« sok | HomePage | ndobos award »
12 May 2009
sok
hari minggu kemaren saya bersama istri menghadiri resepsi pernikahan seorang teman. resepsi tidak diadakan digedung tapi dirumah. dan terus terang undangan resepsi kemaren itu adalah salah satu resepsi yang membuat saya capek karena acaranya yang terlalu lama. begitu pula keluh istri saya dan para undangan yang duduk disekitar kita.
"saya ngga habis pikir, orang sekaya dia kok cuma kayak gini saja, padahal itu kan anak perempuan satu satunya." kata seseorang yang saya ngga kenal.
"ya lumrah, wong dekor, rias pengantin, sama campur sarinya saja cuma seharga 5 juta." sahut yang lainnya lagi.
"wes, sungguh sungguh mengecewakan. nek dadi aku ngga perlu repot repot. tinggal pesen gedung ama catering. beres" katanya lagi.
ya gitu dehhh, saya bersama istri saya hanya geleng geleng kepala saja. dari yang bilang soal dekorasi yang ngga karuan hancur, makanan yang adem, sop ayam yang hambar, teh hangat yang sudah ngga hangat lagi, sampai tata rias pengantin yang bedaknya luntur. dan masih banyak lagi komentator komentator lainnya yang berbicara soal hari bahagia teman saya itu.
dan akhirnya saya hanya mengucapkan selamat menempuh hidup baru, selamat berbulan madu, bahagia dimalam pertama dan semoga tahan lama.
lain cerita. kemaren saya duduk didepan kompie selama berjam jam sampai saya lupa makan. yang saya lakukan tidak lain hanyalah membaca postingan beserta komentar dari awal pertama saya ngeblog sampai postingan terakhir dibulan mei 2009 ini. kalau dijilidkan mungkin bisa menjadi sebuah buku tebalnya sebantal. tak lupa ketika saya melihat isi komentar dari seorang teman, saya selalu membuka link dari blognya tersebut. tujuannya, ya menyambung kembali tali silaturahmi. ada beberapa link yang sudah tidak bisa dibuka, ada yang pindah alamat, adapula yang sudah hiatus lama. tapi semuanya itu saya tetap meninggalkan jejak walau sekedar menyapa dalam tagboard.
nah, ketika membaca postingan postingan saya yang dulu. saya ini seperti menjadi penceramah, seperti menjadi guru, memberikan petuah petuah, ajakan, yang juntrungannya mungkin ngga jelas sama sekali. saya seperti mengajak semua pembaca lalu menuntut mereka untuk menuruti apa kata saya. entah itu dalam postingan cerita, opini, puisi, curhat, atau narasi yang diakhir cerita selalu saja saya bubuhkan sebuah pesan dan harapan. saya selalu terlihat tua, saya selalu terlihat lebih berpengalaman, saya selalu terlihat lebih tahu, dan saya selalu terlihat lebih pandai, cerdas dan pintar.
setelah saya sadar saya punya penyakit sok seperti itu, mata saya terbuka. saya yang mengaku pinter ternyata cuma punya otak pas pas'an, saya yang mengaku pandai ternyata cuma punya pikiran cekak, dan saya yang mengaku cerdas ternyata cuma ber-IQ jongkok. dan semua penyakit sok itu terkumpul dalam tulisan yang saya sebarkan dan dibaca oleh ribuan orang. sempurna sudah penderitaan saya.
itulah kenapa banyak yang bilang saya ini kurang waras. sehingga tidak sedikit teman teman saya mengeluarkan komentar dan bunyi bunyian pada saya soal hal ini. dan ini ngga ada bedanya ketika saya mendengar bunyi bunyian ketika hadir dipesta pernikahan teman saya kemaren.
"makanya mas, sampeyan itu ngga usah neko neko bikin tulisan yang aneh aneh. ya kalau yang tanggap itu orang yang ngerti sama tulisan yang sampeyan maksudkan, kalau disalah artikan ?" begitulah kata seorang teman saya.
