<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="/rss20.xsl" media="screen"?>
<rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<atom:link href="http://mata.blogspirit.com/narasi/index.rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
<title>mata | eternity - narasi</title>
<description>mata | eternity</description>
<link>http://mata.blogspirit.com/narasi/</link>
<lastBuildDate>Tue, 15 Dec 2009 12:04:36 +0700</lastBuildDate>
<generator></generator>
<copyright>All Rights Reserved</copyright>
<item>
<guid isPermaLink="true">http://mata.blogspirit.com/archive/2008/12/18/maria.html</guid>
<title>maria</title>
<link>http://mata.blogspirit.com/archive/2008/12/18/maria.html</link>
<author>noreply@blogspirit.com (mata)</author>
<category>Narasi</category>
<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 15:40:00 +0700</pubDate>
<description>
didesa saya, ada seorang perempuan gila. namanya maria. memang sangat tidak wajar, kenapa dia bernama maria. orang bilang ini penghinaan. maria yang sebenarnya digambarkan sebagai sosok yang sangat keibuan, lemah lembut dan penuh rasa cinta. bukan seperti orang gila yang tidak jelas bagaimana nasibnya. siapa dia ? tidak ada yang mengetahuinya. bahkan kenapa dia gila ? hal tersebut juga tidak ada yang mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maria memang sudah menjadi bagian dari desa kami. tapi, tidak ada satupun warga desa yang mempedulikannya. termasuk saya. kami terlalu sibuk dengan urusan dan segala pekerjaan yang ada. hingga sudah tidak ada tempat lagi untuk memikirkan perempuan gila yang bernama maria. setiap kami berjalan, setiap sudut desa, setiap ujung gang. sering saya melihat maria. sepertinya memang dia ada dimana mana. entah, tidak ada yang tahu apa yang dilakukannya. kadang berbicara sendiri, seperti memaki, seperti membenci. kadang menyanyi, tapi tidak jelas, seperti melantunkan sebuah penggalan nada nada mati yang susah untuk dimengerti. kadang menangis, berteriak teriak histeris, serasa menyesali, kenapa dia ada didunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitulah apa yang dilakukan maria didesa kami. terkadang ada juga yang merasa kasihan padanya. sering kali simbok penjual soto memberikannya sebungkus nasi dengan lauk alakadarnya. sering kali juga beberapa warga membiarkannya tidur dihalaman teras depan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitupula saya. beberapa waktu yang lalu. untuk pertama kalinya saya memberikan uang padanya. untuk pertama kalinya saya menjadi manusia yang memiliki rasa kasihan. untuk pertama kalinya juga saya melihat wajah maria dari dekat. terlihat muda. matanya yang nanar. rambutnya yang panjang hitam pekat melekat. kulitnya yang putih bersih. bibirnya yang mungkin merah sedikit pecah namun tetap basah. juga baju lengan panjang, rok motif garis garis warna ungu, dan syal biru yang ada dilehernya, serasa melindunginya dari angin malam yang dingin nenembus nadi dan tulang. saya iba padanya. pada maria. mungkin ini karena matahari yang sudah tertelan senja. hingga cahaya terlihat merah samar samar redup petang. dan untuk pertama kalinya, saya melihat maria tersenyum. seperti lambaian yang ragu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejak saat itu, saya selalu memperhatikan maria. ketika saya sering memberikan uang padanya. walau hanya cukup untuk sehari makan. apakah saya merasa kasihan padanya, atau apa ? saya sendiri tidak mengetahuinya. saya hanya suka ketika melihat maria dari dekat. terlebih saya sangat suka ketika dia tersenyum bahagia. rasanya seperti melihat ketika mula dunia tercipta, ketika Bumi masih rapuh, kabut bagaikan putih telur, saat bunga masih serupa kuntum yang ranum, dan begitulah wajah maria terlukiskan. bukan dalam lembaran canvas dengan cat dan kuas. melainkan dalam ingatan yang sampai kapanpun tak akan pernah terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semakin lama, semakin saya ingin mengenal maria. saya ingin mengetahuinya lebih dalam lagi. kenapa dia ada disini ? kenapa dia sering berkata kata serapah, seperti menyumpah ? kenapa dia sering menyanyi dengan nada nada mati yang susah untuk dipahami ? kenapa dia sering menangis histeris seperti tadi malam ketika gerimis turun riwis riwis ? kenapa semua orang desa yang mungkin termasuk saya menganggap maria sudah gila yang keberadaannya dianggap tiada dengan sebelah mata ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah ada yang bisa memandang perempuan gila itu dengan mata terbuka sedetik saja dan mengadakan dirinya selayaknya manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari itu, maria berbeda. terlihat sepertinya dia bahagia. dia berlari lari kesana kemari. dia bernyanyi &quot;kupu kupu, datanglah kemari, temani aku yang sedang jatuh hati. kupu kupu, datanglah kesini, datanglah kesini...&quot; dia terus bernyanyi dan menari. mengelilingi gang gang didesa kami. berputar putar ditaman desa yang kecil namun penuh bunga yang warna warni. bebas, lepas, seperti merpati yang terbang tinggi. bahagia, seperti pipit pipit yang berebutan remah roti. semua orang didesa kami mendadak terbuka matanya. maria serasa menghidupkan suasana desa yang sepi juga membosankan. sepertinya maria sedang jatuh cinta. tidak, bukan sepertinya, tapi memang maria sedang jatuh cinta. tidak lagi dia berkata menyumpah serapah. tidak lagi dia menyanyikan nada nada mati yang menyayat hati. juga tidak pernah lagi dia mengeluarkan tetes air mata tangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu seketika orang orang desa yang tadinya tidak peduli akan maria, semula yang tidak menghiraukan keberadaan maria, semula yang memandangnya dengan sebelah mata yang hina. kini, bertanya tanya. ada apakah dengan dirinya. dengan siapa dia jatuh cinta. sementara maria masih dengan hatinya yang penuh suka. tertawa dan menari bersama para kupu kupu yang mungkin dianggapnya seperti peri kecil yang turun bersama tetesan embun pagi hari, atau seperti bidadari yang datang dari balik pelangi. keceriaan maria itu membuat orang orang mengerti, betapa desa kami serasa terberkati. walau kadang masih tidak mengerti bagaimana hal itu tiba tiba bisa terjadi. kegembiraan yang membuat semua orang melihatnya iri. kegembiraan yang membuat kami dihantui pertanyaan, dengan siapa perempuan gila itu jatuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang membuat saya heran, bagaimana seorang perempuan gila bisa membuat penasaran semua warga desa. terlebih lagi para istri didesa kami dibuatnya resah. jangan jangan suami mereka yang disukai perempuan gila itu. mereka lalu mulai memperhatikan kelakuan dan tingkah para suami. mengawasi. kadang bertengkar. kadang memaki. sepanjang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;aku hanya merasa kasian padanya bu, aku juga manusia seperti dia, kenapa kamu malah cemburu seperti itu.&quot;&lt;br /&gt;&quot;alah pak, sejak kapan sampeyan peduli dengan perempuan gila itu ? sejak kapan ? sejak dia bahagia ? sejak dia jatuh cinta ? atau jangan jangan kamu menaruh hati padanya ?&quot;&lt;br /&gt;&quot;kamu sudah gila ya bu ? sudahlah, aku tidak mau berdebat lagi denganmu.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian setelah itu terdengar isak tangis, terdengar teriakan, juga pecahan pecahan piring, kadang umpatan umpatan kasar yang sebenarnya memang tidak beralasan. sementara perempuan gila itu masih tersenyum, masih menyanyi dan menari. sungguh ironi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semakin lama, kelakuan maria semakin membuat warga didesa kami resah. setiap pagi, selalu maria yang menjadi bahan utama pembicaraan. para laki laki yang semakin hari semakin jatuh hati. anak anak yang tidak mengerti akan hal ini tetapi merasa suci ketika mereka bermain apa saja, tertawa, bercanda, melupakan segala keluh kesah bersama maria yang menemani sepanjang hari. tapi tidak untuk istri istri yang sudah dihantui hingga buta menghampiri karena marialah mereka cemburu mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;kenapa kamu bahagia, maria ?&quot; kata kepala desa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maria terdiam, dia melihat kami. yang terlihat seperti mau menghakimi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;aku hanya ingin bahagia. bersama buah cinta dalam rahimku ini.&quot; begitulah katanya sambil terbata bata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terkejutlah semua warga desa mendengarnya. para pemuda yang sudah pupus harapan, para suami yang kecewa karenanya, para istri yang semakin dibuatnya resah, juga anak anak yang sudah tidak menganggapnya suci. lantas semuanya kasak kusuk dibelakang. bertanya tanya lagi, anak siapa yang dikandungnya. dengan siapa dia melakukannya. ada yang berteriak teriak dan menyumpah serapah, ada yang memaki, juga ada yang diam menatapnya dengan pandangan mata penuh benci. lagi lagi maria terdiam, kali ini dia ketakutan. wajahnya yang bingung, juga matanya yang penuh tanda tanya. tidak tahu maria harus menjawab apa. mulutnya masih membisu. lalu tiba tiba dia berteriak. &quot;kupu kupu...lihat ada kupu kupu. ayo kita tangkap...&quot; lalu dia berlari mengejar kupu kupu itu. meninggalkan jawaban yang kami tunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merasa kepala desa tidak sanggup menyelesaikan masalah ini, maka para warga desa mengundang bupati dan walikota, ketua dewan perwakilan rakyat kotamadya, para mentri negara, ketua mahkamah agung, para ulama ternama, wakil presiden, bahkan yang terhormat presiden negara. untuk supaya bertanya kepada maria, anak siapa yang dikandungnya. tapi maria tetap membisu, maria tetap diam, dia hanya bahagia. lantas berita tentang kehamilan maria pun menghiasi berbagai media massa. surat kabar, radio, internet, blog, youtube, juga televisi. desa kami menjadi pusat perhatian karena adanya perempuan suci. desa kami menjadi terberkati. dan sekali lagi, maria hanya diam dengan ribuan jawaban yang kami tunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;celakalah perempuan gila itu, celakalah maria ketika ia mengandung seorang anak yang katanya hasil buah cintanya dengan malaikat, ketika perutnya semakin membesar, dan ketika perutnya mulai membengkak karena dosa. amarah warga desa pun tak tahan dibuatnya. dengan mengatasnamakan kesucian warga desa menganggap perempuan itu sumber malapetaka, sumber segala kerusuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;dia itu aib&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;nista.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;haram.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;sucikan kembali desa ini.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;usir dia dari sini.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perempuan itu berjalan pergi, sepertinya maria tahu apa maksud semua ini. dia berjalan. bersama langit yang cerah, angin yang sejuk, bintang yang terang, bulan yang bersinar, dan malam yang memberkati. tapi tidak bersama warga desa yang memberinya dengan kata kata hina, makian dan cacian, sementara anak anak kecil ada pula yang melemparinya dengan kerikil kerikil tajam. maria terus berjalan, berjalan pergi meninggalkan desa, melewati rumah rumah, jembatan, dan gereja. seketika dia berhenti, kepalanya mendongak keatas, begitu sunyi, begitu sepi. nanar matanya melihat Tuhan disalib dengan kepala menunduduk yang seakan akan melihatnya. lalu maria berkata &quot;eli eli Lama Sabachtani ?&quot; dan maria menangis dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;solo - desember 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. hanya sebuah postingan narasi bulan desember yang sempat tertunda&lt;br /&gt;2. semula tokoh perempuan saya namakan rhesya, tapi entah kenapa saya menggantinya dengan maria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://mata.blogspirit.com/images/ic_m.gif&quot; /&gt;
