21 November 2009
nasionalis

nasionalis
"coba buktikan ?"
begitulah kata teman saya suatu hari ketika saya mengatakan 'nasionalis.' solah olah mereka tidak percaya kalau saya ini adalah seorang nasionalis. berteriak keras dengan lantang kalau saya bangga menjadi bagian dari negara yang disebut indonesia.
saya akan sedikit memberikan pencerahan pada sampeyan semuanya ( itu termasuk juga teman saya diatas yang kepalanya sudah cenut cenut kalau berbicara soal negara indonesia ini.) kalau sebenarnya memang tidak ada alasan untuk kita tidak nasionalis. kita kesampingkan dulu masalah masalah yang ada. perekonomian yang kacau, sistem hukum yang tidak jelas, lembaga lembaga negara yang sudah tidak bisa dipercaya, hingga akhirnya berimbas kemasyarakat kita. mahalnya biaya hidup, tingginya krimalitas, tinggat kemiskinan yang semakin menurun (makin menurun keanak cucu maksud saya.) hingga akhirnya bisa menyebabkan hilangnya rasa nasionalis dalam diri kita untuk indonesia tercinta.
jika hanya karena hal hal tersebut rasa nasionalis kita hilang, maka celakalah kita. kasihan kita. kasihan para pejuang yang sudah berjuang untuk bangsa kita ini. dari perjuangan yang bersifat kedaerahan, seperti diponegoro, pattimura, cut nya dien, kartini dan yang lainnya. sampai perjuangan yang bertujuan untuk satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air lewat sumpah pemuda. maksud saya, tidak sadarkah kita tentang apa yang sudah mereka semua perjuangkan ? nusantara yang luas ini. negara yang sangat kaya ini. tanah air yang subur ini. matahari ada setiap tahunnya dengan gratis, hujan turun tak pernah terlambat, penduduk yang jumlahnya lebih dari 230 juta jiwa, budaya beraneka ragam dari 300 suku daerah yang berbeda, hingga menjadikan kita negara terbesar didunia setelah china, india dan amerika. lantas alasan apalagi yang kita butuhkan untuk tidak nasionalis ? sumberdaya ? semuanya ada, syarat peradaban ? semuanya ada, tenaga ? semuanya ada. dan tidak ada pula alasan untuk tidak sejahtera. semua tinggal bagaimana diri kita sebagai manusia mulia (itu juga kalau kita masih menganggap diri kita sebagai makhluk mulia ciptaan Tuhan.) untuk memulainya. untuk memperjuangkannya.
dan ketika para pemimpin bangsa, para pejabat tinggi negara, para wakil rakyat, juga para aparat aparat ambil bagian dalam pengurusan negara ini, untuk mempimpin 230 juta lebih penduduk dan bahkan sampeyan semua bisa membayangkan kalau penduduk kita 2 kali jumlah penduduk pada waktu zaman rasulullah menjadi pemimpin. jadi seandainya sampeyan memimpin negara ini, dan diberikan sebuah kepercayaan, tidakkah itu adalah tugas yang paling mulia ? begitupula jika sampeyan sampeyan ikut mengatur struktur organisasi terbesar yang bernama negara, entah itu menjadi pejabat tinggi, wakil rakyat hingga aparat untuk menjadikan negara ini makmur dan sejahtera, bukankah itu suatu ibadah yang sangat indah ?
tapi sungguh hal itu tidak semudah yang diucapkan atau yang saya tuliskan. zaman sudah berubah. dulu rasa cinta terhadap bangsa ini timbul karena memang ingin menjadi bangsa yang merdeka, sehingga perjuangan dilakukan dengan hati yang ikhlas. sedangkan sekarang rasa cinta terhadap bangsa timbul karena ini sebuah pekerjaan, bukan perjuangan. hingga akhirnya timbul istilah penguasa. hingga kesempatan kesempatan untuk melakukan tindak kejahatan negara akan selalu ada. hukum yang sudah dimanipulasi, budaya suap hingga korupsi, sistem undang undang yang carut marut, dan akhirnya warga negara ini yang menanggung rugi.
inikah nusantara kita yang katanya terbentuk dari kerajaan kerajaan yang mengagungkan adat ketimuran yang sopan, sementara sekarang tembok tebal tinggi menjulang tercipta sebuah kesenjangan. inikah warisan nenek moyang kita yang sudah mengajarkan kita unggah ungguh dan tata krama, sementara sekarang sudah tidak ada lagi untuk kita rasa hormat menghormati, inikah sumpah pemuda yang dulu pernah diciptakan pemuda bangsa untuk sebuah pembaharuan, sementara sekarang anak anak muda kita terjebak dalam narkotika dan obat obat terlarang hingga mati dan hilang harapan masa depan ini. inikah kemerdekaraan yang sudah dihasilkan para pahlawan dan pejuang kita lewat rasa cinta terhadap tanah air, sementara setelah itu kita dijajah oleh bangsa kita sendiri.
dan masih ingatkah kalian semua ketika kita menyanyikan lagu 'indonesia raya' waktu upacara bendera ? dengan hormat tangan kita terangkat. menengadah kepala kita memandang bendera merah putih berkibar kibar. seakan terbang dalam luas angkasa. menyingkirkan gelap awan mendung warna hitam. juga memayungi kita dari hujan yang deras menghujam. dan sudahkan kita berkaca pada diri kita jika kita mengingat hal tersebut ? lupakah kita semua ? dan masihkah ada rasa cinta indonesia didada ?
semoga.
