« 2008-09 | HomePage | 2008-11 »

31 October 2008

mencoba berpikiran kotor

dalam urusan pikiran kotor, saya memang tidak selihai pemerintah yang sudah membikin rancangan undang undang pornografi dan pornoaksi yang banyak sekali menjadi bahasan utama dimedia untuk saat sekarang ini. ada yang pro, ada yang kontra. ada yang setuju, ada yang tidak. ada yang mendukung, ada yang anti. pasti mereka juga punya alasan sendiri dengan pendapat perihal RUUAPP tersebut. entah, saya sendiri malah melilih idem. "atur saja..." begitu kata teman saya. "sampeyan memang ngga punya pendirian mas." sahut teman saya yang lain.

ya sudah, kita lupakan sejenak perihal undang undang jorok tersebut. mari kita membahas perihal pikiran kotor yang saya maksudkan diatas sesuai dengan apa yang terbesit dalam pikiran saya yang kata seorang teman memang penuh lendir adanya.

mari kita kembali kemasa suram beberapa tahun yang silam. masa itu waktu saya masih duduk dibangku sekolah. masa puber. masa dimana saya sudah tahu dan sudah bisa membedakan mana wanita cantik dan seksi. jujur saya mengagumi makhluk Tuhan yang satu itu. bahkan sampai sekarang saya masih mengaguminya. sebuah maha karya paling indah yang pernah diciptakan oleh yang maha kuasa. bahkan kadang pikiran jadi berandai andai, dari ingin melihat, ingin menyentuh, sampai ingin mencicipinya. ya, begitulah masa puber saya. untuk urusan tersebut saya rasa semua laki laki pernah mengalaminya. walaupun saya ini tergolong manusia ngga normal tapi untuk urusan yang satu ini saya masih normal. hal hal seperti melihat film biru (saya sendiri ngga tahu kenapa mesti dinamakan film biru, kok ngga film hijau ?) dan sejenisnya pernah saya lakoni. bahkan hal tersebut untuk membuktikan kalau saya ini memang laki laki sejati. "dasar manusia semi." celetuk teman saya.

nah, berhubung saya tidak selihai pemerintah. bahkan sampai sampai membuat undang undang jorok yang kesannya menyesampingkan persoalan persoalan yang lebih penting daripada bobroknya sistem hukum yang bisa disuap dan dimanipulasi, meningkatnya jumlah kaum mlarat dan pengangguran yang mengakibatkan angka kriminalitas yang tinggi, ambruknya pelayanan masyarakat, pelayanan kesehatan yang amburadul, sampai krisis global yang bikin perekonomian indonesia makin semrawut. dan seolah olah semua hal hal penting itu sudah teratasi hingga sempet sempetnya merumuskan undang undang jorok yang katanya melecehkan kaum perempuan.

"sampeyan jangan sembarangan ngomong lho mas. kok bisa melecehkan kaum perempuan ? bukannya bagus kalau ada undang undang itu. jadi sapeyan yang punya pikiran kotor nanti bisa kena pasal." sahut teman saya.

"lho, saya bilang kan katanya, itu bukan kata saya. kalau undang undang porno tersebut seolah olah menganggap perempuan menjadi biangnya malapetaka, sumber lahirnya pikiran kotor, sampeyan mau jeung dituduh sebagai penggoda iman ?" tanya saya balik.

saya lanjutkan lagi. media jorok itu ternyata tidak hanya melalui gambar diam atau gambar bergerak. ngga hanya didunia nyata tapi bisa juga didunia maya. sekarang, siapa saja bisa memasuki dunia maya yang bisa diartikan dunia bebas. dunia yang serba ada. segala fasilitas bisa ditawarin disini. dari yang blog, sampai komunitas. dari yang chat room sampai private chat. dari yang ngomong jorok sampai yang pakai web camera. semuanya bisa diatur. bisa dilakukan oleh siapa saja. mahasiswa, anak sma, karyawan, pengusaha, ibu ibu muda, tante tante kesepian, om om senang, sampai pejabat dan orang terkenal bisa melakukannya. dengan aman, rapi dan nyaman.

