17 November 2009

mencari cinta

dan kepala saya menjadi cenut cenut ketika melihat ajang pencarian jodoh yang ada ditelevisi yang hampir ditanyangkan setiap waktu itu. sungguh saya seperti melihat orang orang frustasi yang seolah olah sudah tidak sabar seakan besok hari datang kiamat, dan mungkin terbesit dalam benak mereka semua apa jadinya jika saya ini belum mendapatkan pasangan hidup ?

semua berkumpul jadi satu. berlomba lomba mencari cinta sejati, itu katanya. dari usia yang masih terlihat belia sampai yang sudah tua. dari yang masih perawan sampai yang sudah janda punya anak. dari yang perjaka sampai yang baru saja menjadi duda. dari yang berwajah tampan sampai muka pas pas'an. semuanya jadi satu tumplek blek dalam acara tersebut. dari wiraswasta, guru, marketing, pengacara, dokter gigi, pengusaha, seniman, musisi, pegawai negeri dan apapun bentuk profesinya, semuanya merasa punya potensi untuk mendapatkan sebuah cinta sejati yang akan dibawanya sampai mati, itu juga katanya.

tapi ada beberapa yang sedikit jual mahal. alasan alasan seperti perbedaan agama, prinsip, fisik juga materi. seperti "saya kurang suka sama rambutnya." atau "aduh, masak pasangan saya lebih pendek dari saya ?" atau "menurut saya terlalu lebay deh." dan parahnya "plis deh, dengan pekerjaan kamu seperti itu, situ bisa menggaji saya 20juta per bulan ?" hal hal seperti itulah yang membuat saya menggeleng gelengkan kepala. tapi banyak juga yang maju terus pantang mundur. setidaknya dia tidak menuntut apa apa karena sadar diri mempunyai muka yang pas pas'an. mungkin dalam benaknya: kawin ! minggu depan aku kawin.

"apa segitu susahnya ya orang mencari pasangan hidup ? mbok ya kalau susah mencari pasangan hidup ya cari pasangan mati saja. itu di njaratan kan banyak." kata saya.

"orang kok sukanya komentar. diambil segi positifnya saja. setidaknya dengan adanya acara acara seperti itu bisa memberikan dalan padang bagi mereka meraka yang ingin punya pasangan. bisa jadi mungkin itulah jalan yang diberikan gusti allah sama mereka untuk mencari cintanya. jawab istri saya dengan diplomatis.

"bukan begitu, wong mau kawin saja kok susah. perasaan kita dulu ngga sampai segitunya deh ?" kata saya lagi

"ngga sampai bagaimana ?"

"ya pokoknya semuanya serba gampang dan ngga ribet. waktu pertama kali bertemu wajahmu, terus waktu pacaran lantas menikah sampai sekarang." jawab saya.

"yo kebetulan wae tak bikin gampang, kasihan nanti kalau tak bikin susah. ngga tega melihat tampang memelasmu itu mas." jawab aurel.

"dibikin gampang atau memang kamu juga cinta ? mbok ya ingat pas jaman pacaran dulu. setiap hari ketemu terus. ngga peduli angin ribut, hujan deras sampai hujan abu waktu gunung merapi mau meletus kamu minta ketemu. lupa ya ? kalau dulu pernah bilang ngga bisa tidur kalau belum dengar suaraku ?" jawab saya sambil cengengesan.

"mbuh..."

cinta. seolah dijaman sekarang ini, cinta terkondisikan bukan suatu hal yang utama. dulu katanya datang dari mata turun kehati. sekarang saya rasa ungkapan itu hanya untuk orang orang kuno macam saya. susah mencari cinta dijaman sekarang ini. tak hanya bermodal tampang dan baik hati saja, tapi harus bermateri. bukan hanya setia dan saling memiliki, tapi juga harus bisa memberi. hingga akhirnya banyak orang kurang beruntung seperti teman teman kita diacara televisi itu mencari sosok pasangan yang sempurna.

dan pertanyaan selanjutnya. jika memang sudah mendapatkan pasangan, (yang mungkin saya melihatnya terlalu dipaksakan untuk mendapatkan pasangan.) seyakin apakah kalau itu adalah orang yang tepat pilihannya ? seinstan itukah mereka mengenal satu sama lain lantas menjalin sebuah komitmen untuk hidup berumah tangga ? atau ini memang hanya sebuah permainan cinta yang dikemas baru dalam sebuah program acara bernama reality show ?

"saya rasa sampeyan memang kuno mas. dijaman sekarang ini memang ngga cukup modal cinta. mau dikasih makan apa kalau tak punya modal ? sementara kebutuhan hidup yang semakin membumbung tinggi, perekonomian negara yang makin semrawut, ditambah merajalelanya para kuruptor yang semakin menyengsarakan rakyat. bisa apa kita kalau ngga punya materi yang cukup ? apalagi menyangkut urusan cinta." komentar teman saya suatu hari.

lantas dengan pikiran yang cekak ini saya bertanya tanya. apa hubungannya negara yang sedang rusuh (baca: rusuhnya peekonomian negara, rusuhnya lembaga lembaga pemerintahan, rusuhnya keadilan kita, rusuhnya para wakil rakyat, rusuhnya para pejabat negara, juga tak lupa para koruptor yang selalu ikut andil jika terjadi kerusuhan ini.) dengan urusan cinta yang diumbar dalam acara televisi seperti ajang pencarian pasangan hidup.

"ya harus dihubungkan, biar semuanya terbuka. mbok sampeyan ini mikir, bukankah kita ini para masyarakat yang suka buka buka'an. apalagi soal cinta, ya harus terbuka. bukannya situ juga manusia terbuka ?"  kata teman saya.

