25 July 2009

sepeda

itulah usaha yang saya tekuni sekarang ini. lebih tepatnya warisan dari ayah saya. kami menyebutnya bukan toko, shop, store, atau istilah keren lainnya yang digunakan orang orang sekarang ini. seperti orang jualan baju tapi mereka menyebutnya butik, orang jualan makanan tapi enggan disebut warung dan menamakannya resto. atau orang punya jasa pelayanan internet tapi malu disebut rental warnet dan menamakannya internet cafe. kami menyebutnya bengkel. bengkel sepeda. ayah memulai usaha ini sejak awal tahun 70an. tanpa modal sama sekali. hanya mengandalkan kedua tangan dan kakinya.

ada kalanya saya harus ceritakan dulu, bagaimana keadaan kami waktu itu. menurut cerita ibu, hidup dijaman itu sangatlah susah. ibarat kata bisa mendapatkan sepiring nasi sehari, itu sudah cukup. dan beruntunglah orang yang bisa makan nasi. sebab biasanya mereka cuma bisa makan jagung dan ubi ubian yang dibakar. kota kami belum sebesar sekarang ini. jalanan depan rumah kami masih sempit. hanya dilewati sepeda, becak dan sesekali kereta roda pedati. belum juga tebal karena aspal. masih mengeras warna merah tanah yang memadat. pohon pohon masih berdiri dengan rindang. waru, ringin, jati juga asem melengkapi betapa kota kami terlihat tua. begitulah kondisi kota kami waktu itu. jika kamu bisa merasakannya dan menghayati lebih dalam, akan kamu rasakan kebisuan dan keremangan yang panjang. kupu kupu masih berkeliaran, ngengat dan kunang masih berdesingan, juga laron yang beterbangan dalam cahaya lampu jalan yang redup petang menyala dengan jarang. bangunan bangunan tua yang terawat dengan sejarah penjajah jaman walanda yang tergurat. hamparan sawah yang luas dengan orang orangan dan gubuk ditengah. sungai sungai yang masih jernih. juga hamparan padang tanah lapang yang luas tempat anak anak bermain main hingga petang datang menjelang. sedangkan rumah kami masih berdinding ayaman bambu, belum tembok batu bata dan berpondasi besi cor semen yang kuat. begitu pula lantai tanah yang masih berupa tanah, belum mengkilat warna putih porselen seperti saat ini. penerangan masih menggunakan petromak. hiburan hanya berupa suara rengeng rengeng radio. tidak ada sanyo karena harus menimba kalau mau mendapatkan air untuk mandi atau memasak. memang, waktu itu sungguh remang, tetapi terasa tenang...

dalam kondisi seperti itulah ayah membuka usaha bengkel sepeda. service sepeda. bukan sepeda motor akan tetapi sepeda onthel. sepeda geos. sepeda kayuh. sepeda adalah kaki bagi mereka yang menggunakannya. bagi pak tani yang subuh subuh berangkat kesawah, bagi para pedagang sayur yang jualan dipasar, juga bagi guru yang mengajar murid muridnya disekolah. maka, dengan meminjam perkakas dari tetangga sebelah rumah seperti palu, obeng, tang, dan yang lainnya. karena kata ibu, dulu ayah belum punya peralatan kerja sepeti itu. maka dia meminjamnya dan mengembalikannya setelah selesai. ayah mulai menekuni usaha service sepeda ini. segala jenis sepeda dari sepeda jengki, sepeda mini, sepeda kebo, strimin, sepeda roda tiga, sepeda anak anak, sampai gerobak dan becak roda tiga ayah bisa mengerjakannya. ada yang minta ditambal bannya karena bocor, ada yang minta diganti gearnya, remnya, gotri, as, atau rantai yang mungkin sudah rusak. maka kalau sudah urusan ganti mengganti ayah berjalan kurang lebih 10 km untuk membeli onderdil atau sparepart yang dibutuhkan. karena sudah mengenal dengan baik bisa dibayar belakangan. dulu kata ibu, ongkos untuk tambal ban yang bocor saja cuma 10 rupiah. entah apa itu sepadan dengan tenaga dan keringat yang keluar. setelah mendapatkan ongkos biaya jasa, biasanya ayah menyisihkan sebagian uang tersebut. dimasukkan dalam celengan bambu penyangga atap dalam rumah yang dilubangi.

setelah bertahun tahun, akhirnya usaha ayah membuahkan hasil. ayah tidak hanya menerima service sepeda tapi kini ayah juga menyediakan beberapa sparepartnya. seperti ban luar, ban dalam, velg, ruji atau jari jari, bos, as, laker, porok, sadel, pedal, mur dan baut dan yang lainnya. tentu saja selain dari uang tabungannya ternyata ayah mendapatkan kepercayaan penuh dengan teman bisnisnya. seorang cina baik hati yang mempunyai usaha sepeda terbesar dikota kami yang memberikan barang konsi. apa yang dibutuhkan bisa bisa membayar belakangan. dengan kata lain titip jual. dan hal itu berjalan sampai sekarang.

kini perkembangan sepeda semakin maju. dari harga ratusan ribu sampai puluhan juta. jenisnya pun semakin banyak, dari BMX, city bike, road bike, mountain bike, sampai folding bike. sparepartnya pun juga banyak pilihan. juga bahannya makin beragam, dari besi, crMO, alloy, carbon sampai titanium. betapa bodohnya saya. kenapa dari dulu saya tidak mendalami lebih dalam dan membantu ayah dalam usaha sepedanya ini. hingga saya harus belajar dari awal lagi. dulu, saya malah asyik dengan dunia saya sendiri. dunia tehnologi yang membuat saya dan mungkin membuat semua orang seperti saya menjadi sosok yang anti sosial karena hanya bertemankan sebuah benda mati yang hidup kerena aliran listrik dan sinyal. hingga saya susah untuk meninggalkannya. hingga saya tidak mengenal dunia saya yang sebenarnya. dunia saya yang sesungguhnya. dunia seperti yang ayah tekuni. berhubungan dengan semua banyak orang. para pedagang sayur, tukang becak, makelar sepeda, orang orang pasar, petani, mendreng, juga bengkel bengkel sepeda dan tambal ban seperti yang dilakukan ayah saya.

