ini hanya untuk mencari pahala ?"
"petanyaan sampeyan itu ngga penting mas. ponakan saya yang diplaygroup saja juga tahu kalau kita hidup didunia ini yang mencari pahala. bekal supaya kita masuk surga." jawabnya ketus.
"seandainya Tuhan tidak memberikan kita pahala, apa kita masih mau beribadah untuk menyembahNya ?" tanya saya lagi.
"ceramah aliran sesat mana lagi mas kok sampai sampai sampeyan bertanya seperti itu. kan sudah saya bilang kalau pertanyaan sampeyan itu kelewat ngga penting. sudah jelas kalau manusia diciptakan, berarti ada yang menciptakan. bahkan dulu waktu saya sekolah dasar sudah dikasih tahu kalau manusia diciptakan ya untuk menyembah sang pencipta, sekarang tinggal sampeyan sendiri mas, kalau mau menyembah ya upahnya masuk surga, kalau ngga mau ya masuk neraka. masih bingung ? kalau sampeyan tanya lagi seandainya surga dan neraka tidak ada ? maka sampeyan tanya saja sama ahmad dhani." katanya lagi dengan ketus.
sampai sini saya masih bingung. saya hanya mengangguk anggukkan kepala saja seperti orang bodoh. maklum saja, selain IQ saya jongkok, kehidupan agama saya juga tersendat sendat. jadi agak lola.
nah, soal pahala tersebut masih membuat kepala saya cenut cenut. pasalnya saya sering kali mendengarkan ceramah, entah itu mimbar jumat atau mimbar sholat taraweh. hal yang disampaikan pak ustad tidak jauh beda, yakni mengajak kita untuk beromba lomba mengumpulkan pahala sebanyak banyaknya. biasanya hal tersebut disampaikan ketika akhir ceramah. "marikah kita perbanyak amalan kita, pahala kita, buat bekal nanti supaya kita tidak menjadi manusia yang sesat dimataNya dan terjerumus dalam api neraka." ya, kurang lebihnya seperti itu.
lantas terbesit dalam pikiran saya yang cekak ini. apakah selama ini kita menyembah, menjalankan perintah perintahNya serta menjauhi segala laranganNya hanya untuk mendapatkan pahalaNya ? hanya untuk mendapatkan bekal kelak ketika kita mati ? hanya untuk mendapatkan surga ? supaya tidak masuk neraka ? "wah berarti kita matre donk jeung ?" sahut teman saya sambil berlalu.
ini serius ! saya sedang tidak bercanda. ini penting. kalau toh selama ini kita hanya berfikir sampai sejauh itu, salahkah kita tercipta menjadi manusia ? andaikata hal tersebut memang salah, berarti ketidak pedulian saya soal pahala masih mendingan dibandingkan orang yang beribadah hanya bertujuan untuk mendapatkan pahala. sedangkan saya tidak pernah memikirkan apakah ibadah saya ini nanti mendapatkan pahala atau tidak, apakah ibadah saya nanti diterima atau tidak, apakah amalan yang saya lakukan bisa sempurna dimataNya atau tidak. begitulah yang saya pikirkan.
nah kalau sudah begitu bagaimana ? bukankah lebih baik menjadi manusia yang apa adanya. tanpa pamrih, terserah Tuhan mau kasih saya pahala berapa. bukankah lebih baik kita beribadah semata mata mengucapkan terima kasih padaNya atas segala kehidupan yang dia berikan, keindahan dunia yang kita lihat, suara merdu yang kita dengar, sejuknya udara yang kita hirup. hijaunya bumi, birunya langit, putihnya awan, warna warni pelangi, hangatnya matahari, juga indahnya rembulan malam.
sumpah, demi Allah, seandainya lautan dibumi ini menjadi tinta dan pohon pohon menjadi pena tak akan bisa selesai untuk menguraikan nikmat yang telah diberikanNya pada kita semua. bukankah begitu ?

update 29 September 2008
ya, dan akhirnya saya mengucapkan selama hari raya idul fitri 1429 H, mohon maaf lahir dan batin, dan semoga amalan ibadah kita yang ikhlas bisa diterima olehNya. amin.
sudah lurus kan ?