"terbuka aibnya maksud saya." lanjut teman saya lagi.

ic_m.gif

 

 

11:40 Posted in Cerita | Permalink | Comments (19) | Email this

10 November 2009

binatang

saat ini saya merasa kasihan pada para binatang binatang yang nama mereka dijadikan pelampiasan manusia untuk merendahkan manusia yang lain. saya jadi berfikir, apakah para binatang binatang itu menggunakan istilah manusia untuk membinatangkan binatang lainnya. entahlah, lha wong saya ini bukanlah binatang. tapi makhluk Tuhan paling mulia yang bernama manusia.

dosa apa para binatang itu hingga mereka menjadi sebuah tumbal untuk sebuah simbolisasi yang tersesan busuk, rendah, jorok, picik, dan entah kejelekan apa lagi yang ada dipikiran kita sebagai manusia untuk mengistilahkan binatang sebagai aib dalam kehidupan manusia. hingga nama binatang seperti anjing, monyet, babi, ular, kambing, bajing, tikus, hingga buaya. padahal tak ada hal yang mereka lakukan selain mencari makan, bertahan hidup, melindungi anak anaknya dan membuat sarang. juga tak pernah mereka mengenal kekuasaan dan mengenal yang namanya harta benda. lantas, salah apa binatang binatang itu hingga sedemikian kejinya kita menggunakan suara yang lantang, urat saraf yang tegang dan mata meradang. kita mengucapkan makhluk Tuhan yang namanya binatang.

bukannya saya tidak bersyukur menjadi manusia yang telah menerima segala nikmat Tuhan. merasakan keindahan dunia lewat mata, nikmatnya cinta lewat hati, merdunya suara lewat telinga, juga akal pikiran dan hawa nafsu yang harus kita kendalikan. tapi, sebagai manusia saya juga merasakan kekecewaan ketika melihat manusia lainnya saling caci, saling maki, saling benci. ketika melihat manusia saling menyakiti. ketika melihat manusia saling mengkhianati. penjahat yang melukai. aparat penegak hukum juga lembaga pemerintah yang entah apa bisa kita percayai. juga terlebih lagi koruptor yang membuat negara ini merugi.

jadi, layakkah kita menyebut binatang kepada manusia manusia ini ? yang sesungguhnya jika binatang binatang itu bisa mengerti apa yang sedang terjadi, mungkin mereka akan tertawa. itukah manusia ? yang bagaimanapun juga statusnya entah itu baik atau buruk tetap saja judulnya sebagai makhluk Tuhan paling mulia.

"sudahlah, mbok ya sampeyan ini bersyukur sudah diciptakan sebagai manusia. punya cinta, sehat walafiat, juga bahagia. kecewa dengan mereka mereka itu ya boleh saja, tapi ngga harus kecewa karena sudah menjadi manusia tho ? apa sampeyan mau menjadi binatang ?" tanya istri saya. belum sempat saya mengomentari istri saya ngomong lagi "memangnya sampeyan mau jadi binatang apa mas ?"

spontan saya berkata "burunggggg..."

"lha wong punya burung saja ngga bisa memelihara dengan baik kok mau jadi burung." tanya istri saya. (sebelumnya mohon komentar istri saya ini jangan disalah artikan. karena saya memang punya peliharaan burung peninggalan ayah saya. dua perkutut, dua derkuku, satu kutilang, satu murai batu, dan satu cucak ijo.)

"loh jangan salah, burung itu adalah binatang yang paling dicintai manusia. selain itu burung juga tergolong hewan peliharaan yang punya nilai jual tinggi. kamu juga sudah tau kan kalau murai batu kita sudah ditawar satu juta. kalau saja itu bukan peninggalan bapak, wes tak jual. lagian apa kamu pernah dengar ada manusia menggunakan istilah burung ? BURUNG! atau DASAR BURUNG!!! atau TITITMU KUI!!! bukannya marah, malah membuat orang ketawa." kata saya. dan istri saya geleng geleng mendengarnya.

mungkin ada benarnya juga pertanyaan istri saya. nah, kalau disuruh milih kalian mau jadi binatang apa ? hahahaha

"cicakkkkkk..." jawab teman saya serentak.

ic_m.gif

13:26 Posted in Cerita | Permalink | Comments (12) | Email this

09 November 2009

kembali lagi

jujur saya bertanya tanya apakah sampeyan sampeyan itu bener bener merindukan tulisan saya ? heran ? sebenarnya apa bagusnya selain melihat kehidupan saya yang ngga sempurna, melihat cerita saya yang membosankan, membaca kisah cinta saya yang kelewat romantis, amburadulnya kelakuan temen temen saya, mulut saya yang seperti sampah karena terlalu mengumbar aib orang, hingga akhirnya saya terkesan menjadi manusia yang ngawur. coba pikir. semoga kalian bisa bantu saya mikir, sebab saya memang ngga bisa mikir. apa bagusnya tulisan saya ? "blas ngga ada bagus bagusnya." begitulah sahut teman saya.

lantas kembali saya bertanya. apa tujuannya ? dulu saya katakan kalau menulis adalah obat dari kegilaan hidup saya. semua hal yang mengganjal dalam hati dan tidak bisa keluar dari mulut saya tuangkan dalam tulisan. menulis bagi saya adalah motivasi hidup. tapi bukan berarti saya menjadi seorang motivator hidup. saya serba blak blak'an. sepertinya tidak ada rahasia dalam diri saya, tidak ada hal yang perlu disembunyikan. bahkan teman saya mengatakan kalau saya ini terlalu over, lebay, cap cus, dan terlalu berterus terang. bahkan hal yang saya utarakan itu hanya melihat dari kaca mata yang saya kenakan. apa menurut pandangan saya. hingga saya dicap sebagai manusia egois, terkesan sombong, dan ngawur. walau teman teman saya sebenarnya juga sudah memahami kalau saya ini juga tak luput dari salah dan dosa. sadar hanyalah manusia biasa. biasa ngawur maksudnya.

nah, mungkin ada sebagian orang yang bisa menjadikan kisah yang saya tulis sebagai pembelajaraan hidup. ada juga yang memandang sisi positif dan mengambil hikmah dari tulisan yang saya sampaikan. dan tidak sedikit dari teman saya yang ikut mendukung dan mensuport saya untuk tetap semangat dalam hidup ini. rasa itulah yang membuat saya ingin terus menulis. saling berbagi dan melengkapi. tentang perihal baik dan buruk. suka dan duka. cinta dan derita. hidup dan mati. seperti dikatakan rho teman saya dikampoeng sebelah yang entah sekarang dimana dia berada, belgia, belanda atau masih di yogya ? kalau hidup itu semuanya serba kosok balen.