yang saya rasakan saat ini hanya bangga. bangga mendapatkan tanggung jawab dari ayah untuk meneruskan usahanya ini. menjadi seorang bakul sepeda, makelar sepeda, tukang service sepeda atau apapun itu sebutannya. tidak ada kata malu disini. hanya kata bangga yang bisa saya teriakkan. melihat usahanya sudah berhasil dan berjalan sampai sekarang. tanpa modal hanya dengan kedua kaki dan tangan. tanpa utang bank. tanpa utang lintah darat. tanpa pinjaman dari teman. hingga bisa menembok rumah dengan cor semen yang tebal. membuat atap rumah dengan lambaran ternit yang terlihat apik. membuat talang dan saluran buat jalan air mengalir. memporselen lantai dengan keramik warna putih. dan mengecat tembok dengan cat anti panas dan hujan. hingga bisa menyekolahkan anak tirinya yang nakal seperti saya, juga tak lupa memberinya uang saku setiap hari. karena ayah pernah berkata, bahkan seperti orang tua lainya juga pernah berkata kalau hidup itu bagaikan roda. jika kamu ada dibawah, ingatlah pada Yang Diatas. jika kamu ada diatas, jangan lupa yang dibawah.

ic_m.gif

10:41 Posted in Curhat | Permalink | Comments (5) | Email this

30 June 2009

saya

setelah saya pikir pikir, untuk apa saya malu mengungkapkan semua ini. tapi yang pasti, saya tidak bisa menerima kenyataan yang menimpa dalam diri saya ini. kenyataan yang pahit, tapi harus saya telan mentah mentah. kenyataan yang saya sesali bukan karena saya menjadi anak tiri tapi kenyataan kenapa saya harus punya orang tua yang sesungguhnya. melahirkan saya. lantas mencampakkan saya begitu saja untuk diasuh orang lain yang sekarang selama ini saya anggap sebagai orang tua yang paling saya hormati. kenyataan yang saya sesali kalau saya ini adalah tiga bersaudara dan bukan seorang anak tunggal. kenyataan yang mau tidak mau harus saya terima.

ya, saya bukanlah seorang anak tunggal. kakak saya seorang perempuan, adek saya juga perempuan. jika dibilang terpisah, sebenarnya juga tidak. sebab diwaktu orang tua saya memberikan saya pada kakaknya, itu berarti saya memanggil ayah tiri saya harusnya dengan sebutan pakdhe. dan dikala saya berstatus sebagai anak tiri, maka saya memanggil ayah saya om. usia saya dan kedua saudara saya itu terpaut satu tahun. kakak saya lahir tahun 81, saya lahir tahun 82, sedang adik saya lahir tahun 83. ya, setidaknya saya tahu kalau orang tua saya memang hobbynya tukang bikin anak. tapi ironisnya, mereka tidak pernah mau memeliharanya. entah alasan apa saya sendiri juga tidak mengerti. hingga akhirnya setelah melahirkan adek saya, kedua orang tua saya bercerai. tapi beruntung, kedua saudara saya masih diasuh oleh orang tua saya.

saya tak pernah mengerti kenapa mereka bercerai. ada yang cerita, kalau ibu saya ngga tahan hidup menderita. hidup pas pasan. ada juga yang bilang ayah saya suka dengan wanita lain. entah mana yang benar saya tidak mau tahu menahu soal hal ini. lantas setelah bercerai, ayah saya menikah lagi dengan seorang wanita yang sampai sekarang dikaruniai dua anak laki laki. lalu ibu saya waktu itu ada yang bilang pergi dengan laki laki lantas menikah dan punya anak. dan bahkan katanya menikah berkali kali lalu punya anak, punya anak lagi, dan lagi, dan lagi. sekali lagi saya tak mau ambil pusing soal hal ini.

singkat cerita, saya mengetahui hal ini sebelum hari pernikahan saya dengan aurel. alm ayah memberitahukan kalau saya ini bukanlah anaknya. beliau memberitahukan kenapa ayah yang mengasuh saya. menceritakan siapa orang tua saya yang sebenarnya, keluarga saya yang sebenarnya, hingga saudara kandung saya. sementara waktu itu saya melihat ibu hanya menangis. seolah olah air matanya keluar dengan tak rela karena saya mengetahui siapa diri saya yang sebenar benarnya. menangis ? menyesal ? benci ? merasa dibohongi ? jujur saja, saya tidak pernah punya pikiran sempit seperti itu.

setelah saya tahu siapa saya yang sebenarnya akhirnya saya dipertemukan dengan semua keluarga besar saya. ayah saya, ibu saya, nenek saya, alm kakek saya yang sudah meninggal, tante tante saya, om om saya, ponakan ponakan saya, dan semua saudara saya yang lainnya. saya seperti burung yang hilang dan sekarang kembali ke sangkarnya. saya merasa menjadi orang asing diantara mereka. yang bisa saya lakukan hanyalah memberikan senyuman pada setiap orang yang mengajak saya bicara. mereka mengatakan saya mirip si ini dan berkata lagi kalau saya lebih mirip si itu. mereka menanyakan apa yang saya lakukan dan apa yang saya kerjakan. mereka menceritakan hari dimana saya lahir dalam kandungan selama delapan bulan. ya, setidaknya saya tahu kalau saya memang manusia yang ngga normal. mereka membuka album album foto saya kekita masih bayi, menunjukkan foto foto keluarga yang lainnya, memperkenalkan satu per satu. mereka menceritakan kembali kisah kisah yang menurut versi mereka mungkin adalah benar. kenapa orang tua saya tidak mengasuh saya sedari kecil dan kenapa saya dititipkan sama orang lain yang notebene alasannya semua itu untuk kebaikan saya. dan terima kasih, memang hidup saya jauh lebih baik selama 20 tahun terakhir ini.

