« 2009-04 | HomePage | 2009-06 »

25 May 2009

jangan diam

21901350.jpg

80681115.jpg


14649985.jpg

45784530.jpg

42802836.jpg

ic_m.gif

13:53 Posted in Emosi | Permalink | Comments (32) | Email this

19 May 2009

love is cinta

"ya iyalah, masak love is tempe." saya ingat betul, begitulah kata teman saya waktu itu.

setelah tulisan saya kemaren kemaren dianggap mellow, ( yang sebenarnya saya sendiri tidak mengerti kenapa sekarang malah saya dikatakan mellow. ) maka sekarang saya mau ngomongin yang ringan ringan saja. saya mau ngomongin soal cinta yang saya rasa tidak akan pernah akan ada habisnya. dan pasti selalu ada berita hangat jika kita membicarakan menu yang satu ini. misalkan saja antara antasari dan rani, manohara dan sultan dari malaysia, sampai kisah percintaan selebriti indonesia yang bisa dikatakan berantakan.

"yo wes pas, mereka itu kan selebriti, tugasnya meng-entertaint kita supaya kita ini terhibur."

"kalau ngomong mbok ya mulutnya diatur, mereka itu kan juga manusia seperti kita. mempunyai hak hidup yang sama seperti kita. cuma masalahnya karena mereka orang terkenal, ya segala apa yang terjadi sama mereka pasti akan kena sorot media." sahut istri saya.

singkatnya, cinta itu adalah anugrah terindah yang diberikan Yang Maha Kuasa kepada kita. sebuah welas asih yang mengharuskan kita untuk mencintai dan memberikan kasih sayang pada sesama manusia, kepada alam yang kita tempati, juga semua fasilitas fasilitas yang sangat indah. dengan kata syukur lantas menyembahNya, itulah imbal balik yang harus kita lakukan. begitulah anggapan saya yang sok tahu menenai kata cinta.

"kalau arti cintanya sendiri saya mengerti mas, yang saya tidak mengerti itu adalah orang orang yang suka merekayasa kata cinta." kata teman saya.

rekayasa cinta, begitulah teman saya menyebutnya. beberapa bulan yang lalu saya menjenguk seorang teman yang sedang sakit. bisa dikatakan kalau sakitnya ini gara gara dia merekayasa kata kata cinta.

"mungkin inilah akibat yang saya terima mas, ibaratnya flashdisk saya ini suka sembarangan colok sana colok sini tanpa pasang antivirus, hingga akhirnya saya sendiri yang terkena virus." katanya dengan santai.

saya benar benar ingat dan bahkan ingatan itu masih melekat kuat dalam otak saya. pernikahannya yang megah, istri yang cantik, juga pekerjaan yang mapan. tetapi dikarenakan dia merekayasa cinta, suka colok sana colok sini, maka teman saya terkena virus. saya sendiri tidak mengerti kenapa teman saya tersebut sangat hobby main colok seperti itu ? toh saya yakin rasanya juga sama saja. yang endingnya semua data dan kenangan yang pernah tersimpan lenyap begitu saja. jauh dari teman, jauh dari keluarga, bahkan istrinya menuntut minta cerai.

nah, saya jadi semakin mengerti. kenapa cinta yang begitu suci, cinta yang begitu ikhlas. kok dengan mudah kita rekayasa. hingga akhirnya fenomena rekayasa cinta ini terjadi dimana mana. cinta segitiga yang terjadi hingga berujung kematian yang sekarang lagi panas diberitakan, cinta sesama jenis antara laki dengan laki atau pere dengan pere yang saya sendiri tidak pernah tahu dimana letak kenikmatannya, atau kisah penghianatan cinta seperti teman saya tadi yang akhirnya terkena virus mematikan. dan masih banyak lagi yang lainnya. kekerasan dalam rumah tangga, persidangan kawin cerai, hingga akhirnya berujung pada perebutan hak asuh anak hingga harta gono gini. semua karena mereka merekayasanya

lagi lagi menurut saya yang sok tahu. seperti yang saya katakan tadi, cinta itu pemberian Yang Maha Kuasa. apa yang sudah diberikan sama Tuhan sudah pasti indah, sudah pasti sempurna. cinta itu sangat sederhana. kita sebagai manusia kalau sudah diberi cinta ya harus dinikmati. harus kita jaga. dan benar kata teman saya, kalau masih ada orang menganggap cinta itu rumit, cinta itu buta, cinta itu sangat susah untuk diartikan atau cinta itu bisa bikin kita gila. semua itu karena kitalah yang membuat cinta menjadi ngga karu karuan. karena kitalah yang suka merekayasa cinta.