setelah saya kembali mikir. rasanya kalau saya meninggalkan dunia maya, saya malah semakin menjadi manusia yang anti sosial. maksud saya begini. sudah dikehidupan nyata saya jarang bergaul eh lha kok dikehidupan dunia maya saya semakin menjauh. bukankah saya seharusnya malah bersyukur dan terima kasih karena saya sudah punya temen buanyak ? bukannya hal itu yang saya lakukan tapi saya malah meninggalkan teman teman yang sudah mengenal saya. saya mau hidup ini seimbang, tanpa harus ditimbang. semakin mengenal dunia nyata, hidup dikampoeng, penuh unggah ungguh, saling menyapa, wedangan, ronda, rapat rt, arisan, hadir dalam hajatan, mengusap air mata kalau ada layatan, juga hidup serasi, seiya, sekata, saling bantu dalam bertetangga. deso mowo coro negoro mowo toto. dan tak lepas dari itu semua, saya ingin tetap menjalin hubungan baik dengan teman teman saya yang jauh lewat dunia maya. hingga tali silaturahmi ini ngga putus. tidak akan pernah lupa. dan tak akan pernah hilang dari ingatan.

saya cuma mau bilang. blog ini tak akan mati ! dan saya masih disini.

ic_m.gif

15:42 Posted in Cerita | Permalink | Comments (3) | Email this

14 May 2009

ndobos award

lantas terbesit dalam benak saya. kelak after saya modiar, alias meninggal dunia, wafat, gugur, mampus, koit, tewas, atau apapun sebutannya itu yang intinya habis masa kontrak untuk menghuni dunia ini. saya ini dikenang sebagai apa ? apakah saya dikenang sebagai orang pinter ? jelas ngga mungkin. apakah saya dikenang sebagai orang yang berjasa ? dalam hal apa dulu ? apa saya dikenang sebagai orang yang jujur ? apakah saya dikenang sebagai tukang kibul ? atau apa ?

ya, apa ? apa yang sudah saya lakukan didunia ini ketika saya ini masih hidup ?

saya kok rasanya menjadi seperti manusia yang tersingkir ketika teringat pertanyaan itu. seperti ada yang berbeda dari kebanyakan orang yang mungkin sudah buanyak sekali melakukan hal hal yang berguna dalam hidup ini. sedangkan saya ? nol besar.

tentu alangkah indahnya para pahlawan itu yang namanya diabadikan menjadi nama jalan. alangkah bangganya semua keluarga, sanak sedulur dan keturunan serta teman temannya melihat dan kembali mengenang sosok yang telah berjasa pada bangsa dan negara. hingga cerita demi cerita ngga akan pernah bosan bosannya untuk didengar ulang. menjadi sebuah contoh tauladan bagi generasi muda.

tentu alangkah bangganya mereka yang telah berjasa bagi orang lain. para guru yang sudah berhasil mendidik murid muridnya. para pemimpin bangsa yang hebat hebat. para wakil rakyat yang duduk dikursi empuk pemerintahan. para dokter yang menolong orang sakit. dan sungguh, merekalah orang orang yang berguna bagi bangsa dan negara.

tentu alangkah senangnya ketika para pekerja seni mendapatkan apa yang selama ini mereka impikan. para bintang film yang mendapatkan penghargaan berupa piala citra. para penyanyi mendapatkan predikat sebagai diva. atau para penulis yang mendapatkan award dengan tinta emas. yang semua itu tentu menjadikan diri mereka sebagai sosok penginspirasi banyak orang.

akan tetapi alangkah naasnya ketika para teroris, pembunuh, koruptor, preman, kecu dan sebangsanya akan dikenang sebagai orang orang yang celaka. dan mungkin itu memang resiko yang akan mereka terima dan mereka unduh karena semasa hidup tidak menjadi orang yang berguna.

karena saya tidak pernah mendapatkan sebuah penghargaan atau award yang kelak mungkin bisa menjadikan saya orang yang dikenang. lantas yang saya lakukan tidak lain tidaklah bukan yaitu membanggakan diri saya sendiri. alias narsis. berkaca dan ngomong sendiri seperti wong edian. misalnya, kalau saya ini ternyata ganteng, kalau saya ini imut imut, kalau saya ini lucu, dan masih banyak lagi. hingga kadang tidak sengaja hal itu terucap dengan sendirinya "ah, lha ya masih mendingan saya daripada dia." kalimat perbandingan seperti itulah yang membuat saya ngga ada harganya. menjadi manusia murahan.

saya sering menemukan postingan dari blog teman teman semuanya yang isinya memberikan sebuah award kepada blogger lain. blog paling bagus, blog paling imut, blog paling penginspirasi, blog paling lucu, blog paling memble, blog paling kece, blog paling ini dan paling itu. berhubung IQ saya jongkok, saya tidak pernah mengerti apa maksud dari sipembuat award tersebut ? dan yang paling membuat saya tidak mengerti lagi, kenapa hal tersebut dilakukan seperti halnya bisnis MLM. orang yang mendapatkan award diharuskan untuk memberikan award lagi kepada yang lainnya. begitu seterusnya hingga semuanya kebagian award.

"loh ngga ada salahnya kan ? karena semuanya kebagian award maka semua bisa dikenang. semua bisa terkenal. sampeyan aja yang terlalu sinis karena ngga pernah mendapatkan award." kata teman saya.

dengan semangat, teman saya pun masih melanjutkan kicau kicauannya. "itulah kenapa sampeyan ngga pernah terkenal mas, apalagi mendapatkan award, lha wong ngasih award ke orang lain saja ngga pernah kok."

nah, sempurna kan ? setelah saya menjadi manusia murahan yang selalu membanggakan diri karena tidak pernah mendapatkan penghargaan, sekarang saya merasa tambah murahan lagi karena tidak pernah memberikan penghargaan kepada orang lain.

"oalah,...jadi sampeyan itu pengen dikenang tho mas ceritanya ? pengen dikasih penghargaan ? ya sudah, begini saja. berhubung sampeyan suka ngomong ngalor ngidul sak enak udel'e dewe. maka tak kasih penghargaan ndobos award. piye ? cocok tho ?" kata teman saya lagi.

oalah nasib nasib...sambil geleng geleng kepala meratapi mau jadi apa saya nanti.

ic_m.gif

10:45 Posted in Cerita | Permalink | Comments (36) | Email this

12 May 2009

sok

hari minggu kemaren saya bersama istri menghadiri resepsi pernikahan seorang teman. resepsi tidak diadakan digedung tapi dirumah. dan terus terang undangan resepsi kemaren itu adalah salah satu resepsi yang membuat saya capek karena acaranya yang terlalu lama. begitu pula keluh istri saya dan para undangan yang duduk disekitar kita.

"saya ngga habis pikir, orang sekaya dia kok cuma kayak gini saja, padahal itu kan anak perempuan satu satunya." kata seseorang yang saya ngga kenal.