ibu. akhirnya saya tahu siapa yang mengeluarkan saya lewat sela selangkangannya itu. wajahnya ? bukan wajah saya, sifatnya ? bukan sifat saya, kelakuannya ? juga bukan kelakuan saya. saya tidak mirip ibu. mungkin bisa jadi karena saya tidak mengenal ibu. ibu yang saya kenal selama ini adalah yang mengasuh saya sedari saya kecil. menggendong saya penuh kasih ketika saya nangis. megajari saya merangkak, berdiri dan berjalan. memarahi saya ketika saya bermain main dengan tanah. juga membersihkan pantat saya sehabis membuang hajat. ya, ibu tiri yang mengasuh saya bukanlah seperti yang pernah digambarkan. bukanlah seperti iblis, pembunuh si putri salju, penyiksa labella cinderella atau sibawang putih sayang. tapi, bagaikan bidadari yang turun dari surga, memberikan pertolongan, memberikan kasih sayang dikala saya menjadi anak buangan. ironis memang.

jutaan alasan keluat dari mulut ibu kandung saya, mengapa dia melakukan hal itu. melepaskan anaknya dengan menitipkan pada orang lain. beruntunglah saya tidak dibuang ditempat sampah bersama dengan anjing anjing kudisan. tapi tidak ada satu kata maaf keluar dari mulut ibu. yang saya dengar hanya sebuah pembelaan karena sudah berbuat salah. benci ? marah ? dendam ? jujur saja, saya tidak pernah punya pikiran sempit seperti itu terhadap ibu kandung saya. sebatas mengakui kalau itu adalah ibu kandung saya ? ya, saya akui. sebatas mengakui kalau itu ayah kandung saya ? ya, saya akui. sebatas mengakui kalau mereka semua keluarga saya ? ya, saya akui.

tapi, yang menjadi pertanyaan saya dalam lubuk hati. setelah saya mengetahui siapa saya yang sebenarnya ? lantas apa arti semua ini bagi diri saya ? sama seperti ketika pertama kali mereka berkata inilah keluarga kamu, ibu kamu, ayah kamu dan saudara saudara kamu. jujur, saya merasa ngga ada meaning sama sekali. so what ?

karena orang tua bagi saya bukan sekedar mengandung saya, berusaha sekuat tenaga menekan saya keluar dari rahimnya lantas melahirkan saya kedunia. tapi yang mengasuh saya, memberikan saya perlindungan, memberikan kasih dan sayangnya, memberikan saya pendidikan, megajarkan saya tata krama, mengajarkan saya sopan santun, juga mengajarkan saya menjadi manusia yang seharusnya. tapi tak apalah, kalau kalian bilang saya ini anak durhaka.

ic_m.gif

12:59 Posted in Curhat | Permalink | Comments (34) | Email this

24 September 2008

pahala

biasanya saya tidak pernah memikirkan soal urusan pahala. bagaimana tidak ? wong kehidupan saya sehari hari cuma memikirkan urusan kerja dan kerja. sampai rumah pun saya langsung memikirkan urusan rumah. begitulah saya setiap harinya. lucunya, ketika saya melakukan ibadah, ketika saya sedang beramal, ketika saya sedang berpuasa, dan akhirnya memaafkan seseorang. saya tidak pernah sadar kalau semua itu saya lakukan mendapatkan pahala. bahkan sampai hal hal yang terkecil sekalipun. membuat orang tertawa, tersenyum, membahagian orang lain, berterima kasih, juga mencintai. tidak pernah saya berfikir kalau hal hal tersebut membuat saya mendapatkan pahala.

lantas saya bertanya pada teman saya. "apa kita hidup didunia ini hanya untuk mencari pahala ?"

"petanyaan sampeyan itu ngga penting mas. ponakan saya yang diplaygroup saja juga tahu kalau kita hidup didunia ini yang mencari pahala. bekal supaya kita masuk surga." jawabnya ketus.

"seandainya Tuhan tidak memberikan kita pahala, apa kita masih mau beribadah untuk menyembahNya ?" tanya saya lagi.

"ceramah aliran sesat mana lagi mas kok sampai sampai sampeyan bertanya seperti itu. kan sudah saya bilang kalau pertanyaan sampeyan itu kelewat ngga penting. sudah jelas kalau manusia diciptakan, berarti ada yang menciptakan. bahkan dulu waktu saya sekolah dasar sudah dikasih tahu kalau manusia diciptakan ya untuk menyembah sang pencipta, sekarang tinggal sampeyan sendiri mas, kalau mau menyembah ya upahnya masuk surga, kalau ngga mau ya masuk neraka. masih bingung ? kalau sampeyan tanya lagi seandainya surga dan neraka tidak ada ? maka sampeyan tanya saja sama ahmad dhani." katanya lagi dengan ketus.

sampai sini saya masih bingung. saya hanya mengangguk anggukkan kepala saja seperti orang bodoh. maklum saja, selain IQ saya jongkok, kehidupan agama saya juga tersendat sendat. jadi agak lola.

nah, soal pahala tersebut masih membuat kepala saya cenut cenut. pasalnya saya sering kali mendengarkan ceramah, entah itu mimbar jumat atau mimbar sholat taraweh. hal yang disampaikan pak ustad tidak jauh beda, yakni mengajak kita untuk beromba lomba mengumpulkan pahala sebanyak banyaknya. biasanya hal tersebut disampaikan ketika akhir ceramah. "marikah kita perbanyak amalan kita, pahala kita, buat bekal nanti supaya kita tidak menjadi manusia yang sesat dimataNya dan terjerumus dalam api neraka." ya, kurang lebihnya seperti itu.

lantas terbesit dalam pikiran saya yang cekak ini. apakah selama ini kita menyembah, menjalankan perintah perintahNya serta menjauhi segala laranganNya hanya untuk mendapatkan pahalaNya ? hanya untuk mendapatkan bekal kelak ketika kita mati ? hanya untuk mendapatkan surga ? supaya tidak masuk neraka ? "wah berarti kita matre donk jeung ?" sahut teman saya sambil berlalu.