masih ngga paham, saya ambil contoh yang gampang saja, seperti halnya Tuhan memberikan kita mulut untuk bicara dan lidah untuk merasa. tapi dasarnya manusia yang suka merekayasa, maka kedua organ tubuh tersebut digunakan untuk oral sex. sekarang, salah siapa ?

ic_m.gif

12:57 Posted in Opini | Permalink | Comments (31) | Email this

14 May 2009

ndobos award

lantas terbesit dalam benak saya. kelak after saya modiar, alias meninggal dunia, wafat, gugur, mampus, koit, tewas, atau apapun sebutannya itu yang intinya habis masa kontrak untuk menghuni dunia ini. saya ini dikenang sebagai apa ? apakah saya dikenang sebagai orang pinter ? jelas ngga mungkin. apakah saya dikenang sebagai orang yang berjasa ? dalam hal apa dulu ? apa saya dikenang sebagai orang yang jujur ? apakah saya dikenang sebagai tukang kibul ? atau apa ?

ya, apa ? apa yang sudah saya lakukan didunia ini ketika saya ini masih hidup ?

saya kok rasanya menjadi seperti manusia yang tersingkir ketika teringat pertanyaan itu. seperti ada yang berbeda dari kebanyakan orang yang mungkin sudah buanyak sekali melakukan hal hal yang berguna dalam hidup ini. sedangkan saya ? nol besar.

tentu alangkah indahnya para pahlawan itu yang namanya diabadikan menjadi nama jalan. alangkah bangganya semua keluarga, sanak sedulur dan keturunan serta teman temannya melihat dan kembali mengenang sosok yang telah berjasa pada bangsa dan negara. hingga cerita demi cerita ngga akan pernah bosan bosannya untuk didengar ulang. menjadi sebuah contoh tauladan bagi generasi muda.

tentu alangkah bangganya mereka yang telah berjasa bagi orang lain. para guru yang sudah berhasil mendidik murid muridnya. para pemimpin bangsa yang hebat hebat. para wakil rakyat yang duduk dikursi empuk pemerintahan. para dokter yang menolong orang sakit. dan sungguh, merekalah orang orang yang berguna bagi bangsa dan negara.

tentu alangkah senangnya ketika para pekerja seni mendapatkan apa yang selama ini mereka impikan. para bintang film yang mendapatkan penghargaan berupa piala citra. para penyanyi mendapatkan predikat sebagai diva. atau para penulis yang mendapatkan award dengan tinta emas. yang semua itu tentu menjadikan diri mereka sebagai sosok penginspirasi banyak orang.

akan tetapi alangkah naasnya ketika para teroris, pembunuh, koruptor, preman, kecu dan sebangsanya akan dikenang sebagai orang orang yang celaka. dan mungkin itu memang resiko yang akan mereka terima dan mereka unduh karena semasa hidup tidak menjadi orang yang berguna.

karena saya tidak pernah mendapatkan sebuah penghargaan atau award yang kelak mungkin bisa menjadikan saya orang yang dikenang. lantas yang saya lakukan tidak lain tidaklah bukan yaitu membanggakan diri saya sendiri. alias narsis. berkaca dan ngomong sendiri seperti wong edian. misalnya, kalau saya ini ternyata ganteng, kalau saya ini imut imut, kalau saya ini lucu, dan masih banyak lagi. hingga kadang tidak sengaja hal itu terucap dengan sendirinya "ah, lha ya masih mendingan saya daripada dia." kalimat perbandingan seperti itulah yang membuat saya ngga ada harganya. menjadi manusia murahan.

saya sering menemukan postingan dari blog teman teman semuanya yang isinya memberikan sebuah award kepada blogger lain. blog paling bagus, blog paling imut, blog paling penginspirasi, blog paling lucu, blog paling memble, blog paling kece, blog paling ini dan paling itu. berhubung IQ saya jongkok, saya tidak pernah mengerti apa maksud dari sipembuat award tersebut ? dan yang paling membuat saya tidak mengerti lagi, kenapa hal tersebut dilakukan seperti halnya bisnis MLM. orang yang mendapatkan award diharuskan untuk memberikan award lagi kepada yang lainnya. begitu seterusnya hingga semuanya kebagian award.