</description>
</item>
<item>
<guid isPermaLink="true">http://mata.blogspirit.com/archive/2007/09/21/mencari-malaikat.html</guid>
<title>mencari malaikat</title>
<link>http://mata.blogspirit.com/archive/2007/09/21/mencari-malaikat.html</link>
<author>noreply@blogspirit.com (mata)</author>
<category>Narasi</category>
<pubDate>Fri, 21 Sep 2007 14:50:00 +0700</pubDate>
<description>
saya menyebut anak laki laki itu bernama mata, sebab ia lahir saat matahari enggan datang seperti senja tertelan petang. waktu itu hanya terdengar suara ibu yang melahirkannya berteriak teriak kesurupan, menyumpah serapahi seorang laki laki yang diatas namakan iblis, setan, binatang, dan segala macam mahluk malam yang mendesis berbisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya, konon katanya laki laki itu tidak bertanggung jawab. kabur entah kemana. neraka. mungkin jawabnya jika saya bertanya padanya. akhirnya perempuan itu yang menanggung semua beban tersebut. menanggung semua penderitaan kehidupan yang keras. hingga saya selalu saja mendengar umpatan umpatan kasar tanpa alasan yang dia tujukan kepada anaknya. saya merasa kasihan padanya. merasa iba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernah pada suatu ketika saya tanyakan padanya, ada apa dengan mata ? lalu dia hanya menjawab dengan tatapan setan. &quot;bukan urusan kamu !!!&quot; lalu membanting pintu rumahnya dengan keras. sebenarnya rumah itu hanyalah rumah kontrakan yang bersebelahan dengan rumah saya. rumah itu ditempatinya setahun bersama laki laki sebelum mata lahir. ini artinya sudah empat tahun perempuan itu tinggal disini sendiri bersama anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara saya masih mendengar mata kecil terus menangis. menangis sampai ilu matanya kering dan habis. sementara ibunya masih terus memaki maki. &quot;dasar anak setan, anak binatang, menangis saja terus kerjanya. bisa diam apa tidak !!!&quot; bentaknya, yang sebenarnya saya sendiri mengerti kalau makian itu sebenarnya dia tunjukan kepada laki laki yang meninggalkannya pergi. hingga akhirnya mata kecil yang menjadi pelampiasan semua ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oh ya, saya belum memperkenalkan diri saya. nama saya rhesya. seorang perempuan. tidak banyak yang bisa saya ceritakan tentang diri saya. saya hanya seorang perempuan yang sangat menyukai anak kecil. entahlah, mungkin karena masa kecil saya yang sangat bahagia. saya berfikir bukankah masa kecil itu seharusnya memang bahagia. dielukan, ditimang timang sayang, dan bermain bersama teman teman. bukankah seharusnya begitu. tapi kenapa anak kecil bernama mata itu jauh dari kata bahagia. tidak pernah disayang juga selalu sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://img241.imageshack.us/img241/2738/dfascy5.jpg&quot; /&gt;&lt;i&gt;why - by: carlos escobar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam malam berikutnya saya pasti selalu mendengar tangisan mata yang menyayat hati. saya tahu kalau anak itu pasti lapar. maka saya pun memberikan roti dan sekaleng susu. tapi lagi lagi ibunya yang keluar dengan sorot mata yang berapi api. lalu menerima susu dan roti yang saya bawa tanpa berkata terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hal tersebut ternyata bukan untuk pertama kalinya. para tetangga pun sepertinya sudah kapok berurusan dengan perempuan itu. sepertinya dia tidak butuh anaknya dikasihani. biar saja anak setan itu mati. hingga sampai sekarang para tetangga itu tak ada yang mau peduli lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mata, ah mata. bocah kecil itu. jika saya melihatnya, entah kenapa rasanya seperti melihat kesedihan yang sangat mendalam. sering kali dia duduk dibibir lincak yang tinggi depan rumahnya. hingga kaki mungilnya melambai berjuntaian. entah apa yang sedang dipikirkannya. hanya rembulan remang yang ditatapnya sambil menunggu kapan ibunya pulang. terkadang anak kecil itu tertidur dilincak karena lelah menunggu. bahkan gigil angin malam yang atis menembus nadi tidak pernah mau peduli. ingin saya mengangkatnya dan merebahkannya diranjang. mendekapnya dan memberikan kehangatan padanya. tapi saya urungkan niat itu. saya tidak mau lagi berurusan dengan perempuan gila itu. akhirnya saya hanya menyelimutinya. sekedar memberikan kehangatan dan melindungi badannya dari hembusan dingin malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terlihat tidurnya sangat nyenyak. nyaman. saya belum pernah sekalipun melihat wajah bahagia seperti ini. wajah anak kecil yang tersenyum dikala tidur. mungkin peri peri baik hati itu yang menemaninya dialam mimpi. entah kemana para peri itu membawanya pergi. andai saya bisa melihat negeri dibalik mimpi itu. andai saya juga bisa menemaninya masuk kedalam alam mimpi. tapi saya lagi lagi hanya bisa tersenyum penuh haru. saya meninggalkan mata yang sedang berpetualang jauh bersama bidadari. melepaskan kesedihan hati. melupakan hari hari yang penuh sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam pun berlalu. mengganti pagi. terasa lembut seperti hosti. sisa sisa dingin malam masih melekat sebelum hangat sulur cahaya fajar mekar. mata terbangun dari mimpi. peri peri menghilang. para bidadari telah pergi. entah kapan mereka datang lagi. kini hanya kupu kupu yang berkitaran dihalaman. disela sela rumput dan ilalang yang tinggi menjulang. kini hanya burung burung gereja yang terus berkicau. terbang merendah, hinggap dihanan memberi makan anaknya. sesekali mengajari bagaimana caranya terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pagi itu suara tangis mata membangunkan saya dari tidur. suara tangis lambat laun lirih perih. menyayat nyayat. suara tangis itu menggores hati. apa lagi yang terjadi. kenapa tangisan mata kali ini berbeda dengan tangisan tangisan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya saya mengerti, perempuan itu semalaman tidak pulang. perempuan itu meninggalkan mata sendirian. berteman gelap, berselimutkan malam, dilincak depan rumahnya. meninggalkan mata kecil kelaparan. meninggalkan semua beban hidup, meninggalkan anak setan yang sudah dilahirkannya. saya marah. marah. tegakah seorang bunda berbuat seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mata terus menangis. terus menangis memanggil ibundanya. &quot;bunda... bundaaa... bunda dimana ??? mata lapar...&quot; begitulah suaranya yang lirih. kemudian saya menghampirinya penuh dengan cinta. menggandeng tangan kecilnya yang mungil. sedikit terdiam sedikit menoleh kearah belakang. melihat halaman rumah yang kian lama kian tenggelam. kemudian saya mandikan dia. saya siram dan usap tubuhnya dari luka yang pekat melekat. saya seka air matanya yang garing mengering. saya bersihkan rambutnya dari sindap dan lindap yang lengket. dan lihatlah. betapa dia kini tampak damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;kamu baik baik saja kan Ta ?&quot; tanyaku, tapi mata hanya membisu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;sementara kamu tinggal disini saja ya, setidaknya sampai ibumu pulang.&quot; kataku, tapi sekali lagi mata hanya mengangguk, lalu menunduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari hari itu saya habiskan bersama mata kecil. saya selalu bercerita tentang peri peri kecil. saya selalu bercerita tentang bidadari yang turun dari balik pelangi untuk menemui anak anak yang baik hati. saya selalu bercerita tentang malaikat malaikat yang terbang dengan sayapnya yang mengembang dengan indahnya. saya selalu bercerita tentang para penghuni surga yang ramah. saya selalu bercerita tentang dongeng dongeng. para kurcaci yang suka menari, juga tentang negeri impian dimana setiap anak bisa bermain sepuasnya. hingga letih datang menghampiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;kamu sedang menggambar apa Ta ?&quot; tanya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;menggambar malaikat.&quot; jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya saya tidak paham tentang jawabannya itu. saya benar benar tidak paham. mungkin karena saya selalu bercerita tentang dongeng dongeng yang tidak masuk akal padanya. hingga dia bisa berkata seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;kenapa kamu menggambar malaikat ?&quot; tanya saya lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;aku mau jadi malaikat.&quot; jawabnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;apa enaknya menjadi malaikat.&quot; saya betanya lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;bisa terbang.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;untuk apa terbang.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;mencari bunda yang pergi dibawa setan.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian mata terus menggambar, melanjutkan gambarnya. dalam pikirannya, mungkin dia berharap kalau suatu saat dia akan benar benar menjadi malaikat. mencari ibunda yang pergi meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya menemukan ide tulisan ini waktu dikereta dalam perjalanan pulang menuju solo. ketika itu rhesya melihat seorang anak kecil mungil yang duduk didepan kita. terlihat suci, bersih, murni, bersama ibunya yang setia memegangnya. menggandeng tangannya. menimangnya dengan sayang. terlihat anak kecil itu terus melihat kearah kita. saya hanya berusaha mencerna apa arti tatapan itu. mungkinkah dia bertanya. apakah saya, apakah rhesya, bahagia seperti dirinya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://mata.blogspirit.com/images/ic_m.gif&quot; /&gt;
</description>
</item>
<item>
<guid isPermaLink="true">http://mata.blogspirit.com/archive/2007/06/27/yunus-kejakarta.html</guid>
<title>yunus kejakarta</title>
<link>http://mata.blogspirit.com/archive/2007/06/27/yunus-kejakarta.html</link>
<author>noreply@blogspirit.com (mata)</author>
<category>Narasi</category>
<pubDate>Wed, 27 Jun 2007 12:00:00 +0700</pubDate>
<description>
