08 May 2009

setiap awal bulan

untuk saat ini, hal yang paling membahagiakan dalam hidup saya ketika melihat istri saya menghambur hamburkan uang. entah itu uang pemberian saya atau upah gaji yang diberikan perusahaan tempat dimana dia bekerja yang diterimanya setiap awal bulan. sungguh, hidup ini rasanya tidak ada yang kurang. semuanya serba kecukupan.

hal yang menjadi suatu keharusan, dimana saya harus mendorong troli besi ketika sedang belanja kebutuhan rumah tangga. istri saya hanya melihat daftar belanjaannya yang sudah dirumuskan dan diracik tentang apa saja yang akan masuk kedalam troli yang saya dorong tadi. entah itu sabun mandi, rinso, shampo, odol, sikat, kapas, tissue kamar mandi, obat nyamuk, pewangi baju, sampai pembalut. itupun saya juga tidak mengerti kenapa dia mengambil berbagai macam jenis. dari yang anti kerut tanpa gel, super maxi, super reguler, ultra slim, sampai ultra soft yang saya sendiri tidak paham dimana segi penempatan dan fungsinya. hingga tak lupa kudapan seperti kokokruch, bengbeng, wafer tango, kacang garuda, oreo, sampai makanan dan minuman isntan seperti lafonte, indomie, nuget, yakult sampai fanta tak pernah ketinggalan. yang akhirnya saya hanya disuruh mengambilkan barang barang tersebut laksana kacung yang hormat sama mandornya.

jangan berfikir kebahagiaan itu berakhir sampai disini. ketika urusan barang barang rumah tangga itu selesai. seperti biasanya dia mengajak saya untuk pergi kecounter kecantikan. entah itu sari ayu, latulip atau cepuk saya sendiri tidak paham. yang jelas barang barang seperti deodorant, hanbody, pembersih, astringen, pure balance, lisptik, lipsglos, bedak tabur, bedak padat, alas bedak, pensil alis sampai maskara tak pernah absen tertulis dalam seket belanjaannya yang bila dinota mungkin hasilnya lebih mahal daripada keperluan rumah tangga diatas.

ketika daftar belanjaan itu sudah sukses dibeli, dengan mulut ngowoh masih sempet sempetnya dia berkata "mas, apalagi ya yang kurang ?"

sambil geleng geleng kepala, dalam hati saya berkata. "rasanya saya kepengen jadi wanita."

selalu dimanja.

selalu diperhatikan.

selalu dibahagiakan.

hingga tertawa.

merajuk mesra.

mungkin itu yang dirasakan istri saya tanpa mempedulikan apakah kepala saya sedang cekot cekot atau tidak. yang jelas, lewat tawa mesra bahagianya itu, dia yakin kalau saya selalu mencintainya.

ic_m.gif

11:27 Posted in Cerita | Permalink | Comments (31) | Email this

05 May 2009

LANJUTKAN !!!

apa kabar ?

akhir akhir ini memang saya sering timbul tenggelam dalam urusan tulis menulis dalam komunitas yang disebut sebagai blog. saya akui memang saya ini pemalas. tidak bisa berbasa basi seperti kebanyakan para blogger yang rajin update setiap hari entah menceritakan apa saja yang ingin mereka ceritakan. dari hal yang penting sampai hal yang ngga penting sekalian. dan saya akui pula kalau saya memang sudah ngga aktif seperti dulu lagi, mengunjungi blog teman teman, berkomentar, lantas sapa menyapa dalam messenger. saya sudah ketinggalan berita, saya sudah jadul, dan saya sudah gaptek dalam urusan ini.

disamping itu saya juga sepertinya sudah kehabisan cerita jika menulis untuk dituangkan kedalam blog ini. sudah banyak sekali cerita tentang saya, yang mungkin banyak buruknya daripada baiknya. sudah banyak sekali orang yang mungkin tersakiti oleh sindiran sindiran dalam tulisan saya yang mungkin ngga bermutu sama sekali. juga banyak sekali orang yang bosan mengomentari saya, bahkan saking bosannya sampai sampai mereka semua sudah males untuk komentar.