ini serius ! saya sedang tidak bercanda. ini penting. kalau toh selama ini kita hanya berfikir sampai sejauh itu, salahkah kita tercipta menjadi manusia ? andaikata hal tersebut memang salah, berarti ketidak pedulian saya soal pahala masih mendingan dibandingkan orang yang beribadah hanya bertujuan untuk mendapatkan pahala. sedangkan saya tidak pernah memikirkan apakah ibadah saya ini nanti mendapatkan pahala atau tidak, apakah ibadah saya nanti diterima atau tidak, apakah amalan yang saya lakukan bisa sempurna dimataNya atau tidak. begitulah yang saya pikirkan.

nah kalau sudah begitu bagaimana ? bukankah lebih baik menjadi manusia yang apa adanya. tanpa pamrih, terserah Tuhan mau kasih saya pahala berapa. bukankah lebih baik kita beribadah semata mata mengucapkan terima kasih padaNya atas segala kehidupan yang dia berikan, keindahan dunia yang kita lihat, suara merdu yang kita dengar, sejuknya udara yang kita hirup. hijaunya bumi, birunya langit, putihnya awan, warna warni pelangi, hangatnya matahari, juga indahnya rembulan malam.

sumpah, demi Allah, seandainya lautan dibumi ini menjadi tinta dan pohon pohon menjadi pena tak akan bisa selesai untuk menguraikan nikmat yang telah diberikanNya pada kita semua. bukankah begitu ?



update 29 September 2008

ya, dan akhirnya saya mengucapkan selama hari raya idul fitri 1429 H, mohon maaf lahir dan batin, dan semoga amalan ibadah kita yang ikhlas bisa diterima olehNya. amin.
sudah lurus kan ?


15:12 Posted in Curhat | Permalink | Comments (14) | Email this

28 August 2008

nenek

suatu hari nenek pernah bercerita tentang dirinya dimasa lalu. dia menceritakan bagaimana dia jatuh cinta. saya pikir itu tidak lazim sebagaimana orang jaman dulu. bagaimana tidak ? sering kali saya mendengar kalau orang jaman dulu selalu saja dijodohkan. tanpa mengenal cinta. tanpa surat suratan. tanpa pacaran. langsung ke penghulu. sedangkan nenekku, entah bagaimana, tapi dia merasakan itu semua.

nenek mengatakan pertama kali dia melihatnya saat hujan turun. kala itu dia sedang beristirahat diteras depan rumah. rumah nenek dulu tergolong mewah. nenek bukan seorang bagsawan ataupun darah biru. dia hanya seorang pedagang yang cukup sukses dikampung. berdagang apa saja. beras, gula, teh, kopi, mbako, sampai kayu bakar. nenek punya radio yang waktu itu orang lain belum ada yang punya. bahkan ketika mendengarkan pidato presiden soekarno, rumah nenek didatangi ratusan orang. diteras rumah nenek inilah dia melihat almarhum kakek. orang yang sangat gagah dimatanya. orang yang sangat tampan dengan kelelahan diwajahnya. mungkin karena habis bekerja.

nenek juga menceritakan saat itu dia seolah olah telah menjelma seperti sosok pangeran yang entah datang dari kota mana. sungguh, saat itu nenek terpesona. telah jatuh hati padanya.

beberapa hari setelah kejadian itu, nenek bertemu lagi dengannya. nenek menemukannya ketika dia duduk didepan pos ronda kampung. saat itu dia sendiri. nenek mengaku sangat terkejut pada pertemuannya itu, sebab dia tersenyum dan menatap nenek. nenek tidak bisa menyembunyikan rasa gugupnya. apalagi ketika dia mendekat kearah nenek. tubuh nenek seperti dialiri sesuatu. nenek gemetar. nenek berkata, itulah cinta. datang dan pergi sesuka hati. tapi walaupun kakek sudah pergi. nenek masih tetap mencintainya.

bahkan nenek juga pernah bercerita tentang kakek apa yang terjadi ketika saya masih berumur satu setengah tahun. kata nenek saya sedang sakit, beberapa hari tidak bisa kencing. ayah dan ibu bingung. akhirnya kakek mengangkatku dan memangkunya. dia berkata, “mbok ya pipis to le, nanti tak kasih uang seribu” begitu katanya. akhirnya saya bisa kencing. saya mengencingi jarik kakek. saat itu semua orang rumah tertawa. beberapa hari setelah itu kakek meninggal.

tiga tahun yang lalu. bulan ramadhan 2005. nenek meninggal. dia meninggal karena penyakit tua. tidak jelas berapa usia nenek meninggal. karena dia lahir dihari setelah budi utomo didirikan. jadi dalam berita lelayu, saya menulisnya kurang lebih 95 tahun. hari hari terakhir sebelum nenek meninggal, saya selalu menemaninya. saya membelikannya bubur untuk sarapan dipagi hari, memberikannya obat dengan pisang dan segelas teh hangat, juga saya membuatkannya susu dimalam hari. tak lupa saya memijat kakinya seperti halnya nenek memijat kaki saya dulu ketika saya mengeluh capek.

saya ingat betul, waktu itu saya baru saja menikah dengan aurel dibulan agustus. bahkan saya juga ingat keinginan nenek terakhir dalam hidupnya adalah melihat saya menikah. sementara nenek sudah terbaring lelah tak berdaya diranjang. saya hanya bisa meminta doa restunya untuk memulai hidup saya yang baru. sementara aurel juga teringat bagaimana nenek menyayanginya seperti menyayangi cucunya sendiri. membelai rambutnya yang seakan akan meminta padanya untuk selalu setia dan menjaga cinta yang ada dalam hidupnya.

kurang lebih sebulan kemudian setelah resepsi pernikahan, nenek meninggal. membawa semua isi kenangan rumah ini. membawa kenangan anak dan cucunya. juga membawa kenangan cinta kakek. saya pikir nenek meninggal dengan bahagia. betapa bahagianya orang bisa meninggal seperti itu. meninggal karena cinta. sampai akhir menutup mata.