*vertical signature image by : doze

14:33 Posted in Opini | Permalink | Comments (26) | Email this
21 July 2009
hidup ini seperti facebook
facebook, facebook, facebook, facebook, facebook dan facebook. sumua orang punya facebook. saya punya facebook. teman teman saya punya facebook. saudara saya punya facebook. tetangga saya punya facebook. semuanya menggunakan facebook. yang jadi pejabat punya facebook, yang jadi menteri punya facebook, polisi punya facebook, tentara punya facebook, artis punya facebook. pedagang punya facebook, dokter punya facebook, guru punya facebook, dosen punya facebook, mahasiswa punya facebook, pelajar punya facebook, ibu rumah tangga punya facebook, sampai anak anak punya facebook.
semua memakai media facebook. dari yang mengikuti gaya hidup, pakai facebook. orang orang jualan, pakai facebook. yang mau cari temen, pakai facebook. yang mau cari pacar, pakai facebook. yang mau cari pasangan hidup, ( sebenarnya saya bingung, kenapa mesti carinya yang hidup, kok ngga pasangan mati ?) pakai facebook. yang mau narsis, ya disinilah tempat paling tepat, facebook. hingga menawarkan jasa jual diri, juga pakai facebook.
ya, semuanya memakai facebook. ngga peduli pakai HP prabayar yang cuma bisa gprs, yang penting online. ngga peduli pakai smart phone yang sudah 3G, yang penting online. ngga peduli pakai jasa warnet, yang penting online. ngga peduli pakai speedy rumahan, yang penting online. ngga peduli pakai netbook dengan wifi gratisan pinggir jalan, yang penting online. ngga peduli pakai notebook dengan modem exprescard GSM, yang penting online.
maka hidup ini seperti facebook. segala apa yang dilakukan apa yang sedang dikerjakan dan apa yang sedang direncanakan, semuanya diumbar dalam facebook. lagi jatuh cinta, ditulis dalam facebook. lagi patah hati, ditulis dalam facebook. lagi susah, senang, sedih, gembira, tertawa, tersenyum, ditulis dalam facebook. sedang weekend ditulis dalam facebook. sedang liburan, ditulis dalam facebook. nonton film, ditulis dalam facebook. pergi shoping, ditulis dalam facebook. makan malam, ditulis dalam facebook. beli mobil, ditulis dalam facebook. hp baru, ditulis dalam facebook. telat bayar cicilan, ditulis dalam facebook. ngga bisa bayar utang, ditulis dalam facebook. semuanya diumbar dalam facebook. benar benar bikin hidup penuh warna.
tak ada bedanya dengan blog. suatu hari, teman saya bertanya. kenapa saya membuat blog. lantas saya menjawabnya, kalau saya ingin menuangkan semua pengalaman hidup saya dalam sebuah tulisan. setidaknya saya bisa menulis ulang, tentang apa yang sudah saya lakukan dan saya kerjakan selama ini. apakah itu hal yang benar, atau hal yang salah. saya hanya bisa berharap, kalaupun itu sebuah hal yang benar, setidaknya itu bisa menjadikan contoh yang baik atau memotivasi seseorang. dan kalaupun itu hal yang salah, setidaknya saya bisa mendapatkan komentar tentang apa yang seharusnya saya perbaiki dalam hidup ini.
suatu hari lagi, teman saya juga bertanya. kok bisa saya mengumbar semua apa yang sudah saya lakukan dalam hidup ini. bahkan tanpa sensor, saya mengatakan diri saya yang sebenar benarnya. saya membuka aib siapa saya. keluarga saya. teman teman saya. dan orang orang disekitar saya. saya mengatakan kalau si ini begini dan si itu begitu. saya mengatakan perihal keluarga saya dan bahkan saya mengatakan soal diri saya sendiri yang mungkin tidak pantas untuk diceritakan dalam sebuah media maya yang bisa dibuka oleh juataan orang yang ada didunia.
maka seperti judul yang ada diatas. hidup ini seperti facebook. sebelumnya saya tidak mengerti apa dan untuk apa media yang bernama facebook. lantas setelah saya pikir pikir, facebook itu seperti saya yang tanpa sensor berkata apa adanya. facebook itu sebuah kejujuran manusia. walaupun banyak yang menggunakan fasilitas ini untuk hal hal yang kurang baik. berpura pura, bersandiwara atau hal hal yang semacamnya yang saya sendiri juga tidak mengerti apa tujuannya. tapi mereka juga jujur. jujur kalau mereka berpura pura. jujur kalau mereka suka bersandiwara. jujur kalau mereka suka tebar pesona, narsis, dan mengikuti gaya hidup dengan mempunyai facebook. jujur bercerita setiap detik, setiap menit, setiap jam, tentang hidup mereka, apa yang sedang mereka lakukan.
satu hal, saya tidak pernah peduli kalau saya ini dikatakan terlalu mengumbar apa yang saya lakukan. baik dalam facebook atau dalam blog. saya hanya berusaha menjadi manusia yang jujur. inilah saya. inilah kehidupan yang saya jalani. saya tidak pernah malu tentang diri saya sendiri. logikanya saya ini lahir telanjang, keluar dari sela selangkangan yang dibuat dari dasar cinta juga nafsu yang tertanam dalam setiap manusia. apa salahnya kalau kita mulai bersikap jujur dan apa adanya. seperti kala kita dicipta.

