« ayah | HomePage | maria »

24 December 2008

ayah

akhirnya ayah saya meninggal. tepatnya hari sabtu tanggal 20 desember kemaren. anehnya, tidak ada sama sekali tanda tanda kalau dia mau meninggalkan saya sekeluarga, meninggalkan ibu saya tercinta, juga semua kerabat dan teman.

jumat malam, pukul sepuluh kondisi ayah sudah memburuk. nafasnya sudah susah, kulitnya sudah pucat, bibirnya sudah membiru lalu badannya menggigil kedinginan. saya panggil doter jaga diklinik seberang rumah. bersama perawat dengan membawa tabung oksigen mereka datang kerumah untuk memeriksa ayah saya. setelah diperiksa lalu disimpulkan kalau ayah diharuskan kerumah sakit untuk menjalani pengobatan dan perawatan lebih lanjut.

bersama istri, saya pun membawanya kerumah sakit. tiba diunit gawat darurat lalu mengisi formulir pendaftaran dan dokter menyarankan untuk dirawat diruang ICU. kondisi ayah waktu itu makin mengkhawatirkan. oksigen dipasang sebagai alat bantu pernafasan, infus beserta selang dan jarum ditancapkan dalam nadi nadi, monitor dinyalakan lalu tergambar garis garis naik turun dengan angka yang terus berbunyi seirama, juga berbagai macam alat medis yang saya sendiri bahkan tidak mengerti apa guna dan fungsi hingga memenuhi ruangan ini bersama ayah menemani. lantas beberapa menit dokter datang untuk mengambil gambar jantung dengan menggunakan alat scan yang besar.

setelah hasil scan thorax selesai, dokter memanggil saya dan menerangkan kalau keadaan ayah sudah kritis. jantungnya sudah membesar dua kali ukuran jantung manusia normal. paru parunya sudah parah, banyak flek, nikotin entah apalagi karena memang terlihat menghitam pekat mengingat ayah dulu perokok berat. ginjalnya gagal. singkat kata saya hanya disuruh berdoa untuknya. berdoa supaya diberikan jalan yang terbaik buatnya. berdoa supaya ada kesempatan lebih lama. ketika saya bertanya pada dokter untuk memberikan jalan keluar, dokter hanya menggelengkan kepala. sebab memang tidak ada jalan keluar. tidak ada solusi untuk masalah ini. dan ketika saya bertanya berapa lama lagi kesempatan buat ayah untuk bertahan menghadapi hal ini. dokter berkata hanya bisa melakukan yang terbaik buatnya.

saya sudah tidak bisa berkata apa apa lagi. saya hanya bisa melihat aurel menangis dan terus menangis hingga air matanya mengering. saya hanya bisa melihat ayah tidur diranjang dengan nafas terengah engah karena memang jantung yang ada dalam tubuhnya sudah mendesak hingga susah untuk berdetak. saya hanya bisa memegang tangan ayah, meremasnya dengan penuh harap, penuh damai, penuh doa terucap ribuan harap.

pukul empat pagi dini hari. saya telp saudara dekat. kakak saya. saya berkata kalau saya membutuhkannya untuk menjaga dirumah sakit bersama ayah karena melihat istri saya tidak tahan melihatnya, juga mengingat ibu saya yang sedang sakit karena sendirian dirumah. akhirnya saya meninggalkan ayah dirumah sakit bersama kakak.

"pak, saya mau pulang dulu, saya mau kerumah nengokin ibu dulu, kasian sendirian ngga ada yang menemani. bapak disini dulu sama mas toni yah ?"

"iyah, ngga apa apa..." kata ayah terbata bata dengan susah.

saya pulang kerumah, saya bilang sama ibu kalau ayah hanya butuh istirahat. dan pasti ayah baik baik saja. ibu lega mendengarnya. tapi memang segala sudah ada yang mengatur, yang diatas sudah berkehendak lain. pagi sekitar pukul setengah enam kakak telp dan berkata kalau ayah sudah meninggal. tak ada pesan terakhir yang terucap dari mulutnya. ayah meninggal dengan tenang setelah beberapa menit dia tertidur pulas. lantas saya memberitahukan ibu tentang hal itu. tentang kepergian ayah untuk selamanya. airmata, isak tangis, mungkin kenangan selama ini yang membuat ibu tidak tahan mendengarnya. begitu pula aurel. sedangkan saya hanya berusaha untuk ikhlas menerimanya.

bersama kakak, saya membawa jenasah ayah pulang kerumah. terlihat berdera duka warna merah. semua saudara, semua teman, semua tetangga berdatangan. mengucapkan bela sungkawa. memberikan pelukan. ikut menangisi kepergian ayah. pemakaman disiapkan. lantas jenasah diberangkatkan. lantunan doa doa diucapkan. taburan bermacam bunga aneka warna disebarkan hingga semerbak wangi segar basahi tanah. dalam hati saya berkata, lega. dalam hati saya berkata, alangkah bahagianya ayah berbaring disamping pemakaman ibunda yang melahirkannya. dalam hati lagi saya berkata, sekarang nenek tak lagi sepi, karena ayah disini menemani. dalam hati lagi saya berkata, sabarlah, bersama doa anakmu ini, tunggulah, sebentar lagi sangkakala pasti berbunyi.