seekor ikan paus raksasa terdampar dipantai marina ancol. semua pengunjung yang sedang menikmati liburan terperanjat kaget. bagaimana bisa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memang sebenarnya ikan paus itu salah alamat. lha ya salah alamat, wong disuruh Tuhan kembali keninawa kok malah nyasar kejakarta. adalah Yunus bin Matta semua cerita ini dimulai. ketika dia mendapatkan perintah untuk menyebarkan kebaikan pada kaum ninawa penyembah berhala, Yunus malah pergi meninggalkan kaum tersebut karena stres. bagaimana tidak, berbagai cara sudah dia lakukan, tapi bukan taubat yang didapat, malah hinaan, cacian, juga makian. Yunus juga sempat berkata, jika kalian masih menyembah berhala dan jauh dari perintahnya tapi mendekati larangannya, maka Tuhan akan mengirimkan musibah juga bencana. dan pergilah Yunus. tiba tiba awan tebal menghitam, petir menyambar nyambar, kilat berkilauan. hari itu terlihat langit selarit jerit, bagai bangkai usungan mayit. pokoknya suasana waktu itu mencekam deh. barulah kaum ninawa sadar, ancaman Yunus ternyata bukanlah gertak sambal belaka. tanda tanda cuaca yang mengerikan, merupakan pertanda yang nyata kalau Tuhan akan menurunkan azab yang akan menimpa mereka. mereka mencari Yunus untuk mendapatkan ajarannya. tapi terlambat, Yunus telah meninggalkan mereka. Yunus tidak tahu kalau ternyata mereka sudah bertaubat. penduduk ninawa bergegas keluar rumah, mereka mohon ampunan pada Tuhan supaya tidak menurunkan musibah juga bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yunus meninggalkan kaum ninawa dengan perasaan jengkel dan marah. capek dehh. biar tahu rasa mereka. pikirnya. Yunus mengira kaum berhala itu sudah musnah rata tanah. tapi sebenarnya tidak. Tuhan memberi ampunan pada mereka. maka, sampailah Yunus dipelabuhan. dia menaiki kapal. maunya pergi menenangkan diri. gila kan ? lha wong disuruh Tuhan untuk menyadarkan kaum berhala kok malah pergi. alasannya menenangkan diri. tapi ya Tuhan tertawa geli. siapa bermain api akan terbakar. siapa menabur angin akan menuai badai. dikirimnya angin ribut kelaut. hujan deras mengguyur. kapal yang ditumpangi Yunus terombang ambing. bahkan hampir tenggelam karena melebihi batas muatan. semua orang didalam kapal itu berlarian panik. juga berteriak teriak minta pertolongan. tapi apa yang dikerjakan Yunus. dia malah tidur tiduran. memang stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;dasar orang gila, kapal morat marit seperti ini malah tidur tiduran. kapal sepertinya kelebihan muatan. semua barang buang kelaut supaya kapal tidak tenggelam. kau bantu mereka, jangan tidur tiduran dan malas seperti ini. ayo gotong royong, mbok yao bersifat kemanusiaan yang adil dan berabab.&quot; kata nahkoda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya semua barang yang ada dikapal itu dibuang. habis tak tersisa. tapi kapal sepertinya masih kelebihan muatan. melihat hal itu Yunus memutuskan untuk menceburkan kelaut. biarlah dia mati asalkan semua penumpang kapal selamat. baik hati bukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;baiklah, biarlah saya yang mati. demi menyelamatkan kapal ini. saya rela menceburkan diri kelaut.&quot; kata Yunus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;memang kamu berani ? jangan sok ateng deh. nanti tenggelam lho. dengar yah, walau kami ini pirates of the caribbean. tapi kami masih mempunyai undang undang dasar. begini saja, kita undi. yang kalah yang nyebur kelaut.&quot; kata nahkoda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memang nasibnya lagi apes. Yunus pun kalah undian. lantas dia menceburkan diri kelaut. melihat hal itu, Tuhan merasa iba. dikirimnya ikan paus raksasa untuk menyelamatkan Yunus. ditelannya Yunus kedalam perut ikan. seketika itu juga Yunus berdoa mohon ampunan karena telah meninggalkan semua perintahnya. meninggalkan mission imposiblenya. lalu dengan tiba tiba ikan paus itu terdampar dipantai. ya itu tadi, pantai marina ancol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Yunus, berhubung kaum ninawa sudah sadar. maka misimu selanjutnya dijakarta saja. disini masih banyak orang yang menjauhi perintahku dan mendekati laranganku.&quot; sabda Tuhan padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dimuntahkan Yunus keluar dari perut ikan paus tersebut. para pengunjung dipantai marina seketika kaget. bagaimana bisa ada seseorang yang keluar dari mulut ikan paus. mereka ada yang mengabadikan kejadian tersebut dengan kamera ponsel juga dengan handycam. mereka mendekati bibir pantai. mereka hanya tercengang. tapi Yunus kebingungan. dimana ini ? apakah surga ? ya ampun, pantai benar benar jernih kebiruan. burung burung terbang merendah bersahutan. juga pasir yang lembut berwarna coklat keputihan. sementara orang orang masih mencoba berfikir siapa dirinya. Yunus masih saja mempertanyakan. apakah ini surga ? apakah aku sudah mati ? tidak ! kalau aku mati aku tidak mungkin ada disini untuk menjalankan mission imposible. Yunus terus berjalan. Yunus terus menurus tidak percaya apakah ini dunia. heran dia melihat jetcoster, juga heran dia melihat tornado. heran dia melihat jet sky, kano, juga wind surfing. heran melihat para wanita cantik dan seksi sedang berjemur dipantai mengenakan bikini. heran melihat semua kenikmatan dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara disisi lain terlihat banyak anak anak pengasong menjual dagangannya. entah itu rokok, bungkus permen, atau es platik. tak hanya ditempat wisata itu. diperempatan jalan, dipasar pasar, juga disekolah, bahkan tempat ibadah. terlihat mereka menjajakan dagangannya. Yunus juga melihat perumahan perumahan kumuh tempat orang orang miskin itu hidup. sang ibu mencuci dan memasak dengan air yang sama. sementara anak anak mereka bermain main tanah yang sudah tercampur dengan endapan air limbah. terlihat kesedihan dan kegetiran hidup yang mereka rasakan sehari hari. sang ayah memeras keringat untuk ditampung kedalam panci panci rongsokan, botol botol plastik bekas, juga sobekan kertas koran kiloan. para perempuan tua yang hanya bisa meratapi apa yang terjadi pada hidupnya nanti. juga bau got mampet dan bangkai celurut mengapung di lorong lorong muram perkampoengan itu melengkapi sudah penderitaan mereka. sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inikah jakarta ? batin Yunus. ternyata lebih parah dari ninawa. bisakah aku menyadarkan mereka ? para penguasa, koruptor, cukong, juga konglomerat penuh kolusi. semua majikan yang menyengsarakan rakyat, para buruh juga karyawan dengan gaji dibawah rata rata. para preman jalanan yang suka menindas, merampas dan membunuh korbannya. para pelajar dan mahasiswa yang suka tawuran. para tante tante girang dan om om senang yang suka dengan daun muda. juga para ustad yang sok alim menyebarkan agama padahal hanya bertujuan untuk mencari nafkah juga demi ketenaran dunia. para suami yang suka menyiksa istri, para istri yang suka menyiksa anak, juga para anak yang terkutuk seperti sangkuriang dan malinkundang. para panglima dan komandan yang suka semena mena dalam memberi perintah, menembak rakyat jelata dengan dalih mempertahankan tanahnya, tanah air indonesia tercinta. peluru peluru asu. hingga para aparat yang suka terima suap. dan orang orang semacamnya. inikah yang harus aku sadarkan. please dong ahh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimanapun juga ini perintah Tuhan. mau tidak mau Yunus harus menjalankannya. bedirilah Yunus diatas puncak monas. menyerukan sabda, menyuruh manusia menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Yunus sadar, ini bukanlah suatu pekerjaan yang gampang. ini bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. beserulah Yunus pada kaum pendosa itu. dengan kata kata yang lantang. berteriak keras. meninju awan. dan apa yang terjadi ? ajaib. sungguh ajaib. mereka semua sadar. mereka mengakui dosa dosa mereka dan berbaliklah mereka kearah pemahaman, penghayatan dan pengamalan pancasila. dengan seketika mereka semua bertaubat seperti kaum ninawa. Yunus makin dibuat kebingungan. apakah ini hanya sandiwara mereka supaya azab dari Tuhan tidak datang ? entahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;bagaimana ini Tuhan, kenapa mereka langsung bertaubat ? kenapa kok tidak mencaci makiku terlebih dahulu ? apakah mereka berpura pura. ahh Tuhan, kenapa aku harus menjalankan misi ini. kenapa engkau tidak langsung mengeksekusi mereka saja ? mereka ini orang orang bisnis yang canggih. jika kelak kau ampuni mereka, apa ada jaminan supaya mereka tidak berbuat jahat lagi. maaf sebelumnya wahai Tuhan Yang Maha Pengasih. engkau terlalu memanjakan mereka dengan kasih. bukankah ini kurang disiplin. bagaimana kelak dunia jadinya kalau seperti ini. jika berbuat salah langsung menyesal. terus nanti berbuat salah lagi. maka begini sajalah Tuhan. akhiri semua sandiwara ini.&quot; kata yunus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Yunus, utusanku. kau ini sok tahu ya ? tugasmu hanyalah menyampaikan kebaikan saja. tugasmu hanya menyebarkan perintahku dan memberitahukan laranganku. aku ini memang maha pengasih dan penyayang. sekarang aku tanya kamu. kamu mau aku jadi maha pengasih dan penyayang atau maha kejam ?&quot; jawab Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;ya sudahlah Tuhan, memang kalau berdebat denganmu tak akan pernah menang. saya menurut saja.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;nah begitu kan manis, dan kamu harus bangga bisa menyadarkan mereka. kamu benar benar cerdas pangkat sebelas.&quot; kata Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;maaf Tuhan, yang benar pangkat tujuh belas. dibagi delapan. dikurangi seribu sembilanratus empatpuluh lima.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan pun heran dan geleng geleng kepala. kok ya ada utusannya yang gaul seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;misi Yunus menyadarkan para pendosa ibukota pun akhirnya sukses. kini jakarta menjadi kota orang beriman. kini jakarta menjadi kota panutan. tidak ada lagi penguasa yang semena mena, tidak ada lagi cukong atau koruptor. tidak ada lagi majikan yang menyengsarakan buruh, karyawan dengan gaji dibawah rata rata, tidak ada lagi tawuran, tingkat kriminalitas yang menurun drastis. juga para aparat dan petugas berwajib yang benar benar berwajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari itu, hingar bingar jakarta merayakan kemenangan. hari jadinya. pesta kembang api berhamburan membelah langit. meledak ledak. kemenangan atas segala hal. seperti bayi yang suci atau seperti seorang yang sudah melakukan pengakuan atas segala dosa dosanya. jakarta bahagia jakarta bahagia. ibu kota indonesia. aman, jaya, sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://mata.blogspirit.com/images/ic_m.gif&quot; /&gt;
</description>
</item>
<item>
<guid isPermaLink="true">http://mata.blogspirit.com/archive/2007/05/31/surat.html</guid>
<title>surat</title>
<link>http://mata.blogspirit.com/archive/2007/05/31/surat.html</link>
<author>noreply@blogspirit.com (mata)</author>
<category>Narasi</category>
<pubDate>Thu, 31 May 2007 16:00:00 +0700</pubDate>
<description>
