07 October 2010

new home

NEW HOME

http://malaikat.web.id


ic_m.gif

30 December 2009

januariku, selamat tahun baru lagi ya

newyearr.jpg
saya rasa yang namanya tahun baru itu adalah hari libur yang sangat membosankan. coba kalian pikir, apa yang menarik dari pergantian tahun baru ? apakah ada jaminan kalau ditahun yang baru nanti hidup sampeyan semuanya serba baru ? sungguh alasan yang klise.

kita flashback sebentar tentang harapan saya ditahun yang lalu. dulu saya pernah berharap ditahun baru nanti semoga saya menjadi pribadi yang baru. tapi dalam kenyataannya saya masih begini begini saja. saya juga berharap ditahun baru nanti semoga saya sudah diberikan keturunan. walau segala cara sudah saya coba, segala posisi sudah saya praktekkan, juga lampu sudah saya nyalakan biar terlihat jelas, nyatanya juga belum membuahkan hasil. saya juga berharap sabar dalam menghadapi cobaan hidup. tapi nyatanya hati tidak bisa diajak kompromi. saya berharap negeri ini makmur, tapi nyatanya masih banyak orang yang susah.

pun, tengok saja harapan harapan yang sama dan masih terpampang jelas dalam blog saya tercinta ini. mengingat tidak tahu kapan saya mati, saya mau panjang umur. mengingat tidak tahu kapan saya kaya, saya mau sukses. mengingat saya ini berwajah pasaran, saya mau cakep. mengingat saya bukan lelaki mesra, saya mau romantis. mengingat IQ saya jongkok, saya mau pinter. mengingat istri saya cuma satu, saya mau setia. mengingat saya ini laki laki, saya mau tanggung jawab. mengingat saya ini bilang malaikat, jangan sampai saya menjadi setan. juga mengingat saya ini manusia yang ngga normal, saya pengen menjadi normal. dan perlu digaris bawahi juga kalau semua itu bukanlah harapan yang baru. semuanya harapan itu masih sama. jadi, dengan otak yang pas pas'an ini saya masih saja bertanya apa maknanya tahun baru itu ? apa coba gunanya saya bergembira menyambut tahun baru, lha wong keadaan saya sama sekali tak ada yang baru.

bertambah tua. mungkin itu artinya. "mentang mentang sampeyan sudah buanyak uban ya mas." sindir teman saya suatu hari.

nah, ini juga salah satu ketidak normalan saya menjadi manusia. mengingat saya ini baru berumur seperempat abad lebih sedikit, entah bagaimana ceritanya rambut saya sudah dipenuhi buanyak uban. mungkin itu yang membuat diri saya terlihat tua. padahal saya sendiri merasa imut imut. tak pernah terbesit dalam perasaan kalau saya ini sudah tua.

"sampeyan itu memang pantas kalau menjadi orang tua mas, lihat saja kalau ngomong pasti urut seperti ustad. penuh contoh, baik buruknya, juga nasehat." kata teman saya lagi.

tambah bingung lagi saya dikatakan seperti itu. bagaimana bisa manusia seperti saya dikatakan pantas menjadi orang tua ? punya anak saja belum pernah, umur masih kepala dua, kelakuan seperti anak tk. terlebih lagi bagaimana bisa saya dikatakan seperti ustad yang selalu menyampaikan kebenaran agama ? bagaimana bisa saya dikatakan pemberi nasehat yang baik ? seperti motivator ? memangnya saya terlihat seperti itu ?

"teman sampeyan itu apa ngga mikir kalau mengatakan sampeyan seperti motivator. ngomong saja masih belum lancar kok dibilang seperti motivator. jadi orang itu ngga usah sok tua, sebab nanti sudah dituakan, ngga usah jadi penasehat, nanti juga dimintai pendapat. yang penting bagaimana cara kita menjalaninya. itu. dan sampeyan ngga perlu banyak omong, salah salah sampeyan bisa dikira ndobos. ingat kata temannya yang pernah sampeyan ceritakan kemaren dulu itu, kalau ngomong bijak sama...apa dia bilang waktu itu ?" "nge'bullshit." "iya itu, bedanya kan tipis. salah salah malah jadi fitnah. ya tho ?" kata teman saya.

