21 September 2007
mencari malaikat
saya menyebut anak laki laki itu bernama mata, sebab ia lahir saat matahari enggan datang seperti senja tertelan petang. waktu itu hanya terdengar suara ibu yang melahirkannya berteriak teriak kesurupan, menyumpah serapahi seorang laki laki yang diatas namakan iblis, setan, binatang, dan segala macam mahluk malam yang mendesis berbisa.
ya, konon katanya laki laki itu tidak bertanggung jawab. kabur entah kemana. neraka. mungkin jawabnya jika saya bertanya padanya. akhirnya perempuan itu yang menanggung semua beban tersebut. menanggung semua penderitaan kehidupan yang keras. hingga saya selalu saja mendengar umpatan umpatan kasar tanpa alasan yang dia tujukan kepada anaknya. saya merasa kasihan padanya. merasa iba.
pernah pada suatu ketika saya tanyakan padanya, ada apa dengan mata ? lalu dia hanya menjawab dengan tatapan setan. "bukan urusan kamu !!!" lalu membanting pintu rumahnya dengan keras. sebenarnya rumah itu hanyalah rumah kontrakan yang bersebelahan dengan rumah saya. rumah itu ditempatinya setahun bersama laki laki sebelum mata lahir. ini artinya sudah empat tahun perempuan itu tinggal disini sendiri bersama anaknya.
sementara saya masih mendengar mata kecil terus menangis. menangis sampai ilu matanya kering dan habis. sementara ibunya masih terus memaki maki. "dasar anak setan, anak binatang, menangis saja terus kerjanya. bisa diam apa tidak !!!" bentaknya, yang sebenarnya saya sendiri mengerti kalau makian itu sebenarnya dia tunjukan kepada laki laki yang meninggalkannya pergi. hingga akhirnya mata kecil yang menjadi pelampiasan semua ini.
oh ya, saya belum memperkenalkan diri saya. nama saya rhesya. seorang perempuan. tidak banyak yang bisa saya ceritakan tentang diri saya. saya hanya seorang perempuan yang sangat menyukai anak kecil. entahlah, mungkin karena masa kecil saya yang sangat bahagia. saya berfikir bukankah masa kecil itu seharusnya memang bahagia. dielukan, ditimang timang sayang, dan bermain bersama teman teman. bukankah seharusnya begitu. tapi kenapa anak kecil bernama mata itu jauh dari kata bahagia. tidak pernah disayang juga selalu sendirian.
why - by: carlos escobar
malam malam berikutnya saya pasti selalu mendengar tangisan mata yang menyayat hati. saya tahu kalau anak itu pasti lapar. maka saya pun memberikan roti dan sekaleng susu. tapi lagi lagi ibunya yang keluar dengan sorot mata yang berapi api. lalu menerima susu dan roti yang saya bawa tanpa berkata terima kasih.
hal tersebut ternyata bukan untuk pertama kalinya. para tetangga pun sepertinya sudah kapok berurusan dengan perempuan itu. sepertinya dia tidak butuh anaknya dikasihani. biar saja anak setan itu mati. hingga sampai sekarang para tetangga itu tak ada yang mau peduli lagi.
mata, ah mata. bocah kecil itu. jika saya melihatnya, entah kenapa rasanya seperti melihat kesedihan yang sangat mendalam. sering kali dia duduk dibibir lincak yang tinggi depan rumahnya. hingga kaki mungilnya melambai berjuntaian. entah apa yang sedang dipikirkannya. hanya rembulan remang yang ditatapnya sambil menunggu kapan ibunya pulang. terkadang anak kecil itu tertidur dilincak karena lelah menunggu. bahkan gigil angin malam yang atis menembus nadi tidak pernah mau peduli. ingin saya mengangkatnya dan merebahkannya diranjang. mendekapnya dan memberikan kehangatan padanya. tapi saya urungkan niat itu. saya tidak mau lagi berurusan dengan perempuan gila itu. akhirnya saya hanya menyelimutinya. sekedar memberikan kehangatan dan melindungi badannya dari hembusan dingin malam.
terlihat tidurnya sangat nyenyak. nyaman. saya belum pernah sekalipun melihat wajah bahagia seperti ini. wajah anak kecil yang tersenyum dikala tidur. mungkin peri peri baik hati itu yang menemaninya dialam mimpi. entah kemana para peri itu membawanya pergi. andai saya bisa melihat negeri dibalik mimpi itu. andai saya juga bisa menemaninya masuk kedalam alam mimpi. tapi saya lagi lagi hanya bisa tersenyum penuh haru. saya meninggalkan mata yang sedang berpetualang jauh bersama bidadari. melepaskan kesedihan hati. melupakan hari hari yang penuh sepi.
malam pun berlalu. mengganti pagi. terasa lembut seperti hosti. sisa sisa dingin malam masih melekat sebelum hangat sulur cahaya fajar mekar. mata terbangun dari mimpi. peri peri menghilang. para bidadari telah pergi. entah kapan mereka datang lagi. kini hanya kupu kupu yang berkitaran dihalaman. disela sela rumput dan ilalang yang tinggi menjulang. kini hanya burung burung gereja yang terus berkicau. terbang merendah, hinggap dihanan memberi makan anaknya. sesekali mengajari bagaimana caranya terbang.
pagi itu suara tangis mata membangunkan saya dari tidur. suara tangis lambat laun lirih perih. menyayat nyayat. suara tangis itu menggores hati. apa lagi yang terjadi. kenapa tangisan mata kali ini berbeda dengan tangisan tangisan sebelumnya.
akhirnya saya mengerti, perempuan itu semalaman tidak pulang. perempuan itu meninggalkan mata sendirian. berteman gelap, berselimutkan malam, dilincak depan rumahnya. meninggalkan mata kecil kelaparan. meninggalkan semua beban hidup, meninggalkan anak setan yang sudah dilahirkannya. saya marah. marah. tegakah seorang bunda berbuat seperti itu.
mata terus menangis. terus menangis memanggil ibundanya. "bunda... bundaaa... bunda dimana ??? mata lapar..." begitulah suaranya yang lirih. kemudian saya menghampirinya penuh dengan cinta. menggandeng tangan kecilnya yang mungil. sedikit terdiam sedikit menoleh kearah belakang. melihat halaman rumah yang kian lama kian tenggelam. kemudian saya mandikan dia. saya siram dan usap tubuhnya dari luka yang pekat melekat. saya seka air matanya yang garing mengering. saya bersihkan rambutnya dari sindap dan lindap yang lengket. dan lihatlah. betapa dia kini tampak damai.
"kamu baik baik saja kan Ta ?" tanyaku, tapi mata hanya membisu.
"sementara kamu tinggal disini saja ya, setidaknya sampai ibumu pulang." kataku, tapi sekali lagi mata hanya mengangguk, lalu menunduk.
hari hari itu saya habiskan bersama mata kecil. saya selalu bercerita tentang peri peri kecil. saya selalu bercerita tentang bidadari yang turun dari balik pelangi untuk menemui anak anak yang baik hati. saya selalu bercerita tentang malaikat malaikat yang terbang dengan sayapnya yang mengembang dengan indahnya. saya selalu bercerita tentang para penghuni surga yang ramah. saya selalu bercerita tentang dongeng dongeng. para kurcaci yang suka menari, juga tentang negeri impian dimana setiap anak bisa bermain sepuasnya. hingga letih datang menghampiri.
"kamu sedang menggambar apa Ta ?" tanya saya.
"menggambar malaikat." jawabnya.
sebenarnya saya tidak paham tentang jawabannya itu. saya benar benar tidak paham. mungkin karena saya selalu bercerita tentang dongeng dongeng yang tidak masuk akal padanya. hingga dia bisa berkata seperti itu.
"kenapa kamu menggambar malaikat ?" tanya saya lagi
"aku mau jadi malaikat." jawabnya
"apa enaknya menjadi malaikat." saya betanya lagi
"bisa terbang."
"untuk apa terbang."
"mencari bunda yang pergi dibawa setan."
kemudian mata terus menggambar, melanjutkan gambarnya. dalam pikirannya, mungkin dia berharap kalau suatu saat dia akan benar benar menjadi malaikat. mencari ibunda yang pergi meninggalkannya.
***
saya menemukan ide tulisan ini waktu dikereta dalam perjalanan pulang menuju solo. ketika itu rhesya melihat seorang anak kecil mungil yang duduk didepan kita. terlihat suci, bersih, murni, bersama ibunya yang setia memegangnya. menggandeng tangannya. menimangnya dengan sayang. terlihat anak kecil itu terus melihat kearah kita. saya hanya berusaha mencerna apa arti tatapan itu. mungkinkah dia bertanya. apakah saya, apakah rhesya, bahagia seperti dirinya ?

14:50 Posted in Narasi | Permalink | Comments (39) | Email this
27 June 2007
yunus kejakarta
seekor ikan paus raksasa terdampar dipantai marina ancol. semua pengunjung yang sedang menikmati liburan terperanjat kaget. bagaimana bisa ?
memang sebenarnya ikan paus itu salah alamat. lha ya salah alamat, wong disuruh Tuhan kembali keninawa kok malah nyasar kejakarta. adalah Yunus bin Matta semua cerita ini dimulai. ketika dia mendapatkan perintah untuk menyebarkan kebaikan pada kaum ninawa penyembah berhala, Yunus malah pergi meninggalkan kaum tersebut karena stres. bagaimana tidak, berbagai cara sudah dia lakukan, tapi bukan taubat yang didapat, malah hinaan, cacian, juga makian. Yunus juga sempat berkata, jika kalian masih menyembah berhala dan jauh dari perintahnya tapi mendekati larangannya, maka Tuhan akan mengirimkan musibah juga bencana. dan pergilah Yunus. tiba tiba awan tebal menghitam, petir menyambar nyambar, kilat berkilauan. hari itu terlihat langit selarit jerit, bagai bangkai usungan mayit. pokoknya suasana waktu itu mencekam deh. barulah kaum ninawa sadar, ancaman Yunus ternyata bukanlah gertak sambal belaka. tanda tanda cuaca yang mengerikan, merupakan pertanda yang nyata kalau Tuhan akan menurunkan azab yang akan menimpa mereka. mereka mencari Yunus untuk mendapatkan ajarannya. tapi terlambat, Yunus telah meninggalkan mereka. Yunus tidak tahu kalau ternyata mereka sudah bertaubat. penduduk ninawa bergegas keluar rumah, mereka mohon ampunan pada Tuhan supaya tidak menurunkan musibah juga bencana.
Yunus meninggalkan kaum ninawa dengan perasaan jengkel dan marah. capek dehh. biar tahu rasa mereka. pikirnya. Yunus mengira kaum berhala itu sudah musnah rata tanah. tapi sebenarnya tidak. Tuhan memberi ampunan pada mereka. maka, sampailah Yunus dipelabuhan. dia menaiki kapal. maunya pergi menenangkan diri. gila kan ? lha wong disuruh Tuhan untuk menyadarkan kaum berhala kok malah pergi. alasannya menenangkan diri. tapi ya Tuhan tertawa geli. siapa bermain api akan terbakar. siapa menabur angin akan menuai badai. dikirimnya angin ribut kelaut. hujan deras mengguyur. kapal yang ditumpangi Yunus terombang ambing. bahkan hampir tenggelam karena melebihi batas muatan. semua orang didalam kapal itu berlarian panik. juga berteriak teriak minta pertolongan. tapi apa yang dikerjakan Yunus. dia malah tidur tiduran. memang stres.
"dasar orang gila, kapal morat marit seperti ini malah tidur tiduran. kapal sepertinya kelebihan muatan. semua barang buang kelaut supaya kapal tidak tenggelam. kau bantu mereka, jangan tidur tiduran dan malas seperti ini. ayo gotong royong, mbok yao bersifat kemanusiaan yang adil dan berabab." kata nahkoda.
akhirnya semua barang yang ada dikapal itu dibuang. habis tak tersisa. tapi kapal sepertinya masih kelebihan muatan. melihat hal itu Yunus memutuskan untuk menceburkan kelaut. biarlah dia mati asalkan semua penumpang kapal selamat. baik hati bukan ?
"baiklah, biarlah saya yang mati. demi menyelamatkan kapal ini. saya rela menceburkan diri kelaut." kata Yunus.
"memang kamu berani ? jangan sok ateng deh. nanti tenggelam lho. dengar yah, walau kami ini pirates of the caribbean. tapi kami masih mempunyai undang undang dasar. begini saja, kita undi. yang kalah yang nyebur kelaut." kata nahkoda.
memang nasibnya lagi apes. Yunus pun kalah undian. lantas dia menceburkan diri kelaut. melihat hal itu, Tuhan merasa iba. dikirimnya ikan paus raksasa untuk menyelamatkan Yunus. ditelannya Yunus kedalam perut ikan. seketika itu juga Yunus berdoa mohon ampunan karena telah meninggalkan semua perintahnya. meninggalkan mission imposiblenya. lalu dengan tiba tiba ikan paus itu terdampar dipantai. ya itu tadi, pantai marina ancol.