11:11 Posted in Opini | Permalink | Comments (8) | Email this
19 May 2009
love is cinta
"ya iyalah, masak love is tempe." saya ingat betul, begitulah kata teman saya waktu itu.
setelah tulisan saya kemaren kemaren dianggap mellow, ( yang sebenarnya saya sendiri tidak mengerti kenapa sekarang malah saya dikatakan mellow. ) maka sekarang saya mau ngomongin yang ringan ringan saja. saya mau ngomongin soal cinta yang saya rasa tidak akan pernah akan ada habisnya. dan pasti selalu ada berita hangat jika kita membicarakan menu yang satu ini. misalkan saja antara antasari dan rani, manohara dan sultan dari malaysia, sampai kisah percintaan selebriti indonesia yang bisa dikatakan berantakan.
"yo wes pas, mereka itu kan selebriti, tugasnya meng-entertaint kita supaya kita ini terhibur."
"kalau ngomong mbok ya mulutnya diatur, mereka itu kan juga manusia seperti kita. mempunyai hak hidup yang sama seperti kita. cuma masalahnya karena mereka orang terkenal, ya segala apa yang terjadi sama mereka pasti akan kena sorot media." sahut istri saya.
singkatnya, cinta itu adalah anugrah terindah yang diberikan Yang Maha Kuasa kepada kita. sebuah welas asih yang mengharuskan kita untuk mencintai dan memberikan kasih sayang pada sesama manusia, kepada alam yang kita tempati, juga semua fasilitas fasilitas yang sangat indah. dengan kata syukur lantas menyembahNya, itulah imbal balik yang harus kita lakukan. begitulah anggapan saya yang sok tahu menenai kata cinta.
"kalau arti cintanya sendiri saya mengerti mas, yang saya tidak mengerti itu adalah orang orang yang suka merekayasa kata cinta." kata teman saya.
rekayasa cinta, begitulah teman saya menyebutnya. beberapa bulan yang lalu saya menjenguk seorang teman yang sedang sakit. bisa dikatakan kalau sakitnya ini gara gara dia merekayasa kata kata cinta.
"mungkin inilah akibat yang saya terima mas, ibaratnya flashdisk saya ini suka sembarangan colok sana colok sini tanpa pasang antivirus, hingga akhirnya saya sendiri yang terkena virus." katanya dengan santai.
saya benar benar ingat dan bahkan ingatan itu masih melekat kuat dalam otak saya. pernikahannya yang megah, istri yang cantik, juga pekerjaan yang mapan. tetapi dikarenakan dia merekayasa cinta, suka colok sana colok sini, maka teman saya terkena virus. saya sendiri tidak mengerti kenapa teman saya tersebut sangat hobby main colok seperti itu ? toh saya yakin rasanya juga sama saja. yang endingnya semua data dan kenangan yang pernah tersimpan lenyap begitu saja. jauh dari teman, jauh dari keluarga, bahkan istrinya menuntut minta cerai.
nah, saya jadi semakin mengerti. kenapa cinta yang begitu suci, cinta yang begitu ikhlas. kok dengan mudah kita rekayasa. hingga akhirnya fenomena rekayasa cinta ini terjadi dimana mana. cinta segitiga yang terjadi hingga berujung kematian yang sekarang lagi panas diberitakan, cinta sesama jenis antara laki dengan laki atau pere dengan pere yang saya sendiri tidak pernah tahu dimana letak kenikmatannya, atau kisah penghianatan cinta seperti teman saya tadi yang akhirnya terkena virus mematikan. dan masih banyak lagi yang lainnya. kekerasan dalam rumah tangga, persidangan kawin cerai, hingga akhirnya berujung pada perebutan hak asuh anak hingga harta gono gini. semua karena mereka merekayasanya
lagi lagi menurut saya yang sok tahu. seperti yang saya katakan tadi, cinta itu pemberian Yang Maha Kuasa. apa yang sudah diberikan sama Tuhan sudah pasti indah, sudah pasti sempurna. cinta itu sangat sederhana. kita sebagai manusia kalau sudah diberi cinta ya harus dinikmati. harus kita jaga. dan benar kata teman saya, kalau masih ada orang menganggap cinta itu rumit, cinta itu buta, cinta itu sangat susah untuk diartikan atau cinta itu bisa bikin kita gila. semua itu karena kitalah yang membuat cinta menjadi ngga karu karuan. karena kitalah yang suka merekayasa cinta.
masih ngga paham, saya ambil contoh yang gampang saja, seperti halnya Tuhan memberikan kita mulut untuk bicara dan lidah untuk merasa. tapi dasarnya manusia yang suka merekayasa, maka kedua organ tubuh tersebut digunakan untuk oral sex. sekarang, salah siapa ?