semoga bahagia nek. salam hangat selalu. dan terima kasih sudah mengajarkan segala sesuatu tentang cinta dan kasih sayang.

nb : diambil dan diedit kembali dari postingan yang pernah hilang beberapa tahun silam

14:00 Posted in Curhat | Permalink | Comments (30) | Email this

26 September 2007

yang benar itu apa sudah yang paling benar ?

puasa ngga puasa, suasana disini sepertinya sama saja. kalau sudah membicarakan orang merembetnya kemana mana. saya yang niatnya ingin menegur para jeung jeung itu kok malah kena dampratnya. "dijaga lho jeung omonganya, bukannya Jej lagi puasa." kata saya. "lha sampeyan kalau punya telinga juga ikut mendengarkan, mbokya ditutup." jawabnya. alhasil kita malah beradu mulut, apakah mulut dia ataukan telinga saya yang salah. ( sebenarnya saya juga bingung dengan istilah ini. masak mulut kok diadu. memangnya tinju ? maklum saja. mengingat IQ saya yang jongkok ya jadinya saya kurang paham dengan istilah istilah seperti itu. )

sering kali saya diceramahi, perihal saya sering mengatakan kalau saya ini bodoh. saya ini ngga mampu. atau saya ini berIQ jongkok. saya dikatakan kurang berterima kasih juga dikatakan tidak menghargai karunia yang Tuhan beri. bahkan saya dikatakan menghina ciptaanNya. padahal saya ini ngomong apa adanya. bukan bermaksud untuk menyindir atau bukan bermaksud untuk mengeluh. tapi saya berusaha untuk jujur. saya menghormati Tuhan karena sudah menciptakan saya seperti ini. kondisi saya yang jongkok ini, bukankah sebuah pemberian dariNya ?

kita lupakan dulu masalah mulut. kembali lagi kejudul yang diatas. saya mau serius sedikit. yang benar itu apa sudah yang paling benar ?

bebarapa hari yang lalu saya membaca sebuah postingan dari seorang teman. ceritanya dia kena tegur oleh seseorang karena dia memelihara anjing dikamar kostnya. lalu dengan beralasan dia berkata yang intinya kenapa memelihara sebuah anjing saja dianggapnya haram, apa dia ngga ngaca kalau dia kerjanya minum minum, dugem, main main cewek. lagipula sholat saja ngga pernah kok bisa bisa dengan sepelenya mengharamkan soal anjing. jujur saja dalam hal ini saya bingung ( mengingat IQ saya jongkok seperti diatas ) ini yang benar yang mana, yang salah siapa ?

berbicara soal anjing, saya jadi ingat ayah saya. hal itu dikarenakan ayah saya pernah memelihara anjing. beberapa tahun yang lalu ayah saya dikasih seekor anjing sama seorang tetangga. ngga tanggung tanggung. anjing tersebut adalah anjing gembala jerman. ada sertifikatnya. ada kartu kesehatannya. juga ada silsilah keturunannya. alhasil ayah saya membuatkan kandang sebesar 4 x 4 meter dibelakang rumah paling ujung. ayah saya juga memberikan makan yang teratur. daging sapi cah, tulang iga, dan susu. juga tablet kesehatan sehari tiga kali. saya hitung hitung untuk biaya sianjing mungkin sekitar Rp. 50.000 sehari. saya sempat berfikir. apa sekarang ini saya punya saudara angkat. pasalnya sebegitu sayangnya ayah saya dengan anjing tersebut. sampai sampai memberikan fasilitas ekstra melebihi fasilitas yang dia berikan pada anaknya.

saya pernah bertanya, kenapa harus memelihara anjing. saya tanya demikian karena saya memang tidak suka dengan anjing. agama yang saya anut juga mengharamkan anjing. najis. lalu dia menjawab, ini karena dia menyanyangi binatang. salah satunya ya anjing itu. apalagi anjing gembala jerman yang sah. pernah anjingnya itu ditawar seseorang dengan harga 4,5 juta tapi ayah saya tidak memberikannya. lha wong ini barang pemberian kok dijual. lagi lagi katanya.

nah, yang membedakan antara ayah saya dan teman saya itu adalah ayah saya tidak pernah menganggap dirinya itu islam. dia tidak sholat, tidak puasa, tidak pernah kemasjid. dia tidak beragama. pernah suatu hari ada seorang tetangga mengajaknya pergi kegereja, dia juga menolaknya. mungkin agama bagi dia hanyalah simbol atau status, saya sendiri tidak mengerti apa jalan pikirannya itu. hal ini yang membuat saya sedih. sampai setua ini ayah saya belum punya keyakinan. saya selalu berkeinginan. alangkah indahnya jika ayah saya masuk islam. sadar atas semua kekhilafannya. saya sendiri tidak mengerti kenapa hal ini bisa terjadi. "sebagai manusia, saya mengakui adanya Tuhan. dan sebagai manusia hanya dengan membedakan yang benar dan yang salah. itu sudah cukup." katanya suatu hari. maka dari itu. seperti memelihara anjing ya bagi dia sah sah saja. toh itu menyayangi binatang. bukankah anjing juga ciptaan Tuhan. bukankah agama agama itu juga menyuruh kita menyayangi makhluk makhluk ciptaanNya. katanya lagi.

lalu dia juga berkata, kalau orang mengaku punya agama, padahal dia tidak beribadah, tidak pernah kemasjid atau kegereja, dan selalu berbuat salah padahal tahu kalau itu perbuatan salah. bagaimana ? masih mendingan saya yang tahu yang benar dan yang salah ataukah mendingan dia yang mempuanyai agama.