"Yunus, berhubung kaum ninawa sudah sadar. maka misimu selanjutnya dijakarta saja. disini masih banyak orang yang menjauhi perintahku dan mendekati laranganku." sabda Tuhan padanya.
dimuntahkan Yunus keluar dari perut ikan paus tersebut. para pengunjung dipantai marina seketika kaget. bagaimana bisa ada seseorang yang keluar dari mulut ikan paus. mereka ada yang mengabadikan kejadian tersebut dengan kamera ponsel juga dengan handycam. mereka mendekati bibir pantai. mereka hanya tercengang. tapi Yunus kebingungan. dimana ini ? apakah surga ? ya ampun, pantai benar benar jernih kebiruan. burung burung terbang merendah bersahutan. juga pasir yang lembut berwarna coklat keputihan. sementara orang orang masih mencoba berfikir siapa dirinya. Yunus masih saja mempertanyakan. apakah ini surga ? apakah aku sudah mati ? tidak ! kalau aku mati aku tidak mungkin ada disini untuk menjalankan mission imposible. Yunus terus berjalan. Yunus terus menurus tidak percaya apakah ini dunia. heran dia melihat jetcoster, juga heran dia melihat tornado. heran dia melihat jet sky, kano, juga wind surfing. heran melihat para wanita cantik dan seksi sedang berjemur dipantai mengenakan bikini. heran melihat semua kenikmatan dunia ini.
sementara disisi lain terlihat banyak anak anak pengasong menjual dagangannya. entah itu rokok, bungkus permen, atau es platik. tak hanya ditempat wisata itu. diperempatan jalan, dipasar pasar, juga disekolah, bahkan tempat ibadah. terlihat mereka menjajakan dagangannya. Yunus juga melihat perumahan perumahan kumuh tempat orang orang miskin itu hidup. sang ibu mencuci dan memasak dengan air yang sama. sementara anak anak mereka bermain main tanah yang sudah tercampur dengan endapan air limbah. terlihat kesedihan dan kegetiran hidup yang mereka rasakan sehari hari. sang ayah memeras keringat untuk ditampung kedalam panci panci rongsokan, botol botol plastik bekas, juga sobekan kertas koran kiloan. para perempuan tua yang hanya bisa meratapi apa yang terjadi pada hidupnya nanti. juga bau got mampet dan bangkai celurut mengapung di lorong lorong muram perkampoengan itu melengkapi sudah penderitaan mereka. sempurna.
inikah jakarta ? batin Yunus. ternyata lebih parah dari ninawa. bisakah aku menyadarkan mereka ? para penguasa, koruptor, cukong, juga konglomerat penuh kolusi. semua majikan yang menyengsarakan rakyat, para buruh juga karyawan dengan gaji dibawah rata rata. para preman jalanan yang suka menindas, merampas dan membunuh korbannya. para pelajar dan mahasiswa yang suka tawuran. para tante tante girang dan om om senang yang suka dengan daun muda. juga para ustad yang sok alim menyebarkan agama padahal hanya bertujuan untuk mencari nafkah juga demi ketenaran dunia. para suami yang suka menyiksa istri, para istri yang suka menyiksa anak, juga para anak yang terkutuk seperti sangkuriang dan malinkundang. para panglima dan komandan yang suka semena mena dalam memberi perintah, menembak rakyat jelata dengan dalih mempertahankan tanahnya, tanah air indonesia tercinta. peluru peluru asu. hingga para aparat yang suka terima suap. dan orang orang semacamnya. inikah yang harus aku sadarkan. please dong ahh...
bagaimanapun juga ini perintah Tuhan. mau tidak mau Yunus harus menjalankannya. bedirilah Yunus diatas puncak monas. menyerukan sabda, menyuruh manusia menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Yunus sadar, ini bukanlah suatu pekerjaan yang gampang. ini bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. beserulah Yunus pada kaum pendosa itu. dengan kata kata yang lantang. berteriak keras. meninju awan. dan apa yang terjadi ? ajaib. sungguh ajaib. mereka semua sadar. mereka mengakui dosa dosa mereka dan berbaliklah mereka kearah pemahaman, penghayatan dan pengamalan pancasila. dengan seketika mereka semua bertaubat seperti kaum ninawa. Yunus makin dibuat kebingungan. apakah ini hanya sandiwara mereka supaya azab dari Tuhan tidak datang ? entahlah.
"bagaimana ini Tuhan, kenapa mereka langsung bertaubat ? kenapa kok tidak mencaci makiku terlebih dahulu ? apakah mereka berpura pura. ahh Tuhan, kenapa aku harus menjalankan misi ini. kenapa engkau tidak langsung mengeksekusi mereka saja ? mereka ini orang orang bisnis yang canggih. jika kelak kau ampuni mereka, apa ada jaminan supaya mereka tidak berbuat jahat lagi. maaf sebelumnya wahai Tuhan Yang Maha Pengasih. engkau terlalu memanjakan mereka dengan kasih. bukankah ini kurang disiplin. bagaimana kelak dunia jadinya kalau seperti ini. jika berbuat salah langsung menyesal. terus nanti berbuat salah lagi. maka begini sajalah Tuhan. akhiri semua sandiwara ini." kata yunus.
"Yunus, utusanku. kau ini sok tahu ya ? tugasmu hanyalah menyampaikan kebaikan saja. tugasmu hanya menyebarkan perintahku dan memberitahukan laranganku. aku ini memang maha pengasih dan penyayang. sekarang aku tanya kamu. kamu mau aku jadi maha pengasih dan penyayang atau maha kejam ?" jawab Tuhan.
"ya sudahlah Tuhan, memang kalau berdebat denganmu tak akan pernah menang. saya menurut saja."
"nah begitu kan manis, dan kamu harus bangga bisa menyadarkan mereka. kamu benar benar cerdas pangkat sebelas." kata Tuhan.
"maaf Tuhan, yang benar pangkat tujuh belas. dibagi delapan. dikurangi seribu sembilanratus empatpuluh lima."
Tuhan pun heran dan geleng geleng kepala. kok ya ada utusannya yang gaul seperti itu.
misi Yunus menyadarkan para pendosa ibukota pun akhirnya sukses. kini jakarta menjadi kota orang beriman. kini jakarta menjadi kota panutan. tidak ada lagi penguasa yang semena mena, tidak ada lagi cukong atau koruptor. tidak ada lagi majikan yang menyengsarakan buruh, karyawan dengan gaji dibawah rata rata, tidak ada lagi tawuran, tingkat kriminalitas yang menurun drastis. juga para aparat dan petugas berwajib yang benar benar berwajib.
hari itu, hingar bingar jakarta merayakan kemenangan. hari jadinya. pesta kembang api berhamburan membelah langit. meledak ledak. kemenangan atas segala hal. seperti bayi yang suci atau seperti seorang yang sudah melakukan pengakuan atas segala dosa dosanya. jakarta bahagia jakarta bahagia. ibu kota indonesia. aman, jaya, sejahtera.

12:00 Posted in Narasi | Permalink | Comments (43) | Email this
31 May 2007
surat
saya jadi ingin menulis surat.
tapi pada siapa ? kemana ? itu yang menjadi pertanyaan selanjutnya. entahlah. terserah. tukang cerita seperti saya ini sepertinya hanya bisa berkhayal saja. tapi namanya juga manusia, bukankah itu salah satu pekerjaannya. toh ini tidak melanggar hukum undang undang negara. konon katanya, ini adalah salah satu hal yang menentramkan hati dan jiwa. kata psikolog saya.
surat, sebuah definisi untuk menyampaikan suatu pesan. sejak dulu, surat sudah ada. ketika teknologi belum secanggih ini. surat ditulis dengan tinta dan selembar kain sutra lalu digulung dan dikirim dengan mengunakan merpati. terbang tinggi, mengelilingi bumi sampai tujuan yang dimaksudkan. dalam berbagai legenda, surat tidak saja digunakan untuk media menyampaikan pesan pada manusia, tapi juga pada jin dan setan setan sebagai perjanjian untuk memperoleh kesaktian dan sebagainya.
surat mengingatkan saya pada seseorang. seorang wanita yang dulu pernah singgah dihati. seorang wanita tanpa kata cinta. karena hubungan kami jarak jauh, hanya sebatas suka. maka tiap minggu sekali saya mengirim surat padanya. anehnya saya merasa seperti jatuh cinta. bukan padanya, tapi pada surat yang dia kirimkan. saya menceritakan apa yang saya alami, kejadian sehari hari, saya tulis dengan bahasa yang sedemikian indahnya, juga puisi. setelah itu saya kirimkan padanya. walau jaman sudah maju, tapi rasanya menulis surat lebih menyenangkan daripada berbicara lewat telpon. tapi hal itu tidak lama. cuma berlangsung enam bulan saja. kita berpisah. hanya karena perbedaan suku bangsa, mengingat dia seorang cina. orang tuanya tidak setuju jika anaknya berteman dengan pemuda seperti saya. kemudian saya bertemu seorang wanita yang sekarang menjadi istri saya. aurel tercinta.
jarang sekali saya menulis surat buat aurel. hanya sebatas saling tukar buku harian saja. saling bertukan cerita juga perasaan. itupun tidak berlangsung lama. setelah itu surat yang terakhir saya buat hanyalah surat undangan resepsi pernikahan kita. tidak ada surat lagi sampai sekarang.
baru kemaren saya merindukan menulis surat. sebab semua surat sudah saya buang, sudah saya bakar. seperti halnya menghapus semua kenangan manis yang pernah singgah walau sebentar. saya pernah punya keinginan untuk menulis surat pada bapak presiden republik indonesia tercinta. ingin saya sampaikan segala hal yang kurang berkenan. kritik juga saran. ingin saya menulis surat pada semua teman teman saya dulu. juga ingin saya menulis surat pada ibu. ingin menulis surat pada nenek yang sudah berada disurga. istri saya berkata.
"kamu ingat nenek ya mas ?" katanya
"tak terasa sudah hampir 1000 hari nenek meninggal, bukankah waktu itu kamu juga ada disampingnya ?"
"iyah, sebulan setelah pesta pernikahan kita."
"tapi kenapa tiba tiba kamu ingat nenek ?"
"semalam aku bermimpi bertemu nenek."
"bagaimana ceritanya ?"
"disuatu tempat yang bukan dunia, kenapa aku katakan bukan dunia, karena aku yakin sekali tidak ada tempat seindah itu didunia. aku yakin itu adalah surga. taman yang penuh bunga aneka rupa, kupu kupu yang berwarna, juga pohon dan rerumputan yang hujau berkilauan. juga sungai sungai yang mengalir perlahan dengan tetesan embun pagi yang menyejukkan. persis seperti gambaran Tuhan dalam setiap sabdanya. lalu aku juga mendengar kicau burung. ketika kulihat kesamping, puluhan burung burung itu terbang pelan mengikuti langkahku. mereka menghiburku dengan nyanyian nyanyian yang merdu, lagu yang mendayu dayu. setelah itu terlihat bidadari yang datang kearahku seperti menunjukkan arah kemana kakiku harus melangkah. lalu terlihat sebuah pondok bambu beratapkan jerami, berdiri nenek seolah olah sudah menanti kedatanganku. lalu akupun memeluknya, mencium tangannya. begitupula nenek, dia mengusap usap rambutku seperti waktu dulu. dan terlihat seorang laki laki seusia nenek. aku yakin itu pasti kakek. aku tidak ingat kakek. tapi kakek sangat mengenali raut mukaku. beliau hanya berkata: ternyata kau sudah besar. sambil memeluk dan mencium keningku. kami menangis bahagia. dan kami bercerita tentang ayah, ibu juga kamu istriku."
aurel berlalu, saya yakin hatinya pilu. saya pun meneruskan surat yang sudah saya tulis untuk nenek juga kakek disurga.
kakek, nenek, apa kabar ? semoga baik baik saja.
saya sudah ceritakan pertemuan kita pada aurel. pertemuan dalam mimpi yang terlihat nyata. dan dia sangat bahagia mendengarnya. pasti kakek tidak mengenal siapa aurel. jika kakek belum mengenalnya, saya mohon nenek mau bercerita soal aurel pada kakek.
kabar keluarga disolo baik baik saja nek, semenjak ibu terserang penyakit stroke tiga tahun silam, keadaannya semakin membaik saja. sudah bisa mengerjakan segala sesuatunya dengan sendiri. sudah bisa memasak. walau sebenarnya masakannya masih hambar. aurel sering berkata kalau masakan ibu kurang garam. tapi kita semua memahaminya. karena kata dokter, ibu tidak boleh lagi makan masakan yang bergaram.
kabar ayah juga baik baik saja. akhirnya yang saya takutkan terjadi juga nek. ayah terkena penyakit jantung. kata dokter sudah ada dua titik yang terkena. untung saja kondisi tubuh ayah bisa tahan. sebenarnya dokter menyarankan masuk rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. tapi ayah tidak mau dan memilih obat jalan. berat badan ayah sudah turun drastis. perutnya tidak lagi buncit. itu berkat obat penghancur lemak. ayah juga tidak lagi merokok. dan syukur batuknya sudah berkurang. kini kondisi ayah semakin membaik. asalkan tidak terlalu banyak pikiran dan tidak terlalu kecapaian. hanya satu penyakit ayah yang tidak bisa berhenti. yaitu ritual latihan keroncong bersama teman temannya tiap malam rabu kwiwon tidak bisa ditinggalkannya. tapi bagi saya. asalkan ayah bahagia, kami sekeluarga juga bahagia.
sekian dulu surat dari saya. hanya satu saya meminta doa dari kakek juga nenek, semoga kami berdua cepat dikaruniai seorang anak. sebab tak henti hentinya aurel berdoa hingga meneteskan airmata kenapa Tuhan belum mempercayai kami berdua untuk mengasuh seorang anak.
salam sujud selalu dari cucumu.
mata
kumasukkan dalam amplop dan kutempel perangko. pada bagian depan kutulis.
kepada
yth. kakek dan nenek
di surga
pada bagian belakang kutulis.
dari mata
di dunia
pak pos tertawa. dan geleng geleng kepala. katanya, surat itu tidak bisa dikirimkan. bagaimana bisa, pikirku. saya tidak mahu tahu, pokoknya surat itu harus sampai ditangan kakek dan nenek. saya pun pulang dengan hati kecewa. saya terus berfikir bagaimana caranya surat itu sampai kepada kakek dan nenek disurga.
"taruh saja suratnya dibawah bantal mas, lalu tidur, siapa tahu sampai ketujuan." kata istri saya.
saya pun menaruh surat dalam bantal. saya memeluk aurel malam itu. kami tertidur. dalam tidur, saya bermimpi lagi menuju tempat yang sama seperti mimpi saya sebelumnya. tempat dimana kakek dan nenek berada. terlihat dalam mimpi ada aurel yang menemani. saya berlari menggandeng tangan aurel. bersama kami menuju pondok bambu beratap daun jerami tempat dimana kakek dan nenek tinggal. tapi sesaat, cuma sekejap pagi sudah datang membangunkan. saya terbangun, kuambil surat dibawah bantal. aneh, amplopnya berbeda. dibagian depan tertulis.
kepada
ananda mata
di dunia
dan dibagian belakang tertulis.
dari kakek dan nenek
di surga
pagi yang lembut itu, aurel bersandar dibahuku. kudekap dia dengan erat. kami berdua membaca surat. semua sudah jelas. mereka baik baik saja disana.