"loh ngga ada salahnya kan ? karena semuanya kebagian award maka semua bisa dikenang. semua bisa terkenal. sampeyan aja yang terlalu sinis karena ngga pernah mendapatkan award." kata teman saya.

dengan semangat, teman saya pun masih melanjutkan kicau kicauannya. "itulah kenapa sampeyan ngga pernah terkenal mas, apalagi mendapatkan award, lha wong ngasih award ke orang lain saja ngga pernah kok."

nah, sempurna kan ? setelah saya menjadi manusia murahan yang selalu membanggakan diri karena tidak pernah mendapatkan penghargaan, sekarang saya merasa tambah murahan lagi karena tidak pernah memberikan penghargaan kepada orang lain.

"oalah,...jadi sampeyan itu pengen dikenang tho mas ceritanya ? pengen dikasih penghargaan ? ya sudah, begini saja. berhubung sampeyan suka ngomong ngalor ngidul sak enak udel'e dewe. maka tak kasih penghargaan ndobos award. piye ? cocok tho ?" kata teman saya lagi.

oalah nasib nasib...sambil geleng geleng kepala meratapi mau jadi apa saya nanti.

ic_m.gif

10:45 Posted in Cerita | Permalink | Comments (36) | Email this

12 May 2009

sok

hari minggu kemaren saya bersama istri menghadiri resepsi pernikahan seorang teman. resepsi tidak diadakan digedung tapi dirumah. dan terus terang undangan resepsi kemaren itu adalah salah satu resepsi yang membuat saya capek karena acaranya yang terlalu lama. begitu pula keluh istri saya dan para undangan yang duduk disekitar kita.

"saya ngga habis pikir, orang sekaya dia kok cuma kayak gini saja, padahal itu kan anak perempuan satu satunya." kata seseorang yang saya ngga kenal.

"ya lumrah, wong dekor, rias pengantin, sama campur sarinya saja cuma seharga 5 juta." sahut yang lainnya lagi.

"wes, sungguh sungguh mengecewakan. nek dadi aku ngga perlu repot repot. tinggal pesen gedung ama catering. beres" katanya lagi.

ya gitu dehhh, saya bersama istri saya hanya geleng geleng kepala saja. dari yang bilang soal dekorasi yang ngga karuan hancur, makanan yang adem, sop ayam yang hambar, teh hangat yang sudah ngga hangat lagi, sampai tata rias pengantin yang bedaknya luntur. dan masih banyak lagi komentator komentator lainnya yang berbicara soal hari bahagia teman saya itu.

dan akhirnya saya hanya mengucapkan selamat menempuh hidup baru, selamat berbulan madu, bahagia dimalam pertama dan semoga tahan lama.

lain cerita. kemaren saya duduk didepan kompie selama berjam jam sampai saya lupa makan. yang saya lakukan tidak lain hanyalah membaca postingan beserta komentar dari awal pertama saya ngeblog sampai postingan terakhir dibulan mei 2009 ini. kalau dijilidkan mungkin bisa menjadi sebuah buku tebalnya sebantal. tak lupa ketika saya melihat isi komentar dari seorang teman, saya selalu membuka link dari blognya tersebut. tujuannya, ya menyambung kembali tali silaturahmi. ada beberapa link yang sudah tidak bisa dibuka, ada yang pindah alamat, adapula yang sudah hiatus lama. tapi semuanya itu saya tetap meninggalkan jejak walau sekedar menyapa dalam tagboard.

nah, ketika membaca postingan postingan saya yang dulu. saya ini seperti menjadi penceramah, seperti menjadi guru, memberikan petuah petuah, ajakan, yang juntrungannya mungkin ngga jelas sama sekali. saya seperti mengajak semua pembaca lalu menuntut mereka untuk menuruti apa kata saya. entah itu dalam postingan cerita, opini, puisi, curhat, atau narasi yang diakhir cerita selalu saja saya bubuhkan sebuah pesan dan harapan. saya selalu terlihat tua, saya selalu terlihat lebih berpengalaman, saya selalu terlihat lebih tahu, dan saya selalu terlihat lebih pandai, cerdas dan pintar.

setelah saya sadar saya punya penyakit sok seperti itu, mata saya terbuka. saya yang mengaku pinter ternyata cuma punya otak pas pas'an, saya yang mengaku pandai ternyata cuma punya pikiran cekak, dan saya yang mengaku cerdas ternyata cuma ber-IQ jongkok. dan semua penyakit sok itu terkumpul dalam tulisan yang saya sebarkan dan dibaca oleh ribuan orang. sempurna sudah penderitaan saya.

itulah kenapa banyak yang bilang saya ini kurang waras. sehingga tidak sedikit teman teman saya mengeluarkan komentar dan bunyi bunyian pada saya soal hal ini. dan ini ngga ada bedanya ketika saya mendengar bunyi bunyian ketika hadir dipesta pernikahan teman saya kemaren.