12:57 Posted in Opini | Permalink | Comments (31) | Email this
24 November 2008
perkenalkan, nama saya narsis
banyak dari teman teman menyebut diri saya ini menganut aliran narsis. entah dari mana mulanya saya sendiri tidak tahu menahu perihal kenarsisan itu dilihat dari sebelah mana. "pura pura ngga tahu ya ? lha wong setiap harinya ceprat cepret bikin photo trus diedit trus disebar luaskan. itu kan salah satu bentuk kenarsisan sampeyan. ngga sadar apa kalau mukanya pas pasan" komentar teman saya. dan ketika foto saya dikomentari banyak orang, ada yang bilang saya tampan, punya senyum yang bagus, atau romantis seperti foto yang ada dipostingan sebelumnya. maka, diri saya jadi terlena oleh pujian pujian tersebut. saya jadi special. dan tidak peduli lagi kalau saya ini dibilang narsis atau suka membanggakan diri sendiri.
suatu hari, saya membaca postingan disalah satu blog teman saya. dalam postingannya itu dia berkata "kok sampai segitunya sih." ya, kok bisa sampai segitunya orang bangga atau membanggakan dirinya sendiri. ngga hanya dalam gambar tapi juga dimedia lainnya. dalam blog yang memuat cerita keseharian, dalam friendster atau facebook yang haus akan testimonial dan komentar, bahkan dalam plurk yang setiap detik memberitakan tentang apa yang sedang dilakukannya. "penting yah ???" tanyanya dengan sinis.
pernah suatu ketika teman saya menanyakan apakah saya ngeplurk atau ngga. maka saya yang ngga gaul ini langsung bertanya apa itu plurk. "ampun deh mas, kamu itu hidup dijaman apa kok plurk saja tidak tahu ?" tanya teman saya. karena tidak tahu itulah saya bertanya. maka apa jawaban teman saya itu, "mendingan ngga usah tahu deh." jawabnya singkat.
lalu rasa penasaran datang. bentuk kenarsisan apa lagi ini. maka setelah saya pahami, intinya kita sengaja melakukan sebuah postingan singkat atau memberitahukan apa yang sedang kita lakukan. dan ketika saya membaca para plurker (entah benar apa tidak sebutan itu) saya malah tertawa sendiri. "sedang memberi makan burung perkutut." atau "lagi makan siang sama client." atau "nungguin bis dihalte." atau "lagi nulis postingan diblog." dan masih buanyak lagi. yang membuat saya tertawa bukan karena kenarsisan mereka karena memberitahukan apa yang sedang mereka kerjakan. hal tersebut tidak membuat saya jadi heran, karena setahu saya, kalau mereka mengenal plurk maka saya sudah kenal dengan istilah microbloging beberapa tahun sebelumnya. tapi karena setiap saat setiap waktu mereka asyik dengan komentar yang masuk dan bahkan menunggu kegiatannya itu untuk dikomentari. "lha sama seperti sampeyan nunggu postingan untuk dikomentari, ya tho ?" sahut teman saya sinis.
saya pernah menulis sebuah opini dalam blog ini. ya, opini. selalu setiap saya posting saya selalu kategorikan apakah postingan saya ini masuk dalam cerita, masuk dalam narasi, masuk dalam opini, masuk dalam puisi, atau masuk kedalam yang lainnya. "penting yah ???" tanya teman saya suatu hari. mungkin karena saya menggolong golongkan postingan itu saya sudah dicap sebagai manusia yang narsis juga. maka dari itu teman saya bertanya "penting yah ???"
sebut saja fenomena tukul empat mata yang sekarang ini sudah dicekal. wong ndeso yang sering mengganti namanya menjadi reynaldi itu sudah tidak muncul lagi dilayar televisi. entah dicekal karena apa saya sendiri juga tidak mengerti. ada yang bilang karena acara tersebut sudah tidak produktif lagi, ada juga yang bilang karena orang sudah bosan melihat kenarsisan tukul yang begitu begitu saja. potret kehidupan manusia yang sebenarnya. lensa dari keseharian kita yang sesungguhnya. apa adanya, sok tahu, keminter, ngakunya cover boy, tinggal dieropa, lahir dilondon, ngakunya ini, ngakunya itu. inilah contoh, sebuah icon. tukul adalah salah satu diantara kita yang dijadikan cermin untuk berkaca. dijadikan tumbal untuk menjadi korban dari fenomena kita yang kasar, norak, mesum, munafik, juga narsis. yang memperlihatkan penampakan kita sebagai mesyarakat indonesia.
lantas, kebingungan saya semakin menjadi ketika media media massa tersebut dijadikan sebuah kambing hitam (saya masih bingung kenapa pula kambing yang menjadi korban, yang hitam pula.) karena sudah keluar dari jalur tujuan yang sebenarnya. entah itu blog, friendster, plurk atau microbloging lain yang sudah menjadi sebuah gaya hidup. saya tidak pernah anti dalam hal ini, karena saya memang termasuk bagian dari hal ini. tapi saya menjadi anti ketika media massa dunia maya seperti ini disalahgunakan oleh pihak pihak yang menganut aliran anonymous, pihak pihak tanpa nama yang tidak bertanggung jawab. menyebarkan isu. berita bohong. ra mutu. ndobos. dan bahkan mengadu domba (dalam hal ini saya tambah bingung lagi, kenapa pula domba yang diadu kok bukan ayam ? bukannya lebih jamak.) seperti membuat komik dengan membuat wajah Nabi SAW dan diposting kedalam sebuah blog hingga umat islam geram dibuatnya.