saya hanya terdiam mendengar hal tersebut. saya merasa tertusuk. bukan berarti saya meragukan keyakinan yang saya anut dan saya percayai. rasanya sebagai orang yang beragama saya juga sering sekali melakukan perbuatan perbuatan yang salah itu. membicarakan orang waktu berpuasa seperti halnya teman saya diatas, subuh selalu terlambat bangun, datang dimasjid paling akhir, sholat dishaf paling belakang, mimbar ceramah tidak pernah mendengarkan, lalu pulang tanpa beban. tapi, jika disuruh meminta minta, saya jagonya. ya Tuhan, berikanlah saya kemudahan dalam menjalankan hidup ini, berikanlah saya kesehatan, keluarga saya, teman teman, juga saudara. jadikanlah saya orang yang tabah, jadikanlah saya orang yang setia, terhadapmu, terhadap agamamu dan kitapmu. pada keluargaku dan istriku. berikanlah saya keturunan, rejeki yang melimpah, dan keselamatan. tak lupa ampunilah segala dosa dosaku, dosa dosa orang tuaku, ibuku, juga ayahku yang belum sekalipun menyembahmu.

ya, saya hanya bisa berdoa. mendoakan orang tua saya, ayah saya, ibu saya, mendoakan keluarga saya, istri saya, juga saudara saudara saya. saya hanya bisa meminta. bukankan saya ini manusia yang serba kurang ?

11:25 Posted in Curhat | Permalink | Comments (46) | Email this

09 July 2007

saya mau curhat

kamis lalu saya bertanya pada para pembaca sekalian. perihal apa yang paling membahagiakan jika hidup ini tidak sempurna dan cinta itu selalu menyakitkan. ajaib, benar benar ajaib. saya mendapatkan jawaban yang susah untuk dicerna dengan otak saya yang berIQ jongkok. ada yang membuat pernyataan balik "....punya seorang teman yang akan selalu berkata kepada kita bahwa hidup itu sempurna dan cinta itu menyejukkan." lalu ada yang menjawab "berada ditengah tengah keluarga." lalu ada yang menjawab "mendapatkan kepastian bahwa saya berhak masuk surga bersama org2 terkasih." sampai jawaban "melanglang buana,kalo bisa tamasya ke mars :D"

saya sering kali membuka blognya rime. dan saya selalu disuguhi dengan keindahan alam diberbagai tempat yang berbeda beda. suasana yang hijau. embun pada akar, pada dahan, pada ranting, dedaunan yang basah. juga semerbak wangi coklat tanah. begitulah mungkin suasana yang terlukiskan. lalu saya juga punya teman yang suka sekali naik gunung. saya bertanya, kenapa suka sekali naik gunung. katanya, ini prinsip hidup. dalam hidup, kita harus terus menaikinya. memperjuangkannya sampai titik puncak. sampai kamu kelelahan. setelah itu, kamu pasti akan puas menikmatinya.

jawaban yang tidak masuk akal itu saya cerna dalam dalam sebelum saya telan. jika kita kelelahan, bagaimana kita bisa menikmati hidup ? lalu saya bilang padanya, kalau saya menganut hukum bahwa roda selalu berputar sebagai prinsip hidup. jika bersakit sakit dahulu maka belum tentu kamu bisa bersenang senang. bisa jadi malah mati kemudian. kata saya. bagi saya, hidup itu selalu berputar. kadang sudah, kadang senang. kadang sehat, kadang sakit. kadang benci, kadang cinta. kadang diatas, kadang dibawah. "eh mas, kalau saya mau dibawah terus saja, enak kok." sambar teman saya dengan cepat dan kilat. "lha kalau kamu dibawah terus, kasian suami kamu, bisa mati terengah engah." jawab saya. yeeuuukkk...!!!

setelah berpusing ria dengan masalah hidup. "apa sih yang loe tau tentang hidup ta ?" kata teman saya waktu memberi komentar dalam salah satu postingan saya. ya, saya memang tidak tahu apa itu hidup. lha menjalaninya saja masih setengah setengah. setengah gila maksudnya. tapi sudahlah, jalani saja. begitulah jawaban yang sempurna menurut saya. akhirnya saya dihadapkan dengan masalah yang cukup rumit. sehari setelah itu saya terluka. dan saya menghadapinya dengan tertawa.

kamis malam ada telpon dari saudara ( adik kandung ayah / tante ) yang mengabarkan kalau rumah jatah bagiannya yang bertempat tepat disebelah rumah yang saya tempati ( satu halaman, satu tanah, satu pagar. ) akan dikontrakkan. sebenarnya jatah rumah itu adalah jatah untuk kedua adik kandung ayah. berhubung salah satunya sudah meninggal, status rumah itu jadi semakin tidak jelas. notaris bilang, setengah untuk tante saya dan setengah lagi dibagi untuk saudara yang lain. tapi kemauan tante saya kalau rumah itu bisa dikontrakkan, maka setengah untuknya dan setengah lagi sebagai uang darurat, siapa tahu ada bagian yang rusak maka bisa menggunakan dana tersebut. ayah marah, selama ini dia yang mengurus rumah tersebut. dicat temboknya jika mengelupas, diganti gentengnya jika bocor, juga saluran air, dan listrik jika ada masalah. terlebih lagi itu adalah rumah nenek yang dibangun ayah kemudian diwariskan kedua anaknya yang dulu belum punya bagian. maksud ayah, boleh saja dia menuntut hak atas rumah yang tidak pernah ditinggali itu. tapi, kenapa dia tidak melihat kondisi ayah yang sedang sakit sakitan karena jantungnya yang sudah lemah terkena. kenapa dia tidak melihat kondisi ibu yang baru saja sembuh dari penyakit stroke. apa tidak ingat dulu waktu dia nikah, semua biaya dari ayah. waktu dapat kerja, motor dibelikan. sekarang ? malah menuntut haknya yang katanya buat tambahan naik haji. ayah menangis. sekali itu saya melihat ayah menangis. terlebih lagi ibu tidak kuat menahan sedihnya. yang membuat saya luka adalah tangisan tersebut. saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaannya. "apa cukup uang 200 juta yah untuk harga rumah tersebut ?" kata saya. "lebih, harga tanah disini sampai 2 juta / meternya." jawabnya. "sabar saja, siapa tahu anakmu nanti ada rejeki, kita tutup rumah tersebut lalu jadikan satu dengan rumah ini. ngga usah ditanggapi dulu, ingat kesehatan."