"makanya mas, sampeyan itu ngga usah neko neko bikin tulisan yang aneh aneh. ya kalau yang tanggap itu orang yang ngerti sama tulisan yang sampeyan maksudkan, kalau disalah artikan ?" begitulah kata seorang teman saya.

"kalau emang dasarnya lemot ya lemot, ngga usah sok sok'an. mbok yao utek sampeyan diganti prosesornya atau ditambahin memorynya tetep aja ngehang." lanjut teman saya lagi.

perihhh...

ic_m.gif

11:38 Posted in Cerita | Permalink | Comments (34) | Email this

08 May 2009

setiap awal bulan

untuk saat ini, hal yang paling membahagiakan dalam hidup saya ketika melihat istri saya menghambur hamburkan uang. entah itu uang pemberian saya atau upah gaji yang diberikan perusahaan tempat dimana dia bekerja yang diterimanya setiap awal bulan. sungguh, hidup ini rasanya tidak ada yang kurang. semuanya serba kecukupan.

hal yang menjadi suatu keharusan, dimana saya harus mendorong troli besi ketika sedang belanja kebutuhan rumah tangga. istri saya hanya melihat daftar belanjaannya yang sudah dirumuskan dan diracik tentang apa saja yang akan masuk kedalam troli yang saya dorong tadi. entah itu sabun mandi, rinso, shampo, odol, sikat, kapas, tissue kamar mandi, obat nyamuk, pewangi baju, sampai pembalut. itupun saya juga tidak mengerti kenapa dia mengambil berbagai macam jenis. dari yang anti kerut tanpa gel, super maxi, super reguler, ultra slim, sampai ultra soft yang saya sendiri tidak paham dimana segi penempatan dan fungsinya. hingga tak lupa kudapan seperti kokokruch, bengbeng, wafer tango, kacang garuda, oreo, sampai makanan dan minuman isntan seperti lafonte, indomie, nuget, yakult sampai fanta tak pernah ketinggalan. yang akhirnya saya hanya disuruh mengambilkan barang barang tersebut laksana kacung yang hormat sama mandornya.

jangan berfikir kebahagiaan itu berakhir sampai disini. ketika urusan barang barang rumah tangga itu selesai. seperti biasanya dia mengajak saya untuk pergi kecounter kecantikan. entah itu sari ayu, latulip atau cepuk saya sendiri tidak paham. yang jelas barang barang seperti deodorant, hanbody, pembersih, astringen, pure balance, lisptik, lipsglos, bedak tabur, bedak padat, alas bedak, pensil alis sampai maskara tak pernah absen tertulis dalam seket belanjaannya yang bila dinota mungkin hasilnya lebih mahal daripada keperluan rumah tangga diatas.

ketika daftar belanjaan itu sudah sukses dibeli, dengan mulut ngowoh masih sempet sempetnya dia berkata "mas, apalagi ya yang kurang ?"

sambil geleng geleng kepala, dalam hati saya berkata. "rasanya saya kepengen jadi wanita."

selalu dimanja.

selalu diperhatikan.

selalu dibahagiakan.

hingga tertawa.

merajuk mesra.

mungkin itu yang dirasakan istri saya tanpa mempedulikan apakah kepala saya sedang cekot cekot atau tidak. yang jelas, lewat tawa mesra bahagianya itu, dia yakin kalau saya selalu mencintainya.

ic_m.gif

11:27 Posted in Cerita | Permalink | Comments (31) | Email this

05 May 2009

LANJUTKAN !!!

apa kabar ?

akhir akhir ini memang saya sering timbul tenggelam dalam urusan tulis menulis dalam komunitas yang disebut sebagai blog. saya akui memang saya ini pemalas. tidak bisa berbasa basi seperti kebanyakan para blogger yang rajin update setiap hari entah menceritakan apa saja yang ingin mereka ceritakan. dari hal yang penting sampai hal yang ngga penting sekalian. dan saya akui pula kalau saya memang sudah ngga aktif seperti dulu lagi, mengunjungi blog teman teman, berkomentar, lantas sapa menyapa dalam messenger. saya sudah ketinggalan berita, saya sudah jadul, dan saya sudah gaptek dalam urusan ini.