maka, untuk urusan narsis, saya memang jagonya. saya suka ketika saya memajang foto saya di friendster, tapi tidak di facebook karena saya tidak punya account tersebut. saya suka menulis panjang lebar seperti ini lalu menceritakan apa yang sedang saya lakukan dalam blog dan sangat senang sekali ketika postingan saya itu banyak yang mengomentari walau sebagian itu komentar balasan dari saya sendiri. saya suka memasang status dimessenger dan memberitahukan kalau saya sedang begini dan begitu bahkan saya dengan pe-de menulis kalau postingan saya diblog sudah saya update. saya suka mengisi shoutbox orang lain, menyapanya lalu menuliskan sebait puisi lalu diakhiri dengan is available on. saya suka memuji istri saya, bos mburi yang paling pinter meramu berbagai jenis macam bumbu untuk dijadikan menu, mayor jendral yang rajin tiarap merogoh kotoran dan debu dikolong meja ketika membawa sapu, juga wanita karier yang ikut membantu pemasukan keluarga hingga sering lembur didepan meja kerja, sang kekasih hati, cinta mati, gandulani ati, ora mung ono ing lati.
ya, sekali lagi perkenalkan. nama saya narsis.

10:05 Posted in Opini | Permalink | Comments (42) | Email this
08 May 2007
legenda kutu kupret
untung saja dinegara ini masih ada orang yang mau tertawa jika dihina. jika tidak, mungkin kesuksesan tidak mungkin bisa datang begitu saja dalam diri tukul arwana. ya, ketika melihat acara empat mata, saya seperti melihat kebodohan kita sebagai manusia. tapi bagaimanapun juga, fenomena tetap saja fenomena. hal ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. perlu sebuah kristalisasi kringat yang panjang. perlu perjuangan sampai titik darah penghabisan. hingga bisa menjadi cover boy seperti sekarang ini. katanya.
saya masih ingat acara empat mata pertama kali. dulu belum sempat sukses seperti ini. pembahasannya pun masih menjurus pada hal hal 17 tahun keatas. sering kali bintang tamunya para wanita seksi, sering kali penyanyi dangdut yang waktu itu disuruh menunjukkan ciri khas goyangannya masing masing. goyang patah patah, goyang gergaji, goyang kayang, atau entah goyang apalagi. empat mata waktu itu hanya sebuah talkshow biasa. host bertanya dan bintang tamu menjawab. dan setelah penonton, pemirsa, atau bintang tamu tertawa jika dihina. maka acara ini melesat mendudukin rating yang tinggi. ini yang dimaksudkan dengan fenomena tersebut. jarang sekali ada acara talkshow seperti ini. bagi saya, ini yang namanya dagelan kere', atau guyonan ra'teges yang merupakan ciri khas dari para pelawak pelawak jawa. lihat saja contohnya seperti polo, gogon, timbul, basuki, marwoto, kirun, topan/lesus, atau anggota srimulat yang lainnya. tidak ada bedanya dengan seorang tukul arwana yang mempunyai ciri khas yang sama.
kita melihat ketika tora sudiro melempar kacang kearah tukul, lalu dengan tiba tiba tukul meniru gaya seperti anjing dengan lidah terjulur dan sesekali dengan kaki terangkat nungging. kita juga melihat ketika tukul sering kali mengajak bintang tamu masuk kedalam lalu setelah keluar sambil membetulkan celananya. terlebih sering kita melihat tukul mengatai para penonton dengan ciri ciri khasnya, "wong ndeso." "katrok." "tak sobek sobek mulutmu." atau "betulin dulu celanamu... wajah kelihatan kota kok pikiran ndeso." saya bayangkan orang orang pelosok desa jika melihat acara ini, apa tidak sakit hati. tapi sering juga ketika tukul terhina atau menghina dirinya sendiri tentang bibirnya yang makin molor, atau sering kali dia berkata "lha saya ini keturunan nying nying." lalu saya bayangkan apa bapak ibunya tidak marah ketika dikatakan punya anak nying nying. tak sempat dia memikirkan hal tersebut lalu dia berkata "puas puas!!!"
ya, saya puas. !!! para pemirsa dan penonton pun juga puas. jam tanyang ditambah. seminggu 5 kali penanyangan dalam durasi 1,5 jam. honor tukulpun bertambah. iklan iklan datang dan antri bergiliran. rumah makan ikan bakar dibukanya, rumah orang tua dibangunnya hingga megah, rekaman album juga tak ketinggalan. ini aji mumpung. ini yang namanya keberuntungan. rejeki itu datang dengan sendirinya. tapi, tanpa usaha manusia tidak mungkin bisa meraihnya. manfaatkan masa mudamu sebelum masa tuamu datang, manfaatkan masa sehatmu sebelum masa sakitmu datang, dan manfaatkan masa... iyaaa... untuk itu, iyaaa... iyaaa... iyaaa... iyaaa... iyaaa...
