21 July 2009

hidup ini seperti facebook

facebook, facebook, facebook, facebook, facebook dan facebook. sumua orang punya facebook. saya punya facebook. teman teman saya punya facebook. saudara saya punya facebook. tetangga saya punya facebook. semuanya menggunakan facebook. yang jadi pejabat punya facebook, yang jadi menteri punya facebook, polisi punya facebook, tentara punya facebook, artis punya facebook. pedagang punya facebook, dokter punya facebook, guru punya facebook, dosen punya facebook, mahasiswa punya facebook, pelajar punya facebook, ibu rumah tangga punya facebook, sampai anak anak punya facebook.

semua memakai media facebook. dari yang mengikuti gaya hidup, pakai facebook. orang orang jualan, pakai facebook. yang mau cari temen, pakai facebook. yang mau cari pacar, pakai facebook. yang mau cari pasangan hidup, ( sebenarnya saya bingung, kenapa mesti carinya yang hidup, kok ngga pasangan mati ?) pakai facebook. yang mau narsis, ya disinilah tempat paling tepat, facebook. hingga menawarkan jasa jual diri, juga pakai facebook.

ya, semuanya memakai facebook. ngga peduli pakai HP prabayar yang cuma bisa gprs, yang penting online. ngga peduli pakai smart phone yang sudah 3G, yang penting online. ngga peduli pakai jasa warnet, yang penting online. ngga peduli pakai speedy rumahan, yang penting online. ngga peduli pakai netbook dengan wifi gratisan pinggir jalan, yang penting online. ngga peduli pakai notebook dengan modem exprescard GSM, yang penting online.

maka hidup ini seperti facebook. segala apa yang dilakukan apa yang sedang dikerjakan dan apa yang sedang direncanakan, semuanya diumbar dalam facebook. lagi jatuh cinta, ditulis dalam facebook. lagi patah hati, ditulis dalam facebook. lagi susah, senang, sedih, gembira, tertawa, tersenyum, ditulis dalam facebook. sedang weekend ditulis dalam facebook. sedang liburan, ditulis dalam facebook. nonton film, ditulis dalam facebook. pergi shoping, ditulis dalam facebook. makan malam, ditulis dalam facebook. beli mobil, ditulis dalam facebook. hp baru, ditulis dalam facebook. telat bayar cicilan, ditulis dalam facebook. ngga bisa bayar utang, ditulis dalam facebook. semuanya diumbar dalam facebook. benar benar bikin hidup penuh warna.

tak ada bedanya dengan blog. suatu hari, teman saya bertanya. kenapa saya membuat blog. lantas saya menjawabnya, kalau saya ingin menuangkan semua pengalaman hidup saya dalam sebuah tulisan. setidaknya saya bisa menulis ulang, tentang apa yang sudah saya lakukan dan saya kerjakan selama ini. apakah itu hal yang benar, atau hal yang salah. saya hanya bisa berharap, kalaupun itu sebuah hal yang benar, setidaknya itu bisa menjadikan contoh yang baik atau memotivasi seseorang. dan kalaupun itu hal yang salah, setidaknya saya bisa mendapatkan komentar tentang apa yang seharusnya saya perbaiki dalam hidup ini.

suatu hari lagi, teman saya juga bertanya. kok bisa saya mengumbar semua apa yang sudah saya lakukan dalam hidup ini. bahkan tanpa sensor, saya mengatakan diri saya yang sebenar benarnya. saya membuka aib siapa saya. keluarga saya. teman teman saya. dan orang orang disekitar saya. saya mengatakan kalau si ini begini dan si itu begitu. saya mengatakan perihal keluarga saya dan bahkan saya mengatakan soal diri saya sendiri yang mungkin tidak pantas untuk diceritakan dalam sebuah media maya yang bisa dibuka oleh juataan orang yang ada didunia.

maka seperti judul yang ada diatas. hidup ini seperti facebook. sebelumnya saya tidak mengerti apa dan untuk apa media yang bernama facebook. lantas setelah saya pikir pikir, facebook itu seperti saya yang tanpa sensor berkata apa adanya. facebook itu sebuah kejujuran manusia. walaupun banyak yang menggunakan fasilitas ini untuk hal hal yang kurang baik. berpura pura, bersandiwara atau hal hal yang semacamnya yang saya sendiri juga tidak mengerti apa tujuannya. tapi mereka juga jujur. jujur kalau mereka berpura pura. jujur kalau mereka suka bersandiwara. jujur kalau mereka suka tebar pesona, narsis, dan mengikuti gaya hidup dengan mempunyai facebook. jujur bercerita setiap detik, setiap menit, setiap jam, tentang hidup mereka, apa yang sedang mereka lakukan.

satu hal, saya tidak pernah peduli kalau saya ini dikatakan terlalu mengumbar apa yang saya lakukan. baik dalam facebook atau dalam blog. saya hanya berusaha menjadi manusia yang jujur. inilah saya. inilah kehidupan yang saya jalani. saya tidak pernah malu tentang diri saya sendiri. logikanya saya ini lahir telanjang, keluar dari sela selangkangan yang dibuat dari dasar cinta juga nafsu yang tertanam dalam setiap manusia. apa salahnya kalau kita mulai bersikap jujur dan apa adanya. seperti kala kita dicipta.

ic_m.gif

11:11 Posted in Opini | Permalink | Comments (10) | Email this