saya bingung dan kembali bertanya kepada diri saya sendiri. ( bisa jadi saya sudah gila kenapa kok saya tidak bertanya kepada orang lain dan malah mengalamatkan pertanyaan itu kepada diri saya sendiri yang pasti jawabannya tidak pernah saya mengerti.) tentang tujuan awal saya menulis nulis kurang kerjaan seperti ini. menceritakan semua hidup saya yang berantakan. menceritakan semua kisah cinta saya yang sok romantis. juga menceritakan semua teman teman saya, bahkan dengan terang terangan saya bercerita tentang mereka yang mungkin tidak semestinya saya ceritakan. coba ? untuk apa semua ini ?

saya memang terpuruk dalam sebuah keadaan yang membuat kepala saya serba lenger lenger. hingga saya lebih suka menyendiri, anti sosial, mbisu, tuli, jotak'an, dan menutup diri dari dunia. sampai sampai pekerjaan dan sekaligus hobby saya (menjual diri) yang bisa mencapai target setidaknya 350jt per bulan saya lepaskan begitu saja. itu semua karena kepala saya memang sudah kelewat mumet. ya akhirnya saya hanya meratapi diri karena frustasi yang akut. akhirnya banyak sekali yang bertanya kenapa saya ini suka menghilang dan kenapa saya ini ngga pernah bersilaturahmi seperti dulu. banyak sekali yang bertanya apakah keadaan saya baik baik saja? apakah penyakit gila saya kumbuh lagi? apakah saya ada masalah? apakah saya kawin lagi? bahkan sampai pertanyaan yang kelewat ngawur.

"kenapa mas ? apa sampeyan sibuk ikut ikutan nyalonin diri jadi caleg ?" kata teman saya suatu hari.

mendengar komentar teman saya itu saya jadi berfikir panjang. ( saya juga heran, kenapa orang yang punya pikiran pendek seperti saya bisa berfikir panjang. ) saya tidak mau gila saya bertambah karena sok sok'an ingin ngurusin orang lain, lha wong ngurus diri sendiri saja saya masih ngga karuan nggenahnya kok dengan pedenya ikutan jadi caleg ngurusin negara. saya ngga mau seperti tetangga saya yang akhirnya edan gara gara tidak mendapatkan suara hingga gagal total duduk dikursi empuk pemerintahan. padahal sampai susah payah utang sana sini buat promosi, gadai'in surat tanah dan rumah, sampai sampai cari sponsor dengan iming iming "kalau saya berhasil nyaleg, sampeyan duduk manis dirumah saja lantas saya kasih separuh gaji saya, enak tho ?" dan akhirnya ramalan saya pun benar adanya. yang stres gagal total tak segan segan meminta kembali sembako yang telah dibagikannya pada rakyat jelata, yang gila seperti tetangga saya akhirnya masuk kandang rumah sakit jiwa yang denger denger memecahkan rekor MURI karena pasiennya bertambah banyak. dan yang ngga punya otak ya naas mati bunuh diri seolah olah hidup ini sudah ngga berarti sama sekali. "oalahhhh,...negoro ini mau jadi opo tho yo ???" dan saya semakin lenger lenger mendengarnya.

tapi yo ben, sing edan yo ben edan. yang jelas saya ndak mau ngurusin wong edan. wong ngurusin diri sendiri seperti saya ini saja sudah edan kok malah ngurusin wong edan.

"walau bagaimanapun juga hidup ini terus berlanjut mas. ngga peduli apa sampeyan lagi stres, ngga waras, edan, gila, hilang ingatan, sakit, mumet, cekut cekut, lenger lenger. tetep aja harus terus berjalan. menatap masa depan. berusaha lebih baik lagi dari hari kemaren. lakukan yang mesti dilakukan. kerjakan apa yang harus dikerjakan. dengarkan kata pak SBY diiklan tipi itu. singkat, padat, jelas, berisi. LANJUTKAN !!!" kata teman saya.

"LANJUTKAN EDANNYA !!!" sahut teman saya yang satunya lagi.

ic_m.gif

11:42 Posted in Cerita | Permalink | Comments (25) | Email this