dan teman saya itu masih memberikan nasehatnya. "coba sampeyan pikir, ini kalau sampeyan masih bisa diajak mikir lho mas. umur situ kan masih muda. masih...apa kata sampeyan tadi ?" "imut imut." "iya itu, masih buanyak kesempatan untuk belajar mengerti bagaimana hidup itu, belajar bagaimana cinta itu, juga belajar bagaimana menjadi manusia. menghargai diri sendiri juga menghargai orang lain. rak sampeyan masih menjadi manusia tho ? nah, itulah makna tahun yang baru."

ic_m.gif

09 December 2009

9/12

44391239.jpg

bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

dan perjuangan pergerakan kemerdekaan indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara indonesia yang melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan indonesia itu dalam suatu undang undang dasar negara indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara republik indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. (pembukaan UUD 45)

atas dasar kemerdekaan yang tertulis dalam UUD 45 itulah, marilah kita semua turun ke jalan, membentangkan spanduk, mengibarkan bendera, berteriak serak, demi indonesia yang bersih dari korupsi.

ic_m.gif

 

14 September 2009

1430H

Saya Ucapakan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430H, Mohon Maaf Lahir Dan Batin

1430h1.jpg
ic_m.gif

05 June 2009

selamat panjang umur semoga ulang tahun

PEMIRSA! PE-E-PE MI-MIR SA-SA PEMIRSA!!!

hari ini saya ultah lho...

ke 27 tahun

ic_bday.gif ic_bday.gif ic_bday.gif

 

 

mungkin kata teman saya ada benarnya

kalau ternyata saya ini masih BROWNIES

hahahahaha

ic_m.gif

24 December 2008

ayah

akhirnya ayah saya meninggal. tepatnya hari sabtu tanggal 20 desember kemaren. anehnya, tidak ada sama sekali tanda tanda kalau dia mau meninggalkan saya sekeluarga, meninggalkan ibu saya tercinta, juga semua kerabat dan teman.

jumat malam, pukul sepuluh kondisi ayah sudah memburuk. nafasnya sudah susah, kulitnya sudah pucat, bibirnya sudah membiru lalu badannya menggigil kedinginan. saya panggil doter jaga diklinik seberang rumah. bersama perawat dengan membawa tabung oksigen mereka datang kerumah untuk memeriksa ayah saya. setelah diperiksa lalu disimpulkan kalau ayah diharuskan kerumah sakit untuk menjalani pengobatan dan perawatan lebih lanjut.

bersama istri, saya pun membawanya kerumah sakit. tiba diunit gawat darurat lalu mengisi formulir pendaftaran dan dokter menyarankan untuk dirawat diruang ICU. kondisi ayah waktu itu makin mengkhawatirkan. oksigen dipasang sebagai alat bantu pernafasan, infus beserta selang dan jarum ditancapkan dalam nadi nadi, monitor dinyalakan lalu tergambar garis garis naik turun dengan angka yang terus berbunyi seirama, juga berbagai macam alat medis yang saya sendiri bahkan tidak mengerti apa guna dan fungsi hingga memenuhi ruangan ini bersama ayah menemani. lantas beberapa menit dokter datang untuk mengambil gambar jantung dengan menggunakan alat scan yang besar.

setelah hasil scan thorax selesai, dokter memanggil saya dan menerangkan kalau keadaan ayah sudah kritis. jantungnya sudah membesar dua kali ukuran jantung manusia normal. paru parunya sudah parah, banyak flek, nikotin entah apalagi karena memang terlihat menghitam pekat mengingat ayah dulu perokok berat. ginjalnya gagal. singkat kata saya hanya disuruh berdoa untuknya. berdoa supaya diberikan jalan yang terbaik buatnya. berdoa supaya ada kesempatan lebih lama. ketika saya bertanya pada dokter untuk memberikan jalan keluar, dokter hanya menggelengkan kepala. sebab memang tidak ada jalan keluar. tidak ada solusi untuk masalah ini. dan ketika saya bertanya berapa lama lagi kesempatan buat ayah untuk bertahan menghadapi hal ini. dokter berkata hanya bisa melakukan yang terbaik buatnya.