16:00 Posted in Narasi | Permalink | Comments (33) | Email this
23 May 2007
dimana anak kambing saya ?
minggu lalu, saya berkunjung kerumah Kanjeng Rasul Muhammad SAW dengan membawa sekeranjang permen, beraneka warna, bermacam rasa. sebenarnya tujuan saya hanyalah ingin menanyakan dimana alamat Yang Maha Kuasa Kanjeng Pangeran Gusti Allah SWT. tapi Kanjeng Rasul hanya menjawab dengan senyuman yang sangat meneduhkan. seolah olah, senyuman itu adalah sebuah jawaban.
tapi tak apalah, bagi saya, dapat bertemu dengan Kanjeng Rasul saja, sudah sangat bahagia. saya sangat senang sudah diberikan kesempatan yang sangat langka ini. mengingat beliau sangatlah sibuk menyebarkan kebaikan. berkunjung dari desa satu kedesa lain, dari kota satu kekota lain, dari tempat satu ketempat lain, melewati gurun, stepa, sabana, hingga hutan rimba belantara, menyebrangi sungai dan lautan, mendaki bukit dan lembah juga pegunungan. tujuannya hanyalah satu, mengajak umat manusia untuk menjalankan perintahNYA dan menjauhi laranganNYA.
sekeranjang permen pemberian dari saya itu diterima dengan senang hati. sebenarnya beliau sangat bingung. dan mungkin bertanya tanya benda apa yang ada didalam balik bungkisan warna warni yang kecil menarik itu. mengingat beliau belum pernah merasakan manisnya permen.
"apa ini ?" tanya beliau sopan.
saya pun menjawab kalau bingkisan kecil kecil itu adalah manisan. dikota kami menyebutnya permen. saya menyuruh beliau untuk merasakannya. diambilnya satu, dibuka, dan dirasa.
"emmm,... manis, rasanya seperti jeruk."
"ohh,.. pasti Kanjeng Rasul membuka rasa jeruk. kalau dikota kami menyebutnya orange. rasanya manis sedikit asam seperti buah jeruk. nah, kalau yang berbungkus merah itu rasa buah strowberry, kalau yang hijau berasa buah mangga, kalau yang kuning berasa buah durian, semuanya manis. tapi ada juga yang berasa nikmat seperti kopi dan coklat. ada juga yang menyegarkan seperti daun mint." kata saya menjelaskan.
"kalau disini hanya mengenal manisan yang terbuat dari buah kurma." kata beliau menjelaskan.
"sayang sekali Kanjeng Rasul, dikota kami tidak membuat permen berasa buah kurma, karena buah kurma susah sekali didapatkan. mengingat iklim dan cuaca yang mungkin berbeda." jelas saya.
memang hidup ini seperti permen. beraneka macam rupa, beraneka macam rasa. ahh, permen. saya jadi teringat seorang tukang cerita yang berkisah tentang permen yang katanya bantalan mungil warna warni para peri. saya tak akan pernah lupa kisah itu. saat kehidupan ini masih ranum, para peri selalu beterbangan riang memetik biji biji buah yang lembut selengket getah yang bergelantungan dipepohonan entah apa namanya. sejenis karet, cemara atau akasia. sepanjang hari yang riang, ketika peri peri mungil itu memetiki biji biji buah yang manis, hutan yang berkilauan menjadi penuh merdu nyanyian. bunga bunga menebarkan keharuman, kupu kupu menari terbang kesana kemari, juga rumput yang bergoyang mengikuti irama nada alunan. sedang pada malam hari, saat peri peri mungil itu kelelahan, mereka berbaring tiduran pada dahan, pada ranting, pada daun. dan biji biji yang lembut itu mereka gunakan sebagai bantal. selalu saja ada tokoh jahat dalam sebuah cerita. disaat peri peri itu terlelap dalam mimpi, seorang nenek sihir mengambili bantal bantal itu dengan teramat hati hati. kemudian mengumpulkannya dalam keranjang. selanjutnya sinenek sihir pergi meninggalkan hutan, lalu menuju sekolah, taman, atau tempat bermain anak anak dan menjual bantalan kecil kecil itu. karena berasa manis, tidak sedikit anak anak itu rakus dan ketagihan merasakannya. hingga uang saku mereka habis, hingga gigi mereka hitam hitam keropos menjijikkan.
aduh maaf, lagi lagi saya ngelantur. berbicara ngawur dengan dongeng dongeng yang sudah berusia uzur.
kami berjalan menuju oase. menikmati panas sejuknya udara gurun, melihat onta yang merumput, juga pohon palem yang menunduk sejuk. "assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh ya rasulullah." sapa para khalifah dan kemudian didekat oase tersebut kami melakukan shalat zhuhur berjama'ah. "ahh, mimpi apa saya semalam ?" sungguh indah.
setelah itu kami sempat berbicara menghabiskan waktu sambil menikmati sekeranjang permen. relaxa permen wangi, nano nano rame rasanya, blaster blang blang blang blang, juga hexos pelega tenggorokan. kami berbicara tentang apa saja. bagaimana hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam sekitarnya atau manusia dengan sang pencipta. kami juga berbicara tentang musibah atau bencana yang melanda dan bagaimana cara menghadapinya. kami berbicara tentang politik, kami berbicara tentang pekerjaan, kami berbicara tentang cinta, kami berbicara apa saja. semua masalah yang saya punya tertumpah sudah. juga semua rasa sakit dihati yang terobati.
begitulah hari itu, saya pun undur diri. saya mengucapkan terima kasih karena nasehat nasehat yang beliau berikan. sebab saya tidak tahu lagi, kepada siapa saya ceritakan tetang semua masalah yang saya punya. sebelum saya pulang, beliau memberikan saya sepasang anak kambing. jantan dan betina. saya tidak berani menolaknya. sebab jika menolak pemberian orang lain itu tidak baik. beliau juga mengucapkan terima kasih pada saya dan tak lupa berpesan hati hati dijalan setelah mengucapkan salam.
istri saya sempat kaget ketika saya pulang kerumah sambil membawa sepasang anak kambing. dapat dari mana ? pikirnya. saya pun menceritakan kalau kedua kambing itu adalah pemberian Kanjeng Rasul Muhammad SAW.
"ini pertanda baik mas, pertanda baik, hidup kita akan semakin baik lagi, saya yakin itu." kata istri saya.
lalu saya menyuruhnya untuk memelihara anak kambing tersebut, memberinya makan rumput dan menaruhnya dihalaman depan rumah. rencananya jika nanti sudah besar akan saya jadikan persembahan dihari raya kurban. membagikannya ke fakir miskin dan tetangga disekitar kampoeng saya.
nasib sial selalu saja datang, kedua anak kambing tersebut hilang. entah lari dari halaman atau dicuri orang. rasa kecewa saya tak henti hentinya. saya menyesal. saya ceroboh. bagaimana ini ? jika yang hilang anak kambing biasa, saya pasti akan merelakannya. tapi anak kambing ini adalah pemberian. sangat istimewa. saya pusing, kepala saya pening, mendadak dunia terbalik. ingin saya laporkan kepada polisi. tapi itu mustahil terjadi. pertama, karena tidak mungkin polisi mencari sepasang anak kambing yang hilang. kedua, mereka pasti tidak percaya kalau anak kambing itu adalah pemberian Kanjeng Rasul Muhammad SAW. ketiga, karena birokrasi yang sangat rumit. saya ingat ketika saya pernah kehilangan sepeda motor. sayapun melaporkan hal itu kekantor polisi. saya diitrogasi petugas jaga selama berjam jam, layaknya saya seorang kriminal. saya juga disuruh membayar beberapa uang rokok dan uang fotocopy. segala puji bagi Allah SWT, akhirnya sepeda motor saya waktu itu ketemu. setelah cek, saya tidak bisa membawa pulang begitu saja. sebab sepeda motor itu akan dijadikan barang bukti kepolisian. saya bisa membawa pulang, tapi dengan syarat membayar uang lelah sebesar satu juta. itupun statusnya peminjaman barang bukti. batin saya, barang bukti apa ? ini sepeda motor saya, kenapa harus pinjam barang bukti ? itulah kenapa saya tidak mau berurusan dengan aparat kepolisian. terlebih lagi karena masalah anak kambing yang hilang.
hari itu saya menangis sejadi jadinya. saya lupa kapan terakhir kali saya menangis. air mata saya berleleran membasasi hidung hingga pipi. istri saya setia mengusap setiap tetes curahan air mata. sepertinya memang dia mengerti dengan benar apa yang sedang saya rasakan. tentang kekecewaan. tetang kehilangan. tentang kesedihan.
tapi saya tidak boleh berlarut larut sedih seperti ini. saya pun juga tidak menghendaki hal ini terjadi. tidak ada gunanya menyesali dan menyalahkan diri sendiri. ini baru anak kambing. saya bayangkan bagaimana para korban lumpur panas yang kehilangan tempat tinggal mereka. saya bayangkan kesedihan yang mereka rasakan. mereka kehilangan pekerjaan, mereka tidur ditempat penampungan, dan mereka melakukan aksi protes mogok makan. anak anak terlantar pendidikannya. juga kesehatan mereka yang memburuk. airmata mereka nanar. seolah memang tidak ada harapan. ahh, hidup bukan lagi soal permen yang mempunyai beraneka macam rasa. hidup hanya soal perjuangan. bagaimana memperolehnya dan bagaimana cara mempertahankannya. saya rasa ini yang paling jamak.

11:56 Posted in Narasi | Permalink | Comments (35) | Email this
14 May 2007
naik podium
sistem keamanan diperketat, para aparat berjaga jaga, metal detector dipasang disetiap pintu masuk, kamera pemantau dipasang disetiap sudut, beberapa anjing pelacak, tim medis, ambulan, pemadam kebakaran hingga pasukan anti teroris siap siaga. indonesia punya gawe. gemuruh riuh sorak sorai penonton memenuhi tribun sirkuit sentul. mereka datang untuk menyaksikan ajang balapan paling spektakuler dinegara ini. sungguh suatu kehormatan bagi bangsa indonesia menjadi tempat berlangsungnya MOTO GP. terlihat para suporter berteriak teriak mengibarkan bendera memberikan dukungan. terlihat sponsor sponsor memenuhi dinding disetiap pojok tikungan. juga terlihat bapak presiden negara indonesia beserta wakil presiden turut hadir memeriahkan.
terlihat para pembalap mulai memasuki arena. ditemani gadis gadis payung yang cantik, seksi, dan menggoda. hari ini jagonya tetap mata valentino dari team FIAT YAMAHA yang menempati pole position urutan pertama. ditempat kedua terisi oleh rekan seteamnya rho texas tornado. sedang posisi ketiga oleh pembalap honda kana pedrosa. posisi keempat ada mei capirossi dari ducati dan posisi kelima ada rekan seteamnya venus stoner yang lagi naik daun karena sudah tiga kali naik podium. sementara mbilung melandri ada diposisi enam. dan sang juara dunia ndoro hayden yang sekarang bernomor punggung satu itu mencelat keposisi sepuluh. karena nomor tujuh, delapan dan sembilan ditempati oleh eva tamada, meli nakano, dan sky elias. tapi walaupun begitu posisi dari sang juara dunia masih mendingan jika dibandingkan dengan kenny roberts dan dezz hopkins yang entah kenapa akhir akhir ini kedua pembalap itu peformanya menurun.
terlihat savety mobil mengelilingi sirkuit sentul. warm up dilakukan. tanda balapan akan segera dimulai. cuaca terlihat cerah berawan. tidak ada panas, juga tidak hujan. para pembalap melaju motornya mengelilingi sirkuit. satu putaran pemanasan akhirnya selesai. para pembalap menempati posisinya masing masing. deru suara mesin, debar jantung, dan hening suasana juga semua mata terlihat kearah start arena. lampu merah masih terdiam dan beberapa detik kemudian lampu hijau menyala. semua memacu motornya. melesat cepat seperti kilat. ya ampun... baru tikungan pertama sky elias sudah terjatuh. entah karena bannya yang selip atau karena sudut kemiringan. jatuhnya sky elias berakibat beberapa pembalap lain juga ikut terjatuh. sementara posisi pertama ditempati mei capirossi, posisi kedua oleh vanus stoner dan posisi ketiga oleh mata valentino yang dibayangi kana pedrosa, rho texas tornado, eva tamada, dan meli nakano. sementara mbilung melandri yang semula start diposisi enam turun keposisi delapan. dibawahnya ada dezz hopskin dan kenny roberts yang menggeser juara dunia ndoro hayden.
entah kenapa ditahun 2007 ini ndoro hayden prestasinya semakin terpuruk saja. walau sebenarnya ditahun 2006 banyak dari penggemar MOTO GP tidak mengakui dia sebagai juara dunia. karena hanya bermain mengumpulkan nilai dan asal finish. jika dibandingkan dengan kana pedrosa yang waktu itu adalah tahun pertamanya naik level dari 250 CC ke MOTO GP, sangatlah jauh. hanya berbeda senior dan junior saja. ini yang mengakibatkan terjadinya kesenjangan antara pembalap pertama dan kedua. mengingat waktu itu dibalapan terakhir kana pedrosa memberikan kode supaya ndoro hayden bisa menyalipnya dan bisa menjadi juara dunia MOTO GP tahun 2006. seperti penuturan kana pedrosa waktu itu, yang katanya karena pihak honda menyuruhnya untuk mengalah dan target tahun 2006 adalah honda menjadi juara dunia. maka bagi mata valentino yang sudah menjadi tujuh kali juara dunia 125 CC, 250 CC, dan MOTO GP, justru pembalap pembalap baru seperti kana pedrosa yang sangat membahayakan, jika dibandingkan dengan mbilung melandri, mei capirossi, atau ndoro hayden. terlebih lagi ditahun 2007 ini venus stoner menjadi rival yang paling berat bagi the doctor. apalagi karena kepindahannya keducati. begitulah balapan, seperti kata pepatah, roda terus berputar kadang diatas kadang dibawah.
putaran demi putaran terlewati. tikungan demi tikungan dilalui. tiga pembalap terdepan sekarang dipegang oleh mata valentino, kana pedrosa dan rho texas tornado. sementara venus stoner sudah terjatuh dilap sebelumnya karena terlalu bernafsu hingga tidak bisa lagi mengendalikan kecepatan motornya. tak heran jika venus stoner seperti itu, karena memang dia adalah termasuk 10 besar rider yang sering jatuh. mengingat julukannya standing stoner. sedang mei capirossi terlempar diposisi empat setelah rho texas tornado membuktikan kehandalannya. bendera finish berkibar kibar. para pendukung the doctor berteriak teriak. no 46 kembali berjaya. posisi kedua ditempati kana pedrosa yang memang peformanya lebih handal daripada pembalap pertamanya yang entah finish nomor berapa. sedang posisi ketiga ditempati oleh rekan seteam mata valentino, the texas tornado. kali ini kedua rider FIAT YAMAHA naik podium. pesta kemenangan dirayakan. bapak presiden indonesia menyerahkan medali dan piala.
dering hp berbunyi, membangunkan saya dari mimpi. ternyata sang istri.