"sepertinya sampeyan paham betul ya mas." sambil cengar cengir teman saya berkata.

"dikit, tapi sudah ngga selihai dulu lagi." jawab saya singkat.

malu. mungkin begitulah kata yang tepat. malu saat saya berkaca. seolah hal hal jorok itu terlintas dengan jelas ketika saya sedang berkaca. lebih tepatnya saya lebih menyayangi diri saya sendiri. sebab kalau saya terus menerus berpikiran kotor, maka sudah pasti tubuh saya akan rusak. jadi ya jalan baiknya saya berusaha untuk berfikiran baik, tidak mencabuli diri sendiri dan melakukan hal yang lebih berarti. sehingga saya tidak dibilang kurang kerjakan karena mengerjakan hal hal yang berbau amis. seperti halnya membuat undang undang jorok yang saya denger kemaren diberita televisi memang sudah diresmikan. wah wah, selamat deh kalau begitu. wakil rakyat saya memang hebat. bukan begitu ? "bukaaaaannnn..."jawab teman saya dengan kompak bak paduan suara.

08:42 Posted in Cerita | Permalink | Comments (23) | Email this

28 October 2008

masalah nama

bagi yang malas membaca postingan ini, maka kesimpulannya adalah dilarang menggunakan nama alias jika anda seorang blogger. begitulah kata teman saya.

saya seperti teringat suatu hal ketika menyaksikan tayangan debat komedi yang membahas masalah tidak diperbolehkan memakai nama alias dalam pemilihan umum nanti. intinya KPU hanya mencatat nama caleg sesuai dengan nama yang terpampang dalam KTP, yang kebayakan tercantum nama asli. mengingat artis, penyanyi, dan para selebritis banyak yang mencalonkan diri menjadi caleg, maka sangat pentinglah nama beken mereka terpampang. "kenapa tidak, wong para masyarakat ngenalnya nama beken kita kok, yang penting kan visi misinya." sanggah salah satu artis papan atas negeri ini.

lantas apa yang saya ingat ? ya, saya teringat ketika teman saya membuka halaman blog saya dan berkata "mas, sebenarnya nama sampeyan itu siapa ?"

ketika saya ditanya seperti itu saya malah memjawab, nama yang mana dulu ? nama asli atau nama beken saya ?

"sampeyan ini bener bener narcis, norak, ngga jujur, nggedebus, koya, ngapusi, wes pokoknya ra bermutu." sahut teman saya lagi. sambil menekan alt + F4.

lalu seperti biasa, terngiang ngiang ribuan pertanyaan dibenak saya, kenapa teman saya setelah membuka halaman blog saya dan bertanya sebenarnya nama saya ini siapa ? lha kok dia langsung berkicau kalau saya ini narcis, norak, nggedebus dan akhirnya dibilang ngga bermutu.

"mbok ya kalau punya nama asli ya digunakan ? wong ya namanya juga bagus, segala bilang mata lah, bilang malaikat lah. lama kelamaan sampeyan nanti menebarkan berita bohong disini, lama kelamaan sampeyan menebarkan cerita sesat, lama kelamaan sampeyan menjadi sosok manusia ngga jujur, dan akhirnya jadi ngga bermutu sama sekali." kicau teman saya lagi.

dalam urusan menebarkan cerita sesat, jujur saja saya jagonya. tapi jujur saja itu bukan hobby saya. tapi kalau menyebarkan cerita seru yang tentunya kadang saru perihal teman saya ini dan itu, saya paling semangat. hingga sering kali saya ditanya "mas, apa teman teman sampeyan itu benar benar nyata adanya ?" lewat pertanyaan ini kok sepertinya saya sudah menjadi tersangka pencemaran nama baik. "sekali kali mencemarkan nama buruk bisa ngga mas ?" sahut teman saya yang lain.