saya jadi ingin menulis surat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi pada siapa ? kemana ? itu yang menjadi pertanyaan selanjutnya. entahlah. terserah. tukang cerita seperti saya ini sepertinya hanya bisa berkhayal saja. tapi namanya juga manusia, bukankah itu salah satu pekerjaannya. toh ini tidak melanggar hukum undang undang negara. konon katanya, ini adalah salah satu hal yang menentramkan hati dan jiwa. kata psikolog saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;surat, sebuah definisi untuk menyampaikan suatu pesan. sejak dulu, surat sudah ada. ketika teknologi belum secanggih ini. surat ditulis dengan tinta dan selembar kain sutra lalu digulung dan dikirim dengan mengunakan merpati. terbang tinggi, mengelilingi bumi sampai tujuan yang dimaksudkan. dalam berbagai legenda, surat tidak saja digunakan untuk media menyampaikan pesan pada manusia, tapi juga pada jin dan setan setan sebagai perjanjian untuk memperoleh kesaktian dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;surat mengingatkan saya pada seseorang. seorang wanita yang dulu pernah singgah dihati. seorang wanita tanpa kata cinta. karena hubungan kami jarak jauh, hanya sebatas suka. maka tiap minggu sekali saya mengirim surat padanya. anehnya saya merasa seperti jatuh cinta. bukan padanya, tapi pada surat yang dia kirimkan. saya menceritakan apa yang saya alami, kejadian sehari hari, saya tulis dengan bahasa yang sedemikian indahnya, juga puisi. setelah itu saya kirimkan padanya. walau jaman sudah maju, tapi rasanya menulis surat lebih menyenangkan daripada berbicara lewat telpon. tapi hal itu tidak lama. cuma berlangsung enam bulan saja. kita berpisah. hanya karena perbedaan suku bangsa, mengingat dia seorang cina. orang tuanya tidak setuju jika anaknya berteman dengan pemuda seperti saya. kemudian saya bertemu seorang wanita yang sekarang menjadi istri saya. aurel tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jarang sekali saya menulis surat buat aurel. hanya sebatas saling tukar buku harian saja. saling bertukan cerita juga perasaan. itupun tidak berlangsung lama. setelah itu surat yang terakhir saya buat hanyalah surat undangan resepsi pernikahan kita. tidak ada surat lagi sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baru kemaren saya merindukan menulis surat. sebab semua surat sudah saya buang, sudah saya bakar. seperti halnya menghapus semua kenangan manis yang pernah singgah walau sebentar. saya pernah punya keinginan untuk menulis surat pada bapak presiden republik indonesia tercinta. ingin saya sampaikan segala hal yang kurang berkenan. kritik juga saran. ingin saya menulis surat pada semua teman teman saya dulu. juga ingin saya menulis surat pada ibu. ingin menulis surat pada nenek yang sudah berada disurga. istri saya berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;kamu ingat nenek ya mas ?&quot; katanya&lt;br /&gt;&quot;tak terasa sudah hampir 1000 hari nenek meninggal, bukankah waktu itu kamu juga ada disampingnya ?&quot;&lt;br /&gt;&quot;iyah, sebulan setelah pesta pernikahan kita.&quot;&lt;br /&gt;&quot;tapi kenapa tiba tiba kamu ingat nenek ?&quot;&lt;br /&gt;&quot;semalam aku bermimpi bertemu nenek.&quot;&lt;br /&gt;&quot;bagaimana ceritanya ?&quot;&lt;br /&gt;&quot;disuatu tempat yang bukan dunia, kenapa aku katakan bukan dunia, karena aku yakin sekali tidak ada tempat seindah itu didunia. aku yakin itu adalah surga. taman yang penuh bunga aneka rupa, kupu kupu yang berwarna, juga pohon dan rerumputan yang hujau berkilauan. juga sungai sungai yang mengalir perlahan dengan tetesan embun pagi yang menyejukkan. persis seperti gambaran Tuhan dalam setiap sabdanya. lalu aku juga mendengar kicau burung. ketika kulihat kesamping, puluhan burung burung itu terbang pelan mengikuti langkahku. mereka menghiburku dengan nyanyian nyanyian yang merdu, lagu yang mendayu dayu. setelah itu terlihat bidadari yang datang kearahku seperti menunjukkan arah kemana kakiku harus melangkah. lalu terlihat sebuah pondok bambu beratapkan jerami, berdiri nenek seolah olah sudah menanti kedatanganku. lalu akupun memeluknya, mencium tangannya. begitupula nenek, dia mengusap usap rambutku seperti waktu dulu. dan terlihat seorang laki laki seusia nenek. aku yakin itu pasti kakek. aku tidak ingat kakek. tapi kakek sangat mengenali raut mukaku. beliau hanya berkata: ternyata kau sudah besar. sambil memeluk dan mencium keningku. kami menangis bahagia. dan kami bercerita tentang ayah, ibu juga kamu istriku.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aurel berlalu, saya yakin hatinya pilu. saya pun meneruskan surat yang sudah saya tulis untuk nenek juga kakek disurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;blockquote&gt;kakek, nenek, apa kabar ? semoga baik baik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya sudah ceritakan pertemuan kita pada aurel. pertemuan dalam mimpi yang terlihat nyata. dan dia sangat bahagia mendengarnya. pasti kakek tidak mengenal siapa aurel. jika kakek belum mengenalnya, saya mohon nenek mau bercerita soal aurel pada kakek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kabar keluarga disolo baik baik saja nek, semenjak ibu terserang penyakit stroke tiga tahun silam, keadaannya semakin membaik saja. sudah bisa mengerjakan segala sesuatunya dengan sendiri. sudah bisa memasak. walau sebenarnya masakannya masih hambar. aurel sering berkata kalau masakan ibu kurang garam. tapi kita semua memahaminya. karena kata dokter, ibu tidak boleh lagi makan masakan yang bergaram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kabar ayah juga baik baik saja. akhirnya yang saya takutkan terjadi juga nek. ayah terkena penyakit jantung. kata dokter sudah ada dua titik yang terkena. untung saja kondisi tubuh ayah bisa tahan. sebenarnya dokter menyarankan masuk rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. tapi ayah tidak mau dan memilih obat jalan. berat badan ayah sudah turun drastis. perutnya tidak lagi buncit. itu berkat obat penghancur lemak. ayah juga tidak lagi merokok. dan syukur batuknya sudah berkurang. kini kondisi ayah semakin membaik. asalkan tidak terlalu banyak pikiran dan tidak terlalu kecapaian. hanya satu penyakit ayah yang tidak bisa berhenti. yaitu ritual latihan keroncong bersama teman temannya tiap malam rabu kwiwon tidak bisa ditinggalkannya. tapi bagi saya. asalkan ayah bahagia, kami sekeluarga juga bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian dulu surat dari saya. hanya satu saya meminta doa dari kakek juga nenek, semoga kami berdua cepat dikaruniai seorang anak. sebab tak henti hentinya aurel berdoa hingga meneteskan airmata kenapa Tuhan belum mempercayai kami berdua untuk mengasuh seorang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam sujud selalu dari cucumu.&lt;br /&gt;mata&lt;/blockquote&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kumasukkan dalam amplop dan kutempel perangko. pada bagian depan kutulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;blockquote&gt;kepada&lt;br /&gt;yth. kakek dan nenek&lt;br /&gt;di surga&lt;/blockquote&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada bagian belakang kutulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;blockquote&gt;dari mata&lt;br /&gt;di dunia&lt;/blockquote&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pak pos tertawa. dan geleng geleng kepala. katanya, surat itu tidak bisa dikirimkan. bagaimana bisa, pikirku. saya tidak mahu tahu, pokoknya surat itu harus sampai ditangan kakek dan nenek. saya pun pulang dengan hati kecewa. saya terus berfikir bagaimana caranya surat itu sampai kepada kakek dan nenek disurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;taruh saja suratnya dibawah bantal mas, lalu tidur, siapa tahu sampai ketujuan.&quot; kata istri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya pun menaruh surat dalam bantal. saya memeluk aurel malam itu. kami tertidur. dalam tidur, saya bermimpi lagi menuju tempat yang sama seperti mimpi saya sebelumnya. tempat dimana kakek dan nenek berada. terlihat dalam mimpi ada aurel yang menemani. saya berlari menggandeng tangan aurel. bersama kami menuju pondok bambu beratap daun jerami tempat dimana kakek dan nenek tinggal. tapi sesaat, cuma sekejap pagi sudah datang membangunkan. saya terbangun, kuambil surat dibawah bantal. aneh, amplopnya berbeda. dibagian depan tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;blockquote&gt;kepada&lt;br /&gt;ananda mata&lt;br /&gt;di dunia&lt;/blockquote&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan dibagian belakang tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;blockquote&gt;dari kakek dan nenek&lt;br /&gt;di surga&lt;/blockquote&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pagi yang lembut itu, aurel bersandar dibahuku. kudekap dia dengan erat. kami berdua membaca surat. semua sudah jelas. mereka baik baik saja disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://mata.blogspirit.com/images/ic_m.gif&quot; /&gt;
</description>
</item>
<item>
<guid isPermaLink="true">http://mata.blogspirit.com/archive/2007/05/23/dimana-anak-kambing-saya.html</guid>
<title>dimana anak kambing saya ?</title>
<link>http://mata.blogspirit.com/archive/2007/05/23/dimana-anak-kambing-saya.html</link>
<author>noreply@blogspirit.com (mata)</author>
<category>Narasi</category>
<pubDate>Wed, 23 May 2007 11:56:03 +0700</pubDate>
<description>
minggu lalu, saya berkunjung kerumah Kanjeng Rasul Muhammad SAW dengan membawa sekeranjang permen, beraneka warna, bermacam rasa. sebenarnya tujuan saya hanyalah ingin menanyakan dimana alamat Yang Maha Kuasa Kanjeng Pangeran Gusti Allah SWT. tapi Kanjeng Rasul hanya menjawab dengan senyuman yang sangat meneduhkan. seolah olah, senyuman itu adalah sebuah jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi tak apalah, bagi saya, dapat bertemu dengan Kanjeng Rasul saja, sudah sangat bahagia. saya sangat senang sudah diberikan kesempatan yang sangat langka ini. mengingat beliau sangatlah sibuk menyebarkan kebaikan. berkunjung dari desa satu kedesa lain, dari kota satu kekota lain, dari tempat satu ketempat lain, melewati gurun, stepa, sabana, hingga hutan rimba belantara, menyebrangi sungai dan lautan, mendaki bukit dan lembah juga pegunungan. tujuannya hanyalah satu, mengajak umat manusia untuk menjalankan perintahNYA dan menjauhi laranganNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekeranjang permen pemberian dari saya itu diterima dengan senang hati. sebenarnya beliau sangat bingung. dan mungkin bertanya tanya benda apa yang ada didalam balik bungkisan warna warni yang kecil menarik itu. mengingat beliau belum pernah merasakan manisnya permen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;apa ini ?&quot; tanya beliau sopan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya pun menjawab kalau bingkisan kecil kecil itu adalah manisan. dikota kami menyebutnya permen. saya menyuruh beliau untuk merasakannya. diambilnya satu, dibuka, dan dirasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;emmm,... manis, rasanya seperti jeruk.&quot; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;ohh,.. pasti Kanjeng Rasul membuka rasa jeruk. kalau dikota kami menyebutnya orange. rasanya manis sedikit asam seperti buah jeruk. nah, kalau yang berbungkus merah itu rasa buah strowberry, kalau yang hijau berasa buah mangga, kalau yang kuning berasa buah durian, semuanya manis. tapi ada juga yang berasa nikmat seperti kopi dan coklat. ada juga yang menyegarkan seperti daun mint.&quot; kata saya menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;kalau disini hanya mengenal manisan yang terbuat dari buah kurma.&quot; kata beliau menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;sayang sekali Kanjeng Rasul, dikota kami tidak membuat permen berasa buah kurma, karena buah kurma susah sekali didapatkan. mengingat iklim dan cuaca yang mungkin berbeda.