iya ini yang saya maksudkan. inilah cermin diri kita. potret kehidupan manusia yang sesungguhnya. apa adanya, sok tahu, keminter, ngakunya cover boy, ngakunya ini, ngakunya itu. sungguh benar benar seseorang yang polos. ciri khas wong ndeso. ini adalah icon. tukul adalah simbol dari penindasan. simbol dari bencana dan musibah. inilah fenomena kita yang kasar, norak, narsis, mesum juga munafik. bukankah ini penampakan kita sebagai manusia yang sesungguhnya. bukankah ini masyarakat kita yang sebenarnya.
sekalipun ngakunya peragawan, model, ataupun cover boy, yang namanya kutu kupret itu tetap saja kutu kupret. PUAS !!!???

10:04 Posted in Opini | Permalink | Comments (33) | Email this
17 April 2007
perkawinan
mungkin benar. katanya, perkawinan itu adalah produk kebudayaan paling dungu yang pernah dihasilkan manusia. kamu tahu, datang kepesta perkawinan jauh lebih menyedihkan daripada menghadiri prosesi kematian. manusia lebih bisa menerima kematian, karena kematian adalah suatu keikhlasan. tak perlu kesedihan yang berkepanjangan untuk sebuah kematian. sebentar dan cepat terlupakan. tapi indah untuk dikenang. karena kita harus menerima kematian dengan lapang dada, karena kita memang tak bisa menghindarinya, karena kematian memang konsekuensi yang mesti ditanggung manusia. tapi perkawinan ? bukankah kita bisa menghindarinya ? kita selalu punya pilihan untuk tidak menjalani perkawinan. maksudnya, kita punya pilihan yang bebas untuk menentukan apa yang kita pikir lebih baik buat hidup kita yang hambar dan sebentar. kalau kita bisa bahagia tanpa perkawinan, lalu buat apa kita memilih perkawinan ? menyedihkan bukan ? seseorang memilih perkawinan padahal tak ada jaminan atau garansi dalam hidupnya akan menjadi lebih bahagia setelah ia menjalani perkawinan. kekerasan dalam rumah tangga, pertengkaran, perebutan hak asuh anak hingga harta gono gini. kau tahu sendiri, maria tidak menikah, tapi dia bahagia... 
*untuk para selebritis yang doyan kawin cerai.

08:35 Posted in Opini | Permalink | Comments (34) | Email this
29 March 2007
berkaca
menunggu adalah salah satu hal yang paling saya benci. menunggu aurel potong rambut disalon, menunggu aurel diteras kantor tempat dia bekerja, atau menunggu aurel memilih baju dan mencobanya dikamar pas. tapi yang menyebalkan adalah menunggu aurel dandan dan berlama lama didepan kaca sambil memilih milih baju mana yang akan dikenakan. saya sempat mengambil kesimpulan, apakah semua wanita seperti itu ? tapi semoga saja aurel bukan termasuk dalam cerita dongeng anak anak yang menceritakan tentang sang ibu tiri snow white yang kita kenal sebagai putri salju yang selalu berkaca seraya bertanya, "mirror... mirror... on the wall, who’s the prettiest of all ?". kendati pada akhirnya ketika cermin berkata jujur bahwa putri salju adalah yang tercantik, nasibnya pun berakhir menjadi serpihan kaca. mungkin dari legenda itu juga pepatah ‘buruk muka cermin dibelah’ berasal. mengingat IQ saya yang jongkok, saya tetap saja bingung dengan peribahasa itu. "IQ loe kan ngga hanya jongkok ta, tapi tengkurep." sela teman saya. 
saya bukan seorang yang suka memandangi wajah didepan kaca. entah mengapa kalau saya berkaca seolah olah terlihat semua keburukan atau sifat jelek yang pernah saya lakukan. "bukankah muka loe dah ancur ta ?" sela teman saya lagi. 
mungkin juga saya tidak perlu takut untuk berkaca. sebab tidak ada yang harus saya takuti. orang bilang dengan berkaca kita bisa instropeksi diri. memang manusia itu tidak ada yang sempurna. selalu saja banyak kekurangan. ya kurang perhatian, ya kurang duit, ya kurang ajar. termasuk saya. ya banyak ndobos, ya banyak nggedabrus, bahkan banyak misuh misuh. apalagi kalau email sedang terkena spam. wess,... bahasa kewannya kadang keluar semua. dari rintintin sampai bajing loncat ada semua. 
itulah pertanyaan yang masih ada dikepala saya. seseorang suami yang berkata kalau menjadi istri itu harus setia dan patuh, padahal dia sendiri sering main gila dengan wanita lain. seorang ibu yang memberi nasehat pada anaknya kalau bertutur kata itu harus sopan, padahal dia sendiri sering misuh misuh. atau saya sendiri misalnya yang sok tahu bercerita ini itu, padahal sebenarnya tidak tahu menahu. berbagai contoh ada dalam kehidupan kita sehari hari. mungkin dimulai dari diri saya sendiri untuk banyak berkaca.