"lho lho, itu hak saya donk memakai nama beken saya. (walau sebenarnya saya ini ngga beken sama sekali atau lebih tepatnya membekenkan diri sendiri) toh ini bukan sebuah pelanggaran. dan saya hampir tidak pernah menebarkan cerita sesat dalam blog. lantas salah saya dimana ?" jawab saya.

ini lain cerita, jika dibandingkan dengan KPU yang punya aturan baru perihal penggunaan nama asli sesuai KTP kalau seseorang entah itu wartawan, dokter, insinyur, guru, dosen, pengusaha, tukang jahit, juragan barang antik, makelar, pelawak, penyanyi dangdut, ulama, atau mungkin blogger tumplek bleg memperebutkan kursi untuk menjadi caleg. sedangkan saya kan hanya bisa menghibur diri, bebas mau menjadi siapa, bebas mau ngerasani siapa, dan bebas mau menulis apa. bahkan bebas mau menggunakan nama apa, entah itu mata, malaikat, setan, bunga, belalang, rembulan, bintang, pelangi, senja, awan, atau apapun itu, bebas lha wong ini cuma kancah dunia hiburan maya yang nikmatnya ngga ada duanya. bentuk pengekspresian diri yang lebih punya taste.

sementara teman saya masih melanjutkan kicauannya. "bukan begitu mas, bukankah semuanya lebih indah kalau diawali dengan niat dan kejujuran. seperti halnya para artis yang mencalonkan diri menjadi caleg, kalau mereka punya visi dan misi yang baik kenapa mesti takut dengan aturan KPU yang mengharuskan nama sesuai dengan KTP. asal tujuannya baik, pasti juga nanti akan terpilih. kalaupun gagal ya anggap saja itu awal dari keberhasilan. begitu juga dengan sampeyan yang katanya terjun dalam dunia seleb seleb'an ini. kalau cerita yang sampeyan tulis apa adanya jujur kenapa harus menggunakan nama samaran dan enggan memberitahukan identitas asli ? apakah dunia ngeblog harus seperti itu ? selalu penuh dengan rahasia ?"

dan akhirnya saya sudah tidak bisa menjawab pertanyaan teman saya itu, lalu hanya berkata "penting yah ?"

dan teman saya pun dengan singkat menjawab. "yaaa, gityuu deh..."

10:44 Posted in Cerita | Permalink | Comments (26) | Email this

23 October 2008

lagi lagi tentang cinta

"saya bisa, mencintai seorang wanita selama duapuluh empat jam, setiap hari. kamu bisa ?" tanya seorang teman yang baru merasakan nikmatnya mahligai perkawinan beberapa minggu yang lalu.

ya, sepertinya memang bukan sebuah berita yang baru lagi ketika seseorang sedang dimabuk asmara, maka sejuta pujian dan kata kata berhamburan keluar dari mulutnya. seperti teman saya diatas. bukannya sinis, tapi setidaknya saya suka jika seorang teman saya sedang merasakan bahagia. lantas saya berfikir dan terus berfikir lagi. iya, apa saya bisa ?

"awas kalau sampeyan ngga bisa, tak mutilasi pakai silet." ancam istri saya ketika saya menceritakan hal ini padanya.

bagi saya, bisa mencintai itu adalah salah satu anugrah yang luar biasa nikmat yang diberikan Tuhan pada umatnya. bagaimana tidak, saya rasa kalau urusan cinta, sampeyan semua tentu sudah pernah merasakannya.

"topiknya jangan cinta cinta'an terus mas, ganti topik yang lain apa ngga bisa ?" kata teman saya suatu hari.

"misalnya ?"

"lho, banyak tho yang bisa dibicarakan. masalah moral bangsa yang makin ngga karuan, korupsi yang makin menjadi, serta hukum yang bisa dimanipulasi. yang busuk bisa dibuat fresh. yang kasar bisa ditampilkan lembut. yang jahat bisa dicitrakan baik. yang koruptor bisa dihadirkan suci. yang bohong bisa dijadikan alim. yang kriminal bisa dirubah sebagai dermawan nan agamis. yang setan bisa menjadi malaikat. jadi ya jangan cinta cinta'an terus mas topiknya. bosen !" jawab teman saya lagi.

tapi pikir saya, siapa yang mau peduli dengan kebobrokan moral dan bangsa ini. jangankan diprotes lewat tulisan, lha wong kita teriak teriak kepanasan bawa spanduk saja malah dipukuli pakai pentungan. mendingan kalau cuma luka memar babak bundas, lha kalau sampai ada yang mati segala. trus siapa yang mau tanggung jawab atas hilangnya anak orang karena ingin sebuah perubahan untuk menuju masa depan yang lebih baik lagi. batin saya dalam hati. bukankah mendingan membahas masalah cinta yang indahnya berjuta rasa dan juga punya rasa nikmat yang sakitnya tiada tara.