begitulah, saya jadi teringat soal hidup, kadang diatas kadang dibawah. tapi kebanyakan orang bakal lupa kalau sudah diatas pasti tidak ingat waktu dia ada dibawah. katanya guru, digugu lan ditiru. katanya sudah menjadi kepala sekolah. katanya sudah beragama. rajin ibadah, sholat lima waktu dan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. tapi menciptakan rasa keharmonisan dan keselarasan dalam hidup kekeluargaan saja tidak bisa. entahlah. mungkin saya harus berusaha memberikan dukungan pada ayah untuk masalah ini. sedangkan saya sendiri sebagai anak tak lepas dari masalah yang ada. bagaimanapun juga masalah dalam keluarga saya juga masalah saya. dan masalah saya adalah masalah para pembaca sekalian... hahahaha... yang jelas saya memang mendapatkan cobaan yg cukup dahsyat dalam menjadi manusia bukan cobaan yg cukup dahsyat dalam menjadi seorang blogger. :)

10:10 Posted in Curhat | Permalink | Comments (49) | Email this

05 July 2007

jawab ! ini penting !!!

jika menurut kamu hidup itu ngga ada yang sempurna dan cinta itu selalu menyakitkan. lalu, apa yang paling membahagiakan ?

15:29 Posted in Curhat | Permalink | Comments (45) | Email this

07 May 2007

mimpi...

jangan lagi kau ganggu tidurku malam ini !!!

08:20 Posted in Curhat | Permalink | Comments (21) | Email this

07 December 2006

maaf, kamu salah alamat

KEPARAT roy kemarin malam mengirimi mata sebuah sms. dia berkata kalau dia minta maaf tentang perbuatannya selama ini. dia minta maaf dan dia telah menyesal karena telah murusak segala sesuatunya. dia ingin merubah sikapnya dan ingin sekali berbaikan kembali dengan fina kekasihnya yang dulu hampir dia nikahi lalu dia campakkan gara gara sudah tidak perawan lagi. gila. malam malam ada yang salah alamat.

sekilas ingat roy, mata hanya bisa tersenyum sinis ketika membaca sms itu. entah apa yang ada didalam otaknya kini. kemaluannya yang sudah tidak laku lagi, atau salah minum obat. terlebih lagi diakhir sms dia berkata. karena fina adalah wanita yang benar benar bisa membuat dia merasakan cinta yang sesungguhnya. mata membayangkan ketika roy menulis sms itu. wajah roy yang penuh jerawat tiba tiba bersinar. terang. seakan akan seperti seorang penyair yang memperoleh sebuah pencerahan tentang sebuah ide untuk menulis puisi puisi cinta. apa yang diketahui soal cinta oleh seorang penderita raja singa macam roy. hingga keparat itu sepertinya mempunyai sebuah kesadaran diri dan ingin menghapus semua kesalahannya dengan satu kata maaf.

setelah ini apa lagi ? mengajak fina kembali mengenang masa masa indah waktu pacaran dulu, mengajaknya menikah, punya anak, hidup berdua dan bahagia, sampai ajal menjemput nyawa ? begitukah ? dengan minta maaf apa sudah jaminan luka lama bakal terlupakan dan memulainya lagi dengan sebuah cerita baru ? masa lalu itu bukan serampangan kawan. masa lalu itu adalah kenangan.

roy adalah teman mata sekolah waktu kecil. pertama kali melihat roy, anaknya terkesan pendiam. mungkin karena dia suka menyendiri dan jarang bergaul dengan teman teman yang lain. saat itu kita sering bertemu ketika berangkat sekolah. mungkin hal ini yang membuat kami meresa dekat dan menjadi teman akrap. lama kelamaan akhirnya kita bersahabat. bahkan dimana ada mata disitu ada roy. pernah pada suatu hari roy berkelahi dengan beberapa anak yang lebih dewasa. masalahnya sepele, hanya karena seseorang mengejeknya anak jadah. dia mengambil batu bata merah dan menghantamkannya kekepala anak anak itu. hingga berdarah. sosok roy memang pemberani. tapi entah kenapa mata melihat roy malah seperti seorang pengecut. mungkin karena dibalik wajahnya yang beringas dia mempunyai berbagai macam masalah. dan dia melarikan diri dari masalah itu.

dengar dengar kabar. roy adalah seorang anak adopsi. tapi ada yang bilang roy lahir lewat bantuan dukun. dikarenakan ayah dan ibu roy waktu itu susah sekali untuk punya anak. bahkan ketika periksa kandungan, dokter mengakatan kalau ayah dan ibu roy adalah pasangan yang tidak subur. lalu terdengar kasak kusuk tetangga kalau mereka pergi kedukun agar bisa punya anak. entah apa yang dilakukan dukun itu ? tiba tiba selang beberapa hari kemudian ibu roy mengandung. ada yang bilang itu kandungan demit, kandungan setan, kandungan iblis, atau kandungan jin. mereka mengatakan roy anak haram, anak setan, anak demit, anak iblis atau anak jin. bahkan ada beberapa orang yang mengatakan kalau roy adalah anak jadah. dimana ibu roy tidur dengan laki laki lain hingga hamil.

singkat cerita, ada seorang teman bernama fina. pertama kali roy melihat fina dia jatuh cinta. fina adalah teman mata waktu smu kelas satu. kita sekelas. fina adalah teman yang baik. enak diajak ngobrol. nyambung. bahkan ketika mata punya masalah dia selalu memberikan solusi yang belum pernah mata pikirkan sebelumnya. anaknya dewasa. bahkan ada beberapa orang yang bilang kalau kita pacaran. bahkan ketika perpisahan karena mata memutuskan untuk sekolah smu dibandung. kita masih sempat calling. menanyakan kabar. berbicara berjam jam ditelp. dan bercerita tentang masalah masing masing. menceritakan kisah cintanya, keluarganya dan teman temannya sekarang. dan tidak pernah terbesit dalam pikiran kita untuk pacaran. hanya sebatas teman.