&quot; jelas saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memang hidup ini seperti permen. beraneka macam rupa, beraneka macam rasa. ahh, permen. saya jadi teringat seorang tukang cerita yang berkisah tentang permen yang katanya bantalan mungil warna warni para peri. saya tak akan pernah lupa kisah itu. saat kehidupan ini masih ranum, para peri selalu beterbangan riang memetik biji biji buah yang lembut selengket getah yang bergelantungan dipepohonan entah apa namanya. sejenis karet, cemara atau akasia. sepanjang hari yang riang, ketika peri peri mungil itu memetiki biji biji buah yang manis, hutan yang berkilauan menjadi penuh merdu nyanyian. bunga bunga menebarkan keharuman, kupu kupu menari terbang kesana kemari, juga rumput yang bergoyang mengikuti irama nada alunan. sedang pada malam hari, saat peri peri mungil itu kelelahan, mereka berbaring tiduran pada dahan, pada ranting, pada daun. dan biji biji yang lembut itu mereka gunakan sebagai bantal. selalu saja ada tokoh jahat dalam sebuah cerita. disaat peri peri itu terlelap dalam mimpi, seorang nenek sihir mengambili bantal bantal itu dengan teramat hati hati. kemudian mengumpulkannya dalam keranjang. selanjutnya sinenek sihir pergi meninggalkan hutan, lalu menuju sekolah, taman, atau tempat bermain anak anak dan menjual bantalan kecil kecil itu. karena berasa manis, tidak sedikit anak anak itu rakus dan ketagihan merasakannya. hingga uang saku mereka habis, hingga gigi mereka hitam hitam keropos menjijikkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aduh maaf, lagi lagi saya ngelantur. berbicara ngawur dengan dongeng dongeng yang sudah berusia uzur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami berjalan menuju oase. menikmati panas sejuknya udara gurun, melihat onta yang merumput, juga pohon palem yang menunduk sejuk. &quot;assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh ya rasulullah.&quot; sapa para khalifah dan kemudian didekat oase tersebut kami melakukan shalat zhuhur berjama'ah. &quot;ahh, mimpi apa saya semalam ?&quot; sungguh indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah itu kami sempat berbicara menghabiskan waktu sambil menikmati sekeranjang permen. relaxa permen wangi, nano nano rame rasanya, blaster blang blang blang blang, juga hexos pelega tenggorokan. kami berbicara tentang apa saja. bagaimana hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam sekitarnya atau manusia dengan sang pencipta. kami juga berbicara tentang musibah atau bencana yang melanda dan bagaimana cara menghadapinya. kami berbicara tentang politik, kami berbicara tentang pekerjaan, kami berbicara tentang cinta, kami berbicara apa saja. semua masalah yang saya punya tertumpah sudah. juga semua rasa sakit dihati yang terobati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitulah hari itu, saya pun undur diri. saya mengucapkan terima kasih karena nasehat nasehat yang beliau berikan. sebab saya tidak tahu lagi, kepada siapa saya ceritakan tetang semua masalah yang saya punya. sebelum saya pulang, beliau memberikan saya sepasang anak kambing. jantan dan betina. saya tidak berani menolaknya. sebab jika menolak pemberian orang lain itu tidak baik. beliau juga mengucapkan terima kasih pada saya dan tak lupa berpesan hati hati dijalan setelah mengucapkan salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;istri saya sempat kaget ketika saya pulang kerumah sambil membawa sepasang anak kambing. dapat dari mana ? pikirnya. saya pun menceritakan kalau kedua kambing itu adalah pemberian Kanjeng Rasul Muhammad SAW. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;ini pertanda baik mas, pertanda baik, hidup kita akan semakin baik lagi, saya yakin itu.&quot; kata istri saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu saya menyuruhnya untuk memelihara anak kambing tersebut, memberinya makan rumput dan menaruhnya dihalaman depan rumah. rencananya jika nanti sudah besar akan saya jadikan persembahan dihari raya kurban. membagikannya ke fakir miskin dan tetangga disekitar kampoeng saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nasib sial selalu saja datang, kedua anak kambing tersebut hilang. entah lari dari halaman atau dicuri orang. rasa kecewa saya tak henti hentinya. saya menyesal. saya ceroboh. bagaimana ini ? jika yang hilang anak kambing biasa, saya pasti akan merelakannya. tapi anak kambing ini adalah pemberian. sangat istimewa. saya pusing, kepala saya pening, mendadak dunia terbalik. ingin saya laporkan kepada polisi. tapi itu mustahil terjadi. pertama, karena tidak mungkin polisi mencari sepasang anak kambing yang hilang. kedua, mereka pasti tidak percaya kalau anak kambing itu adalah pemberian Kanjeng Rasul Muhammad SAW. ketiga, karena birokrasi yang sangat rumit. saya ingat ketika saya pernah kehilangan sepeda motor. sayapun melaporkan hal itu kekantor polisi. saya diitrogasi petugas jaga selama berjam jam, layaknya saya seorang kriminal. saya juga disuruh membayar beberapa uang rokok dan uang fotocopy. segala puji bagi Allah SWT, akhirnya sepeda motor saya waktu itu ketemu. setelah cek, saya tidak bisa membawa pulang begitu saja. sebab sepeda motor itu akan dijadikan barang bukti kepolisian. saya bisa membawa pulang, tapi dengan syarat membayar uang lelah sebesar satu juta. itupun statusnya peminjaman barang bukti. batin saya, barang bukti apa ? ini sepeda motor saya, kenapa harus pinjam barang bukti ? itulah kenapa saya tidak mau berurusan dengan aparat kepolisian. terlebih lagi karena masalah anak kambing yang hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari itu saya menangis sejadi jadinya. saya lupa kapan terakhir kali saya menangis. air mata saya berleleran membasasi hidung hingga pipi. istri saya setia mengusap setiap tetes curahan air mata. sepertinya memang dia mengerti dengan benar apa yang sedang saya rasakan. tentang kekecewaan. tetang kehilangan. tentang kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi saya tidak boleh berlarut larut sedih seperti ini. saya pun juga tidak menghendaki hal ini terjadi. tidak ada gunanya menyesali dan menyalahkan diri sendiri. ini baru anak kambing. saya bayangkan bagaimana para korban lumpur panas yang kehilangan tempat tinggal mereka. saya bayangkan kesedihan yang mereka rasakan. mereka kehilangan pekerjaan, mereka tidur ditempat penampungan, dan mereka melakukan aksi protes mogok makan. anak anak terlantar pendidikannya. juga kesehatan mereka yang memburuk. airmata mereka nanar. seolah memang tidak ada harapan. ahh, hidup bukan lagi soal permen yang mempunyai beraneka macam rasa. hidup hanya soal perjuangan. bagaimana memperolehnya dan bagaimana cara mempertahankannya. saya rasa ini yang paling jamak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://mata.blogspirit.com/images/ic_m.gif&quot; /&gt;
</description>
</item>
<item>
<guid isPermaLink="true">http://mata.blogspirit.com/archive/2007/05/21/dua-kelamin-bagi-midin.html</guid>
<title>dua kelamin bagi midin</title>
<link>http://mata.blogspirit.com/archive/2007/05/21/dua-kelamin-bagi-midin.html</link>
<author>noreply@blogspirit.com (mata)</author>
<category>Narasi</category>
<pubDate>Mon, 21 May 2007 08:27:00 +0700</pubDate>
<description>
&lt;p&gt;saya tak habis pikir bagaimana bisa dengan begitu nekatnya melakukan hal bodoh seperti itu. mungkin benar, dijaman sekarang ini sudah sangat susah mencari yang namanya pekerjaan. begitulah yang dialami midin. pemuda kampoeng sebelah yang selalu kalah dalam kancah perjuangan mencari nasi dan nafkah. tak ada cara lain, katanya. hanya ini satu satunya jalan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; tubuhnya yang tinggi semampai juga dagunya yang lancip menjadi modal utama. dicukur bulu kakinya, diusap usapkan bedak, pada muka, pada leher hingga dada supaya terlihat putih kuning langsat. dioleskan lipstik merah cabe merata pada bibirnya supaya terkesan mempesona. dikenakan wig panjang pinjaman warna hitam karatan. pokoknya hari itu midin harus tampil seperti layaknya wanita. harus bisa menarik perhatian. dipakainya beha hitam yang sudah diganjal dengan gabus, koran, entah apa. juga kebaya transparan motif renda renda bunga peninggalan ibunya. tak lupa dieratkan cawatnya supaya burungnya tidak menonjol keluar dan setelah itu dipakainya jarik lurik motif batik dengan lipatan wiru rapi dikiri yang dikencangkan dengan setagen melilit dipinggang. lalu diambil emas imitasi 10 gram'an dan dikalungkan kelehernya, beberapa cincin batu akik disematkan kejari jarinya, dan yang terakhir disemprotan minyak wangi keleher supaya sedap merangsang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; ahh, peduli setan dengan muka. ide gila menjadi pengamen wanita memang nekat. tapi apa boleh buat. mencari duit itu sangat susah. yang gampang ya seperti ini. cepat dan mudah didapat. hari itu midin mulai melenggang keluar rumah. dibawanya blek kosong wadah permen dan icik icik dari tutup botol yang sudah diratakan lalu disatukan dengan paku dan kayu. maklum saja, orang seperti midin tidak bisa bermain alat musik, gitar ataupun cak cuk. dilambai lambaikan crang cring crang cring, menuju pintu rumah satu kepintu yang lain. dari pagar gerbang satu kegerbang yang lain. dari toko satu ketoko yang lain. lumayan juga, recehan seratus atau limaratus sering dia dapatkan. jika beruntung bisa lembaran seribu atau lima ribu. tapi saya yakin, itu semua karena mereka merasa prihatin dan kasihan pada midin. tapi bisa juga merasa jijik tak tertahan, lantaran coreng moreng dandanannya seperti raksasa bertaring. maka sering kali midin malah dikejar anjing.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; midin bukan wadam bukan waria. bukan orang gila juga bukan sakit jiwa. midin hanyalah seorang pria yang menjadi pengamen wanita. memang sudah resikonya seperti ini. anak anak bertepuk tangan mengikutinya. semua orang hanya geleng geleng kepala melihatnya. para sopir angkot yang mangkal disudut perempatan jalan sering menggodanya. disuruh goyang ngebor atau patah patah. lagi lagi karena uang, midin tak malu melakukannya. midin lari tunggang langgang, lantaran gayanya menjurus kepornoaksi, dilemparnya sandal japit oleh simbok penjual rokok yang marah karena tak tahan kaumnya diperolok. nafasnya ngos ngosan. didepan emperan toko yang yang tutup, dihitungnya lembaran kumal yang dijejalkan dari dalam kutang. sementara tukang bakso lewat mengejeknya. &lt;i&gt;&quot;diganjal apa cah ayu susumu itu ?&quot; &quot;tempe sama tahu.&quot;&lt;/i&gt; sahut pilot becak. tapi tak dihiraukan, perhatiannya hanya pada uang recehan yang sedang dihitungnya. lumayan, bisa untuk makan, katanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; sedih rasanya jika midin harus mengingat nasibnya. pikirannya kemana mana. apalagi ketika dia sedang berkaca. malu rasanya. ini terpaksa. jika saja negara memperhatikan pengangguran seperti saya, pikirnya. mungkin hal ini tidak akan terjadi. ahhh, jangan kau salahkan negara. itu tidak menyelesaikan masalah. tapi, kenapa harus menjadi pengamen wanita. bersusah susah mendempul muka yang tebalnya seperti kulit badak. bersusah payah memakai kebaya, jarik dan beha. seperti halnya para wanita wanita itu, kenapa harus menjadi PSK. seperti halnya para lansia itu, kenapa harus ngemis meminta minta. ya, karena tidak ada jalan lain. tidak ada lagi. tidak. miris rasanya jika melihat kondisi seperti ini. apa masih ada gunanya hidup ini. mungkin lebih baik mati. berharap dijalan disambar truk tangki. atau bunuh diri ditabrak kereta api. ahhh, tidak seharusnya berfikiran seperti itu. ini usaha. ini rejeki yang halal. berkah dan pemberian Tuhan. setidaknya tidak korupsi seperti para politisi. setidaknya tidak putus asa merampok atau mencuri. apa yang terjadi kita harus bangkit. lihatlah para korban bencana yang sudah tenggelam tidak punya rumah, harta, dan benda. mereka terus memperjuangkan haknya. lihatlah para warga yang tanahnya terkena sengketa. mereka juga terus memperjuangkan haknya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; benar juga, bukankah ini hari kebangkitan. lalu midin kembali berjalan melenggang dengan semangat empat lima. dilambai lambaikan crang cring crang cring, menuju pintu rumah satu kepintu yang lain. dari pagar gerbang satu kegerbang yang lain. dari toko satu ketoko yang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; ***&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; nb : judul diambil dari cerpen karya arswendo atmowiloto yang dimuat pada harian kompas, 20 mei 1972.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;img src=&quot;http://mata.blogspirit.com/images/ic_m.gif&quot; /&gt;&lt;/p&gt; 