disamping itu saya juga sepertinya sudah kehabisan cerita jika menulis untuk dituangkan kedalam blog ini. sudah banyak sekali cerita tentang saya, yang mungkin banyak buruknya daripada baiknya. sudah banyak sekali orang yang mungkin tersakiti oleh sindiran sindiran dalam tulisan saya yang mungkin ngga bermutu sama sekali. juga banyak sekali orang yang bosan mengomentari saya, bahkan saking bosannya sampai sampai mereka semua sudah males untuk komentar.

saya bingung dan kembali bertanya kepada diri saya sendiri. ( bisa jadi saya sudah gila kenapa kok saya tidak bertanya kepada orang lain dan malah mengalamatkan pertanyaan itu kepada diri saya sendiri yang pasti jawabannya tidak pernah saya mengerti.) tentang tujuan awal saya menulis nulis kurang kerjaan seperti ini. menceritakan semua hidup saya yang berantakan. menceritakan semua kisah cinta saya yang sok romantis. juga menceritakan semua teman teman saya, bahkan dengan terang terangan saya bercerita tentang mereka yang mungkin tidak semestinya saya ceritakan. coba ? untuk apa semua ini ?

saya memang terpuruk dalam sebuah keadaan yang membuat kepala saya serba lenger lenger. hingga saya lebih suka menyendiri, anti sosial, mbisu, tuli, jotak'an, dan menutup diri dari dunia. sampai sampai pekerjaan dan sekaligus hobby saya (menjual diri) yang bisa mencapai target setidaknya 350jt per bulan saya lepaskan begitu saja. itu semua karena kepala saya memang sudah kelewat mumet. ya akhirnya saya hanya meratapi diri karena frustasi yang akut. akhirnya banyak sekali yang bertanya kenapa saya ini suka menghilang dan kenapa saya ini ngga pernah bersilaturahmi seperti dulu. banyak sekali yang bertanya apakah keadaan saya baik baik saja? apakah penyakit gila saya kumbuh lagi? apakah saya ada masalah? apakah saya kawin lagi? bahkan sampai pertanyaan yang kelewat ngawur.

"kenapa mas ? apa sampeyan sibuk ikut ikutan nyalonin diri jadi caleg ?" kata teman saya suatu hari.

mendengar komentar teman saya itu saya jadi berfikir panjang. ( saya juga heran, kenapa orang yang punya pikiran pendek seperti saya bisa berfikir panjang. ) saya tidak mau gila saya bertambah karena sok sok'an ingin ngurusin orang lain, lha wong ngurus diri sendiri saja saya masih ngga karuan nggenahnya kok dengan pedenya ikutan jadi caleg ngurusin negara. saya ngga mau seperti tetangga saya yang akhirnya edan gara gara tidak mendapatkan suara hingga gagal total duduk dikursi empuk pemerintahan. padahal sampai susah payah utang sana sini buat promosi, gadai'in surat tanah dan rumah, sampai sampai cari sponsor dengan iming iming "kalau saya berhasil nyaleg, sampeyan duduk manis dirumah saja lantas saya kasih separuh gaji saya, enak tho ?" dan akhirnya ramalan saya pun benar adanya. yang stres gagal total tak segan segan meminta kembali sembako yang telah dibagikannya pada rakyat jelata, yang gila seperti tetangga saya akhirnya masuk kandang rumah sakit jiwa yang denger denger memecahkan rekor MURI karena pasiennya bertambah banyak. dan yang ngga punya otak ya naas mati bunuh diri seolah olah hidup ini sudah ngga berarti sama sekali. "oalahhhh,...negoro ini mau jadi opo tho yo ???" dan saya semakin lenger lenger mendengarnya.

tapi yo ben, sing edan yo ben edan. yang jelas saya ndak mau ngurusin wong edan. wong ngurusin diri sendiri seperti saya ini saja sudah edan kok malah ngurusin wong edan.

"walau bagaimanapun juga hidup ini terus berlanjut mas. ngga peduli apa sampeyan lagi stres, ngga waras, edan, gila, hilang ingatan, sakit, mumet, cekut cekut, lenger lenger. tetep aja harus terus berjalan. menatap masa depan. berusaha lebih baik lagi dari hari kemaren. lakukan yang mesti dilakukan. kerjakan apa yang harus dikerjakan. dengarkan kata pak SBY diiklan tipi itu. singkat, padat, jelas, berisi. LANJUTKAN !!!" kata teman saya.

"LANJUTKAN EDANNYA !!!" sahut teman saya yang satunya lagi.

ic_m.gif

11:42 Posted in Cerita | Permalink | Comments (25) | Email this

All the posts