M: kenapa hon ?
A: lagi apa kamu ?
M: barusan bermimpi jadi pembalap MOTO GP. gimana kalau aku berhenti kerja trus daftar jadi pembalap aja.
A: oalahhh mas mas, mbok ya nyebut... muka sudah kayak komeng, ngacir kaya mandra mau jadi pembalap
M: biarin, yang penting bisa naik podium.
A: wajahmu itu. sudah, jangan mikir yang ngga ngga. nanti kalau pulang kerja angkatin jemuran trus bajunya disetelika. itu baru yang namanya naik podium !!!

10:28 Posted in Narasi | Permalink | Comments (27) | Email this
11 May 2007
pesta ulang tahun untuk rho

bagaikan embun yang turun berluruhan. bagaikan kabut yang datang bergelombang. indah, membuat hari ini penuh serasa kesejukan. basah basah air yang berhamburan pada jalan, pada tanah, pada daun, pada ranting, pada bunga berkilatan seperti biasan cahaya pelangi yang terselip pada ingatan. dan pesta ulang tahun dirayakan.
sungguh senang, rho membanyangkan. usianya kini sudah 21 tahun. penuh tanggung jawab dan tuntutan kedewasaan bagi seorang wanita. adakah yang lebih menyenangkan daripada pesta ulang tahun ? pikirnya. kukira memang tidak ada. disaat hari ulang tahun. ucapan selamat berdatangan, hadiah hadiah berhamburan, serta permohonan doa semoga panjang umur dan bahagia tak terlupakan. sungguh seperti bunga yang bermekaran.
hari ini saya juga ambil bagian dalam cerita. sebab saya menerima undangan pesta. beda, bukan seperti undangan layaknya undangan. tapi tiba tiba saja dari langit terlihat merpati putih terbang dan secara perlahan berhenti tapi masih mengepakan sayapnya secara pelan tepat didepan jendela kamar saya. terlihat dikakinya ada segulung kertas. dan segera saya ambil, lalu setelah itu merpati terbang lagi, menghilang menembus awan, langit, hingga cakrawala. tertulis "UNTUK MATA : MENGHARAP KEDATANGANNYA DIHARI YANG BAHAGIA INI BESOK PADA TANGGAL 11 MEI 2007 - SALAM RHOMAYDA ALFA AIMAH. sayapun datang. sungguh suatu pesta ulang tahun yang paling meriah. bayangkan saja. rho terlihat cantik. dengan baju terusan warna putih motif renda bunga melati. rambutnya yang biasanya diikat kini hitam panjang terurai. bibirnya terlihat merah samar samar berleleran. lentik bulu matanya bagaikan teduh yang memayungi ketika hujan turun membasahi kornea. sungguh seperti perasaan orang beriman yang penuh kedamaian. hingga tak bosan bosannya saya melihat sebuah mahakarya keindahan insan ciptaan Tuhan.
rumah itu dihias. cantik sedemikian rupa. saya seperti memasuki sebuah taman dalam mimpi. bagaikan kisah kisah ajaib seperti dongeng yang membumbungkan fantasi. terlihat rumbai rumbai pita kertas durslah, terlihat balon balon melayang mengambang, diluar langit seperti memberkahi dengan aneka rupa warna pelangi. musik musik membahana. petikan gitar dan kecapi juga genderang tabur rebana, melengkapi suasana. tamu undangan berdatangan, rho menyambutnya dengan senyum yang sungguh menawan. semua teman tumpah dalam pesta dalam doa. terlihat kedua orang tua dan saudara haru menangis dalam bahagia. tapi mereka segera mengusap airmata dan kembali tertawa ketika badut badut lucu berlarian dan terjatuh bergulingan. terlihat bidadari bersayap melambai lambaikan tongkat seperti mengabulkan permintaan. terlihat kurcaci lucu menari nari. terlihat mungil peri peri menikmati pesta duduk bersandarkan bantalan permen warna warni. terlihat kupu kupu terbang beriringan kesana kemari.
disana terlihat kue coklat bertingkat dengan duapuluh satu lilin yang menyala diatasnya. ahh, coklat. pekat dan padat. berasa nikmat juga melekat. hidangan makan malam istimewa para malaikat. semua tamu undangan berdiri melihat rho memandang kue coklat bertingkat didepannya. dengan menganggukkan kepala, kedua orangtuanya memberikan isyarat. "tiup lilinnya nak, tiup lilinnya dan mintalah keinginan." seperti rumput berliukan digerakkan angin, berdesauan, bagai resah gundah tak tertahan. api api kecil diatas lilin yang bergoyang, perlahan padam. rho tertunduk khusuk, matanya terpejam, tangannya rapat menggenggam. begitulah, bagaikan anak kecil yang berharap santa datang ditengah malam turun dari cerobong asap membawa sekarung aneka macam mainan.
ini hanya perayaan atas syukur dan anugerah yang diberikan Tuhan pada manusia tentang nyawa yang semakin berkurang. pesta terus berjalan, melewati waktu yang terus melenggang. para tamu undangan tersadar ketika melihat rho telah tumbuh menjadi wanita dewasa seranum buah murbai. tawanya renyah berderai, langkahnya lenggang semampai. membuat semua pemuda berebut ingin berdansa dengannya. membuat semua ingin bernyanyi menari bersamanya. sungguh sebuah pesta yang sangat sempurna.
akhirnya saya hanya bisa mengucapkan selamat ulang tahun untuk rhomayda alfa aimah yang ke 21. panjang umur dan bahagia.

21:00 Posted in Narasi | Permalink | Comments (18) | Email this
24 April 2007
reshuffle
setengah tidak percara, ketika dalyono melapor perihal ayam ayamku tidak bertelur. segera aku menuju kandang tempat ayam ayamku bersarang. dan memang benar katanya. bagaimana bisa ? hampir lebih dari seribu ayam dikandang tidak ada yang bertelur satu pun. mau ditaruh dimana mukaku ini. predikat sebagai peternak terbaik dikota ini hancur sudah. padahal setiap harinya ayam ayam itu bertelur semua. bahkan beberapa ada yang bertelur lebih dari sekali. ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. segera aku panggil dalyono.
"no,... dalyono... kesini no..."
"njih ndoro,..."
"bagaimana bisa itu ayam ayam tidak mau bertelur ?"
"saya sendiri juga ndak tahu ndoro,..."
"ndak tahu gimana ?!!! kalau yang ngga bertelur satu dua ekor ayam, itu sih masih normal. lha ini semua ayam ngga ada yang mau bertelur."
dalyono masih ketakukan. takut takut kalau dirinya akan ku pecat gara gara tidak becus bekerja.
"sudah, begini saja, kamu panggil ayam ayam itu untuk menghadap aku. apa maunya kok sampai kompakan ngga mau bertelur sepeti itu."
"inggih ndoro,.."
maka dipanggilnya salah satu ayam itu. ayam itu adalah perwakilan dari ayam ayam lain. ceritanya sebagai salah satu juru bicara mereka. ceritanya ayam itu yang dituakan mereka. ceritanya ayam itu bernama jabrik.
"baik jabrik, ayo ngomong ! apa maumu ? apa mau kalian semua ? kenapa kalian tidak mau bertelur ?"
maka dengan suara lantang dan penuh wibawa. sijabrik berkata. "kita protes...!!! bapak tahu kenapa ? itu karena jatah makan kami yang kurang. bapak menuntut kami untuk terus memproduksi telur. tapi bagaimana bisa, sedangkan jatah makan kami cuma sekali dipagi hari. selebihnya untuk siang dan malam hari kami mencari makan sendiri."
"memangnya kurang kalau makan sehari sekali ?"
"ya tentu saja kurang pak. itupun hanya bekatul. terlebih lagi sekarang marak penyakit H5N1 dan bapak tidak pernah memeriksa kesehatan kami."
"soal penyakit avian influenza itu sudah aku pikirkan. tapi soal jatah makan kamu ya memang cuma segitu. memang kamu menuntut jatah makan 3 kali sehari ? trus dengan campuran ketan hitam sama beras ? begitu ?"
"tidak pak. kami tidak menuntut berlebihan. kami hanya minta bapak memberikan perhatian ekstra pada kami. tentang kesehatan dan juga jatah makan kami yang ditambah."
"ya ya,... itu kan bisa dibicarakan, tapi kalian tidak perlu mogok nelor seperti ini kan ? lihat kerugianku kalau kalian mogok. terlebih lagi para pedagang martabak atau penjual jamu pasti mereka bangkrut gara gara kalian tidak bertelur. sekarang kalian bertelur dulu. setidaknya aku sudah tahu apa yang kalian inginkan."
setelah itu sijabrik pergi. lalu memberitahukan kepada teman temannya tentang hasil perundingannya denganku. esoknya aku bertanya pada dalyono perihal ayam ayam itu lagi.
"bagaimana no...? sudah pada nelor ?"
"sudah ndoro, tapi baru sepertiga jumlah ayam saja. sepertinya mereka mau mengadakan aksi protes mogok nelor lagi. dan sepertinya ini memang pengaruh dari sijabrik."
"setan alas...!!! dasar ngga tahu diuntung."
"sijabrik kita sembelih saja gimana ndoro ? biar menjadi peringatan buat ayam ayam lain supaya mau bertelur."
"jangan no... itu hanya memperkeruh suasana. biarkan saja mereka protes. kita lihat perkembangan selanjutnya."
dan memang benar. aksi mereka benar benar gila. hari itu mereka berbaris rapi lalu berteriak teriak seperti para demostran. ayam ayam itu membawa spanduk. mengenakan ikat kepala warna merah tanda perlawanan. lalu berjalan mengitari kampoeng, mengelilingi kota, menuju DPR / dewan peternakan rakyat. ayam ayam itu hingar bingar memenuhi halaman, tangga, hingga atap. mereka mengibarkan bendera. berteriak lantang, maninju langit, minta keadilan.
salah seorang petugas berkata. "sebaiknya kalian pulang dulu saja. nanti tuntutan kalian saya sampaikan pada pimpinan dewan. karena percuma, mereka hari ini sedang tidak ada ditempat. mereka sedang studi banding keluar negeri. ke amerika serikat, jepang, rusia, inggris, dan spanyol. "
dengan perasaan kecewa, jabrik dan kawan kawan pulang kekandang. tapi, mereka tetap melakukan aksi mogok nelor.
"bagaimana no...? apa mereka berhasil bertemu dengan pimpinan dewan."
"sepertinya gagal ndoro. tapi mereka semua ngga kapok. dan masih mengadakan mogok nelor."
"kurang ajar no. ini kurang ajar...sudah, aku akan bilang ke pak walikota."
paginya aku bertemu walikota untuk membicarakan hal ini. "bapak mau kalau tidak makan telur ayam lagi ?"
"benar juga kamu. ini tidak bisa dibiarkan. nanti saya akan samperin mereka. ini memang sudah keterlaluan. telur ayam itu baik untuk kesehatan dan banyak mengandung protein. kalau hidup kita ngga ada telur ayam rasanya memang ngga komplit." kata walikota.
dan memang benar. jika pak walikota yang bicara, ayam ayam itu menjadi resah dan takut. hari itu pak walikota datang kerumahku untuk memberikan penyuluhan pada ayam ayam itu. ayam ayam itu kini bertelur lagi. tapi ya mereka bertelur sambil berisik. seakan akan ngga ikhlas. mereka masih saja berkotek kotek, berteriak teriak, berisik ngga karuan. tapi, hal itu cuma berjalan sebentar saja. setelah pak walikota pergi, esoknya mereka ngadat bertelur lagi. sepertinya mereka sudah seiya sekata. senasib sepenanggungan. berat sama dipikul ringan sama dijinjing. begitulah ayam ayam itu yang membuatku pusing tujuh keliling. celakanya lagi, mereka ngga cuma mogok nelor tapi juga dikala fajar mau mekar, ayam ayam itu mogok berkokok. ngadimin yang bekerja disawah sebagai petani selalu kesiangan gara gara terlambat bangun. ngatiyem yang bekerja sebagai pedagang sayur juga terlambat bangun untuk jualan dipasar. tukang jamu, pekerja kantoran, pegawai negeri sampai anak sekolahan pun terlambat bangun. bukan karena mereka tidak punya jam waker. tapi kebanyakan dari mereka sudah terbiasa dengan suara kokok ayam dipagi hari.
mendengar hal itu pak walikota naik pitam. dia mengumpulkan seluruh warga kota. "saudara saudara sekalian yang saya cintai. mengapa saudara saya kumpulkan seperti ini. karena ini masalah telur. gara gara ayam ayam itu tidak mau bertelur, tidak ada suply protein yang masuk ketubuh kita. gara gara ayam ayam itu tidak mau bertelur, banyak dari para pedagang dikota ini gulung tikar. entah itu pedagang martabak, pedagang roti, atau pengusaha restoran. parahnya lagi, ayam ayam itu tidak mau lagi berkokok. ini sudah tidak berperikeayaman. sudah menyalahi kodrat. maka untuk itu. perihal telur kita ganti dengan unggas yang lain. seperti bebek atau angsa. sedangkan untuk kokok ayam diganti dengan jam waker. gimana setuju.
"IDEMMM..." teriak warga kota.
keputusan pak walikota disambut hangat para warga kota. penjual jamu mengganti telur ayam dengan telur bebek. begitu pula dengan pedagang martabak atau pedagang roti. sedangkan pengusaha restoran mulai membuat menu menu baru seperti cah kangkung telur buaya atau oseng oseng bayam telur kodok. aku pun juga mulai strategi yang baru. hari itu segera kupanggil dalyono.
"inggih ndoro..."
"mulai sekarang sembelih semua ayam ayam itu. bakar atau digoreng. terserah kamu."
"kenapa ndoro...?"
"buat apa dipelihara dan dikasih makan kalau tidak menghasilkan apa apa. sia sia saja kan. kita harus mulai beternak unggas yang lain. bebek atau apa saja yang pasti bukan ayam."
"jadi ini yang namanya reshuffle ya ndoro..."
diam diam aku tertawa cekikian...