15:55 Posted in Opini | Permalink | Comments (14) | Email this
27 March 2007
persamaan
saya benar benar dibikin ketawa sengakak ngakaknya. ketika teman saya yang gila menulis opini kalau film HARRY POTTER itu sama dengan anime NARUTO. bagaimana bisa ? beliau, yang namanya ndoro black itu sudah melakukan riset yang sedalam dalamnya untuk meneliti hal ini. celakanya, kok ya saya setuju ya dengan opini tersebut.
katanya, baik HARRY POTTER atau NARUTO sama sama mengangkat cerita dunia sihir. baik dalam HARRY POTTER atau NARUTO sama sama menggunakan mantra. dan jika menggunakan sihir, pasti mantranya akan diucapkan. cuma bedanya dalam NARUTO istilah dunia sihir dinamakan genjutsu.
katanya, baik HARRY POTTER atau NARUTO sama sama mempunyai tiga tokoh utama. dalam HARRY POTTER ada harry, ron, dan hermiony ( 2 cowok dan 1 cewek ). sedang di NARUTO ada naruto, sasuke, dan sakura ( 2 cowok dan 1 cewek ).
katanya, baik HARRY POTTER atau NARUTO sama sama mempunyai mungsuh yang tangguh beraliran ular. dalam HARRY POTTER ada voldermort yang dulu seorang sliterin. sedang dalam NARUTO ada orochimaru yang mempunyai jutsu ular.
katanya, baik HARRY POTTER atau NARUTO sama sama mempunyai tanda lahir. kalau harry ada di jidat sedang naruto ada di perut. tanda tersebut sama sama mempunyai kekuatan. kalau harry mempunyai kekuatannya voldemort sedang naruto punya kekuatan kyubi.
katanya, baik HARRY POTTER atau NARUTO sama sama mempunyai kacamata. kalau harry mengenakan kacamata sungguhan. kalau naruto mengenakan kacamata pilot.
katanya, di HARRY POTTER ada sekolah sihir. sedang di NARUTO ada sekolah ninja. latar belakang sekolah ini sama. walau gedenya sebandara soekarno hatta ( katanya ) tapi tetep saja tersembunyi dan tidak bisa ditemukan.
katanya, di HARRY POTTER ada orang bermata satu yaitu mad moody eye. sedangkan di NARUTO punya kakashi. jika kakashi berkemampuan sharingan, kalau mad moody eye lebih cenderung ke byakugan. itu dikarenakan mad moody eye bisa melihat tembus pandang.
tapi pertanyaanku black, pertanyaanku. 
jika loe sebut HARRY POTTER sama dengan NARUTO, lalu gimana dengan buku harian nayla yang sama dengan ichi rittoru no namida. bagaimana dengan siapa takut jatuh cinta yang sama dengan meteor garden yang sama dengan lagi hana yori dango. bagaimana dengan ekskul yang sama dengan bang bang your dead. dan bagaimana dengan olivia yang sama dengan she's the man. bukankah itu lebih dari sekedar persamaan ??? hahahaha...

08:20 Posted in Opini | Permalink | Comments (23) | Email this
17 February 2007
hidup itu indah
untuk itulah kita harus menikmatinya. "menikmati hidup ?" kata teman saya yang bekerja sebagai wartawan. "itu jelas tidak mungkin. bagaimana bisa orang yang kerjaannya menulis seperti saya disuruh menikmati hidup. pergi kesana kemari mencari berita. lalu atasan teriak teriak karena dikabarkan mau deadline." tambahnya lagi. tapi untunglah saya ini bukan wartawan yang kerjanya mencari berita. saya juga sering mengatakan kalau saya ini bukan seorang penulis seperti teman saya itu. sebab penulis itu adalah sebuah pekerjaan. awalan pe dari kata kerja nulis itu sudah cukup membuktikan kalau kata tersebut layak untuk mendapatkan gaji. kalau saya ? boro boro dapat gaji. lha wong cuap cuap diblog gratisan seperti ini saja kalau ada yang baca sudah merasa bersyukur, apalagi kalau ada yang comment. wah,.. lonjak lonjak kegirangan.
lain lagi dengan teman sekantor saya. dia bilang kepalanya mau pecah. walaupun sebenarnya saya sudah melihat kalau jidatnya memang retak gara garanya dia kebanyakan bayar cicilan. beli mobil, beli motor, beli laptop, beli HP yang N-series, beli ipod, dan beberapa gadget lainnya. yang katanya barang barang itu memang sungguh memuaskan nafsu. inilah yang dinamakan menikmati hidup, katanya lagi. walaupun sebenarnya diakhir bulan kepalanya cenut cenut, mikir buat bayar cicilan mobil, cicilan motor, cicilan laptop, cicilan HP, cicilan ipod, dan cicilan gadget yang lain. bukannya menikmati hidup malah memaksakan hidup. batin saya. dan saya yakin kalau atmnya juga sudah lecet lecet dikarenakan terlalu sering dikeluar masukkan. terlebih lagi dengan bangganya dia bilang kepada saya, "ta, kamu mbok ya pakai kartu kredit, lebih praktis, tinggal gesek." sambil membuka dompet dengan bangganya menunjukkan kartu kreditnya yang berjajar. ada VISA, MASTER, dan entah apa lagi itu namanya. jawab saya ya enteng saja, "lha wong pakai kartu kredit kok bangga, punya utang kok dilihat lihatin, bangga itu kalau kamu buka dompet isinya duit 10 juta." kata saya.