"kalau emang dasarnya lemot ya lemot, ngga usah sok sok'an. mbok yao utek sampeyan diganti prosesornya atau ditambahin memorynya tetep aja ngehang." lanjut teman saya lagi.
perihhh...

11:38 Posted in Cerita | Permalink | Comments (34) | Email this
Comments
sing penting ngeblog Pak :D
Posted by: pinkina | 12 May 2009
penyakit ini membahayakan....kalo masih stadium gurem si gpp , tapi kalau udah akut ,,,parah itu...
Posted by: mel | 12 May 2009
syukurlah ta dirimu membuka file2 yang lama jadi berkunjung lagi dah ke blog ku dan tali silaturahmi tetep terjaga ;)
heheh cara penulisan ta enak dibaca kok dan bisa dimengerti :) ya ada baiknya juga saran temen na di dengerin dan diikutin heheh
Posted by: ranny | 12 May 2009
hahahhaha... yg ngomong begitu sirik aja ga bisa nulis. samuel mulya juga tulisannya di kompas serba tua dan nagsi tau (dengan bumbu humor), tapi banyak aja tu yg ngefans sama samuel mulya (termasuk aku)
Posted by: sueb | 12 May 2009
@pinkina
sing penting urip...
ngga gitu sekalian ?
@mel
penyakit yang mana ? stadium gerem itu apa ?
@ranny
iyah...
kadang rame juga. bisa buat seru seruan kalau baca file yang dulu dulu :) trus nemu link kamu ( salah satunya )
Posted by: mata | 12 May 2009
wah ta, buth berapa lama tuh bacain postingan dari awal
ck...ck..ck..
Posted by: linda | 12 May 2009
bener tuh :D. rindu ama tulisan-tulisannya waktu sempat absen
Posted by: mubon | 12 May 2009
yang penting mau belajar dari sebuah kesalahan
Posted by: omiyan | 12 May 2009
dear mata, tadi pagi saya menemukan koran yang sudah 2 bulan usianya. KOMPAS edisi Minggu, pas bagian kolom Samuel Mulia-nya. Saya membaca dengan pelan kolom kesayangan saya itu, nampak ada yg janggal... apa ya? lalu saya baca lagi dan saya lngsung berseru kepada Suami, "Sayang, kolomnya Samuel Mulia [SM] ini! Aku punya teman blogger yang memiliki gaya menulis hampir sama dengan si SM ini loh!" YES, Mata. Setelah bertahun2 berteman denganmu dan rajin membaca kolomnya si SM di Kompas, saya tiba pada kesimpulan bahwa gaya menulis/bertutur kalian mirip-mirip. Tentunya saya tidak menuduh bahwa SM menyontek gaya menulismu, hehe. Tapi ini sungguhlah suatu kebetulan yg menyenangkan. Karena saya menyukai gaya kalian berdua :)
Posted by: ndutyke | 12 May 2009
aarrgghhhh mataa!!
ya ampuunn.. it's been such a very long time! *sayah pun lupa berapa lama persisnya* :P
banyak juga yang berubah ya di sini. selain template (pastinya), gaya menulis yang sekarang (sayah akui) memang lebih bersahabat kok ;-)
anyway, it's very nice to see you again
Posted by: mbakDos | 12 May 2009
setuju ndutyke..aku juga suka gaya penulisanmu. Wah lama gak mampir ke sini juga. lama gak BW sih ta...apa kabar kamu?
Posted by: unai | 13 May 2009
@sueb
bagi mereka ngga bisa nulis itu ngga penting yang penting bisa ngomentari orang. itulah hidup.
@linda
butuh waktu berjam jam
@mubon
apa iya ? tsahh
Posted by: mata | 13 May 2009
@unai
kabar saya baik baik saja yun. kamu juga kan/ ? makin bahagia sepertinya
Posted by: mata | 13 May 2009
@omiyan
kek jaman sekolah yah nekk....