"ya lumrah, wong dekor, rias pengantin, sama campur sarinya saja cuma seharga 5 juta." sahut yang lainnya lagi.

"wes, sungguh sungguh mengecewakan. nek dadi aku ngga perlu repot repot. tinggal pesen gedung ama catering. beres" katanya lagi.

ya gitu dehhh, saya bersama istri saya hanya geleng geleng kepala saja. dari yang bilang soal dekorasi yang ngga karuan hancur, makanan yang adem, sop ayam yang hambar, teh hangat yang sudah ngga hangat lagi, sampai tata rias pengantin yang bedaknya luntur. dan masih banyak lagi komentator komentator lainnya yang berbicara soal hari bahagia teman saya itu.

dan akhirnya saya hanya mengucapkan selamat menempuh hidup baru, selamat berbulan madu, bahagia dimalam pertama dan semoga tahan lama.

lain cerita. kemaren saya duduk didepan kompie selama berjam jam sampai saya lupa makan. yang saya lakukan tidak lain hanyalah membaca postingan beserta komentar dari awal pertama saya ngeblog sampai postingan terakhir dibulan mei 2009 ini. kalau dijilidkan mungkin bisa menjadi sebuah buku tebalnya sebantal. tak lupa ketika saya melihat isi komentar dari seorang teman, saya selalu membuka link dari blognya tersebut. tujuannya, ya menyambung kembali tali silaturahmi. ada beberapa link yang sudah tidak bisa dibuka, ada yang pindah alamat, adapula yang sudah hiatus lama. tapi semuanya itu saya tetap meninggalkan jejak walau sekedar menyapa dalam tagboard.

nah, ketika membaca postingan postingan saya yang dulu. saya ini seperti menjadi penceramah, seperti menjadi guru, memberikan petuah petuah, ajakan, yang juntrungannya mungkin ngga jelas sama sekali. saya seperti mengajak semua pembaca lalu menuntut mereka untuk menuruti apa kata saya. entah itu dalam postingan cerita, opini, puisi, curhat, atau narasi yang diakhir cerita selalu saja saya bubuhkan sebuah pesan dan harapan. saya selalu terlihat tua, saya selalu terlihat lebih berpengalaman, saya selalu terlihat lebih tahu, dan saya selalu terlihat lebih pandai, cerdas dan pintar.

setelah saya sadar saya punya penyakit sok seperti itu, mata saya terbuka. saya yang mengaku pinter ternyata cuma punya otak pas pas'an, saya yang mengaku pandai ternyata cuma punya pikiran cekak, dan saya yang mengaku cerdas ternyata cuma ber-IQ jongkok. dan semua penyakit sok itu terkumpul dalam tulisan yang saya sebarkan dan dibaca oleh ribuan orang. sempurna sudah penderitaan saya.

itulah kenapa banyak yang bilang saya ini kurang waras. sehingga tidak sedikit teman teman saya mengeluarkan komentar dan bunyi bunyian pada saya soal hal ini. dan ini ngga ada bedanya ketika saya mendengar bunyi bunyian ketika hadir dipesta pernikahan teman saya kemaren.

"makanya mas, sampeyan itu ngga usah neko neko bikin tulisan yang aneh aneh. ya kalau yang tanggap itu orang yang ngerti sama tulisan yang sampeyan maksudkan, kalau disalah artikan ?" begitulah kata seorang teman saya.

"kalau emang dasarnya lemot ya lemot, ngga usah sok sok'an. mbok yao utek sampeyan diganti prosesornya atau ditambahin memorynya tetep aja ngehang." lanjut teman saya lagi.

perihhh...

ic_m.gif

11:38 Posted in Cerita | Permalink | Comments (34) | Email this

08 May 2009

setiap awal bulan

untuk saat ini, hal yang paling membahagiakan dalam hidup saya ketika melihat istri saya menghambur hamburkan uang. entah itu uang pemberian saya atau upah gaji yang diberikan perusahaan tempat dimana dia bekerja yang diterimanya setiap awal bulan. sungguh, hidup ini rasanya tidak ada yang kurang. semuanya serba kecukupan.

hal yang menjadi suatu keharusan, dimana saya harus mendorong troli besi ketika sedang belanja kebutuhan rumah tangga. istri saya hanya melihat daftar belanjaannya yang sudah dirumuskan dan diracik tentang apa saja yang akan masuk kedalam troli yang saya dorong tadi. entah itu sabun mandi, rinso, shampo, odol, sikat, kapas, tissue kamar mandi, obat nyamuk, pewangi baju, sampai pembalut. itupun saya juga tidak mengerti kenapa dia mengambil berbagai macam jenis. dari yang anti kerut tanpa gel, super maxi, super reguler, ultra slim, sampai ultra soft yang saya sendiri tidak paham dimana segi penempatan dan fungsinya. hingga tak lupa kudapan seperti kokokruch, bengbeng, wafer tango, kacang garuda, oreo, sampai makanan dan minuman isntan seperti lafonte, indomie, nuget, yakult sampai fanta tak pernah ketinggalan. yang akhirnya saya hanya disuruh mengambilkan barang barang tersebut laksana kacung yang hormat sama mandornya.

jangan berfikir kebahagiaan itu berakhir sampai disini. ketika urusan barang barang rumah tangga itu selesai. seperti biasanya dia mengajak saya untuk pergi kecounter kecantikan. entah itu sari ayu, latulip atau cepuk saya sendiri tidak paham. yang jelas barang barang seperti deodorant, hanbody, pembersih, astringen, pure balance, lisptik, lipsglos, bedak tabur, bedak padat, alas bedak, pensil alis sampai maskara tak pernah absen tertulis dalam seket belanjaannya yang bila dinota mungkin hasilnya lebih mahal daripada keperluan rumah tangga diatas.

ketika daftar belanjaan itu sudah sukses dibeli, dengan mulut ngowoh masih sempet sempetnya dia berkata "mas, apalagi ya yang kurang ?"

sambil geleng geleng kepala, dalam hati saya berkata. "rasanya saya kepengen jadi wanita."

selalu dimanja.

selalu diperhatikan.

selalu dibahagiakan.

hingga tertawa.

merajuk mesra.

mungkin itu yang dirasakan istri saya tanpa mempedulikan apakah kepala saya sedang cekot cekot atau tidak. yang jelas, lewat tawa mesra bahagianya itu, dia yakin kalau saya selalu mencintainya.