</description>
</item>
<item>
<guid isPermaLink="true">http://mata.blogspirit.com/archive/2007/05/14/naik-podium.html</guid>
<title>naik podium</title>
<link>http://mata.blogspirit.com/archive/2007/05/14/naik-podium.html</link>
<author>noreply@blogspirit.com (mata)</author>
<category>Narasi</category>
<pubDate>Mon, 14 May 2007 10:28:00 +0700</pubDate>
<description>
sistem keamanan diperketat, para aparat berjaga jaga, metal detector dipasang disetiap pintu masuk, kamera pemantau dipasang disetiap sudut, beberapa anjing pelacak, tim medis, ambulan, pemadam kebakaran hingga pasukan anti teroris siap siaga. indonesia punya gawe. gemuruh riuh sorak sorai penonton memenuhi tribun sirkuit sentul. mereka datang untuk menyaksikan ajang balapan paling spektakuler dinegara ini. sungguh suatu kehormatan bagi bangsa indonesia menjadi tempat berlangsungnya MOTO GP. terlihat para suporter berteriak teriak mengibarkan bendera memberikan dukungan. terlihat sponsor sponsor memenuhi dinding disetiap pojok tikungan. juga terlihat bapak presiden negara indonesia beserta wakil presiden turut hadir memeriahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terlihat para pembalap mulai memasuki arena. ditemani gadis gadis payung yang cantik, seksi, dan menggoda. hari ini jagonya tetap mata valentino dari team FIAT YAMAHA yang menempati pole position urutan pertama. ditempat kedua terisi oleh rekan seteamnya rho texas tornado. sedang posisi ketiga oleh pembalap honda kana pedrosa. posisi keempat ada mei capirossi dari ducati dan posisi kelima ada rekan seteamnya venus stoner yang lagi naik daun karena sudah tiga kali naik podium. sementara mbilung melandri ada diposisi enam. dan sang juara dunia ndoro hayden yang sekarang bernomor punggung satu itu mencelat keposisi sepuluh. karena nomor tujuh, delapan dan sembilan ditempati oleh eva tamada, meli nakano, dan sky elias. tapi walaupun begitu posisi dari sang juara dunia masih mendingan jika dibandingkan dengan kenny roberts dan dezz hopkins yang entah kenapa akhir akhir ini kedua pembalap itu peformanya menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terlihat savety mobil mengelilingi sirkuit sentul. warm up dilakukan. tanda balapan akan segera dimulai. cuaca terlihat cerah berawan. tidak ada panas, juga tidak hujan. para pembalap melaju motornya mengelilingi sirkuit. satu putaran pemanasan akhirnya selesai. para pembalap menempati posisinya masing masing. deru suara mesin, debar jantung, dan hening  suasana juga semua mata terlihat kearah start arena. lampu merah masih terdiam dan beberapa detik kemudian lampu hijau menyala. semua memacu motornya. melesat cepat seperti kilat. ya ampun... baru tikungan pertama sky elias sudah terjatuh. entah karena bannya yang selip atau karena sudut kemiringan. jatuhnya sky elias berakibat beberapa pembalap lain juga ikut terjatuh. sementara posisi pertama ditempati mei capirossi, posisi kedua oleh vanus stoner dan posisi ketiga oleh mata valentino yang dibayangi kana pedrosa, rho texas tornado, eva tamada, dan meli nakano. sementara mbilung melandri yang semula start diposisi enam turun keposisi delapan. dibawahnya ada dezz hopskin dan kenny roberts yang menggeser juara dunia ndoro hayden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entah kenapa ditahun 2007 ini ndoro hayden prestasinya semakin terpuruk saja. walau sebenarnya ditahun 2006 banyak dari penggemar MOTO GP tidak mengakui dia sebagai juara dunia. karena hanya bermain mengumpulkan nilai dan asal finish. jika dibandingkan dengan kana pedrosa yang waktu itu adalah tahun pertamanya naik level dari 250 CC ke MOTO GP, sangatlah jauh. hanya berbeda senior dan junior saja. ini yang mengakibatkan terjadinya kesenjangan antara pembalap pertama dan kedua. mengingat waktu itu dibalapan terakhir kana pedrosa memberikan kode supaya ndoro hayden bisa menyalipnya dan bisa menjadi juara dunia MOTO GP tahun 2006. seperti penuturan kana pedrosa waktu itu, yang katanya karena pihak honda menyuruhnya untuk mengalah dan target tahun 2006 adalah honda menjadi juara dunia. maka bagi mata valentino yang sudah menjadi tujuh kali juara dunia 125 CC, 250 CC, dan MOTO GP, justru pembalap pembalap baru seperti kana pedrosa yang sangat membahayakan, jika dibandingkan dengan mbilung melandri, mei capirossi, atau ndoro hayden. terlebih lagi ditahun 2007 ini venus stoner menjadi rival yang paling berat bagi the doctor. apalagi karena kepindahannya keducati. begitulah balapan, seperti kata pepatah, roda terus berputar kadang diatas kadang dibawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;putaran demi putaran terlewati. tikungan demi tikungan dilalui. tiga pembalap terdepan  sekarang dipegang oleh mata valentino, kana pedrosa dan rho texas tornado. sementara venus stoner sudah terjatuh dilap sebelumnya karena terlalu bernafsu hingga tidak bisa lagi mengendalikan kecepatan motornya. tak heran jika venus stoner seperti itu, karena memang dia adalah termasuk 10 besar rider yang sering jatuh. mengingat julukannya standing stoner. sedang mei capirossi terlempar diposisi empat setelah rho texas tornado membuktikan kehandalannya. bendera finish berkibar kibar. para pendukung the doctor berteriak teriak. no 46 kembali berjaya. posisi kedua ditempati kana pedrosa yang memang peformanya lebih handal daripada pembalap pertamanya yang entah finish nomor berapa. sedang posisi ketiga ditempati oleh rekan seteam mata valentino, the texas tornado. kali ini kedua rider FIAT YAMAHA naik podium. pesta kemenangan dirayakan. bapak presiden indonesia menyerahkan medali dan piala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dering hp berbunyi, membangunkan saya dari mimpi. ternyata sang istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;M:&lt;/strong&gt; kenapa hon ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A:&lt;/strong&gt; lagi apa kamu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;M:&lt;/strong&gt; barusan bermimpi jadi pembalap MOTO GP. gimana kalau aku berhenti kerja trus daftar jadi pembalap aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A:&lt;/strong&gt; oalahhh mas mas, mbok ya nyebut... muka sudah kayak komeng, ngacir kaya mandra mau jadi pembalap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;M:&lt;/strong&gt; biarin, yang penting bisa naik podium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A:&lt;/strong&gt; wajahmu itu. sudah, jangan mikir yang ngga ngga. nanti kalau pulang kerja angkatin  jemuran trus bajunya disetelika. itu baru yang namanya naik podium !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://mata.blogspirit.com/images/ic_m.gif&quot; /&gt;
</description>
</item>
<item>
<guid isPermaLink="true">http://mata.blogspirit.com/archive/2007/05/11/pesta-ulang-tahun-untuk-rho.html</guid>
<title>pesta ulang tahun untuk rho</title>
<link>http://mata.blogspirit.com/archive/2007/05/11/pesta-ulang-tahun-untuk-rho.html</link>
<author>noreply@blogspirit.com (mata)</author>
<category>Narasi</category>
<pubDate>Fri, 11 May 2007 21:00:00 +0700</pubDate>
<description>
&lt;img src=&quot;http://mata.blogspirit.com/images/ic_bday.gif&quot; /&gt; &lt;img src=&quot;http://mata.blogspirit.com/images/ic_bday.gif&quot; /&gt; &lt;img src=&quot;http://mata.blogspirit.com/images/ic_bday.gif&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaikan embun yang turun berluruhan. bagaikan kabut yang datang bergelombang. indah, membuat hari ini penuh serasa kesejukan. basah basah air yang berhamburan pada jalan, pada tanah, pada daun, pada ranting, pada bunga berkilatan seperti biasan cahaya pelangi yang terselip pada ingatan. dan pesta ulang tahun dirayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sungguh senang, rho membanyangkan. usianya kini sudah 21 tahun. penuh tanggung jawab dan tuntutan kedewasaan bagi seorang wanita. adakah yang lebih menyenangkan daripada pesta ulang tahun ? pikirnya. kukira memang tidak ada. disaat hari ulang tahun. ucapan selamat berdatangan, hadiah hadiah berhamburan, serta permohonan doa semoga panjang umur dan bahagia tak terlupakan. sungguh seperti bunga yang bermekaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini saya juga ambil bagian dalam cerita. sebab saya menerima undangan pesta. beda, bukan seperti undangan layaknya undangan. tapi tiba tiba saja dari langit terlihat merpati putih terbang dan secara perlahan berhenti tapi masih mengepakan sayapnya secara pelan tepat didepan jendela kamar saya. terlihat dikakinya ada segulung kertas. dan segera saya ambil, lalu setelah itu merpati terbang lagi, menghilang menembus awan, langit, hingga cakrawala. tertulis &quot;UNTUK MATA : MENGHARAP KEDATANGANNYA DIHARI YANG BAHAGIA INI BESOK PADA TANGGAL 11 MEI 2007 - SALAM RHOMAYDA ALFA AIMAH. sayapun datang. sungguh suatu pesta ulang tahun yang paling meriah. bayangkan saja. rho terlihat cantik. dengan baju terusan warna putih motif renda bunga melati. rambutnya yang biasanya diikat kini hitam panjang terurai. bibirnya terlihat merah samar samar berleleran. lentik bulu matanya bagaikan teduh yang memayungi ketika hujan turun membasahi kornea. sungguh seperti perasaan orang beriman yang penuh kedamaian. hingga tak bosan bosannya saya melihat sebuah mahakarya keindahan insan ciptaan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rumah itu dihias. cantik sedemikian rupa. saya seperti memasuki sebuah taman dalam mimpi. bagaikan kisah kisah ajaib seperti dongeng yang membumbungkan fantasi. terlihat rumbai rumbai pita kertas durslah, terlihat balon balon melayang mengambang, diluar langit seperti memberkahi dengan aneka rupa warna pelangi. musik musik membahana. petikan gitar dan kecapi juga genderang tabur rebana, melengkapi suasana. tamu undangan berdatangan, rho menyambutnya dengan senyum yang sungguh menawan. semua teman tumpah dalam pesta dalam doa. terlihat kedua orang tua dan saudara haru menangis dalam bahagia. tapi mereka segera mengusap airmata dan kembali tertawa ketika badut badut lucu berlarian dan terjatuh bergulingan. terlihat bidadari bersayap melambai lambaikan tongkat seperti mengabulkan permintaan. terlihat kurcaci lucu menari nari. terlihat mungil peri peri menikmati pesta duduk bersandarkan bantalan permen warna warni. terlihat kupu kupu terbang beriringan kesana kemari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disana terlihat kue coklat bertingkat dengan duapuluh satu lilin yang menyala diatasnya. ahh, coklat. pekat dan padat. berasa nikmat juga melekat. hidangan makan malam istimewa para malaikat. semua tamu undangan berdiri melihat rho memandang kue coklat bertingkat didepannya. dengan menganggukkan kepala, kedua orangtuanya memberikan isyarat. &quot;tiup lilinnya nak, tiup lilinnya dan mintalah keinginan.