"kalau sudah dapat orang yang dicintai, ya sampeyan ngga boleh mencintai wanita lagi. itu namanya selingkuh." kata istri saya.

"lho, arti cinta kan luas. ngga boleh diartikan sepihak seperti itu donk. bisa cinta sama siapa saja. sama Tuhan, sama orang tua, sama teman, sama pekerjaan, sama yang lain lainnya juga." jawab saya.

"pembahasan tadi kan mencintai seorang wanita. gimana tho ? kok lupa. orang ngomong sendiri kok ngeyel. jangan jangan sampeyan punya demenan lain ? mau mencintai wanita lain lagi ?" tanya istri saya.

beberapa hari yang lalu teman saya yang baru merasakan indahnya mahligai perkawinan itu bertanya lagi pada saya. "mas, gimana yah caranya agar saya tetap setia ?"

saya benar benar dibuat bingung. bagaimana bisa dia bertanya seperti itu sementara beberapa minggu yang lalu dia bertanya pada saya perihal bisakah saya mencintai seorang wanita selama duapuluh empat jam, setiap hari. apa maksudnya ? "saya ngga yakin saya bisa menjalaninya, sampeyan kan sudah tiga tahun menikah. dan sepertinya berjalan lancar." jawabnya.

akhirnya saya hanya bisa terdiam untuk tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut. ya, saya hanya bisa berfikir, bagaimana caranya menjaga kesetiaan. tidak bisanya saya menjawab pertanyaan itu lantaran karena saya susah mengartikan kata setia itu sampai sejauh mana. sampai sebatas apa. jika karena melihat seorang wanita cantik lantas saya terkagum kagum itu sudah bisa dikatakan tidak setia. maka memang saya bukanlah laki laki yang setia. "kamu ya harus maklum bune, hidup saya dikantor kan memang dikelilingi sama buanyak wanita cantik." kata saya suatu hari sama bos mburi yang paling suka bikin oseng oseng tempe lombok ijo.

"percaya, tapi awas saja kalau sampeyan main belakang." jawabnya dengan sinis sembari memasukkan irisan tempe dan kacang panjang kedalam wajan.

mungkin ada benarnya kalau cinta itu dibilang buta. sehingga rumput hijau ditetangga tak bisa dilihat lagi. karena buta, ya saya hanya mengenal apa yang ada di dekat saya saja. yang bisa saya raih, yang saya jaga dengan segala kekuatan dan yang akan saya genggam untuk selamanya. "buta aja jej." sahut teman saya dengan cepat

"lantas gimana intinya supaya kita bisa setia ?" tanyanya lagi

ya normalnya sih kita harus serius dalam menjalani segala komitmen dalam hidup ini, kalau sampeyan belum bisa serius ya jangan sekali kali menjalin sebuah komitmen. selain itu ya segala sesuatunya harus dijalani dengan ikhlas. dan jangan sekali kali menjadi manusia egois, dengan kata lain kalau berani melakukan ya harus berani bertanggung jawab. jangan hanya berani melakukan saja.

"ya, kira kira begitulah. berhubung saya ini orang yang ngga normal jadi saya hanya bisa mengira ira saja." kata saya sambil garuk garuk kepala karena kebingungan.

13:19 Posted in Cerita | Permalink | Comments (25) | Email this

07 October 2008

peribahasa mengatakan

biarlah blogger komentar
postingan tetap berlalu

08:35 Posted in Note | Permalink | Comments (17) | Email this

All the posts