saya sudah tidak bisa berkata apa apa lagi. saya hanya bisa melihat aurel menangis dan terus menangis hingga air matanya mengering. saya hanya bisa melihat ayah tidur diranjang dengan nafas terengah engah karena memang jantung yang ada dalam tubuhnya sudah mendesak hingga susah untuk berdetak. saya hanya bisa memegang tangan ayah, meremasnya dengan penuh harap, penuh damai, penuh doa terucap ribuan harap.

pukul empat pagi dini hari. saya telp saudara dekat. kakak saya. saya berkata kalau saya membutuhkannya untuk menjaga dirumah sakit bersama ayah karena melihat istri saya tidak tahan melihatnya, juga mengingat ibu saya yang sedang sakit karena sendirian dirumah. akhirnya saya meninggalkan ayah dirumah sakit bersama kakak.

"pak, saya mau pulang dulu, saya mau kerumah nengokin ibu dulu, kasian sendirian ngga ada yang menemani. bapak disini dulu sama mas toni yah ?"

"iyah, ngga apa apa..." kata ayah terbata bata dengan susah.

saya pulang kerumah, saya bilang sama ibu kalau ayah hanya butuh istirahat. dan pasti ayah baik baik saja. ibu lega mendengarnya. tapi memang segala sudah ada yang mengatur, yang diatas sudah berkehendak lain. pagi sekitar pukul setengah enam kakak telp dan berkata kalau ayah sudah meninggal. tak ada pesan terakhir yang terucap dari mulutnya. ayah meninggal dengan tenang setelah beberapa menit dia tertidur pulas. lantas saya memberitahukan ibu tentang hal itu. tentang kepergian ayah untuk selamanya. airmata, isak tangis, mungkin kenangan selama ini yang membuat ibu tidak tahan mendengarnya. begitu pula aurel. sedangkan saya hanya berusaha untuk ikhlas menerimanya.

bersama kakak, saya membawa jenasah ayah pulang kerumah. terlihat berdera duka warna merah. semua saudara, semua teman, semua tetangga berdatangan. mengucapkan bela sungkawa. memberikan pelukan. ikut menangisi kepergian ayah. pemakaman disiapkan. lantas jenasah diberangkatkan. lantunan doa doa diucapkan. taburan bermacam bunga aneka warna disebarkan hingga semerbak wangi segar basahi tanah. dalam hati saya berkata, lega. dalam hati saya berkata, alangkah bahagianya ayah berbaring disamping pemakaman ibunda yang melahirkannya. dalam hati lagi saya berkata, sekarang nenek tak lagi sepi, karena ayah disini menemani. dalam hati lagi saya berkata, sabarlah, bersama doa anakmu ini, tunggulah, sebentar lagi sangkakala pasti berbunyi.

04 November 2008

29 th



dear aurel

tak ada cerita buatmu kali ini
hanya ucap kalimat
dari tidak ada, menjadi ada, lalu kan tiada.
selamat ulang tahun yang ke 29, sayang
panjang umur selalu
cinta matiku hanya untukmu

01 January 2008

januariku, selamat tahun baru ya

sebelumnya saya mohon maaf kalau saya ini jarang atau hampir tidak pernah singgah dan berkunjung ketempat teman teman sekalian. banyak yang mengira kalau saya ini sudah kembali keperadaban dunia maya yang konon sangat harmonis. tapi sayang seribu sayang kalau saya ini masih berada diperadaban dunia nyata yang menurut saya memang jauh diluar kata beradab atau bisa dikatakan tidak beradap sama sekali.

tahun baru. ya, saya hampir lupa kata kata itu. hampir lupa saya ini dikarenakan mungkin saya hampir tidak ingat lagi dengan yang namanya tahun baru. ketidak ingatan saya terhadap tahun baru itu mungkin dikarenakan harapan harapan saya ditahun lama belum terpenuhi dan terkabulkan sama sekali. itulah kenapa saya hampir lupa kalau tahun baru akan segera datang lagi.