@ndutyke
wah...
bu guru ni berlebihan.
soal gaya penulisan yang mirip saya ngga gitu paham. dan ngga begitu tahu menahu. yang jelas saya pernah dikasih tahu sama seorang teman. dia berkata kalau kamu mau menulis ya tulis aja apa yang ada dipikiran kamu. apa yang ada dalam hati dan apa yang kamu rasakan. jika senang ya katakan senang, sedih katakan sedih, gila katakan gila dan sekalipun pengen misuh misuh ya misuh misuh saja.
justru waktu diawal awal ngeblog malah saya tidak pernah menjadi diri saya yang sebenarnya. saya selalu menggunakan kata "mata" untuk mengatasnamakan diri "saya" dan itu jauh dari apa yang saya lakoni sehari hari karena saya tidak pernah ngomong "mata baik baik saja kok kabarnya." hal hal seperti palsu seperti itu syukur sudah saya tinggalkan dari dulu. gaya penulisan palsu seperti itu yang sudah saya hapus. sok bermajas, sok mesra, sok romantis. dan sumpah saya bukan orang yang seperti itu. saya ingin menjadi diri saya sendiri.
@mbakDos
perasaan kalau soal template dah dari dulu deh mbak. sudah lamaaa sekali saya menggunakan template ini. ya cuma banernya aja beda beda. saya sesuaikan sama keadaan sekarang yang ada. misalnya menjelang kebangkitkan nasional ya banernya seperti itu. ndak mungkin tho saya pasang fotonya rani sama antasari. hahaha
Posted by: mata | 13 May 2009
wew... gpp mas :)
yang penting selalu ada proses menjadi yang lebh baik ....
kadang ketika kita memotivasi orang lain, walaupun kita belum seperti itu, maka kita akan di tuntut untuk berproses yang sama, artinya ya bisa mendewasakan diri juga :)
Posted by: afwan auliyar | 13 May 2009
hehe ada apa Mas? memang orang itu berubah kali ya.. :)
Posted by: nenoneno | 13 May 2009
@afwan auliyar
ya setidaknya menuju kearah situ lah. sesuai dengan apa yang kamu katakan. entah walaupun salah cara penyampaian atau kurang berkenan, ya bisanya minta maaf saja :)
@nenoneno
maksudnya ?
Posted by: mata | 13 May 2009
nah itu kenapa saya jarang comment lagi... biar gak menambah penderitaan mas mata...
ha..ha..ha..ha..
Posted by: AlDïe | 13 May 2009
masih perih mas? udah jangan lama2, nulis aja terus mas, sepanjang gag menganggu orang lain kan gag apa2 toh?
Posted by: danu | 13 May 2009
@AlDïe
huahahahah...
ternyata sampeyan paham betul bagaimana penderitaan saya dicaci maki dan dihina seperti itu. santai aja lah kang... :p
@danu
sekelebatan aja kok perihnya. selama masih ada bahan untuk cerita ya terus nulis. apalagi obat saya cuma ini. saya sih ngga mengganggu orang tapi kan saya juga ngga tau apa orang2 terganggu sama saya atau tidak ? mulai dari anda ? terganggu ngga ?
Posted by: mata | 13 May 2009
cuek aja lagi pak :)
Posted by: Lidya | 13 May 2009
Menulis blog dan publikasi lainnya adalah seperti memelihara sebilah pedang.. dnegan terus menulis berarti mengasah kemampuan menulis dan komunikasi si empunya.. termasuk mempelajari masukan dari berbagai mentuk; komentar dan traffic blognya..
Silahkan terus diasah dan belajar dari komunitas, niscaya pedangnya tajam dan pendekarnya bakalan mahir menggunakan pedangnya secara baik dan benar.
Seneng udah bisa mampir kesini, salam hangat dari afrika barat!