ic_m.gif

11:27 Posted in Cerita | Permalink | Comments (31) | Email this

05 May 2009

LANJUTKAN !!!

apa kabar ?

akhir akhir ini memang saya sering timbul tenggelam dalam urusan tulis menulis dalam komunitas yang disebut sebagai blog. saya akui memang saya ini pemalas. tidak bisa berbasa basi seperti kebanyakan para blogger yang rajin update setiap hari entah menceritakan apa saja yang ingin mereka ceritakan. dari hal yang penting sampai hal yang ngga penting sekalian. dan saya akui pula kalau saya memang sudah ngga aktif seperti dulu lagi, mengunjungi blog teman teman, berkomentar, lantas sapa menyapa dalam messenger. saya sudah ketinggalan berita, saya sudah jadul, dan saya sudah gaptek dalam urusan ini.

disamping itu saya juga sepertinya sudah kehabisan cerita jika menulis untuk dituangkan kedalam blog ini. sudah banyak sekali cerita tentang saya, yang mungkin banyak buruknya daripada baiknya. sudah banyak sekali orang yang mungkin tersakiti oleh sindiran sindiran dalam tulisan saya yang mungkin ngga bermutu sama sekali. juga banyak sekali orang yang bosan mengomentari saya, bahkan saking bosannya sampai sampai mereka semua sudah males untuk komentar.

saya bingung dan kembali bertanya kepada diri saya sendiri. ( bisa jadi saya sudah gila kenapa kok saya tidak bertanya kepada orang lain dan malah mengalamatkan pertanyaan itu kepada diri saya sendiri yang pasti jawabannya tidak pernah saya mengerti.) tentang tujuan awal saya menulis nulis kurang kerjaan seperti ini. menceritakan semua hidup saya yang berantakan. menceritakan semua kisah cinta saya yang sok romantis. juga menceritakan semua teman teman saya, bahkan dengan terang terangan saya bercerita tentang mereka yang mungkin tidak semestinya saya ceritakan. coba ? untuk apa semua ini ?

saya memang terpuruk dalam sebuah keadaan yang membuat kepala saya serba lenger lenger. hingga saya lebih suka menyendiri, anti sosial, mbisu, tuli, jotak'an, dan menutup diri dari dunia. sampai sampai pekerjaan dan sekaligus hobby saya (menjual diri) yang bisa mencapai target setidaknya 350jt per bulan saya lepaskan begitu saja. itu semua karena kepala saya memang sudah kelewat mumet. ya akhirnya saya hanya meratapi diri karena frustasi yang akut. akhirnya banyak sekali yang bertanya kenapa saya ini suka menghilang dan kenapa saya ini ngga pernah bersilaturahmi seperti dulu. banyak sekali yang bertanya apakah keadaan saya baik baik saja? apakah penyakit gila saya kumbuh lagi? apakah saya ada masalah? apakah saya kawin lagi? bahkan sampai pertanyaan yang kelewat ngawur.

"kenapa mas ? apa sampeyan sibuk ikut ikutan nyalonin diri jadi caleg ?" kata teman saya suatu hari.

mendengar komentar teman saya itu saya jadi berfikir panjang. ( saya juga heran, kenapa orang yang punya pikiran pendek seperti saya bisa berfikir panjang. ) saya tidak mau gila saya bertambah karena sok sok'an ingin ngurusin orang lain, lha wong ngurus diri sendiri saja saya masih ngga karuan nggenahnya kok dengan pedenya ikutan jadi caleg ngurusin negara. saya ngga mau seperti tetangga saya yang akhirnya edan gara gara tidak mendapatkan suara hingga gagal total duduk dikursi empuk pemerintahan. padahal sampai susah payah utang sana sini buat promosi, gadai'in surat tanah dan rumah, sampai sampai cari sponsor dengan iming iming "kalau saya berhasil nyaleg, sampeyan duduk manis dirumah saja lantas saya kasih separuh gaji saya, enak tho ?" dan akhirnya ramalan saya pun benar adanya. yang stres gagal total tak segan segan meminta kembali sembako yang telah dibagikannya pada rakyat jelata, yang gila seperti tetangga saya akhirnya masuk kandang rumah sakit jiwa yang denger denger memecahkan rekor MURI karena pasiennya bertambah banyak. dan yang ngga punya otak ya naas mati bunuh diri seolah olah hidup ini sudah ngga berarti sama sekali. "oalahhhh,...negoro ini mau jadi opo tho yo ???" dan saya semakin lenger lenger mendengarnya.

tapi yo ben, sing edan yo ben edan. yang jelas saya ndak mau ngurusin wong edan. wong ngurusin diri sendiri seperti saya ini saja sudah edan kok malah ngurusin wong edan.

"walau bagaimanapun juga hidup ini terus berlanjut mas. ngga peduli apa sampeyan lagi stres, ngga waras, edan, gila, hilang ingatan, sakit, mumet, cekut cekut, lenger lenger. tetep aja harus terus berjalan. menatap masa depan. berusaha lebih baik lagi dari hari kemaren. lakukan yang mesti dilakukan. kerjakan apa yang harus dikerjakan. dengarkan kata pak SBY diiklan tipi itu. singkat, padat, jelas, berisi. LANJUTKAN !!!" kata teman saya.

"LANJUTKAN EDANNYA !!!" sahut teman saya yang satunya lagi.

ic_m.gif

11:42 Posted in Cerita | Permalink | Comments (25) | Email this

21 January 2009

cina !

ada beberapa kisah yang pernah saya alami ketika bercerita tentang cina. seperti dalam postingan "melodrama mei 98" yang saya tulis dibulan mei tahun 2007 yang lalu. ada beberapa kisah yang pernah saya alami ketika bercerita tentang cina. dan entah kenapa ada banyak kesedihan yang tertanggal dalam ingatan ketika mendengar kata cina.