08:25 Posted in Narasi | Permalink | Comments (32) | Email this
21 April 2007
door duistermis tox licht
mendengar kartini bercita cita menjadi guru. ayah dan ibunya kaget. waktu tiba tiba saja berhenti. "ini kiamat. benar benar kiamat." bagaimana bisa kartini bercita cita menjadi guru. mungkin kartini sama sekali tidak mengetahui apa yang dikatakannya. lalu ayahnya mulai mengajaknya untuk membicarakan hal ini.
"karti, dengar baik baik. menjadi guru itu bukan cita cita. menjadi guru itu juga bukan suatu pekerjaan. guru itu hanya slogan pendidikan. selebaran tempel digang kumuh desa. kita ini hidup dikota. rakyat bilang seorang ningrat. masyarakat bilang orang bermartabat. lagi pula ini zaman globalisasi, persaingan bebas. dimasa sekarang ini tidak ada orang yang mau menjadi guru. hanya orang orang gagal yang menjadi guru. mereka menjadi guru karena terpaksa. sedang kamu itu bukan orang yang gagal, kenapa kamu jadi putus asa seperti itu ?!"
"saya tetap mau menjadi guru, yah."
"apa nggak ada pekerjaan lain ? kamu tahu, hidup guru itu seperti apa ? sudah banyak contohnya kan ? guru itu hanya begitu begitu saja. selalu saja menyampaikan hal yang sama dan berulang ulang pada anak didiknya. hidupnya mepet. tugas seabrek abrek, tapi pendapatannya nol besar. mana ada guru yang kaya raya. kebanyakan guru rumahnya kontrakan. kebanyakan guru montornya kreditan. kebanyakan guru hidupnya penuh cicilan. dan jika gajinya sudah tidak mencukupi kebutuhan, pasti ngutang. jangankan sebagai cita cita, buat ongkos jalan saja kurang. cita cita itu harus tinggi, karti. masak jadi guru ? cita cita apa itu ? sudah banyak guru dinegara ini. apa kamu tidak tahu ? hidup menjadi guru, selalu dikejar waktu. kita sedang tidur nyenyak, tapi guru masih mengoreksi ulangan dan memberi nilai. mana ada guru yang bisa menikmati acara akhir pekan ? mana ada guru yang ikut arisan ? bahkan tidak banyak dari guru itu punya tabungan masa depan. dunianya suram. kenapa kamu bodoh sekali mau menjadi guru. kamu masih muda, pandai, dan biaya untuk kuliah sampai S3 sudah kami siapkan. pikir baik baik, karti."
"saya tetap ingin menjadi guru, yah."
"sekali lagi pikir baik baik karti. ayah tidak ingin kamu salah mengambil langkah dalam hidup."
"sekalipun saya berfikir satu hari, satu minggu, satu bulan, bahkan satu tahun yang akan datang, jawaban saya selalu sama ayah. saya ingin menjadi guru. itu cita cita saya."
ayah karti menghela nafas. tiba tiba ibunya berkata.
"ini pasti pengaruh dari dari orang lain. benar begitu kan ? apa karena kamu mendengar kalimat kalau guru itu pahlawan tanpa tanda jasa. kalau guru itu berjasa bagi nusa dan bangsa. begitu ? kamu pasti berfikir, dengan menjadi guru, kamu akan ikut andil dalam mencerdaskan bangsa. tidak segampang itu cah ayu. banyak guru yang brengsek. menerapkan sistem pendidikan yang salah. kamu dengar berita kemaren, seorang anak bangsa tewas karena terbunuh akibat sistem kekerasan pendidikan yang sudah membudaya. dan terlebih lagi berita sehari hari dalam koran pagi ini. banyak dari anak bangsa yang terjerumus kedalam narkoba dan seks bebas. terlebih lagi ditelevisi banyak dari mereka yang melakukan praktek korupsi. ini masalah harga diri, cah ayu. ngga bisa dibayangkan bagaimana kalau kamu menjadi guru ?... membantu mengelola perusahaan ayahmu, ibu rasa sudah cukup. atau setidaknya cari pekerjaan yang lebih mulia."
"saya tetap ingin menjadi guru."
"kasih tahu ayah, siapa yang meracuni pikiranmu itu, karti. siapa ?"
"ayah sendiri. saya hanya ingin mewujudkan cita cita ayah waktu itu ketika ayah berkata tentang pekerjaan mulia adalah seorang guru. apa ayah lupa ? waktu mata saya terpejam dalam pelukan hangat ayah."
"ya ampun karti, itu dulu, sekarang sudah lain. kalau menjadi guru membuatmu bangga, apa artinya ? sementara dalam kenyataan kekayaan kita yang membuat orang lain lebih menghargai kita. itu fakta. hanya beberapa orang yang menghargai pahlawan tanpa tanda jasa dibandingkan menghargai manusia yang bertahta penuh harta."
"maaf ayah. tapi cita cita saya sudah mantab. saya hanya ingin menjadi guru. tolong relakan saya menjadi guru."
ayah ibunya tertunduk pasrah. itu kisah 120 tahun yang lalu.
sekarang usia semakin menua. lembaran buku sudah berwarna kuning kecoklatan. bagaikan besi yang sudah karatan. tapi perjuangan kartini menjadi seorang guru bagi bangsa ini tidaklah mati. memperjuangkan kaum wanita. kartini berhasil memajukan wanita bangsanya, Indonesia. dan langkah untuk memajukan itu menurutnya bisa dicapai melalui pendidikan. kartini memberikan inspirasi bagi wanita indonesia masa kini.

10:57 Posted in Narasi | Permalink | Comments (25) | Email this
19 April 2007
manusia paling mulia
tersiar berita dari televisi. reportase pagi, redaksi 7, seputar indonesia, topik siang, sampai headline news menyiarkan kabar gembira ini. ceritanya, seorang koruptor tiba tiba saja mendatangi kantor polisi, menyerahkan diri dan mengakui tindakannya selama ini karena sudah kurupsi korupsi. para polisi yang sedang piket berjaga jaga, sebagian yang sedang menonton acara senetron sinetron, sebagian yang sedang makan, dan sebagian yang sedang main remi terperanjat kaget. apa yang terjadi ?
"tangkap saya pak." sambil mengajukan kedua tangannya seperti minta untuk diborgol.
seketika itu juga, para wartawan dari berbagai penjuru datang. membawa kamera, membawa tape recorder, dan bertanya pada koruptor.
"saya hanya ingin bertaubat. setelah saya pikir pikir lagi, untuk apa uang milyaran yang saya simpan itu. hidup saya sudah merasa puas. ya, kepuasan yang sangat sesaat. saya akan serahkan kembali uang haram yang saya ambil itu. saya ingin membeberkan aib dan siapa saja teman teman saya yang melakukan korupsi. untuk itulah saya menyerahkan diri."
"jadi bapak mengakui kalau bapak bersalah."
"ya, pejabat seperti saya hanyalah duri dalam daging negara ini. seperti halnya musuh dalam selimut. saya dan teman teman sekoruptor memang melakukannya. awalnya kecil kecilan, terus besar besaran. awalnya ribuan, terus milyaran."
"apa tujuan bapak sebenarnya melakukan hal ini."
"sebenarnya saya hanya merasa kasihan pada para demonstran itu. saya merasa iba. petisi para jurnalis, kritikan mereka. lalu gemuruh beduk, tambur dan simbal, raung knalpot montor serta massa dengan spanduk spanduk panjang bertuliskan hapuskan KKN, lalu berteriak berjalan beriringan dijalan. hanyalah menyebabkan tikus tikus got seperti saya traumatis hingga pergi menyebar kekantor kecamatan, kelurahan, balaikota hingga istana negara. saya hanya ingin memberi contoh kepada para koruptor lain untuk bertaubat. inilah jalan yang tepat."
"anda tidak sedang mencari sensasi kan ?"
"buat apa ? saya tidak seperti artis artis yang mencari sensasi untuk sekedar masuk infotainment televisi selama 5 menit. mengaku punya anak. mengaku pernah menikah. mengaku sudah cerai. saya tidak mau berpura pura seperti itu. apa jadinya negara ini jika semua orangnya pura pura. semuanya akan jadi serba seolah olah dan seakan akan. seolah olah demokratis. seolah olah negeri hukum. seolah olah agamawan. seolah olah intelektual. seolah olah terpelajar. seakan akan pengusaha, padahal pedagang. seakan akan penulis, padahal pengangguran. seakan akan peduli, padahal tidak tahu menahu. maka tak heran, jika seorang yang sudah resmi menyandang tersangka kasus korupsi lalu pura pura sakit."
"jadi dengan menyerahkan diri, anda merasa bertanggung jawab ?"
"setidaknya saya sudah lega. dosa saya serasa terangkat. hati saya serasa bersih. bayangkan anda melakukan kesalahan lalu menyesalinya. bayangkan jika anda melakukan kejahatan lalu mengakuinya. silahkan hukum saya yang sebenar benarnya. saya terima apapun konsekwensi hukuman yang dijatuhkan kepada saya. lagi pula, bukankah hidup ini cuma sesaat. tak tahu kapan saya akan alamat."
selang beberapa waktu setelah itu. para koruptor yang lain berdatangan kekantor polisi. mereka mengakui kesalahannya. tak hanya para koruptor. para perampok, pencopet, pencuri, pembunuh, teroris, dan semua pelaku tindak kriminal menyerahkan diri. mereka sadar dan ingin bertaubat. ingin kembali kejalan yang benar.
"sebenarnya bapak tidak usah repot repot seperti ini. bukankah kita bisa melakukan jalan damai ?" salah seorang aparat berkata.

09:30 Posted in Narasi | Permalink | Comments (30) | Email this
09 April 2007
Institut Penyiksaan Dalam Negeri
indosiar.com, Jakarta - Keprihatinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kasus kekerasan yang terjadi di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) disampaikan kepada wartawan seusai mengikuti doa dan Zikir nasional di Masjid Istiqlal Jakarta.
akan selalu kuingat bagaimana usaha orangtuaku hingga aku bisa menjadi seperti ini. kata ayah, biarlah sekarang ini ayah bersusah payah mencari nafkah asalkan kamu bisa sekolah. kata ibu, teruslah menuntut ilmu dan kejarlah cita citamu.
disini, dikampoeng ini. sekolah menjadi bahasa yang sangat asing. orang orang disini tidak mengenal yang namanya pendidikan. mereka hanya bekerja dan memikirkan bagaimana caranya bisa makan. mereka berdagang dan menggarap sawah serta ladang. maka ketika ayah menyuruhku untuk sekolah, banyak dari para tetangga kasak kusuk dibelakang. mau jadi apa nanti. seringkali kami dijadikan bahan obrolan diwarung dan pasar pasar. sekolah ? datang darimana pikiran tolol itu. sementara kita hanya disuruh duduk patuh diceramahi entah apa itu berguna atau tidak bagi hidupmu. sekolah hanya menjadikan kita tukang hapal dan tukang patuh. sekolah hanya menjadikan kita banci banci berdasi. sekolah membuat kita seperti sekumpulan anak yatim panti asuhan yang berpakaian sama. seragam. begitulah pemikiran warga desa dikampoengku.
sedari aku kecil, ayah dan ibu selalu mengajariku hal hal yang baru. mereka adalah guru bagiku. dengan sabar, ibu mengajariku mengeja kata. dengan sabar, ayah mengajariku menghitung angka. penuh cinta, penuh suka, juga tawa. ketika aku masuk sekolah pertama kali, ayah menepuk pundakku dengan bangga. "ini baru anak ayah." katanya. lalu ibu selalu membuatkan bekal makanan untuk istirahat siang. sekolah sungguh suatu hal yang menarik untuk seorang anak sepertiku yang haus akan ilmu. kegiatan ekskul atau karya wisata setiap akhir tahun merupakan suatu hal yang menyenangkan. aku tidak akan berhenti sekolah. sebab aku yakin, suatu saat nanti aku akan berguna bagi bangsa dan negara.
kali ini ayah menangis bahagia. aku kuliah disalah satu lembaga pendidikan tinggi kedinasan yang bermaksud untuk mempersiapkan kader pemerintahan yang siap tugas dan siap dikembangkan dalam rangka penyelenggaraan tugas pemerintahan dan tugas pembangunan, baik ditingkat daerah maupun ditingkat pusat secara berdaya guna dan berhasil guna. impianku kini diujung angan angan, akan jadi kenyataan.
sistem pendidikan disini menekankan kedisiplinan dan itu yang dibutuhkan oleh pemimpin didaerah yang bisa dijadikan teladan sebagai satu pengemban tugas pemerintahan. begitulah kata senior. kami disuruh taat dengan peraturan. dan kami harus siap menerima segala bentuk hukuman. keganjilan terjadi. hukuman hukuman yang tidak masuk akal terjadi disini. mendadak saja kami disuruh lari keliling lapangan, kami disuruh push-up, lalu secara tiba tiba perut kami dipukul, dada kami ditendang. sistem pendidikan apa yang sudah diterapkan disini ? hingga terjadi seperti ini. apakah ini sebuah balas dendam. atau memang para senior kami melakukan hanya untuk kesenangan.
hari itu, ajal menjemputku. aku datang terlambat waktu latihan drumband. tiba tiba saja beberapa senior menghampiriku. mereka menyeretku sedalam sebuah ruangan yang pengab. mereka menelanjangiku dan mengikatku.
"namamu siapa ?"
belum sempat kujawab, pukulan mendarat diwajahku.
"jawab !!! namamu siapa ?"
belum sempat berkata, sebuah tendangan datang keperutku.
setelah itu diseret tubuhku dan dibenamkan wajahku dalam bak mandi berkali kali. hingga aku tersedak karena air yang masuk lewat hidungku. matakupun memerah.
"bagaimana ? ini hukumannya kalau kamu terlambat datang."
berkali kali hantaman mendarat diwajah. berkali kali tendangan membuat dadaku terasa retak kesakitan. mataku memejam. bahkan ketika mereka menyuruhku menjilati kotoran disepatu, aku hanya bisa pasrah. kurasakan lidahku menebal. gatal.
"kenapa terlambat ?"
"ke,..si..anga..nnn, kak..kkk.." jawabku terbata bata.
"bukan suatu alasan !!!"
dilecut punggungku dengan ikat pinggang.
"kenapa terlambat ?"
dijejal mulutku dengan bangkai tikus.