tentu saja siapa yang tidak mau keinginannya ditahun baru segera terwujud. siapa yang tidak mau diberi kesempatan kedua untuk meminta kepada Tuhan.

lalu kembali saya buka agenda tahun lalu. saya mau sukses, tapi ternyata pekerjaan saya tidak pernah memenuhi target. saya mau punya anak, ternyata target saya masih meleset. entah karena lampu saya matikan atau saya yang kurang pintar saja hingga luput dari sasaran. saya mau menabung, tapi atm sering saya gesek hingga lecet lecet. saya juga mau sabar dalam menghadapi semua keinginan saya yang belum terkabulkan itu. tapi kata teman saya "orang sabar pantatnya lebar." akhirnya saya tidak jadi sabar. jadinya malah tidak ingat dan hampir lupa dengan acara tahun baru yang sudah pasti meriah.

lihat saja, saya masih berharap negeri ini bisa mapan, nyaman, tentram dan bersahaja. ternyata sampai sekarang masih belum berubah. itu bukan harapan baru. saya juga berharap bencana bencana yang terjadi dapat teratasi. ternyata sampai sekarang masih jalan ditempat. itu pun juga bukan harapan baru.

alhasil saya malah sakit hati. seperti teman saya yang punya hobby sakit hati karena cintanya sering kandas ditengah jalan lantas bertanya kepada saya apa yang harus dilakukan, katanya sih mencari second opinion. saya juga heran, heran saya kenapa cari second opinion kok sampai orang ketiga, keempat hingga kelima. bahkan mungkin sampai orang sekantor. ya, seperti itulah. saya sakit hati karena ditahun yang baru ini harapan harapan ditahun dulu belum sempat dikabulkan. sementara itu saya sudah menambahkan harapan baru lagi. kalau dipikir dipikir lagi saya ini serakah juga. tapi saya yakin, sampeyan sampeyan juga begitu tho ? syukur syukur keinginan tersebut bisa langsung dikabulkan sama Tuhan.

mengingat tidak tahu kapan saya mati, saya mau panjang umur. mengingat tidak tahu kapan saya kaya, saya mau sukses. mengingat IQ saya jongkok, saya mau pinter. mengingat istri saya cuma satu, saya mau setia. mengingat saya ini laki laki, saya mau tanggung jawab. mengingat saya sering diperkosa dan rasanya tidak menyenangkan, jangan sampai saya memperkosa. dan mengingat saya ini malaikat, jangan sampai saya menjadi setan.

saya masih pengen ini pengen itu. mumpung ini tahun baru, saya pengen renovasi rumah, saya pengen mobil, saya pengen hp yang colok colok, saya pengen notebook yang bisa buat hotsepotan, saya pengen blog saya jadi dotcom dan ramai pengunjung, saya ingin sempat menulis lagi seperti sekarang ini dan tak lupa saya ingin nerbitin buku. semua itu harapan yang baru.

jadi,...

1. kenapa saya menulis ini ? karena saya sudah ingat kalau tahun baru sudah datang lagi. coba saya tidak ingat, pasti saya tidak menulis tulisan ini.

2. saya masih menagih permohonan permohonan saya pada Tuhan. baik itu permohonan yang dulu dulu atau permohonan yang sudah saya revisi. terkabul atau tidaknya itu urusan belakangan. yang terpenting saya sudah menyampaikan apa yang ada dihati saya. keinginan saya sebagai hamba ciptaannya yang sukanya hanya meminta.

3. mari kita rayakan tahun baru ini, selagi kita masih bisa merayakannya. sebab tahun baru bukanlah setiap hari, tapi tiga ratus enam puluh lima hari sekali. sambutlah dengan meriah, bersama keluarga, saudara dan teman yang anda cintai dan anda kasihi.

4. utang saya beberapa bulan yang lalu dengan rho perihal battle post sudah lunas, postingan tentang tahun baru sudah saya tuliskan.