15:12 Posted in Curhat | Permalink | Comments (14) | Email this

Comments
wah, kali ini postingmu berat banget..
Posted by: mediana | 24 September 2008
antas saya bertanya pada teman saya. "apa kita hidup didunia ini hanya untuk mencari pahala ?"
"petanyaan sampeyan ... bla bla bla
========================================
saya kok mikir, kalau dialog anda ini pastilah imajiner semata ya... :P
.
tapi intinya y saya sependapat dengan anda
Posted by: isnese | 25 September 2008
Kalo menurut pendapat saya pribadi, sesat atw tidak... itu hanya Allah swt yg berhak menentukan...
Posted by: koekoeh | 25 September 2008
you're right
like play game, Allah, almight god make us
masalah surga , neraka, pahala, ato dosa itu adalah otoritasNya
ya kan sayang??
huehehehe
Posted by: tatari | 25 September 2008
@mediana
berat berapa kilo sih... ? heran deh
ckckck
@isnese
imaginer gimana ?
sama ini memang pengkhayal jeung, tapi kalau masalah kek gini saya ngga sedang berkhayal deh sepertinya. ini kehidupan. hayahh
@koekoeh
memangnya saya sedang membicarakan sesat atau tidak yah ? HAHAAHA
Posted by: mata | 25 September 2008
Betul sekali...
Pernah ngobrol sama Mamatua...
"Non, hayo jangan malas2an... sholat... ngajinya dilanjutin... pahala bla bla bla..."
Saya, "bukannya pahala or enggaknya kita dapet Alloh yang nentuin, Ma? Ikhlas ato tidaknya juga Alloh yang tau, Ma?"
*dasar anak durhaka :p* huehehehe...
Posted by: tuteh | 25 September 2008
hidup didunia ini kudu balance choy! ada siang ada malam, ada kaya ada miskin..begitu juga perbuatan kita ada pahala ya ada dosa donk!
Kalo aq pikir bisa ngga ya kita cari pahala terus..n ninggalin dosa? Kyai aja ngga bisa palagi kita..nyerempet-nyrempet dosa bolehlah..lha wong kita ini manusia kok, tempat salah dan dosa..iya khan..yg penting imbang man!
Posted by: ipam | 26 September 2008
@tatari
iya,...
@tuteh
masak dikatain anak durhaka ? malinkundang donk... hahaha
@ipam
balance gimana maksud ente
kejahatan ama kebaikan harus seimbang gitu ?
kalau gitu caranya ntar kalau is dead tempatnya dimana ? bingung donk
Posted by: mata | 26 September 2008
Hmmm...
saya tak tau ya mas bagaimana menjawab pertanyaan anda...
*terlalu dalam dan membingungkan*
Posted by: Reth | 26 September 2008
Ada benernya juga sih, mas. Coba deh klo misal kita mau ngasih orang, punyanya seribu thok. Trus mikir, klo cuma seribu pasti pahalanya juga dikit, padahal adanya ya segitu. Ujung-ujungnya malah ga jadi sedekah deh...:)
Tapi adanya baik-buruk, termasuk pahala dan dosa, semata-mata biar jadi ukuran buat kita aja dlm jalanin hidup. Biar ga ngawur, n bisa bawa mafaat buat orla. Dan klo hidup adanya hal2 baik tentu jadinya nyaman, klo isinya negatip terus tentu jadi ga nyaman to...ga enak dikejar2 dosa & rasa bersalah. *Halah malah panjang2!*
Posted by: nita | 26 September 2008
nikmat dariNya sungguhlah tiada terkira. semoga kita selalu berada pada kategori mereka yang bersyukur.
mat, selamat lebaran 2008. mohon maaf lahir dan batin ya.
Posted by: fitri mohan | 28 September 2008
@Reth
ealah reth reth.
lha kamu itu kalau ibadah ke gereja ikhlas ibadah atau karena pahala ? gitu aja deh....
@nita
makanya itu, jadi ya kita jadi manusia ya harus banyak berbuat baik kan ?
@fitri mohan
semoga saya, kamu, dan yang lainnya masuk dalam kategori orang yang bersyukur itu ya fit
met lebaran juga untukmu, mudik ngga ?
Posted by: mata | 29 September 2008
Bukankah kita udah nikmatin pahala ini Mat, dikasih hidup-bisa bernapas-organ tubuh berfungsi dengan baik-rejeki cukup......menurut ingsun, kita beribadah dan berbuat baik itu buat tindakan terima kasih kita sama Tuhan atas apa yang kita terima selama ini....
Ora dowo2, ndak mumet nda....Maaf lahir bathin yo Mat!
Posted by: Tiwi | 02 October 2008
Happy Idul Fitri yaaaaa... akhirnya :D Gimana dengan cerita Idul Fitri di sana?
Posted by: tuteh | 04 October 2008
Post a comment