"kenapa terlambat ?"
dicabut kuku tanganku dengan tang.
"kenapa terlambat ?"
disulut kemaluanku dengan rokok.
tiba tiba aku teringat sebuah cerita yang kukira hanyalah kisah.
tahun 1994, madya praja gatot dari kontingen jatim meninggal ketika menjalani latihan dasar militer dan dadanya retak.
tahun 1995, alvian dari Lampung, meninggal dibarak tanpa sebab.
tahun 1997, fahrudin dari jateng, meninggal dibarak tanpa sebab.
tahun 1999, edi meninggal dengan dalih sedang belajar sepeda motor dilingkungan kampus.
tahun 2000, purwanto meninggal dengan dada retak.
tahun 2000, obed dari irian jaya, meninggal dengan dada retak.
tahun 2000, heru rahman dari jawa barat, meninggal akibat tindak kekerasan. kasusnya sempat menjadi bahan berita. hingga dilimpahkan dipengdilan.
tahun 2000, utari meninggal karena aborsi dan mayatnya ditemukan dicimahi.
tahun 2003, wahyu hidayat yang juga ramai diberitakan meninggal karena tindak kekerasan. kasusnya dilimpahkan ke pengadilan.
tahun 2005, irsan ibo meninggal karena dugaan narkoba.
setelah itu. kututup mataku. kuingat kisah kisahku dulu waktu bersama ayah dan ibu.
13:31 Posted in Narasi | Permalink | Comments (65) | Email this
03 April 2007
selingkuh
aku bosan, istriku yang seperti gedebok pisang tidak lagi merangsang. pelarianku hengkang dari ranjang lalu menuju kedunia yang bukan nyata. bertemu seorang wanita bernama maya.
kukira ini yang namanya pucuk dicinta ulam tiba. setelah sekian lama kita berkenalan. dengan segala rayuan setan dengan segala elusan iblis. hatipun berbicara. apa aku mencintainya ? apa aku menginginkannya ? ataukah ini hanya kepuasan sesaat ? maya dalam nyata akhirnya bertemu juga. diam diam jangan bilang siapa siapa. kataku.
"maya, apa kamu menyukai aku ?"
maya diam.
"maya, apa kamu menyukai aku ?"
maya diam.
"maya, apa kamu bisu ?"
maya diam.
"maya, apa kamu bisu ?"
maya merengut.
"maya, apa kamu sebangsa jin ?"
maya senyum.
demit. kalau begini caranya buat apa kita ketemu ? kemana candamu yang penuh tawa waktu itu, kemana kemesraan kita dulu ?
"aku pulang." kataku
tiba tiba maya memegang tanganku, "jangan pulang dulu, aku masih ingin berbicara denganmu."
terkejut aku, tadi ditanya diam saja. bagaimana sih ???
aku duduk lagi. maya ikut duduk. lalu aku senyum. maya juga senyum. emmm... manis juga senyumnya. lalu aku, senyam senyum, mesam mesem, merat merot. tapi maya juga terus ikut ikutan. cuma senyam senyum. cuma mesam mesem. cuma merat merot. apa arti semua ini. wedus. edan bocah iki. wes,... mulih. dia halangi lagi.
"jangan pulang dulu, jangan..." kata maya mengiba.
lagi lagi aku urungkan niatku. merasa dibutuhkan.
"gimana kalau kita jalan jalan ?" ajakku.
maya senyam senyum, mesam mesem. merat merot.
"mau ngga ?"
maya cengingisan.
"jangan cengingisan, mau ngga ?!!!"
"yuk..." jawabnya lirih.
"kita ketaman ya ?"
"iya."
"abis itu makan diKFC ya ?"
"iya."
"abis itu karaoke'an ya ?"
"iya."
"malamnya check in ya ?"
"iya."
"trus gantung diri yuk ?"
"yukkk."
"munyuk kamu. kok ya ya aja, yuk yuk aja ?"
"lalu gimana ?"
"ya bilang donk apa gitu..." kataku
"pokoknya terserah kamu, aku ngikut."
"terserah ya... emmm... baik"
kupegang tangannya waktu kita jalan ditaman. maya diam. kuelus kakinya waktu kita makan. maya diam. kupeluk pundaknya waktu kita bernyanyi karaoke'an. maya diam. kubelai rambutnya, kucium bibirnya, kulucuti bajunya waktu check in dihotel. maya diam. diam. diam. dan diam.
"kok diam terus sih ?" kataku
"memang harus bagaimana ?"
"ya berontak dikit atau meronta gitu."
"buat apa ? yang penting kamu suka kan ?" katanya
"siapa bilang, kalau begini caranya ngga ada bedanya donk."
"beda sama siapa ? istrimu ?"
aku diam. membisu.
"tapi kamu senang kan ?" tanyanya lagi.
"iya senang sih. abis kamu kan bukan dia."
maya mendekat. mencium bibirku. mesraaaaaa.
"aku mau tubuh yang bekerja, bukan mulut." katanya.
"jadi itu maumu ?"
"iya."
"apa lagi ?"
"terserah kamu. puaskan aku."
"cuma itu ?"
"iya, sekarang. cepat !!! dan jangan banyak tanya."
aku hanya bisa merem melek merem melek. habiskan waktu itu berdua. suka sama suka. senang sama senang. mungkin memang benar, selingkuh itu indah.
hari itu. entah sudah berapa botol shampo yang aku habiskan.
***
nb : apa selingkuh itu definisinya seperti ini ya ? jawab ! btw ini cuma narasi. jika ada kesamaan, itu hanya suatu kebetulan saja. 

12:05 Posted in Narasi | Permalink | Comments (78) | Email this
22 March 2007
venus kepada mars
(Kuala Lumpur) The Tourism Minsiter Tunku Adnan lashed out today (Mar 8, 2007) that all bloggers on the Internet are liars, out of which 80% are unemployed women.
“All bloggers are liars, they cheat people using all kinds of methods. From my understanding, out of 10,000 unemployed bloggers, 8,000 are women.”
sebenarnya ini adalah kejadian yang tidak disangka sangka. sebuah perkenalan memang seharusnya terjadi begitu saja dan tanpa direncanakan. tanpa diduga. sekalipun tidak terjadi didunia nyata. adalah dunia maya dimana mereka bertemu. dunia yang tak kasat mata. dunia yang hanya terbatas dengan layar kaca. dimana ruang menjadi semakin sempit, juga menjadi semakin menghimpit dan terjepit. inilah keisengan seorang laki laki. dengan menggunakan id mars, dia masuk kesebuah room chat yang bertema perjaka cari perawan. memang dasar lagi harinya. datang juga seorang perempuan dengan menggunakan id venus. dan inilah kisahnya.
M : masih perawan yang neng ?
V : memangnya kalau sudah ngga perawan kenapa mas ?
M : ohh ya ndak apa apa, saya cuman mau kenalan saja kok.
V : ngga mesum kan ?
M : ya ngga donk, saya ini kan manusia baik baik.
V : asl donk mas !
M : 25 m yogya dan saya ini masih perjaka. u ?
V : aku 20 f jakarta.
M : namanya siapa ?
V : duhh sepertinya panggil venus saja deh. kalau kamu ?
M : ya panggil saja mars. biar lebih klop :p
V : cari yang perawan ya mas ?
M : sebenarnya ngga juga sih, saya hanya kebelet.
V : kebelet kawin ?
M : bukan kawin, tapi nikah.
V : bedanya ?
M : kalau kawin itu gampang, yang susah itu nikah.
V : ihhh,.. mas porno pasti orangnya jelek deh...
M : lho kok tahu kalau saya jelek... dapat bocoran dari mana ?
V : biasanya kalau orang pinter ngomong pasti orangnya jelek :p
M : hahahaha,... saya ngga hanya jelek, tapi juga nakutin.
V : kayak setan donk.
M : hahaha iya kali.
V : btw aku off dulu ya mas. ada perlu soalnya.
M : ohh iya, kalau kamu kangen, kirim email aja ke mars@gmail.com
V : siapa juga yang kangen. mas aja kirim ke venus@yahoo.com
M : ok deh. hati hati yah.
V : ok, bye.
M : bye.
FROM : venus (venus@yahoo.com), SUBJECT : masih cari perawan ?, TO : mars (mars@gmail.com).
hallo mas, apa kabar ? masih inget kan ? kapan nih bisa chat lagi. kangen nih. padalal mas kan jelek, tapi kok ngangenin yah. sekarang dimana mas ?
begitulah awal pertemuan mereka. venus yang belum pernah melihat batang hidung mars. dan mars yang belum pernah melihat wajah venus. belum juga ada kesepakatan untuk kopi darat. bagaimana bisa untuk bertemu muka, satu di yogya satu lagi di jakarta. tapi kebetulan sekali, begitu menerima email dari venus, mars akan berangkat ke jakarta karena ada urusan kantor.
FROM : mars (mars@gmail.com), SUBJECT : cari kamu saja ?, TO : venus (venus@yahoo.com).
maaf, akhir akhir ini saya sibuk. benar kan kata saya. walau wajah saya jelek tapi bisa ngangenin. bagaimana kalau kita ketemuan saja. lusa saya akan berangkat kejakarta karena urusan kantor. begitu saya sampai, akan saya hubungi.
akhirnya mereka bertemu. kesan yang venus dapatkan kepada mars sungguh seorang laki laki dewasa. walau sebenarnya dibalik kedewasaannya itu tersimpan sebuah kepedihan yang sangat luar biasa. ayahnya yang baru saja meninggal. lalu dia mendapat tanggungan menjadi kepala rumah tangga. dia juga bercerita bahwa belum lama ini ibunya sakit sakitan. juga berbagai macam masalah. entah itu masalah keuangan atau masalah pekerjaan. tapi semua itu dijalaninya dengan sabar.
bukan karena terlihat laki laki yang rapuh atau iba. tapi, kejujuran dan apa adanya itu yang membuat venus jatuh cinta dengan mars. begitu juga dengan mars. karena ada yang memberikan perhatian padanya. ada yang mendengarkan seluruh keluh kesah masalahnya. dan memberikan semangat untuk hidup. tapi bukan cinta namanya kalau tidak ada rintangan dan halangan. orang tua venus mulai resah. bagaimana tidak gundah kalau melihat anak gadisnya menjalin hubungan dengan orang yang tidak jelas. mendengar orang tuanya tidak sepihak. venus marah marah. mendengar cerita itu, mars hanya menghela nafas panjang. apalah arti laki laki seperti saya. pikirnya.
bagaikan pepatah lama. datang tampak muka, pulang tampak punggung. begitulah mars. pergi meninggalkan venus tanpa jejak. menghilang begitu saja. venus patah hati. susah tidur. tidak mau makan. selalu saja memikirkan mars. pagi, siang, atau malam. mencoba menelponnya, tapi sepertinya tidak aktif.
FROM : venus (venus@yahoo.com), SUBJECT : kangen, TO : mars (mars@gmail.com).
aku tidak tahu lagi harus berbuat apa mas. sepertinya aku sudah gila. gila karena tidak ada mas. pergi begitu saja. aku kangen mas. pengen ketemuan lagi. tolong bales secepatnya email ini.
venus terus menunggu kabar dari mars. tapi emailnya tak juga dibalas. berkali kali sudah dihubungi ke nomor HPnya, tapi tidak pernah aktif. venus tetap sabar, katanya orang sabar disayang Tuhan. sesekali berdoa menanam harap. sambil membayangkan bagaimana wajah mars saat mereka dulu bertemu. sesekali juga membaca arsip email email lama. seharian, venus duduk didepan komputer. menunggu email balasan dari mars. keluar masuk dalam room chat satu ke satunya lagi. siapa tahu bertemu dengan id mars. siapa tahu bertemu dengan laki laki itu.
***
perkenalkan. namaku venus. aku seorang perempuan. kini aku sudah menikah dengan mars. seorang laki laki yang dulu aku ingini. aku bukan pengangguran. pekerjaanku seorang ibu rumah tangga. mengurus rumah. menyiapkan sarapan pagi kalau suami kerja. memasak untuk makan malam. dan segala urusan dalam rumah lainnya.
perkenalkan. namaku venus. aku seorang blogger. aku bukan pengangguran. diwaktu luang, pekerjaanku menjadi tukang cerita. bercerita tentang diriku. tentang kehidupan rumah tanggaku dan semua teman temanku. diwaktu luang, pekerjaanku membaca kurang lebih 100 updatean. untuk mengetahui cerita mereka. pengalaman mereka. lalu mengutarakan pendapat, berkomentar, berbagi dan memberi masukan. jika sempat, kalian mampir saja keblogku. dengan hangat pasti ku sambut kedatanganmu. BUZZ!!!*
*pesan dari tukang cerita : sayangilah blogger, karena mereka juga manusia. sama seperti kita.
11:30 Posted in Narasi | Permalink | Comments (23) | Email this
15 March 2007
surat untuk ibu
dear ibu...
pernah pada suatu ketika aku berdebat dengan temanku tentang masalah mati. temanku berkata kalau mati itu Tuhan yang mengaturnya. sedangkan aku berpendapat sebaliknya. mungkin karena sifat manusia hingga bisa menentukan apa untuk dirinya sendiri. begitupula dengan mati. manusia bisa menentukan mati.
"jangan main main kamu !!!" kata temanku
"main main bagaimana ? kita hidup juga karena manusia, matipun manusia juga bisa menentukan." kataku
"tapi semuanya karena Tuhan yang menentukan."
"apa buktinya ?"
"kau..." temanku memanas.
"kenapa ? kamu tidak percaya ?" kataku
lalu aku mengambil silet yang biasanya aku buat untuk meraut pensil.
"kamu tahu silet ini ?" kataku
"ya,... lalu kenapa ?" tanyanya
"jika silet ini kusayatkan ke urat nadi tanganku bagaimana ?"
"tentu saja kamu mati kehabisan darah, tapi kamu tidak mungkin melakukan hal itu, kamu tidak akan berani." kata temanku.
"bagaimana kamu bisa yakin kalau aku tidak berani. bisa saja aku melakukannya padamu. sebab yang mati itu bukan aku tapi kamu." kataku.
"baik, buktikan kalau kamu berani." tantangnya
lalu kupegang tangan temanku lalu kuambil silet itu untuk menyayat urat nadinya. tapi, dia sudah berontak ketakutan.