Posted by: Domba Garut! | 13 May 2009
Babah wae lah Ta,
sing penting urip, napas, eksis dan imut selalu *halaaaahhh*
Posted by: Reth | 14 May 2009
halow om,
pakabar,,
aku skr muales BW, jadi jarang nengok blog inih ;))
Posted by: anina | 14 May 2009
@Lidya
cuek bebek pokoknya :)
@Domba Garut
thanks banget kan pencerahannya... perumpamaan yang bagus banget. salam hangat dari eternity :)
@Reth
huuh... sing penting urip
Posted by: mata | 14 May 2009
@anina
walahhh.. lagi ngga mood ngeblog ya jueng... semangat donk... ayo !!!
Posted by: mata | 14 May 2009
seneng silakan baca, klo sempat silakan komen, gak seneng ..kelaut aja sendiri ;))
Posted by: kenny | 14 May 2009
maksudnya, mungkin dulu Mas begitu, tapi sekarang udah ga begitu lagi (tambah bingung juga saya).. :)
Posted by: nenoneno | 15 May 2009
@kenny
seneng silakan baca, klo sempat silakan komen, gak seneng ya kebangeten kali... hahahaha
@nenoneno
hahahaha... dulu begitu tapi sekarang perasaan ya sama saja begitu. ngga ada yang yang berubah dari diri saya sekalipun niat saya ingin berubah
Posted by: mata | 16 May 2009
gaya penulisan itu kadang memang sesuatu yang tidak bisa direncanakan, alis datangnya ya begitu saja. kamu sudah pernah baca tulisannya SM blom? saya suka gaya kalian berdua. gaya penulisan yang jujur, lebih pilih menudingkan jari kepada diri sendiri daripada membuat contoh dari kesalahan orang laen. yah yg seperti itu lah. menohok, kalo kata orang. tp menyenangkan untuk dibaca. sorry ya mata, kalo tidak berkenan kusandingkan gayamu dengan si SM :) it is not an insult. komentar saya ini bukanlah sebuah penghinaan dan bukan juga sebuah sanjungan yg berlebihan :p
Posted by: ndutyke | 16 May 2009
santai saja bu guru.
saya ngga gitu mengikuti perkembangan media cetak. tapi saya pernah sekali dua kali baca tulisannya SM ini. kalau ndak salah di parodi yah ?
ya mungkin seperti yang kamu katakan kalau si SM lebih menunjuk diri sendiri ( yang entah apa diri si SM seperti itu apa ndak) daripada menudingkan jari ke orang lain, tapi kalau saya memang diri saya sendiri ya benar seperti itu saya tuliskan. dan kalau saya mau menuding jari ke orang lain ya akan saya tuding.
bahkan karena kata kata yang saya lontarkan, saya sampai ngga peduli kalau saya ini dihina, dicaci atau dimaki. bahkan saya pernah dibilang over karena semua privasi saya umbar didalam blog. ra ya wes biasa. jadi ya itu, santai saja.
dan makasih bu guru, sudah suka tulisan tulisan saya. mau dibaca lagi. ngerasa sok penting jadinya :)
Posted by: mata | 16 May 2009
pokoknya dikau one of the best lah, hehe...
Posted by: ndutyke | 16 May 2009
Omongan orang lain ga ush didengerin deh mas,lha wong nulis aja mesti mikirin harus pinter dulu. Lha sing ngomongi sampeyan nek pinter mbok ya ikut nulis juga. Ya tulis aja apa jd pikiran,kalau ada yg salah paham ya ajak diskusi ato dihapus aj komennya. Menurut sy sih sampeyan iku lebih pinter dari sy.
Posted by: Mare | 18 May 2009
@ndutyke
ahh bu guru
@Mare
huahahahhaa
sampeyan justru yang lebih pinter mas, jujur deh. setelah buka blog sampeyan, saya terkagum kagum. mbok ya kapan kapan ajarin saya ngetrace. canggih dah pokoknya :)
Posted by: mata | 18 May 2009
Post a comment