&quot; seperti rumput berliukan digerakkan angin, berdesauan, bagai resah gundah tak tertahan. api api kecil diatas lilin yang bergoyang, perlahan padam. rho tertunduk khusuk, matanya terpejam, tangannya rapat menggenggam. begitulah, bagaikan anak kecil yang berharap santa datang ditengah malam turun dari cerobong asap membawa sekarung aneka macam mainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini hanya perayaan atas syukur dan anugerah yang diberikan Tuhan pada manusia tentang nyawa yang semakin berkurang. pesta terus berjalan, melewati waktu yang terus melenggang. para tamu undangan tersadar ketika melihat rho telah tumbuh menjadi wanita dewasa seranum buah murbai. tawanya renyah berderai, langkahnya lenggang semampai. membuat semua pemuda berebut ingin berdansa dengannya. membuat semua ingin bernyanyi menari bersamanya. sungguh sebuah pesta yang sangat sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya saya hanya bisa mengucapkan selamat ulang tahun untuk &lt;a href=&quot;http://kampoeng.blogspirit.com&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;rhomayda alfa aimah&lt;/a&gt; yang ke 21. panjang umur dan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src=&quot;http://mata.blogspirit.com/images/ic_m.gif&quot; /&gt;
</description>
</item>
<item>
<guid isPermaLink="true">http://mata.blogspirit.com/archive/2007/10/04/pesta.html</guid>
<title>pesta</title>
<link>http://mata.blogspirit.com/archive/2007/10/04/pesta.html</link>
<author>noreply@blogspirit.com (mata)</author>
<category>Narasi</category>
<pubDate>Thu, 10 May 2007 08:24:00 +0700</pubDate>
<description>
&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Harga minyak mentah dunia terus menunjukkan tren kenaikan. Nilainya telah menyentuh hingga level US$83 per barel, bahkan telah diprediksi berbagai pelaku perminyakan harga minyak mentah dunia akan mencapai level US$95 per barel di akhir tahun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kenaikan tersebut juga berpengaruh terhadap harga BBM dalam negeri. Pemerintah berencana menaikkan bahan bakar minyak (BBM) industri per Oktober 2007 mendatang. “Telah diumumkan akan ada kenaikan BBM industri (untuk Oktober). Berapa kenaikannya masih dihitung,” kata Dirut Pertamina Ari Hernanto Soemarno setelah dengar pendapat dengan komisi VII DPR, Selasa (25/9).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; -www.wirausaha.com- Sep 26, 2007&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; pusat kota gempar, pasalnya ada sebuah berita yang mengatakan kalau disana akan diadakan pesta rakyat besar besaran. entah bagaimana mula kabar itu tercipta, yang jelas semua warga menyambut hal itu dengan gembira. bagaimana tidak, semuanya boleh datang, tak terkecuali, gratis. ada hiburan, ada makanan, ada hadiahnya pula.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; kabar gembira itu melesat bagaikan angin kilat yang merasuk kesemua penjuru sudut sudut desa yang paling dalam. dipasar, dipangkalan becak, warung warung, hingga terminal. para pedagang, pilot becak, simbok simbok, bahkan supir bus membicarakannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;ini rejeki. ternyata Tuhan masih ingat sama orang orang miskin seperti kita. kita harus datang, ini kesempatan kita menikmati acara pesta itu.&quot; kata simbok pemilik warung soto.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;bener itu mbok, kapan lagi bisa mangan enak ngombe legi ?&quot; sahut parjo yang sedang ongkang ongkangan sambil menghembuskan asap rokok yang keluar dari sela sela gigi ompongnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;memangnya beneran ada pesta besar besaran dikota ya mbok ? sampeyan tahu hal ini dari mana ?&quot; tanya mak ijah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;saya tahunya dari seorang sopir angkot yang tiap hari biasa makan disini. katanya hari ini memang ada pesta besar besaran dipusat kota. ya itu artinya dialun alun kota. makanya mak, sampeyan cepet saja datang kesana, kapan lagi bisa makan makan gratis, ada hiburannya dapat hadiah pula.&quot; jawab simbok.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; tergesa gesa mak ijah beranjak dari warung simbok. pulang menuju rumah. mengabari berita besar itu pada anak anaknya. juga kepada tetangga desanya. bagi mak ijah ini sebuah rejeki yang luar biasa. sebab hal hal seperti itu hanya bisa dia saksikan dalam layar televisi yang terpasang dipos ronda dekat rumahnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; setelah berdandan. mengenakan kebaya, jarik lurik, dan selendang. tak lupa mak ijah mengoleskan gincu merah yang tebal dibibirnya. supaya kelihatan lebih menarik lagi. pikirnya. kemudian mengajak kedua anaknya, bejo dan untung.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;kita mau diajakin kemana sih mak, bejo masih mau main layangan ini.&quot; jawabnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;tidak ada layangan untuk hari ini. ayo cepat ikut. pokoknya kalian berdua harus ikut emak kepusat kota. kamu juga untung. ayo !&quot; bentak mak ijah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;tapi, makk...&quot; rengek mereka berdua...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;kalian itu ya, mau emak ajak pesta kok ngga mau, disana nanti kalian bisa makan sepuasnya. makan makanan yang enak enak. bernyanyi sama penyanyi dangdut, goyang bersama. dapat hadiah banyak karena ada orang baik yang bagi bagi duit. bisa buat beli layangan sama baju baru kan ?&quot; jawab mak ijah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; wajah keduanya langsung ceria. merona senang. melonjak kegirangan. kapan lagi bisa dapat baju baru. sudah lama sekali kedua anak itu tidak pernah merasakan nikmatnya punya baju baru. kalau tidak baju yang sama yang mereka pakai ya baju bekas ala kadarnya sumbangan dari pengelola zakat. kapan lagi mereka bisa makan enak, mengingat setiap harinya hanya tahu sama tempe. syukur syukur ayam goreng kalau ada tetangga yang mengadakan hajatan. kapan lagi mereka bisa bernyanyi dan bergoyang mengingat tiap hari hiburan mereka hanya bermain layang layang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; mak ijah lalu menggandeng kedua tangan anaknya itu. menuju perempatan jalan. menghadang angkutan kota. sinar matahari sangat meyengat. rias wajah mak ijah luntur dibuatnya. berkali kali tangan mak ijah mengusap dahi dan leher yang basah oleh lekat keringat. kedua selendangnya dijadikannya penutup kepala kedua anaknya. melindunginya dari matahari yang panas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; dengan sabar mak ijah menanti angkutan lewat. nafasnya terengah engah naik turun. tenggorokannya terasa kering. sesekali dia mengusap kening kedua anaknya. sementara anak anaknya terus melihat jalan raya yang entah ada dimana letak ujungnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;memang siapa mak orang baik yang mengundang kita pesta itu ?&quot; tanya untung.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;tak perlu kamu pikir siapa orang baik itu. yang pasti kita kenyang, yang pasti kita terhibur, dan yang pasti kita dapat hadiah.&quot; jawab mak ijah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; lalu dengan suara renyahnya bejo berkata. &quot;mak mak,lihat ada angkot.&quot; sambil menunjuk nunjuk.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; spontan mak ijah melambaikan tangan menghadang angkot tersebut. tapi sayang, keadaan angkot sudah penuh sesak melebihi kapasitas. raut wajah mak ijah kecewa. selang beberapa waktu, angkutan umum terlihat lagi. mak ijah tersenyum sambil melambai lambaikan tangannya. tapi, angkutan itu lagi lagi melaju dengan cepat. terlihat penuh sesak karena memang sudah tidak ada tempat. bahkan ada yang bergelantungan dipinggir pintu. mak ijah lagi lagi kecewa. sebab tidak biasanya angkutan menuju pusat kota penuh sesak seperti itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; hati mak ijah mulai resah. untunglah Tuhan maha pemurah. dengan tiba tiba sebuah angkutan umum berhenti didepannya. dengan riang mak ijah melangkah masuk. duduk berhimpit himpitan. memangku kedua anaknya. karena memang keadaan angkot sudah penuh seperti angkutan angkutan sebelumnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;mau kemana mak ?&quot; tanya seorang bapak bapak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;kepusat kota pak.&quot; jawab mak ijah singkat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;menghadiri pesta yah ?&quot; jawab penumpang yang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; ternyata didalam angkot tersebut sama sama satu tujuan. yaitu kealun alun pusat kota tempat pesta rakyat besar besaran diadakan. mak ijah tidak menyangka kalau kabar itu memang cepat tersebar. hingga keujung balik gunung, sampai kepantai pinggir pesisir. wajah wajah, senyum senyum terlihat dimuka muka mereka yang akan menghadirinya. entah mimpi apa mereka selamam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; sesampai dialun alun pusat kota, terlihat orang orang sudah berkumpul disana. begitu banyak. mak ijah menggandeng tangan kedua anaknya. mendekat masuk disela sela kerumunan orang. membayangkan menu makanan apa yang akan disajikan. membayangkan hiburan apa yang akan diperlihatkan, juga membayangkan hadiah apa yang akan diberikan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; diterik matahari yang menyengat itu mak ijah mulai kebingungan. pasalnya yang terlihat hanya kerumunan orang orang. tidak ada panggung hiburan yang terpasang, juga tidak ada makanan yang diberikan. hanya hamparan tanah lapang yang tandus sembab sembab lumus humus.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;kurang ajar !!! siapa yang menyebarkan omong kosong ini ? benar benar tega. terkutuk !!!&quot; kata salah satu pengunjung.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; mak ijah lemas, kepalanya serasa terpukul dengan palu bertalu talu. sementara kedua anaknya terus bertanya. &quot;mana hadiahnya mak ?&quot; &quot;mana makannya mak ?&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; malam itu, diwarung soto milik simbok, mamat tertawa girang. terpingkal pingkal bukan kepalang sampai perutnya sakit. bersama sopir angkot yang lain mereka tertawa merayakan kemenangan. &quot;mbok, djarum supernya sebungkus, sekalian tambah kopinya.&quot; kata mamat sambil menjejalkan pisang goreng kemulutnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;nah begini ini yang namanya kerja sama mbok, kita kita untung, hutang kita ke sampeyan kan lunas terbayar.&quot; sahut parmin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;semua ini kan karena idenya simamat, kalau dia ngga punya ide seperti itu ya mana bisa.&quot; jawab simbok sambil cengingisan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;otakmu itu memang encer mat, kok ya bisa bisanya bikin desas desus ada pesta besar besaran dipusat kota.&quot; sanjung warno. dan pujian pujian pada mamat terus beraliran keluar dari mulut mulut sopir angkot yang sedang ngopi disitu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;ah sudahlah, yang penting hutang hutang kita lunas, kantong kita tebal. besok kita pikirkan cara lain. bukankah stok BBM negara kita akan habis ? harga bensin bisa naik. bagaimana bisa dapat duit ?&quot; jawab mamat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; lalu semuanya tertawa terbahak bahak... pesta pesta...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;img src=&quot;http://mata.blogspirit.com/images/ic_m.gif&quot; /&gt; 