Comments

Mata, turut berduka cita yaaa.....

Posted by: Iko | 24 December 2008

turut berduka cita ya Mata :(

Posted by: ndutyke | 24 December 2008

turut berduka cita, mata.... yg pergi cuma fisiknya doang. itu yg selalu kuinget2. dia masih ada. deket banget :)

Posted by: RhoMayda | 25 December 2008

Sy skluarga ikut bduka cita y.. Smoga mata dan sluruh keluarga besar tabah menghadapi ini smua.. Ada awal pasti ada akhir.. Ada pjumpaan juga ada perpisahan.. Sy yakin, sosok ayah akan selalu melekat dlm kenangan terindah dlm hidup mata n keluarga..

Posted by: Istantina | 25 December 2008

Sy skluarga ikut bduka cita y.. Smoga mata dan sluruh keluarga besar tabah menghadapi ini smua.. Ada awal pasti ada akhir.. Ada pjumpaan juga ada perpisahan.. Sy yakin, sosok ayah akan selalu melekat dlm kenangan terindah dlm hidup mata n keluarga..

Posted by: Istantina | 25 December 2008

Sy skluarga ikut bduka cita y.. Smoga mata dan sluruh keluarga besar tabah menghadapi ini smua.. Ada awal pasti ada akhir.. Ada pjumpaan juga ada perpisahan.. Sy yakin, sosok ayah akan selalu melekat dlm kenangan terindah dlm hidup mata n keluarga..

Posted by: Istantina | 25 December 2008

mata, sedih sekali aku. lama nggak jumpa dan setelah mampir, aku menemukan berita duka di sini.

aku ikut berduka cita yang sedalam-dalamnya ya mat. semoga kamu dan keluarga yang lain yang ditinggalkan kuat dan tabah. almarhum sudah berada di tempat yang lebih baik sekarang.

Posted by: fitri mohan | 27 December 2008

Mata, turut berduka cita. Semoga arwah beliau diterima di sisi Allah.

Posted by: fely | 28 December 2008

ikut berduka cita ya, mas. Keikhlasanlah yang membawa ayah mas menjadi penghuni surga. Amin
Mungkin posting-an kemaren2 ada maksudnya ya???

Posted by: nita | 30 December 2008

turut berduka... maaf telat. semoga beliau dilapangkan jalannya ya?

dan sekalian mau ngucapin selamat taun baru :)

Posted by: venus | 31 December 2008

innalillahi wainailaihirojiun...

turut berduka cita bro...

moga dilapangkan tempatnya disana...

Posted by: elly.s | 31 December 2008

Innalillahi wainailaihirojiun.
Turut berduka cita mas,
semoga keluarga mendapat ketabahan.
sesungguhnya kita semua pasti akan kembali pada-Nya.
insyaAllah,,Dia selalu tunjukan dan berikan yang terbaik.

Posted by: adek | 31 December 2008

Semoga semua amal baiknya diterima ALLAH SWT, diampuni dosanya, dan diberikan tempat terbaik di sisi-NYA
Semoga semua keluarga juga diberi ketabahan yang luar biasa....

Posted by: mayssari | 03 January 2009

mas.. nderek belasungkawa ya. meski terlambat.
semoga beliau mendapat tempat terindah di sisi Sang Maha

Posted by: ika | 05 January 2009

turut berdukacita mata...=(

Posted by: mei | 05 January 2009

Mas, ikut berduka yah...
Dengan doa dari mas mata dan sekeluarga, beliau pastinya akan mendapat tempat di sisi-Nya. dan saya yakin tentunya beliau bangga terhadap mas sekeluarga, itu sebabnya tak ada lagi pesan terakhir...

Cheers, mas mata...
sudah berganti tahun, sudah saatnya resolusi...
hepi new year, semoga taun ini banyak yang manis-manis menghampiri... [rejeki yg manis, bukan cewek manis, ntar si mbok marah pula... ] ^___^

Posted by: anakayam | 05 January 2009

Ortu meninggal kok dibilang akhirnya meninggal sih Mata?
Turut berduka cita ya, smoga keluarganya yang ditinggalkan bisa dikuatkan

Posted by: Reth | 05 January 2009

Turut belasungkawa ya mas...maaf baru mampir dan ternyata mendapati berita duka ini, mudah2an almarhum mendapat tempat yg layak disisiNya..dimudahkan langkahnya dan dilapangkan kuburnya...serta keluarga diberikan ketabahan.

Posted by: mama GaYa | 05 January 2009

Mata..turut berduka cita yah...semoga yang ditinggalkan diberi ketabahan...semoga dilapangkan jalannya...AMIN

Posted by: Heny | 05 January 2009

...inna lillahi wainna ilaihi raajiun..

Posted by: hariest | 22 January 2009

Post a comment