sekarang ini saya sudah berkeluarga. belum punya anak memang, tapi sebagai laki laki saya memang harus berkewajiban mencari nafkah. bekerja membanting tulang hingga remuk redam. dalam bekerja itu ya saya sebisa mungkin menikmatinya. membuat suasana yang tidak sepanen hingga saya sendiri tidak bosan. jika sudah sampai rumah, sebisa mungkin waktu saya hanya untuk istri seorang. mungkin itu bagi saya yang dinamakan menikmati hidup. apalah gunanya menimbun nimbun kekayaan atau bekerja mati matian untuk menikmati hidup kalau toh sebenarnya rejeki itu ditangan Tuhan. seandainya saya nanti mati, uang juga tidak bisa dibawa untuk merayu Tuhan agar saya mendapatkan fasilitas khusus disurga. "ya kalau masuk surga." sela teman saya.
tapi ya dasar manusia jaman sekarang. manusia yang sudah modern. manusia yang menginginkan segalanya serba praktis. hingga menikmati hidup saja kesannya harus terpaksa. lalu kata teman kantor saya yang satunya lagi "ahhh,kalau saya sudah merasa bersyukur dengan kehidupan yang seperti ini ta."
"iya, bersyukur punya 2 mobil, punya rumah bertingkat, punya tanah 4000 ribu meter persegi, punya berlian 24 karat, belum lagi punya 3 hunny di 3 kota."
"amien..." katanya.
12:02 Posted in Opini | Permalink | Comments (23) | Email this
15 February 2007
damai dimata damai dihati
sepertinya ngga mungkin kata kata diatas terwujud. tapi ngga ada yang ngga mungkin jika rasa damai dimata dan damai dihati bisa menjadi kenyataan. menuju ke proses itu sangatlah susah. tapi sebagai manusia yang normal, siapa sih yang ngga mau rasa damai itu tercipta ? tentu saja manusia yang ngga normal. andaikata saya bisa berbicara secara langsung dengan pakdhe george bush, saya akan tanyakan soal damai dimata damai dihati itu. "susah apa tidak pakdhe ?" mungkin jawabnya bakalan susah. bagaimana tidak, begitu mendengar ada negara yang mengembangkan senjata nuklir langsung nyut nyutan pecah ndase. begitu mendengar ada yang tidak mau membagi lahan minyak langsung nyut nyutan pecah ndase. pokoknya jika tidak sesuai yang diharapkan pasti nyut nyutan pecah ndase terus. begitulah pakdhe bush, gombale mukio.
tapi kalau dipikir pikir dengan kepala dingin dan waras, karena ada juga yang kelapanya dingin tapi ngga pernah waras, kalau sebenarnya menciptakan kedamaian itu tidak sesusah yang dibayangkan. orang jawa bilang tepo sliro atau dengan kata lain saling menghormati antar sesama maka rasa damai itu akan tercipta. begitu melihat ada yang tidak benar langsung menegur untuk mengingatkannya tapi tidak berkesan seperti menggurui. bisa sambil bercanda dan tertawa. contohnya tetangga saya yang ngakunya seorang darah biru, keturunan ningrat, bergelar raden mas dan segala tetek mbengeknya yang berbau kraton surakarta hadiningrat. dia tidak mau kalau ada orang yang memanggilnya "pak" atau "mas" padahal panggilan "pak" atau "mas" itu sudah sangat sopan. "memangnya aku pakmu." atau "memangnya aku masmu." jawabnya. dia hanya mau dipanggil "ndoro" gila ngga itu ? contoh sepele lainnya ada seorang pengendara motor yang hampir serempetan. perlu digaris bawahi kata kata hampir. itu berarti belum terjadi. bukannya bersyukur tapi malah lihat lihatan teriak maki maki "ooo lha matane... !!!" pengendara satunya menjawab "matamu dewe,... !!!" hingga sering menyebabkan perkelahian. mbok ya sudah bilang "sorry ya mas..." beres kan, masalah selesai. kasus kasus seperti inilah yang mencemari tata keharmonisan rukun tetangga warga negara kita. hingga rasa damai itu menjadi jarak. hingga orang sering berkata "asss mbuh, sak karepmu..."
sampai tulisan ini diturunkan. saya belum merasakan kedamaian yang benar benar damai dimata dan damai dihati. hingga kemarin hari kasih sayang dirayakan saya juga belum merasakan damai dimata dan damai dihati. sebagai manusia saya cuma menginginkan kehidupan yang damai dan tenteram. dan sebagai manusia saya hanya ingin hal itu bisa terwujud. manusia yang saling tolong menolong, saling menghormati dan mengesampingkan perbedaan.
lalu saya kembali merenungkan diri. jika saya ingin menciptakan rasa damai dimata dan damai dihati itu, maka saya harus damai dengan diri saya sendiri. damai dimata saya maupun damai dihati saya. tapi saya percaya, selama hayat masih dikandung badan, keinginan damai setiap manusia waras itu selalu ada.
09:48 Posted in Opini | Permalink | Comments (22) | Email this
