« 2008-10 | HomePage
| 2008-12 »
30 November 2008
?
siapa sih yang nemuin kata cinta ?
seenak jidatnya saja
artikan berjuta rasa
cuma dengan lima aksara


09:05 Posted in Emosi | Permalink | Comments (22) | Email this
24 November 2008
perkenalkan, nama saya narsis
banyak dari teman teman menyebut diri saya ini menganut aliran narsis. entah dari mana mulanya saya sendiri tidak tahu menahu perihal kenarsisan itu dilihat dari sebelah mana. "pura pura ngga tahu ya ? lha wong setiap harinya ceprat cepret bikin photo trus diedit trus disebar luaskan. itu kan salah satu bentuk kenarsisan sampeyan. ngga sadar apa kalau mukanya pas pasan" komentar teman saya. dan ketika foto saya dikomentari banyak orang, ada yang bilang saya tampan, punya senyum yang bagus, atau romantis seperti foto yang ada dipostingan sebelumnya. maka, diri saya jadi terlena oleh pujian pujian tersebut. saya jadi special. dan tidak peduli lagi kalau saya ini dibilang narsis atau suka membanggakan diri sendiri.
suatu hari, saya membaca postingan disalah satu blog teman saya. dalam postingannya itu dia berkata "kok sampai segitunya sih." ya, kok bisa sampai segitunya orang bangga atau membanggakan dirinya sendiri. ngga hanya dalam gambar tapi juga dimedia lainnya. dalam blog yang memuat cerita keseharian, dalam friendster atau facebook yang haus akan testimonial dan komentar, bahkan dalam plurk yang setiap detik memberitakan tentang apa yang sedang dilakukannya. "penting yah ???" tanyanya dengan sinis.
pernah suatu ketika teman saya menanyakan apakah saya ngeplurk atau ngga. maka saya yang ngga gaul ini langsung bertanya apa itu plurk. "ampun deh mas, kamu itu hidup dijaman apa kok plurk saja tidak tahu ?" tanya teman saya. karena tidak tahu itulah saya bertanya. maka apa jawaban teman saya itu, "mendingan ngga usah tahu deh." jawabnya singkat.
lalu rasa penasaran datang. bentuk kenarsisan apa lagi ini. maka setelah saya pahami, intinya kita sengaja melakukan sebuah postingan singkat atau memberitahukan apa yang sedang kita lakukan. dan ketika saya membaca para plurker (entah benar apa tidak sebutan itu) saya malah tertawa sendiri. "sedang memberi makan burung perkutut." atau "lagi makan siang sama client." atau "nungguin bis dihalte." atau "lagi nulis postingan diblog." dan masih buanyak lagi. yang membuat saya tertawa bukan karena kenarsisan mereka karena memberitahukan apa yang sedang mereka kerjakan. hal tersebut tidak membuat saya jadi heran, karena setahu saya, kalau mereka mengenal plurk maka saya sudah kenal dengan istilah microbloging beberapa tahun sebelumnya. tapi karena setiap saat setiap waktu mereka asyik dengan komentar yang masuk dan bahkan menunggu kegiatannya itu untuk dikomentari. "lha sama seperti sampeyan nunggu postingan untuk dikomentari, ya tho ?" sahut teman saya sinis.
saya pernah menulis sebuah opini dalam blog ini. ya, opini. selalu setiap saya posting saya selalu kategorikan apakah postingan saya ini masuk dalam cerita, masuk dalam narasi, masuk dalam opini, masuk dalam puisi, atau masuk kedalam yang lainnya. "penting yah ???" tanya teman saya suatu hari. mungkin karena saya menggolong golongkan postingan itu saya sudah dicap sebagai manusia yang narsis juga. maka dari itu teman saya bertanya "penting yah ???"
sebut saja fenomena tukul empat mata yang sekarang ini sudah dicekal. wong ndeso yang sering mengganti namanya menjadi reynaldi itu sudah tidak muncul lagi dilayar televisi. entah dicekal karena apa saya sendiri juga tidak mengerti. ada yang bilang karena acara tersebut sudah tidak produktif lagi, ada juga yang bilang karena orang sudah bosan melihat kenarsisan tukul yang begitu begitu saja. potret kehidupan manusia yang sebenarnya. lensa dari keseharian kita yang sesungguhnya. apa adanya, sok tahu, keminter, ngakunya cover boy, tinggal dieropa, lahir dilondon, ngakunya ini, ngakunya itu. inilah contoh, sebuah icon. tukul adalah salah satu diantara kita yang dijadikan cermin untuk berkaca. dijadikan tumbal untuk menjadi korban dari fenomena kita yang kasar, norak, mesum, munafik, juga narsis. yang memperlihatkan penampakan kita sebagai mesyarakat indonesia.
lantas, kebingungan saya semakin menjadi ketika media media massa tersebut dijadikan sebuah kambing hitam (saya masih bingung kenapa pula kambing yang menjadi korban, yang hitam pula.) karena sudah keluar dari jalur tujuan yang sebenarnya. entah itu blog, friendster, plurk atau microbloging lain yang sudah menjadi sebuah gaya hidup. saya tidak pernah anti dalam hal ini, karena saya memang termasuk bagian dari hal ini. tapi saya menjadi anti ketika media massa dunia maya seperti ini disalahgunakan oleh pihak pihak yang menganut aliran anonymous, pihak pihak tanpa nama yang tidak bertanggung jawab. menyebarkan isu. berita bohong. ra mutu. ndobos. dan bahkan mengadu domba (dalam hal ini saya tambah bingung lagi, kenapa pula domba yang diadu kok bukan ayam ? bukannya lebih jamak.) seperti membuat komik dengan membuat wajah Nabi SAW dan diposting kedalam sebuah blog hingga umat islam geram dibuatnya.
maka, untuk urusan narsis, saya memang jagonya. saya suka ketika saya memajang foto saya di friendster, tapi tidak di facebook karena saya tidak punya account tersebut. saya suka menulis panjang lebar seperti ini lalu menceritakan apa yang sedang saya lakukan dalam blog dan sangat senang sekali ketika postingan saya itu banyak yang mengomentari walau sebagian itu komentar balasan dari saya sendiri. saya suka memasang status dimessenger dan memberitahukan kalau saya sedang begini dan begitu bahkan saya dengan pe-de menulis kalau postingan saya diblog sudah saya update. saya suka mengisi shoutbox orang lain, menyapanya lalu menuliskan sebait puisi lalu diakhiri dengan is available on. saya suka memuji istri saya, bos mburi yang paling pinter meramu berbagai jenis macam bumbu untuk dijadikan menu, mayor jendral yang rajin tiarap merogoh kotoran dan debu dikolong meja ketika membawa sapu, juga wanita karier yang ikut membantu pemasukan keluarga hingga sering lembur didepan meja kerja, sang kekasih hati, cinta mati, gandulani ati, ora mung ono ing lati.
ya, sekali lagi perkenalkan. nama saya narsis.

10:05 Posted in Opini | Permalink | Comments (42) | Email this
04 November 2008
29 th

dear aurel
tak ada cerita buatmu kali ini
hanya ucap kalimat
dari tidak ada, menjadi ada, lalu kan tiada.
selamat ulang tahun yang ke 29, sayang
panjang umur selalu
cinta matiku hanya untukmu

15:04 Posted in Special Moment | Permalink | Comments (43) | Email this