"kenapa ? kamu takut mati ?" kataku
"kamu gila, tentu saja aku takut mati." katanya
"kalau kamu percaya mati ada ditangan Tuhan dan bukan ditanganku kenapa kamu mesti takut. belum tentu setelah aku sayat urat nadimu kamu akan mati. bisa jadi kamu dilarikan kerumah sakit dan selamat. tapi, bisa juga kamu mati sebelum sampai rumah sakit. hahahaha...." kataku sambil tertawa.
"kamu gila, sudah main main dengan Tuhan."
"aku tidak main main dengan Tuhan. sekarang kamu tahu kan. lalu yang menentukan mati itu Tuhan atau manusia ?" tanyaku.
"ya, Tuhan... ampunilah sesat temanku ini, Tuhan...,"
temanku menatap langit sambil menengadahkan kedua telapak tangan didepan wajahnya. aku tertawa melihatnya. tertawa dan terus tertawa mentertawai kelemahan dan ketololannya sebagai manusia.
kini aku termakan omonganku. ibu menentukan matiku. beberapa hari yang lalu setelah aku dan saudaraku disuruh minum susu. aku sendiri tidak mengerti kenapa ini terjadi. entah kutukan entah karma. sebenarnya aku dan saudaraku sangat mencintai ibu. tapi mungkin ibu yang tidak mencintai kami. itu terbukti kalau ibu membunuh kami. lalu setelah itu ibu bunuh diri. sekali lagi aku tidak mengerti. ibu adalah sosok yang sangat mulia bagi kami. waktu kami kecil dia berikan asi. lalu dia belikan sepeda roda tiga. lalu menceritakan dongeng sebelum tidur. tentang peri peri kecil yang cantik. tentang anak yang berhidung panjang karena suka berbohong atau tentang kurcaci dan serigala yang jahat. semakin aku berfikir tentang mengapa semua ini terjadi, ingatanku kembali pada masa sebelum aku dalam kandungan. benih cinta yang tertanam dalam rahim ibu menjadi aku. ibu memberiku buah buahan yang segar. lalu memberiku vitamin dan protein untuk kesehatanku. tidak lupa ibu menyuruhku mendengarkan musik musik klasik supaya perkembangan otakku sempurna. setelah dewasa, ibu merawatku penuh kasih sayang, diantarnya aku pergi sekolah. diberinya aku bekal untuk makan siang.
sungguh aku merindukan hal hal seperti itu. aku rindu ibu memanjakanku, aku rindu ibu memarahiku, aku rindu ibu menyuruhku cuci kaki sebelum tidur, aku rindu pergi belanja bersama ibu, aku rindu bertanya soal cerita matematika lalu ibu menerangkannya dengan perumpamaan anak ayam. aku rindu bermain halma bersama ibu, aku rindu ibu melarangku bermain terlalu sore, aku rindu masakan ibu, aku rindu ibu.
setelah aku mati. aku tidak bisa melakukan apa apa lagi. aku tidak bisa bermain bersama teman, tidak bisa sekolah, tidak bisa merasakan jatuh cinta, juga tidak pernah bisa merasakan dicintai, tidak pernah merasakan bekerja, tidak pernah merasakan mencari nafkah, tidak pernah merasakan menikah, tidak pernah merasakan punya anak, menyekolahkannya, memberinya kasih sayang, dan mencintainya.
begitulah suratku bu,...begitulah keluhku.
walau aku tidak mengerti kenapa kamu membunuhku, tapi aku bisa bahagia mati bersamamu. ya, aku bisa bahagia mati bersama ibu. ku kira memang ini sudah sepantasnya. aku lahir bersama ibu maka suatu kehormatan mati bersama ibu.
yang mencintaimu.
anakmu,
11:05 Posted in Narasi | Permalink | Comments (25) | Email this
13 March 2007
burung nuri cantik sekali
dulu, disepanjang jalan aspal pinggiran kota saya, terlihat hening dan sunyi. itu dikarenakan disebelah kanan dan kiri jalan tersebut hanya terdapat jajaran pohon pohon besar tua yang rindang, terdapat sungai sungai kecil untuk pengairan, terdapat hamparan luas tanah yang membentang panjang bersama hijau padi yang mulai tumbuh kuning kecoklatan. beberapa pak tani yang ditemani orang orangan sawah. walaupun kota, tapi tetap saja para pendatang menyebutnya dengan nama desa. itu dikarenakan jauh dari pemukiman penduduk yang padat.
sekarang, disepanjang jalan aspal pinggiran kota saya, tidak lagi terlihat hening dan sunyi. karena perumahan perumahan kini sudah berjajar. tidak ada lagi sawah, tidak ada lagi sungai kecil untuk pengairan, tidak ada lagi pohon yang rindang, apalagi pak tani dan orang orangan sawah. kasusnya sama saja dengan ibu kota. nama nama desa seperti poncol, tanah tinggi, tanah sereal, roxi, jelambar atau matraman kini telah berganti menjadi bintaro, pondok indah, cinere permai, lippo city hingga apartemen yang menjulang tinggi. dikota saya pun juga demikian. nama nama seperti gedangan, grogol, jetis atau gentan kini berubah menjadi grogol indah, songgolangit, solobaru, otawa hingga yang lainnya.
mereka tidak lagi menggunakan alamat RT / RW. tapi, mereka lebih sering menggunakan alamat nama nama jalan. setiap perumahan selalu menggunakan nama jalan yang segaram. ada yang menggunakan nama pewayangan, ada yang menggunakan nama buah buahan, adapula yang menggunakan nama bunga. tapi salah satu dari perumahan itu menggunakan nama burung. sebenarnya saya enggan menceritakannya. dikarenakan setiap saya bercerita masalah burung, tidak sedikit dari pembaca berkonotasi jorok dan selalu disangkutpautkan dengan burung yang itu itu saja. tapi saya yakin ini akan menjadi cerita yang sangat menarik.
diperumahan yang menggunakan nama burung itu adalah sebuah perumahan yang sederhana. mereka semua hidup dengan rasa syukur. begitulah warga yang ada dijalan nuri. kebanyakan rumah hanya menggunakan usuk kayu kalimantan dan atap asbes gelombang. jalanan diperumahan itu hanya bisa dilewati satu mobil searah saja. beberapa ada polisi tidur dan didepan gapura masuk tertulis "jalan pelan pelan banyak anak anak !!!" hingga kalau membaca tulisan itu para penjual es dung dung, bakmi goreng duk duk sreng sreng, sate te sate, atau wedang ronde teng teng teng berjalan pelan pelan mendorong gerobaknya.
dikarenakan ada pepatah roda selalu berputar. maka kehidupanpun juga kadang berubah. salah seorang warga juga mendadak bisa kaya. usahanya sukses dan anaknya bisa sekolah sampai tamat S2. dan sekarang kerja disalah satu perusahaan asing yang bermukim diibu kota. setiap bulan si anak selalu mengirimi uang untuk orang tuanya. si anak juga membangunkan rumah. mengganti usuk kayu kalimantan dengan gelondongan kayu jati, meningkat rumah menjadi 2 lantai, mengganti semua genteng dan talang air, membuat taman kecil dihalaman depan dengan kolam ikan dan tembok batu cadas yang dihiasi tanaman bonsai yang mahal, mengganti perabotan ruang tamu, meja kursi dengan motif ukiran jepara, lampu kristal yang terang berkilauan, membeli home teather untuk ruang keluarga, kamar tidur yang empuk dengan hiasan lukisan lukisan kaca transparan. dan terakhir membeli mobil merk terbaru.
rumah menjadi seperti istana. sibapak jadi betah dirumah. kerjanya makan tidur dan berusaha menikmati hidup. membaca koran, nonton TV, serta memberi makan ikan. tidak pernah lagi mengikuti rapat RT atau ronda malam. istrinya pun juga demikian. pergi belanja dan kesalon. tidak pernah kumpul dengan ibu ibu PKK atau arisan. mereka melupakan hidup bermasyarakat dan bertetangga. mereka menjadi gunjingan warga. sampai akhirnya si anak harus pergi bekerja keluar negeri. maka, kedua orang tuanya pun diajak. rumah yang baru saja dibangun dengan mewah itu ditinggalkan. akhirnya mereka ingin menjualnya. tapi anehnya tidak ada yang mau membelinya. padahal harganya sudah diturunkan dari harga pasaran. rumah itu kini kosong. berhari hari hingga berbulan bulan rumah tersebut masih kosong. mungkin karena letaknya diperumahan jadi tidak laku. tapi orang bilang karena nama jalannya yang dianggap sial. dari sinilah masalah dimulai. dan dari sinilah bagaimana ceritanya kami menggunakan nama jalan nuri.
banyak orang mendengar anak anak kecil yang main dihalaman rumah kosong itu. karena saksi mata mengatakan kalau dia pernah melihat ada anak kecil keluar masuk memanjat pagar rumah tersebut. dan setelah dicek tidak ada siapa siapa. hal ini menjadi heboh. para warga membicarakan dalam rapat RT karena masalah ini sudah membuat warga resah. lalu salah seorang warga mengusulkan untuk mendatangkan orang pinter. palu diketuk dan akhirnya orang pinter didatangkan untuk mengusir anak anak jin yang tinggal dirumah kosong itu. usut punya usut ini karena masalah nama jalan. orang pinter itu mengusulkan kalau nama jalan diganti saja. sebab nama jalan kakak tua itu berarti burung kematian. orang jawa bilang manuk ceguk. setiap bunyi pasti ada yang mau meninggal. akhirnya kami ganti dengan jalan gagak. bukannya anak anak jin itu hilang, tapi malah jin semakin banyak. ada yang tertawa cekikikan dipohon. adapula yang menangis nangis disudut jalan. dan akhirnya kami datangkan orang pinter itu lagi.
"jalan gagak ? itu lebih sial lagi" katanya. gagak itu adalah burung yang suka nangkring dikuburan. bunyinya yang koak koak mengundang seluruh warga kuburan. jin dari ibunya ibu, bapaknya bapak, embahnya embah, semuanya datang kejalan ini. apalagi ada rumah kosong. mereka langsung menempatinya. sering kali juga mereka mengganggu warga hingga dibuat ketakutan. akhirnya orang pintar itu menyarankan memberi nama jalan itu jalan garuda. tanpa pikir panjang lagi seluruh warga setuju. burung garuda itu burung yang sangat gagah dan perkasa. pasti jin jin itu takut kalau jalan ini diberi nama jalan garuda.
kami dengan segera mengganti jalan gagak menjadi jalan garuda. celakanya bukannya jin jin itu takut tapi kok malah semakin menjadi. mereka menjadi bertambah. mereka menjadi mengerikan. ada jin yang kulitnya terbakar, ada jin tanpa mata, adapula jin tanpa kepala. mereka tidak hanya menakutkan tapi sangat menjijikkan. orang pintar kami datangkan lagi. minta pertanggung jawaban. bagaimana bisa kok masalahnya jadi semakin runyam. akhirnya orang pintar itu melakukan dialog. setelah diusut usut. ternyata jin jin itu berasal dari arwah arwah penasaran yang tidak tenang karena korban dari bencana. ada jin korban tsunami, ada jin korban gempa, ada jin korban lumpur panas, ada jin korban banjir, adapula jin korban kecelakaan. baik itu kecelakaan kapal tenggelam, pesawat hilang, kereta api terpeleset, kapal terbakar dan terakhir pesawat meledak karena gagal mendarat.
sementara warga masih ada yang dicekam rasa takut, beberapa dari warga kembali memikirkan apa nama jalan yang tepat untuk mengganti nama jalan garuda. lalu ketua RT mengusulkan bagaimana kalau jalan nuri saja. bukankah burung nuri itu indah dan cantik. semua sepakat. akhirnya nama jalan diganti dengan jalan nuri. dan benar. jin jin yang menyeramkan itu sudah bosan dan akhirnya meninggalkan rumah kosong itu. warga tidak lagi merasa ketakutan. karena rumah kosong itu sekarang sudah ditempati dengan penghuni baru. mereka semua ramah. yang laki laki sering datang rapat RT dan ronda malam. sedang yang perempuan ikut arisan bersama ibu ibu PKK lainnya. hidup dijalan nuri kini damai. dan saya yakin, tidak sedikit dari kita menginginkan kehidupan seperti ini. seperti halnya saya yang merindukan jalan nuri. para penjual es dung dung, bakmi goreng duk duk sreng sreng, sate te sate, atau wedang ronde teng teng teng berjalan pelan pelan mendorong gerobaknya.
10:03 Posted in Narasi | Permalink | Comments (16) | Email this
07 March 2007
sejak kapan jatuh cinta dilarang ?
saya kira ini adalah musibah yang sangat luar biasa. bukan karena musibah yang sering terjadi ditengah pemerintahan bapak sudonyowo, juga bukan masalah burung yang baru saja terbakar. tapi ini masalah lain.
kalau bukan narasi, tidak mungkin bang haji jatuh cinta lagi. tapi alangkah terjejutnya saya ketika mendengarkan kalau kisah ini menjadi semakin ruwet. masalahnya para warga masyarakat sudah mulai membicarakan. dipasar, dijalan, diwarung, atau dimana saja dan sering kali menimbulkan debat kusir yang berkepanjangan. beginilah ceritanya.
"aku kok kesepian ya met, semenjak istriku pergi, apa apa selalu saja kukerjakan dengan sendiri. ya masak, ya nyuci atau urusan rumah yang lainnya. sementara anak anakku sudah dewasa dan mereka sudah berkeluarga, hingga jarang sekali berkunjung kerumah. kamu ada kenalan ngga met, ya,.. paling tidak bisa menerima aku apa adanya, tak usah cantik yang penting baik hati." kata bang haji sambil tertawa.
"wah... kalau itu saya ada ji, kebetulan orangnya cantik, wes pokoknya nanti tak mintain fotonya."