misalkan saja setelah kejadian melodrama mei 98 itu. entah kenapa saya selalu terobsesi dengan wanita cina. hingga akhirnya saya pernah mempunyai pacar seorang keturunan cina. dan bisa jadi itu adalah kala pertama kali saya merasakan pacaran. kala pertama kali saya merasakan jatuh cinta. kala pertama kali saya merasakan tidur ngga pernah nyenyak dan makanpun tak pernah enak. kala pertama kali saya merasakan bahagia setelah berkali kali saya selalu gagal jika berurusan dengan wanita, entah itu ditolak atau bertepuk sebelah tangan. kala pertama kali hidup ini serasa terberkati dengan datangnya malaikat hati. sungguh sangat susah sekali untuk dijabarkan dengan kata kata. caranya berjalan yang seakan akan melayang, bagai mambang keluar dari rerimbunan petang. terasa jari jarinya yang lentik dan bersih waktu meremasnya seakan berharap padanya bahwa cintanya tak akan pernah pudar walau cahaya fajar tak lagi mekar. tergerai rambutnya yang panjang hitam terawat berkilauan. terlihat wajahnya putih cantik sayu memandangku termangu dengan mata murung sendu. ada sesuatu yang membuat hati ini terenyuh, entah apa tapi terlihat seperti lambaian yang ragu.

ya, segalanya memang terasa indah waktu itu. tapi cinta memang tak selalu berakhir bahagia. jarak, waktu dan segala perbedaan yang ada kadang mengalahkan semua janji janji yang pernah terucap waktu itu. akan saling setia, saling mencintai, sehidup semati, dalam suka dan duka, bahkan kesurga atau keneraka akan selalu bersama. indah ? bisa saja. tapi saya melihatnya hanya sebuah gelora asmara masa muda. cinta tak selalu indah, cinta tak selalu barakhir bahagia. tapi setidaknya saya jadi mengerti bagaimana jatuh cinta itu. bagaimana menyamakan perbedaan yang ada. bagaimana melatih kesabaran. bagaimana cara kita mencintai dengan indah. dan bagaimana supaya kita bisa dicintai dengan tulus hati.

aduh maaf, lagi lagi saya ngelantur. bercerita ngawur tentang kisah cinta saya yang sudah terkubur.

saya jadi teringat sebuah cerita yang pernah diceritakan teman saya yang mati gara gara dia seorang cina. saya akan mencoba menceritakan ulang sesuai dengan apa yang diceritakan teman saya waktu itu. "aku" dalam cerita ini adalah temannya teman saya yang mengalami kisah ini beberapa tahun yang lalu.

aku seorang cina.

cina. kataku dalam hati. aku teringat semua teman disekolah memanggilku singkek. terlebih lagi mereka memanggilku dengan wajah dengki. aku murung mendengarnya. aku tak mengerti. kenapa mereka memanggilku dengan sebutan singkek. mereka memanggilku dengan sebutan cina yang pelit. sering kali aku menjadi bahan ejekan dan tertawaan teman teman. kadang mereka melempariku dengan batu. kadang mereka mengunciku dalam kamar mandi, mengambil paksa sepatuku dan menyembunyikannya, bahkan sering kali aku melihat teman teman mengerubungi sepedaku dan mengempesinya hingga akhirnya aku pulang berjalan sambil menuntun sepedaku ditengah terik matahari yang panas tepat diatas kepalaku. akhirnya aku hanya bisa mendatangi ibu sambil menangis tersedu. lalu ibu menghapus air mataku. sambil tersenyum ibu memelukku dan mengusap usap rambut dan wajahku.

entah apa salahku mereka semua membenciku. aku seperti dikucilkan. aku tak punya teman. apa salahku menjadi seorang cina. kadang aku ingin hidup normal. seperti mereka. mambaur satu sama lain. tanpa perbedaan. kadang aku menyesali kenapa aku terlahir seperti ini.

sampai pada suatu hari. dibulan agustus, waktu pesta kemerdekaan. aku bermain sendiri dihalaman rumah. kulihat merah putih berkibar dengan gagah dan berani. lalu ku memainkan bendera itu, menaik turunkan. aku tersenyum sendiri. tanpa sengaja bendera macet tak bisa kutarik keatas. kini posisinya berkibar setengah tiang. aku kesal. akhirnya kubiarkan saja bendera berkibar seperti itu. lalu pergi dan berlalu

orang orang terlihat marah waktu itu. ayah yang kena getahnya. orang orang memakinya. menunjuk nunjuknya. mengatakan ayah komunis. bahkan hampir ada yang memukulnya. untung saja ketua rt datang dan berhasil mencegah warga melakukan tindakan main hakim sendiri. dan meminta ayah untuk menjelaskan hal ini. terlihat air muka ayah membeku. aku takut. kudekap pinggang ayah. memeluknya. ayah pun membalas memelukku. tapi aku masih tak mengerti, apa salah ayahku dengan bendera itu. wajahnya pucat pasi, ia ingin mengucapkan sesuatu, tapi tak sempurna. sementara ibu hanya menatap kami dari balik pintu, matanya takut seperti mataku. seperti melihat hantu.

lalu ayah mengajakku masuk kedalam rumah. kemudian menarik lenganku. mengangkatku dan memangku. ayah memberitahu sesuatu padaku. katanya pada hari kemerdekaan bendera tidak boleh dikibarkan setengah tiang. itu tanda berkabung dan memperingati kematian. kita sedang tidak berduka dan bersedih. kita sedang bergembira merayakan kemenangan negara ini. walau sebenarnya aku mengerti kalau kemerdekaan bangsa ini dibayar dengan mahal. ribuan nyawa hilang melayang. para pahlawan yang rela berkorban. lantas pikirku waktu itu, bukankah kemerdekaan kadang harus kita ingat sebagai sesuatu hari besar yang kita maknai dengan banyak pengorbanan. titik darah penghabisan. bukan hanya sebagai kemenangan yang kita rayakan dengan meriah.

lantas aku bertanya pada ayah. kenapa mereka membenci kita sampai sedemikan rupa ? mengapa mereka selalu menyebutku cina. singkek. dan sebutan lainnya yang menyakitkan hati. lantas ayah menjelaskan padaku semua itu.