begitu balik kekota solo. kita bertemu. melepas kangen. secara tidak sengaja kita bertemu roy. akhirnya fina dan roy berkenalan. mereka menjadi semakin dekat. sebagai teman ya hanya bisa berfikiran positif saja. mungkin mereka bisa menjadi pasangan yang ideal. toh jika mereka sudah saling cinta apa salahnya. mereka juga sudah dewasa. waktu terus berjalan. kehidupan cinta mereka semakin dekat. romantis. bahkan terkadang mata iri hati dengan mereka berdua. cemburu. bagaimana bisa ? cinta memang misteri. hingga akhirnya mereka putuskan untuk menikah dan hidup bersama selamanya. tapi hal itu gagal, dikarenakan fina sudah tidak perawan lagi, maka sampai disini saja. begitulah kata roy.

hal ini yang membuat mata naik pitam. hanya masalah prinsip yang berbeda persahabatan pecah. mata memeras otak. dan sampai akhirnya roy meminta maaf. entahlah. hp membisu. tidak ada sms reply. mata sudah lepas tangan untuk masalah ini. lepas tangan sejak roy bilang jangan pernah ikut campur lagi tentang masalah ini. hanya dalam hati mata berkata. semoga semua baik baik saja.

*) postingan terkait : Sebuah Pengakuan, bagimu kekasihmu, bagiku kekasihku, telp.

16:19 Posted in Curhat | Permalink | Comments (12) | Email this

18 November 2006

V for Vagina

ditelingamu, pernah kubisikkan kalimat "percayalah, aku akan selalu mencintaimu." kemudian kutidurkan tubuhmu dengan kasih sayang, juga kutiduri tubuhmu penuh kasih sayang.

begitulah caraku membuat anak.

"itu terlalu bertele tele ta, lihat aku. anakku sudah tiga, mereka semua terpaut satu tahun kini istriku telah mengandung dua bulan. aku tidak pernah bilang "percayalah, aku akan selalu mencintaimu." tapi aku bisa dan selalu jadi. padahal lampu selalu mati. lucu kan ? bagaimana bisa kita membuat anak dengan lampu mati ? nyatanya aku bisa." begitulah kata temenku.

"memangnya marmut ?" kataku dalam hati

semua orang terus berkata, berusalah ta ! berusaha ! kamu sudah mencapai sebuah titik klimaks dalam hidup ini. lihat aku ta. lihat ! seorang laki laki bujang lapuk. yang belum pernah merasakan hati dan rasa penuh bunga. sementara aku menggunakan tangan, kamu sudah merasakan manisnya dalam bercinta.

aku adalah orang yang percaya Tuhan. segala kehidupan itu ada ditangan Tuhan. mulai dari lahir, jodoh, dan mati. semuanya sudah diatur. jadi jika aku belum punya anak. aku hanya percaya mungkin Tuhan punya rencana lain dalam hal ini. entah kapan, yang jelas manusia itu hanya bisa berusaha.

tapi untunglah semua pihak keluarga tidak mempermasalahkan kapan aku punya anak. mereka selalu menghargai soal ini. karena hal ini hanya kita yang menjalani. aku sering kali melihat berita di tv tentang perceraian hanya karena si wanita tidak bisa punya keturunan atau si pria yang mengidap impotensi. hal konyol saja jika alat kelamin mereka yang dijadikan alasan untuk cerai.

katanyanya sih hati dan pikiran manusia punya kehidupan sendiri. sedang kelamin mereka juga punya kehidupan sendiri. logika dari mana orang berteori seperti itu ?

ok berlanjut...

aku pernah mendengar sebuah kisah. tentang seorang wanita yang tetap menjaga kesuciannya. dia sudah menikah tapi masih tetap virgin. bagaimana bisa ? jika kamu tidak mau kehilangan kevirginan kamu kenapa kamu mau menikah ? bagaimana bisa kamu melakukannya. bagaimana dengan suami kamu ? menerimakah ?

aku tanya dia. "ya ta, untungnya dia menerima hal tersebut." ok kalau begitu aku tanya hal yang lebih private. "how ? bagaimana caranya ?" then she said "come on ta. ngga harus lewat G SPOT kan ? banyak jalan menuju roma." lalu aku tanya, "kamu puas ?" dan dia bilang "tapi aku ngga suka swalayan ta, it's too nasty." ok cukup dengan cerita sex kali ini.

"why you merry ?" tanyaku. "karena waktu itu aku sudah cukup umur, dan kita sudah terlalu lama pacaran. lagi pula orang tuaku tidak mau melihat kita terlalu lama berpacaran, for that reason aku menikahinya." jawabnya.

dalam hati aku berkata. jika kamu sudah menikah kenapa kamu tidak menyerahkan harta yang sudah kamu jaga selama ini. bukankah itu sebuah kebanggaan bisa menyerahkannya kepada seorang yang dicintainya. apa ini masalah EGO ? akan aku kasih tahu apa itu EGO.

EGO itu sebuah hal yang sangat rumit. seperti manusia. dia suka membuat aturan yang ngawur. aturan aturan yang suka diputar balikkan. "look but dont touch, touch but dont teste, teste dont swallow." heh... begitu manusia sudah terjebak didalamnya, apa yang EGO lakukan ? dia tertawa terbahak bahak. dia itu sinis. dia itu sadis. menanamnya dalam hati. TIDAK !!! ironinya EGO sudah tercipta sejak manusia pertama kali ada. dan ini sudah mendarah daging kecucu cucunya. keturunannya. dan tidak bisa disalahkan.

jika kamu bertanya siapa yang sedang kita bicarakan ? aku jawab ini rahasia. dan kamu tak akan pernah tahu siapa yang sedang aku bicarakan. bukan istriku, bukan juga kamu. tapi seseorang yang tidak boleh disebut namanya. ini rahasia.

sekian
happy weekend

13:45 Posted in Curhat | Permalink | Comments (17) | Email this

All the posts