5. seperti judul diatas. dengan bergulirnya angka tujuh ke angka delapan, saya ucapkan selamat tahun baru 2008 untuk semuanya. semoga harapan, impian, dan keinginan menjadi nyata. amin.

04 November 2007

segalanya terasa indah malam itu

aurel menatapku dengan senyuman. seolah olah ada sesuatu yang dia sembunyikan dibalik matanya yang dalam. "tengah malam nanti, bagaimana kalau kita pergi ke negeri neri ?" katanya. terang saja saya bingung. bagaimana dia bisa tahu perihal negeri itu. setelah saya terdiam lama, akhirnya saya teringat, saya selalu menyimpan tulisan tulisan yang saya tulis dalam sebuah folder di komputer. bisa ditebak kalau aurel membacanya.

"memangnya ada negeri seperti itu ?"

"ada. kamu menuliskannya dengan indah." jawabnya.

"itu kan cuma cerita fiksi."

"pilih mana ? kamu mengajakku ke negeri neri atau aku suruh membuatkan perahu dan candi arca seribu ?" jawabnya lagi.

"permintaanmu selalu yang aneh aneh. tahun lalu, kamu minta hadiah kupu kupu, sekarang kamu minta ke negeri neri, tahun depan kamu mau minta apa lagi ?"

aurel hanya tertawa. malam itu, kita menghabiskan waktu diteras belakang rumah. malam itu, bersama hujan turun menemani. malam itu bersama hujan turun membasahi. ah hujan, sebuah tangisan, juga sebuah kesedihan karena Tuhan marah kepada awan. saling berteriak dan bertengkar seperti halilintar yang menggelegar. hingga matahari, rembulan, dan bintang sembunyi ketakutan. dan langit menghitam. membuat suasana mencekam, deras menyakitkan. hingga kita berdua hanyut dalam dekapan. seperti kepedihan yang mendera pikiran, bagai gundah yang tak tertahan. tapi ketika lambat pelan kita hanyut dalam pelukan, kau pasti akan merasakan suasana yang damai, kau akan melihat hujan betapa bening, terasa kelam namun menghanyutkan. dibalik lipat kerutan yang tersimpan dalam mata, kau akan merasakan adanya bayangan surga didalamnya.

bersama hujan malam itu, bersama rerumputan, bersama pepohonan, ranting ranting, juga dedaunan, bersama semak semak tanah basah yang berwarna lusuh kecoklatan, bersama anak belalang bertubuh terang yang terbang hinggap didahan, bersama mendung hitam di langit selarit jerit bagai bangkai usungan mayit. bersama cinta yang bersemi dari dalam lubuk hati yang tak pernah mati. bersama tengah malam di hari ulang tahunnya.

ya, tengah malam itu aurel ulang tahun. usianya kini sudah 28 tahun. sambil melihat hujan, kita berbicara. berbicara tentang masa masa lalu. berbicara tentang masa pertama kali kita bertemu. juga berbicara tentang semua kenangan indah yang pernah kita lalui dulu. aurel sangat suka sekali membicarakan masa lalu. baginya, masa lalu itu sangat indah untuk dikenang. suka membuat kita senang. sedih tidak membuat kita susah.

"andai saja ada negeri neri seperti yang kamu tuliskan itu." katanya.

"bukankah negeri ini lebih indah dari yang ku tuliskan. negeri dimana kita tinggal, dimana kita bisa menatap hujan, dimana kita bisa merasakan embun pagi yang jatuh berluruhan, dimana kita bisa melihat lengkung pelangi manakala hujan berhenti ketika matahari datang menyinari, dimana aku, dimana kamu, saling bersama hidup dalam bahagia. bukankah ini negeri yang indah ?"

"sangat indah..." jawabnya singkat.

tengah malam itu. dengan hujan yang masih deras menghujam yang kita tatap dengan gamang. menerawang, jauh kedepan. tentang impian dan harapan kelak dimasa yang akan datang.

cerita kamarin.
buat aurelista astuty, istriku.
selamat ulang tahun ke 28.
semoga tetap bahagia selalu.


05 June 2007

25 tahun usiaku



aurel berkata :

"demi kamu, mata
akan aku berikan apa saja."


All the posts