"entahlah, kenapa mereka berkata seperti itu. mereka bilang orang cina itu tak mengenal agama, penyembah berhala, menolak dan melawan Tuhan, dicurigai sebagai komunis. mereka bilang kami pura pura jadi abdi negara, mereka bilang kami berlindung dibalik merah putih dan perlahan ingin menguasi bangsa ini, mereka bilang kami orang yang pelit, suka menimbun harta, dan segala tuduhan tentang kejelekan kami orang cina yang hidup disebagai kaum minoritas negara ini. tapi, siapapun kamu, menjadi apapun, jika tidak ada rasa mencitai, jika tidak ada rasa menyayangi, apa gunanya hidup ini. itu yang paling penting nak." begitulah kata ayah waktu itu.

malam itu aku semakin memahami kata kata ayah. aku tertidur dan bermimpi ayah membelikanku seekor anjing yang lucu. aku senang sekali. tetapi lagi lagi teman temanku melempari anjingku dengan batu dan memukulinya dengan kayu hingga mati. aku terbangun dan berteriak teriak. ayah ibuku memelukku. aku menangis. "apa salahku pada orang orang itu ?" lagi lagi ibu mengusap air mataku dan ayah berkata padaku, "karena matamu sipit dan kulitmu putih susu, sayang."

bulan mei 98 ketika kerusuhan itu membuat kami resah. kami hanya berdiam diri dirumah. kesenjangan benar benar terlihat. serasa semua orang dinegara ini berhasil melampiaskan amarahnya. seperti dulu ketika aku tak sengaja membuat bendera merah putih berkibar setengah tiang waktu hari kemerdekaan. mereka semua seperti serigala. mereka semua kerasukan setan. sampai akhirnya teriakan warga kampung terdengar. "INI RUMAH ORANG CINA." ayah dan ibu menutup puntu dan jendela rumah rapat rapat. menguncinya. kami ketakutan. kami hanya bisa berdoa. semoga Tuhan melindungi umatnya. batu batu dilempari. mereka mendobrak pintu rumah kami. mereka menjarah barang barang berharga. kami hanya bisa berdiam diri. ketakutan setengah mati. dan mungkin ini memang ajal kami. "BAKAR. BAKAR." terlihat ayah memohon mengiba iba untuk nyawa kami. tapi mereka semua tidak peduli. "BAKAR. BAKAR !!!" teriak mereka lagi. lantas mereka melempari kami dengan botol berisi bensin. aku lihat wajah ibu, aku lihat wajah ayah. kupanggil mereka. batu batu berhamburan diatas kepalaku, beberapa mengenai tubuhku. terasa sakit. terasa perih.

terasa panas, kini api menjilati tubuhku. kulit putihku mengelupas. begitu pula dengan ayah ibuku. aku tahu mata sipitku terpejam selamanya. tubuhku meleleh. berubah menjadi ungu sendu warna abu. terbang sampai nirwana bersama ayah ibu. berjumpa Tuhan yang menyapaku dengan hati. tidurlah, dalam indahnya mimpi. ---

begituah cerita yang disampaikan teman saya waktu itu. kemudian saya bertanya pada aurel. apakah kesenjangan ini masih ada ? apakah mereka masih menganggap kita orang orang pribumi asli tidak manusiawi ?

"semua sudah berakhir. aku yakin mereka tidak pernah berfikir begitu. mereka juga sama warga negara ini. sama seperti aku, sama seperti kamu, hanya warna kulit dan bentuk mata yang membedakan. tapi itu tidak berarti apa apa. sekarang segalanya akan menjadi lebih baik. lihat saja, sebentar lagi imlek akan datang, kembang api berhamburan, mereka membagikan kue keranjang, memberi kita ampao dan doa agar kesehatan, kelancaran rejeki dan keselamatan selalu menyertai kita." kata aurel padaku hari itu.


15:20 Posted in Cerita | Permalink | Comments (25) | Email this

11 December 2008

jika saya mati...

pastinya saya ngga mau nyusahin.

bapak dari istri kakaknya istri saya meninggal. dan tentu saja suasana duka menyelimuti orang yang ditinggalkannya. istri setia yang sudah menemaninya puluhan tahun, anak anak yang melengkapi kehidupan dan menciptakan canda juga penuh tawa, serta cucu cucunya yang lucu sebagai obat penghilang rindu.

hari itupun saya sempatkan untuk ikut berkabung. bahkan istri saya pun selalu mewanti wanti saya, siapapun orang yang kita kenal jika meninggal entah itu teman, kerabat atau keluarga dekat kita harus ikut berkabung. ikut mendoakan semoga segala amal ibadahnya bisa diterima disisiNya. "nanti kalau sampeyan mati rak yo ngga bakalan ngubur sendiri tho ?" begitu katanya sebelum saya mau berkata kalau saya tidak bisa berangkat dan turut berduka cita karena memang ada urusan kantor yang tidak dapat ditinggalkan. lantas istri saya pun membunyikan kicau kicauan yang akhirnya mengharuskan saya datang diacara isak duka tangis itu.

memang, dalam urusan mati segalanya tidak ada yang tidak mungkin. jika yang diatas sudah menghendakinya dan yang terjadi maka terjadilah. kita hidup itu memang menunggu mati. siapapun akan mengalami mati. Tuhan tidak akan pilih kasih. yang sehat atau yang sakit, yang kaya atau yang miskin, yang tua atau yang muda, yang waras atau yang gila, semua pasti akan mati, mangkat, wafat, meninggal dunia, gugur, koit, mampus atau tewas. apa pun sebutannya, intinya ya sama saja nyawa terangkat dari raga. lantas, sebagai manusia ya kita hanya bisa menyiapkan diri saja. bukan berarti menyiapkan pembagian harta warisan yang akan dibagikan atau menyiapkan pemakamanan dan bentuk batu nisan yang seperti apa. akan tetapi menyiapkan amal ibadah agar kita bisa menjadi makhluk Tuhan yang selayaknya. begitulah kata istri saya.

nah, setelah kita sadar kalau sebenarnya kita hidup itu menunggu mati, lantas pertanyaan berikutnya adalah, apakah kita siap menghadapi kematian ? entah itu kematian seperti apa yang menghampiri kita. mati muda, mati tua, mati bunuh diri, mati karena sakit, mati karena kecelakaan, mati karena cinta, atau apalah. dan apakah kita sudah siap ? bahkan hari itu saya tanya pada istri saya. apakah kamu sudah siap cin kalau saya tinggal mati. yang artinya memang hubungan kita sudah selesai, the end, tamat.

"hus, mulutmu kalau ngomong itu mbok ya dijaga tho mas." kata istri saya dengan sinis.

"lho memangnya kenapa, kata kamu semua orang pasti akan mati. siap atau ngga siap ya kita harus menerima dengan ikhlas arti kematian itu yang sebenarnya. begitu tho ?"

"lha iya tapi ya ngga baik aja kalau mikirnya sudah sejauh itu. ngga sadar apa kalau dikiri kanan sampeyan itu ada malaikat ? nanti kalau diaminin gimana ?" tanya istri saya lagi.