"ahhh,...tapi mana mau dia sama aku yang jelek gini, sudah tua lagi."
adalah slamet, seorang tukang becak langganan bang haji. yang selalu mengantar bang haji kemana saja dia pergi. kepada slamet lah bang haji selalu berkeluh kesah, karena mungkin bang haji memandang slamet adalah orang yang sabar, dapat dipercaya dan menjadi pendengar yang baik. setelah musibah yang menimpa dirinya, slamet hidup dengan menarik becak. anak dan cucu slamet semata wayang bekerja menjadi juru mudi jasa angkutan. anaknya untung yang menjadi juru mudi kapal, dan cucunya bejo yang menjadi juru mudi pesawat. mungkin karena slamet menginginkan hidup ini supaya beruntung jadi anak dan cucunya diberi nama untung dan bejo. dan mungkin karena nama itulah supaya kelak mereka sekeluarga tidak terkena musibah. tapi bagaimanapun juga, yang namanya musibah itu tidak ada hubungannya dengan nama. kalau sing maha kuasa bilang terjadi ya pasti terjadi. anaknya untung meninggal karena kapal yang dikemudikannya tenggelam, sedang cucunya bejo yang baru saja menjadi pilot juga dikabarkan tewas karena pesawat yang dikemudikannya menghilang dari radar yang sampai sekarang jasadnya belum ditemukan. hidup slamet kini sudah tidak bisa bergantung kepada anak dan cucunya lagi. kini slamet hanya bisa menarik becak. melanjutkan cita cita anak cucunya menjadi juru mudi jasa angkutan. maka, jika kamu berkunjung dikota saya, sempatkan kepasar kecamatan, dipangkalan becak pasti ada yang bernama slamet yang hapal seluruh jalanan kota saya.
singkat cerita akhirnya slamet bertemu dengan jeng elga. langganan baru becak slamet yang setiap pagi mengantarnya pergi kepasar. dari sinilah keruwetan cerita dimulai.
"selalu saja jeng elga kepasar naik becak saya, apa suami enggan mengantar ?" tanya slamet basa basi.
"saya ini janda kang, mana ada yang mau dengan saya. seandainya saya punya kesempatan untuk nikah lagi, mungkin enak ya kang kalau punya suami haji. orangnya pasti sabar dan saya bisa belajar agama lebih dalam."
mendengar hal ini slamet ingat percakapan dengan bang haji beberapa waktu yang lalu.
"loh loh... jeng elga ini kan cantik, pasti ada yang mau, saya punya kenalan haji lho jeng, tapi dia itu duda." kata slamet.
"siapa kang ?"
"haji oma."
"kang slamet ini sudah kelewatan, mana mau haji oma mau sama saya, dia itu kaya raya, terkenal, sedangkan saya ini apa ?"
"siapa tahu jeng, kalau jodoh kenapa tidak ?"
"sudah ahh kang, awas lho... jangan bilang siapa siapa, nanti saya malu kang."
tapi siapa sangka, semula yang awalnya malu malu akhirnya menjadi mau mau. ini dikarenakan slamet bilang ke bang haji kalau ada janda yang mau kenalan. mendengar hal itu kontan saja jiwa muda bang haji tumbuh lagi. apa salahnya kalau seorang duda nikah dengan janda. akhirnya bang haji dengan jeng elga bertemu. bagaikan laron ketemu lampu neon. entah rayuan gombal entah elusan iblis, kok ya ternyata mereka berdua bisa klop. dan saling menyatakan cinta. seolah olah seperti sepasang anak muda jatuh cinta yang dilanda kasmaran. mereka akhirnya cocok. semua warga masyarakat melihat hal tersebut. seperti saya ceritakan diawal paragraf kalau banyak dari mereka yang mempermasalahkannya. dan dari sinilah cerita menjadi semakin ruwet.
ketika siang itu slamet dihadang gerombolan warga kampung, slamet dipukuli, lalu becaknya dirusak. kalau saja slamet tidak berhasil melarikan diri, pasti slamet sudah alamat. slamet sendiri tidak mengerti kenapa dia dipukuli hingga wajahnya memar memar biru. tidak mengerti kenapa becak yang merupakan sumber nafkah penghasilannya dirusak. tidak mengerti kenapa warga masyarakat mengatainya najis, kafir, anjing,... benar benar biadab. slamet terus berfikir apa dosanya hingga warga berbuat seperti itu. apa salah jika menolong orang. menjodohkan orang. slamet melihat bang haji adalah orang yang kesepian. hari harinya dihabiskan dengan sendirian. maka sering kali bang haji bilang kepada slamet, berkeluh kesah untuk masalah yang satu ini.
"apa dikira kalau haji itu sudah sempurna, aku ini kan juga laki laki tho met, pengen hidup bahagia, ada yang menemani, ada yang ngurus, ada yang memperhatikan. tapi ya kamu jangan bilang siapa siapa met, nanti aku dikira ngga tabah....?" jelas bang haji pada suatu ketika.
lalu slamet berfikir lagi kalau mengingat percakapan dengan bang haji. apa salahnya kalau aku membantu beliau. toh hidup sebagai manusia itu harus saling bantu membantu. kita mati saja juga ada yang bantu nguburin kenapa pada waktu hidup kita tidak membantu orang. lagi lagi slamet ingat perkataan bang haji.
"bagaimana bisa bang haji minta tolong kepada slamet, apa kita kita ini sudah dianggap tidak waras, kalau soal jodoh, kita bisa carikan yang lebih baik daripada janda genit itu."
"itu akal akalannya slamet saja yang cari muka didepan bang haji, supaya dapat nama."
"memang kafir..."
"ini pasti ada udang dibalik batu, pasti ada dalangnya, kalau ngga ustad palsu yang suka niru niru gaya ustad di TV pasti kelompok pengajian kampoeng sebelah yang kalau dzikir jingkrak jingkrak. betul tidak,...? "
"betullll..."
"sudah, dikebiri saja si slamet itu, memang harus dikasih pelajaran."
cerita yang ruwet ini saya persingkat saja. akhirnya bang haji melamar jeng elga. anak anak bang haji kaget setengah mati mendengar hal ini.
"kawin ? dengan elga ? janda genit itu pak ? bapak tahu tidak siapa dia ? bapak tahu tidak dia itu anak siapa ? entah kata kata apa yang pantas buat dia. yang jelas dia itu bekas sundal. pendosa. penggoda laki laki. paling mau nikah sama bapak karena harta. yang saya herankan, bagaimana bisa bapak kenalan dengan elga ? aku sebagai anak bapak, malu. mau ditaruh dimana mukaku ini pak. pokoknya batalkan pak. kalau bapak mau cari istri lagi. saya bisa carikan istri yang baik buat bapak, yang nantinya bisa menjadi figur ibu buat saya."
jangankan bang haji, slamet saja tidak tahu menahu soal jeng elga yang katanya bekas sundal. yang slamet tahu kalau jeng elga adalah sosok perempuan yang baik dan sopan. sumpah demi allah berani disamber gelegek kalau slamet tidak pernah punya niat untuk menjerumuskan bang haji. dan sekarang slamet tahu sebab musababnya kenapa dia dipukuli dan becaknya dirusak. hingga orang mengatainya kafir. ingin rasanya slamet memaki maki jeng elga. kenapa dia tidak mau berkata terus terang kalau dia itu bekas sundal. ingin rasanya menampar wajah perempuan itu. tapi tiba tiba saja niatnya itu diurungkan. tidak tega melihat elga dengan wajahnya sayu layu karena air mata tangis.
"apakah kalau pelacur tidak boleh menikah ? apakah kalau pelacur tidak boleh bertobat ? saya sudah tobat kang, ingin rasanya saya menata hidup saya yang berantakan mulai dari awal. mungkin menikah dengan bang haji salah satu jalannya. siapa tahu dia bisa membimbing saya, banyak mengajarkan saya soal agama dan kebaikan. apa itu salah ? tapi mungkin bekas pendosa seperti saya tidak boleh diberi kesempatan lagi. jika begini ceritanya apa gunanya saya hidup. lebih baik mati saja kang..." kata jeng elga sambil terisak.
tapi bagaimanapun juga cinta. buta. walaupun beribu aral rintangan menghadang, tak peduli pasti diterjang. bang haji kawin lagi. gara gara itulah pamornya berkurang. warga masyarakat engan mendengarkan ceramahnya. enggan datang kepengajiannya. bahkan enggan mengenalnya lagi. saya kira ini adalah masalah yang sangat luar biasa. sejak kapan jatuh cinta dilarang ? begitulah keruwetan cerita ini terjadi.
10:55 Posted in Narasi | Permalink | Comments (20) | Email this
02 March 2007
blogger
para blogger datang kekota kami. asap kabut putih yang merendah menandai kedatangan mereka. seperti rombongan karnaval yang berarakan pelan mengelilingi kota. seperti pelancong yang berjalan melihat lihat bangungan bersejarah tua terawat dimana setiap riwayat tergurat. anak anak menyambutnya dengan suka cita. mereka berteriak teriak kegirangan. bersorak gembira dan tak sabar ingin mendengarkan kisah apa yang akan diceritakan.
kisah kisah ajaib itu serupa dongeng yang melambungkan tinggi fantasi anak anak kota kami. entah sejak kapan rombongan para blogger itu ada. yang jelas jika mereka datang, bagikan malaikat yang menyampaikan sabda. konon katanya, merekalah rombongan tukang cerita pertama yang menemani adam ketika melakukan perjalanan dari surga menuju dunia. mereka hanya bercerita. bercerita tentang apa saja yang ingin mereka ceritakan. anak anak kota kami hanya duduk terdiam mendengarkan. kata per kata, kalimat per kalimat yang mereka ucapkan menjadi sebuah imagi yang keluar dari mimpi. hingga bisa terlihat seperti nyata adanya.
ada baiknya akan saya ceritakan dulu tentang anak anak dikota kami. mereka semua, anak anak itu sudah terkontaminasi dengan perkembangan teknologi, anak anak itu sudah melupakan adat istiadat, anak anak itu sudah melupakan unggah ungguh, tata krama, atau sopan santun. dikota ini biaya sekolah sangatlah mahal. istilah istilah pendidikan juga sudah mulai diganti. dari taman kanak kanak menjadi kindergarten, dari sekolah dasar menjadi elementry school, dan begitulah seterusnya. mahalnya pendidikan sekolah dikota kami menjadi gaya hidup kebanggaan para orang tua. semakin mahal tempat anak mereka sekolah semakin bangga mereka bercerita kepada tetangga. ada harga tentu saja ada barang. sistem pendidikan yang diajarkan juga semakin maju. pengenalan teknologi sedini mungkin atau penggunaan bahasa asing sehari hari sudah menjadi pokok kurikulum yang harus disampaikan.
mungkin karena majunya anak anak belajar hingga mereka menjadi hebat dan akhirnya mereka melupakan yang namanya sopan santun. anak anak lupa bagaimana status mereka yang sesungguhnya. tidak sedikit dari anak anak dikota kami melupakan adat istiadat itu. cara berbicara dengan orang yang lebih tua, cara mereka berterima kasih, dan hal hal yang lainya. mereka lebih bersikap individu. mereka tidak mau berteman dengan anak kampoeng yang mungkin IQ dan pengetahuannya dibawah mereka. hingga hanya menganggap mereka anak anak yang bodoh. mereka menganggap komputer lebih menarik daripada kelereng atau mengganggap play station lebih menarik daripada layang layang.
si eneng contohnya. dia salah satu anak yang seperti itu. umurnya kurang lebih 5 tahun. biaya sekolahnya 2 juta sebulan. dan saya yakin tempat eneng sekolah adalah tempat anak anak orang kaya sekolah. karena eneng salah satu anak orang kaya. sifatnya yang suka dimanja menjadi dampak buruk baginya. semua keinginannya terpenuhi. mainan yang mahal, pakaian yang bermerk, serta uang jajan yang lebih. bahkan eneng tidak pernah bisa menghormati orang yang lebih tua. misalnya dengan memanggil nama pembantunya langsung dengan panggilan nama. bahkan dengan berteriak. begitu juga kalau manggil kedua orangtuanya. "maaa,... mamaaaaa.... maaa,... mamaaaaa.... mama dimana tho,... ya oloh,... astofilohhaadim mamaaaa,... mama'i budeg." begitulah dengan nada yang tidak fasih.
anak anak seperti ini mau menjadi jaminan masa depan bangsa ? tapi setidaknya pendidikan mereka mahal.
HINGGA akhirnya rombongan para blogger itu datang kekota ini. mereka berjumlah puluhan, mungkin ratusan. mereka berjalan menyebar. memasuki jalan jalan kota, mengitari sudut sudut kota. melewati jembatan dan dermaga, masjid dan gereja, serta gang gang yang kesepian. begitu bertemu anak kecil, langsung mereka bercerita. menceritakan kisah kisah ajaib. tentang cinta mereka, sahabat mereka, tempat tinggal mereka, atau tentang apa saja. para blogger bercerita dengan ciri khasnya masing masing. hingga membuat anak anak itu tercengang, terdiam, dan membisu.
dewi misalnya, yang suka berkisah dengan kata kata indahnya. tentang cinta, tentang selepas hujan tengah malam, sebelum sulur cahaya mekar. tentang pantai yang putih dan teluk yang jernih. tentang percik percik air yang berloncatan seperti anak belalang bertubuh terang. tentang orang orang yang takjub menyaksikan senja hingga jantung berdebar, hingga mulut bergetar bagai mengunyah acar. tentang keheningan yang tak hanya terasa begitu dekat tapi juga pekat. tentang anak anak yang rambutnya bergeraian dan bulu matanya yang lentik seakan memayungi sepasang mata bening agar tidak terkena debu debu dosa. tentang ini. tentang itu. yang membuat anak anak pikirannya melayang jauh teduh entah kemana.
ndoro misalnya, yang suka berkisah tentang dunia yang semakin tua dan hampir musnah. karena dunia yang terus menerus dilanda musibah. karena kita para manusia yang suka mementingkan diri sendiri. fluburung mengganas, banjir melanda, tsunami mendera, lumpur petaka, air bersih yang langka, anak anak terserang demam berdarah, folio, dan busung lapar karena tidak ada yang bisa dimakan. tanah, air dan udara rusak parah karena tercemar limbah. hingga membuat anak anak itu merasa penting menjaga bumi pertiwi ini. memeliharanya sampai nanti.
yati misalnya, yang suka berkisah tentang perjuangan. berkisah tentang para pahlawan. berkisah tentang negeri yang terus menerus dilanda kerusuhan. para pemuda unjuk rasa, karena pemimpinnya yang tidak benar, rakyat kelaparan dan sengsara, harga bensin melonjak tinggi sementara sembako semakin susah dibeli, pengangguran yang tak bisa diatasi, dan pikiran kita hanya disihir dengan rencana para politisi. bagaikan kenalpot motor yang meraung raung, begitulah kampanye umbar janji. kita harus terus bergerak ! kata kata itu yang menyadarkan anak anak kota kami dan menumbuhkan jiwa patriotisme yang tinggi