</description>
</item>
<item>
<guid isPermaLink="true">http://mata.blogspirit.com/archive/2007/04/30/hilang.html</guid>
<title>hilang</title>
<link>http://mata.blogspirit.com/archive/2007/04/30/hilang.html</link>
<author>noreply@blogspirit.com (mata)</author>
<category>Narasi</category>
<pubDate>Mon, 30 Apr 2007 08:21:00 +0700</pubDate>
<description>
&lt;p&gt;hari itu retha pulang membawa kantong plastik berisi &lt;a href=&quot;http://amnesia-red.blogspot.com/2007/04/cya-wiken.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;ponsel canggih tertipis berkamera layar tajam&lt;/a&gt;. sudah lama sekali retha ingin mengganti ponsel lamanya dengan yang baru. segera dia update blog untuk memberitahukan kabar gembira ini kepada semua temannya didunia maya. tak lupa dia memberitahukan rhesya, sahabat dekatnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;duh,...yang hpnya baru.&quot; kata rhesya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; bagaimana tidak senang, saya pun pasti juga senang seandainya mempunyai sebuah keinginan dan berhasil untuk mewujudkannya. apalagi keinginan itu diraih dengan hasil keringat sendiri. begitulah retha, dielus elus ponselnya lalu dipencet pencet keypadnya yang empuk itu. sesekali dia suka berkamera, ceprat cepret sana sini. sesekali pula dia bermp3 ria, memutar lagu lagu baru.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;mau donk difoto...&quot; pinta rhesya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; retha sesegera mungkin membuka setingan kamera. supaya hasilnya bisa maksimal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; rhesya memang seperti seorang model. tubuhnya yang tinggi, rambutnya yang lurus sebahu, serta kulitnya yang putih kecoklatan sudah merupakan syarat utama bagi seorang model. tapi rhesya bukan model. dulu pekerjaannya sebagai staff disalah satu perusaan swasta. bisa dikatakan sebagai wanita karier. masih satu kantor dengan retha. disini mereka bertemu lalu menjadi sahabat karib. dan bisa cocok dalam segala hal. bahkan ketika rhesya keluar dari perusahaan itu, mereka masih bersahabat. sampai sekarang. kini pekerjaan rhesya adalah seorang wiraswasta. cita citanya ingin mengembangkan usaha sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; segera rhesya berdiri. bergaya bagaikan peragawati. dan retha cepret sana cepret sini. satu kali ganti posisi. dua kali ganti posisi. tiga kali ganti posisi. sepuluh kali ganti posisi. seratus kali ganti posisi. ya ampun. sudah seratus kali retha memotret rhesya. tak sadar memory ponselnya penuh. galery diponsel terisi dengan foto foto rhesya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;sudah penuh nih rhe...&quot; retha bingung. &quot;lho rhe...kamu dimana ?&quot; rhesya hilang. &quot;rhe...&quot; retha takut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;disini re...&quot; kata rhesya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;dimana ???&quot; retha bingung lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;didalam ponsel kamu.&quot; jawab rhesya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;ya ampun, bagaimana kamu bisa masuk kedalam ponsel. jangan main main kamu. ayo keluar. !!!&quot; pinta retha.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;ngga bisa keluar...keluarin...!!!&quot; rhesya bingung.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; terlihat rhesya didalam ponsel. lalu mereka berteriak teriak panik ingin keluar. bagaimana ini ? bagaimana ? kok bisa seperti ini. didalam galery ponsel itu penuh dengan rhesya rhesya. ada seratus rhesya. semuanya berbicara. semuanya bergerak gerak. retha pusing. kepalanya mulai cenut cenut. bagaimana tidak cenut cenut, lha wong sudah menghilangkan anak orang. eh...lebih tepatnya memasukkan anak orang kedalam ponsel. bagaimana dia akan katakan pada suami rhesya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;mas eko...rhesya hilang.&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;hilang bagaimana ?&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;hilang dari bumi lalu masuk dalam hp.&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;mbok jangan main main. bagaimana bisa ?&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;waktu difoto, lalu mendadak sontak lenyap kesedot kedalam hp.&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; tuh kan. bagaimana ngga bingung menjelaskannya. belum lagi menjelaskan pada ibunya. lalu menjelaskan pada ayahnya. bagaimana ini..? retha cenut cenut lagi. retha berfikir keras. ahh iya,..bukankah ponsel ini masih bergaransi. benar sekali, siapa tahu bisa dibenerin. cepat cepat retha melangkahkan kaki dan tak lupa membawa kartu garansi ketempat pusat penjualan ponsel tersebut yang juga melayani garansi atau service. tapi ini tidak mungkin, bagaimana dia akan mengatakan keluhan ponselnya itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;ada yang bisa dibantu mbak ?&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;ini mbak, ada masalah dengan ponsel saya.&quot; kata retha&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;iya, masih garansi kan ? trus masalahnya apa ?&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;ohh ini ponsel baru kemaren mbak saya beli. tapi begitu saya memotret teman saya, dia tershisap masuk kedalam ponsel ini.&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;maaf mbak. saya kurang paham.&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;iya jadi teman saya menghilang dari dunia nyata trus masuk kedalam ponsel dan dia bergerak gerak.&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;maksudnya ada masalah dengan video playernya ?&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;bukan mbak...emmm,..emmm...&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; mengingat hal itu pasti akan terjadi, retha mengurungkan niatnya untuk pergi. cenut cenut retha makin menjadi. apa yang harus dilakukannya. benar juga, mungkin pertama tama dia harus mentransfer foto foto rhesya itu kedalam komputer. ya, benar. setidaknya bisa tersusun dengan rapi dan jelas melihatnya. cut - paste, ditransfernya foto foto itu kedalam komputer. retha kembali mumet. lalu bagaimana caranya supaya rhesya bisa keluar dari komputer. apa mungkin harus diprint dulu ? ehhmmm... ngga ada salahnya untuk dicoba. tapi tunggu dulu, kalau rhesya yang lainnya juga pengen diprint, bagaimana ? nanti ada dua rhesya, mungkin tiga, mungkin banyak lagi. retha mumet lagi. hari itu sudah habis satu bungkus panadol yang retha telan. sakit kepala ? sudah lupa tuh. lupa apanya. retha mencak mecak. berusaha untuk sabar. ahhh, benar juga. didelete dulu, lalu disisain satu rhesya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; mendengar kata kata delete. rhesya rhesya yang ada dalam komputer panik. seperti kiamat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;jangan delete aku.&quot; kata rhesya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;jangan aku. dia saja.&quot; kata rhesya yang satunya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;dia yang palsu, aku yang asli.&quot; kata rhesya yang lainnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;dia saja,...dia,...dia,...dia,...&quot; kata rhesya rhesya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; retha lagi lagi mumet. dia sudah menyiapkan bungkus panadol berikutnya. apa memang harus mencetak semua rhesya supaya adil. tapi kalau semua rhesya dicetak, nanti bagaimana selanjutnya. bukankah suaminya rhesya bakal puyeng sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;ini mas eko rhesya'nya.&quot; terlihat rhesya rhesya turun dari truk.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;loh. yang asli mana re...?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;semuanya asli mas.&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;gila kamu re...mana tahan...&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; retha hampir gila. untung saja belum gila. harus ada pengorbanan. sisakan satu rhesya lalu dicetak. akhirnya hukuman delete itu berlangsung juga. rhesya rhesya masuk kedalam recycle bin kecuali satu rhesya yang siap diprint. pikiran retha sudah mulai tenang. panadol ngga jadi ditelannya. tinggal diprint. pikirnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;jangan print aku re... jangan...biarkan aku disini saja.&quot; kata rhesya&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;apa ? tadi teriak teriak pengen dicetak. sekarang kenapa berubah pikiran.&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;yang lain memang pengen keluar kedunia nyata, tapi aku tidak. aku ingin didalam komputer ini saja.&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;kenapa ?&quot; tanya retha keheranan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;entahlah. sepertinya aku sudah mulai nyaman disini. dalam dunia maya aku bisa menjelajah kemana saja. bertemu orang orang yang ngga kukenal. pergi ketempat tempat yang belum pernah kujamah. bebas, lepas, tanpa beban.&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;bagaimana nanti aku katakan kesuami kamu tentang semua hal ini.&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &quot;terserah kamu. pokoknya aku mau disini saja. lagipula, jika aku dicetak, apa sudah pasti akan keluar menjadi nyata. siapa tahu malah terjebak dalam kertas. lebih hampa lagi kan ?&quot;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; retha kembali pusing. cenut cenut. lalu panadol kembali ditelannya. sekarang dia memikirkan, bagaimana nanti menjelaskan pada keluarganya. sementara rhesya sekarang sedang menikmati indah dunia barunya. duduk dibawah pohon ditemani matahari, bintang, dan pelangi yang warna warni. bersama bunga, rerumputan, dan kupu kupu yang terbang kesana kemari.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;img src=&quot;http://mata.blogspirit.com/images/ic_m.gif&quot; /&gt;&lt;/p&gt; 
</description>
</item>
</channel>
</rss>