"ya palingan kamu jadi janda." jawab saya singkat.

"hus, sampeyan itu mbok jangan bertingkah nyolowadi. nanti kalau mati beneran gimana ?"

"ya dikubur. mau dikubur dimana juga terserah, atau mau diawetkan kayak mumi atau diair keras trus dijadiin pajangan supaya bisa kamu pandangi ya saya ngikut. wong namanya mati, ya gimana yang hidup memperlakukan saya kelak, saya manut. mau didoain ya syukur, mau ditanggapin wayang tujuh hari tujuh malam ya saya ngikut. gampang tho ? kelak kalau saya mangkat, saya ngga mau nyusahin orang rumah. wes, ikhlas lahir batin cin terserah mau apa. anggap saja ini semua berkah. apa susahnya." kicau saya dengan santai.

pandangan istri saya sudah seperti macan. kuku kukunya yang tajam rasanya mau nyakar muka saya yang imut lagi tak berdosa ini. seketika saya tersadar "iya, barusan saya ngomong apa ya..???"

"memang mas, sampeyan itu ngga pernah mikir kalau ngomong." celetuk teman saya.

"memang sampeyan bisa mikir mas ?" sambar teman saya satunya seperti bensin.

20:32 Posted in Cerita | Permalink | Comments (33) | Email this

31 October 2008

mencoba berpikiran kotor

dalam urusan pikiran kotor, saya memang tidak selihai pemerintah yang sudah membikin rancangan undang undang pornografi dan pornoaksi yang banyak sekali menjadi bahasan utama dimedia untuk saat sekarang ini. ada yang pro, ada yang kontra. ada yang setuju, ada yang tidak. ada yang mendukung, ada yang anti. pasti mereka juga punya alasan sendiri dengan pendapat perihal RUUAPP tersebut. entah, saya sendiri malah melilih idem. "atur saja..." begitu kata teman saya. "sampeyan memang ngga punya pendirian mas." sahut teman saya yang lain.

ya sudah, kita lupakan sejenak perihal undang undang jorok tersebut. mari kita membahas perihal pikiran kotor yang saya maksudkan diatas sesuai dengan apa yang terbesit dalam pikiran saya yang kata seorang teman memang penuh lendir adanya.

mari kita kembali kemasa suram beberapa tahun yang silam. masa itu waktu saya masih duduk dibangku sekolah. masa puber. masa dimana saya sudah tahu dan sudah bisa membedakan mana wanita cantik dan seksi. jujur saya mengagumi makhluk Tuhan yang satu itu. bahkan sampai sekarang saya masih mengaguminya. sebuah maha karya paling indah yang pernah diciptakan oleh yang maha kuasa. bahkan kadang pikiran jadi berandai andai, dari ingin melihat, ingin menyentuh, sampai ingin mencicipinya. ya, begitulah masa puber saya. untuk urusan tersebut saya rasa semua laki laki pernah mengalaminya. walaupun saya ini tergolong manusia ngga normal tapi untuk urusan yang satu ini saya masih normal. hal hal seperti melihat film biru (saya sendiri ngga tahu kenapa mesti dinamakan film biru, kok ngga film hijau ?) dan sejenisnya pernah saya lakoni. bahkan hal tersebut untuk membuktikan kalau saya ini memang laki laki sejati. "dasar manusia semi." celetuk teman saya.

nah, berhubung saya tidak selihai pemerintah. bahkan sampai sampai membuat undang undang jorok yang kesannya menyesampingkan persoalan persoalan yang lebih penting daripada bobroknya sistem hukum yang bisa disuap dan dimanipulasi, meningkatnya jumlah kaum mlarat dan pengangguran yang mengakibatkan angka kriminalitas yang tinggi, ambruknya pelayanan masyarakat, pelayanan kesehatan yang amburadul, sampai krisis global yang bikin perekonomian indonesia makin semrawut. dan seolah olah semua hal hal penting itu sudah teratasi hingga sempet sempetnya merumuskan undang undang jorok yang katanya melecehkan kaum perempuan.

"sampeyan jangan sembarangan ngomong lho mas. kok bisa melecehkan kaum perempuan ? bukannya bagus kalau ada undang undang itu. jadi sapeyan yang punya pikiran kotor nanti bisa kena pasal." sahut teman saya.

"lho, saya bilang kan katanya, itu bukan kata saya. kalau undang undang porno tersebut seolah olah menganggap perempuan menjadi biangnya malapetaka, sumber lahirnya pikiran kotor, sampeyan mau jeung dituduh sebagai penggoda iman ?" tanya saya balik.

saya lanjutkan lagi. media jorok itu ternyata tidak hanya melalui gambar diam atau gambar bergerak. ngga hanya didunia nyata tapi bisa juga didunia maya. sekarang, siapa saja bisa memasuki dunia maya yang bisa diartikan dunia bebas. dunia yang serba ada. segala fasilitas bisa ditawarin disini. dari yang blog, sampai komunitas. dari yang chat room sampai private chat. dari yang ngomong jorok sampai yang pakai web camera. semuanya bisa diatur. bisa dilakukan oleh siapa saja. mahasiswa, anak sma, karyawan, pengusaha, ibu ibu muda, tante tante kesepian, om om senang, sampai pejabat dan orang terkenal bisa melakukannya. dengan aman, rapi dan nyaman.

"sepertinya sampeyan paham betul ya mas." sambil cengar cengir teman saya berkata.

"dikit, tapi sudah ngga selihai dulu lagi." jawab saya singkat.

malu. mungkin begitulah kata yang tepat. malu saat saya berkaca. seolah hal hal jorok itu terlintas dengan jelas ketika saya sedang berkaca. lebih tepatnya saya lebih menyayangi diri saya sendiri. sebab kalau saya terus menerus berpikiran kotor, maka sudah pasti tubuh saya akan rusak. jadi ya jalan baiknya saya berusaha untuk berfikiran baik, tidak mencabuli diri sendiri dan melakukan hal yang lebih berarti. sehingga saya tidak dibilang kurang kerjakan karena mengerjakan hal hal yang berbau amis. seperti halnya membuat undang undang jorok yang saya denger kemaren diberita televisi memang sudah diresmikan. wah wah, selamat deh kalau begitu. wakil rakyat saya memang hebat. bukan begitu ? "bukaaaaannnn..."jawab teman saya dengan kompak bak paduan suara.

08:42 Posted in Cerita | Permalink | Comments (23) | Email this

All the posts